ABOUT US

Salam sejahtera dalam rahmat Tuhan Semesta Alam!

Kami bersyukur kepada Tuhan atas kunjungan Anda dalam situs kami ini, yang ingin mengajak Anda untuk sedikit lebih jauh mendalami makna hidup yang hakiki. Saat ini banyak orang modern suka-suka menganut pelbagai anggapan, persepsi, keyakinan dan pemujaan tertentu dalam hidup ini. Mereka percaya begitu saja, dan memasukkannya dalam mindset tanpa menggali dan mengkritisinya. Padahal, sering hal itu menyangkut apa yang paling berharga dalam kehidupan, di dunia dan di akhirat, yang menuntut tanggung jawab pengenalan dan pemahaman atas apa yang diyakini. Sebab apa yang diyakini itu berdampak pada perjalanan kita dari sekarang sampai seterusnya...

Kami adalah para pengikut Yesus Al-Masih yang menolak untuk percaya tanpa menggali. Kami terbeban untuk sharing dengan teman Muslim yang ingin atau sedang mempelajari apa yang diyakini. Kami mengasihi Anda dan menyodorkan pertanyaan WHAT IF, yang akan membuka perspektif baru untuk menemukan berkat yang paling berharga dalam kehidupan kita. Itu pula yang telah disodorkan kepada sebagian kami dulu, yang menjadikan hidup kami begitu indah dan pasti, Di sini dan kelak Di sana.

Umat manusia dalam kesibukan dan keterburu-buruannya, sering dihanyutkan secara keliru oleh input dan dominasi media, slogan dan retorika. Juga sering terperosok oleh kedangkalan dan kemudahan akan hal-hal yang praktis saja untuk kelangsungan hidupnya, tetapi kurang sempat menggali makna dan kehakikian hidup itu sendiri. Apalagi menyimak dan merenungi hubungannya dengan Penciptanya, yaitu Sang Benar. Input dan informasi praktis ini sering tampak masuk akal atau menguntungkan, namun jelas mengabaikan nilai dan hakekat kebenaran yang sebenarnya. Yang selalu terjadi adalah bahwa orang sudah terbiasa mencampurbaurkan pembenaran-praktis (yang menguntungkan), dengan kebenaran (yang membatasi ego mereka). Namun pembenaran yang paling tragis adalah ketika kita tercekok oleh sebuah sistim absolutisme yang mengatur kehidupan kita demi sistim itu sendiri, dan kini harus mencari pendalilan yang membenarkannya!

Kita menerimanya sebagai kebenaran iman tanpa betul-betul mencari bukti & saksi dalam keselarasannya yang lurus dengan apa yang sedang di-isyu-kan. Kita sering tidak berani bersikap kritis terhadap apa yang sedang diimani “sebagai kebenaran”. Kita cenderung ikut arus “apa kata orang banyak” demi identitas dan survival. Kita meredam intelektual kita untuk mencari perspektif baru, dan memberati keberanian untuk menanyakan sebaliknya: BAGAIMANA KALAU ITU TIDAK BENAR? Kitab Amsal telah menasihati: “Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar, lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya (18:17). Yes, What if it is false? Kita taken for granted tanpa menguji, padahal Imam al-Syafi’i juga telah cukup memberikan peringatan kepada kita dengan kemungkinan sebaliknya, “Pendapat kita benar tetapi masih ada kemungkinan salah; pendapat mereka salah tetapi masih ada kemungkinan benar”.

Kristen lebih bebas dalam mempertanyakan agama: agamanya sendiri maupun agama luar. Sebaliknya, Muslim walau lebih bebas mempermasalahkan agama luar, namun penuh halangan mental untuk mempersoalkan agamanya sendiri, sehingga ada pepatah yang berkata: “Muslims are genuinely incapable of questioning Islam” (Muslim pada dasarnya tidak mampu mempertanyakan Islam). Tetapi, apakah ini berarti bahwa Islam – ketimbang Kristen - memang kurang bermasalah ataukah kurang mandiri menghadapi resiko dan ancaman internal dari Islam sendiri? Apa landasan bukti dan saksi terbuka dan absah untuk sebuah kebenaran universal (atau kepalsuan) yang dimiliki oleh setiap agama itu? Tuhannya adalah Allah, tetapi apakah Allahnya itu benar-benar Tuhan? Malaikatnya adalah Jibril, tetapi Jibrilnya apakah benar Malaikat Tuhan? Atau Ruh lain dari kawasan Antah-Berantah yang tidak diumumkannya, dan memang benar, dia tidak pernah memperkenalkannya dari mulutnya sendiri! Kitabnya adalah Quran, tetapi apa bukti dan saksinya bahwa Quran-nya saat ini (versi Utsman) adalah Kitabullah versi yang tertulis di Lauhul Mahfudz di sisi Allah SWT? 

Bukankah Khalifah Utsman justru tercatat memusnahkan semua keping-keping bukti dan saksi pewahyuan, yaitu semua mushaf atau bagian-bagiannya dari sumber yang palingprimer dan otentik, termasuk mushaf-induknya yang melahirkan mushafUtsmani itu sendiri?! Semuanya tidak untuk “taken for granted”, melainkan perlu dipertanyakan secara absah, WHAT IF? Bagaimana kalau apa yang kita anut selama ini adalah mitos saja?

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad saja merasa dirugikan karena beranggapan bahwa dunia telah terlanjur dicekoki oleh fakta-keras holocaust Yahudi, padahal itu dianggapnya sampah mitos yang harus dibersihkan dari sejarah manusia. Ia menuntut dunia untuk membuktikan kebenarannya! Kalau begitu, bagaimana dengan begitu banyak kasus-kasus sumir yang mengatas-namakan ALLAH, khususnya “Kalimat Allah” itu sendiri? Dalam keterburu-buruan dan kompleksitas hidup, batin sanubari manusia sering tak mampu memfilter apa yang benar dan yang sejatinya baik. Dan dalam dunia penuh dusta, goda, dan sandiwara seperti sekarang ini, Anda dan saya selalu berpotensi besar – hampir pasti - jatuh dalam pelukan penyesatan. Adakah satu hari dimana Anda tidak berdusta dan tidak kena dusta? Dusta adalah senjata Setan bermata 6.5 miliar untuk menebas 6.5 miliar MATA BATIN anak manusia, agar semuanya masuk neraka. Awas, Setan bukan saja berdusta lewat ucapan, melainkan lewat penampilan, lewat pembunglonan.

Adolph Hitler, salah satu sosok yang paling berhasil dalam penyesatan jutaan manusia, berkata dengan sebenarnya: Lewat dusta - dusta yang handal, dan tanpa jemu diulang-ulang, memungkinkan orang untuk percaya bahwa surga itu neraka - dan neraka itu surga. Makin besar dustanya, makin siap orang mempercayainya. "Ya, dusta raksasa dengan pembunglonan yang licin, akan mendapat banyak penggemar-penggemar gila – bukan bodo - yang siap mati untuk sebuah doktrin atau ideologi yang sia-sia. Karena buta batin, itu sebabnya ada banyak sekali salah paham dalam alasan, cara maupun perlakuan manusia dalam beragama. Sehingga interaksi antar agama sekarang mudah menyulut sensitifitas yang mencetuskan ajang kemarahan, kekerasan, kebencian dan penunggangan para ekstrimist.

Wafa Sultan  mengusulkan gagasan sederhana yang sesungguhnya mampu memerdekakan kita dari semua kebodohan dan kesia-sian ini. Ia berkata: “Silahkan kalian menyembah Sang Batu (atau apa saja), asal jangan memakai batu tersebut untuk melempari kami”. Dalam era globalisasi, interaksi agamawi tak mungkin dan tak perlu dicegat untuk dihindarkan. Itu sebabnya kami pengikut Yesus Al-Masih, membedakan Muslim dan Islam. Kita tidak bermasalah dengan kaum Muslim, yang kami kasihi yang adalah sesama kami ciptaan Tuhan kami pula. Tetapi kami terpanggil untuk “mempersoalkan” Islam sebagai ajaran, apabila ajarannya benar mengajarkan ideologi dan moral “pelemparan batu” terhadap pihak luar hanya karena mereka dianggap si kafir yang menyembah batu.

Atas nama Allah dan Agama Damai, dunia sudah dan terus menyaksikan banyak korban berjatuhan setiap harinya. Dan jeleknya, kerusuhan ini terkait secara signifikan dengan simbol dan takbir Islam yang dikumandangkan, sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.

Kita 1000% tidak percaya bahwa Allah menghayo-hayokan anak-anakNya untuk saling melempari sesama ciptaanNya. Ada sesuatu yang salah secara mendasar! Maka mari kita berdiskusi dengan mentelaah sejumlah doktrin dan prinsip paling mendasar yang selama ini tidak boleh disentuh sedikit pun karena dianggap paling sakral. Apa yang paling dianggap sakral? Padahal sebuah kesakralan harus dimulai dari pembuktiannya, bukan dari per-asumsi-an atau pengadopsian buta. Disinilah diperlukan diskusi yang bebas dan berani, bertanggung jawab dan sportif, damai dan kreatif. Diskusi yang bersahabat dengan menanyakan WHAT IF (untuk hal-hal yang dianggap paling sakral tadi)?

Bagaimana jika: Allah, Malaikat, Nabi, Kitabullah itu sesekali dilepaskan dari “keabsolutanNya” lalu dibombardir dengan pelbagai pertanyaan yang mengganjal hati? Menghujatkah? Tidak! Mempersoalkan nama dan jati diri Tuhan tidaklah lancang, itu bukan larangan, melainkan adalah hak tanya setiap anak manusia yang dibenarkan pula oleh Tuhan sendiri. Itu adalah pengajaran nabi Musa ketika ia hendak Tuhan utus menghadap Firaun. Musa ragu, dan Tuhan paham, dan bertanya atas dua perkara kepada Tuhannya, yaitu (1) jati diri Tuhan, dan (2) bukti dan saksi atas jati diri tersebut. Jadi Musa sungguh telah bertanya WHAT IF (apabila-bagaimana-tentang) sebagai berikut:

What If (1). "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? Apakah yang harus kujawab kepada mereka?" Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." (Exodus 3:13-14).

What If (2). Lalu sahut Musa: "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?" TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat." Firman TUHAN: "Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular… (Exodus 4:1-3).

Jadi, Tuhan Semesta Alam sungguh tidak secupet jangkauan pikiran ekstrimist yang sedikit-sedikit gampang marah, minta-minta dihormati, dan mengamuk atas nama Allah. Bilamana kita menganut ajaran agama damai, pastilah diskusi-intelek dan WHAT IF kita akan membuka cakrawala dan jendela baru yang memberi berkat dan harga, walau tak usah diimani.

Kita terkadang telah keliru menempatkan sesuatu sebagai sosok sakral dengan harga mati, sebelum betul-betul sosok itu mengungkapkan (atau diungkapkan) kesakralannya. Ketika kita turun temurun terus menyebut-nyebut ada “jin” atau “kuntilanak” misalnya, dan mendengar begitu banyak kisahnya di seputar kuburan, maka sedikit banyak bulu kuduk kita akan berdiri juga bilamana malam-malam kita sendirian melewati tempat tersebut. Begitu pula kita akan menjadi terlalu sensitif dan defensif dalam kekerdilan emosi, bilamana kita terus menerus diajari bahwa orang-orang kafir adalah musuh-musuh kita sampai akhirat, sehingga harus dijauhi atau dibunuh atas nama Allah. Padahal justru mereka harus dikasihi dan dimenangkan bagi Allah. Untuk menghukum penghujatan mereka sekalipun, Allah juga jelas lebih adil dan mampu membela diriNya ketimbang dibela oleh pedang kita yang menjadikan kita tidak proporsionil, pendosa atau pembunuh.

Yesus sangat paham akan hal ini, maka Ia berkata kepada muridnya, Petrus, yang menghunus pedangnya demi membela Gurunya:

"Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?” (Matius 26:52-53).

Selamat menjelajahi perspektif baru lewat “What-Ifs” yang rasional.


Add a Comment
| 290
JANCUK
Reply| 22 May 2013 13:44:49
Iki isine wong "bodho" kabeh......"TIDAK BERKUALITAS"....he..he..
sixnine
Reply| 07 May 2013 20:43:46
muslim pasti omongannya dikit-dikit fitnah.. dikit-dikit fitnah
emang fitnahnya dimananya ?
dah dicocokin blom ayat yg ada disini dengan quranmu ?
gw
Reply| 07 May 2013 20:35:59
@bro'isin, mendingan elo baca ayat2 yg sudah ditunjukkan. Kl mmg tidak ada ayatnya di dlm alquran, baru itu namanya fitnah.
bro'isin
Reply| 07 May 2013 20:01:38
Blog ini sudah sungguh terlalu, dengan sendirinya telah membuktikan bahwa agama kristenlah yang selalu berbuat masalah dan memfitnah agama islam tanpa dasar yang benar, anda tahu kami orang muslim yakin benar apa yang dikatakan dalam firman Allah QS 2 : 120 " Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu ( pengikut Nabi Muhammad SAW ) hingga kamu mengikuti agama mereka ( Yahudi/Nasrani ). "
Jadi Ini terbukti sampai saat ini orang2 kristen selalu menyebar fitnah dan tidak terang-terangan kalau orang kristen yang memulai permusuhan. Trerus terang aja Islam tidak carti musuh tp kalau musuh sdh didepan kami siap berjihad, karena kami berkeyakinan bahwa kami bahwa agama Islam lah agama yang benar dan di ridhoi Allah SWT. Allahu Akbar.... wahai kaum muslimin musuh kita sdh nyata mari kita hadpi mereka kaum yang sesa.....t. !!!!.
kebenaran
Reply| 03 May 2013 08:25:57
Hidup KEBENARAN DI DALAM BUKTI DAN SAKSI
Hidup CEMPLUK....
Cempluk
Reply| 03 May 2013 07:23:46
@ fcuk munafik
Reply| 02 May 2013 23:23:00
FM menulis:
stop bertentangan, semua yakin agamanya benar. mending kalian berpkir bagaimana membangun negeri ini yg sudah penuh dengan kemunafikan!!!! bukan hanya bertengkar di forum ini saja. apa untungannya??? biarkan org saja org yg menjelekkan agamamu. apakah kalian yakin dengan rajin posting di forum ini akan masuk surga???? kerjakan saja dulu kebaikan & kebenaran apa yang Nabimu ajarkan. agama di ciptakan bukan u,jadi pertengkaran & perang. apa kalian tdk malu sama org atheis? masa sih org beragama saling caci maki? bahkan mencaci nabi org lain? emang ada di ajaran kita masing" di katakan kalo mencaci nabi agama lain itu pahala???? kayaknya para atheis menertawai kalian kalian yang beragama hahahahahahaha punya agama koq kelakuan and bicaranya kayak iblis hahahahahaha

cempluk says:

hahahahaha....apa untungnya katamu bang? islam itu agama jahat yang berkedok kebaikan, mereka bagai kanker yang terus bergerak dengan atau tanpa ancaman sampai kanker itu menguasai seluruh sendi kehidupan bangsa ini
kejahatan mereka nyata, bukan sekedar fatamorgana
ajaran jahat mereka benar-benar tersurat dalam qur'an dan hadits
hanya saja mereka menutup-nutupi dengan berbagai cara
kebanyakan muslim tidak paham bagaimana ajaran islam sebenarnya
mereka terbuai ajaran2 palsu yang sengaja diperhalus dengan menghapus ajaran-2 jahat
pilar ajaran islam adalah kebohongan untuk menutupi kebiadaban
bangsa ini tidak akan sempat membangun jika islam masih berkuasa
tidakkah anda mengerti hal itu bang?
maka suarakan kebenaran dengan bukti dan saksi

salam
fcuk munafik
Reply| 03 May 2013 06:53:26
kalau masing2 agama mengatakan selain agamanya itu sesat dan agamanya yang paling benar. Saling mencaci maki di forum emang ada jalan keluarnya? apa sih susahnya u.menghormati agama orang lain tanpa mencaci? bukankah di ajaran kitab agama2 di tuliskan u.saling mencintai?
fcuk munafik
Reply| 03 May 2013 06:46:26
@bert.... komentar saya menjadi masalah buat lo?
Bert
Reply| 02 May 2013 23:50:20
@fcuk munafik

Anda begitu naif sekali!
Pengajaran islam sudah jelek, tidak perlu dijelekkan lagi, cukup ditelanjangi dengan kebenaran yang berasal dari sumber islam.
Kenapa islam ditelanjangi? Agar semua orang mengetahui bahwa islam tidak mengenal aturan emas, dan itu merupakan ancaman bagi peradaban umat manusia. Karena tujuan akhir islam adalah agar "tidak ada tempat bagi non muslim di dunia ini"

Ingat!, bagi siapa saja yang mempertahankan islam, itu artinya melestarikan kekejian di muka bumi.







+++++
Alloh SWT bergelar "Sebesar-besarnya pembalas tipu daya"
Iblis bergelar "Bapa segala tipu daya (dusta)
Iblis tempatnya di neraka
Alloh SWT memastikan umat muslim mendatangi neraka. (Qs19:71)










----------------
Bagi yang mencari keselamatan, jangan mau mendatangi neraka (QS19:71) walau dengan alasan apapun karena neraka pusatnya kuasa kegelapan/setan/iblis.

Bagi yang mementingkan urusan bawah perut, alloh swt sudah buka jalan...Tidak masalah lagi walau yang diincar sudah memiliki suami. QS[33:37]
fcuk munafik
Reply| 02 May 2013 23:23:00
stop bertentangan, semua yakin agamanya benar. mending kalian berpkir bagaimana membangun negeri ini yg sudah penuh dengan kemunafikan!!!! bukan hanya bertengkar di forum ini saja. apa untungannya??? biarkan org saja org yg menjelekkan agamamu. apakah kalian yakin dengan rajin posting di forum ini akan masuk surga???? kerjakan saja dulu kebaikan & kebenaran apa yang Nabimu ajarkan. agama di ciptakan bukan u,jadi pertengkaran & perang. apa kalian tdk malu sama org atheis? masa sih org beragama saling caci maki? bahkan mencaci nabi org lain? emang ada di ajaran kita masing" di katakan kalo mencaci nabi agama lain itu pahala???? kayaknya para atheis menertawai kalian kalian yang beragama hahahahahahaha punya agama koq kelakuan and bicaranya kayak iblis hahahahahaha
fcuk munafik
Reply| 02 May 2013 23:19:11
stop bertentangan, semua yakin agamanya benar. mending kalian berpkir bagaimana membangun negeri ini yg sudah penuh dengan kemunafikan!!!!. bukan kerjanya bertengkar di forum. apa untungannya??? biarkan org saja org yg menjelekkan agamamu. apakah kalian yakin dengan rajin posting di forum ini akan masuk surga???? kerjakan saja dulu kebaikan & kebenaran apa yang Nabimu ajarkan. agama di ciptakan bukan u,jadi pertengkaran & perang. apa kalian tdk malu sama org atheis? masa sih org beragama saling caci maki? bahkan mencaci nabi org lain? emang ada di ajaran kita masing" di katakan ibadah kalo mencaci nabi agama lain????
Allah SWT adalah Muhammad SAW
Reply| 27 Apr 2013 01:37:19
@yOHANES : Kristen dan pengikutnya, sesat dan menyesatkan......
=========================

jawab : bisa menyebutkan alasannya??
lilin kecil
Reply| 27 Apr 2013 01:09:36
agama itu seperti warna..ada putih, ada hitam, dsb.
putih pembunuh salah, hitam penuh kasih yg benar.
hitam penebar kebencian pasti salah, putih penuh kemurahanlah yg benar.
apapun warna yg anda pilih, pastikanlah anda melakukan sesuatu yg benar..

jika anda melakukan hal yg benar thd sesama manusia, belum tentu benar di hadapan Yang Maha Kuasa..namun itu jauh lebih baik daripada melakukan hal yg tidak benar thd sesama..

lakukanlah hal yg baik dan benar thd sesamamu, dan yakinlah apapun warnamu itu akan mjd lukisan indah yg abadi nantinya..

salam baik dan benar...
Yohanes
Reply| 27 Apr 2013 00:26:30
Kristen dan pengikutnya, sesat dan menyesatkan......
akumoslem
Reply| 26 Apr 2013 14:22:48
ALLOHU AKBAR....ALLOHU AKBAR....AKU BERSAKSI TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLOH DAN AKU BERSAKSI MUHAMMAD RASUL ALLOH....(alhamdulillah anda telah mengucapkan dua kalimat syahadat)
Agus Siswanto
Reply| 26 Apr 2013 04:55:52
"What if"...............Mungkin suatu saat nanti akan hadir situs yang juga mengedepankan pertanyaan "what if" kepada ajaran agama lain.Bukan hanya kepada ajaran agama Kristen, Katolik, Budha atau yang lain, tetapi juga kepada ajaran kepercayaan tradisional (seperti ajaran kaharingan, kejawen)..atau, boleh jadi, situs semacam itu juga sudah ada...
Semuanya tentu saja sangat subyektif...Sebab inti jawaban dari pertanyaan "what if" adalah: Sayalah yang benar dan Anda yang salah......Pertanyaan "what if" tidak mengubah apapun kecuali mengukuhkan si penanya dengan jawaban yang diinginkannya yaitu: Sayalah yang benar dan Anda yang salah....terima kasih..Agus S.(pemilik situs: Bani Mustajab)
Dani
Reply| 23 Apr 2013 18:02:40
Yesus juga manusia punya rasa punya hati jangan samakan dengan pisau belati
Grim_reaper90
Reply| 21 Apr 2013 13:11:34
@muhamad
bukan mereka yg kurang cukup ilmu, tp mereka punya otak dan bs berpikir.
mereka berhasil di cerahkan bahwa islam itu mengajarkan bunuh membunuh yang berbeda dengan agama lain.
apa saja yg di perlu di bunuh sesuai dgn kata rosul islam??
>> ular, sapi, cicak, anjing hitam, kafir, dll

islam mengajarkan sains yang ternyata berbeda dengan sains yg diakui international.
sains apakah itu??
>> dimulai dari bentuk bumi yang datar(hamparan), bintang itu pelempar setan(padahal bintang itu sebesar matahari), matahari terbenam di laut lumpur, sayap lalat sebagai obat, kencing unta sangat menyehatkan, dll.
yang semakin muslim memperlajari sains quran, IQ mereka akan drop 2 tiap jam.

islam mengajarkan umat nya agar menjadi robot yang semua kelakuan mereka harus di atur, beda dgn org bebas di dunia barat dan dunia hiburan(korea,jepang) yang dimana setiap perilaku mereka bebas tanpa di atur, jam rp mereka bangun, apa kegiatan mereka tidak perlu di atur.
bagaimana dengan kegiatan muslim??
>> sadarkah anda bahwa pada jam yg sama di dunia, muslim sama2 nungging?? sholat 5 waktu membuat mereka seperti robot yang di perintah melakukan suatu gerakan yang sama d dunia.
selain itu, pakaian mereka sama, sadarkah anda??
di belahan dunia manapun, muslim ikut2an memakai pakaian yang mirip dengan rosul nya, yg muslimah memakai hijab.
bedakan dengan negara berkembang, pakaian trend selalu berubah sehingga kita tdk bosan, karna kita adalah manusia yang bebas, dan muslim adalah robot yang berbeda dgn kita.
mereka di program utk menghujat siapapun yang menghina agama mereka, dan mereka di program kalo lawan bicara nya selalu kristen dan program selanjutnya adalah mengeluarkan jurus andalan mereka yaitu ayat2 bible yang mereka tdk ngerti.

anda termasuk org bebas atau robot syariah??
muhammad nurul
Reply| 21 Apr 2013 13:04:14
@edelweys
wah makin gak logis..
muhammad nurul
Reply| 21 Apr 2013 11:41:11
@HUda
kita harus punya semangat (ghiroh) untuk membela Islam dengan tindakan yang keras, karena mereka secara diam2 melakukan pemurtadan pada banyak orang islam yang ilmu agamanya kurang cukup...
Fetching more Comments...
↑ Back to Top