Daily Devotional


Membina Hubungan Positif Dengan Sesama

Kutuk YAHWEH ada di dalam rumah orang fasik; tetapi Dia memberkati kediaman orang benar.”

(Amsal 3:33)

Hubungan positif dengan sesama (Amsal 3:27-35) adalah salah satu berkat yang dinikmati oleh orang-orang beriman yang berjalan dalam hikmat Tuhan. Orang Kristen yang berhikmat akan bermurah hati kepada tetangga-tetangganya dan hidup berdamai dengan mereka (ayat 27-30). Mereka juga akan selalu menghindari perselisihan yang tidak perlu (Roma 12:18). Memang kalau kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, kita juga akan mengasihi tetangga-tetangga kita, sama seperti kita berharap supaya mereka mengasihi kita.

Sebaliknya, kalau tetangga-tetangga kita adalah orang-orang yang suka bertengkar serta mencemooh iman kita (Amsal 3:31-35), Tuhan akan menuntun kita supaya terang kita bercahaya dan kasihNya memancar, sehingga kita mampu mempengaruhi mereka, tetapi mereka tidak akan mampu menyesatkan kita. Kadang-kadang memang dibutuhkan kesabaran yang besar, banyak doa, serta hikmat untuk bisa berhubungan dengan orang-orang yang menolak keberadaan umat Kristen di lingkungan mereka. Tetapi, mungkin justru itulah Tuhan menempatkan kita di sana.

Kita tetap bisa memiliki sebuah rumah yang saleh di tengah-tengah lingkungan yang fasik, karena Tuhan memberkati “kediaman orang benar” (ayat 33). Kita adalah garam dan terang dunia. Dan seorang Kristen yang sungguh-sungguh berbakti dapat membuat segalanya menjadi berbeda, serta menjadi saksi Tuhan yang penuh kuasa.

 


Keajaiban Kuasa Tuhan

Mata-Mu sudah melihat selagi aku bakal anak; dan pada kitab-Mu akan dituliskan seluruh hari-hari mereka dibentuk, meski belum ada satu pun di antara mereka.”

(Mazmur 139:16)

Tuhan itu maha kuasa – tidak terbatas kuasaNya. Mungkin pemazmur bisa saja menggunakan ciptaan Tuhan yang sedemikian agung sebagai contoh besarnya kuasa Tuhan; tetapi sebaliknya, ia menggunakan keajaiban kelahiran (Mazmur 139:13-18). Pembuahan (konsepsi), pertumbuhan, serta kelahiran adalah keajaiban yang tak henti-hentinya yang tidak mungkin dihapuskan oleh pemahaman tentang ilmu genetika, anatomi maupun ilmu kebidanan (obstetri). Tragis memang bahwa embrio manusia seringkali dianggap sebagai gangguan yang perlu disingkirkan, seperti usus buntu yang sudah pecah, bukan sebagai sebuah keajaiban yang seharusnya dikagumi dan diterima dengan senang hati.

Secara pribadi, Tuhan sangat peduli dan sudah merancangkan hari-hari kehidupan kita dengan saat pembuahan atau konsepsi, pertumbuhan, dan kelahiran tiap bayi. Jadi kelahiran seorang bayi bukanlah karya cetak biru dari seorang ahli rekayasa yang tak kita kenal, tetapi merupakan sebuah rencana penuh kasih dari Bapa Sorgawi. Pertama, Tuhan membuat kita sesuai dengan kehendakNya. Kemudian Ia merencanakan sebuah kehidupan di bumi ini yang akan diisiNya dengan segala yang terbaik yang dapat diberikanNya kepada kita. Ayat yang menyatakan ini ada dalam Efesus 2:10 “Sebab kita adalah hasil karya-Nya yang telah diciptakan dalam HaMashiakh YESHUA untuk perbuatan-perbuatan baik yang telah Elohim persiapkan sebelumnya, supaya kita dapat berjalan di dalamnya.”

 


Berapa Nilai Anda Nanti?

Dan yang menanam maupun yang menyiram adalah satu, tetapi masing-masing akan menerima upahnya sendiri sesuai dengan jerih lelahnya sendiri.

(1 Korintus 3:8)

Sewaktu kita hidup dan bekerja di bumi ini, memang mudah bagi kita menyembunyikan banyak hal dan berpura-pura. Tetapi karakter hasil karya kita yang asli akan terungkap seluruhnya di depan Takhta Pengadilan Kristus. Ia yang akan menunjukkan apakah pekerjaan kita baik atau buruk. Karakter pelayanan kita juga akan diungkapkan, termasuk motivasi-motivasi yang mendorongnya.

Bagi kita yang setia, saat itu akan menjadi saat penuh sukacita, yaitu saat kita memuliakan Tuhan dengan cara mengembalikan hadiah yang kita terima kepadaNya dalam penyembahan dan pujian.

Suatu kewajiban bagi semua orang Kristen untuk secara teratur memeriksa kembali kehidupannya, dan menilai apakah ia sudah siap untuk menghadap Takhta Pengadilan Kristus. Tentu Anda ingin supaya nilai Anda baik di depan Kristus, karena itu jalanilah hidup ini dengan tetap memikirkan hal itu dalam hati Anda.

 


Kepada Seluruh Dunia

Dan seraya mendekat, YESHUA berbicara kepada mereka sambil berkata, “Segala otoritas di surga dan di bumi sudah diberikan kepada-Ku. Oleh karena itu, seraya pergi, muridkanlah semua bangsa dengan membaptis mereka ke dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.”

(Matius 28:18-19)

Mempercayakan diri kepada Kristus bukanlah sekedar masalah percaya, tetapi juga mematuhi. Mematuhi atau menaati mencakup juga pengertian mengindahkan Pengutusan Agung oleh Kristus. Sebagai tambahan, Tuhan memerintahkan “bahwa dimana-mana mereka (semua manusia) harus bertobat.” (Kisah Para Rasul 17:30 – kata-kata dalam kurung untuk penekanan).

Kita tidak boleh pernah meremehkan pelayanan keluar oleh misionari yang didukung oleh gereja-gereja. Jiwa-jiwa yang terhilang di seluruh penjuru dunia tidak akan bisa diselamatkan kalau mereka tidak datang kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetapi mereka tidak bisa datang kalau mereka tidak percaya. Iman datang dari pendengaran, karena itu mereka harus mendengar pesan itu.

Bagaimana supaya mereka bisa mendengar? Seorang utusan harus pergi menyampaikan berita itu kepada mereka. Tetapi itu berarti bahwa Tuhan perlu memanggil utusan itu dan kemudian utusan itu dikirim untuk menyampaikan berita. Betapa beruntungnya kalau kita terpilih menjadi salah satu utusanNya dan diberi kaki-kaki yang indah untuk berjalan ke seluruh dunia!

 


Insting Kawanan Domba

Selanjutnya, sekalipun di dalam HaMashiak ada nasihat, sekalipun ada penghiburan kasih, sekalipun ada persekutuan Roh, sekalipun ada belas kasihan, dan kemurahan; penuhkanlah sukacitaku sehingga kamu dapat memikirkan hal yang sama, dengan menerapkan kasih yang sama, sambil memikirkan satu hal yang sejiwa.”

(Filipi 2:1-2)

Salah satu pelayanan dari Tuhan kita yang telah bangkit adalah menyempurnakan umatNya. Ia menggunakan Firman Tuhan dalam mempersekutukan jemaat dalam gereja-gerejaNya. Sewaktu orang-orang Kristen saling mendoakan satu terhadap yang lain, dan secara pribadi saling menolong, Tuhan yang kita agungkan dan muliakan itu melayani gerejaNya serta menyiapkan kita untuk pelayanan.

Seseorang pernah berkata, “Tidak ada pejuang yang sendirian (lone ranger) dalam iman Kristiani.” Itu disebabkan karena pertumbuhan serta pelayanan Kristiani yang seimbang tidak mungkin terwujud sendiri-sendiri atau dalam isolasi. Seseorang yang lain juga pernah mengatakan bahwa tidak mungkin menumbuhkan seorang Kristen sendirian seperti kalau kita beternak seekor lebah. Seperti lebah, orang-orang Kristen saling memiliki dan saling membutuhkan. Seorang bayi harus tumbuh dalam sebuah keluarga yang mengasihinya, kalau ingin ia tumbuh seimbang dan normal.

Orang yang menekankan pada “orang Kristen individu” sebagai bagian yang terpisah dari tempatnya dalam sebuah jemaat, berarti ia sedang mengembara ke sebuah wilayah yang sangat berbahaya. Kita ini kawanan domba, dan domba-domba harus selalu bersama-sama dalam kelompoknya. Kita adalah anggota dari satu tubuh yang sama, dan kita sudah terpanggil untuk saling melayani, dan juga melayani kepada dunia.

 

 


↑ Back to Top