Daily Devotional


Pencobaan Menumbuhkan Kesabaran

Tuhan sudah memutuskan untuk menumbuhkan kesabaran dan karakter dalam kehidupan kita melalui pencobaan. Daya tahan tidak dapat diperoleh melalui membaca buku, mendengarkan khotbah, ataupun dengan menaikkan doa. Kita harus menjalani kesukaran-kesukaran dalam hidup, mempercayai Tuhan, dan mematuhiNya. Hasilnya adalah kesabaran dan pertumbuhan karakter. Dengan memahami hal ini kita bisa menghadapi pencobaan dengan lebih bersukacita. Kita paham apa yang pencobaan dapat berikan dalam diri kita atau bagi diri kita, dan kita tahu bahwa hasil akhirnya akan membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Fakta ini menjelaskan mengapa mempelajari Alkitab dapat membantu menumbuhkan kesabaran dalam diri kita. Setelah kita membaca tentang Abraham, Yusuf, Musa, Daud, dan bahkan tentang Tuhan kita Yesus Kristus, kita menyadari bahwa Tuhan mempunyai tujuan khusus dengan pencobaan. Tuhan menggenapkan tujuanNya sewaktu kita mempercayakan diri kepadaNya. Sebuah pikiran yang rela memahami tidak bisa digantikan oleh apapun. Iblis dapat dengan mudah mengalahkan orang percaya yang tidak peduli, tetapi ia tidak mungkin mengalahkan orang Kristen yang mengenali Alkitabnya serta memahami kehendak Tuhannya.


Berilah Tempat Bagi Roh Kudus di Hidupmu

Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka , dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.”

(Kisah Para Rasul 19:6)

Salah satu kerinduan dari mereka yang mengaku percaya pada Tuhan adalah mereka memiliki perubahan diri dan mampu mengatasi pergumulan hidup secara luar biasa. Dengan kata lain, mereka mengaharapkan adanya nilai tambah terhadap Tuhan dan Tuhan mau memakai mereka melakukan sesuatu “mujizat” dalam hidup mereka. Namun sayangnya, banyak yaang akhirnya kecewa dan sampai menyangkali imannya karena harapan dimaksud tidak tercapai.

Percakapan antara Paulus dengan beberapa orang percaya di Efesus, rupanya menjelaskan hal yang sama. Sebelum Paulus memasuki Efesus, ternyata misi pekabaran injil telah sampai di daerah itu dengan didapatinya sejumlah murid (pengikut) Kristus.

Para murid ini telah bertobat dan menerima baptisan Yohanes. Namun proses perubahan oleh Roh Kudus belum mereka rasakan sehingga belum ada sesuatu”perubahan” yang mereka atau orang sekitar alami karena kehadiran mereka sebagai murid Kristus. Itulah sebabnya, Paulus memenuhi ’pelengkap’ kerohanian mereka dengan urapan Roh Kudus. Proses yang berlangsung ini menghasilkan sebuah perubahan diri dengan kemampuan mereka berbahasa Roh dan melakukan nubuatan. Perubahan diri ini memperteguh iman percaya mereka akan Kristus dan memberi semangat dalam menyaksikan kebenaran injil Kristus.

Pergumulan seperti ini tentunya masih dialami oleh sejumlah orang percaya. Kita percaya karena kita butuh perubahan. Perubahan itu dapat kita jalani dan nyatakan kepada orang lain, manakala kita sungguh-sungguh membuka diri untuk di ‘lengkapi’ oleh Roh Kudus. Caranya hidup dalam pertobatan yang sungguh dan memberi diri untuk dipakai Tuhan untuk kemuliaan namaNya.

 


Tinggal Sesaat Saja

Kepada murid-murid-Nya Yesus mengatakan tentang suatu keadaan “waktu” yang sama (“tinggal sesaat”), namun menunjukan akhir yang bertolak belakang  (“kamu tidak melihat Aku” dan “kamu akan melihat Aku”). Maksud dari perkataan Yesus adalah bahwa “sesaat” Dia akan mengalami penderitaan; dan ketika kematian menjemput, para murid tidak akan melihat-Nya lagi. Suatu keadaan waktu yang menunjukan kesementaraan. Di saat inilah dukacita melanda. Dan “disaat” setelah kematian-Nya, yaitu dalam kebangkitan-Nya para murid akan melihat-Nya kembali. Suatu waktu yang menunjukan kekekalan. Di saat inilah sukacita merebak dan melingkupi seluruh umat manusia.

Sesaat namun kekal. “sesaat” Yesus harus menderita dan mati. Namun dalam “sesaat” pula maut dikalahkan-Nya, dan Iapun bangkit. “sesaat” yang menciptakan kercayaan utuh dan lengkap yang menghantarkan kita ada kekekalan abadi. Berhati-hatilah dengan “sesaat” kita bisa memiliki kenikmatan dalam dunia, tetapi akan berakhir pada penyesalan bahkan kebinasaan kekal.

Renungkan: suatu kemenangan yang memberikan sukacita yang menetap dan kekal bagi manusia yang percaya, tidak bergantung pada keadaan dunia, tetapi bersumber pada karya penebus Kristus. 

 


Menikmati Hadirat Tuhan

Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.”

(Yohanes 6:35)

Kisah Tuhan menurunkan manna kepada Bangsa Israel merupakan kisah di mana kita pada hari ini belajar untuk mempercayai bimbinganNya hari demi hari. Ketika kita bangun di pagi hari, apakah yang ada di benak kita: pekerjaan yang bertumpuk, beban-beban sepanjang hari, urusan-urusan yang masih terbengkalai? Pernakah terpikir oleh kita untuk memulai hari baru dengan merenungkan kasih Yesus yang telah berkorban untuk kita? Saat orang Israel bersungut-sungut, Tuhan menurunkan manna di perkemahan orang Israel, dan tidak ada satu orangpun yang kekurangan. Dari firman Tuhan, kita mengenal Yesus sebagai roti hidup, pada hari ini Ia ingin memberikan damai, kasih karunia, penghiburan dan sukacita kepada kita(dengan kata lain menurunkan manna), tetapi bila kita lebih memikirkan kepentingan-kepentingan kita sendiri- kita melibatkan Tuhan hanya untuk membuat program-program kita berhasil atau dengan kata lain Tuhan bukan yang terutama dalam hidup kita, roti itu akan berulat dan berbau busuk. Kita menjadi mudah marah kepadaNya saat kita malah terjebak dalam kesulitan atau bahkan apa yang ingin kita raih tidak tercapai.

Kekhawatiran juga menyebabkan kita tidak dapat memuliakan namaNya. Orang Israel yang kuatir tidak akan mendapat manna keesokan harinya, mengambil jatah yang melebihi kebutuhannya sehari, dan hasilnya roti itu juga tidak dapat dimakan. Saat kita tenggelam dalam kekuatiran, kita cenderung meragukan pimpinan Tuhan, dan karenanya kita mengambil langkah apa yang menurut pikiran kita benar dan masuk akal. Akibatnya, kita mudah sekali kehilangan sukacita, damai, penghiburan dan kasihNya yang sebenarnya sungguh berlimpah dan diberikan cuma-cuma bagi kita. Sesungguhnya kasih karunia Tuhan baru setiap pagi (Ratapan 3:22-23), dan pemeliharaanNya selalu tersedia bagi kita, anak-anakNya. Namun, kita akan menganggap Tuhan jahat dan tidak sayang pada kita bila hati kita hanya terisi oleh kesibukan-kesibukan duniawi serta tidak bersandar penuh kepadaNya.

Kiranya kita dapat selalu menikmati hadirat Tuhan dalam setiap pergumulan yang kita hadapi. Seperti manna yang rasanya manis, kasih Yesus pada kita juga sangatlah manis. Semakin kita bertekun di dalamNya, hidup kita semakin lama semakin akan terasa manis. Ikutlah Yesus dan berpeganglah pada firman Tuhan agar jangan sampai hidup kita menjadi tawar, dan berarti kita telah menyia-nyiakan kematian Yesus di kayu salib. Amin! 

 


Lahir Baru – Dilahirkan Kembali

"...Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat Kerajaan Tuhan"

(Yohanes 3:3)

Ada seorang pria di dalam Alkitab yang bernama Nikodemus, ia bertanya kepada Yesus, "Apa yang dimaksud dengan lahir baru?? Apa artinya dilahirkan kembali?? Bagaimana seseorang bisa masuk ke rahim ibu mereka untuk kedua kalinya?" Yesus menjawab dengan menjelaskan bahwa dilahirkan kembali berarti bahwa roh kita yang terlahir kembali dan dibuat hidup. Roma 10:9-10 mengatakan bahwa kita dilahirkan kembali ketika kita mengatakan "ya" kepada Yesus.

Mengatakan "ya" kepada Yesus berarti percaya dalam hati kita, bahwa Yesus dibangkitkan dari kematian dan mengakui bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Ketika kita mengatakan "ya" kepada Yesus dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, kita segera menjadi hidup dalam roh kita. Bila kita menerima pengampunan-Nya, kita dibersihkan dari semua dosa dan segala kejahatan. Roh Kudus Tuhan akan berdiam dalam hati kita, dan kita dibuat baru! Seolah-olah Dia mengambil keluar DNA yang membuat kita untuk berdosa dan menggantikannya dengan DNA yang suci. Dan kita tidak diprogram untuk berdosa lagi, bahkan, menjadi sulit untuk hidup dengan cara lama yang sama karena ada hasrat baru untuk Tuhan di dalam diri kita.

I Yohanes 5:12 berkata bahwa, "Barangsiapa memiliki Anak ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak Tuhan tidak memiliki hidup". Dan kehidupan yang Yesus berikan adalah abadi dan berlimpah, penuh dengan sukacita dan kedamaian abadi!

Mengatakan "ya" kepada Yesus bukan hal yang satu kali; dalam artian tidak hanya kita berkata "ya" kepada Yesus kemudian ya sudah, berhenti sampai disitu. Tidak saudara, tidak seperti itu. Ini dimulai dengan penyerahan diri, kita harus bangun setiap pagi dan mengatakan "ya" kepada-Nya dalam pikiran kita, dalam sikap kita dan dalam tindakan kita. Kita harus mengatakan "ya" untuk mentaati Firman-Nya dan memilih untuk merangkul janji-janji-Nya yang berharga dengan iman. Sama halnya ketika kita berlatih dan makan setiap hari agar tubuh kita tumbuh dan menjadi kuat, kita pun harus berlatih dan memberi makan roh kita setiap hari sehingga dapat tumbuh dan menghasilkan hal-hal besar yang telah Tuhan siapkan didalam kita!

Saya mendorong Anda hari ini, jika Anda belum sepenuhnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saatnya untuk mendapatkan kehidupan yang baru! "Ya Yesus saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamatku dan berserah penuh kepada-MU, buatlah hidupku menjadi baru seturut kehendak MU!" Ucapkan doa ini dari hati Anda dan biarkan Dia membuat Anda menjadi baru.

Jika Anda sudah dilahirkan kembali, luangkan waktu untuk menyelidiki hati Anda dan melihat apakah ada area yang telah tertutup bagiNya. Membuka hati Anda dan berkata "ya" di setiap area. Selalu ingat bahwa Dia mengasihi Anda dengan kasih yang kekal, dan Dia memiliki rencana yang indah untuk masa depan Anda. Jangan buang waktu lagi dengan rasa takut, ragu atau penyesalan. Katakan "ya" kepada-Nya dan rangkul hidup berkelimpahan yang telah Dia siapkan untuk Anda!

 


↑ Back to Top