Martyrdom


Pahlawan Iman 114: Maulawi Assadullah – “Menyebarkan Kekristenan”

Tuhan telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita
dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
1 Yohanes 5:11

 

Setelah seorang mantan imam Muslim yang bernama Maulawi Assadullah menjadi Kristen di distrik Awdand, propinsi Ghazni, Afganistan, ia mulai membagikan imannya kepada orang-orang lain.  Tindakan ini merupakan tindakan yang sangat berani, karena Afganistan merupakan negara yang sangat kuat Islamnya, dan orang-orang Muslim di sana percaya—sesuai dengan pengajaran Islam—bahwa orang yang meninggalkan Islam harus dibunuh.  Maulawi menghadapi hukuman itu pada bulan Juni 2004.

Sebagai pengumuman atas kematiannya, jurubucara Taliban, Abdul Latif Hakimi, mengatakan, “Sekelompok pejuang Taliban sudah menyeret Maulawi Assadullah dan menyembelihnya dengan sebuah pisau karena ia menyebarkan Kekristenan.  Kami memiliki bukti yang cukup dan juga kesaksian orang-orang di sana bahwa ia memang terlibat dan pemurtadan orang-orang Muslim kepada Kekristenan.”

 

Kami memohon kepada-Mu, ya Bapa, agar Engkau memberikan kepada kami keberanian untuk membagikan Kabar Baik kepada orang-orang lain di sekitar kami, sehingga Kabar Baik yang Engkau berikan kepada kami itu, tidak berhenti pada diri kami, tetapi terus berlanjut kepada orang-orang lain.  Dan kiranya, mereka juga diberi keberanian dan kuasa untuk membagikannya kepada orang-orang yang lain lagi, sehingga semakin banyak orang mendengar Kabar Baik-Mu dan diselamatkan.  Amin.


Pahlawan Iman 113: Sebuah Keluarga Korea – Dikubur Hidup-Hidup

Tetapi syukur bagi Tuhan, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.  II Korintus 2:14

 

Sepanjang Perang Korea di awal tahun 1950-an, ratusan pemimpin Kristen di wilayah itu ditangkap dan dibunuh, dan sekitar 2000 gereja dihancurkan.  Seorang pemimpin gereja di Inchon ditangkap bersama dengan seluruh keluarganya, dan harus menghadapi siksaan yang sangat mengerikan di depan orang banyak.

Kaum Komunis menggali sebuah lobang besar dan kemudian memasukkan pemimpin gereja itu bersama dengan istri dan anak-anaknya di sana.  Ia dituduh “melakukan penyesatan kepada orang banyak dengan memakai takhayul dari Alkitab.”  Kaum Komunis itu mengatakan bahwa kalau ia mau menyangkali imannya di hadapan orang banyak yang menyaksikan pada saat itu, maka ia, isterinya dan anak-anaknya akan dibebaskan.  “Tetapi kalau engkau bertahan dalam takhayulmu itu, maka engkau dan seluruh keluargamu akan dikubur hidup-hidup pada saat ini juga.  Buat keputusan sekarang juga!”

Anak-anak pemimpin gereja itu berteriak, “Ayah!  Ayah!  Pikirkan juga tentang kami!  Ayah!”  Pemimpin jemaat itu sangat tergoncang oleh teriakan mereka dan mulai berbicara, “Baiklah!  Baiklah!  Aku akan melakukannya.  Aku dengan ini menyangkali…”  Tetapi isterinya memotong perkataannya dengan mengatakan, “Ayah!  Katakan TIDAK!”

Isteri pemimpin gereja itu kemudian menghiburkan anak-anaknya dengan mengatakan, “Malam ini juga kita akan menghadiri pesta perjamuan makan bersama dengan Raja segala raja, Tuan atas segala tuan!” dan ia memimpin mereka untuk menyanyikan lagu pujian “Indahlah saatnya Nanti.”  Kaum Komunis itu mulai menimbun mereka, tetapi mereka tetap saja menyanyi sampai timbunan tanah itu mencapai leher mereka dan mereka meninggal di sana.  Banyak orang yang menyaksikan iman keluarga itu dalam menghadapi hukuman mati, kemudian menjadi orang-orang percaya.

 

Ada kota yang indah cerah
tampaklah bagi mata iman
rumah Bapa disorga Baka
bagi  orang yang sudah menang

Indahlah saatnya,
kita jumpa dikota permai
indahnya saatnya
kita jumpa dikota permai

Nun disana bersama teman
kita nyanyi pujian merdu
selamanya sentosa tentram
rasa duka terhapus penuh

"Indahlah saatnya Nanti", Sanford Filmore Bennet (1836-1898)


Pahlawan Iman 112: Jiang Zongxiu – Mati karena Alkitab

 

Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Tuhan tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Tuhan, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.  II Timotius 2:9-10.

 

Wanita Kristen berusia 34 tahun ini ditangkap pada tanggal 18 Juni 2004 karena dituduh “menyebarkan rumor dan menghasut untuk kerusuhan sosial” setelah ia membagikan Alkitab di tepi jalan.  Pada sore harinya ia meninggal dunia secara mendadak di dalam tahanan polisi, sebagaimana yang dituliskan oleh surat kabar Legal Daily yang merupakan surat kabar milik pemerintah.

Tan Dawei, ibu mertua Zongxiu, ditahan pada saat yang sama tetapi ia dilepaskan.  Dawei menceritakan kepada wartawan bahwa Zongxiu mengalami siksaan dengan ditendang dan dipukul beberapa kali ketika ia diinterogasi. 

Pada saat jasad Zongxiu dikembalikan kepada pihak keluarga, mereka mendapati adanya luka-luka dan bekas darah di tubuhnya.  Tetapi polisi memberitahukan bahwa Zongxiu, seorang petani dari propinsi Uizhou, meninggal dunia karena sakit yang mendadak.  Suaminya dan penduduk desa mengatakan bahwa Zongxiu yang mengerjakan sebagian besar pekerjaan di sawah keluarganya, dan bahwa ia sangat sehat sebelum ia ditangkap pada hari itu.

 

Ya Tuhan, kami mengasihi Engkau dan mencintai Firman-Mu.  Kami mau berpegang kepadanya sepanjang hidup kami, dan mentaatinya lebih dari semua yang lain di dunia ini.  Amin.

 


Pahlawan Iman 111: Para Martyr dari Scillium – Menyambut Kematian

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Tuhan, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.  Roma 8:17

 

Para Martir dari Scillium, Afrika Utara, dibawa ke Kartago untuk menghadap konsul Romawi yang bernama Saturninus.  Juru bicara para martir itu, Speratus, ditanya tentang apa yang dibawanya di dalam tas yang disandangnya.  Ia menjawab, “Buku-buku suci dan surat-surat dari seorang saleh yang bernama Paulus.”

Mereka diberi waktu satu bulan untuk meninggalkan iman Kristen mereka, tetapi mereka menolak dan karena itu mereka langsung dihukum mati dengan menggunakan pedang.  Ketika mendengar keputusan itu, Speratus langsung berseru, “Puji kepada Tuhan!!”  Mereka semua mati sekitar tahun 180 M.

 

Ya Tuhan, yang sudah menguatkan kami untuk mengaku nama-Mu yang kudus melalui kesaksian para martir-Mu: Berikanlah kepada umat-Mu kekuatan melalui teladan mereka, sehingga umat-Mu juga siap untuk menderita bagi nama-Mu tanpa rasa takut, dan berusaha untuk mengejar upah surgawi dari-Mu; melalui Yesus Kristus Tuhan kami.

W.H. Frere (1863-1938).


Pahlawan Iman 110: Christ Legget – “Kafir” yang Dibunuh

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka … maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Tuhan Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.  Lukas 6:35

 

“Dua orang pejuang dari Islamic Maghreb pada jam 8 pagi di hari Selasa yang lalu berhasil membunuh seorang Amerika kafir bernama Christopher Leggert karena kegiatan Kekristenan yang dilakukannya.”

Rekaman dari pernyataan ini, yang disebutkan berasal dari Al-Qaeda, ditayangkan di jaringan televisi Al-Jazeera setelah peristiwa pembunuhan terhadap Chris Leggert di Mauritania pada bulan Juni 2009.  Dua orang penyerang berusaha untuk menculik Chris, tetapi ketika ia melawan, mereka langsung menembaknya beberapa kali di kepala.

Setelah kematiannya, orangtuanya memberikan pernyataan ini, “Dengan penuh kasih, kami menyatakan pengampunan kepada mereka yang sudah mengambil nyawa anak kami yang luar biasa itu.  Chris memiliki kasih yang sangat mendaam kepada Mauritania dan penduduk di sana, yang dibagikannya kepada kami.  Meski terjadi peristiwa yang sangat mengerikan ini, kami sama sekali tidak memiliki kebencian terhadap orang-orang Mauritania.   Secara rohani, kami mengampuni semua yang bertanggungjawab atas kematian anak kami, dan hanya meminta agar keadilan ditegakkan terhadap mereka yang membunuh anak kami.”

Legget, bersama dengan isteri dan keempat anaknya tinggal selama tujuh tahun di daerah El-Kasr yang miskin, dimana ia memimpin sebuah lembaga yang memberikan bantuan berupa pelatihan computer, menjahit dan membaca, dan ia juga menjalankan program pemberian pinjaman lunak.  Meski ia sangat giat dalam kegiatan kemanusiaan di Mauritania, Legget tetap dianggap sebagai musuh oleh kelompok radikal Islam.

 

Manusia memang sering tidak masuk akal, membingungkan, dan egois..... 
       
ampuni saja mereka,
Kalau anda baik, mungkin ada orang yang mencurigai ada motivasi tersembunyi di dalam diri anda..... 
       
teruskan saja berbuat baik
Apa yang sudah anda bangun selama bertahun-tahun, mungkin dirobohkan orang hanya dalam semalam.....
        bangun saja lagi
Perbuatan baik yang anda lakukan hari ini, besok mungkin sudah dilupakan..... 
       
Terus saja berbuat baik
Kalaupun anda memberi yang terbaik untuk dunia, dunia tidak akan pernah merasa cukup .....
        terus saja memberi yang terbaik

Bunda Theresa (1910-1997)


↑ Back to Top