Martyrdom


Pahlawan Iman 094: Zhang Xiuji – Keluarga yang Disuap

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. 
II Timotius 3:12-13

 

Zhang Xiuji dibunuh oleh polisi di Propinsi Henan, China, pada bulan Mei 1996 ketika ia masih berusia 36 tahun.  Xiuji diseret dari dalam rumahnya ketika ia sedang beristirahat di suatu malam, dan kemudian keesokan harinya ia dipukuli sampai mati.  Ketika polisi menyerahkan mayat wanita itu kepada keluarganya, mereka juga memberikan uang sejumlah sekitar Rp. 6 juta agar mereka diam.  Polisi kemudian membuat pernyataan palsu yang mengatakan bahwa Xiuji meninggal dunia karena kecelakaan pada saat ia melompat dari sebuah mobil.

Orang-orang Kristen di Cina terus menerus mengalami penganiayaan yang kejam dari pejabat pemerintah negara itu.  Orang-orang yang menjadi anggota “gereja rumah” sangat terancam keamanan mereka.  Mereka dianggap sebagai ancaman terhadap rezim Komunis, yang menuntut agar mereka tunduk sepenuhnya kepada ajaran komunisme.

 

Hidup di sini singkat
Penuh kepedihan, dan hanya sekejap
Kelak akan datang hidup yang tak berkahir
Hidup yang tak lagi mengenal air mata

Di sana Tuhan, Raja dan Bagian kita
Dalam kepenuhan kasih anugerah-Nya
Akan kita lihat selamanya
Dan menyembah di hadapan-Nya

Bernard of Cluny

 


Pahlawan Iman 093 : Safwat Zakher Saleh – Mati karena Kebaikannya

 

Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Tuhan,
dari pada menderita karena berbuat jahat.
1 Petrus 3:17

 

Safwat dibunuh dan tetangganya, yang juga beragama Kristen, menderita luka-luka dalam serangan terhadap orang-orang Kristen di Mesir Utara, akhir bulan Mei 1995.  Peristiwa yang terjadi di desa Hoor, di dekat Assiut itu, terjadi ketika Safwat dan saudaranya Nabel, keduanya berprofesi sebagai dokter, sedang berada di rumah untuk beristirahat dari pekerjaannya.  Mereka kemudian mendapatkan telepon dari klinik mereka, yang mengatakan bahwa ada beberapa pasien yang sudah mengeluh karena terlalu lama menunggu dokter untuk datang. 

Nabel mengatakan bahwa pasien itu bisa langsung saja datang ke rumahnya.  Ketika beberapa “pasien” itu datang, mereka langsung mengeluarkan senjata api mereka dan menembak Safwat sampai mati di tempat itu juga.  Nabel berhasil melarikan diri dan bersembunyi.  Salah satu tetangga mereka yang pemberani, yang mendatangi rumah Safwat ketika ia mendengar suara tembakan, juga ditembak dan menderita luka-luka. 

Pelaku kejahatan ini adalah kaum ekstrimis Islam yang memang sudah berulangkali mengancam akan membunuh Nabel kalau ia tidak mau membayar upeti dalam jumlah yang sangat besar karena ia adalah seorang Kristen.  Pajak jizya harus dibayar oleh orang-orang non Muslim sesuai dengan hukum shariah sebagai tanda bahwa mereka tunduk kepada kekuasan orang-orang Muslim di sana.

 

Bahkan kalaupun kelihatannya tak berarti, lakukan sesuatu bagi orang yang membutuhkan pertolongan.  Lakukan bukan karena anda mau mendapatkan bayaran, tetapi karena anda memiliki kesempatan melakukannya.  Albert Schweitzer.  

 


Pahlawan Iman 092: K Isaac Raj dan K Daniel – Pengkhotbah yang Diburu

 

Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar,
pergunakanlah waktu yang ada.

Kolose 4:5

 

Pendeta Isaac dari Gereja Rock hilang pada malam hari tanggal 24 Mei 2005, dan tubuhnya ditemukan dalam keadaan meninggal di Skaikpet di dekat Hyderabad, India, pada tanggal 2 Juni.  Tubuhnya sudah hampir tidak bisa dikenali lagi, tetapi isterinya, Satyaveni, dan anaknya, Satya Prakash, bisa memastikan bahwa jasad itu adalah tubuh Isaac.  Pendeta Isaac meninggalkan rumah bersama dengan seseorang yang mengatakan akan membawa Pendeta Isaac ke sebuah persekutuan doa.

Hilangnya Pendeta Isaac secara tiba-tiba yang kemudian berakhir kepada pembunuhan terhadapnya sebenarnya didahului dengan kejadian yang hampir serupa, yang menimpa seorang pengkhotbah dan pengajar Kristen dari Hyderabad yang bernama K Daniel, pada awal bulan Mei tahun yang sama.  Ia juga diketahui hilang dari rumahnya dan ditemukan tewas terbunuh beberpa hari kemudian.  Sebelum kematiannya, K Daniel sudah mendapatkan peringatan dari kelompok Hindu garis keras yang melarangnya memberitakan tentang Yesus atau membagikan Alkitab.

Setelah kematian kedua orang itu, sebuah surat kaleng diterima oleh kantor surat-kabar lokal di sana, yang isinya menyatakan bahwa pembunuhan atas kedua orang itu dilakukan oleh sebuah organisasi yang bernama “Forum Anti Kristen.”

 

Ya Tuhan, kerinduan kami akan kedatangan-Mu begitu besar.  Dan kami senantiasa mengharapkan janji-Mu bahwa Engkau akan bersegera datang. Karena itu, Tuhan, datanglah segera.  Amin.

 


Pahlawan Iman 091: Julia dari Carthage – Budak Pemberani

 

Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
Ya TUHAN, aku hamba-Mu!
Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan!
Engkau telah membuka ikatan-ikatanku. 
Mazmur 116:15-16

 

Ketika suku Vandals Jerman menyerang Carthage, yang sekarang dinamai Tunisia, Julia ditangkap dan dijual sebagai budak kepada seorang Syria yang bernama Eusebius.  Julia seringkali ikut dalam rombongan budak yang dibawa oleh tuannya dalam berbagai perjalanan usahanya. 

Suatu saat rombongan mereka mengunjungi Corsica.  Ketika Julia menolak untuk mengambil bagian dalam pesta penyembahan berhala karena ia seorang Kristen, Eusebius melaporkan hal itu kepada gubernur Corsica, Felix.  Felix kemudian menanyai Julia, yang tetap berpegang teguh kepada imannya kepada Kristus.  Felix berusaha untuk menyuap Eusebius, agar Eusebius membujuk Julia agar meninggalkan imannya, tetapi tidak berhasil.  Felix kemudian mengundang Eusebius ke sebuah perjamuan makan malam, dimana Felix membuat Eusebius mabuk berat.  Kemudian mereka memanggil Julia menghadap ke perjamuan makan malam itu. Felix mengatakan bahwa kalau Julia mau memberikan korban kepada para dewa, maka Felix akan memerdekakan Julia.  Tetapi Julia menolak.  Hal itu mengakibatkan Julia mengalami siksaan dan bahkan kemudian digantung sampai mati.

 

Aku menyembah-Mu, sang Mesias
Dan sangat bersyukur kepada-Mu
Karena Engkau melayakkan aku menderita bagi nama-Mu
Tolonglah kami untuk mengejar mahkota kehidupan dari-Mu.
Sebagaimana Engkau berbelas kasihan kepada Rahab,
Dan menerima juga pencuri yang bertobat disisi-Mu
Janganlah palingkan wajah rahmat-Mu dariku
Theodata of Phlippopolis (menjadi martir tahun 318).

 


Pahlawan Iman 090: George dan Ellen Gordon, James Gordon – Dibunuh Karena Peduli

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Tuhan.   Kisah Para Rasul 20:24

 

George, yang dilahirkan di Pulau Prince Edward dan isterinta, Ellen, dari Inggris, merasa bahwa Tuhan memanggil mereka untuk memberitakan Injil ke New Hebrides (sekarang dinamakan Vanuatu), salah satu kepulauan di Samudera Pasifik.  Banyak missionarism baik yang berasal dari negara-negara Barat maupun dari pulau-pulau di sekitar Pasifik sendiri, meninggal dunia dalam usaha mereka untuk memperkenalkan Kekristenan ke salah satu pulau yang ada di sana, Pulau Erromanga.

Setelah empat tahun pelayanannya, George hanya membaptiskan tiga orang saja.  Tetapi George tidak berkecil hati dan terus melakukan pekerjaannya di antara suku Erromanga dengan merawat orang-orang yang sakit di antara mereka.  Pada tahun 1861 muncul wabah campak yang menewaskan ratusan orang dan diperburuk lagi dengan munculnya badai typhoon yang meluluh-lantakkan pulau itu. 

Dua orang anak kepala suku Erromanga meninggal dunia ketika sedang dirawat oleh George, dan dia menuduh George sudah memberikan mantra-mantra buruk sebagai penyebab kematian kedua anaknya itu.  Kepala suku itu kemudian mengumpulkan beberapa orang prajrurit dari sukunya.  Pada tanggal 20 Mei 1861, George dan Ellen diserang dengan sangat kejam oleh kelompok prajurit itu  yang kemudian membunuh mereka berdua. 

Adik Gordon, James Gordon, sama sekali tidak ciut hati ketika mendengar tentang kematian kakaknya itu.  Ia bahkan memutuskan untuk pergi ke Erromanga melanjutkan pelayanan kakaknya.  James juga kemudian menjadi martir pada tahun 1872.  Tetapi pengorbanan mereka tidaklah sia-sia; sekitar tahun 1900-an, 95% dari penduduk Erromanga itu sudah menyatakan diri sebagai orang Kristen.

 

Kita sedang menuju ke surga ...  Di sana banyak mata air yang tidak akan pernah menjadi kering. Dan ketika kita masuk ke sana, banyak orang akan mengikuti jejak kita.  Bruno Serunkuma

 


↑ Back to Top