Reflections and Inspirations


Lima Alasan Mengapa Islam adalah Sebuah Aliran Sesat

Lima Alasan Mengapa Islam adalah Sebuah Aliran Sesat

 

Kaum liberal menyebut Islam sebagai “Agama Damai”, meskipun pada kenyataannya hampir seluruh aksi teror di dunia dilakukan oleh orang-orang Muslim radikal.

Berikut ini adalah lima alasan mengapa Islam tidak saja bukan merupakan agama damai, akan tetapi juga sebuah aliran sesat.

1.   Seorang Muslim yang meninggalkan Islam akan terancam dibunuh oleh orang Muslim lainnya

Ini merupakan hukum pertama dalam Islam. Karena hal inilah tidak banyak orang Muslim yang meninggalkan agama tersebut. Kenyataan yang begitu sederhana ini saja menjadikan Islam sebagai sebuah kultus. Sulit untuk menganggap remeh fakta kejam mengenai Islam ini.

Hingga hari ini, praktek ini diimplementasikan  secara luas di dunia Islam. Kutipan yang paling sering digunakan oleh teolog Islam adalah Sahih Al-Bukhari 6922:

 

Rasul Allah mengatakan, “barangsiapa mengubah agama (Islam)nya, maka bunuhlah dia.”

 

Jangan biarkan seorang Muslim berusaha menyangkal kenyataan ini dengan mengutip kalimat “tidak ada paksaan dalam agama”. Semua orang Muslim mengetahui bahwa doktrin “pembatalan” meniadakan kutipan tersebut. Dan Muslim hanya menggunakan kutipan tersebut ketika mereka sedang menyesatkan non-Muslim.

 

2.   Orang-orang Muslim didorong untuk melakukan tindak kekerasan atas nama Islam

Dokumen-dokumen teologi Islam – Quran, Hadis, dan Sunah – dipenuhi dengan pernyataan-pernyataan yang mendorong kaum Muslim untuk melakukan tindak kekerasan atas nama Islam.

Inilah sedikit di antaranya:

·         Bantailah orang-orang yang tidak percaya bila kau menemukan mereka (9: 191)

·         Perangilah kaum kafir yang hidup di sekitarmu (9: 123)

·         Ketika ada kesempatan, bunuhlah orang kafir di manapun kau menangkap mereka (9: 5)

·         Bunuh orang Yahudi dan Kristen jika mereka tidak memeluk Islam atau menolak untuk membayar pajak jizya (9: 29)

·         Agama lain selain Islam tidak diterima (3: 85)

·         Lumpuhkan dan salibkan orang kafir bila mereka mengkritik Islam (5: 33)

·         Hukumlah kaum tidak percaya dengan pakaian api, tongkat besi, air mendidih; hancurkan kulit dan isi perut mereka (22: 19)

·         Jangan berdamai dengan orang kafir, penggallah kepala mereka bila kau menangkap mereka (47: 44)

·         Teror dan penggallah mereka yang mempercayai kitab lain selain Quran (8: 12)

·         Kaum Muslim harus mengumpulkan segala senjata untuk meneror orang kafir

 Ada berbagai upaya yang sia-sia di dunia maya yang berusaha untuk menyangkal, mengabaikan, dan menghapus kekerasan yang diinspirasi pleh Islam. Jumlah kekerasan yang dilakukan sejak 9/11 sangatlah sulit untuk diabaikan begitu saja.

Website Religion of Peace telah mengumpulkan, menghitung, dan menerbitkan daftar serangan teror Islam yang mematikan sejak 9/11. Pada tanggal 1 Januari 2014, angka tersebut mencapai 22.178. Jangan biarkan dunia maya mengatakan kepada Anda bahwa hal itu juga terjadi pada orang Kristen, Budha, Hindu, atau Yahudi – mintalah mereka untuk membuktikan hal itu. Hanya seorang dengan intelektual dungu yang akan menyangkal hubungan antara Islam dengan kekerasan.

3.   Islam tidak memperbolehkan adanya kritik atau perubahan

Islam menganggap siapa pun yang mengkritik atau mencoba untuk mengubah Islam telah melakukan penghujatan, yang merupakan kejahatan terbesar dalam hukum Syariah. Sebagai akibatnya, Muslim manapun yang mengkritik atau mencoba untuk mengubah Islam harus mengkhawatirkan keselamatan nyawanya karena akan dibunuh oleh orang Muslim yang taat.

 

Pada akhir tahun 2013 di Denmark, seorang Muslim berusia 18 tahun bernama Yahya Hassan menerima berbagai ancaman pembunuhan setelah membacakan salah satu puisinya yang mengkritik Islam di sebuah acara televisi.

 

Sangat disayangkan bahwa kaum Muslim sendiri tidak dapat mengkritik Islam, akan tetapi aturan ini juga berlaku bagi non-Muslim di lingkungan non-Muslim. Lihatlah apa yang menimpa Theo Van Gogh di Amsterdam, yang membuat film pendek mengenai wanita dalam Islam. Ketika Van Gogh berjalan menuju tempat kerja di pagi hari, di dibunuh oleh seorang Muslim yang taat bernama Mohammed Bouyeri. Di pengadilan, si pembunuh mengatakan bahwa Van Gogh telah menghina Islam, dan juga berkata “Aku didorong oleh hukum yang memerintahkan aku untuk memotong kepala siapapun yang menghina Allah dan nabinya.”

 

Di Seattle, kartunis Molly Norris mengira bahwa dia bisa melawan dunia Islam dengan mendeklarasikan hari “Everybody Draw Mohammad Day” pada tanggal 20 Mei 2010. Dalam waktu seminggu Norris telah menerima berbagai ancaman pembunuhan, dan seorang imam Islam, Anwar al-Awlaki, memberi fatwa atas kepala Norris. Setelah berbicara dengan FBI, dia mengganti namanya, meninggalkan Seattle, dan bersembunyi.

 

Untuk memperburuk keadaan, Islam mendorong pemeluk-pemeluknya yang taat untuk memiliki “inisiatif sendiri” dalam memberlakukan hukum Syariah. Hal ini berarti Muslim manapun boleh melakukan tindak kekerasan dalam sekejap mata, apabila ia mendapati sesuatu yang dia rasa menyinggung Islam.

 

4.   Teologi Muslim mengajarkan kebencian terhadap non-Muslim

Praktek ini dilakukan secara luas di dalam masyarakat Islam. Hal ini secara ribuan kali telah didokumentasikan oleh berbagai orang.

 

Middle East Media Reasearch Institute (MEMRI.org) telah merekam dan menerjemahkan ratusan siaran televisi di mana pemimpin-pemimpin agama Muslim mengajarkan kebencian dan kekerasan terhadap kaum non-Muslim, terutama Yahudi.

 

Teologi kebencian yang dianut Islam ini telah diajarkan di masyarakat dunia barat tepat di depan mata pemerintahan mereka sendiri.

 

Di AS, pada tahun 2005 Freedom House Center for Religious Freedom menerbitkan laporan investigasi yang berjudul “Saudi Publications on Hate Ideology Invade American Mosques” (Publikasi dari Saudi Tentang Ideologi Kebencian Menginvasi Masjid-Masjid di Amerika). Analisisnya menyatakan : “Publikasi dari Saudi Arabia dalam studi ini, yang mendukung ideologi kebencian dan mengaku sebagai interpretasi Islam yang sah, secara terus-menerus disediakan dalam jumlah besar di masjid-masjid utama di negara kita dan terus digunakan sebagai sumber pengajaran yang utama mengenai Islam bagi kaum Muslim di Amerika.”

 

5.   Islam cocok dengan “Ciri-ciri Kelompok Aliran Sesat” menurut International Cultic Studies Association (ICSA)

Di bawah ini merupakan beberapa ciri-cirinya, menurut ICSA:

 

·         Kelompok tersebut menunjukkan sikap fanatik dan komitmen tak bersyarat yang berlebihan kepada pemimpin-pemimpinnya (entah sudah mati atau masih hidup) dan menganggap sistem kepercayaan, ideologi, dan praktek-praktek pemimpin tersebut sebagai Kebenaran, sebagai hukum.

·         Pertanyaan, keraguan, dan ketidaksepakatan tidak diperbolehkan, bahkan akan dihukum.

·         Praktek-praktek yang mengubah pikiran (seperti meditasi, rapalan, berbicara dalam bahasa lidah, sesi konseling, rutinitas yang melelahkan) dipraktekkan secara berlebihan dan digunakan untuk menghilangkan keragu-raguan mengenai kelompok dan pemimpinnya.

·         Pemimpin mendikte, terkadang hingga hal yang detail, mengenai bagaimana para anggota harus berpikir, berperilaku, dan berperasaan (misalnya, anggota harus memiliki ijin untuk berpacaran, mengganti pekerjaan, menikah – atau  pemimpin menentukan pakaian seperti apa yang harus dikenakan, di tempat mana harus tinggal, apakah sebaiknya memiliki anak atau tidak, bagaimana mendisiplinkan anak, dan lain sebagainya).

·         Kelompok tersebut merupakan kaum elit, mengklaim dirinya spesial, meninggikan statusnya, pemimpinnya dan anggota-anggotanya (misalnya, pemimpin dianggap sebagai Mesias, makhluk spesial, seorang avatar – atau kelompok dan/atau pemimpinnya memiliki misi khusus menyelamatkan umat manusia).

·         Pemimpin tidak bertanggung jawab kepada otoritas manapun.

·         Kelompok mengajarkan atau mengisyaratkan bahwa tujuan-tujuan mereka yang mereka akui bernilai tinggi membenarkan cara apapun untuk mencapainya. Hal ini dapat mengakibatkan para anggotanya melakukan kegiatan atau melakukan hal-hal yang tidak terpuji ataupun tidak etis sebelum bergabung dengan kelompok (misalnya, berbohong kepada keluarga, atau menggalang dana untuk kegiatan amal palsu).

·         Kepemimpinan memdorong munculnya perasaan malu dan/atau bersalah sebagai sarana untuk mempengaruhi dan/atau mengontrol para anggota. Seringkali, hal ini dilakukan melalui tekanan dan bentuk-bentuk bujukan halus antar sesama.

·         Sikap tunduk kepada pemimpin mewajibkan para anggota untuk memutuskan hubungan dengan keluarga dan teman, dan secara radikal mengubah tujuan pribadi dan kegiatan yang telah mereka miliki sebelum bergabung dengan kelompok.

·         Kelompok berusaha membawa anggota baru.

·         Para anggota diharapkan untuk mencurahkan sejumlah besar waktu untuk kelompok dan kegiatan kelompok.

·         Para anggota didorong atau diharuskan untuk hidup bersama atau bersosialisasi hanya dengan anggota lain yang sekelompok.

·         Anggota yang paling loyal (“pengikut sejati”) merasa bahwa tidak ada kehidupan di luar konteks kelompok tersebut. Mereka percaya bahwa tidak ada jalan lain, dan seringkali takut akan pembalasan yang akan dilakukan terhadap mereka atau pihak lain bila mereka meninggalkan (atau bahkan berpikir untuk meninggalkan) kelompok tersebut.

Meskipun kebanyakan orang Muslim tidak menganut kekerasan, 20% pengikutnya merupakan pengikut Quran yang radikal. Hal ini berarti 240 juta orang dari 1.2 milyar Muslim yang ada menganut ajaran sesat kejam ini, yang mendorong pengikutnya untuk melakukan tindak kekerasan. Bila dunia non-Muslim tidak bersatu dan menyelesaikan masalah momok intelek Islam ini, maka Islam akan terus berekspansi luas.

 

Sumber: tpnn.com


Apa yang ISIS Pelajari dari Kartel Obat Bius

Apa yang ISIS Pelajari dari Kartel Obat Bius

 

Ilustrasi dari The Daily Beast

 

Seorang pria yang dipenggal kepalanya di depan kamera, tahanan yang dirantai dibakar hingga mati di dalam sebuah kurungan, gambar-gambar memuakkan dikirim ke seluruh media.

Ini adalah horor terbaru dari ISIS yang dilihat dari layar dunia, dengan tidak tahu malu dipublikasikan, dengan menyalahgunakan teknologi.

Kecuali dalam satu hal, ini bukanlah hal terbaru.

Dan mereka bukanlah ISIS.

Mereka adalah orang-orang Meksiko.

Kartel obat terlarang Meksiko telah memainkan apa yang dilakukan oleh Islamic State – pemenggalan, pembunuhan, video, media sosial – sejak 10 tahun yang lalu. Adalah kartel-kartel obat bius yang pertama kali memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan teror dan propaganda.

Kata “terorisme” telah begitu sering digunakan hingga kita cenderung melupakan akar katanya: “teror.”

Tujuan teror adalah untuk meneror orang agar tunduk.

Tujuan dari teror sendiri bukanlah tindakannya, melainkan reaksinya.

Aksi tindakan teror tidaklah berguna bila masyarakat tidak mendengar tentangnya, akan lebih baik bila mereka melihatnya.

Tindakan teror harus dikomunikasikan.

Di era modern saat ini “terro-communication” ini dimulai dari kartel obat bius.

 Pada bulan Mei 2005, seorang pemimpin kartel yang berasosiasi dengan cabang Beltran-Leyva dari Kartel Sinaloa menangkap empat pembunuh bayaran milik Zeta yang diperintahkan untuk membunuh pemimpin tersebut. Dia membawa mereka ke sebuah rumah, “menghiasi” lantai dan dinding rumah itu dengan tas plastik hitam, dan kemudian “mewawancarai” mereka dengan menggunakan kamera perekam merk Sony. Setelah para tawanan mengakui kejahatan-kejahatan mereka, dia menembak kepala mereka – di depan kamera – kemudian mengirimkan rekaman tersebut ke berbagai stasiun televisi. Salah seorang calon pembunuh membawa istri dan anak perempuannya. Pemimpin kartel memberi mereka uang dan tiket bis untuk pulang, kemudian menulis sebuah surat kepada editor dilengkapi dengan pernyataan “suci” yang menyatakan bahwa tidak seperti orang-orang yang mati di dalam video, dia tidak membahayakan kaum wanita dan anak-anak.

Stasiun-stasiun televisi tidak menayangkan rekaman tersebut karena penuh kekerasan, namun video tersebut langsung menyebar di internet dan menjadi, seperti yang diakui mereka, sebuah “sensasi.” Pemimpin kartel yang awalnya dipertanyakan memperoleh status, kekuasaan, dan ya, popularitas – dan tidak ada lagi percobaan pembunuhan terhadapnya (setidaknya, selama delapan tahun ke depan).

Pelajaran telah dikomunikasikan.

Dan kartel-kartel telah belajar dari diri mereka sendiri – hal yang diserap penuh oleh ISIS : Tidaklah cukup untuk memenangkan medan perang, kau harus memenangkan perang media juga.

Kartel-kartel cukup cerdas sehingga tahu bahwa mereka harus mengontrol ceritanya.

Mereka menemukan bahwa internet adalah sarana yang sempurna.

Internet tidak memiliki sensor. Tidak pula dikontrol oleh media mapan atau pun pemerintah. Demokratisasi dalam komunikasi – beberapa orang mungkin menganggapnya anarki – memungkinkan siapa saja untuk menyebarkan apa pun, tidak peduli betapa menjijikannya hal itu, atau untuk tujuan apa.

Kartel-kartel yang saling bersaing – dalam pertarungan berdarah selama 10 tahun melawan satu sama yang lain dan pemerintah Meksiko – juga melancarkan perang media, terutama di internet. Di mana kriminal berusaha untuk menyembunyikan kekejaman mereka, kartel merekamnya dan menyebarkannya di media sosial.

Gambar-gambar itu – pemenggalan kepala, pembunuhan, mengeluarkan isi perut, penyiksaan – sungguh-sungguh mengerikan, dan memang itulah tujuannya. Seperti ISIS saat ini, kartel-kartel mencoba untuk menguasai dan mengontrol suatu teritori, dan untuk itu mereka perlu mengintimidasi masyarakat setempat. Video-video tersebut merupakan pernyataan akan kekuatan, sebuah cara untuk memproklamirkan, “Lihat apa yang bisa kami lakukan. Lihatlah apa yang akan kami lakukan. Hal ini bisa terjadi pada Anda.”

Sebuah sikap yang diserukan keras dalam video-video penuh kesombongan ISIS.

Dalam video mereka, baik kartel maupun ISIS berusaha keras untuk membenarkan tindakan mereka, membuat pembunuhan berdarah dingin menjadi sebuah propaganda – sekali lagi, berusaha mengontrol jalan cerita. Akan tetapi ISIS telah melakukan sebuah langkah yang tidak diambil oleh kartel, menambahkan “kualitas” produksi dan musik yang membuat video milik kartel terlihat seperti video amatir dan murah.

Baik kartel maupun jihadis telah merekrut ahli program komputer dan “penyihir” media sosial, kartel terkadang menculik mereka langsung dari kampus.

Akan tetapi, ini lebih dari sekedar intimidasi.

Media sosial juga telah menjadi sarana merekrut anak-anak muda agar bergabung dengan kartel. Video penuh kekerasan itu sendiri merupakan sarana rekrut, akan tetapi kartel secara jelas menjanjikan gaji yang tinggi, bonus, makanan enak, dan kehidupan yang nyaman.

Rekrutmen berhasil karena dua faktor: kebutuhan dan daya tarik.

Pada masa lalu, anak-anak muda yang hidup di lingkungan yang dikuasai oleh kartel tidak memiliki pilihan selain bergabung agar bisa bertahan hidup. Mereka harus memilih harus berdiri di pihak mana atau mati terbunuh, dan mereka akan memilih pihak yang paling kuat. Video-video adalah cara menyatakan dominansi – “Kau ingin menjadi yang memegang gergaji mesin, bukan yang terbunuh.”

Pihak lain lebih bersifat kompleks. Sulit membayangkan mengapa ada orang yang akan tertarik dengan gambar-gambar mengerikan, akan tetapi begitulah kenyataannya. Kita lihat anak muda, pria dan wanita, beramai-ramai mendatangi ISIS setelah direkrut lewat media sosial. Dalam kasus kartel Meksiko, kita lihat kesamaan anak muda yang tidak memiliki kekuatan dan dikucilkan kemudian tertarik oleh kekuasaan dan kebersamaan dalam kartel. Bagi orang yang melihat dirinya tidak memiliki kekuatan, tidak banyak hal yang bisa lebih menggoda selain kekuatan. Mereka ditawari senjata (kekuatan), uang (kekuatan), dan sesuatu yang dirasa lebih besar daripada dirinya.

Sekali lagi, ISIS belajar dari hal ini. Mereka menawarkan senjata, gaji, pekerjaan bagi penduduk setempat, persaudaraan, dan imbalan tertinggi dari Surga. Meskipun pengikut kartel pada dasarnya lebih tertarik dengan uang dan kekuatan dibandingkan dengan ideologi, setidaknya dua kartel – La Familia Michoacana dan penerusnya, Knights of Templar – memiliki basis keagamaan.

Kartel Meksiko juga memprakarsai kemuliaan dari mati muda. Ada sebuah pepatah umum di antara para pengikutnya, “Lebih baik lima tahun sebagai raja daripada tiga puluh lima tahun sebagai kacung.” ISIS dan kelompok jihadis lainnya menyemangati anak-anak muda mereka untuk segera menemukan Surga.

Jadi apakah karena kebutuhan atau daya tarik, pengikut baru membanjiri kartel, seperti yang terjadi pada Islamic State saat ini.

ISIS belajar hal lain dari kartel.

Tujuan lain dari terorisme adalah mendorong musuhnya – biasanya yang memiliki kekuatan ekonomi dan militer lebih besar – merespon tindakan mereka dengan respon yang tidak semestinya yang akan mengasingkan masyarakat setempat. Kartel mendorong pemerintah Meksiko untuk mengirim tentara, bukan polisi. Para tentara menghancurkan rumah, membakar desa, memukuli dan menyiksa tersangka yang seringkali tidak bersalah, mengubah masyarakat yang tadinya bersikap netral atau bersedia menolong menjadi musuh mereka. Kartel kemudian akan membangun klinik, gereja, dan tempat permain, mengadakan festival bagi anak-anak dan perayaan hari ibu di mana mereka akan menghadiahkan sebuah mesin cuci atau kulkas bagi setiap wanita.

Taktik dua sisi intimidasi dan kemurahan hati ini telah digunakan oleh ISIS dan kelompok jihadis lainnya ketika misil dan bom milik Amerika menyebabkan kerusakan sosial dan menarik pengikut baru. ISIS berusaha mendorong AS untuk berperang di medan merang, di mana pasukan akan memerangi perang gerilya, dengan segala pertumpahan darah yang akan mengikutinya.

Tragisnya, ISIS mengadopsi taktik lain kartel.

Pembantaian “pihak lain.”

Seiring dengan penyebaran dan dalamnya perang obat bius, kartel-kartel akan pergi menuju sebuah kota atau sebuah lingkungan dan langsung menghabisi siapapun yang bukan “mereka”, entah hal itu benar atau hanya dugaan saja. Jika ada sedikit saja kemungkinan bahwa sekelompok orang mungkin memihak pihak lain, kartel akan membunuh mereka. Mereka menyerang pusat rehabilitasi narkotika, pesta ulang tahun anak remaja, rumah sakit. Kelompok Zeta secara rutin menghentikan bus-bus imigran yang menuju utara di Highway 1 (The Highway of Death) dan membunuhi semua pria karena dikhawatirkan mereka merupakan pengikut baru saingannya, Gulf Cartel. Wanita dan anak-anak dibunuh atau diperkosa, dan kemudian dijadikan prostitusi atau pekerja paksa.

ISIS, juga menghabisi “pihak lain” – orang Nasrani, Syiah, dan “bidah”, “kafir” – siapapun yang mereka curigai akan bekerja sama dengan pihak musuh atau menantang otoritas mereka. Sekali lagi, dalam kasus ISIS dan kelompok jihadis lainnya, kaum wanita diberikan atau dipaksa menjalani pernikahan.

Inilah permainan ISIS: media sosial sebagai alat intimidasi, rekrutmen, dan provokasi; pembunuhan massal sebagai alat kontrol – yang sekarang kita saksikan dengan penuh kengerian dan keterkejutan.

Akan tetapi pada kenyataannya, kita telah melihatnya sejak betahun-tahun yang lalu.

Hanya dari sekitar perbatasan negara kita.

ISIS memperolehnya dari kartel.

 

Sumber : thedailybeast


Pembatasan Makan dan Minum bagi Tentara AS Selama Ramadhan

Inilah Dunia Obama ..... Pembatasan Makan dan Minum bagi Tentara AS Selama Ramadhan

 

Inilah Dunia Obama.....

Para tentara AS di Asia Tenggara diharuskan untuk membatasi makan dan minum mereka selama bulan Ramadhan

 

The Weekly Standard melaporkan:

        “ Seorang komandan yang ditempatkan di sebelah barat daya Asia mengingatkan personel militer AS yang di negara-negara Muslim di Timur Tengah akan  pembatasan yang diberlakukan selama Ramadhan. Menurut sebuah laporan dari U.S Air Forces Central Command Public Affair, Brig. Gend. Jogn Quintas, seorang komandan Air Expeditionary Wing ke-380, mengatakan bahwa AS “berkomitmen untuk memegang konsep toleransi, kebebasan, dan keanekaragaman.” Akan tetapi dia menambahkan bahwa para tentara seharusnya “memiliki pengertian lebih dan menghargai tradisi dan sejarah masyarakat yang hidup di bagian bumi ini.... Ingatlah bahwa kita adalah tamu dan tuan rumah kita merupakan saudara yang sejajar, yang mempertaruhkan hidup mereka demi kepentingan bersama mengalahkan terorisme.”

Selama 30 hari Ramadhan, bahkan seorang non-Muslim diharapkan untuk menaati hukum-hukum lokal yang berlaku berkaitan dengan makan, minum, dan merokok di ruang publik. Pihak yang melanggar dapat dikenakan hukuman denda hingga $685 atau dua bulan penjara. Seorang juru bicara United States Central Command (CENTCOM) mengatakan bahwa “kami tidak mengetahui adanya lembaga atau orang tertentu yang ditahan” akibat pelanggaran seperti itu.

 

Sumber: The Gateway Pundit


Meneladani Semut

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.

Amsal 6 : 6

 

 

Semut adalah binatang yang kecil dan lemah, namun mengapa Tuhan menyuruh kita memperhatikan tingkah lakunya dan menjadi bijak? Kenyataan berbicara semut adalah hewan yang tetap bisa bertahan hidup di tengah seleksi alam yang keras. Sifat-sifat semut yang unik membuat manusia harus belajar banyak darinya. Nah, karakter apa saja yang bisa kita belajar dari semut?
  
Menabung

Pernahkah kita tidak sengaja membongkar sarang semut? Dalam sarang semut akan kita temui aneka makanan yang sudah dihancurkan semut menjadi kecil-kecil sebagai cadangan makanan di musim hujan. Semut memikirkan masa depan kelompoknya dan tidak menerapkan asas aji mumpung sebanyak apapun makanan berhasil mereka dapatkan.


Rajin

Pernahkah kita melihat semut duduk melamun di tepi kolam atau asyik pacaran dengan semut lainnya, sementara rekan-rekannya yang lain bekerja? TIDAK PERNAH. Semut adalah binatang yang aktif bekerja, sehingga semut tak akan pernah mati kelaparan. Apakah Anda juga bekerja serajin semut?

Friendly

Coba kita amati gaya semut saat bertemu satu sama lain? Semut akan saling menempelkan antenanya walaupun harus bertemu ratusan atau ribuan semut lainnya saat berpapasan. Apakah Anda juga bersikap ramah satu sama lain sehingga setiap orang yang Anda temui merasa bahagia dan semangat bisa mengenal Anda?

Pantang Menyerah

Tangkaplah seekor semut lalu letakkan penghalang di sekitarnya. Akan kita dapati semut tersebut akan berusaha mencari jalan keluar entah naik, melingkar atau ke bawah. Semut tidak akan duduk bengong atau menangis dengan sedihnya saat ada halangan menghadang. Semut akan melakukan segala cara untuk bisa menerobos penghalang yang ada.


Bertanggung Jawab

Walaupun tanpa pemimpin, semut dengan giat melakukan apa yang menjadi pekerjaannya. Semut tetap dengan semangat mengangkat makanan yang di temukannya walaupun tak ada mandor atau rekan yang mengawasi. Semut juga tak akan pernah korupsi atau menikmati sendiri makanan yang ditemukannya. Sebagai manusia kita harusnya malu kalau selama ini kinerja kita rajin saat bos ada di tempat dan kendor saat bos di luar kantor.


Team Work

Ketika semut menemukan gula atau remah-remah roti yang banyak atau tak mampu diangkat sendiri olehnya, ia akan pergi memanggil teman-temannya. Ketika teman-temannya mendengar ceritanya, mereka dengan sigap menolongnya dan mengangkat beban makanan itu bersama-sama. Karena semangat team work yang tinggi, tak heran semut mampu mengangkat beban yang sangat berat.

 

Karakter-karakter semut diatas kiranya bisa kita contoh dalam hidup sehari-hari. Anda ingin sukses baik secara jasmani maupun rohani, miliki karakter semut dan jadilah bijak.

 


Menaklukan Kehidupan Dengan Satu Kaki

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

(Filipi 4:13)

Namanya adalah Roger Crawford dan bekerja sebagai konsultan dan pembicara motivator bagi banyak perusahaan fortune 500 di penjuru Amerika. Ketika masih di universitas, ia adalah pemain tennis untuk Marymount Layola University dan menjadi pemain tennis professional. Apakah hal itu tidak membuat Anda terkesan? Tunggu dulu, jika saya katakan bahwa dia tidak punya tangan dan hanya punya satu kaki, bagaimana?

Roger dilahirkan dengan kondisi yang disebut ectrodactylism. Ketika masih dalam kandungan, dokter hanya melihat seperti ada jari jempol keluar dari lengan kanannya dan jari-jari tumbuh di lengan kirinya, namun ia tidak memiliki telapak tangan. Kaki kirinya terus menyusut hanya memiliki tiga jari, kaki ini diamputasi saat ia berumur lima tahun. Orangtuanya diberitahu bahwa Roger tidak akan pernah memiliki kehidupan yang normal

Namun orangtua Roger tidak menyerah, mereka membentuk Roger menjadi manusia normal dan mengajarinya hidup mandiri. Ketika Roger telah siap, ia disekolahkan di sekolah umum. Mereka mengajarinya berpikir positif, dan jadilah Roger menjadi pribadi yang positif.

Roger tidak membiarkan kekurangannya menghambatnya untuk berhasil dan menikmati kehidupan yang telah Tuhan karuniakan. Ia menjalani hidupnya dengan maksimal, karena ia mempercayai bahwa Elohim memberikan kelebihan unik dalam dirinya dibalik semua kekurangan yang ada dalam dirinya.

Hari ini apa yang menjadi penghalang bagi Anda untuk maju? Datanglah kepada Elohim dan mintalah kekuatan dari-Nya untuk menaklukan kelemahan itu. Karena setiap orang, Elohim telah karuniakan sebuah berkat yang unik dimana Anda bisa nikmati secara maksimal di dalam Yesus Kristus.

Kekurangan Anda bukanlah kelemahan, itu hanyalah berkat tersembunyi dari Elohim dalam bungkus yang lusuh.

 


↑ Back to Top