Reflections and Inspirations


Hanya Tuhan Yang Menghakimi

 

Dalam Matius 6:22-23, Yesus menggunakan mata sebagai ilustrasi untuk mengajarkan kepada kita supaya memiliki pandangan hidup yang spiritual: “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” Satu kebenaran dalam ajaran Yesus ini adalah: Kita tidak boleh menghakimi motivasi orang lain. Kita harus memeriksa dengan cermat tindakan serta perilaku mereka, tetapi kita tidak boleh menghakimi motivasi mereka – karena hanya Tuhan yang bisa melihat ke dalam hati mereka. Mungkin saja orang melakukan perbuatan yang baik, tetapi dengan motivasi yang buruk. Sebaliknya, bisa saja orang gagal melakukan sebuah tugas padahal motivasinya sangat tulus. Pada waktu kita berdiri di depan Kristus pada hari penghakiman nanti, Ia akan memeriksa semua rahasia hati, dan memberikan pahala sesuai dengan perbuatan kita.

Ilustrasi tentang mata tadi juga mengajarkan sebuah kebenaran yang lain: Kita harus menerapkan kasih dan kelembutan kalau ingin menolong orang lain. Kita harus melayani orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita dengan kepedulian yang penuh kasih dan kelembutan. Kita bisa menyebabkan kerusakan yang lebih besar daripada sebintik noda di mata kalau pendekatan kita terhadap sesama disertai sikap yang tidak sabar dan tanpa kepekaan.

Daripada memeriksa motivasi orang lain, sekarang marilah kita meneliti motivasi dalam hati kita masing-masing. Selalulah berusaha untuk membawa kemuliaan dan kehormatan hanya bagi Tuhan, bukan bagi diri sendiri.


Apakah Islam Agama Teror?

Berbicara Islam berarti berbicara pedang dan perang. Mengapa? Karena begitu banyak referensi ayat dalam Quran yang menuliskan hal itu, diantaranya:

Jadi, saat kamu bertemu (dalam peperangan-Jihad dijalan Allah) mereka yang tidak percaya, penggal leher (mereka) sampai saat kamu membunuh dan melukai  banyak dari mereka, dan ikatkan sebuah ikatan yang kuat (pada mereka, menangkap mereka sebagai tawanan). -Surah 47:4

Hai orang beriman! Perangi semua kafir yang ada di dekatmu, dan biarkan mereka mengalami kekerasan darimu; dan ketahuilah bahwa Allah bersama dengan mereka yang saleh. –Surah 9:123

Dari dua referensi ayat ini kita sebenarnya sudah bisa mengerti bahwa Islam sangat menekankan kekerasan, baik perang dan pembunuhan,sehingga sangat benar kalau Islam sebagai Agama Teroris yang mengajarkan Perang, Jihad, dan Pembuhan. Dan itu sebabnya juga mengapa di dunia Timur Tengah seperti ISIS dianggap sebagai kelompok yang sah mewakili Islam dalam dunia Muslim

Indonesia juga menjadi salah satu negara sasaran empuk kelompok-kelompok radikal seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Jamaah Islamiah, dan lain-lain sehingga banyak Gereja-gereja yang ditutup. Jadi saat benar kalau Islam sebagai Agama Teroris.


Jangan Beri Pipimu Yang Lain!

Islam akan selalu menang kecuali jika kita memeranginya dengan senjatanya sendiri. Anda tidak dapat menghentikan kekerasan dengan memberikan pipi yang satunya lagi. Jika anda ingin menghentikannya, anda harus siap mematahkan tangan yang menampar anda. Memberikan pipi yang satunya lagi hanya akan berhasil terhadap orang-orang yang waras dan tahu diri. Orang yang narsisistik bukanlah orang yang waras. Orang yang waras pun tidak akan menjadi orang yang pertama menampar anda.


Muslim Adalah Kafir

Sebutan kafir yang Muhammad berikan kepada orang-orang yang mencelanya sebenarnya adalah istilah yang sangat menghina. Kata tersebut diterjemahkan secara keliru sebagai orang yang tidak beriman atau tidak percaya. Pada kenyataannya itu adalah ad hominem. Kafir mungkin memiliki akar yang sama dengan kata bahasa Inggeris cover (menutupi). Artinya seseorang yang menutupi (kebenaran). Label ini paling cocok diberikan kepada Muslim, yang selalu melakukan penyensoran? Yang membungkam orang-orang yang mengkritik mereka? Yang melakukan tindak kerusuhan dan protes setiap kali seseorang mempertanyakan kepercayaan mereka? Yang lebih memilih kekerasan daripada berdebat? Muslim adalah kafir; bukan orang-orang yang menolak Islam. Muslimlah yang ingin menutupi kebenaran.


Beberapa Pertanyaan Refleksi Kehidupan

Hidup manusia merupakan proses perenungan yang tiada akhir, apalagi jika dikaitkan dengan hubungan dengan sesama manusia yang lain. Seringkali perbuatan kita membuat orang lain tidak nyaman, atau bisa jadi diri kita sendiripun tidak nyaman dengan apa yang kita perbuat. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat membantu Anda untuk menemukan diri Anda dan bagaimana Anda dapat menghargai kehidupan Anda, dan juga kehidupan orang lain.

  1. Kebaikan sederhana apa yang pernah kamu terima/rasakan yang benar-benar membuatmu terkesan sehingga kamu masih mengingatnya dengan jelas sampai sekarang?
  2. Seandainya kamu diberitahu bahwa besok adalah hari terakhirmu hidup di dunia, bagaimana kamu akan merencanakan hari esokmu? Apa saja yang akan kamu lakukan di hari esok itu?
  3. Seandainya kamu diberi kesempatan untuk meminta maaf pada seseorang dan kamu pasti dimaafkan, kepada siapa kamu akan meminta maaf dan apa yang akan kamu katakan?
  4. Seandainya mesin waktu itu ada dan kamu diberikan hanya satu kesempatan untuk kembali ke masa lalumu dan menyaksikan kembali dirimu di masa lalu, ke momen mana kamu akan pergi?
  5. Seandainya kamu tahu kamu tidak mungkin gagal, hal realistis apa yang akan kamu lakukan?
  6. Seandainya kamu diberi kesempatan untuk bertanya satu pertanyaan dan kamu pasti mendapat jawaban yang tepat, apa pertanyaanmu?
  7. Seandainya kamu bisa bertukar hidup dengan orang lain, dengan siapa kamu mau bertukar hidup? Kenapa?
  8. Seandainya kamu bisa mengubah hidup satu orang secara instan, hidup siapa yang akan kamu ubah dan apa yang akan kamu ubah?
  9. Melihat dirimu hari ini dan 5 tahun yang lalu, sejauh apa perubahan yang kamu rasakan terjadi dalam hidupmu?
  10. Seandainya kamu bisa menyembuhkan sebuah penyakit secara instan, penyakit apa yang akan kamu pilih? Kenapa?
  11. Apa hal yang paling kamu sukai dari keluargamu, sekolahmu, tempat kerjamu?
  12. Siapakah tokoh yang paling kamu kagumi dan menjadi teladanmu? Hal apa yang kamu kagumi darinya?
  13. Pernahkah kamu menangis untuk orang yang tidak kamu kenal? Mengapa? Ceritakan!
  14. Ceritakan tentang pekerjaan ideal menurut pandanganmu!
  15. Pikirkan satu orang teman terdekatmu. Bagaimana kalian dapat menjadi teman dekat?
  16. Ingin dikenang sebagai apakah kamu oleh orang-orang di sekitarmu setelah kamu meninggal nanti?

 


↑ Back to Top