Blog / Asal Mula Kebencian Muslim Terhadap Orang Yahudi

Orang yang narsistik ahli dalam hal pembunuhan karakter. Jika anda menentangnya maka ia akan mengabaikan penalaran anda, alih-alih ia akan menyerang motif anda, kecerdasan anda dan karakter anda. Muhammad menyebut para lawannya “munafik” (Sura 3:167; 4:61, 88:138), orang yang “mempunyai penyakit dalam hati mereka (Sura 5:52; 8:49; 9:125; 22:53; 24:50; 33:12, 32, 60; 47:20-29; 74:31), bisu, tuli dan buta, dan tidak berakal (Sura 2:18; 2:171: 5:71; 6:25-39) “lebih buruk daripada binatang,” (Sura 8:22-55), dan seperti babi, kera dan tikus (Sura 7:166, 2:65, 5:60). Argumen-argumen ini bukan dari Tuhan, dan hanya menyatakan gangguan mental Muhammad.

Muhammad memulai agamanya dalam gaya Yudaisme dan mengklaim bahwa ia datang untuk orang-orang Mekkah dan sekitarnya untuk membawa berita yang sama yang dibawa dan disampaikan para nabi dalam Alkitab kepada orang Israel. Ia memilih Yerusalem sebagai kiblatnya. Ketika ia ditolak oleh orang-orang Mekkah dan datang ke Yathrib, ia mengharapkan orang Yahudi untuk bergabung dan memeluk agamanya. Ibn Ishaq mengatakan, “Rasul memerintahkan orang Yahudi untuk memeluk Islam dan membuatnya menarik bagi mereka”.[1]

Ini tidak membuktikan bahwa Muhammad adalah penulis Quran. Ia membentuk agamanya bergantung situasi. Tetapi pengharapannya untuk menarik hati orang Yahudi segera musnah. Mereka mengatakan bahwa mereka hanya akan mengikuti agama leluhur mereka karena mereka lebih terpelajar daripada Muhammad. Ayat berikut ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap mereka:

Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus".

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu – kalau begitu – termasuk golongan orang-orang yang zalim. (Qs al Baqarah 2:142-145)

Ia mengatakan pada mereka bahwa namanya ada disebutkan dalam Alkitab dan bahwa ia adalah nabi yang mereka nantikan. Tetapi orang Yahudi mengenal Kitab Suci mereka dan menjawab bahwa ia tidak membawa apapun dan bahwa mereka tahu ia bukanlah DIA yang dijanjikan bagi mereka.[2] Ini membuat Muhammad marah dan bersikap kejam terhadap mereka dan ia mulai menghina mereka. Ia menuduh mereka sebagai para pembunuh nabi dan menceritakan kisah-kisah jelek mengenai mereka seperti Tuhan mengubah nenek moyang mereka menjadi babi dan kera. Ini menandai permulaan kebencian kekal dan kekerasan Islam terhadap orang Yahudi.

Para sejarawan Muslim mengklaim bahwa orang Yahudi mengetahui perihal kedatangan seorang nabi Arab dan telah menantikan Muhammad karena apa yang telah mereka baca dalam kitab suci mereka. Namun demikian, ketika Muhammad membuat klaimnya, mereka menolaknya.

Ibn Hisham mengutip seorang Muslim yang menceritakan kisah fiksi berikut ini:

“Abdul’l-Ashhal, keluar rumahnya dan menemui kami pada suatu hari. (Pada waktu itu saya adalah orang yang termuda dalam rumah saya). Ia berbicara mengenai kebangkitan, penghitungan, timbangan, firdaus dan neraka. Ketika ia berbicara mengenai hal-hal ini, para penyembahan berhala berkata, ‘Demi Tuhan! Menurutmu adakah hal-hal sedemikian, dimana orang dibangkitkan dari kematian ke tempat yang ada taman dan api, dan mereka akan mendapatkan upah dari perbuatan-perbuatan mereka?’ Ia berkata, ‘Ya. Dan demi dia yang manusia bersumpah demi namanya, dia akan berharap ia akan berada dalam oven terbesar dalam rumahnya daripada berada dalam api [neraka] itu: mereka akan memanaskannya dan melemparkannya ke dalam api itu dan memplesternya agar ia tidak dapat keluar dari situ keesokan hari’. Ketika mereka meminta tanda akan hal tersebut, ia berkata sambil menunjuk ke Mekkah dan Yaman, ‘Seorang nabi akan diutus dari [arah] negeri ini’. Ketika mereka bertanya kapan ia akan muncul, ia melihat kepadaku, orang yang termuda, dan berkata: ‘Anak ini, jika ia menjalani hidupnya, [ia] akan melihatnya’, dan demi Allah, sehari semalam tidak akan berlalu sebelum Allah mengutus Muhammad rasul-Nya dan ia tinggal di antara kita. Kami percaya padanya, tetapi ia menyangkalinya dalam kejahatan dan kedengkiannya. Ketika kami bertanya, ‘Bukankah engkau yang mengatakan hal-hal ini?’  Ia berkata, ‘Tentu saja, tetapi bukan dia orangnya’”.[3]

Kisah-kisah seperti ini banyak terdapat dalam literatur Islam dan masih populer hingga hari ini. Tujuannya adalah untuk menghina orang Yahudi. Menurut kisah-kisah ini, orang Yahudi mengenal Muhammad tetapi menyangkalinya dengan kedengkian dan kejahatan dalam hati mereka. Orang Muslim memercayai kisah-kisah ini dan oleh karena itu mereka membenci orang Yahudi. Inilah teknik yang digunakan Hitler untuk menghina orang Yahudi. Dalam Mein Kampf ia menulis, “Orang Yahudi adalah wabah spiritual – terinfeksi oleh penyakit yang lebih buruk daripada Wabah Hitam. Mereka adalah racun moral dan spiritual, pembawa kuman jenis terburuk, menginfriksi pemikiran dunia”.[4]

Quran dan literatur Islam lainnya dipenuhi oleh hinaan seperti itu tentang orang Yahudi. Berikut ini beberapa contohnya:

  • (Yahudi) menjadi kera hina, untuk menjadi contoh bagi orang-orang sejaman dengan mereka dan generasi mereka yang akan datang. (Sura 2:65-66)
  • Orang Yahudi mengingkari perjanjian mereka dan membuang kitab Allah di belakang mereka. (Sura 2:100)
  • Sekelompok orang Yahudi mengambil beberapa kata keluar konteks dan membengkokkan lidah mereka untuk mengolok-olok agama yang benar. (Sura 4:46)
  • Mereka senang mendengar kepalsuan, memakan yang diharamkan; mereka rakus akan keuntungan haram! (Sura 5:44)
  • Mereka (orang Yahudi) berjuang untuk membuat kesesatan/kejahatan di bumi. (Sura 5:64)
  • (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong .... Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. (Sura 5:41)
  • Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. (Sura 5:42)
  • Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Sura 5:51)
  • Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. (Sura 5:64)
  • Orang-orang musyrikin itu  ... kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. (Sura 5:81)   
  • Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah."... Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (Sura 9:30)
  • Orang Yahudi adalah bangsa pendusta ... mereka orang-orang yang licik, pembohong dan jahat.[5]

Kisah mengenai Abdul-Ashhal jelas sekali palsu. Orang Yahudi mula-mula tidak mengenal konsep neraka. Neraka yang digambarkan dalam kisah di atas merupakan ajaran Islam. Konsep hidup sesudah mati bagi Yudaisme diperkenalkan kemudian, kemungkinan besar dari Zoroastrianisme. Gahanna bukanlah neraka, tetapi sebenarnya adalah kuburan dan kemudian menjadi semacam purgatori (api penyucian) dimana orang dimurnikan dan durasi maksimum bagi seorang pendosa disana adalah 12 bulan. Dan sudah tentu dalam Perjanjian Lama tidak ada petunjuk sama sekali mengenai munculnya seorang nabi dari Arab atau Mekkah. Orang Yahudi yang pertama diklaim memeluk Islam adalah Abdullah ibn Salam. Dikisahkan bahwa ia adalah seorang rabbi terpelajar dan ketika ia mempelajari tentang Muhammad, ia tahu melalui deskripsinya, nama dan waktu kemunculannya bahwa ia adalah yang dijanjikan bagi orang Yahudi. Tidak ada referensi mengenai Muhammad dalam Alkitab.

Ibn Ishaq menceritakan kisah yang fantastis mengenai rabbi tersebut. Ia mengatakan ibn Salam menemui Muhammad dan setelah memeluk Islam ia berkata kepadanya, “Orang Yahudi adalah bangsa pendusta”. Untuk menjelaskan perkataannya ia meminta Muhammad untuk mengundang orang Yahudi dan menanyai mereka sementara ia menyembunyikan dirinya di kamar sebelah. Orang Yahudi memujinya dan berkata, “Dialah pemimpin kami, dan putra dari pemimpin kami; rabbi kami dan cendekiawan kami”. Kemudian ia keluar dari persembunyiannya dan mengatakan bahwa ia telah memeluk Islam dan orang Yahudi menuduhnya berdusta dan mengoloknya. Kisah ini diceritakan untuk membuktikan bahwa secara keseluruhan orang Yahudi adalah “kaum yang licik, pendusta dan jahat”. Tuduhan ini berasal dari orang-orang yang dasar keyakinan mereka adalah dusta. Kita telah melihat banyak kebohongan dalam Sira.

Kisah lainnya yang diceritakan dalam Sira adalah mengenai seorang bernama Mukhayriq. Diceritakan bahwa ia juga adalah seorang rabbi yang terpelajar dan seorang yang kaya. Dikatakan bahwa ia mengakui Muhammad dengan mencocokkan deskripsinya dengan apa yang terdapat dalam kitab suci. Ibn Ishaq mengatakan ia turut serta dalam perang Uhud dimana ia terbunuh dan meninggalkan propertinya untuk Muhammad. Kemungkinan besar orang-orang itu eksis, karena walau faktanya Muhammad selalu mengutuk orang Yahudi, menuduh mereka membengkokkan lidah dan menghina agamanya, ia membuat perkecualian bagi beberapa orang Yahudi (Sura 4:46).

Namun demikian, sama sekali tidak ada referensi mengenai Muhammad di dalam Alkitab. Orang Muslim berpendapat bahwa kitab itu telah dipalsukan. Tetapi jika kedua rabbi itu telah menemukan deskripsi mengenai Muhammad dalam kitab suci mereka, maka semestinya itu tidak dipalsukan setidaknya hingga jaman Muhammad. Sampai pada jaman itu, ada ribuan salinan Alkitab yang telah tersebar di seluruh Eropa, Afrika dan Timur Tengah, kebanyakan diterjemahkan oleh para misionaris Kristen ke dalam beberapa bahasa. Mungkinkah semua orang Yahudi dan semua sekte Kristen, yang saling tidak menyukai satu sama lain dan tidak berbicara terhadap satu sama lain, dari seluruh dunia, berkumpul bersama dan sepakat untuk memalsukan kitab suci mereka untuk menghapus nama Muhammad? Dan mengapa mereka mau melakukan hal semacam itu? Jika orang-orang ini percaya pada kitab suci mereka, bukankah lebih logis jika berasumsi bahwa mereka mau memeluk Islam? Menurut orang Muslim, semua orang tahu bahwa Islam itu benar. Alasan mereka menolaknya adalah karena sakit dalam hati mereka. Inilah yang dikatakan Muhammad mengenai para penolaknya dan orang Muslim tidak mempunyai pilihan lain selain memercayainya. Tidaklah cocok bagi orang yang rasional untuk menyakini kepercayaan aneh ini. Keseluruhan pengakuan iman Islam didasari atas kepalsuan seperti ini. Ada manuskrip-manuskrip Ibrani termasuk Gulungan Laut Mati yang bertanggal abad ke-2 Sebelum Masehi. Catatan tertua teks selengkapnya dalam terjemahan Yunani disebut Septuaginta, bertanggal abad 4 M. Para arkeolog telah menemukan sekitar 5.500 manuskrip Perjanjian Baru, dalam bagian-bagian maupun kitab yang lengkap. Tidak satupun manuskrip itu yang mengandung referensi mengenai Muhammad. Bagi orang Muslim berdusta bagi agama mereka adalah praktik yang suci. Agama ini sepenuhnya didasarkan atas dusta.

Pengakuan Safiyah, istri Yahudi Muhammad, yang ayah, paman dan suaminya dipenggal Muhammad, menegaskan pemikiran Islam yang aneh ini. Ia mengatakan, “Aku adalah anak kesayangan bapaku dan pamanku Abu Yasir. Bila aku hadir, mereka tidak lagi memerhatikan anak-anak mereka yang lain. Ketika rasul tinggal di Quba, keduanya menemuinya dan tidak kembali hingga malam hari, letih, kusut, dan gemetaran. Aku pergi menemui mereka dengan sukacita seperti biasanya, dan mereka sangat tenggelam dalam kesedihan hingga mereka tidak memerhatikan aku. Aku mendengar pamanku berkata pada ayahku, ‘Apakah dia orangnya? Apakah engkau mengenalinya dan apakah kau yakin?’ ‘Ya!’, kata ayahku. ‘Dan bagaimana perasaan kita terhadapnya?’ pamanku bertanya. ‘Demi Tuhan aku akan menjadi musuhnya selama aku hidup’ ujar ayahku”.

Siapakah selain orang Muslim yang percaya kepada kisah ini? Mungkinkah orang mengakui seseorang sebagai yang dijanjikan dalam agamanya dan memutuskan untuk menentangnya? Mengapa orang waras harus memercayai omong kosong ini? Itu karena Muhammad adalah seorang yang narsistik dan orang yang demikian percaya bahwa siapapun yang menentangnya melakukan hal itu karena ia jahat. Orang yang narsistik tidak dapat menerima bahwa mungkin alasan ketidaksetujuan orang lain dengannya adalah karena cerita-ceritanya tidak meyakinkan. Cara berpikir narsistik dapat ditemukan di seluruh Quran.

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Sura 2:10)

Orang yang narsistik ahli dalam hal pembunuhan karakter. Jika anda menentangnya maka ia akan mengabaikan penalaran anda, alih-alih ia akan menyerang motif anda, kecerdasan anda dan karakter anda. Muhammad menyebut para lawannya “munafik” (Sura 3:167; 4:61, 88:138), orang yang “mempunyai penyakit dalam hati mereka (Sura 5:52; 8:49; 9:125; 22:53; 24:50; 33:12, 32, 60; 47:20-29; 74:31), bisu, tuli dan buta, dan tidak berakal (Sura 2:18; 2:171: 5:71; 6:25-39) “lebih buruk daripada binatang,” (Sura 8:22-55), dan seperti babi, kera dan tikus (Sura 7:166, 2:65, 5:60). Argumen-argumen ini dibawah Tuhan, dan hanya menyatakan gangguan mental Muhammad.

Kebencian terhadap orang Yahudi sangat tertanam dalam diri orang Muslim sehingga persahabatan dengan mereka dianggap sebagai murtad dan pengkhianatan. Ibn Ishaq mengatakan seorang bernama al-Dahhak ibn Thabit dicurigai sebagai munafik dan mengasihi orang Yahudi. Hassan ibn Thabit, seorang penyair Muslim dari Medinah bercerita mengenai dia.

Siapakah yang akan mengatakan pada al-Dahhak bahwa urat-uratnya tidak dapat dimuliakan dalam Islam?

Apakah kamu mengasihi orang Yahudi dari al-Hijaz dan agama mereka?

Agama mereka tidak akan menyamai agama kita, selama orang mengembara di gurun terbuka. 

Beberapa orang Yahudi bertemu orang Muslim dalam kegiatan-kegiatan antar agama karena mereka berpikir mereka dapat mengadakan persahabatan dengan mereka, untuk menjembatani jurang ketidakpercayaan dan membuat ikatan persahabatan yang baru. Orang Muslim mengambil kesempatan dari ketidaktahuan ini dan mengenakan topeng keramahan. Ini hanyalah taqiyyah. Seorang Muslim sejati tidak dapat mengasihi orang Yahudi. Muhammad dengan tegas melarang orang Muslim berteman dengan orang Yahudi dan Kristen. Ia berkata mereka adalah teman bagi satu sama lain dan orang yang berteman dengan mereka tidak lagi Muslim, melainkan salah satu dari mereka, seorang pendosa yang tidak ingin Allah tuntun, dan mereka adalah pecundang (Sura 5: 51,53)..  ....

Ia mengutuki orang Yahudi karena ketidakpercayaan mereka (Sura 4:46),dan mengatakan bahwa mereka adalah pelaku kejahatan (Sura 4:160), menuduh mereka mengubah kitab suci mereka dan mendengarkan kepalsuan (Sura 4:46). Ia mengatakan bahwa Allah telah menghukum mereka karena dosa mereka dan bahwa dalam dunia ini mereka akan mengalami kehinaan, dan di akhirat siksa yang berat (Sura 5:41).

Dalam keadaan paranoid dan sambil mengobarkan ketidakpercayaan ia mengatakan orang Yahudi adalah orang yang paling kejam terhadap orang Muslim (Sura 5:82).. Dan dengan keliru menuduh mereka mengatakan bahwa tangan Tuhan tertahan dan menyebarkan kepalsuan. Ia mengatakan Allah telah menyebarkan permusuhan dan kebencian di antara para pengikutnya dengan orang Yahudi hingga hari Kebangkitan (Sura 5:64). 

Ibn Ishaq menulis,

“Beberapa orang Muslim tetap bersahabat dengan orang Yahudi karena ikatan saling melindungi dan sekutu yang telah ada di antara mereka, maka Allah menurunkan wahyu mengenai mereka dan melarang mereka untuk menjadi sahabat akrab: “Wahai kamu yang beriman, janganlah memilih orang di luar komunitasmu untuk menjadi teman akrab. Mereka akan merusak kamu dan merindukan reruntuhanmu. Dari mulut mereka kebencian sudah menunjukkan dirinya dan apa yang disembunyikan dada mereka lebih besar lagi ... Kamu mengasihi mereka tapi mereka tidak mengasihimu dan kamu percaya pada kitab mereka ... sedangkan mereka menyangkali kitabmu, agar kamu lebih berhak membenci mereka daripada mereka membenci kamu ”.[6]

Inilah alasan tidak pernah akan ada damai diantara orang Muslim dengan orang Yahudi. Kebencian terhadap orang Yahudi adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam Islam. Faktanya adalah tidak akan pernah ada damai antara orang Muslim dengan siapapun. Apa yang berlaku terhadap orang Yahudi berlaku juga dengan orang beragama lain dan orang yang tidak beragama. Anda dapat mengorbankan hidup anda bagi seorang Muslim tetapi kebenciannya kepada anda tidak akan hilang. Ia tidak punya pilihan lain. Selama orang Muslim percaya kepada Quran maka hatinya akan dipenuhi dengan kebencian kepada non Muslim.

Ada doktrin dalam Islam yang disebut Wala wal Bara. Menurut doktrin ini orang Muslim wajib membenci orang non Muslim dan segala sesuatu yang tidak islami, dan mengasihi orang Muslim dan segala sesuatu yang islami, demi Allah. Sebuah pencaharian di internet mengenai topik ini akan menjelaskan natur sejati Islam.



[1] Ibn Ishaq. 259

[2]Ibn Ishaq. 257

[3] Ibn Hisham 81

[4]Mein Kamph 76

[5] Ibn Ishaq 240

[6] Ibn Ishaq. 262


Add a Comment
| 33
Ex-Mualaf
Reply| 20 Sep 2014 08:12:18
@muslim sejati,

anda mempersoalkan QS 2:230 plus Hadis Nabi?

Sebetulnya, Anda mempermasalahkan apa?
Anda tidak rela bhw ex-istrimu dikawini orang lain? Dicicipi vaginanya?
Ketahuilah bhw sesaat setelah dia jadi ex-istri, maka anda tak berhak apapun atasnya. Kok bisa tak rela?

Allahmu sendiri yang bikin hukum konyol spt itu, sehingga mempersulit rekonsiliasi kawin ulang yang harus ditenggarai oleh seorang setan-Muhallil yang dilaknati Muhammad sbg “domba sewaan”. Tapi andapun dilaknatinya sebagai setan lain “Muhallal Lah“ oleh Nabi atas nama Allah. (HR Ibnu Majah).
Padahal Allah sendiri tidak melaknat siapapun kecuali MENGHARUSKAN Muhallil mencicipi vagina ex-istri anda!
BETAPA KONYOLNYA ALLAH-MU DAN MUHAMMAD-MU!
Alhayat SAg, MAg
Reply| 19 Sep 2014 21:27:19
Kami mengerti komentar2 nonmuslim disini sangat terarah, sehingga saya belum bisa menjawab dgn baik dan benar. Bahkan apabila kawan2 nonmuslim menyodorkan ayat2 quran dan hadis sahih yang mendukung kebenaran argumen kalian, saya spt mati kutu. Karena semua itu memang benar adanya. Tapi biar bagaimanapun juga saya tetap islam sekalipun itu harus masuk ke neraka. Saya akan tetap berusaha melawannya dgn pedang muhamad, yg saya sendiri memang tahu bhw dia saat ini sudah di neraka. Saya cuma bisa berharap moga-moga A u woh SWT bakalan lupa memasukkan saya ke neraka spy bisa selamat..! Itu saja dulu harapan saya...!!!
ikben
Reply| 19 Sep 2014 19:44:07
@muslim sejati, saya terlahir sebagai pengikut ajaran Yesus, tetapi saya berkeinginan menanggapi pertanyaan bung muslim sejati, semoga anda berkenan.

Dalam pengertian saya, BENAR anda akan melanggar hukum allah bila tidak meluaskan istri anda yang telah anda ceraikan menikah terlebih dahulu dengan pria lain, baru kemudian kembali rujuk dengan anda. Ini sudah jelas dan tidak bisa anda ganggu gugat sesuai Sura al-Baqara 2:230, terkecuali:

1. Hati nurani anda masih berfungsi normal dan benar.
Secara umum, tidaklah normal untuk rujuk kepada kekasih kita (suami/istri) dimana terlebih dahulu mengharuskan kekasih kita menikah dengan pihak ketiga dahulu, baru dapat kembali bersama.
Apakah menurut anda, pernikahan yang terlebih dahulu dilakukan kekasih kita dengan pihak ketiga dapat dikatakan pernikahan yang sakral. Saya meng-kategori-kan bahwa pernikahan tersebut sebagai "perzinahan" yang dibungkus dengan "pernikahan" yang bersifat sesaat.

2. Allah adalah MahaKasih. Percayakah anda bahwa kasih mengalahkan segalanya ?.
Anda hanya berdosa saat anda melanggar perintah Allah, dan Allah mengetahui bahwa anda tidak luput dari dosa. Bila selama ini anda tidak mengerti bahwa perceraian dibenci oleh Allah tetapi terjadi dalam kehidupan anda, tentu Allah mengetahuinya.
Apakah Allah yang adalah Kasih akan memberlakukan persyaratan sebagaimana tertulis dalam Sura al-Baqara 2:230 ?. Bukankah justru anda kembali rujuk dikarenakan adanya rasa cinta (kasih) anda kepada istri anda?. Bukankah seharusnya allah turut bersukacita sebab ternyata anda menyadari bahwa pada waktu lalu anda telah salah melangkah dan sekarang ingin memperbaikinya alias bertobat dan rujuk kembali ?.
Pertanyaan saya: Menurut anda "pantaskah allah anda membuat persyaratan demikian bila memang anda percaya bahwa allah anda adalah MahaKasih ?. "
Alhayat SAg, MAg
Reply| 19 Sep 2014 18:30:58
@Tama
Kwote:
coba anda baca Yohanes 1: 1 pada mulanya Firman, Firman itu bersama sama dengan Allah & Firman itu (Yesus Kristus adalah Allah.....Pengertian anak di sini bukan anak secara biologis/ hubungan suami istri/ sexual.

Aku jawab:
Anda jangan OOT, kami sedang membahas tentang Islam (titik)..!
Jangan suka berstandar ganda taukkk..!

Itulah kalau kamu hanya mengandalkan lojik-lojik semata.
Pertanyaan-pertanyaan kamu mudah sekali dijawab.
Sekarang ini aku dosen. Tahun depan aku merencanakan membuka toko kelontong. Bila kamu memerlukan pipa paralon bisa datang ke tokoku.
Jidatku sempat berwarna pink, sekarang sudah orange kehitaman.
Boleh tau nomor hape mu pak Tama?
Alhayat SAg, MAg
Reply| 19 Sep 2014 17:24:27
@All

Agar Lebih Jelas Tentang Agamaku Yang sangat Kami Cintai Dan Puji-puji ini.

=NABIKU MUHAMMAD PEMBUAT ULAH PERTAMA DI MADINAH=

Seperti halnya di Mekkah, pembuat onar pertama kali adalah Nabiku (mencaci-maki agama Quraish), di Medinah pun pembuat onar pertama juga Nabiku, Muhammad SAW.

Nabiku itu ibarat "KANKER". Di manapun dia tinggal, selalu akan membawa masalah bagi orang di sekitarnya.

Sebelum Nabiku diizinkan tinggal di Medinah, beliau telah bersepakat dengan orang-orang Yahudi melalui PIAGAM MEDINAH bahwa pihak tuan rumah (penduduk Yahudi dan Anshar) maupun pihak imigran (Muhammad dan kaum Muhajirin) untuk saling menjaga dan menghormati agama masing-masing, di mana Yahudi dengan agama Yahudinya dan Muslim dengan agamanya tak boleh saling mengganggu. Tetapi apa yang Nabiku lakukan setelah beberapa bulan menetap di sana? Beliau bertingkah, dan tingkahnya itu tak jauh berbeda seperti sewaktu beliau di Mekkah.

Kutipan-kutipan berikut cuma sebagian contoh saja dari ULAH NABIKU yang membuat orang Yahudi tersinggung:

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 513
Rasulullah SAW mengajak orang-orang Yahudi kepada Islam (yaitu mengajak beriman kepadanya sebagai nabi yang dijanjikan), dan memperingatkan mereka dari siksa Allah dan hukuman-Nya (kalau mereka tidak mau beriman kepada Muhammad). Rafi' bin Kharijah dan Malik bin Auf berkata kepada beliau, "Hai Muhammad, kami hanya mengikuti apa yang kami dapatkan dari nenek moyang kami, karena mereka lebih tahu dan lebih baik daripada kami." Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan keduanya tersebut, Surat Al-Baqarah ayat 170: Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?"

bersambung.....
Alhayat SAg, MAg
Reply| 19 Sep 2014 17:24:23
sambungan.....

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman506
Ibnu Ishaq berkata, Ketika Rasulullah SAW telah diutus, dan beliau menyebutkan kepada mereka (kaum Yahudi) perjanjian yang telah diambil Allah dari mereka (yaitu bahwa mereka harus beriman kepada Muhammad), Malik bin Adz Dzaif berkata, "Demi Allah, kita tidak pernah diberi perjanjian untuk beriman kepada Muhammad, dan kita tidak pernah dimintai perjanjian tentang dia. "Allah Ta'ala menurunkan ayat Alquran tentang Malik bin Adz-Dzaif, Surat Al-Baqarah ayat 100: "Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman."

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman514
Ibnu Ishaq berkata, sesudah Allah menimpakan hukuman kepada orang-orang Quraisy di perang Badar, Rasulullah SAW mengumpulkan orang-orang Yahudi di pasar bani Qainuqa' setibanya beliau di Madinah. Beliau berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Yahudi, masuk Islam-lah kalian (yaitu mengakui kerasulan Muhammad) sebelum Allah menimpakan hukuman seperti yang telah Dia timpakan kepada orang-orang Quraisy."

Orang-orang Yahudi berkata kepada Rasulullah SAW, "Hai Muhammad, engkau jangan tertipu oleh dirimu sendiri. Engkau hanya membunuh beberapa orang dari Quraisy yang buta dan tidak mengetahui seluk-beluk perang. Demi Allah, jika engkau memerangi kami, engkau akan tahu bahwa kami orang hebat, dan engkau tidak pernah melihat orang-orang seperti kami." Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut, Surat Ali-Imran ayat 12-13: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya." Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.
bersambung.....
Alhayat SAg, MAg
Reply| 19 Sep 2014 17:24:18
sambungan.....

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 523
Ibnu Ishaq berkata, pada suatu hari Abu Bakar memasuki Baitul Midras dan melihat banyak sekali orang-orang Yahudi di sana sedang berkumpul di salah seorang dari mereka yang bernama Finhas; ulama dan rahib mereka. Finhas ketika itu ditemani rahib Yahudi yang lain yang bernama Asya'. Abu Bakar berkata kepada Finhas, "Celaka engkau wahai Finhas, bertakwalah engkau kepada Allah dan masuk Islamlah! Demi Allah, engkau telah mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Beliau datang kepada kalian dengan membawa kebenaran dari sisi Allah, dan kalian mendapati nama beliau tertulis di Taurat dan Injil."

Perbuatan Nabiku Muhammad SAW dan pengikutnya itu jelas-jelas MERUPAKAN PELECEHAN terhadap TUAN RUMAH yang telah mengizinkan beliau dan pengikutnya tinggal di sana.

Padahal Nabiku sudah sepakat untuk tidak mengobok-obok keimanan mereka sebagaimana tertuang dalam PIAGAM MEDINAH.

Masihkah kalian kafir menganggap dan memandang sosok Nabiku Muhammad sebagai sosok berwatak perusuh?

Itulah kalau kalian hanya mengandalkan lojik-lojik semata.
Sekarang ini aku dosen. Tahun depan aku merencanakan membuka toko kelontong. Bila kalian memerlukan pipa paralon bisa datang ke tokoku.
Jidatku sempat berwarna pink, sekarang sudah orange kehitaman.
Boleh tau nomor hape kalian semua?


Akhirul kalam
wabillahi taufiq wal hidayah
wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Alhayat SAg, MAg
Reply| 19 Sep 2014 16:23:58
Aku Alhayat, sesuai ajaran agamaku aku ditugaskan untuk mengacau ruang diskusi ini. Dengan maksud agar kalian menghentikan segala debat kusir yang menjelek-jelekan islam dan juga nabiku. Sebab bila kalian menghina nabi suciku yang kuagung-agungkan dan kusembah, itu sama halnya kalian menghinaku. Biarpun ajaranku sala h menurut kalian, tapi tidak menurut A u wo ku dan muhamad. Itu sebabnya aku harus mengacau demi terhentinya situs kafir nonmuslim ini. Bukankah aku juga sama dengan nama muhamad..? Dia sdh menikmati 72 bidadari, aku belum tauuukkk...!
Sitikhadijah
Reply| 19 Sep 2014 13:55:10
TANTANGAN KEPADA MUSLIM & BARACK OBAMA,
http://buktidansaksi.com/Medias
muslim sejati
Reply| 19 Sep 2014 13:19:43
ada yang saya mau tanyakan dengan ayat dalam alquran ini ?

Quran Sura al-Baqara 2:230 yang berkata,

Kemudian jika si suami mentalaknya (tambahan penterjemah : sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.

فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يَتَرَاجَعَا إِنْ ظَنَّا أَنْ يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

dan

قال ابو المصعب مسرح هو ابن عاهان قال عقبة بن عامر : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ألا أخبركم بالتيس المستعار؟ قالوا بلى يا رسول الله. قال : هو المحلل, لعن الله المحلل والمحلل له”.

Nabi bersabda: “Maukah aku beritahukan “domba sewaan”? Para sahabat menjawab: “ya, kami mau”. Nabi mengatakan ia (domba sewaan) itu adalah Muhallil. Allah melaknat Muhallil dan Muhallal Lah“. (HR Ibnu Majah)

terus terang saya dan istri saya sudah pisah, tapi saya tidak rela kalau istri saya harus kawin dengan laki-laki lain dulu supaya kami bisa rujuk kembali. saya merasa serba salah menjalankan hukum syariah agama ini dengan hati terpaksa atau sama sekali tidak mau mengikutinya. mohon bimbingan para saudara mantan muslim yang paham betul akan masalah ini di forum ini. terimakasih
muslim sejati
Reply| 19 Sep 2014 12:57:58
tanggapan buat saudara margono :
apakah dulu saudara muslim ? mengapa murtad ?
saya akui memang dalam alquran banyak bertebaran ayat ayat kebencian terhadap yahudi nasrani dan golongan diluar yahudi dan nasrani yang dituduh kafir najis haram musyrik syirik. saya juga berpikir bagaimana dengan yahudi muslim ? ternyata auwloh juga tetap membenci mereka menuduh semua orang dalam bangsa yahudi sebagai kaum yang berpenyakit punya dengki dan iri hati terhadap muslim padahal faktanya banyak dokter dokter dan perawat perawat yahudi yang dengan sukarela demi kemanusiaan pergi ke syam (negeri syriah sekarang ini) saat rezim bassar al ashad yang muslim membantai rakyatnya yang muslim juga. mereka kesana tidak membawa syiar agama hanya menolong rakyat syam yang mayoritas muslim yang menjadi korban perang dari penguasanya yang muslim juga. dan di negara yahudi yang menurut quran permusuhannya paling keras terhadap muslim ternyata kaum muslim pun boleh bebas beribadah kepada allah terbukti dengan adanya bangunan mesjid megah di tanah palestina. sedangkan di arab saudi bangunan tempat ibadah umat non muslim khususnya di mekkah medinah riyadh tidak boleh ada sama sekali. bahkan di tanah palestina saat ini semua orang dengan bermacam macam warna kulit bisa hidup dengan damai dan tenang di tanah palestina bisa mencari nafkah dengan tenang dan 20 % anggota parlemen knesset (parlemen negara yahudi ) adalah orang orang arab palestine sendiri. suatu hal yang mustahil di negara muslim mempunyai wakil rakyat non muslim sampai persentase 20% dari total 100 % wakil rakyat di parlemen negara muslim tersebut. bahkan auwloh pun bebas memberi petunjuk dan menyesatkan siapapun yang auwloh kehendaki untuk disesatkan atau diberi petunjuk oleh auwloh.
Allah menyesatkansiapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (QS.14:4).
Tama
Reply| 19 Sep 2014 12:35:08
@ Alhayat budak Alloh wts
Sebetulnya aku ingin kalian semua mengikuti jejakku sebagai muslim. Mengapa?
Karena banyak manfaatnya, diantaranya :
-bisa meneror non muslim untuk takluk dan mengikuti kemauan muslim? Kami Non Muslim tdk akan pernah takut dengan pedang-Mu.
-bisa membuat non muslim meninggalkan kepercayaannya yang palsu?
Kami Non Muslim tidak pernah meninggalkan keyakinan kami.Islam agama yg di dasarkan atas kepalsuan.
-bisa menjadikan negara ini sebagai negara Islam nomor 1 di dunia?
Nomor 1 di dunia dalam kasus korupsi, menteri agama doyan korupsi.
-bisa mengancam, memeras bahkan melarang nonmuslim beribadah,
Kami Non Muslim tidak takut dgn ancaman anda, kalau berani buktikan jangan cuma nulis doang anak SD juga bisa.
-yang lebih penting lagi adalah : kami boleh memperkosa, menjarah, membunuh bahkan kami mendapat upah besar syahwat yaitu boleh menggagahi bidadari-bidadari perawan cantik untuk menjadi hidangan kami siang malam di surga kelak.
Kami Non Muslim tidak percaya Mitos/ akal bulus Muhammad...menggagahi 72 Bidadari di surga... Bull Shit
Merampok, menjarah, memperkosa, menculik, memenggal kepala Non Muslim adalah Halal asal berguna bagi Jihad/ membela agama Alloh wts/ asal berguna bagi Islam.
Tama
Reply| 19 Sep 2014 12:10:42
@ Alhayat budak Muhammad
Nasrani menolak mengakui Muhammad sebagai nabi, malahan mengakui Yesus sebagai anak Tuhan. Masa Tuhan beranak,.....? Yesus kristus adalah Firman Allah yg menjadi manusia. Firman itu adalah Pencipta bukan ciptaan, coba anda baca Yohanes 1: 1 pada mulanya Firman, Firman itu bersama sama dengan Allah & Firman itu (Yesus Kristus adalah Allah.....Pengertian anak di sini bukan anak secara biologis/ hubungan suami istri/ sexual.
Muslim, sholat kiblatnya ke arah berhala/ benda mati/ Kubus segi empat/ Kabah di Mekah/ di hadapan Batu Hitam (Hajar Aswad) Ya Alloh aku datang memenuhi panggilan-Mu batu di bilang Alloh swt dasar Muslim sesat. Lafaz Alloh swt/ Bulan sabit Hilal lambang kekafiran Dewa Bulan Sabit Hilal bangsa Arab Barbar.
Alhayat SAg, MAg
Reply| 19 Sep 2014 12:08:34
@KAPOKJADIMUSLIM
Kwote:
WAH, ALhAYAT BERTOBAT?
SEPERTI SAYA?
------------------------------------
Ngacooo..ahh..!
Aku Alhayat bukannya bertobat.., tapi aku itu bertobat jadi Alhayattt.. taukkk? Capee.. deh!
Alhayat SAg, MAg
Reply| 19 Sep 2014 11:21:17
Sebetulnya aku ingin kalian semua mengikuti jejakku sebagai muslim. Mengapa?
Karena banyak manfaatnya, diantaranya :
-bisa meneror non muslim untuk takluk dan mengikuti kemauan muslim,
-bisa membuat non muslim meninggalkan kepercayaannya yang palsu,
-bisa menjadikan negara ini sebagai negara Islam nomor 1 di dunia,
-bisa mengancam, memeras bahkan melarang nonmuslim beribadah,
-yang lebih penting lagi adalah : kami boleh memperkosa, menjarah, membunuh bahkan kami mendapat upah besar syahwat yaitu boleh menggagahi bidadari-bidadari perawan cantik untuk menjadi hidangan kami siang malam di surga kelak.
Semua ini nggak bisa di dapat kalau kami adalah non muslim.
Itulah kalau kalian hanya mengandalkan lojik-lojik semata. Boleh tahu nomor hape kalian semua? Bersiaplah kami bantai....seperti ISIS...!
KAPOKJADIMUSLIM
Reply| 19 Sep 2014 09:28:20
@Alhayat SAg, MAg,

WAH, ALhAYAT BERTOBAT?
ALHAMDULILLAH,
IA KAPOK JADI MUSLIM,
SEPERTI SAYA?
Ex-Mualaf
Reply| 19 Sep 2014 09:19:47
MUSLIM BERMUKA DUA MENGHADAPI ISIS:
"PERANG TERHADAP ISIS BUKANLAH PERANG KAMI",

Middle East analyst Khaled Abu Toameh writing for the Gatestone Institute said that most reactions from Arab Muslims on joining the US led coalition against the ISIS was that, “This is not our war and we should not be fighting it.”
YA, TIDAK USAH HERAN, KARENA ISIS JUSTRU ADALAH ISLAM KAFFAH!
Alhayat SAg, MAg
Reply| 19 Sep 2014 04:53:38
Alquran memang kitab setan, isinya cuma peperangan, kebencian, teror, fitnah, hasut sana-hasut sini, caci-maki, dendam, kutuk, perzinahan, perampokan, pemerkosaan, bom sana-bom sin, entot sana- entot sini....tak ada sedikitpun yang harus diteladani.... mari bersama kita hancurkan ajaran biadab yang sangat tidak berperikemanusiaan ini.....Alquran Kitab Penganut Jalan Setan.....lihat saja kelakuan muslim yang paling taat....pasti hasilnya Teror dan Bunuh Diri...!!!!
Alhayat SAg, MAg
Reply| 18 Sep 2014 22:10:13
@All
Asal Mula Kebencian Muslim Terhadap Orang Yahudi

Doktrin Wala wal Bara merupakan natur sejati Islam kami tercinta, yaitu KAMI MUSLIMIN WAJIB MENYANDANG KEBENCIAN SEMPURNA YANG ISLAMI.
Kami muslimin berlimpah akan rasa kebencian Islami ini, hingga tumpah ruah menimpahi kalian semua [Yahudi, Nasrani dan semua kafir tanpa kecuali].
Yahudi menolak Nabi kami. Itu karena mereka lebih terpelajar daripada Nabi dan mengikuti agama leluhur mereka.
Nasrani menolak mengakui Muhammad sebagai nabi, malahan mengakui Yesus sebagai anak Tuhan. Masa Tuhan beranak, kapan Tuhan menikah?
Kafir yang lain, kerjaannya hanya menyembah berhala, seperti patung-patung, pohon-pohonan, bintang-bintang dll.

Menyembah Batu Hajar Aswat, nahhh...... ini baru Islami.
LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK.

Bagiku Islam adalah agama tertinggi. Itulah mengapa Tuhan menciptakan NERAKA khusus untuk Kami Muslimin. Laksana membalas semua kebaikan Tuhan, kami banyak melakukan jihad, suka bunuh kafir dan doyan bakar gereja, supaya mendapat anugerah NERAKA.

Qs 20:74
“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam”.
Qs.2:81
Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”.
Qs19:71
"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

Itulah kalau kalian hanya mengandalkan lojik-lojik semata.
Boleh tau nomor hape kalian semua?
SIMPLICITY
Reply| 18 Sep 2014 21:07:53
KOK DULUNYA MUSUHAN DG YAHUDI DAN MEMUJI NASRANI, TAPI BELAKANGAN MUSUHAN SEMUA, SEPERTI LAYAKNYA ISIS?

QS.5:82 Sesungguhnyakamudapati orang-orang yang paling keraspermusuhannyaterhadap orang-orang yang berimanialah orang-orang Yahudidan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnyakamudapati yang paling dekatpersabahatannyadengan orang-orang yang berimanialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikianitudisebabkankarena di antaramerekaitu (orang-orang Nasrani) terdapatpendeta-pendetadanrahib-rahib, (juga) karenasesungguhnyamerekatidakmenyombongkandiri.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top