Blog / Spanduk Syuhada Poso Terbentang di Pemakaman Santoso

Syuhada, secara harfiah, berarti orang-orang yang telah mati syahid dalam menegakkan agamanya. "Alhamdulilah, Santoso mati syahid," kata kakak ipar Santoso, Pono, di Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/7).

 

Di lorong jalan menuju rumah ibu Santoso, di Dusun Langangan, Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/7), terbentang spanduk berukuran tiga kali satu meter yang bertuliskan "Selamat Datang, Syuhada Poso, Santoso alias Abu Wardah". Santoso adalah pemimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang tewas ditembak oleh Satgas Tinombala di Pegunungan Tambaranan. (CNN Indonesia/Jafar G Bua).

Jakarta, CNN Indonesia -- Jenazah pemimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso tiba di rumah duka Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 12.30 WITA.

Jenazah Santoso kemudian dibawa ke rumah ibu kandungnya untuk dimandikan dan dikafani.

Di lorong jalan menuju rumah ibu Santoso, terbentang spanduk berukuran tiga kali satu meter yang bertuliskan "Selamat Datang, Syuhada Poso, Santoso alias Abu Wardah".

Syuhada, secara harfiah, berarti orang-orang yang telah mati syahid dalam menegakkan agamanya.

"Alhamdulilah, Santoso mati syahid," kata kakak ipar Santoso, Pono, di Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/7).

Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB, jenazah dikebumikan di pemakaman umum yang terletak dekat rumah ibu Santoso di Dusun Langangan, Kecamatan Poso Pesisir.

Ribuan orang menghadiri acara pemakaman Santoso. Selain warga setempat, mereka berasal dari Kabupaten Morowali, Kabupaten Poso, Tojo Una-Una, juga dari Palu.

Kehadiran para simpatisan, dan keluarga Santoso, serta warga sekitar menimbulkan kemacetan selama dua jam di sepanjang jalan dari rumah ibu Santoso menuju pemakaman.

Menurut seorang warga yang hadir, Santoso merupakan pahlawan.

"Santoso seorang pahlawan karena mati menegakkan agamanya dan sudah membalas sakit hati saudara-saudaranya ketika konflik Poso yang lalu," kata warga.

Dalam proses pemakaman, tidak ada pengamanan aparat dari TNI dan Polri yang berseragam.

Hal itu disebabkan karena keluarga Santoso meminta aparat untuk tidak ada di lokasi guna menghindari kemungkinan adanya gesekan antara aparat dan para simpatisan Santoso.

Proses pemakaman pun berlangsung aman dan kondusif.

Santoso tewas saat terjadi baku tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Tambaranan, Poso, Senin (18/7), sekitar pukul 17.00 WITA.

Dua orang dari kelompok MIT tewas tertembak, yaitu Santoso dan anak buahnya bernaman Mukhtar alias Kahar. Pada kejadian itu, polisi juga menyita barang bukti berupa senapan jenis M16.

Santoso menjadi daftar pencarian orang nomor satu di Indonesia karena beragam aksi teror yang dilakukan oleh kelompoknya. Santoso pernah memerintahkan anak buahnya, Rafli alias Furqon, untuk memimpin serangan ke Bank BCA di Palu dan mengambil senjata polisi.

Selain itu, kelompok-kelompok teroris lain di Indonesia kerap mengirimkan anggotanya untuk berlatih bersama Santoso. Salah satu tokoh jaringan nasional yang terlibat di sini adalah Daeng Koro. Pria yang kemudian menjadi petinggi kelompok teror itu tewas dalam baku tembak 2015 lalu.

Selain itu, kelompok Bima juga mengirim anggotanya dan beberapa di antaranya masih menempel kelompok Poso hingga saat ini.

Selain dua kelompok tersebut, ada juga jaringan Abu Roban dan Al Qaeda Indonesia yang diyakini terlibat kegiatan itu.

Belakangan kelompok Santoso juga menyatakan berbaiat pada Negara Islam Irak dan Suriah alias ISIS. Tak hanya itu, mereka juga berani mengancam akan menyerang Istana dan Polda Metro Jaya.

 

Istri Santoso Ditangkap

Pagi ini, Tim Satuan Tugas Tinombala berhasil menangkap istri Santoso, Jumiatun Muslimayatun alias Delima. Delima ditangkap saat sedang berjalan kaki di tengah hutan belantara di Pegunungan Tambarana, Poso.

"(Ditangkap) sendiri, di daerah Tambarana, sedang jalan kaki aja kepergok, dari tim patroli yang menemukan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada Detik.com, Sabtu (23/7).

Tidak ada kontak senjata saat penangkapan istri kedua Santoso itu. Saat ditemukan Tim Batalion 303 Rider Kostrad, yang menjadi bagian dari Satgas Tinombala pukul 9.00 Wita, Delima tidak bersenjata.

Dalam pengakapan itu, tim menyita satu buah tas yang dibawa Delima. Namun, Boy belum bisa menjelaskan apa saja isi tas itu.

"Ada tasnya diamankan, lagi dibawa, lagi dicek dulu," jelasnya.

Kini, masih tersisa 18 pengikut Santoso yang tersebar di pegunungan di daerah Poso. Tim Satgas Tinombala terus bergerak untuk sebisa mungkin menangkap pengikut Santoso dalam keadaan hidup.

 


Add a Comment
| 23
Orbuk
Reply| 26 Jul 2016 14:11:09
Mengotori Poso. Poso itu tanah Kristen.
Alex
Reply| 26 Jul 2016 14:01:22
Apa yg terjadi di poso,khususnya dipemakaman santoso, itu hanyalah sebuah refleksi atas kebencian warga poso kepada polisi. Kenapa?karena hal ini tidak terlepas dr cara penanganan konflik dimasa lalu oleh polisi yg dirasa kelewat batas,banyak terjadi penganiayaan dan kezholiman pada masyarakat,sehingga muncul oknum2 tertentu yg pingin balas dendam pada polisi,buktinya?yang diserang kan cuman polisi. Sebagian masyarakat poso memang mendukung santoso,terbukti mereka selalu mempersulit operasi tinombala yg dilancarkan polisi.
Kesimpulannya:krisitian dsini cuman memaksakan untuk menghubung2kan dengan Islam.

"Dulu juga hal sama di lakukan ribuan masyarakat muslim berupa peyambutan jenazah alm Amrozi dan Imam Samudra"
Jawaban
Oiya???emangnya begitu?apa buktinya?
Bukankah yg menangkap meeka Muslim juga yg mengeksekusi mereka Muslim juga?
Mana ada penyambutan besar2an atas mereka???

"Amrozi cs dan santoso cs sama2 mengamalkan quran ente..."
Jawaban
Mereka tidak mengamalkan AlQuran, dan juga tidak jelas apa dasar-pemikirannya, mereka hanyalah orang2 sesat yg mengamalkan apa yg mereka yakini,dan bukan seolah2 sbgai wakil Islam…buktinya?yang nangkep juga Muslim,yg mengeksekusi juga Muslim,dan tidak ada Muslim yang protes,tenang2 aja tuh,ga ada apa2

Teroris,isis,alqaeda,santoso cs, amrozics,dll ntah apa lagi namanya, pada dasarnya mereka juga musuh Islam,mereka tidak membela kepentingan Islam justru malah mengacaukan kehidupan Islam,terbukti yang didalam negeri semua ditumpas oleh Muslim juga,Kapolri saat ini juga Muslim,dan dia paling getol menumpas terroris…
Isis?juga diperangi Saudi,bahkan isis berencana mau nyerang Kabah,bagaimana mungkin hal itu bisa dikatakan isis membela Islam???
Lagian kalo emang benar terroris itu mempresentasikan Islam?sudah tentu di Indonesia yg mayoritas Muslim,akan jadi teroris semua dong!!!
Kalo kristian dsini menganggap santoso cs,amrozi cs,dkk adalah Islam sejati(versi kristian),ya sudah hujat dan cela aja mereka yg anda anggap sbgai “islam sejati”versi anda,
para pemuka Muslim pun juga banyak yg menghujat mereka(santoso,amrozi,cs,dkk),sbagai Muslim saya juga pinginnya mereka2 yg tersesat juga berhak diluruskan,diberikan dakwah,dan ajaran Islam sebenarnya…
akang
Reply| 26 Jul 2016 13:47:24
danielsan berkata : sy ga pernah menyalahkan amrozi dan imam samudra...jangan asal tuduh...cape deh...hahaha
Danielsan
Reply| 26 Jul 2016 13:24:56
Dusta berfikir cekak adalah tabiat kristian di sini. Cuma segelintir orang di bilang ribuan, seolah-olah para ulama seluruh Indonesia dari NU, Muhammadiyah, al-Irsyad, Persis, dll, berbondong-bondong pada hadir. Kalau ada pendukungnya itu wajar saja. Saya tidak tahu apa yg diperjuangkan Santoso dan siapa yg menjadi lawannya. Jadi maaf, sy tidak akan memaksan diri untuk berkomentar banyak, sy tidak akan menduga-duga karena sy tdk tahu persoalan sebenarnya.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. Qs.Al Hujurat : 6).
NN
Reply| 26 Jul 2016 11:07:21
Si santosi ini orang islam ya? Sama seperti danielsan, alayat, wasis, alex?
murtadin
Reply| 26 Jul 2016 08:58:14
mati membela agama ?? oalaaaah....membela dr siapa ? yg memerangi agamamu iku sopo ?????? yg ada sejak ribuan thn lalu agamulah lah yg memerangi semua pihak !! klo yg diperangi itu balas memerangimu dan pakai cara yg yg sama dgn bantai dan sembelih,apa ga ilang tuh agama cancutmu ? baunya pun ga kan ada lg hingga saat ini !! modar krn dongeng dan mimpi cancut !!
Koboi
Reply| 26 Jul 2016 06:26:26
@danielsan

Untuk danielsan apa yang anda coment tentang imam samudra cs adalah salah.. Sekarang anda lihat apa yang dilakukan santoso cs ini juga salah? Amrozi cs dan santoso cs sama2 mengamalkan quran ente apa buktinya? Itu mereka dielu2 sebagai pahlawan islam.. Artinya bukan amrozi cs dan santoso cs yang salah, ente yang salah menafsirkan quran ente hahahaha..


Pokoknya intinya ayat quran tidak bisa dipercaya karena mempunyai 2 wajah.. Wajah baik untuk waktu minoritas, wajah perang kalau sudah mayoritas..
Margono
Reply| 26 Jul 2016 00:11:01
@Danielsan
Kamu lihat, penyambutan jenazah alm Santoso oleh ribuan masyarakat muslim Sul-Teng.....Santoso berjihad di jalan alloh, membunuh demi si alloh, Santoso adalah pahlawan ajaran Islam.

Dulu juga hal sama di lakukan ribuan masyarakat muslim berupa peyambutan jenazah alm Amrozi dan Imam Samudra, bahkan di medsos lebih buuaaanyak lagi dukungan yg mengelu-elukan mereka sebagai pahlawan Islam karena berjihad di jalan alloh, membunuh di jalan alloh.

Lalu kamu mengatakan mereka adalah muslim yg tidak menerapkan ajaran Islam dengan benar???, berarti mereka Islam sesat......emangnye imanmu lebih hebat dari mereka-mereka itu???, emangnye ente sudah paham ajaran Islam yg sejati.

Ente itu muslim bingung yg hanya taat ibadah tetapi tidak paham ajaran, pahlawan pembela si alloh kamu katakan muslim sesat.....bakalan di azab si alloh kamu dek!.....tetapi gak usah takut, azab allohmu hanya pepesan kosong, allohmu tak mampu berbuat apapun untuk mencelakakan manusia, lihat pengalaman saya, menyentuh rambut saya saja allohmu tak mampu karena sesungguhnya allohmu yg membutuhkan pertolongan dari muslim, paham!.
Saudi
Reply| 25 Jul 2016 20:17:09
Dikira bhw santoso akan disambut sama di surga? Sayangnya puluhan nabi lainnya berkata sebaliknya dari Muhamad. Dan tak satupun nabi yg menjanjikan bidadari72. Hanya nabi yg paling bernafsu berahi itulah yg mengkhayalkannya a/n WAHYU...
Fetching more Comments...
↑ Back to Top