Blog / Saban Jumat bocah Suriah Dipaksa Lihat Pembantaian

Dalam laporan juga menyebutkan, ada kasus pemenggalan pemuda usia sekitar 15 tahun sebab merokok atau cambuk bagi perempuan yang berpakaian tidak sesuai syariah Islam. Bila para wanita menentang dan menghasut publik untuk protes atas hukum itu, mereka bakal dirajam sampai mati.


Ilustrasi, eksekusi dengan cara dipenggal yang dilakukan oleh anggota ISIS

 

Merdeka.com - Anak-anak seharusnya mendapatkan keceriaan agar tumbuh menjadi pribadi penuh kasih. Namun hal ini tidak berlaku bagi bocah-bocah di wilayah konflik. Salah satunya Suriah. Saban Jumat, mereka yang masih di bawah umur dipaksa melihat gambaran suram kekejian dengan melihat eksekusi, potong tangan, cambuk di muka umum, serta hukum rajam.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (29/8), laporan oleh Badan Internasional Komisi Independen Penyelidikan di Suriah menyebutkan perang sipil telah membuat suram masa depan anak-anak, terutama wilayah di bawah kendali Negara Islam untuk Suriah dan Syam (ISIS) yang menguasai bagian utara serta timur laut.

Secara teratur, sepekan sekali yakni Jumat, selalu ada hukuman mati yang dipertontonkan di muka umum. Kelompok ISIS memaksa warga termasuk para bocah menghadiri eksekusi ini rata-rata penembakan di kepala atau dipenggal.

Hal ini menjadi rutinitas di Kota Raqqa. Tak hanya itu, tayangan eksekusi pun diputar pada layar besar di alun-alun, meneror kehidupan warga.

Dalam laporan juga menyebutkan, ada kasus pemenggalan pemuda usia sekitar 15 tahun sebab merokok atau cambuk bagi perempuan yang berpakaian tidak sesuai syariah Islam. Bila para wanita menentang dan menghasut publik untuk protes atas hukum itu, mereka bakal dirajam sampai mati.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang telah mengumpulkan kejahatan perang Suriah diperkirakan membunuh sekitar 200 ribu orang bakal melansir seluruh laporan ini bulan depan. Kejahatan ini termasuk dugaan pemerintah Presiden Basyar al-Assad menggunakan senjata kimia pada warganya.

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top