Blog / Seorang Ayah Membakar Anak Kandung Yang Ketahuan Tidak Puasa di Bulan Ramadhan

 Pada 9 Juni, sang ayah menangkap basah anaknya sedang makan. Malagara mengatakan bahwa setelah ayahnya melihatnya sedang makan, ia mulai memukul dengan menggunakan tongkat. Meskipun pada awalnya Malagara berhasil pergi dan bersembunyi di balik semak-semak, ayahnya berhasil menemukannya.

“Ayah saya mengejar saya dan membawa saya ke pekarangan dan mengikat saya di pohon pisang,” demikian kata Nassif. “Dia masuk ke dalam rumah dan kembali dengan sebuah kayu yang panas. Pada pohon pisang tersebut terdapat daun-daun yang kering, yang akhirnya terbakar dan mengakibatkan luka bakar serius di badan saya.”

Ilustrasi: seorang pria tengah berdoa dalam kebaktian memperingati para martir dari gereja-gereja di Uganda

 

Seorang pria Muslim di Uganda bagian timur mengikat anak laki-lakinya yang berusia 9 tahun di pohon ketika anak itu menjadi Kristen dan menolak untuk berpuasa selama bulan Ramadan. Demikian laporan lembaga watchdog Kristen.

Morning Star News melaporkan bahwa Nassif Malagara (9 tahun) yang hidup di Distrik Kamuli di daerah Kisozi, dibakar oleh ayahnya, Abubakar Malagara (36 tahun), yang pada 9 Juni mendapatinya berhenti puasa setelah berpuasa selama 2 hari.

Pada 5 Juni, atau empat hari sebelumnya, Nassif memutuskan untuk mempersembahkan hidupnya kepada Kristus setelah seorang tetangga membawanya ke gereja di luar desa.

Pendeta gereja tersebut, yang namanya dirahasiakan demi keamanan, mengatakan kepada Morning Star News bahwa anak tersebut tinggal di gereja setelah ibadah selesai dan mengatakan bahwa “Ia ingin menerima Yesus sebagai Juruselamatnya.”

“Saya sedikit ragu, namun karena desakannya, saya kemudian berdoa dengannya, dan dia pergi,” demikian pendeta tersebut menjelaskan.

Setelah pengalamannya di gereja, pendeta mengatakan bahwa anak tersebut mengungkapkan kepada ayah dan ibu tirinya, Madina Namwaje (35 tahun), bahwa ia tidak ingin lagi datang ke madrassah atau ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan Islam. Pendeta menambahkan bahwa ayah dan ibu tirinya murka ketika mereka mengetahui bahwa anak itu telah memeluk Kristen.

Terlepas dari perubahan keyakinan Malagara, orang tuanya masih mengharapkan dia menjalankan puasa di bulan Ramadan. Malagara mengatakan pada Morning Star News bahwa ia kelaparan selama dua hari sebelum akhirnya menyelinap ke rumah tetangga untuk mendapatkan makanan.

Pada 9 Juni, sang ayah menangkap basah anaknya sedang makan. Malagara mengatakan bahwa setelah ayahnya melihatnya sedang makan, ia mulai memukul dengan menggunakan tongkat. Meskipun pada awalnya Malagara berhasil pergi dan bersembunyi di balik semak-semak, ayahnya berhasil menemukannya.

“Ayah saya mengejar saya dan membawa saya ke pekarangan dan mengikat saya di pohon pisang,” demikian kata Nassif. “Dia masuk ke dalam rumah dan kembali dengan sebuah kayu yang panas. Pada pohon pisang tersebut terdapat daun-daun yang kering, yang akhirnya terbakar dan mengakibatkan luka bakar serius di badan saya.”

Untunglah tetangga mendengar teriakan Malagara. Mereka melepaskan ikatannya dan membawanya ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan bagi luka bakarnya.

Abubakar Malagara ditahan oleh polisi setempat setelah penduduk melaporkan tindak kekerasan tersebut pada instansi berwenang.

Seorang pegawai rumah sakit bernama Walwawo Zubari mengatakan pada Morning Star News bahwa Malagara mengalami luka bakar di berbagai bagian tubuhnya.

“Nassif sedang berada dalam pemulihan, namun kemajuannya sangat lambat,” demikian Zubari melaporkan. “Dia mungkin perlu dirujuk ke rumah sakit lain guna mendapatkan perawatan khusus.”

Meskipun ayahnya dilepaskan dari penjara, salah seorang kerabat melaporkan kepada Morning Star News bahwa dia berharap ia bisa mendapatkan hak asuh Nassif setelah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Sebagai tambahan dari peristiwa pembakaran Nassif, tetangga yang membawanya ke gereja juga melaporkan pada Morning Star News bahwa ia telah menerima pesan-pesan berisi ancaman.

Meskipun tetangga tersebut tidak tahu pasti siapa yang mengirim pesan-pesan tersebut, is yakin bahwa pesan tersebut kemungkinan dikirim oleh Abubakar melalui telepon seorang Muslim yang lain.

“Kami tahu bahwa kamulah yang menyebabkan Nassif menjadi Kristen,” demikian tetangga tersebut melaporkan isi pesan yang ia terima. “Kau akan segera menuai apa yang kau tabur, yang akan menjadi pelajaran bagi yang lain. Islam menentang perubahan keyakinan seperti itu.”

Meskipun 85% penduduk Uganda memeluk Kristen, peristiwa yang terjadi pada Malagara bukanlah yang pertama kali terjadi di sebuah keluarga Islam di Uganda bagian timur di mana anggota keluarga melawan anggota keluarga lain yang mengubah keyakinan dari Islam ke Kristen.

Pada Maret, dua pria Muslim di Katende memukul anak dan keponakan mereka sendiri dengan tongkat dan membakar rumahnya ketika mengetahui bahwa ia menjadi Kristen.

Pada Juni tahun lalu, seorang wanita beragama Kristen yang merupakan ibu dari anak berusia 11 tahun mati diracun oleh kakak ipar perempuannya yang beragama Islam setelah ia dan suaminya, yang merupakan mantan guru di sekolah Islam, memeluk Kristen.

Pada Oktober tahun lalu, dilaporkan bahwa seorang wanita Kristen yang merupakan ibu anak berusia 8 tahun diseret dari rumah oleh gerombolan Muslim dan membunuhnya dengan parang karena menjadi Kristen. Pembunuhan tersebut terjadi satu bulan setelah sang adik ipar dibunuh dengan alasan yang sama.

(Terjemahan Tidak Resmi)

 

Sumber: The Christian Post


Add a Comment
| 15
siapa namaku?
Reply| 30 Jun 2016 23:38:27
@cempluk
Setuju dengan anda, tapi mau tambah sedikit nih...
Sekalipun islam ternyata memang benar2 agama damai, dan quran ternyata hanya berkesan mengajak penganut2nya untuk bersikap seperti yang ada di artikel di atas, tetap saja akan ada muslim yang bersikap seperti itu karena salah tangkap maksud si alloh, apalagi muslim dilarang oleh alloh dan nabinya untuk berpikir kritis (qs 5:101).
Jadi mau islam itu agama damai atau bukan, selama isi quran masih kacau dan ambigu, ajaran islam akan tetap menjadi tersangka utama.
Margono
Reply| 30 Jun 2016 12:22:32
@BATALPUASA
Saya setuju dengan pendapatmu....Islam ajaran kusut, membingungkan, kontradiksi karena sebenarnya Islam adalah ajaran Muhammad bukan ajaran yg diturunkan oleh Tuhan yg sejati.

Ajaran Muhammad adalah hasil campur-sari dari berbagai ajaran agama terutama Yudais, Kristen, Zoroaster ditambah pandangan pribadi Muhammad untuk kepentingannya sendiri.

Menurut pandangan saya terdapat beberapa ayat Al'quran karena benturan kepentingan Muhammad dalam urusan kelaminnya, urusan keserakahannya terhadap harta hasil rampasan, urusan pembenaran terhadap penghilangan nyawa manusia.

Si alloh minta jatah 20% dari hasil jarahan, untuk apa si alloh yg mengaku Tuhan minta harta....itu sebenarnya jatah untuk Muhammad modal kawin lagi atau waris untuk anak cucunya. Kalau saja Muhammad hanya mengaku raja dan bukan nabi, saya bisa maklum.

Muhammad saya hormati hanya sebagai pemimpin bangsa Arab yg pernah ada di abad ke-7, dia layaknya baginda raja bangsa Arab abad ke-7 saja bagi saya, maka namanya selalu saya mulai dengan huruf kapital. Si alloh dan si jibril adalah khayalan Muhammad, gak pernah ada, saya tidak akan pernah menghormati khayalan, maka nama alloh dan jibril tidak pernah saya tulis dengan berawal huruf kapital.

Azab si alloh juga hanya bohong-bohongan Muhammad untuk menjaga kedudukan Muhammad sebagai raja yg ditakuti masyarakat Arab saat itu. Model kepemimpinan Muhammad sama dengan model kepemimpinan raja-raja zaman Yunani dan Romawi, membutuhkan deking yg maha ghaib yg kuat (dewa-dewa) dan kejam tetapi berpihak kepada sang raja untuk mempertahankan kedudukan dan wibawanya di mata rakyat.

Tuhan yg sejati tidak berpihak, Dia independen, tidak membedakan raja dan rakyat, kalau raja berbuat salah maka si raja juga akan ditempelengNya, semua manusia bagaikan anak bagi Tuhan yg sejati, ada anak yg baik, ada anak yg suka melawan, ada anak yg cerdas suka ngotot ke Tuhan, semua manusia adalah bersaudara dalam Tuhan.
Muslim hanya bersaudara sesama muslim, itu juga hanya yg Islam sealiran.
BATALPUASA
Reply| 30 Jun 2016 10:02:09
maafkan aku, aku sudah terlalu capai mengikuti islam yang kusut dan tak berujung!
hamel
Reply| 30 Jun 2016 09:22:51
@Margono
apa bapak Margono utarakan itu memang betul. saya punya teman sesama pengajar. dia seorang murtadin. dia murtad sekitar usia SMP.

teman sepermainannya saat itu suka mengerjai dia yang sudah murtad dengan cara seperti mencegat sepulang sekolah, menceburkan dia ke sungai, dan hal-hal lain. Dalam istilah sekarang mungkin disebut bullying.

Ayah kandungnya juga menganiaya dia hanya karena dia memeluk Kristen, sehingga dia kabur dari rumah sejak remaja. penyiksaan itu hingga menyebabkan tangan teman saya tersebut sampai cacat sampai sekarang.

jadi jika muslim indo yang mayoritas normal dan baik-baik saja menutup mata dari hal diatas dan menganggap itu hanya rekayasa. buka mata kalian. di sekeliling anda banyak terjadi hal demikian. saya sendiri tinggal di lingkungan dekat kampung yang menyebabkan banyak interaksi tidak terhindarkan dengan warga kampung yang mayoritas muslim. dan sejak saya kecil juga saya sering diganggu, minimal diejek dengan kata-kata mengenai keimanan saya. jadi hal ini memang benar terjadi.

luar biasa ajaran setan arab ini. sampai keluarga kandung saja bisa tega saling menyakiti.

salam perjuangan
Budi
Reply| 30 Jun 2016 03:32:41
Kelakuan umat onta lagi, keracunan ajaran goa hira
cempluk
Reply| 30 Jun 2016 01:52:25
akar masalahnya adalah islam
walaupun dipropagandakan islam adalah damai, welas asih namun wajah islam adalah wajah setan

salam
harag
Reply| 30 Jun 2016 00:52:01
Agama mengkotak kotakkan manusia, Keyakinanlah yang mempersatukan. Sampai hari ini saya sulit mempercayai agama. Saya percaya Yahweh krn Yesus. Karena kl saya tidak kenal Yesus mungkn lebih baik untuk saya menyembah pohon besar berumur ratusan atw ribuan tahun atw batu besar krn memberi makan dan perlindungan kpd mnusia tanpa tau apa agamanya.
Margono
Reply| 29 Jun 2016 23:41:54
Ayah yg muslim menyiksa anaknya yg tidak berpuasa, yg malas sholat, yg malas belajar ngaji, itu adalah hal biasa.

Saya sering melihat teman-teman saya semasa kanak-kanak disiksa ayahnya karena lupa sholat atau malas belajar mengaji, saya suka kasihan melihat teman-teman saya tersebut, ada rasa iba....koq tega-teganya ayahnya menyiksa teman saya tsb hanya karena lupa sholat atau malas belajar mengaji, saat itu saya merasa ayah teman-teman saya tsb hanya kurang pengertian dan agak kejam kepada anak-anaknya.

Setelah saya pelajari ajaran Islam, barulah saya tau perihal teman-teman saya tsb yg disiksa ayahnya karena lupa sholat atau ketahuan tidak puasa. Si ayah takut nanti anaknya akan disiksa si alloh dengan siksaan yg maha keji, maha sadis dan mengerikan kalau lupa sholat, tidak puasa atau gak bisa sholat berbahasa Arab.....ketakutan si ayah ditularkannya ke anaknya, muslim diperbudak ketakutan sendiri.....persepsi muslim tentang Tuhan dirusak oleh Muhammad si manusia tak bermoral.

Muhammad membuat persepsi muslim tentang Tuhan bagaikan monster yg menakutkan, monster yg keji dan sadis. Ketaatan muslim beribadah kepada tuhannya karena ketakutan yg teramat sangat kepada si alloh, bukan karena kesadaran, bukan karena merasakan kasih Tuhan yg sungguh ajaib dan besar.

Saya menyembah Tuhan bukan karena ancamanNya tetapi karena saya sadar akan kasih anugrahNya kepada saya sehingga saya pantes menyembahnya sebagai ucapan terimakasih (syukur) atas segala berkatNya.

Si alloh memang konyol, salah melafazkan bahasa Arab dalam sholat saja, bisa membuat ngambek si alloh, sholat si muslim kagak syah, si alloh kagak ngerti bahasa si muslim yg belepotan.....hahahaha, si alloh katanya maha tau, salah melafazkan saja bisa membuat bingung si alloh. Saat anak-anak saya belajar ngomong zaman dulu, bahasanya masih cadel dan belepotan tetapi saya paham apa maksudnya, saya masih lebih cerdas dari si alloh.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top