Blog / Apakah YESUS Lahir Tanggal 25 Desember?

Di internet, pers, dan di beberapa mimbar, disampaikan berulangkali bahwa 25 Desember yang merupakan salah satu tradisi Kristen tidak mungkin merupakan hari kelahiran Yesus. Benarkah pendapat itu?

 

Oleh: Dr. Peter Hammond

 

Menyelidiki Catatan Sejarah

Berdasarkan pendapat ini, Yesus seolah dinyatakan boleh dan bisa dilahirkan pada tanggal manapun juga kecuali tanggal 25 Desember! Telah diyakini sejak semula bahwa hari tersebut adalah perayaan musim dingin kaum pagan, yang kemudian diambil alih oleh orang-orang Kristen untuk mempromosikan agama baru mereka. Dengan melakukan hal ini banyak kebiasaan kuno pagan yang juga masuk ke dalam perayaan Kristen tersebut. Tidak sedikit artikel, buklet, bahkan program radio dan program dokumenter televisi yang telah diproduksi untuk mendukung pendapat ini.

 

Mitos-mitos

Namun demikian, pendapat ini sendiri berdasarkan pada mitos-mitos historis, asumsi dan riset yang tidak lengkap dan ketidakpedulian pada kenyataan sejarah.

 

Natal Mendahului Konstantin

Orang Kristen telah merayakan inkarnasi dan kelahiran Tuhan Yesus pada 25 Desember SEJAK ABAD PERTAMA, jauh sebelum pertobatan Konstantin pada 312 M, dan pada akhir masa penganiayaan oleh kekaisaran Roma, 25 Desember telah ditetapkan sebagai tradisi yang dijunjung untuk merayakan hari Natal.

 

Natal Mendahului Katolikisme

Oleh karena itu, pandangan bahwa Natal adalah ciptaan gereja Katolik Roma dan bahwa Natal berkaitan dengan misa, adalah keliru. Tradisi Natal, perayaan Kristus, jauh mendahului penetapan Katolik Roma.

 

Pagan Berusaha Membajak Natal

Memang benar bahwa Kaisar Roma, yaitu Aurelian, berusaha untuk menetapkan 25 Desember sebagai perayaan pagan, yaitu “kelahiran Sang Surya yang tidak terkalahkan”. Dan ini terjadi pada tahun 274 M. Kaisar Aurelian berusaha untuk menghembuskan sebuah kehidupan yang baru ke dalam paganisme yang sedang menurun oleh karena kemajuan perkembangan kekristenan. Namun demikian, perayaan pagan Roma tersebut ditetapkan SETELAH orang Kristen merayakan kelahiran Kristus pada hari itu selama berabad-abad. Perayaan pagan mereka merupakan sebuah upaya untuk menciptakan sebuah tradisi alternatif, yang diasosiasikan dengan kelahiran Kristus, dan yang mempunyai kaitan dengan orang Kristen Roma. Ini bukanlah soal orang Kristen mengimitasi kaum pagan, melainkan kaum paganlah yang berusaha mengimitasi orang Kristen, dengan merayakan Sang Surya pada hari dimana orang Kristen merayakan Putra Tuhan.

 

Membandingkan Penanggalan

SEJAK ABAD KE-2, konsili-konsili gereja telah berusaha menetapkan tanggal kelahiran Kristus yang sebenarnya. Ini berkaitan dengan diskusi-diskusi mengenai penanggalan Paskah, yaitu peringatan kematian dan kebangkitan Kristus. Oleh karena Alkitab mengidentifikasi kematian Kristus bersamaan dengan Paskah Yahudi, yang mempunyai tanggal yang pasti. Namun demikian, perbedaan-perbedaan dalam penanggalan Yahudi, Yunani dan Latin, dan juga perbedaan-perbedaan antara penanggalan-Bulan dan penanggalan-Matahari, tetap mendatangkan perdebatan yang intens mengenai apakah harus merayakan Paskah pada tanggal yang pasti/tetap. Yaitu dengan tidak mempersoalkan jatuhnya pada hari apa, ataukah memastikan bahwa hari raya itu selalu jatuh pada hari Minggu, yaitu hari pertama dalam minggu itu, seperti yang disebutkan dalam Injil.

 

Anunsiasi (Maklumat Malaikat)

Berdasarkan catatan-catatan dan perhitungan yang ada pada mereka pada waktu itu, gereja mula-mula menetapkan 25 Maret sebagai hari raya Anunsiasi untuk memperingati lawatan malaikat kepada Maria, dan sebagai tanggal konsepsi Kristus (pembentukan jabang bayi dalam rahim Maria). Mereka bersepakat bahwa Kristus dilahirkan 9 bulan kemudian, yaitu pada 25 Desember.