WHAT IF / Did Allah Exist?
Quran, Muhammad dan Muslim sama mengklaim bahwa ALLAH itu EKSIS,
hadir dimana-mana, bahkan Allah dipercaya telah berkata:
“Kami lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya” (50:16).
Sayangnya itu hanya klaim. Tidak ada Muslim yang tahu dimana Allah berada sebenarnya, dan apa fenomena yang tampak pada kedekatan dan kesetiaan Allah terhadap diri Muslim. Jangankan Allah ada sedekat urat leher setiap mahlukNya, bercakap-cakap satu kalipun tidak pernah Dia lakukan langsung kepada Nabi Terdekat-Nya! Walau nama nabiNya sempat disebutkan 4 kali (lewat Jibril, pihak ketiga) dalam seluruh Quran, namun tidak seayat pun Allah ada memanggil dirinya secara pribadi, berduaan, dan dekat, “Hai, (engkau) Muhammad…”.
Maka Islam tak dapat merujukkan manifestasi apapun dari kehadiran Allah yang bisa disaksikan atau dirasakan oleh Muhammad maupun umatNya. Allah bukan God that speak AND manifest Himself.
Allah-Islam tidak muncul dari eksistensi diriNya seperti yang disifatkan dengan istilah kekekalan “pada mulanya” (“In the beginning…”, lihat Kejadian 1:1, dan Yohanes 1:1), melainkan muncul dari Allah-pagan sesembahan orang tuanya, paman dan kakeknya dll yang tidak pernah masuk Islam, dimana salah satu ilahnya adalah ALLAH (al-Ilah, Allah Itu, The God). Muhammad tidak pernah benar-benar menghardik dan mengusir Ruh “Allah” (pagan) yang disembah orang-orang Arab, kecuali meniadakan sosok fisik dari ilah-ilah selainnya. Ia mungkin jijik dengan ketiga dewi Allah –al-Allat, al-Uzza, dan Manat-- yang didampingkan kepada Allah, tetapi kita tidak melihat bagaimana Allah yang sama bisa tercopot dari “dewi-dewinya” yang dipersekutukan kepadanya. Tampak Muhammad tidak paham bahwa patung dan batu dll bisa dihancurkan, namun ruh jahat tetap nongkrong disana (atau keluar sesaat), untuk malah kembali lagi untuk mengkonsolidasikan kekuatan baru yang berlipat ganda (lihat Matius 12:45).
Muhammad telah mencampur baurkan jati-diri Allahnya dengan Allah bapaknya—pamannya – dan kakeknya, malahan mengadopsikan Allah Arabik kedalam Islam bersama dengan segala ritual-pagan seperti yang tampak jelas pada ibadah Haji, yang mana tidak dikenal oleh para nabi nabi sebelumnya. Yahweh Elohim telah berfirman secara tandas: “Segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YAHWEH lah yang menjadikan langit” (1Tawarikh 16:26).
Kedua pihak berbeda dan terpisah tanpa kesamaan, sejauh langit dengan bumi.Dan memang seharusnya begitulah diantara dua entitas yang berseteru secara natur-esensinya.
Tetapi lihat betapa kesamaan Allah Islam dan Allah-pagan ini. Kedua-dua sama namanya, yaitu ALLAH.
Sama tinggal dalam Bait yang sama, sejak ratusan tahun hidup “rukun” bersama.
Sama ritual Hajinya: thawaf, cium batu, lempar batu dll. Semuanya tidak dianggap berdosa, walau sahabat-sahabat Nabi sempat menajisinya sebagai aktifitas berhala. Ini tampak pada Hadis Bukhari,
Diriwayatkan oleh Asim, “Saya bertanya kepada Anas bin Malik: "Apakah engkau tidak senang melakukan Tawaf diantara Safa dan Marwa?" Ia menjawab, "Ya, sebab itu adalah upacara-upacara pagan dari Jahiliyah sampai Allah menyatakan: 'Sesungguhnyalah! Safa dan Marwa adalah juga symbol-simbol Allah. Maka tidaklah berdosa bagi orang yang melaksanakan Haji ke Ka’bah, atau Umra, melaksanakan Tawaf diantara keduanya" (Bukhari 2.26, no.710).
Allah keduanya juga memiliki karakter-inti yang sama, seperti, Dia,
Yang sama-sama bisu tidak berfirman.
Yang sama-sama tidak peduli/ mengasihi “umat luar yang berbeda”.
Yang sama sama ditakuti dan dislogan sebagai “Yang Mahakuasa”,
tapi yang sama-sama pula tidak menampilkan ujud kuasanya seperti apa kepada umat Arabnya…
Metamorfosa Allah secara senyap
Sesungguhnyalah beda Allah-Islam dengan Allah-Pagan hanyalah satu bentuk metamorfosa Godship, keallahan yang tadinya politeistis kini secara misterius (tanpa intervensi God itu sendiri) menjadi monoteis! Allah Islam yang Esa disimbolkan oleh sisa tunggal hasil penghancuran fisik 359 patung ilah-ilah lainnya oleh Muhammad di seputar dan didalam Ka’bah. Muhammad menyisakan satu Batu Hitam disudut selatan Ka’bah yang sebelumnya juga merupakan sesembahan para pagan! Tidak ada orang yang tahu kenapa Muhammad menyisakan satu batu-wasiat, Batu Hitam ex-berhala yang tentunya tetap berisi ruh-kegelapan. Sama halnya tidak ada orang yang tahu kenapa ritual pagan tetap dianut oleh Muhammad (dan dinyatakan tidak berdosa) namun kaum pagannya dilarang ikut upacara Haji yang aslinya bersumber dari mereka?

Diriwayatkan Abu Huraira: “Pada tahun sebelum ibadah Haji terakhir yang ditunaikan oleh Nabi ketika Rasulullah mengangkat Abu Bakr sebagai pemimpim rombongan haji, dia (Abu Bakr) mengutus saya kepada sekelompok orang untuk sebuah pengumuman: “Tak ada orang pagan yang diizinkan untuk melaksanakan ibadah Haji sesudah tahun ini, dan tak ada orang yang telanjang yang diizinkan melaksanakan Tawaf Ka’bah” (Bukhari 2.26. no.689).
Tidakkah ini sebentuk pencaplokan budaya dan keagamaan yang sangat buruk dari Islam, dimana nama Allah dan ritual kaum pagan diadopsi Islam, namun yang orang orang aslinya sendiri ditendang sebagai musyirik? Dan kembali lagi, kenapa terjadi “tebang-pilih” diantara ratusan patung dan batu berhala yang dihancurkan, namun menyisakan satu batu Hajar Aswad milik pagan yang malah mendadak dianggap suci dan dimuliakan? Terlebih lagi kenapa batu itu harus diciumnya sambil memanggil nama ‘Allah’ kepadanya:
“Labbaik allahuma labbaik” (Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu, Hadis Muslim 1150)? Ini masalah serius yang tak berjawab.

Seperti Anas bin Malik diatas, Umar bin Al Khattab pun sampai kebingungan, namun kembali harus ikut-ikut arus mencium Hajar Aswad tanpa tahu apa DALIL ALLAH, dalil manfaat, dan dalil tujuannya. Umar berkata dalam kondisi limbo:
“Memang aku tahu bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat mendatangkan manfaat atau bahaya. Jika bukan karena aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, aku tentu tidak akan menciummu.” (Shahih Bukhari 1597 dan Muslim 1270)
Kini Muslim menafikan unsur keberhalaannya. Mereka mendalilkan kehadiran batu tersebut sebagai refleksi lambang keberadaan ALLAH Yang Tawhid. Tetapi bagaimana keberadaan Allah mungkin dilambangkan oleh satu batu-ex berhala ini? Ex-berhala tetap berhala hingga roh-roh (bukan fisik) kandungannya terusir semua atau dihancurkan. Jadi bagaimana Allah-pagan tiba tiba bisa “direformasikan” hanya oleh ulah fisik Muhammad yang menghancurkan semua patung berhala kecuali SATU? Lalu yang satu itu boleh merepresentasikan ke-Esa-an Allah yang satu-satunya, yang berazazkan Tawhid
Sungguh naïf berpendapat bahwa setan hanya bersembunyi dibalik patung, batu dan kuburan. Setan, ruh, jin dan antek-anteknya masih bergentayangan diluar rumah keongnya, dan tak akan tinggal diam ketika terusik rumahnya. Mereka mudah sekali bikin konsolidasi di satu-satunya batu hitam yang tidak diusik! Sebab kapankah Muhammad pernah mendapat kuasa Allah (yang notabene tak pernah membuktikan kuasaNya) untuk mengusir setan? Muhammad tak berkuasa menengking roh jahat, kecuali hanya sebisanya minta perlindungan Allah untuk pengusiran setan, jin, dan tukang sihir (QS.113, 114).
Semua ini hanya memperlihatkan betapa tangan Sidalang telah mewayangkan satu sosok Tuhan yang ber-metamorfosa dari Allah pagan yang tak berkuasa adikodrati. Dan apabila sosok allah itu “seperti ada”, maka ia hanyalah hasil keberhalaan baru belaka yang sempat dicurigai sesaat baik oleh Anas maupun Umar, namun yang akhirnya tenggelam kembali dalam penyihiran Muhammad yang masih “bernostalgia” ke tradisi moyang pagan Jahiliyah yang dulu!
Sebenarnya hampir semua orang bisa percaya bahwa setan dan roh gelap itu eksis. Tak ada yang mempersoalkannya. Mereka melihat atau merasakan sendiri manifestasinya dalam banyak bentuk yang riil, seperti gejala-gejala medium, sihir, tenung, penampakan arwah, kerasukan setan, exorcist dll., dengan gejala yang destruktif, total perubahan pribadi, ucapan/jeritan dan perilaku mengerikan, dll.

Ketika Yesus bertanya kepada seorang yang kerasukan roh jahat di Gerasa: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak” (Markus 5:9). Dikala itu satu legion Romawi terdiri dari sekitar 6000 orang, dan dalam hal ini yang berbicara bukan lagi si korban yang kerasukan, melainkan bala legion setan yang menguasai diri korban, menghilangkan pribadi aslinya, dan menggantikannya! Dalam kasus lain, Yesus dihadapkan dengan seorang anak laki-laki yang kerasukan, dimana serangan setan sering membanting sang anak ke tanah, lalu mulut berbusa, gigi bekertakan, dan tubuh kejang-kejang. Seringkali roh mendadak menyeretnya kedalam api atau air demi untuk membinasakannya (Markus 9: 14:27). Semua roh jahat yang dihadapkan itu ditengking oleh kuasa Firman Yesus, dan mereka keluar dengan bergemetaran!
Nah, jikalau setan mampu bermanifestasi dan memperlihatkan kerajaannya secara rill, bagaimana dengan Allah SWT? Bukankah sewajarnya Tuhan akan lebih mampu dan PERLU menunjukkan keberadaan-Nya yang eksis, berdaulat, menyapa dan mengayomi umatNya dalam kasihNya? Dan itulah yang memang Tuhan Elohim perlihatkan disepanjang sejarah kenabian hingga Yesus, namun yang tidak sekalipun dipertunjukkan Allah SWT kepada Muhammad dan kaum Arabnya.
Simak secara hening keberadaan Tuhan Alkitab yang eksis, datang berinteraksi dengan para nabiNya, yang juga ditegaskan di Quran, apalagi di Alkitab.
· ADAM, ketika Tuhan berkata: “Hai Adam…(QS.2:33, 35; 7:19; 20:117, 120 dll)
· IBRAHIM, banyak monolog dan dialog terjadi langsung, a.l.
“Hai Ibrahim, sungguh engkau telah benarkan mimpi itu” (QS.37: 104 ff).
· MUSA, bahkan telah berbicara face to face dengan Tuhan: “Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” (QS. 4:164). Apalagi di Akitab.
Banyak sekali dialog Tuhan bersama Musa, seperti memperkenalkan namaNya dan menuntunnya melawan Firaun (walau versi Quran berbeda dengan Alkitab), misalnya, dalam Quran: “…ia (Musa) dipanggil: "Hai Musa. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu… Aku ini adalah Allah” (QS.20:11 ff). Bandingkan dengan Taurat Musa:
“Firman Elohim kepada Musa: "AKU ADALAH AKU… Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu… Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YAHWEH…itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun” (Keluaran 3:14, 15).

[Note: Tampak disini betapa nama ‘Yahweh’ telah dicatut Quran menjadi ‘Allah’. Diseluruh Alkitab dalam bahasa aslinya, tercatat 6823 kali nama ‘Yahweh’, tak ada sekalipun nama ‘Allah’].
· ISA/YESUS, disini bukan main banyaknya Yesus berkomunikasi dengan Elohim! Cukup dikutip dari Injil untuk dua kejadian dahsyat yang berbeda, dimana Bapa Sorgawi muncul menampakkan keberadaanNya dihadapan saksi-saksi mata:
“…terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "INILAH ANAK-KU yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17).
“Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "INILAH ANAK-KU yang Kupilih, dengarkanlah Dia."(Lukas 9:35). Adakah yang mendengar Dia?...
Dan Yesus telah berulang menegaskan dengan pelbagai cara betapa eksistensi dan substansi ILAHI/ketuhanan ada dalam diriNya untuk disaksikan manusia,
“Aku dan Bapa adalah satu ”.
“Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh 10:30, 14:9)
Akhir kata, sesungguhnyalah keberadaan Allah tiada lain daripada kosong, dan ini diakui diam-diam dalam Buku yang tidak diedarkan lagi, yang berjudul “The Message of the Quran” yang setelah disertifikasi oleh Al-Azhar Al-Sharif Islamic Research Academy di Cairo (pada tanggal 27 Desember 1998), diakuilah oleh otoritas dengan rasa berat bahwa tidak ada bukti apapun untuk keberadaan Allah , dan memang tidak mungkin membuktikan-Nya.
Untuk siklus berulang, Muslim mungkin tetap saja mengklaim bahwa ALLAH itu EKSIS, hadir dimana-mana, bahkan Allah dipercaya telah berjanji:
“Kami lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya” (50:16).
Kalau begitu, tibalah saatnya Muslim melihat sendiri betapa keunggulan kedekatan Allah telah dikalahkan schaak-mat oleh setan, karena Muhammad juga berkata:
“Setan mengalir ditubuh anak-anak Adam seperti darah manusia beredar ditubuhnya” (Shahih Bukhari 3.33.255).
Maka Ali Sina pun berkata: “Islam itu seperti bawang. Anda mau tahu isinya lalu Anda buka dia lapis demi lapis hingga yang terakhir, dan paling akhir Anda tidak menemukan apa-apa”!
Add a Comment
Fetching more Comments...- Mualaf Akiat - Menemukan Tuhan Sejati Lewat Enam Ciri Ciri Pokoknya
- WHAT IF Allah SWT bukan Tuhan YAHWEH
- Q&A Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah AlQuran
- SIAPAKAH ALLAH
- Qur’an Mengakui Bahwa Allah adalah Dewa dari Para Penyembah Berhala sebelum Islam
- DISKUSI TAUHID, HANYA TAUHID ISLAMIK YANG BISA BENAR
- Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas
- Apakah Orang Muslim dan Kristen Berdoa Kepada Tuhan Yang Sama



Anda makin berani ber-putar2 sesukamu mendeskripsikan Allah SWT dengan otakmu yg kecil?
Hati2 lah, saya cuma memperingati anda sbg rekan sharing Islam! Bisa2 Anda membuat banyak TULAH dihadapanNya! Bertobatlah, jangan sembarangan mencoba membela Allah (His Being) manakala anda tak tahu persis siapa “DIA”, KAMI”, “AKU” yang berunsur ILAHI!.
Siapakah anda DM ini? Pendiri Dunia Islam sekte baru?
Sampai Anda berani mengutip:
"Sesungguhnya KAMI-lah yang menurunkan Al-Qur'an,dan sesungguhnya KAMI benar-benar memeliharanya".(Qs Al-Hijr : 9) LALU Anda tafsirkan bhw “KAMI” dalam ayat diatas bermakna bahwa ALQURAN (bukan batu, lho?) diturunkan oleh ALLAH DAN SIAPA2 yang dikehendaki-Nya (Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad SAW) dan dijaga oleh Allah dan siapa yang dikehendaki-Nya (Para Penghafal Alquran)”.
Kau tafsirkan: Quran diturunkan oleh KAMI (termasuk ALLAH dan konco2Nya)? Anda sesat se-jauh2nya!
Karena saya cukup paham Islam, maka saya Cuma singkat saja berkata bhw ANDA TELAH MELAKUKAN DOSA SYIRIK, YANG TAK TERAMPUNI. Minta ampunlah! Tapi bisakah terampuni?
Sedangkan menggandengkan sosok Allah DAN (WA) Muhammad saja itu sudah dianggap syirik:
ašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh WA ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh
Apalagi “KAMI” dalam ayat 70:40 dan Qs Al-Hijr : 9 yg anda kutib!!!
NB. Hudhayfa menyampaikan apa yang dikatakan Mhd,
“Jangan seorangpun diantara kamu yang berkata,
‘Apa yang dikehendaki Allah dan (wa) si Anu kehendaki.’
Katakanlah, ‘Apa yang dikehendaki Allah.’ Lalu berhenti
dan lanjutkan dengan berkata, ‘Si Anu kehendaki.”
jika Anda sudah dikuliahi banyak ustadz dan masih mlintir..itu karena Anda bertanya tentang Eksistensi Ketuhanan, tentang ALLAH, maka itulah Mlintir karena ALLAH dan Eksistensi Ketuhanan hanya bisa dipahami dalam hati. hal seperti ini sama Halnya tentang Cinta..dapatkah anda mencari sesuatu yang Pasti Tentang CINTA? padalah manusia selalu berkata CINTA tak dapat kumengerti....atau tentang RUU yang dibahas baru2 ini tentang santet...dapatkah anda membuktikannya...? tentu tidak!!
karena CINTA itu GAIB dan SANTET pun GAIB, sedang keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu TUHAN, karena segala sesuatu berasal daripada-Nya dan akan kembali kepada-Nya. (innalillahi wa inna ilaihi rajiuun)
sebab jika anda bertanya tentang ilmu eksak tentu anda dapat membuktikannya. karena itulah sifat ilmu pasti letaknya di otak manusia.
semoga anda memahami. bahwa Tuhan tidak dapat dijangkau namun dapat menjangkau. sebab Tuhan yang dapat Dijangkau dan Dipahami secara nalar bukanlah Tuhan yang sebenarnya melainkan Tuhan yang anda ciptakan dari dalam diri anda sendiri yang berdasar pada daya cipta dan khayal manusia.
wallahu a'lam
III Makna "Kami"
1. makna Kami dalam Alquran ada dua pihak
1.1 kami sebagai kumpulan manusia yang dikehendaki Allah untuk tertulis dalam Alquran.
contoh : QS Al Fatihah:6 Tunjukilah kami jalan yang lurus,
1.2 Kami yang berikutnya akan sangat membutuhkan pemahaman ilmu batin yang kuat. karena Kami dalm Alquran berarti Allah dan Siapa yang dikehendaki-Nya untuk berada di sisi-Nya dalam Hakikat yang tersirat dalam Alquran.
contoh : "Sesungguhnya KAMI-lah yang menurunkan Al-Qur'an,dan sesungguhnya KAMI benar-benar memeliharanya".(Qs Al-Hijr : 9)
ayat diatas bermakna bahwa Alquran diturunkan oleh Allah dan siapa yang dikehendaki-Nya (Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad SAW) dan dijaga oleh Allah dan siapa yang dikehendaki-Nya (Para Penghafal Alquran)
jadi makna Aku, Tuhan (Rabb) dan Kami dalam QS 70:40 adalah Sumpah Allah atas eksistensi-Nya sendiri sebagai Pengatur Timur dan Barat dimana dalam mengatur Timur dan Barat itu Allah menyertakan siapa yang dikehendaki-Nya untuk menjalankan proses pengaturan tersebut, yaitu Malaikat2Nya dalam konteks Gaib dan Matahari, Bulan, Orbit, Gravitasi dll yang diperlukan agar Makhluk Allah Yang berada di Timur dan Barat tetap sesuai dengan Kehendak dan Perintah-Nya. Wallahu A'lam
(WALLAHU A'LAM, hanya Allah yang tahu, dan aku memohon ampun kepada-Mu ya Rabb apabila aku salah dalam menjelaskan hal diatas. karena tuhan yang mampu dijangkau dan dijelaskan dengan benar dan tanpa sanggahan, maka dia bukan tuhan. sedang aku sangat takut apabila aku salah dalam berdakwah tentang Nama-Mu. Amin.)
II. lalu makna RABB
1. Rabb secara konteks bahasa memiliki makna "Pengatur" yaitu kedudukan dan kekuasaan Allah untuk mengatur segalanya yang pengetahuannya hanya ada di sisi-Nya namun Rabb di dalam Alquran diartikan sebagai Tuhan. padahal dalam tatanan bahasa Indonesia Illah juga diartikan sebagai Tuhan. maka diperlukan pemahaman yang lebih lanjut untuk memahami makna dari Rabb itu sendiri oleh manusia. maka Allah berfirman :
QS Al Israa':60 "Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya Rabb-mu meliputi segala manusia"
jadi Rabb dalam QS 70:40 adalah hakikat Allah itu sendiri sebagai pengatur Timur dan Barat yang kita ketahui sebagai tempat terbitnya matahari dan bulan. jadi Allah bersumpah dengan "diri-Nya" sendiri sebagai Rabbul Alamin agar manusia memahami.
QS ﴾ Ali Imran:190 ﴿
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Maka manusia diharapkan mampu membedakan kapan Allah menggunakan kata Aku atau Rabb ketika Ia berfirman di dalam Alquran
bersambung
Semoga anda bisa memahaminya. meski saya yakin anda tidak akan memahaminya.
I. MAKNA AKU adalah
Aku dalam Alquran bisa berarti tiga pihak, yaitu
1. aku sebagai siapa saja yang dikehendaki Allah untuk tertulis dalam Alquran.
contoh:
1.1 Qs Ali Imran:38 : Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa"
2. aku sebagai Nabi Muhammad SAW
contoh:
2.1 QS ﴾ Ali Imran:31 ﴿ Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
3. Aku sebagai Allah secara pribadi yang menyampaikan eksistensi-Nya (hanya kepada siapapun yang menjadi pilihanNya dan bersifat personal)
contoh:
3.1 QS ﴾ Al Baqarah:30 ﴿ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi"
3.2 QS ﴾ Al Baqarah:126 ﴿
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".
jadi Aku dalam QS 70:40 merujuk kepada ALLAH dalam konteks Eksistensi-Nya
bersambung
" Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
Untk hal mengenai arti kata “kami” (Firman Allah yg memakai kata kami) & Legion (sekumpulan roh jahat, menurut Al-kitab perjanjian baru), sudah sangat jelas tidak ada korelasi, cukup bisa di mengerti dgn amat mudah, hal ini mubazir di bahas krn perkaranya tidak benar dan amat naïf, dan sy katakan kpd anda kita akan dapati kesia-siaan, dan absurd.
Apalagi anda katakan ttg Allah yg palsu, namun bila sy katakn jadi Allah yg asli (original/genuine) sperti apa ?, hal ini sy yakin anda juga akan sulit membuktikanya, percayalah !.
Juga anda katakan, “Saya yakin mamad ini memiliki kasus yang sama dengan orang dari gerasa. tapi orang gerasa ini di kasihi Tuhan sehingga dia di sembuhkan.”
Dasar keyakinan anda apa ? apakah anda telah melakukan riset ?, kalau sebatas omong kosong, akan sia-sia.
Apa maksud disembuhkan, apakah nabi Muhammad dirasuki setan hingga tdk disembuhkan ?, Lihat kebesaran nama kedua orang ini dlm mempengaruhi kehidupan dunia, apakah lebih besar orang Gerasa (namanya pun tdk dikenal/terkenal) atau Nabi Muhammad ?
Ttg semua yg trsebut diatas tidak benar & tdk penting, yg lebih penting dan berbobot dan berisi pengetahuan adalah ttg ayat yg anda kutip bbrapa kali itu, yaitu ayat,
"Setiap kulit mereka hangus,---- Kami--- ganti mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS an-Nisa : 56).
Ini lebih baik utk bahan kajian kita, dan sy tdk brmaksud utk menarik anda pd Islam, namun kajian ttg ayat ini jauh lebih bermakna & berbobot utk didiskusikan baik Islam maupun non Islam, dan 1.400 tahun lalu bgm bisa Al-Quran telah mengatakan juga hal yg sama dgn pengetahuan modern ttg indera perasa (syaraf perasa) yg menjadi nerve ending berada persis dibawah kulit, jika bukan krn anda benci Islam, tentu hal ini amat menarik...
Alquran lebih banyak membahas neraka dari pada surga ? selidikilah
Jangan lihat orang dari permukaanya. selami sampai kedalamnnya.
anda Islam. saya anggap wajar jika penialaian anda demikian. terimaksih
Kalian tidak sanggup menjelaskan secara spesifik kata kami.
"Setiap kulit mereka hangus,---- Kami--- ganti mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS an-Nisa : 56).
kalian terbentur kata kami sebatas awwlow dan malaikat-malaikatnya. kalau dalam kasus ayat ini malaikat yang mengatakan firman. Siapa Malaikatnya?. tentu memiliki Nama....? siapa nama malaikatnya...ada yang tahu?
Saya pikir anda terlalu melebar. --kami-- yang kita bahas disini adalah allow dan malaikatnya..nggak nyambung atuh sama orang tua kita. justru aku ingin buka mata kalian kalau kalian sedang menyembah allow yang palsu bikinan mamad.
Saya yakin mamad ini memiliki kasus yang sama dengan orang dari gerasa. tapi orang gerasa ini di kasihi Tuhan sehingga dia di sembuhkan.
Sayang sekali,..
awloh (d/h allah swt) itu sesungguhnya bukan TUHAN !
hehehehe....
@| 08 Mar 2013 22:27:54
menulis:
"
WOW.....HANYA KOMUNIS YANG MERAGUKAN KEBERADAAN TUHAN
"
doktrin komunis mana yang menyatakan keraguan akan keberadaan tuhan ?
bisa kasih referensi bos ?
@| 11 Mar 2013 07:28:34
menulis :
"
@Blekok...
udah bang...mundur ato lari aja ato ya sekalian murtad aja
anda menjawab pertanyaan tanpa kecerdasan sama sekali
sama seperti muslim lain
"
Apakah Blekok itu muslim ?
??
@| 07 Mar 2013 02:01:42
menulis :
"
@qwerty
Boleh tanya mas qwerty, unutk ayat ini:
"Setiap kulit mereka hangus,---- Kami--- ganti mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS an-Nisa : 56)
untuk kata "---- Kami---". kami disini itu siapa?
mohon penjelasannya.
"
Kata "kami" di quran menyatakan muhammad, jibril dan awloh !
xixixixixi....
udah bang...mundur ato lari aja ato ya sekalian murtad aja
anda menjawab pertanyaan tanpa kecerdasan sama sekali
sama seperti muslim lain
Tapi tunggu dulu…ini nyambungnya dimana nih…he…he..he..
Ini lebih nyambung begini pertanyaanya, apakah nama sepasukan tentara ? jawab “LEGION”, krn Legion itu nama satu pasukan tentara (kesatuan prajurit tempur), dan nama itu sama dgn "LEGION" si setan banyak yg merasuki seseorang ketika Yesus menemuinya dan ditolong.
Kalau arti kami ya gak nyambung, seandainya kata “kami” berarti Legion, manusia seluruh dunia jadi Legion krn kata “Kami” tidak luput akan disebut oleh setiap orang, trmasuk bapak & ibu mu, seandainya bapak & ibu mu brkata kami yg membesarkan blekok hingga dia dewasa kini..wah berarti bapak & ibu blekok adalah Legion si setan yg berjumlah banyak…hi…hi…hi..
(Blekok pakai menulis ini kebenaran sejati lagi....he...he...he..)
Tapi demi kebenaran yang sejati saya harus mengungkapkan ini. atas jawaban anda, anda telah meng konfirmasi salah satu ayat dalam alkitab. "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" 5:8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" 5:9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena--kami banyak--."
@Anti Static
Thanks sdh menjawab. saya sudah mengkonfirmasi atas jawaban anda." KAMI BANYAK" tapi demi kelancaran kita berdialog saya tidak akan mengunkapkannya disini.
Terimakasih atas jawabannya
Terimaksih kmbali
Jadi --kami-- di sini adalah: Allah beserta para malaikatnya.
Jawab : Ya seperti itu.
apakah berarti --kami-- di sini bisa diartikan " Banyak " karena kalau di jabarkan berdasarkan penjelasan anda itu berarti allah berserta sekian banyak malaikatnya.
Jawab : Kami - jamak=banyak, banyak berarti bisa dua atau lebih.
mohon penjelasannya bagi orang yang tidak tahu ini.
Jawab : Sesungguhnya anda telah mengerti maksud/arti kata “kami”, apakah harapan anda dlm perkara ini ?
Mohon maaf sy juga bukan menggurui anda, krn sy bukan juga pandai, namun ini hal agama, sebuah keyakinan dan kebenaran, selagi sy dapat menjawab akan sy jawab demi kebaikan.
Setelah ini silahkan (jika ingin) tanyakan pd yg lain (ahli) di luar sana, banyak yg dapat menerangkan lebih baik.
Terimaksih kmbali,
Jadi --kami-- di sini adalah: Allah beserta para malaikatnya.
Jawab : Ya seperti itu.
apakah berarti --kami-- di sini bisa diartikan " Banyak " karena kalau di jabarkan berdasarkan penjelasan anda itu berarti allah berserta sekian banyak malaikatnya.
Jawab : Kami - jamak=banyak, banyak berarti bisa dua atau lebih.
mohon penjelasannya bagi orang yang tidak tahu ini.
Jawab : Sesungguhnya anda telah mengerti maksud/arti kata “kami”, apakah harapan anda dlm perkara ini ?
Mohon maaf sy juga bukan menggurui anda, krn sy bukan juga pandai, namun ini hal agama, sebuah keyakinan dan kebenaran, selagi sy dapat menjawab akan sy jawab demi kebaikan.
Setelah ini silahkan (jika ingin) tanyakan pd yg lain (ahli) di luar sana, banyak yg dapat menerangkan lebih baik.