Blog / Jika Anda bertemu Budha Di Jalan, Bunuh Dia

Orang yang tercerahkan tidak akan pernah meminta anda untuk mengabaikan rasio dan kehendak anda, dan percaya padanya begitu saja. Kebenaran dapat dijelaskan. Kebohonganlah yang tidak dapat dijelaskan dan harus ditanamkan dengan teror dan intimidasi. Itulah sebabnya mengapa anda tidak akan pernah dapat mempertanyakan Islam di negara Islam manapun tanpa kehilangan kepala anda. Tetapi anda dapat mempertanyakan pengajaran Yesus dan Budha atau filosofi Hindu dan bahkan menolaknya tanpa takut akan disakiti. Orang-orang yang berpegang pada kebenaran sangat meyakini kebenaran itu. Mereka tidak menjadi marah jika anda menantang keyakinan mereka. Mereka menjelaskannya kepada anda. Tetapi mereka yang percaya kepada kebohongan menyadari akan ketidakpastian keyakinan mereka tersebut dan tidak akan tahan terhadap pemeriksaan nalar. Sehingga mereka menuntut agar anda menghormati keyakinan mereka dan tidak mempertanyakannya.

 

Oleh Ali Sina, 22 Juli 2013

 

Ali Sina yang terhormat, dalam artikel “Should We Fear God?”, anda menulis: “Beberapa tahun lalu ... saya diperlihatkan sebuah dunia dengan nurani yang murni ... seakan-akan seluruh pengetahuan dalam alam semesta dapat saya pahami”. Tidakkah anda mengklaim hal yang sama yang diklaim Muhammad? Perbedaannya adalah ia menggunakan bahasa abad ke-7 dan anda menggunakan bahasa abad 21.

 

Ada perbedaan besar. Saya tidak ragu Muhammad mempunyai pengalaman halusinasi di gunung Hira. Dalam hal ini ia tidak berbohong, walaupun ia berbohong untuk banyak hal lainnya. Tetapi halusinasi visual dan auditori dikenal sebagai gejala-gejala epilepsi cuping temporal. Pengalaman saya tidak bersifat visual atau auditori. Jadi tidak dapat dijelaskan dengan epilepsi. Dan saya mendapatkan pemahaman baru berkenaan dengan realita. Pencerahan apa yang didapat Muhammad? Tidak ada! Ia tidak mengatakan apapun yang tidak dapat dikatakan oleh orang yang buta huruf pada jamannya.  

Muhammad mulai mengklaim status spesial dan menuntut ketaatan. Saya tidak membuat klaim-klaim semacam itu. Apa yang saya alami dapat dialami oleh setiap orang. Sudah tentu hal itu bukanlah sesuatu yang datang begitu saja hanya dengan mencoba. Namun demikian, sangatlah mungkin memasuki dunia pengetahuan yang tidak terbatas dengan mengurangi aktifitas mental kita. Jika aktifitas otak kita mencapai panjang gelombang Theta, kita dapat berhubungan dengan dunia tersebut. Budha mengembangkan teknik-teknik yang dapat memungkinkannya untuk berhubungan dengan dunia tersebut bila kita menghendakinya. Ia menyebutnya sebagai meditasi. Banyak orang lainnya yang juga telah mengembangkan kemampuan seperti itu. Nostradamus dan Edgar Casey sangat dikenal dengan kemampuan psikis mereka. Ini adalah kemampuan yang dapat dikembangkan siapapun. Saya tidak banyak mempraktikkannya sehingga saya tidak mempunyai kemampuan seperti itu.

Lebih jauh lagi, saya menjelaskan segala sesuatu dengan menggunakan nalar dan meminta orang agar tidak memercayai apapun yang saya katakan, kecuali semua itu masuk akal bagi mereka. Budha mengatakan hal yang sama. Ia berkata, “ragukan segala sesuatu dan temukan terangmu sendiri”.

Ada sebuah pepatah/teka-teki kuno yang dihubungkan dengan seorang master Zen yang bernama Linji (pendiri mazhab Rinzai) yang mengatakan bahwa, “Jika anda bertemu dengan Budha di jalan, bunuhlah dia!” kalimat ini tidak boleh diartikan secara harafiah. Jalan yang dimaksud adalah jalan menuju pencerahan. Jalan apapun yang mencari kebenaran adalah jalan menuju pencerahan. Anda dapat mencari kebenaran melalui meditasi, buku-buku, sains dan bahkan internet. Pencarian kebenaran adalah jalan menuju pencerahan. Budha mewakili keberadaan tercerahkan. Ini adalah keberadaan dimana anda berpikir anda telah menemukan kebenaran, bahwa anda telah mencapai akhir pencaharian anda. Saat anda percaya bahwa anda telah mendapatkan pencerahan maka anda berhenti tercerahkan. Pencerahan bukanlah sesuatu yang mempunyai akhir, dan kita bisa tiba disana. Pencerahan adalah sesuatu yang harus kita cari. Kebenaran itu tidak terbatas. Anda tidak akan pernah mencapai ketidakterbatasan dan tidak ada akhir bagi ilmu pengetahuan.

Muhammad menuntut agar orang meninggalkan cara berpikir yang kritis, membungkam rasionalitas mereka dan memercayai apapun yang dikatakannya tanpa banyak tanya. Nasihatnya kepada para pengikutnya adalah:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya (Sura 5:101-102)   

 

Ia juga mengatakan, 

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Sura 33:36)

 

Orang yang tercerahkan tidak akan pernah meminta anda untuk mengabaikan rasio dan kehendak anda, dan percaya padanya begitu saja. Kebenaran dapat dijelaskan. Kebohonganlah yang tidak dapat dijelaskan dan harus ditanamkan dengan teror dan intimidasi. Itulah sebabnya mengapa anda tidak akan pernah dapat mempertanyakan Islam di negara Islam manapun tanpa kehilangan kepala anda. Tetapi anda dapat mempertanyakan pengajaran Yesus dan Budha atau filosofi Hindu dan bahkan menolaknya tanpa takut akan disakiti. Orang-orang yang berpegang pada kebenaran sangat meyakini kebenaran itu. Mereka tidak menjadi marah jika anda menantang keyakinan mereka. Mereka menjelaskannya kepada anda. Tetapi mereka yang percaya kepada kebohongan menyadari akan ketidakpastian keyakinan mereka tersebut dan tidak akan tahan terhadap pemeriksaan nalar. Sehingga mereka menuntut agar anda menghormati keyakinan mereka dan tidak mempertanyakannya. 

Pengalaman-pengalaman mistik dapat dialami oleh setiap orang. Anda tidak perlu mempunyai status tertentu untuk mengalaminya. Banyak orang telah memasuki sumber pengetahuan yang tidak terbatas ini. Banyak penciptaan dan penemuan dalam sains yang telah dihasilkan dengan cara ini. Karya-karya seni yang indah, puisi dan musik dikarang dan digubah dengan cara demikian. Para pengarangnya tidak pernah mengklaim status istimewa atau menuntut agar ditaati atau agar orang tunduk pada mereka.

Budha mengatakan siapa saja dapat menjadi Budha (tercerahkan), Yesus mengatakan siapapun dapat melakukan mujizat seperti yang dilakukannya bahkan lebih hebat lagi. Ia berkata “Sesungguhnya Kukatakan kepadamu, barangsiapa yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan” (Yoh.14:21). Matius mengatakan bahwa Yesus memberikan kepada para murid-Nya kuasa untuk menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan (Mat.10:1).

Ketika anda tercerahkan, anda akan menjadi rendah hati. Kesombongan yang menjadi karakter seorang narsisistik tidak terdapat pada orang yang tercerahkan. Dan lihatlah Muhammad! Saya telah menulis secara ekstensif mengenai kesombongan dirinya. 

Kita tidak boleh menyamakan para pelihat sejati dengan para penipu dan orang jahat yang secara keliru mengklaim sebagai orang-orang yang tercerahkan. Dan apakah Muhammad mendapatkan pencerahan? Adakah pengajarannya yang menakjubkan? Tidak ada pencerahan dalam pengajaran Muhammad. Pesan utamanya hanyalah percayalah kepadaku atau kalian akan masuk neraka. Inilah esensi Islam. Dan 1,5 milyar jiwa tidak berdosa percaya pada kegilaan ini dan beranggapan bahwa ini adalah pengajaran yang paling indah.

Muhammad adalah seorang penjahat. Sangat mudah untuk melihat bahwa ia telah berbohong. Bandingkanlah hidupnya dengan hidup Budha, Yesus dan para pelihat sejati lainnya. Ada perbedaan yang sangat besar. Para pelihat yang sejati mengajarkan kasih, sedangkan Muhammad mengajarkan kebencian. Ia menjalani hidup yang menjijikkan sebagai penjahat dan perampok. Apakah Yesus merampok dan memerkosa orang? Apakah Budha mencuri? Apakah Khrisna berhubungan seks dengan anak kecil? 

Yesus menginstruksikan para pengikut-Nya “Barangsiapa tidak menyambutmu atau mendengarkan perkataanmu, tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debu di kakimu” (Mat.10:14). Bandingkanlah dengan apa yang diajarkan Muhammad kepada para pengikutnya. Setelah memerintahkan mereka untuk merampok dan menjarah, ia berkata “Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Sura 8:69). Mungkinkah sesembahan yang sama mempunyai kepribadian ganda? Anda tidak dapat menemukan dua pernyataan yang lebih kontradiktif daripada kalimat tersebut. Salah satu dari kedua orang ini adalah penipu. Terserah anda untuk memutuskan yang mana yang penipu. 

Seseorang yang tercerahkan mempunyai belas kasihan dan suka mengampuni. Suatu hari seorang Farisi ingin menguji Yesus. Ada hukum dalam Perjanjian Lama yang mengatakan bahwa seorang pezinah harus dilempari batu sampai mati. Orang Yahudi telah meninggalkan hukum yang biadab ini dan tidak mempraktikkannya. Maka orang Farisi membawa seorang pelacur kepada Yesus dan bertanya pada-Nya apa yang harus mereka lakukan pada perempuan itu. Yesus tidak terusik oleh kebisingan orang banyak dan sambil menulis sesuatu di tanah Ia berkata kepada mereka “Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, biarlah ia melemparkan batu yang pertama”, dan kemudian Ia kembali membungkuk dan menulis sesuatu di tanah. Kerumunan orang banyak itu sangat malu. Dengan membisu mereka pun pergi. Yesus ditinggalkan sendirian dengan perempuan itu yang berdiri di hadapan-Nya. Ia bangkit dan berkata kepadanya, “Hai perempuan, dimanakah mereka? Tidak adakah yang menghukummu?” ia berkata, “Tidak seorangpun, Tuan”. Dan Yesus berkata, “Aku pun tidak menghukummu. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi”. Perkataan Yesus ini membuat saya meneteskan air mata.

Insiden serupa terjadi pada masa Muhammad. Mari kita mendengarnya dari Malik: (41: 41.1.1)

“Abdullah ibn Umar berkata, “Orang Yahudi menemui utusan Allah (SAW), dan mengatakan kepadanya bahwa seorang pria dan seorang wanita dari antara mereka telah melakukan perzinahan. Utusan Allah (SAW) bertanya pada mereka, ‘Apakah yang kamu dapati dalam Taurat mengenai rajam?’ Mereka berkata, ‘Kami mengumumkan perbuatan mereka dan mencambuk mereka. Abdullah ibn Salam berkata, ‘Kamu berdusta! Ada hukuman rajam untuk itu, jadi bawalah Taurat kemari’. Mereka membukanya dan salah satu dari mereka menaruh tangannya diatas ayat mengenai rajam. Lalu ia membaca kalimat sebelumnya dan setelahnya. Abdullah ibn Salam mengatakan kepadanya agar mengangkat tangannya. Ia mengangkat tangannya dan terlihatlah ayat rajam. Mereka berkata, ‘Ia telah mengatakan kebenaran, Muhammad. Ayat rajam ada di dalamnya’. Maka utusan Allah (SAW) memberi perintah dan mereka dilempari batu sampai mati”.  

Abdullah ibn Umar menambahkan, “Aku melihat seorang laki-laki melindungi seorang wanita dari lemparan batu”.   

Malik mengatakan, “Dengan demikian ia melemparkan dirinya sendiri ke atas wanita itu sehingga batu-batu itu menimpa tubuhnya”.

Betapa berbedanya!  Kisah ini saja sudah cukup untuk melihat bahwa kedua pria ini sangat berbeda. Kisah ini pun membuat saya menangis. Saya tersentuh oleh tindakan pria yang menjadikan tubuhnya sebagai perisai bagi wanita yang dicintainya.

Ketika ditanyai mengenai nabi-nabi palsu, Yesus berkata, “Dari buahnyalah kamu akan mengenali mereka” (Mat.7:16). Yang harus kita lakukan hanyalah melihat kehidupan Muhammad. Juga lihatlah konsekuensi dari pengajaran-pengajarannya dan bagaimana orang Muslim bertingkah-laku setelah mereka dipengaruhi pengajaran tersebut. 

Apakah saya mengklaim diri sebagai nabi? Tentu saja. Saya adalah nabi bagi diri saya sendiri. Anda juga harus demikian. Inilah yang diajarkan dan diharapkan oleh Yesus dan Budha dari kita. Segala sesuatu yang mereka lakukan dapat kita lakukan, jika kita dapat bangkit kepada kemuliaan kita dan menjadi Manusia. Islam bukanlah agama. Islam adalah bidat jahat. Yang bermasalah dengan agama adalah para pengikutnya hanya sekedar menjadi pengikut dan bukan murid. Seandainya mereka tidak hanya mengikuti dengan buta dan berusaha mempelajari kebenaran dari para pengajar mereka yang telah mendapat pencerahan, maka tidak akan ada banyak kebencian dalam agama. Kita harus belajar dari satu sama lain, tetapi kita tidak cocok menjadi pengikut. Mengikuti dilakukan oleh domba. Kita harus menjadi nabi bagi diri kita sendiri. Tetapi pertama-tama kita harus tercerahkan. Inilah yang diharapkan Pencipta kita dari kita.

Pencerahan adalah lawan dari indoktrinasi. Muhammad menginginkan indoktrinasi. Ia menginginkan agar orang menjadi bodoh, dan tidak mempertanyakannya sehingga mereka tidak mengetahui/melihat bahwa ia adalah seorang penipu. Yesus dan Budha mengajari para murid mereka bagaimana mendapatkan pencerahan. Muhammad ingin menurunkan derajat orang menjadi budak. Yesus dan Budha ingin membebaskan mereka. Yesus dan Budha ingin setiap orang menjadi seperti mereka.

 

Dipetik dari Alisina.org

 


Add a Comment
| 122
terzolimi
Reply| 25 Aug 2013 02:32:54
@mr x

loh kalau yg dipikirin badani n duniawi memang tidak menarik mas...
tapi hidup didunia ini singkat, hidup kekal ya di surga or dineraka.
kamu pilih yang mana...?
vote aja...
terzolimi
Reply| 25 Aug 2013 02:29:18
@Anti Static
anda memaparkan dgn jelas.
tapi pemahaman anda masih jongkok. Yesus berkata "Akupun TIDAK menghukum kamu... PERGILAH JGN BERBUAT DOSA LAGI" apakah ada yang ditentang dalam kitab taurat itu?
orang disekitar disitu disuruhkan?
lebih intelek dong .....
kasihankan kamu dicap goblok.?
mr x
Reply| 22 Aug 2013 11:53:16
@light

sayangnya ucapan anda tidak menarik minat semua manusia di muka bumi ada apakah gerangan agama anda menawarkan jaminan keselamatan tapi mereka di luar sana rela melepaskannya di genggaman tangan mereka bahkan seorang kaya pun rela hidup miskin dan tersiksa demi memilih ridho sang pencipta masuk akalkah atau ada sesuatu yang hilang dalam agama anda ?
light
Reply| 09 Aug 2013 15:00:56
kristen adalah agama yang paling baik...
mengajarkan kebaikan yang seperti Tuhan...
tanpa celah,melarang semua kebencia,kejahatan dan semua hal yg menimbulkan dosa...
bila orang kristen di serang,di perangi dan mereka harus mempertahankan hidup dengan cara membalas , maka kristen itu telah melakukan DOSA. kami kristen tak pernah di halalkan untuk melakukan hal yang dpt membuat dosa apapun sebab nya.Agama kristen adalah agama paling sempurna karena mengajarkan kebaikan namun karena kita adalah manusia yang tak luputdari dosa,agama kristen yang sempurna ini tak dapat di lakuan sepenuhnya dengan benar.kristen berpatok pada keTuhanan yang mana kita harus berlaku seperti Tuhan sang amat baik.berbeda dengan pemikiran agama yang berpatokan manusiawi,di serang maka balas...
Anti Static
Reply| 04 Aug 2013 15:53:20
20:12, “Bila seorang laki-laki tidur dengan menantunya perempuan, pastilah keduanya dihukum mati; mereka telah melakukan suatu perbuatan keji, maka darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

20:13, “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

20:14, “Bila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan ibunya, itu suatu perbuatan mesum; ia dan kedua perempuan itu harus dibakar, supaya jangan ada perbuatan mesum di tengah-tengah kamu.”

20:15, “Bila seorang laki-laki berkelamin dengan seekor binatang, pastilah ia dihukum mati, dan binatang itupun harus kamu bunuh juga.”

20:16, “Bila seorang perempuan menghampiri binatang apapun untuk berkelamin, haruslah kaubunuh perempuan dan binatang itu; mereka pasti dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

Kesimpulan : Taurat memberlakukan hukum rajam, Yesus diutus utk menggenapi hukum Taurat bukan merubah hukum taurat, Peristiwa yesus dg orang Farisi yg membawa perempuan trtuduh dlm satu riawayat itu hanyalah tindakan ujian bagi Yesus sbg nabi yg tahu apakah benar bahwa jika Yesus di dustai dlm satu prkara & jg sbg olok2 mereka, namun dipetik hikmahnya trlepas dr kebenaran riawayat tsb yg sesungguhnya, pastilah telah trjadi KONTRADIKTIF AYAT PERAYAT, manakah yg berubah ?

Patut disayangkan (Imamat, 20:15-16), bisa2nya binatang yg tdk tahu apa2 & tdk berdosa yg tlh diperkosa oleh manusia malah binatang itu di bunuh pula…kasihan deh..udeh jatuh ketimpa tangga pula…kejam… Perkataan taurat ini membuat saya meneteskan air mata.
Anti Static
Reply| 04 Aug 2013 15:51:31
Dipetik dari alisina org. (orang gila) di kabarulang oleh bukti&saksi,

“…..Seseorang yang tercerahkan mempunyai belas kasihan dan suka mengampuni. Suatu hari seorang Farisi ingin menguji Yesus. Ada hukum dalam Perjanjian Lama yang mengatakan bahwa seorang pezinah harus dilempari batu sampai mati. Orang Yahudi telah meninggalkan hukum yang biadab ini dan tidak mempraktikkannya. Maka orang Farisi membawa seorang pelacur kepada Yesus dan bertanya pada-Nya apa yang harus mereka lakukan pada perempuan itu. Yesus tidak terusik oleh kebisingan orang banyak dan sambil menulis sesuatu di tanah Ia berkata kepada mereka “Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, biarlah ia melemparkan batu yang pertama”, dan kemudian Ia kembali membungkuk dan menulis sesuatu di tanah. Kerumunan orang banyak itu sangat malu. Dengan membisu mereka pun pergi. Yesus ditinggalkan sendirian dengan perempuan itu yang berdiri di hadapan-Nya. Ia bangkit dan berkata kepadanya, “Hai perempuan, dimanakah mereka? Tidak adakah yang menghukummu?” ia berkata, “Tidak seorangpun, Tuan”. Dan Yesus berkata, “Aku pun tidak menghukummu. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi”. Perkataan Yesus ini membuat saya meneteskan air mata.

Kesimpulan : Yesus tdk melaksanakan hukum rajam berbanding trbalik dg…
Imamat
20:8, “Demikianlah kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan melakukannya; Akulah TUHAN yang menguduskan kamu.”

20:9, “Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri.”

20:10, “Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.”

20:11, “Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

(bersambung)
Daviel
Reply| 02 Aug 2013 15:47:00
@mr x


saya belajar dari alkitab "sayangi musuhmu kalau di tampar pipi kirimu berikan pipi kanan mu"

tapi tak satupun netter di sini yg mengamalkan ajaran ini yang ada malah

"Jangan Kira aku datang untuk membawa damai melainkan pedang/hinaan fitnah"
ini yg banyak saya temukan dari netter non muslim di sini.

respon.......hmmmmm

apa gunanya tentara didalam suatu kerajaan atau negara......????
kalau di kerajaan dan negara itu 100% memegang ayat yg ente tulis apa yg terjadi terhadap negara atau kerajaan itu kalau diserang.....???? diam saja.....???? itu namanya mati konyol, trus apa yg terjadi dengan penduduknya....??? apakah dengan ayat itu kami tidak boleh atau bisa bertahan hidup....??? atau apakah dengan ayat itu kami tidak boleh melihat kebenaran tentang islam....??? kami bukan kalian, kami pny sejarah, kami melihat kejadian2 dari sejarah2, SEANDAINYA sejarah lama terulang lagi maka kami sendiri yg salah karena kami tidak mempelajari sejarah kami sendiri

tp selama peperangan itu blom terjadi kami berusaha utk mencari akar penyebabnya dan memusnahkah akarnya, agar peperangan itu tidak terjadi.....karena nasib dunia ini sudah diberikan kepada tangan manusia, tergantung manusia itu sendiri mau menggunakan utk membangun atau menghancurkan dunia ini, karena manusia memilik free will utk melakukan....
Daviel
Reply| 02 Aug 2013 14:52:00
@mr x

respon anda

@spirit

surat ADOLF HITLER 12 april 1922
di kutip oleh john adam dalam Dark Bible.

respon

kasih link nya JGN ASBUN.....HANYA SETAN SAJA PENDUSTA DAN MEMUTAR BALIK KEBENARAN
Daviel
Reply| 02 Aug 2013 14:32:16
@mr x

maaf yah bung il bisa anda beri saya bukti yang akurat kalau mengikuti muhammad bodoh dan penjahat soalnya kalau berbicara seperti itu anak ingusan juga bisa.

respon

ini buktinya pengikut2 nabi ente bahkan ente percaya sama muhammad kalo dia pernah "membelah bulan"......bener tidak...???? jawabannya cmn 2
1.kalau ente percaya berarti ente bodoh mau aja di bohongin nabi ente......coba liat di awan kalo malam waktu bulan purnama ya mas bro....apakah bulan itu tinggal separuh atau utuh....??? atau ngeles seperti ustad2 dan ulama2 ente bilang kalau di bulan ada garis tengah itu bekas muhammad membelah bulan trus nyambung lagi......ente tambah bodoh lg karena mau di bohongin ustad dan ulama2 ente, sudah jelas di ayat tersebut tidak tertulis bulan itu menyambung kembali, ngarang dari mana tuh....??? pake logika mas bro, ustad2 n ulama2 ente pny dasar apa utk bicara seperti itu......mnurut ane cmn satu si dasar nya......DASAR PENIPU

2.kalau ente tidak percaya muhammad membelah bulan berarti ente percaya dong kalo nabi ente itu nabi palsu, seperti tuduhan Yahudi sama Kristen tentang nabimu, kenapa tidak.....??? jd pantas pengikut2 muhammad termasuk ente2 bodoh......mau di tipu sama nabi yg ga bisa apa2.....ada yg salakah dgn tulisanku...???? itulah sebabnya yahudi dan kristen menolak muhammad itu nabi, karena nabimu ga bisa apa2....kok ngaku2 nabi....??? nabi darimana....??? nabi dari alloh.....ya ga bisa bermujizat kalo alloh mu batu, kalo alloh mu Allah (YHWH), pasti bisa, kenapa aku tulis begini, liat sejarah nabi2 yg kalian jg klaim nabi2 islam.....mereka semua nabi dari mana....??? dari Allah Israel (YHWH) atau dari allah arab (??? / batu yg disembah suku nabimu )....????
Grim_reaper90
Reply| 02 Aug 2013 12:06:53
@mr x
jadi masalah anda apa sama kritikan saya??
yg memupuk kebencian itu justru dari islam, bahkan muslim diajarkan utk memusuhi kafir dan yahudi.
padahal agama lain tdk mengajarkan tersebut.
betul kata anda, memupuk rasa kebencian terhadap sesama manusia akan menganggu mental dan psikologi manusia.
dan inilah terbukti dari mental dan psikologi tiap2 muslim.
kita bahkan bs melihat ny di indonesia seperti munarman yg cubir FPI melakukan siraman di dpn TV..
mungkin mental dan psikologi nya sgt terganggu sehingga tak tahu malu lagi dalam bertindak di khalayak depan.
o y, sama seperti LHI juga tu, ada terganggu dikit psikologi nya, yg korupsi sapi juga ada mental nya mereng, anak2 pun dikawinin nya.
menurut anda itu ajaran siapa sich kalo bukan dari muhamaaD?
kan muhamad memberi contoh cemana kawinin anak2 kan?
mr x
Reply| 02 Aug 2013 11:53:55
@mr x

soal Nabi Muhammad yg banyak julukan kalau anda mau adil sebenarynya bertebaran website islam yang menjelaskan dan meluruskan silahkan berpikir cerdas lihat sudut yg lainnya,kalau anda mengambil dari sudut yg membenci islam bagaimana pun islam menjelaskan tidak akan masuk ke hati anda.

bersikaplah netral hilangkan embel-embel agama cari dari sumber asli yang terpercaya.
karena sudah banyak kejadian mereka yang mualaf justru dari kalangan orang-orang yg dulunya sangat membenci islam dan setelah mereka melekukan penelitian sendiri tanpa copypaste dari orang-orang yg tak bertanggung jawab akhirnya menemukan kebenaran yg sangat bertolak belakang dari mereka tuduhkan.

semoga anda pelan-pelan bisa mengalahkan setan kebencian yg terus menerus menggerogoti jiwa anda.sebagai sesama manusia saya memberi saran kalau pun tidak di terima setidaknya ada terbersit di hati sanubari anda.
mr x
Reply| 02 Aug 2013 11:44:18
@Grim_reaper90

bukan kah anda keberatan dengan sila ketuhanana kenapa sekarang anda jadi sewot kalau indonesia bukan milik islam.siapa yg berkata indonesia milik mislam?

anda sendiri yg protes saya kasih solusi kalau ngga suka jangan tinggal di indonesia.
ko malah bawa-bawa nama islam.itulah logika non muslim di sini menjilat ludah sendiri.

mulanya memprotes ujung-ujungnya indonesia milik semua agama.memangnya yg jadi masalah anda yg mana ?

saya jadi ingin tertawa sebaiknya anda hentikan menjadi netter setia di sini pelan-pelan akan merusak jiwa anda karena secara tidak langsung anda sudah memupuk rasa kebencian terhadap sesama umat manusia yg akan mengganggu mental dan psikologis anda.
silahkan rasakan dan buktikan kata-kata saya kalau saya salah.
mr x
Reply| 02 Aug 2013 11:34:39
@Hamel

kami yang mana ?
John Max
Reply| 02 Aug 2013 07:55:01
Gue cek di Hadis Bukhari, eh ... kutipannya ada lho, sesuai dengan yang dipaparkan pada artikel di atas:
Bukhari 41.1.1

Malik related to me from Nafi that Abdullah ibn Umar said, "The Jews came to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, and mentioned to him that a man and woman from among them had committed adultery. The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, asked them, 'What do you find in the Torah about stoning?' They said, 'We make their wrong action known and flog them.' Abdullah ibn Salam said, 'You have lied! It has stoning for it, so bring the Torah.' They spread it out and one of them placed his hand over the ayat of stoning. Then he read what was before it and what was after it. Abdullah ibn Salam told him to lift his hand. He lifted his hand and there was the ayat of stoning. They said, 'He has spoken the truth, Muhammad. The ayat of stoning is in it.' So the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, gave the order and they were stoned . " Abdullah ibn Umar added, "I saw the man leaning over the woman to protect her from the stones." Malik commented, "By leaning he meant throwing himself over her so that the stones fell on him."
John Max
Reply| 01 Aug 2013 23:05:23
Untuk memahami manusia seperti apakah Muhammad itu sesungguhnya, gampang ...... lihat saja para pengikutnya yang setiap hari menumpahkan darah ratusan orang di seluruh dunia.
Itu sudah cukup untuk kita tahu bahwa Muhammad benar-benar seorang penjahat!!!
sederhana
Reply| 01 Aug 2013 20:42:48
JADI PANTASLAH MUHAMMAD DEMIKIAN KARNA MASA KECILNYA YANG SANGAT TRAGIS
sederhana
Reply| 01 Aug 2013 20:42:24
‘Kami diberitahu bahwa Rasul Allah pernah menyinggung hal tentang al-‘Uzza dan katanya, “Aku telah mempersembahkan domba putih kepada al-‘Uzza, ketika aku masih menjadi pengikut agama masyarakatku.” (Hisham ibn al-Kalbi, Kitab al-Asnam, p.17)


Bukhari juga mencatat bahwa Muhammad muda memakan daging yang dipersembahkan pada berhala Mekah, hal yang dilarang dalam kepercayaan monotheisme seperti Yahudi dan Hanif. (Sahih Bukhari, 67:407, 58:169). Hal ini menunjukkan pada mulanya Muhammad adalah penyembah berhala (kafir), namun karena dorongan dari orang2 seperti Waraqah, Khadijah, dan Zaid bin Amr, akhirnya Muhammad menjadi seorang monotheisme.


Dimasa muda Muhammad, terdapat beberapa orang yang telah menentang budaya berhala yang ada di Mekah, dan berdakwah tentang tauhid atau monotheisme. Salah satunya adalah, Zayd bin Amr. Ia adalah seorang penyembah berhala kemudian murtad menjadi seorang Hanif (Agama Ibrahim). Zayd dengan keras menentang polytheisme, karenanya ia kemudian diasingkan oleh orang2 Mekah. Selama masa pengasingan ini, ia sering bertemu Muhammad didekat Gua Hira. Zayd belajar agama hingga ke Syria. Dikemudian hari Muhammad bercerita tentang Zaid ini; “Aku telah melihat dia di surga menggambar baju2nya.” Perkataan ini membuktikan bahwa ia begitu terkesan terhadap ajaran monotheisme yang diajarkan oleh Zaid tersebut. (Ibn Sa'd, vol.i, p.185)


Tahun2 berlalu. Muhammad muda tetap saja suka menyendiri dan lebih memilih hidup di dunianya sendiri, bahkan jauh dari orang2 yang dikenalnya. Bukhari menulis bahwa Muhammad “lebih pemalu daripada perawan wanita bercadar.” Dia tetap saja begitu seumur hidupnya, tidak percaya diri dan pemalu. Dia berusaha mengatasinya dengan membesarkan, menyombongkan dan memuja2 diri sendiri.
sederhana
Reply| 01 Aug 2013 20:41:57
Egonya, sensitifitas dan perasaannya sangat terluka, Muhammad tidak lagi bermain-main dengan anak2 lain diwaktu luangnya. Malah, dia merasa lebih nyaman bercakap2 dengan orang2 yang berhaji ke Mekah atau berdagang. Dia menikmati percakapan dalam hal2 religius. Dia juga mendapat kepuasan mendengarkan kisah2 religius dari mereka. Sangat sering, dia meminta mereka untuk bercerita tentang kisah2 Arab jaman dulu yang menarik minatnya. Kebanyakan kisah dan dongeng yang dia dengar dari mereka berfungsi sebagai penyembuh dari luka2 hatinya. Jika punya kesempatan, dia akan menceritakan kembali semua kisah2 itu pada para pendengarnya, yang pada gilirannya, membuat kisah itu bagian dari Quran !


Tidak banyak yang terjadi di masa muda Muhammad dan tidak ada hal yang dianggap penting dicatat oleh penulis kisah hidupnya. Dia dikabarkan adalah orang yang pemalu, pendiam dan tidak terlalu suka berhubungan sosial. Meskipun disayang dan dimanja pamannya, Muhammad tetap peka dengan statusnya sebagai anak yatim piatu. Kenangan masa kecil yang sepi dan tanpa kasih terus menghantui sepanjang hidupnya.


Tidak banyak informasi mengenai agama awal Muhammad. Dalam beberapa kisah diceritakan bahwa kakek Muhammad adalah seorang Hanif (monotheisme Ibrahim), namun sang paman Abu Talib adalah seorang penyembah berhala. Ibnu Ishaq menulis bahwa Muhammad biasa sembahyang seorang diri di Hira setiap tahun selama sebulan untuk melakukan 'tahnanuth' yang merupakan ibadah berhala. Menurut masyarakat Quraish, 'tahnanuth' berarti pengabdian agamawi.(Ibn Ishaq, Sirat, p.105)
sederhana
Reply| 01 Aug 2013 20:41:20
Membiarkan onta2 menjelajahi padang mencari rumput2 diantara bebatuan, kita dapat membayangkan bagaimana seorang muda, sensitif dan pintar seperti Muhammad, harus menghabiskan waktu seperti itu. Lumrah bahwa kemalangan dan kesengsaraan menciptakan kepahitan dalam diri seseorang.


Kita bisa menduga bahwa ditengah2 frustasinya karena kesepian, dia mestilah bertanya pada dirinya sendiri kenapa dia ada didunia ini sebagai anak yatim, dan kenapa dia harus bekerja sebagai penggembala ditempat sesepi ini dalam umur semuda ini, ketika anak2 seumurnya menghabiskan waktu ditemani oleh orang tua tercinta mereka. Dia juga mesti bertanya kenapa ibunya memberikan dia pada orang yang tidak dia kenal, dan kenapa perlakuan padanya berbeda dibanding perlakuan pada anak2 lain.


Semua ini sangat menyakitkannya; rasa sakit ini menjadi penyebab utama semakin mendalamnya kebencian pada ibunya. Dia percaya jika dia tinggal bersama ibunya, ia tidak perlu menderita ejekan dirumah kakeknya dan pamannya. Dia menganggap ibunya bertanggung jawab atas semua penderitaannya. Kebenciannya kepada wanita makin bertambah ketika saudara2 wanita dirumah pamannya sering mengejek dan mempermainkannya. Mereka mungkin tidak membuat luka ditubuhnya, tapi mereka pasti menyakiti dia sangat dalam, hingga tidak dapat disembuhkan, secara emosional dan psikologikal.


Ketika dia menderita ditangan anggota keluarganya sendiri, tidak ada seorangpun anggota keluarga wanita yang menolongnya dari gangguan ini ataupun menghiburnya sesudahnya. Ia berjanji dalam hatinya untuk membalas semua perlakuan wanita ini suatu saat kelak. Dikemudian hari kebencian Muhammad pun terbukti, bagaimana ia memperlakukan budak wanita, dan bagaimana ia memperlakukan istri2nya.
sederhana
Reply| 01 Aug 2013 20:40:25
Hal itu dilarang bahkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dan tentu saja, mereka juga keberatan dengan penggunaan salib, sebuah lambang Kristen yang umum dipakai didunia ini.


Para penulis Muslim menekankan bahwa Bahira tertarik akan Muhammad muda karena melihat tanda kenabian pada bahunya. Penglihatan ini, meyakinkan sang rahib bahwa inilah nabi yang sama yang kedatangannya telah dituliskan dalam kitab2 Kristen. Sang rahib mengatakan pada Abu Talib agar keponakannya jangan sampai jatuh ke tangan orang Yahudi, seakan meramalkan perlawanan yang akan dihadapi Muhammad dimasa depan dari kelompok Yahudi ini.


Diragukan apa pertemuan ini benar2 terjadi. Kalaupun iya, sang rahib pastilah mencoba mendorong agendanya sendiri, karena ia mempunyai misi untuk menyebarkan agamanya sendiri dan ia tertarik akan kepintaran dan rasa ingin tahu Muhammad, dan berusaha menarik Muhammad kedalam agamanya ini. Dia tahu bahwa subjeknya (Muhammad) adalah pendengar yang pasif, dan dia juga keponakan keluarga penjaga Kabah. Dia juga tahu bahwa jika dia berhasil menanamkan bibit ajarannya kedalam pikiran Muhammad, sang rahib dapat menyebarkan, melalui Muhammad, doktrinnya kepada orang2 Mekah, dengan begitu membuat misinya melakukan lompatan besar. Ini adalah sebuah motivasi yang bagus bagi Bahira untuk mengembangkan rasa ketertarikan Muhammad. Dia tidak perlu melihat benjolan besar (yang katanya tanda nabi) dipunggung Muhammad untuk yakin akan kemampuan anak tersebut..


Bersama pamannya Abu Talib, Muhammad kembali ke Mekah, pikirannya penuh dengan dongeng2 dan kisah2 agama yang dia dapat sepanjang perjalanan. Dia sangat terkesan dengan doktrin2 yg diajarkan oleh Rahib Bahira dari biara Nestorian, yang dikemudian hari akan sangat menolongnya dalam pembentukan pemikiran dan doktrin2 agamanya sendiri.


Dimasa remajanya Muhammad mendapat pekerjaan untuk membawa onta2 ke padang rumput. Dia lalu harus menghabiskan waktu sendirian, bagian terbesar dari harinya dihabiskan dipadang gersang diluar Mekah.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top