Martyrdom - Pahlawan Iman 116: Para Missionaris Elim – Diserbu Kaum Gerilyawan

Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
Yohanes 4:35

 

“Pada hari Jumat, 23 Juni 1978 adalah hari dan tanggalnya kami sampai ke pusat Missi Ngue di Wilayah Vumba di dekat Kamp Matondo di Distrik Zimunya.  Waktu operasi ditetapkan pukul 6:30-9:00 malam.... Jumlah rekan seperjuangan yang melaksanakan operasi di sana adalah 21 orang.... Senjata yang dipakai adalah kapak dan parang.  Tujuan: Membinasakan semua musuh.  Kami berhasil membunuh 12 orang kulit putih termasuk 4 orang bayi...”

Catatan yang sangat mengerikan ini ditulis di dalam sebuah diary milik salah seorang anggota gerilyawan yang menyerang sebuah pusat missi di Zimbabwe (dahulu bernama Rhodesia).   Kelompok penyerang itu menyeret para missionaris ke semak-semak dan membunuh mereka semua, termasuk anak-anak kecil.

Para missionaris yang menjadi martir adalah:  Catherine Picken, seorang perawat; Mary Fisher, seorang guru;  Wendy White, seorang pekerja sosial; Peter McCann, seorang guru IPA di SMP Elim di Catarere; istreri Peter, Sandra dan anaknya yang masih bayi, Joy; Roy Lynn, seorang pegawai bagian pemeliharaan alat-alat; Philip dan Sue Evans bersama dengan tiga orang anak mereka.  Mary Fisher sebenarnya ditemukan masih hidup, tetapi kemudian meninggal karena luka-lukanya.  Pemakaman mereka dihadiri oleh 800 orang Eropa dan Afrika.

 

Dunia akan melihat bahwa membunuh seorang Kristen sebenarnya sedang melipatgandakan kekristenan.  Darah dari para martir Gereja sebenarnya adalah benih untuk tumbuhnya orang-orang Kristen baru.  Dengan cara ini Gereja akan menang kalau Gereja ditindas dan mengalami kemajuan ketika dianiaya.  Sekarang aku percaya bahwa tanggungjawabku adalah untuk menyebarkan Injil.  Pernyataan seorang Kristen Afrika mengenai kejadian pembunuhan terhadap kaum missionaris Elim.


↑ Back to Top