Martyrdom - Pahlawan Iman 118: William E. Simpson – Penginjil di Alam Terbuka

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.
Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap,
supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Yohanes 15:16

 

William dilahirkan di dalam keluarga missionaris Amerika ketika mereka sedang melayani di daerah perbatasan antara Tibet dengan Cina.  William mengikuti jejak ayahnya menjadi penginjil terhadap orang-orang Tibet.  Ia mengadakan perjalanan lebih dari 8.000 km dalam setahun dengan menggunakan kuda, dari satu perkemahan suku Tibet ke perkemahan lainnya, membagikan Injil kepada mereka.  Ia kemudian membangun sebuah sekolah kecil di perbatasan Tibet, dimana ia mengajar Alkitab kepada anak-anak.  Di sekolah itu jugalah ia menjadi martir, ketika sekelompok tentara Muslim yang melakukan desersi menyerang sekolah Kristen itu.  Peristiwa itu terjadi pada tahun 1932, dan William berusia 29 tahun ketika ia mati dibunuh di sana.

Ketika ayah William mendengar berita tentang kematianya itu, ia, yang tinggal di dekat daerah itu juga, langsung bergegas menuju ke sekolah itu.  Ia mendapati tunuh anaknya yang berlumuran darah di lantai sekolah.  Di bawah tubuh William, ia menemukan secarik kertas berlumuran darah yang bertuliskan, “Sebagai peringatan akan Aku.”

Ayah William, yang juga bernama William, tetap melayani di Cina sampai tahun 1949.  Ia terus melakukan pelayana penginjilan dan juga melakukan pelatihan terhadap para pelayan dari antara orang-orang Cina yang dimenangkannya.

 

Bukankah semua penganiayaan, kesepian, kepedihan, kelemahan dan kesakitan, kedinginan dan kelelahan di perjalanan yang panjang, kegelapan dan kekecewaan, dan semua cobaan serta ujian, sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sukacita yang sangat besar karena kesempatan untuk memberikan kesaksian mengenai “kabar sukacita besar” itu? 
William E. Simpson (menjadi martir pada tahun 1932).


↑ Back to Top