Martyrdom - Pahlawan Iman 119: Yohanes dan Paulus – Saudara Seiman dan Sehidup-semati

Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus,
adalah Tuhan yang telah mengurapi. 
II Korintus 1:21

 

Kedua martir ini adalah dua orang kakak-beradik dari sebuah keluarga bangsawan yang berkedudukan tinggi di dalam Kerajaan Romawi.  Setelah Kaisar Julianus naik tahta, kedua kakak-beradik itu ditangkap karena iman mereka, dan diberi kesempatan sepuluh hari untuk menyangkal Kristus dan memberikan persembahan kepada dewa-dewa Romawi.  Tetapi kedua orang itu memilih untuk mati sebagai martir.  Mereka dibunuh di rumah mereka sendiri pada tahun 362.  Kedua kakak beradik ini, yang bernama Yohanes dan Paulus, termasuk dalam golongan martir terakhir yang menderita di Roma karena menolak untuk memberikan persembahan kepada dewa-dewa Romawi. 

 

Melalui kegelapan keraguan dan dukacita
musafir itu terus maju
menyanyikan lagu pengharapan
berbaris menuju Tanah Perjanjian
Nampak jelas di depan kami, menembus kegelapan
bersinar terang yang membimbing perjalanan
Sesama saudara bergandengan tangan
Melangkah di dalam gelap malam tanpa ketakutan
Bernhardt S. Ingemann (1789-1862)


↑ Back to Top