Martyrdom - Pahlawan Iman 123: Shamimu Muteteri Hassan – Anak Gadis yang Berpendirian Kuat

Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.
Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu. 
Lukas 21:17-19.

 

Ketika Shamimu Muteteri Hassan, seorang gadis berusia 16 tahun dari Uganda meninggalkan Islam dan menjadi Kristen pada tahun 2007, ayahnya yang adalah seorang Islam radikal menjadi sangat murka.  Ayahnya memang dikenal di desanya sebagai seorang yang sangat kuat pendirian agamanya, dan karena itu ia berusaha untuk membuat Shamimu menyangkali Kristus, bahkan sampai mengancam untuk membunuhnya. 

Gereja kemudian berusaha membuat rencana untuk mengungsikan Shamimu dari rumahnya, tetapi sebelum rencana itu dilaksanakan, ayahnya menyerang dan membunuh Shamimu dengan menggunakan sebuah palu besar pada tanggal 1 Juli 2007, dua bulan setelah Shamimu menjadi percaya.  Ayahnya kemudian membakar jasad Shamimu dan menguburkannya.  Polisi menangkap ayah Shamimu, tetapi seorang Muslim yang kaya menyuap para polisi itu untuk membebaskannya. 

Kekasih Shamimu yang bernama Ivan, anak dari pendeta yang membimbing Shamimu menjadi percaya, justru yang kemudian ditangkap polisi dan dipenjarakan selama beberapa hari.

 

Tidak ada rasa aman—rasa aman dari manusia, rasa aman dunia—selain dari rasa aman sejati yang aku temukan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
N
agla al-Imam, pengacara dan pegiat hak asasi manusia dari Mesir, yang diinterogasi dan dipukuli pada tahun 2010 oleh aparat keamanan karena imannya kepada Kristus.


↑ Back to Top