Martyrdom - Pahlawan Iman 125: Tateos Michelian – Kematian yang Dinubuatkan

Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus,
supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. 
II Korintus 4:11

 

Dalam khotbah terakhirnya, yang disampaikannya tiga hari sebelum ia menghilang, Tateos,  pemimpin gereja di Iran, menegaskan bahwa di sepanjang sejarah Gereja Kristus sudah ada begitu banyak orang yang menjadi martir bagi iman mereka, dan karena itu orang-orang Kristen di Iran juga harus siap apabila hal yang sama juga terjadi kepada mereka.  Ternyata kata-kata itu merupakan nubuatan, karena pada tanggal 29 Juni Tateos keluar dari rumahnya dan tidak pernah kembali dalam keadaan hidup.  Ia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada tanggal 2 Juli.

Anaknya, Gao, dipanggil oleh pihak berwenang untuk mengidentifikasi jasad ayahnya, dan melihat bahwa ayahnya sudah meninggal dengan beberapa luka tembakan di kepalanya.  Tateos, yang sudah melayani gereja di Iran selama lebih dari 40 tahun, sudah menerima banyak ancaman dari pihak berwenang di sana, termasuk ancaman untuk dibunuh.   Tateos memiliki karunia yang sangat luar biasa sebagai penerjemah, penulis dan apologis.

 

Ya Tuhan, Tuhan atas segala kebaikan dan kasih karunia
y
ang layak menerima kasih yang terbesar;
y
ang lebih besar daripada yang bisa kami berikan;
Penuhilah hati kami dengan kasih yang demikian kepada-Mu
Sehingga tidak ada lagi penderitaan yang terasa berat
Dalam ketaatan kepada kehendak-Mu
Dan tolonglah agar di dalam kasih kami kepada-Mu
Kami akan menjadi semakin serupa dengan Engkau,
Sampai kami mendapatkan mahkota kehidupan
yang sudah Engkau janjikan bagi orang-orang yang mengasihi Engkau
Melalui Yesus Kristus Tuhan kami.
Uskup Westcott (1825-1901)


↑ Back to Top