Blog / Penipuan Toleransi Islam

Orang Muslim itu penipu. Jihad mempunyai dua sayap: teror dan tipu daya (ro’b dan taqiyah). Beberapa orang Muslim adalah spesialis dalam teror dan yang lainnya spesialis tipu daya. Jadi ada orang Muslim yang berlagak sebagai pelindung anda dan akan berkata pada anda bahwa Muhammad mengatakan kelompok minoritas adalah amanat sakralnya. Muhammad tidak pernah berkata demikian. Ini adalah permainan tipu daya yang dimaksudkan untuk membodohi orang dan itu berhasil.

 Muslim Mesir lakukan pagar betis menjaga gereja Koptik dari serbuan sesamanya Muslim, setelah puluhan gereja dan gedung-gedung milik Kristen dihancurkan oleh anggota Ikhwanul Muslimin

 

Oleh: Ali Sina (15 Agustus 2013)

 

Hai Ali

Telah terjadi beberapa kerusuhan antara orang Hindu dengan orang Muslim di Kashmir minggu lalu. Berita (lihat:news item) yang beredar mengatakan bahwa sekelompok orang Muslim menjaga keamanan berlangsungnya prosesi pernikahan Hindu untuk melindungi mereka dari orang-orang Muslim lainnya yang hendak melakukan kerusuhan di wilayah mayoritas Muslim. Dikatakan bahwa “Nabi Muhammad berkata kelompok minoritas adalah amanat sakralku bagi Umat Muslim. Sudah menjadi kewajiban religius kita untuk melindungi mereka”. Jika Islam itu jahat lalu mengapa orang-orang Muslim ini melindungi kelompok minoritas?

Saya sendiri adalah seorang Hindu dan saya tidak sedang membela Islam. Saya hanya ingin mengetahui yang sebenarnya. Sesungguhnya mengapa orang-orang Muslim ini melindungi kelompok minoritas apabila Islam mengajarkan kebencian?

 

Gaurav yang baik,

Muhammad tidak pernah mengatakan bahwa kelompok minoritas adalah amanat sakralku bagi Umat Muslim. Klaim ini benar-benar dusta. Ia berkata, “orang-orang yang musyrik itu najis” (Sura 9:28), “janganlah jadikan mereka sebagai teman dan pelindungmu/wali sekalipun mereka adalah bapa dan saudara-saudaramu” (bdk.Sura 9:23). “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka” (Sura 9:14), dan karena “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk” (Sura 9:29). Ia tidak menganjurkan untuk melindungi orang-orang tidak beriman; ia memerintahkan untuk memerangi mereka (Sura 25:52), membantai mereka dimanapun kamu menemukan mereka (Sura 2:191), dan aku akan memasukkan teror ke dalam hati mereka (Sura 2:191).

Ini hanyalah puncak gunung es. Seperti yang anda lihat, tidak ada toleransi dalam ayat-ayat ini.  Fakta bahwa beberapa orang Muslim melindungi orang Hindu dari orang Muslim lainnya adalah bukti bahwa Islam tidaklah damai. Mengapa orang-orang Hindu tersebut membutuhkan perlindungan? Jelas bahwa Islam ditafsirkan secara berbeda oleh setiap orang Muslim. Penafsiran siapakah yang benar?

Saya mengutip beberapa ayat yang membenarkan kekerasan. Quran dan hadith dipenuhi pengajaran kebencian. Apakah ada pengajaran yang baik seperti yang telah anda kutip? Tidak satupun. Pengajaran yang mengatakan bahwa “kelompok minoritas adalah amanat sakralku” adalah dusta. Saya telah mendengarnya berulangkali, tetapi itu tidak ada dalam buku-buku kanon Islam. Jika pengajaran seperti itu memang ada, maka itu akan bertentangan dengan semua pengajaran Muhammad lainnya.

Sekarang pertanyaannya adalah mengapa orang Muslim merekayasa pengajaran seperti itu sedangkan itu bertentangan dengan agama mereka? Ada dua alasan.

Alasan pertama adalah mereka tidak tahu apa-apa tentang Islam dan memproyeksikan kebajikan alamiah mereka terhadap agama mereka. Semua orang dilahirkan baik. Kita menjadi jahat oleh karena indoktrinasi-indoktrinasi palsu dan pengajaran-pengajaran yang buruk. Letakkanlah bayi-bayi dari latarbelakang ras dan agama (orangtuanya) yang berbeda dalam satu ruangan, maka anda akan melihat mereka bermain bersama dan sama sekali tidak memedulikan apa warna kulit atau agama mereka. Mereka akan bertengkar soal mainan tetapi tidak pernah soal ras atau agama. Melalui indoktrinasi, anak-anak ini dapat menumbuhkan kebencian terhadap sesama berkenaan dengan agama atau warna kulit. Banyak orang Muslim tidak mengetahui bahwa Islam mewajibkan mereka membenci non Muslim. Jika orang Muslim bertoleransi, itu karena mereka tidak tahu apa-apa tentang agama mereka.

Tetapi ini tidak berarti bahwa mereka akan tetap bertoleransi. Yang diperlukan hanyalah seseorang dengan pengetahuan yang lebih baik tentang Islam yang menunjukkan pada mereka ayat-ayat dalam Quran yang dipenuhi kebencian dan “mentobatkan” mereka menjadi binatang-binatang pembunuh. Saya dapat melakukannya hanya dalam waktu beberapa jam. Berikanlah pada saya seorang pemuda Muslim yang mudah terkesan, dan saya akan memberikan kepada anda seorang teroris di penghujung hari. Itu sangat mudah. Yang harus anda lakukan hanyalah membacakan Quran kepada mereka dan menunjukkan beberapa hadith. Saya dapat membuat orang Muslim manapun merasa bersalah dan takut akan neraka karena telah bersahabat dan bersikap toleran kepada non Muslim.

Alasan lainnya adalah orang Muslim itu penipu. Jihad mempunyai dua sayap: teror dan tipu daya (ro’b dan taqiyah). Beberapa orang Muslim adalah spesialis dalam teror dan yang lainnya spesialis tipu daya. Jadi ada orang Muslim yang berlagak sebagai pelindung anda dan akan berkata pada anda bahwa Muhammad mengatakan kelompok minoritas adalah amanat sakralnya. Muhammad tidak pernah berkata demikian. Ini adalah permainan tipu daya yang dimaksudkan untuk membodohi orang dan itu berhasil. Jelaslah anda berhasil ditipunya. Anda terkesan dengan penipuan ini dan anda bertanya-tanya jika Islam itu jahat lalu bagaimana bisa ada orang Muslim yang melindungi para tetangga Hindu mereka dari sesama mereka orang Muslim. 

Jika Islam adalah agama yang toleran, orang hindu tidak akan membutuhkan perlindungan. Adakah anda melihat orang Kristen, Hindu atau Budha melindungi kelompok minoritas yang ada di tengah mereka dari sesamanya penganut Kristen, Hindu dan Budha? Itu sama sekali tidak diperlukan!

Orang Muslim sering melakukan hal-hal yang baik tetapi mereka tidak pernah melakukannya diam-diam demi kebajikan itu sendiri. Kebajikan mereka senantiasa disertai dengan perhatian besar dari media. Niatnya adalah untuk mempromosikan Islam melalui propaganda. Sebagai contoh, sebuah keluarga Muslim pindah ke sebuah lingkungan dimana mereka adalah minoritas. Mereka mengundang para tetangga mereka untuk makan malam atau membagikan makanan takjil selama bulan Ramadan kepada para tetangga mereka yang non Muslim. Tujuannya adalah untuk mengislamkan mereka. Mereka selalu mengingatkan orang lain bahwa alasan mengapa mereka bersikap semanis merpati seperti itu adalah karena diwajibkan oleh agama mereka. Tetapi itu adalah tipu daya. Mengapa mereka tidak pernah menunjukkan kasih seperti ini kepada kelompok minoritas di negara-negara Muslim dimana non Muslim mendapatkan penganiayaan secara sistematis? Mengapa kelompok minoritas di negara-negara Muslim membutuhkan perlindungan?

Setiap kebajikan yang dilakukan orang Muslim dirancang untuk membuat anda terkesan. Ia selalu mempunyai agenda tersembunyi. Seorang Muslim tidak akan berbuat baik, kecuali ia berniat menipu anda. Atau, ia tidak tahu apa-apa tentang agamanya.

Imam Ghazzali (1058-1111), seorang cendekiawan Islam ternama mengatakan, “Berbicara adalah sarana untuk mencapai tujuan. Jika pujian dapat diperoleh baik melalui mengatakan kebenaran atau berdusta, maka tidak diperbolehkan mendapatkannya melalui dusta karena tidak perlu berbuat demikian. Jika dimungkinkan mencapai tujuan tersebut dengan berdusta dan tidak mengatakan kebenaran, maka dusta diijinkan untuk memungkinkan tercapainya tujuan.[Ahmad Ibn Naqib al-Misri, The Reliance of the Traveler, diterjemahkan oleh Nuh Ha Mim Keller, Amana publications, 1997, bagian r8.2, h. 745].

Bagi seorang Muslim tidak ada tujuan yang lebih mulia selain dari mempromosikan Islam. Bila seorang Muslim tersenyum dan mengatakan betapa ia mengasihi negara anda dan betapa ia ingin menjadi sahabat anda, ingatlah hadith berikut ini “(Sesungguhnya) kami tersenyum pada beberapa orang, sementara hati kami mengutuki (orang-orang yang sama itu)[Fath Al-Bāri, 10:544, dikutip dalam Ibn Kathir, Tafsir, vol. 2, h. 141-143]

 

Alisina.org

 


Add a Comment
| 45
Margono
Reply| 26 Nov 2016 22:09:33
@gembel
Kamu boleh-boleh saja menafsirkan ayat Al'quran dengan versi yg kelihatan baik, dilengkapi dengan illustrasi cucu Muhammad yg welas asih, ramah, panjang sabar.

Namun ketika ulama Suriah mengeluarkan fatwa seperti Fatwa Syeikh Yusuf Qaradhawi untuk memerangi semua pihak yg bekerja sama dengan pemerintah Suriah, termasuk militer, pihak sipil maupun ulama Islam pro pemerintah adalah musuh yg harus diperangi, itu islami atau tidak.

Syeikh Adnan Arour juga mengeluarkan ancaman untuk mencincang kelompok Islam pro Suriah dan diumpankan sebagai makanan anjing, ini islami atau tidak.

Kemudian Syeikh Mohammad Al-Arifi dari Wahabi menyerukan untuk bergabung membentuk Tentara Pembebasan Suriah untuk berjihad di jalan alloh memerangi pemerintah Suriah dan ulama-ulama Islam pro pemerintah, ini islami atau tidak.

Kemudian Mufti Besar Suriah yg bernama Syeikh Hassoun mengajak para syeikh Al Azhar dan seluruh rakyat Suriah pro pemerintah untuk berperang membasmi pasukan ulama-ulama Syeikh Yusuf Qaradhawi, Syeikh Adnan Arour, Syeikh Mohammad Al-Arifi yg akibatnya sesama Islam saling bunuh, saling cincang, saling memusnahkan, ini islami atau tidak.

Kemudian ketika Syeikh Ramadhan Al Buthy mengeluarkan fatwa dan mengatakan bahwa fatwa Syeikh Yusuf Qaradhawi adalah fatwa yg salah, kemudian Syeikh Ramadhan Al Buthy yg sudah tua bangka tsb harus menerima konsekuensinya, seminggu setelah dia mengeluarkan fatwa, Ramadhan Al Buthy hancur berkeping-keping di bom teroris Islam.

Akibat perang sesama Islam di Suriah, negara tsb hancur, rakyatnya banyak menderita, mengungsi ke Eropa. Pihak-pihak Islam yg bertikai tsb bukan sembarangan muslim, mereka Syeikh dan masih turunan Muhammad....ente hanya gembel dek!.

Pandangan mu tentang Islam adalah versi mu sendiri, tafsirmu sendiri yg sudah terkontaminasi ajaran kearifan lokal bangsa Indonesia yg ramah, welas asih dan toleransi, paham!.
gembel
Reply| 26 Nov 2016 05:58:19
TIPU DAYA IBLIS MENYESATKAN MANUSIA


هُوَ الَّذِي أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ ءَايَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَاتَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِ وَمَايَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ {7} رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ{8}
“Dia-lah yang menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi al-Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat dari padanya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang muta-syabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (Ali Imran: 7-8 ).

BAGAIMANA HARUS MENYIKAPI?

Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih, para penyeru kebenaran harus penuh dengan rahmat dan kasih sayang. Salam dalam ayat ini bukan bermakna memberi salam, tapi ingin menunjukkan kami tidak memiliki waktu untuk menjawab cacian, kami hanya ingin membawa kedamaian dan keselamatan.

Suatu hari, cucu Rasulullah yang bernama Muhammad Al-Baqir pernah didatangi seseorang kristen. Tiba-tiba ia berkata, “Kamu adalah baqor (sapi)”

Beliau menjawab, “Tidak, aku baqir”
“Kamu anak dari tukang masak itu?” Bentaknya.
“Benar, itulah pekerjaan ibuku.” Jawab Al-Baqir tanpa berubah raut wajahnya.
“Kamu adalah putra dari wanita hitam yang berbuat nista.” Kata orang tersebut.
“Jika kmu benar, smoga Allah mengampuni ibuku. Jika km salah, smoga Allah mengampunimu”
pintar
Reply| 07 Oct 2013 06:42:17
biarlah orang lebih bodoh berbicara

keliatan tong kosong nyaring bunyinya

kwkwkw
yes
Reply| 25 Sep 2013 11:47:32
@Indra Jaya

bodoh betul kalian.. suda dalam alquran mangatakan kristian( prngikut yesus) adalah di atas orng kafir.. soooo kristian bukan kafir.. lo. orang pnyembah berhala kaabah saja kafir sebenarnya...
abs
Reply| 03 Sep 2013 18:43:40
@m. zaky
Tipu daya? yang penipu daya ulung (khairul makirin) itu siapa ya?
muhammad gigolo
Reply| 03 Sep 2013 12:06:33
@m.zaky wrote
Semoga Alloh SWT memberi hidayah-Nya kepada kita semua, karena ketika telah datang pertolongan Alloh kita melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Alloh maka bertasbihlah dan memohon ampun pada-Nya karena sesungguhnya Alloh maha penerima taubat...Aamiin
-------------------------------------
jwb :
Alloh SWT dari gua hira itu = IBLIS....lu aja kaleeee minta hidayah dari IBLIS, orang kristen ma ogah ahhh.....hahaha
Ngapain juga mohon maaf sama Alloh SWT (IBLIS) MENDING SURUH ALLOH SWTmu (IBLISMU) datang ke gue bertekuk lutut dan gue maafin dia krn menipu kalian smua yang muslim.....hahaha

ALLOH SWT (IBLIS) koq diandalkan???? hahaha betapa bodohnya anda semua muslim.....hahaha
m. zaky
Reply| 03 Sep 2013 10:57:04
Sesungguhnya ayat2 di atas adalah muslihat tipu belaka yg telah diselewengkan untuk menipu daya org lain, akan tetapi sesungguhnya mereka (org2 kafir dan munafik) telah menipu diri mereka sendiri.

Pada fitrahnya semua manusia dilahirkan dalam keadaan beriman kepada Alloh SWT dan diberi hati kecil yg mengakui Alloh SWT sbg tuhan yg Maha Esa. Alloh SWT tempat meminta segala sesuatu, dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yg setara dengan Dia.

Semoga Alloh SWT memberi hidayah-Nya kepada kita semua, karena ketika telah datang pertolongan Alloh kita melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Alloh maka bertasbihlah dan memohon ampun pada-Nya karena sesungguhnya Alloh maha penerima taubat...Aamiin
Hamel
Reply| 02 Sep 2013 16:22:14
@Indra Jaya
quote:
"..............................Maha Baik dan Maha Jahat hanya Milik Allah SWT. Karena Dia Lah Tuhan yang memiliki Hak untuk Menghukum dan Hak untuk Mengampuni. Bukan Manusia. Bukan Adam, Bukan Musa, Bukan Isa, dan Juga Bukan Muhammad.
...................................."

Respon:
Pohon mangga yang baik dan buahnya manis, tidak mungkin punya buah yang masam.

Sumber mata air tawar, tidak mungkin mengeluarkan air asin atau payau.

Tuhan adalah kasih abadi, tidak mungkin dia bisa baik sekali dan jahat sekali.

Jadi jika allah anda kadang bisa baik, kadang bisa jahat, kadang hepi, kadang bete, kadang jujur, kadang bohong, olloh anda manusiawi banget. "berbahagialah" anda, yang anda ikuti itu bukan Tuhan sejati. jadi seandainya masuk neraka, anda bujuk-bujuk dan rayu saja olloh anda itu, siapa tahu dibolehin masuk surga. tapi nantinya juga jangan heran kalo anda sudah di surga, trus olloh anda bad mood dan anda ditendang masuk neraka.

wong namanya juga olloh ga jelas.
Sitikhadijah
Reply| 31 Aug 2013 08:44:08
@ all muslim,
ALLAH SWT ITU MAHA KASIH?
BAH! DUSTANYA KEBANGETAN!
JANGAN PERCAYA SI KHAIRUL MAKIRIN ITU.

Kasih Allah Swt bahkan kalah besar dibanding dengan KASIH IBU.
Ibu kita malah mengasihi SETIAP anaknya, walau ia nakal, kafir, bandit atau gangster.

Memang ibu akan prihatin, namun ia tetap mengasihi setiap anak2nya.
Si gangster yg akhirnya masuk penjara tetap dikunjungi siibu di cell nya.
Ia menangis, memeluknya dan menciumnya.
Ia tetap meratap sewaktu sang anak mati di eksekusi atau tertembak polisi. Itulah Kasih yg Tuhan taruh dikalbu.
KASIH IBUKU... KASIH IBUKU...JAUH MELEBIHI KASIH "ALLAH"KU yg palsu!
BISAKAH BEGITU? Jangan mau ditipu.
POLO
Reply| 30 Aug 2013 02:58:25
AHMED DEEDAT CONTOH MUSLIM TERKUTUK , DIA AKHIRNYA MENDAPAT BALASAN SETIMPAL ATAS HUJATANNYA PADA FIRMAN TUHAN DAN MATI KONYOL (MARKUS 3:28,29)
POLO
Reply| 30 Aug 2013 02:52:12
@Anti Static
AHMED DEEDAT CONTOH MUSLIM TERKUTUK, DIA MENDAPAT BALASAN YANG SETIMPAL ATAS HUJATANNYA PADA FIRMAN TUHAN (MARKUS 3: 28,29)
Muhammad Kristen
Reply| 27 Aug 2013 16:48:09
@kosaki
Murni darimana? Alquran sekarang yang beredar sudah tidak asli lagi karena yang membakar Alquran asli adalah sahabat-sahabat nabi Muhammad sendiri. Kemudian oleh mereka dibuat Alquran versi baru. JAdi pembakar Alquran pertama bukan orang Kristen melainkan sahabat nabi sendiri. Jadi Islam jangan suka memojokkan Kristen untuk sebuah pembenaran diri.
Muhammad Kristen
Reply| 27 Aug 2013 16:44:30
Itulah dalam Islam bahwa Islam sangat tidak percaya jika Allah memiliki kuasa yang maha kuasa. Jadi Islam menentang kehendak Allah itu sendiri. Apa yang tidak bisa Allah lakukan? Apakah menjelma menjadi manusia adalah perbuatan yang tidak boleh Allah lakukan? lalu jika tidak boleh, siapakah yang berhak melarang Allah berbuat itu? Jika Islam membatasi kuasa Allah maka dapat dipastikan bahwa ajaran Islam sesat.
KAPOKJADIMUSLIM
Reply| 24 Aug 2013 12:01:14
TIPU DAYA DALAM FATWA?
http://bacabacaquran.com/2013/08/24/test-keperawanan-siswi-mencontohi-test-fatwa-aurat-di-timur-tengah/
kafir13
Reply| 24 Aug 2013 09:33:35
@pis pis aja
Yang dari abad 7 tuh dari awal maen bantai dan di halalkan oleh awloh dan nabi arabnya hahaha

Si nabi mati saling bantai sendiri pula.
pis pis aja
Reply| 24 Aug 2013 01:33:08
coba belajar dari sejarah bro, apa ada (penganut) agama besar dunia yang bebas dari dosa sejarah kekerasan terhadap (penganut) agama lain???
muhammad gigolo
Reply| 23 Aug 2013 20:51:13
Apa bedanya dgn di kristen Allah Maha kuasa sehingga bisa menjema menjadi apa saja dan Allah (roh Allah) masuk dlm rahim manusia bernama maria dan prosesnya sama spt manusia biasa hingga lahirlah Yesus....
Yang jd pertanyaan kenapa islam menyebut Tuhannya org kristen ada 3???

Pada mulanya adlh firman(roh) dan firmana itu bersama2 dgn Allah dan firman itu adlh Allah. Spt jg manusia kmn2 pasti pergi bersama rohnya dan rohnya itu yg membuat manusia hidup. Jd tak prh disebut si ali dan roh si ali ttp disebut satu saja yaitu si ali. Itu namanya two in one dua tp adalah satu. Yg spt ini yg di doktrin oleh ulama islam yg mengatakan Tuhan kristen ada 3. Krn tdk mengerti penjelmaan. Firman dan Allah adlh 1 dan menjelma dgn masuk ke rahim dan lahirlah Yesus. Gitu crtnya....skrg ngerti ga haiiii muslim???
pemikir bebas
Reply| 23 Aug 2013 17:36:58
kalau kekerasan yang menjadi ukuran benar salahnya suatu agama tunjukkan bukti sejarah suatu agama/ umat suatu agama yang tidak pernah melakukan kekerasan atas nama agamanya ?????
Indra Jaya
Reply| 23 Aug 2013 14:33:15
Dalam Islam, setiap Muslim harus yakin bahwa Allah SWT Maha Segalanya. Logika sederhana yang bisa di jadikan sebagai analogi adalah, Manusia (dan Mahluk Lainnya) adalah Subyek Yang Memiliki Keterbatasan, Adapun Allah SWT adalah Maha Tak Terbatas. Tidaklah mungkin segala sesuatu yang serba terbatas akan Mampu menilai sesuatu yang Tidak Berbatas. Ini untuk penjelasan Allah Maha Segalanya. Allah Maha Pengasih Penyanyang, juga Allah adalah Maha Menghinakan, Maha Merusak, Maha Jahat, (Seperti Kisah Nabi Adam sampai Nabi Muhammad), bagaimana Nabi Adam dikeluarkan dari Surga, bagaimana Nabi Musa di Usir dari Mesir, bagaimana Nabi Isa di olok-olok oleh Para rabi di Rumah Tuhan, Bagaimana Nabi Muhammad di perangi oleh kaum Kerabat nya sendiri, dst seperti yang tertuang dalam Kitab Kitab Taurat Injil dan Alquran.

Maha Baik dan Maha Jahat hanya Milik Allah SWT. Karena Dia Lah Tuhan yang memiliki Hak untuk Menghukum dan Hak untuk Mengampuni. Bukan Manusia. Bukan Adam, Bukan Musa, Bukan Isa, dan Juga Bukan Muhammad.

Bicara mengenai Toleransi. Dalam Islam, orang lain di luar Islam adalah Kafir. Itu saya akui benar. Namun perlakuan terhadap Kafir, tidak bisa di terapkan hal yang sama. Pada Zaman Nabi Muhammad SAW, ada kafir yang hidup berdampingan dengan kaum Muslim, seperti di Madinah, namun di Madinah pun ada kafir yang di usir dari Kota Madinah. Perlakuan berbeda tersebut dilakukan karena ada dua karakter yang berbeda antara dua macam kafir tersebut, yang pertama Kafir yang tidak mengganggu kehidupan umat Muslim, maka disebut Kafir Dzimni, dalam hal mengganggu Kafir Dzimni, maka sama saja mengganggu pribadi Rasulullah SAW. Disini hukum toleransi berlaku (lakum dinnukum waliadin). Untuk kasus kedua, kafir yang mengganggu umat Muslim, maka hukum pengusiran dari negeri bisa diberlakukan, kecuali kafir tersebut mengakui kesalahan dan terjadi perdamaian antara kedua belah pihak disaksikan oleh Qadi (Hakim) dan Saksi-saksi. Demikian, Hanya Allah SWT yang memiliki kebenaran.
KONYOL
Reply| 22 Aug 2013 12:18:43
@ ANTI STATIK,
@ MUSLIM,
Saya kutibkan komen sdr EX_MUSLIM yg tidak terjawab oleh Muslim, kecuali total ngacir!

“Lihat betapa Nabimu membodohi kalian dg bualan makr (ala allah khairul makirin, Qs.3:54) yg paling tidak masuk-akal. Masak Yahudi dibuat begitu konyol shg me-nutup2i satu ayat Taurat dimuka umum dg cara yg begitu tolol”??? [Yahudi tidak setolol arab yg ummi, hehehe!]

“Abdullah ibn Umar berkata, “Orang Yahudi menemui utusan Allah (SAW), dan mengatakan kepadanya bahwa seorang pria dan seorang wanita dari antara mereka telah melakukan perzinahan. Utusan Allah (SAW) bertanya pada mereka, ‘Apakah yang kamu dapati dalam Taurat mengenai rajam?’ Mereka berkata, ‘Kami mengumumkan perbuatan mereka dan mencambuk mereka’.
Abdullah ibn Salam berkata, ‘Kamu berdusta! Ada hukuman rajam untuk itu, JADI BAWALAH TAURAT KEMARI’. Mereka membukanya dan salah satu dari mereka menaruh tangannya diatas ayat mengenai rajam. Lalu ia MEMBACA kalimat sebelumnya dan setelahnya. Abdullah ibn Salam mengatakan kepadanya agar mengangkat tangannya. Ia mengangkat tangannya dan terlihatlah AYAT RAJAM. Mereka berkata, ‘Ia telah mengatakan KEBENARAN, Muhammad. Ayat rajam ada di dalamnya’. Maka utusan Allah (SAW) memberi perintah dan mereka dilempari batu sampai mati”. (Malik: (41: 41.1.1).

Dengan ini Muhammad menyaksikan & MENGAKUI adanya kitab Taurat ASLI dizamannya!
DUNGU-NYA, ia tanya AYAT RAJAM DI TAURAT, tapi tidak memasukkannya di Quran!

Tambah Idiot-nya, ia tidak tanya ayat yg TERPENTING bagi bukti kenabiannya, yaitu ayat yg mencantumkan nama AHMAD, nabi yg ummi dlm Taurat & Injil (Qs.61:6, dan7:157) ??? Bukankah Muslim tak bisa tunjukkan keabsahan kenabian Muhammad? Siapa yg mengangkatnya jadi nabi (kecuali istrinya sendiri? Sirat IbnIshaq, p.106)

0, MUSLIM, SEMUANYA BEGITU JELAS BHW MUHAMMAD BERBUAL SESUKANYA THD ORANG2 BODOH DIZAMANNYA. DAN KINI ANDA MASIH MAU PERCAYA AKAN "WAHYU-ALLAH" ,YG KHAIRUL MAKIRIN??
Umat mana yg mau terus2an ditipu oleh nabinya?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top