Blog / Nama Allah Islam yang ke-100: "Penipu Terhebat -- Khairul Makiriin"

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, 

dan Allah pun menipu dayakan mereka itu.
Dan Allah adalah penipu daya terhebat”.


Sura 3 : 54

 

Sura 3:54 dalam bahasa Arab: Wa Makaru wa makara Allah wa Allah Amkaru ul Makireen.

Demikianlah kalimat tentang Allah “menjadi penipu yang terhebat”, khairul makiriin, juga digunakan untuk menjelaskan tentang Allah dalam Sura 8:30 dan 10:21. Sura 10:21 mengatakan Allah adalah yang tercepat dalam siasat perencanaan atau penipuan. Ini sedikitnya adalah nama-Allah yang sah -- Asmaul Husna yang keseratus – namun yang tidak dipublikasikan Islam.

Referensi lain tentang siasat penipuan/ rekayasa sembunyi-sembunyi  atau perbuatan kotor Allah [awas tentang terjemahannya yang sering menyasar] ada dalam Sura 7:99; 27:50; 13:42; 14:46; 43:79; 7:100; 4:142; 86:15-16 yang mengakui adanya timbal balik tipu-menipu yang sebenar-benarnya: “Sesungguhnya orang kafir itu melakukan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.
Dan Akupun melakukan tipu daya dengan sebenar-benarnya”
[They plot a plot. So I plot a plot]!



Etimologi kata Makara 

Sura 3:54 mengatakan bahwa Allah itu Makara, dalam bahasa Arab berarti Allah melakukan penipuan, mempunyai rencana, siasat, atau mempunyai maksud. Dalam Alkitab bahasa Arab yaitu dalam Kejadian 3:1 menggunakan kata yang sama untuk Setan. Namun, terjemahan bahasa Arab oleh Van Dyck menggunakan asal kata hayala. 

Kata “pengatur siasat” ini (maakir) adalah sebuah kata yang sangat kuat yang Wehr dan Abdel-Nour mendefinisikan sebagai “pintar, licik, cerdik”. Munjid bahasa Arab mendifinisikannya dengan khada yang tepatnya mempunyai arti yang sama (oleh Bill Campbell dalam bukunya The Qur'an and the Bible in the Light of History and Science hal. 217-218).

 

 

Tafsiran Sura 3:54 

Seseorang yang merupakan seorang makir (sama dengan kafir) berbicara tentang sifat seseorang yang hendak memperdayakan orang lain untuk membahayakannya. Hal ini menyatakan tentang seseorang yang akan melakukan hal yang berlawanan dari yang ia rencanakan. Pada kenyataannya orang ini melakukan rencana jahat untuk orang lain. Memang benar MAKIR ada kaitan dengan sebuah perencanaan dan maksud tertentu, tapi lebih sering hal ini disebut sebagai tipu muslihat, memperdaya, dan menipu dengan tujuan untuk menguasai dan mengalahkan orang lain. Seorang makir adalah seseorang yang memikirkan suatu maksud rahasia dan sembunyi-sembunyi untuk melawan orang lain. Persamaan katanya yaitu dengan kata mencontek, menipu, penyimpangan ganda, tipu muslihat, secara keseluruhan makara memiliki pemikiran untuk mengalahkan seseorang yang sudah anda tipu.

 

 Konteks dari Sura 3:54

Konteks dari cerita ini sangatlah penting. Sura 3 dianggap menjadi percakapan Muhammad yang terhebat dengan umat Kristen. Al-Tabari mengatakan disini bahwa kebohongan Allah terjadi di saat dimana bangsa Yahudi ingin membunuh Isa anak dari Maria. Supaya tidak dibunuh, Allah menempatkan rupa wajah Yesus palsu pada diri orang lain, untuk disalibkan sebagai pengganti Yesus asli. Kata kuncinya adalah PALSU. Hal ini menjelaskan bagaimana cara Allah bertindak yaitu dengan cara menipu banyak orang untuk percaya kepada yang palsu, dan bahkan Yesus pun ikut kena ditipu. Kebenaran aslinya dibalikkan oleh Allah agar manusia bejad melihat ”fakta tipuan sembunyi-sembunyi” itu sebagai fakta dan kebenaran baru! Pertanyaan kita, apakah Allah yang Agung mau main sembunyi-sembunyi atau rancangan agungNya bagi pembebasan seorang Isa Al-Masih dari penyaliban?

[Tampaknya ini dilakukan Allah demi untuk mencapai dua sasaran sekaligus, yaitu agar jangan terjadi bahwa Yesus disalib oleh orang-orang bejad dan mati terhina ditangan mereka; dan sekaligus Allah menunjukkan kedaulatan diriNya sebagai Penguasa Terhebat yang mampu membalas segala bentuk rancangan jahat dan tipu-daya dari manusia dengan TIPU (terbesar) dari Allah].

Secara mencolok kita melihat bahwa sasaran Allah tidak tercapai samasekali karena semua keakbaran Allah tersembunyi belaka, bahkan kosong – tidak ada atau tidak diketahui oleh siapapun! Membalas tipu-daya para kafir dengan TIPU-DAYA Allah yang begini sungguh sia-sia dan bodoh. Tak ada yang Allah menangkan melalui rancangan balasan ini. Sebaliknya, kerdillah Allahu Akbar yang terjebak meladeni komplotan kerdil ini dengan ikut-ikut meng-copy moda tipu-menipu mereka. Apalagi moda balasan ini baru diungkapkan Allah 6 abad kemudian dengan datangnya KLAIM ”wahyu-koreketif’ yang sangat terlambat dari Muhammad... Yesus sudah teraniaya dan terhina, dan tidak ter-restorasi karena kuasa pembebasan Allah kepadaNya tidak dimunculkan dimata publik. Allah malahan diam-diam membanggakan diri disebut kheir ul makarein seorang penipu yang terhebat, yang berarti bahwa Ia merupakan satu sosok yang tercerdik dan berkemampuan. Sosok Allah yang ingin menyembunyikan fakta ini ternyata sempat kalah dalam peperangan pada kayu salib, sedikitnya selama 6 abad! Disinilah sifat kesejatian Allah yang nyata, nama sah yang harus masuk menjadi bagian dari 100-Nama Allah!

 

Penerapan Umat Muslim tentang Sura 3:54 

Selama masa Perang Teluk kedua, seorang menteri penerangan Irak memberikan alasan terhadap kesalahan laporannya mengenai kemenangan Irak, dengan mengutip dari Sura 3:54, yang mengatakan bahwa “Allah adalah seorang penipu terhebat”. Jadi hal ini menunjukkan bagaimana umat Muslim ini menerapkan firman dan ayat tersebut dalam pendalilan yang salah. 

Sekitar tahun 686 SM, Za’idah bin Qudamah melihat pengaturan siasat penipuan terhadap orang lain dan mengatakan “Tuhan adalah pengatur siasat terhebat” (Sura 3:54) al-Tabari vol.20 hal.188  

http://www.thereligionofpeace.com/Quran/011-taqiyya.htm mengatakan bahwa pada sebuah pengiriman pesan pada tanggal 9/11 di pesawat 93, para pembajak berkata kepada para penumpang bahwa “ada sebuah bom di dalam pesawat, tetapi para penumpang akan selamat jika permintaan mereka dipenuhi”. Hal itu tentu saja sebuah kebohongan, tetapi apakah pembajak pada peristiwa 9/11 menjadi orang yang munafik saat itu? Tidak, mereka tidak munafik, karena hadist berkata bahwa mereka dapat melakukan tipu muslihat dalam perang ! (Shahih Bukhari 4: 267-269). Tetapi sekali lagi, sampai para pembajak mengambil alih pesawat terbang, baik laki-laki dan para wanita juga anak–anak tidak berpikir bahwa teman-teman penumpang yang lain juga ada di dalam perang tersebut bersama mereka.

Sekarang ini para cendikia Muslim tidak (berani) mengatakan bahwa umat Muslim dapat berbohong setiap saat mereka inginkan, tetapi justru mereka dapat (boleh) berbohong kepada orang lain yang bukan Muslim untuk tujuan jihad, peperangan, keamanan dan kemajuan Islam. Alasan terakhir ini mungkin menjelaskan mengapa sebagian orang Muslim yang ditanyai (walaupun bukan mayoritas) akan mengatakan hal-hal yang terbalik dari aslinya hanya untuk kemajuan Islam.  “War is deceit” (Perang adalah tipu-daya), demikian kata-kata Muhammad. Dan dunia telah dibagi dalam dua wilayah: Dar al- Salam (rumah damai) dan Dar al-Harb (rumah perang) yang mana para non-Muslim –khususnya Yahudi dan Nasrani-- dapat dianggap sebagai kafir yang boleh ditipu, bahkan termasuk yang dimusuhi/ dilaknati/ diperangi hingga tunduk (QS.9:29, 30 dll).

 Dilain hal, saya melihat suatu kebohongan yang menyolok yang dikatakan oleh umat Muslim tentang agama Kristen. Tetapi ketika fakta – fakta yang keliru itu ditunjukkan, mereka tetap menyimpan hal–hal yang sama tersebut dalam jaringan situs mereka. Mereka bahkan tidak memperbaiki atau menyebutkan kesalahan mereka secara gentleman, dan juga tidak menjelaskan mengapa mereka berpikir hal tersebut bukanlah sebuah kesalahan.

 

 

Hadist Muhamad menyokong kebohongan

Mengatakan pujian yang pura-pura demi untuk membuat perdamaian juga diperbolehkan oleh Muhammad. Rasul Allah ini menyampaikan,  “Dia yang membuat perdamaian antara orang–orang dengan menciptakan informasi yang baik atau mengatakan hal–hal yang baik, bukanlah seorang pendusta. Bukhari vol.3 buku 49 no.857.

 Lihat juga dalam Ibn-i-Majah vol.4 buku 20 bag.5 no.2544,

 “Abu Huraira melaporkan bahwa Rasul Allah berata, jika seseorang menyembunyikan (dosa) dari seorang Muslim, Allah akan menyembunyikan (dosanya) di dunia ini dan di alam baka. (1)”

 Catatan kaki (1) oleh seorang penerjemah mengatakan, "Terjemahan lain dari kutipan ini adalah merujuk kepada memberikan pakaian kepada seorang Muslim untuk menutupi bagian–bagian pribadinya. Hadist no. 2546 mendukung terjemahan ini.".

“Diceritakan oleh Jabir: Nabi bertanya, ‘Siapakah yang siap untuk membunuh Ka’b bin Ashraf? (yaitu seorang Yahudi).’ Dijawab oleh Muhammad bin Maslama, ‘Apakah kamu menyetujui saya untuk membunuhnya?’ Dan Nabi menjawabnya dengan tanda setuju. Muhammad bin Maslama berkata, ‘ijinkanlah saya untuk mengatakan apa yang saya suka.’ [seperti berbohong]. Nabi menjawabnya ‘saya setuju‘ (saya mengijinkan kamu).’”
Bukhari vol.4 buku 52 bag.159 no.271. al-Tabari vol.7.  

 “Diceritakan oleh Jabir bin ‘Abdullah, Rasul Allah berkata, ‘Siapa yang akan membunuh Ka’b bin Al-Ashraf karena kejahatan yang dia lakukan terhadap Allah dan rasulNya? Muhammad bin Maslama (bangkit dan) berkata, ‘Aku akan membunuhnya.’ Jadi, Muhammad bin Maslama pergi kepada Ka’b dan berkata, ‘Aku akan meminjam salah satu atau dua ikat padi-padian.’….. [setelah melakukan tawar-menawar atas apa yang akan dijaminkan untuk pinjaman tsb, mereka setuju bahwa Muhammad bin Maslama akan menggadaikan senjata-senjatanya]. Lalu Muhammad bin Maslama berjanji kepadanya bahwa dia akan datang dengan senjatanya pada hari berikutnya. Kemudian dia dan kawan-kawan datang kembali, pada saat Ka’b bin Al-Ashraf mengharapkannya untuk datang secara damai, ternyata Muhammad bin Maslama dengan tipu daya membunuhnya. Kemudian mereka menemui Nabi dan menceritakan segala sesuatunya kepada beliau.  Bukhari vol.3 buku 45 no.687.

Berikut ini juga diriwayatkan tentang pembunuhan Ka’b bin Al-Ashraf, dan semua cerita mereka yang sama. Bukhari vol.5 buku 59 bag.14 no.369; Sahih Muslim vol.3 buku 17 bag.744 no.4436; Abu Dawud vol.2 buku 9 bag.1015 no.2762; Abu Dawud vol.2 buku 13 bag.1110 no.2994. al-Tabari vol.9 hal.121 mengatakan kejadian ini terjadi antara  peperangan Badar dan Uhud. 

Muhammad berkata terus terang: “Perang adalah tipu muslihat”. Ibn-i-Majah vol.4 buku 24 (Jihad) bag.27 no.2833. Perang adalah penipuan menurut Bukhari vol.4 buku 52 bag.157 no.268, 269. Permasalahan dengan menyatakan hal ini dalam Ka’b bin Al-Ashraf adalah bahwa Ka’b tidak berpikir Muhammad bin Maslama sedang berperang dengannya. Demikian juga jika seorang Muslim memutuskan bahwa dia  sedang “dalam peperangan” dengan anda (seorang kafir), dia dapat dengan lancar berdusta  kepada anda saat anda berpikir dia adalah teman anda dan dia datang untuk meminjam sesuatu dari anda.  

Umat Muslim dapat merekayasa sumpahnya
yang telah terlanjur diucapkan demi nama Allah

Jangankan siasat-siasat biasa, bahkan  apa yang telah diteguhkan Muslim lewat bersumpah demi Allahnya ternyata masih bisa di-manuver (menunda/ menebus/ meniadakan)dengan pelbagai rekayasa dan kondisional dunia. Bukhari vol.7 buku 67 bag.26, Muhammad berkata,

“Dengan Allah, dan kehendak Allah, Jika aku bersumpah dan ternyata kemudian menemukan sesuatu yang lebih baik dari pada hal sebelumnya, maka aku melakukan yang lebih baik dan menebus sumpahku.”

Sura 5:89 Dia (Allah) menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja; maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar).

Dusta juga dibukakan oleh Islam dalam situasi kepepet. Muslim dapat menyangkal iman Islamnya sebagai taktik-dusta ketika ia merasa dipaksa oleh keadaan. Dalam hal ini dia dinyatakan  bebas dari dosa. Sura 16: 106, “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (maka dia mendapat kemurkaan Allah), KECUALI orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (maka dia ini tidak berdosa)...”

Al Rabi Ibnu Sulaiman berkata, mengutip dari Umi Kalthum Ibnu Uqba,
“Hanya karena tiga alasan inilah aku mendengar Utusan Allah memperingatkan tentang berbohong: Katanya, ‘Aku tidak menganggap seorang pembohong jika tujuannya untuk menyatukan orang, dan tidak pula terhadap mereka yang berbohong selama perang, atau mereka yang berbohong pada istri atau suaminya dengan tujuan untuk tetap bersatu’”
 (Muslim, Birr 101; Musnad Ahmad Ibnu Hanbal 6:403, 404, 459, 461).

 

Siapa yang Allah Perdayakan? Orang Yahudi? Orang Kristen
Sejak Abad-Kesatu? Atau Orang Muslim Saat Ini?
 

Allah dikatakan hanya menampilkan kematian Yesus-palsu pada kayu salib, yang menipu orang Yahudi dimana berpikir bahwa mereka sudah menyalibkannya. Sekarang jika Allah memang telah membuat tipuan tentang “pahlawan pengganti yang hebat” ini, anda seharusnya setuju bahwa pengaruh dari ini tidak hanya menipu bangsa Yahudi, tapi juga bangsa Romawi yang meng-eksekusi Yesus,  dan para murid Yesus -- termasuk Maria dan Yesus sendiri – dan bahkan bermiliar manusia Kristiani sejak dulu hingga sekarang.

Anehnya tipuan ini tidak ada keabsahannya samasekali, karena hanya klaim satu ayat (QS.4: 157) dari Muhammad yang tanpa bukti dan saksi apapun, melawan fakta yang muttawatir dari semua saksi mata (termasuk sejarawan non-Kristen), tentara Romawi yang menyalibkanNya, semua rasul-rasul pengikut Yesus, nubuat-nubuat Ilahi, maklumat malaikat, dan Injil Yesus sendiri. Ditambah dengan bukti kebangkitan Yesus yang hidup kembali seperti yang telah dinubuatkanNya berkali-kali. Adakah fakta dan saksi mata yang lain diabad ke-1hingga ke-6 yang menyodorkan bukti lain yang lebih shahih?

Atas dasar apa teks Quran 4:157 bisa membatalkan segudang kebenaran ilahiah yang dibuktikan?
Maka siapa yang telah Allah tipu-dayakan disini?

 

Allah “Penyebab dari Kekeliruan”

Sura 40:32-33: “Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk”.

 Ayat-ayat ini mengatakan bahwa Allah memimpin orang yang peragu ini. Konteksnya disini adalah mengenai akan pergi ke Surga atau Neraka. Maka jika seseorang ke neraka karena berpaling percaya kepada dewa-berhala, maka Allah  murka kepadanya dengan menyesatkannya tanpa ada yang bisa memberi petunjuk lagi.

Akan tetapi mengapakah Allah harus marah kepada orang-orang yang memang mengikuti jalan yang Allah sesatkan baginya? Bukankah Ia berfirman bahwa Dia telah Maha Bijaksana sekalipun menyesatkan umatNya, ”Allah menyesatkansiapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (QS.14:4).

Maka Allah telah menjadikan diriNya ”penyebab dari kekeliruan dan kesesatan”, bahkan telah menetapkan semua umatNya sejak semula untuk memenuhi neraka jahanam bersama para Jinn,

 Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan:
sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia semuanya”….
“Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk,
akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka
jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama."
(QS.11:119, 32:13).

 

Relasi Antara Allah dan Satan

Apa pekerjaan utama si jahat , Iblis atau Satan? Jawabannya ada dalam  Al-A’raf  7:16,17,  yaitu untuk menggoda manusia agar berbuat dosa, atau untuk menyesatkan manusia. Bagaimana dengan Allah? Percaya atau tidak, Allah juga melakukan hal yang sama yaitu untuk menyesatkan manusia seperti yang telah dikutib sebagian ayatNya diatas ! Perhatikan Quran Sura  berikut ini: Al-Nahl 16:93, Al-Ra’d 13:27, Ibrahim 14:4, semuanya menegaskan bahwa Allah membimbing mereka yang Ia kehendaki, dan menyesatkan mereka yang Ia kehendaki.
Dalam Al-Nisa’ 4:88 dan 143, Al-Shura 42:46, Al-Kahf 18:17, dikatakan bahwa engkau tidak akan bisa membimbing mereka yang telah disesatkan oleh Allah. Dan simak Al Baqara 2:10, dikatakan bahwa orang-orang tidak beriman mempunyai penyakit di dalam hati mereka dan Allah memperparah penyakit mereka. Percayakah anda pada hal itu?

Bukannya membimbing mereka, malahan Allah memperparah penyakit mereka!! Allah bahkan menjadi marah pada orang-orang yang mencoba untuk membimbing mereka yang telah disesatkan olehNya! Lihat Al-Nisa’ 4:88: “Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah?

Satan menyesatkan manusia sebagaimana di atas (Al-Araf 7:16,17), sementara dalam ayat berikutnya, Allah akan memenuhi neraka dengan mereka yang telah disesatkan oleh Satan. Bukankah telah nyata di sini bahwa ada kerjasama yang kuat antara Satan dan Allah, dimana Iblis akan menyesatkan dan Allah akan memenuhi neraka dengan mereka yang telah disesatkan?

Dan perhatikan ayat-ayat ini dalam Quran bahasa Arab untuk memastikannya di dalam pemahaman  anda. Jika anda tidak bisa membaca bahasa Arab, lihatlah dalam terjemahan Picktall dan Arberry, sebab orang-orang lain termasuk Depag juga menggunakan penyesatan dalam terjemahannya sebab mereka merasa sangat malu untuk menceritakan kebenaran mengenai relasi yang aneh antara Satan dan Allah! ( Seif Abdallah Turki).

 

Tapi apakah yang dikatakan oleh Alkitab? 

Tak ada satupun dalam Alkitab bahwa Tuhan Elohim merancang perbohongan, menipu, atau menciptakan sebuah kesesatan, walaupun Tuhan dapat mengizinkan kirim suatu kesesatan dan mengeraskan hati seseorang. Ketika Tuhan mengeraskan hati Firaun, Firaun sebelumnya memang sudah mnegeraskan hatinya juga. Seperti halnya orang-orang saat ini yang memilih untuk mengeraskan hati mereka untuk melawan Tuhan, satu konsekuensinya yaitu Tuhan nantinya akan mengeraskan hati mereka juga. Bagi siapapun yang memilih untuk merubah kebenaran Tuhan untuk sebuah kebohongan, dalam Roma 1:25-31, Tuhan menyerahkan mereka kepada keinginan yang kotor. Dalam 2 Tesalonika 2:10-11 bagi mereka yang tidak mengasihi kebenaran, Tuhan mengizinkan kesesatan yang lebih kuat terjadi atas mereka. Jadi Tuhan tidak menciptakan kesesatan, tetapi Dia dengan sengaja membiarkannya dikirimkan pada jalan mereka. Anda dapat membaca secara detail bagian ini dalam 1 Raja-Raja 22:19-23.

Bagi umat Muslim ada juga kesamaan konsep yang mengijinkan orang yang tidak percaya berada dalam kebohongan, atau membiarkan orang-orang yang tidak percaya berada dalam kesesatan lebih jauh lagi. Tetapi lebih dari itu, Allah-lah yang berkehendak mengingini hal tersebut! Sura 5:41 mengatakan “Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka”.

Ketika Allah menghendaki seseorang tersesat, maka kehendak tsb tidak ada pihak lainnya yang mungkin berwenang untuknya melawan Allah. Demikianlah orang itu telah menjadi keinginan Allah untuk tidak mau menyucikan hati mereka. 

Sura 74:31 “…Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri”. 

Namun menurut Islam Allah bahkan telah menipu para pengikutnya pada zaman Yesus hidup. Pada bagian berikutnya, Allah secara pribadi menipu bahkan umat Islam juga.         

Dibawah ini adalah bagaimana Tuhan dan Setan  menangangi kebohongan dalam Alkitab

 

Tuhan

Setan

Tidak pernah berbohong (Bilangan 23:19; 1 Samuel 15:29)

Berbohong dari awal(Kejadian 3:4)

Tidak mungkin Allah berbohong (Ibrani 6:18)

Bapak Kebohongan
(Yoh 8:44)

Tidak menggoda (Yakobus 1:13)

Menggoda (Mat 4:1-10)

Adalah Terang (Yohanes 1:8; 1 Yohanes 1:5)

Menjelmakan dirinya menajdi malaikat terang (2 Korintus 11:14)

Malaikat – malaikat adalah pelayannya (Ibrani 1:5)

Pelayan-pelayan menyamarkan diri sebagai pelayan kebenaran (2 Korintus 11:15)

Alkitab memperingatkan kita untuk tidak mempercayai setiap roh, tetapi justru harus menguji roh-roh (1 Yohanes 4:1) dan waspada terhadap nabi–nabi palsu (Matius 7:15). Dan sangat aneh, bahwa Quran justru meredam tindak pengujian terhadap roh, sehingga siapa ”roh Jibril” (yang menteror Muhammad digua Hira) itu juga tidak pernah di-test dan di-riset oleh Muslim. Allah secara wanti-wanti dan eksklusif telah memberi larangan tentang testing roh:
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit." (QS.17:85).

Pelbagai jenis Roh dan Jinn bergentayangan untuk menipu dan menyesatkan manusia, tetapi Allah berkeberatan kalau manusia mengujinya. Jadi bagaimana seseorang dapat mengatakan jika mereka keliru mengikuti suatu roh yang telah sengaja berbohong?  

 Allah SWT Bahkan Menipu Umat Muslim 

Ya, Allah SWT tidak merasa risi untuk menyampaikan kepada umatNya bahwa Dialah Tuhan mereka, padahal sengaja menampilkan sosok diriNya yang dipalsukan.

 “...dan kemudian hanya bangsa inilah (yaitu Muslim) yang akan tersisa, termasuk didalamnya orang-orang munafik. Allah akan datang pada mereka dalam bentuk lain dari yang mereka kenal (allah-palsu) dan akan berkata, ’Aku adalah Tuhanmu’ . Dan mereka akan berkata, ’Kami berlindung dengan Allah terhadap kamu. Kami tidak akan mengikutimu sampai Tuhan kami datang kepada kami, dan disaat Tuhan kami datang kepada kami, maka kami akan mengenali-Nya. Kemudian Allah akan datang (lagi) kepada mereka dalam bentuk yang mereka kenal dan akan berkata, ‘Aku adalah Tuhanmu’. Merekapun akan berkata, “ (Tak ada keraguan) Engkaulah Tuhan kami”, dan mereka akan mengikutiNya…
(Bukhari vol.8 buku 76 no.577. Lihat juga Sahih Muslim vol.1 buku 1 bag.81 no.349).  

Sekarang ini seorang Muslim menunjukkan pada saya bahwa kata “menipu” tidak ada dalam kutipan tsb, Allah tidak berbicara dengan bohong dan hal ini terjadi di Surga, bukan di bumi. Namun, ini tidak dibutuhkan kata “menipu” yang digunakan untuk menipu manusia, seperti ketika Allah menirukan seseorang yang bukan Allah. Bagi mereka yang percaya firman Allah ketika Allah memilih untuk berada dalam sesuatu kesalahan akan pergi ke neraka. Jika ini bukan lagi penipuan, maka apakah ini? Hadist ini mengajarkan bahwa di masa depan Allah akan secara sengaja menampakkan diri yang SALAH pada umat Islam dalam sebuah “bentuk lain yang mereka tidak kenal”.

Lebih dari itu, Allah sendiri mengakui telah menipu Muhammad dan umatNya sebelumnya. Ini tercermin dalam peristiwa perang Badar. Disitu, dalam usaha Allah untuk menaikkan moral perang para pejuang Muslim, lalu Allah memperlihatkan kepada Muhammad lewat mimpi bahwa musuh yang akan dihadapinya hanyalah sejumlah kecil, padahal jumlah yang sebenarnya 3x jauh lebih besar yang kalau dikatakan terus terang oleh Allah SWT, akan menciutkan nyali para pejuang (surat 8: 42). Disini penipu-dayaan Allah telah ditujukan 100% kepada orang-orang beriman. Dan setelah menang perang, bagaimanapun  Muslim akan sadar bahwa jumlah musuh sesungguhnya tidak sekecil yang telah Muhammad dan Allah katakan kepada mereka! Tetapi heran, hal ini tidak dipersoalkan Islam sebagai isyu bermasalah!  Mereka hanya melihat mukjizat Allah bagi kemenangan Islam, namun tidak menggugat Allahnya yang telah menipu secara tersembunyi demi untuk menang!

Terlebih mereka tidak tahu bahwa Alkitab sesungguhnya SUDAH mengabadikan  berita dimana tentara  Israel yang hanya berjumlah sedikit dibawah pimpinan Yonatan (1000 orang)  justru telah mengalahkan pasukan Filistin yang maha besar (6000 pasukan berkuda, 3000 kereta perang, dan puluhan ribu pasukan berjalan kaki). TUHAN Alkitab tidak akan (dan haram!) menggunakan tipu-daya untuk dipakai umat Israel dalam melawan musuhnya. Dia cukup membuat kekacauan dipihak lawan hingga mereka saling menikam temannya sendiri dengan pedang! (Kitab Samuel ps.13 dan 14)  … Meninggalkan pertanyaan abadi kepada setiap Muslim, kenapa “Allah” yang katanya sama itu LUPA memakai cara adikodrati yang sama terhormat atau yang lebih dahsyat lagi untuk memenangkan perang Badr bagi Muhammad dan Islam? Melainkan malah mengakali Muhammad untuk diteruskan kepada umatnya? Pastilah Allah Penipu ini pantas dikelirukan sebagai manusia saja, yang kehabisan sumber dayanya, bukan??

 

Jangan Mengikuti Bagian Yang Salah Dari Al’Quran

 Bukhari vol.6 buku 60 no 8, “’Umar mengatakan, ‘ahli baca Qur’an terbaik kami adalah Ubai dan hakim terbaik kami adalah Ali. Dan meskipun begitu, kami melupakan beberapa pernyataan  dari Ubai karena Ubai mengatakan ‘Aku tidak melupakan apapun yang aku telah dengar dari Rasul Allah ketika Allah mengatakan, “Ayat (Wahyu) mana saja yang dituliskan Kami batalkan atau Kami buatkan (manusia) lupa kepadanya, kemudian Kami datangkan ayat  yang lebih baik atau yang mirip, untuk Qur’an… (2:106)”

Inilah yang disebut sebagai doktrin pembatalan ayat, Nasikh dan Mansukh, yang sering diperdebatkan dalam Islam tapi tak terselesaikan.  Sebagai contoh tradisi yang dicabut (dibatalkan) yaitu semua ayat-ayat “toleran” yang merangkul orang-orang non-Muslim sebagai sesama sederajad dengan Muslim. Kelak ini semua dibatalkan oleh satu ”ayat-pedang”  yang turun sesudahnya yaitu SURA 9:5 yang dianggap lebih baik, benar, dan in-force, walau sungguh mengerikan kesadisan ayatnya.
Contoh lain yang kacau adalah Nikah Mut’ah -- menikah sementara untuk jangka waktu singkat seperti sehari atau seminggu, ini diijinkan oleh Muhammad, tetapi menurut Kaum Sunni, kemudian tradisi itu dicabut juga. Namun, kaum Syiah percaya dan tetap memegang bahwa tradisi itu tidak dicabut.

Muslim tampaknya kurang tahu bahwa doktrin ini sesungguhnya sudah dinubuatkan oleh Tuhan Elohim kepada Musa agar diteruskan kepada umatNya. Dan hal itu justru dipakai oleh Tuhan sebagai KRITERIA untuk menguji seorang Nabi (nabi palsu yang akan datang) apakah ia menyampaikan Firman TUHAN, atau firman-dirinya sendiri dengan mengucapkan Bismillah, 


“Jika sekiranya kamu (Musa) berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? --
(Yaitu)  apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya." (Keluaran 18:21-22).

 

Demikianlah, Firman yang “tidak terjadi dan tidak sampai” dikala Musa itu, kini digenapi oleh kasus pembatalan/ pencabutan ayat-ayat Quran (dalam doktrin Nasikh-Mansukh). Firman yang dicabut (sehingga tidak sampai) , ayat dan nubuat palsu (sehingga tidak terjadi), wahyu yang keliru dan salah, itu semua adalah bagian dari “perkataan yang tidak difirmankan TUHAN”.  Itu hanyalah bualan manusia yang berani-beraninya mengatas namakan Allah. Contohnya banyak sekali dalam Quran, misalnya Ibrahim dan Ismail didongengkan pernah pergi ke Mekah dan mendirikan Baitullah. Atau Ismail (dan juga Muhammad!) itu dinyatakan sebagai Nabi Allah, padahal Allah tak pernah berbicara langsung kepadanya, dan tak ada pengangkatan ilahiah baginya sebagai nabi!  Dengan mencabut Firman, maka Muhammad menyalahi sifat fundamental dari Firman Tuhan yang selalu tegar dan kekal selamanya: Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Rlohim kita tetap untuk selama-lamanya." (Yesaya 40:8)!

 

Bahkan Yesus mengkonfirmasikan perkataan-perkataanNya yang tak akan tercabut lewat waktu, melainkan semuanya “terjadi dan sampai” :
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Mat 24:35 ).  

Setan Tidak Akan Berkedok Seperti Muhamad –
Tapi Mengapa?

Jadi walaupun Allah dapat datang dalam bentuk yang menipu, dan umat Muslim ghulat mungkin tertipu dengan menyembah Allah yang salah, berpikir bahwa Ali dan Muhammad merupakan titisan Allah dan bagian dari Allah, sebuah hadist mengatakan Setan tidak dapat menirukan Muhamad.  

“...dan siapapun yang melihatku (Muhamad) dalam mimpinya, dia benar-benar melihatku, karena Setan tidak dapat menirukanku (muncul dalam bentuk tubuhku). Dan siapapun yang dengan sengaja menganggap dengan salah sesuatu yang daripadaku, dia sesungguhnya akan mendapatkan tempat di Api Neraka.” Bukhari vol.8 buku 73 bag.109 no.217 hal.139-140. (juga Sahih Muslim vol.4 buku 27 bag.948 no.5635-5639 hal.1225-1226)

Seseorang menjawab yang mana saya tidak pernah mendengar sebelumnya dari seorang Muslim, yaitu mengapa orang Muslim berpikir Tuhan akan memilih untuk muncul dalam bentuk yang menipu? Manusia dapat tertipu dalam menyembah bentuk yang salah dari Tuhan, dan itu memang yang setan lakukan. Setan  bisa muncul seperti ular difirdaus, atau sebagai bentuk malaikat, atau sebagai Isa-isa-an yang tersalib, tetapi kenapa Setan tidak mungkin berkedok seperti Muhamad? Kapan Quran mengatakan Muhammad ada kuasa ilahi dalam wajahnya?
Atau ia berkuasa mengusir setan? Bukankah semua nabi manusia dan Muhammad pun sempat berbuat dosa, dan Muhammad justru sempat terkecoh oleh ayat-ayat setan walau sesaat?

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu. Allah menghilangkan apa yang (telah) dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatNya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, agar Dia menjadikan apa yang (telah) dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya….” (Qs.22:52-53).

Roh setan justru bisa muncul sebagai Malaikat Terang yang menipu-daya (2Korintus 11:14). Apalagi bilamana roh tsb tidak boleh diuji oleh Muslim (QS.17:85). Kunjungilah www.muslimhope.com.

Terlalu luas dimensinya yang masih dapat kita paparkan tentang sosok Khairul Makiriin – Penipu Terhebat—dalam setiap dimensi kehidupan manusia.
PengakuanNya sendiri dengan gelar “Penipu Terhebat” yang diabadikan dalam Quran ini, namun entah kenapa tidak berani ditampilkan oleh para ulama Islam  sebagai bagian dari Asmaul Husna – Nama-nama Mulia Allah-- yang akan menjadikan gelarNya yang ke-100.
Namun Yesus cukup memperingatkan umat manusia akan dua ayat profetikNya agar kita bersiaga terhadap nabi-nabi palsu yang datang dalam bualan dusta dan pembunuhan atas kemanusiaan:

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.
 Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta”.
(Yoh.8:44)

 

“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.
Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat
(Mat 5:37) .

 

 

 

 


Add a Comment
| 359
qs3:54 ALLAHPENIPUTERLICIK
Reply| 24 Apr 2018 00:45:25
YesaYAH.45:19,TITAH TUHAN BANGSA ISRAEL,FIRMANNYA:
AKU tidak pernah berfirman dengan sembunyi-sembunyi, di satu tempat yang gelap. AKU tidak mengatakan kepada keturunan Yakub, 'Carilah Aku, di tempat yang sunyi,' AKU, TUHAN, mengatakan kebenaran. AKU hanya mengatakan yang benar.(BUKAN TIPU-TIPU NAJIS Jurusnya si syaitonALLAHNAJISLAKNAT dalam qitabSyaitonAllahNAJIS surah 3 ayat 54)
qs3:54 ALLAHPENIPUTERLICIK
Reply| 19 Apr 2018 11:59:31
Definisi Perang menurut NON din syaiton=ollohNAJIS=AllahNAJIS adalah: mereka yang datang menyerang,merampok,merampas,menjajah tanah air serta hartabenda kita dan berperang menurut NON din djinn=AllahNAJIS adalah dua pihak atau beberapa pihak yg sama-sama sadar bahwa mereka sedang dalam keadaan berperang saling serang menyerang satu sama lain

Definisi Perang menurut gerombolan din djinn syaiton=AllahNAJIS adalah mereka YANG TIDAK BERIMAN (MENOLAK MASUK 0slom) kepada dzat batu silit bernama Syaiton=AllahNAJIS=IblisLaknat,ilahnya gerombolan quraishqurawa berhala dzat batu silit bernama syaiton=ollohNAJIS alias batu silit hojorol-oswod, ilah kota mekkah.sumber:qitabSyaiton=AllahNAJIS.8:55;qs.9:5; qs.47:4;dan masih banyak lagi dalam qitabSyaiton=AllahNAJIS,ayat-ayatNajisSyaiton=olloNAJIS untuk membunuh Yahudi,Nasrani serta kaum kafirun harbi lainnya
Menurut simuhammadNAJIS bin dajjalstw bin qilab bahwa berperang di jalan syaiton=ollohNAJIS melawan kaum kafirun quraisy mekkah adalah dengan cara menyergap caravan dagang kafilah-kafilah quraisy secara diam-diam saat mereka lengah dalam perjalanan mudik dari negeri syam ke kota mekkah.Sumbernya:Sirah nabi Syaiton=AllahNAJIS oleh ibn ishaq diedit oleh ibn hisham bab perampokan Badar.
Kalau menurut NON din Syaiton=AllahNAJIS ini adalah PERAMPOKAN TERENCANA TAPI MENURUT gerombolan musyrik,syirik,kafirun oslom penyembah dzat batu silit bernama Syaiton=AllahNAJIS ini adalah PERANG MELAWAN KAFIR

Perang menurut kitab Maha Bharata Hindu India adalah bahwa beberapa pihak yang bersekutu atau beraliansi sama-sama sadar bahwa mereka sedang dalam situasi Perang saling serang menyerang satu sama lain,contoh:Pihak Pendowo berperang melawan Pihak quraishqurawanajis.Jadi Tidak ada Pihak Yang Disergap dengan cara Licik Diam-Diam karena mereka sama-sama TAHU SAMA TAHU BAHWA MEREKA SEDANG BERPERANG seperti rombongan dagang kaum quraisy mekkah yang diserang dengan cara licik diam-diam oleh gerombolan muslimnajis penungging batu silit bernama Syaiton=olloNAJIS=AllahNAJIS saat mereka mudik ke mekkah dalam perjalanan mudik dari negeri syam.
shediie
Reply| 12 Feb 2016 20:32:59
PADA NGOKMNG GAK JELAS LO ORANG INI
HAMPIR MUALAF
Reply| 12 Feb 2016 15:28:38
@Ellia
Kaum Nabi Musa terpecah menjadi 71 atau 72 golongan
Kaum nabi Isa Al Masih terpecah menjadi 71 atau 72 golongan
Kaum Nabi Muhammad Saw terpecah menjadi 73 golongan
1 golongan masuk surga, golongan lainnya masuk neraka,

TANYA:
SIAPA YG MEWAHYUKAN STATISTIK TER-GHAIB INI?
TAK ADA DITAURAT,
TAK ADA DI INJIL,
TAK ADA DI QURAN?

YG ADA DI DONGENG2 1001 MALAM ISLAM. HEHEHE...
HAMPIR MUALAF
Reply| 12 Feb 2016 15:24:56
@anton
Quran TERBUKTI bENAR?
dImana ya benernya? kalau AYAT2 PERTAMA QURAN SAJA SDH TERNUKTI SALAH?
Masak, kok manusia dikatakan TERCIPTA dari SEGUMPAL DARAH? (QS.96:1-5). Orang atau siluman manakah?
anton
Reply| 26 Dec 2015 22:36:24
saya yakin dan tahu persis, bahwa apa yg dituliskan oleh admin adalah mewakili kaum misionaris kristen. itulah misionaris kristen, selalu menyerang islam dengan mengutib ayat quran dan hadits, namun yg selalu mereka lakukan tidak pernah melihat konteks dari ayat yang mereka kutib itu sendiri. selalu mencomot sepotong - sepotong ayat quran lalu menjadikannya sebagai alat untuk menyerang & menfitnah islam. bukannya mereka tidak faham tentang makna ayatnya, mereka orang2 pandai dan pintar, mereka tahu kebenaran islam.. namun mereka tidak mau mengakuinya. dan hal itu sdh dijelaskan dalam quran 2:120 sejak 1400 thn yg lalu "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu (muslim) hingga kamu mengikuti agama mereka..."
sungguh sangat jelas ayat tersebut. sampai kapanpun yahudi & nasrani selalu mencari cara untuk menyerang islam. namun sungguh Allah maha kuasa, sampai kapanpun pula Allah tidak akan tunggal diam sesuai janjiNya dlm QS 15:9 "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."
dan kita tahu bahwa fakta telah menunjukkan kebenaran islam, kita tahu tragedi 9/11 adalah puncak kemarahan non muslim terhadap islam krn mengira itulah ajaran islam, lalu jutaan org penasaran tentang isi quran, namun apa yg mereka dptkan sgt di luar dugaan, justru jutaan manusia amerika & eropa akhirnya meninggalkan agama mereka & memilih untuk memeluk islam..
mau tdk mau, suka atau tdk suka, setuju atau tidak setuju, kita harus mengakuinya... islam terbukti benar, Allah tidak butuh manusia utk membelaNya...
Ellia
Reply| 23 Dec 2015 02:46:16
Kaum Nabi Musa terpecah menjadi 71 atau 72 golongan
Kaum nabi Isa Al Masih terpecah menjadi 71 atau 72 golongan
Kaum Nabi Muhammad Saw terpecah menjadi 73 golongan
1 golongan masuk surga, golongan lainnya masuk neraka,

kaum Nasrani mencari kebenaran kenabian Nabi Isa As, selalu mendapati kalimat khoiru makirin (sebaik-baiknya pembalas tipu daya), karena yg tertipu adalah golongan mereka, isi keseluruhan ayat tersebut tentang penyelamatan Nabi Isa Al Masih, dari tipu daya para pembuat makar, sedang Nabi Zakaria (pengasuh Bunda Maryam) dan anaknya Nabi Yahya (Yohanes) adalah Nabi-Nabi yang dibunuh oleh para pembuat makar. Jadikan ini sebagai renungan,
langit bumi
Reply| 13 May 2015 07:38:02
Semuanya bisa benar, bisa juga salah.. Muhammad bisa jd nabi asli yg terakhir bs pula pembohong. Quran bs jd kitab suci wahyu Tuhan demikian pula Injil. Atau Jesus bs jd nabi atau juga penjelmaan Tuhan sendiri. So what??? Kita g perlu berdebat, cuma butuh berbuat baik dan tidak berlaku jahat. Bagi yg membela islam, masak Allah Yang Maha segala2nya butuh pembelaan? Bagi yang menjelek2kan islam, masak Tuhan Jesus menyuruh kalian melakukan ini????
muhammad nabi PALSU
Reply| 25 Mar 2015 16:51:45
QS 15:39:Iblis berkata: "Ya tuhanku, oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi,dan pasti aku akan MENYESATKAN mereka semuanya
QS 38:82:Iblis menjawab: "Demi kekuasaan engkau aku akan MENYESATKAN mereka semuanya

QS 35:8. Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka sesungguhnya allah-MENYESATKAN siapa yang dikehendaki-nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.Sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.

QS 40:34. Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu,hingga ketika dia meninggal,kamu berkata: "allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya.DEMIKIANLAH allah MENYESATKAN orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.

allah-swt adalah Raja TIPU Yang Terlihai:
QS 8:30. Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan allah menggagalkan tipu daya itu.Dan allah adalah PEMBUAT TIPU DAYA YANG PALING LIHAI.
QS 3:54. Orang-orang kafir itu BERTIPUDAYA, dan allah MENIPU/MENDUSTAI mereka itu.Dan allah adalah PENIPU/PENDUSTA-TERHEBAT
Sahih Bukhari Volume 1, Buku 1, Nomer 2:
Dikisahkan 'Aisha:
Al-Harith bin Hisham bertanya kepada Rasul allah, " O Rasul allah! Bagaimana caranya inspirasi illahi diturunkan padamu?" Rasul allah menjawab, "Kadang2 terasa seperti deringan BEL (lonceng), inspirasi seperti ini adalah yang paling kuat terasa dibandingkan inspirasi-yang-lain..."

Sahih-Muslim,Buku.024,Nomer.5279:
Abu-Huraira mengisahkan-bahwa-Rasul-allah-berkata,"Bel-adalah-alat-musik-setan."
Sunan-Abu-Dawud,Buku.34,Nomer.4218
Dikisahkan oleh Umar ibn al-Khattab:
Ibn az-Zubayr berkata bahwa seorang wanita langganannya membawa anak perempuan az-Zubayr kepada Umar ibn al-Khattab dan dia mengenakan bel di kakinya.Umar memotongnya (bell itu) dan berkata bahwa dia mendengar Rasul-allah berkata:Terdapat setan di setiap bel.
Islam72virgin
Reply| 14 Feb 2015 21:19:33
@Yeh-Usus Pedopfil
Bagus sekali sang pedophile muhammod kasih tiket ke pesta orgy di sorga nya Allah setan islam, merdeka!
nurani
Reply| 14 Feb 2015 21:09:41
“Kenapa KITA,MANUSIA menambahkan sebuah teks dalam kurung bagi ayat-ayat ollo dalam Quran? Apakah ollo,rajanya-kaum- jin/setan,raja PENDUSTA(qs3:54) membutuhkan MANUSIA untuk menambahkan kata-kata atas omongannya demi menjelaskan apa yang ollo maksudkan?”
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (YAITU) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (JALAN) mereka yang dimurkai (SEBAGAIMANA ORANG-ORANG YAHUDI), dan bukan (PULA JALAN) mereka yang sesat (SEPERTI ORANG-ORANG KRISTEN).” (Surah-Al-Fatihah.1:6,7)
Inilah doa seorang-Muslim kepada rabb-mereka agar mereka tidak-berada di tengah-tengah “mereka yang dimurkai, dan mereka yang telah sesat.” AYAT INI JELAS TIDAK BERBICARA MENGENAI ORANG YAHUDI ORANG KRISTEN,-tetapi penerjemahnya SENGAJA MAU MEMASTIKAN AGAR orang-orang Muslim TIDAK MENYUKAI PARA-PENGANUT-AJARAN-MONOTEISME-YANG-LAIN,-dan karena itu ia MEMAKAI PENGEDITAN DENGAN TEKNIK-MENAMBAHKAN TANDA-KURUNG UNTUK MENUDUH UMMAH YAHUDI-KRISTEN SEBAGAI SESAT TANPA ADANYA BUKTI-BUKTI YANG SAHIH HANYA-BERDASARKAN PRASANGKA-PRASANGKA DAN RASA TIDAK-SENANG Penerjemah KEPADA UMMAH YAHUDI-NASHRONNI.
Dalam Quran terjemahan Bahasa Indonesia bukan hanya memasukkan kata “memasuki” dalam tanda kurung, tapi juga menambahkan kata “islam” juga dalam tanda kurung,sbb:
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) …”(Surah-Al-Baqarah.2:256)
LEBIH GAWAT LAGI PENYELEWENGAN QURAN,pada QS.3:54.Depag menulisnya:
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan allah membalas tipu daya mereka itu.Dan allah sebaik-baik pembalas tipu daya” TANPA TANDA KURUNG APAPUN!PADAHAL ASLINYA SEHARUSNYA:
“Orang-orang [kafir itu] membuat tipu daya,dan allah [tanpa tambahan "membalas"] BER-TIPU-DAYA/BERDUSTA/BERTAQIYEH [tanpa tambahan "mereka itu"].Dan allah [tanpa tambahan "sebaik-baik pembalas"] ADALAH PENIPU-DAYA=PENDUSTA TERBESAR”.DAN
(QS.69:40)
“Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (allah,yang diturunkan kepada) Rosul yang mulia,”
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
Innahu laqaulu rasuulin kariimin
(QS.81:19)
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
Innahu laqaulu rasuulin kariimin
“sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman (allah, yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),”
1.BAHASA ARAB-NYA SAMA PERSIS, TAPI ARTINYA JAUH-BERBEDA!
2.MENGAPA HARUS DITAMBAHKAN DENGAN KATA-KATA DALAM KURUNG?
SIAPA YANG ‘LICIK’ MENAMBAH KATA-KATA TERSEBUT? YANG-ASLINYA TIDAK-ADA-DALAM-alqur'an-Bahasa-Arabnya?
(QS.69:40)
“Sesungguhnya-Al-Qur’an-itu-BENAR-BENAR-FIRMAN-rosul-yang-mulia,”
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
Innahu laqaulu rasuulin kariimin
(QS.81:19)
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
Innahu laqaulu rasuulin kariimin
“sesungguhnya-al-qur’an-itu-BENAR-BENAR-FIRMAN-rosul-yang-mulia”
Giri Samudra
Reply| 14 Feb 2015 09:39:15
Perbaiki dulu terjemahannya, perbedaan sedikit menimbulkan arti yg jauh berbeda. "Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."
semi
Reply| 20 Dec 2014 06:35:52
@gigolonya paus
hahaha lucu melihat komentar anda, bahasa anda menunjukkan agama anda.
apakah di dalam agama anda tidak mengajari berbicara baik dan benar?
ikben
Reply| 15 May 2014 19:12:11
D menulis: 4 iya benar bermasalah, tapi bermasalah bagi agama anda yang kitab yang seharusnya benar malah diubah-ubah isinya,layaknya amandemen

Tanggapan: Agama Islam tidak menjadi masalah bagi agama saya, sebab visi dan misinya 100% beda. Tetapi menjadi masalah bagi pribadi saya saat membaca pengajaran-pengajaran yang diberikan oleh Junjungan anda, salah satu contoh seperti Al Hadis (Bukhari), Vol. 4, p. 172, No. 34. Oleh karena itu saya bertanya kepada anda dan seukuwah anda mengenai ajaran-ajaran nabi anda yang sulit untuk diterima akal sehat, dan bukan bermaksud untuk menghina.

D menulis: terimakasih itu memberi saya sebuah masukan untuk selalu menghadapi masalah berdasarkan 2 sumber Islam.

Tanggapan: terima kasih, semoga anda dapat memahami alasan-alasan saya mempertanyakan beberapa pengajaran Junjungan anda yang menurut nurani saya perlu dipertanyakan tanpa anda mencap saya menghina agama dan Junjungan anda.

D menulis: maaf jika saya kurang sopan berkata kemarin kemarin,agama saya tidak mengajari berdebat dengan kasar,namun dengan pengetahuan.

Tanggapan: Saya sudah mulai terbiasa dikata-katai oleh seukuwah anda, karena pertanyaan maupun sanggahan saya dianggap menghina, padahal semua saya usahakan atas dasar ayat yang ada didalam Alquran maupun hadist. Untuk ayat-ayat yang saya sampaikan semoga anda tidak mencap bahwa saya menghina.
ikben
Reply| 15 May 2014 18:57:23
D menulis:1a.Sebelumnya maaf ALLAH itu bukan orang,bukan golongan, ALLAH itu Tuhan, dan..

Tanggapan: Apakah yang dimaksud "golongan Allah" bagi anda mempunyai arti bahwa Allah adalah "golongan"?. dan
"yang dimaksud "orangnya Allah" mempunyai arti bahwa Allah adalah orang ?.

D menulis:1b.maka dari itu Al-Quran menggunakan kata "sisi" sebab kalau Al-Quran menggunakan "pihak" penafsirannya bisa seperti yang anda tanyakan. jadi maksudnya Allah S.W.T itu sendiri.

Tanggapan: Bukankah anda sendiri yang memberi pengertian bahwa kata "sisi" berarti dari "pihak" Allah ?. dan saya hanya mengikuti penjelasan anda yang mana menurut kbbi memang demikian. Tapi ternyata anda mengembalikan kepada kata semula yaitu "sisi", dimana pengertiannya pun sama.

2.Al-Quran tidak bisa seenaknya di ringkas seperti itu,para ulama ulama besar kami pun tidak pernah berani sembarangan mengambil maksut dari Al-Quran.Lagi pula Al-Quran tidak bisa disamakan dengan buku pelajaran sekolah.

Tanggapan: Anda diberikan akal pikiran, logika dan hati nurani oleh Allah untuk apa ?. Memang alquran tidak sama dengan pelajaran sekolah, tetapi saya berbicara mengenai metode membaca dan menyerap sari apa yang sedang kita baca, yaitu dengan meringkas tanpa kehilangan makna sebenarnya.

D menulis: 3 maaf dalam hal ini saya tidak berani menafsirkan hadist tersebut karena ilmu saya masih sangat sangat kurang

Tanggapan: Alquran dikatakan "buku yang terang dan jelas" (5:15), apakah menurut anda contoh yang saya berikan kurang jelas sehingga anda tidak berani untuk menafsirkan ?.
Alquran dikatakan "buku yang mudah untuk dipahami" (44:58, 54:22, 54:32, 54:40), apakah menurut anda contoh yang saya berikan terlalu sukar untuk dipahami ?.
Alquran dikatakan didalamnya "tanpa ada keraguan" (2:1), apakah menurut anda Al Hadis (Bukhari), Vol. 4, p. 172, No. 34 meragukan kebenarannya ?.
Untuk menjawab semua ini, diperlukan akal pikiran, logika dan hati nurani yang Allah telah berikan kepada anda.
D
Reply| 15 May 2014 15:53:40
@ikben
1Sebelumnya maaf ALLAH itu bukan orang,bukan golongan, ALLAH itu Tuhan,dan maka dari itu Al-Quran menggunakan kata "sisi" sebab kalau Al-Quran menggunakan "pihak" penafsirannya bisa seperti yang anda tanyakan.jadi maksudnya Allah S.W.T itu sendiri.

2 Al-Quran tidak bisa seenaknya di ringkas seperti itu,para ulama ulama besar kami pun tidak pernah berani sembarangan mengambil maksut dari Al-Quran.Lagi pula Al-Quran tidak bisa disamakan dengan buku pelajaran sekolah.


3 maaf dalam hal ini saya tidak berani menafsirkan hadist tersebut karena ilmu saya masih sangat sangat kurang


4 iya benar bermasalah,
tapi bermasalah bagi agama anda yang kitab yang seharusnya benar malah diubah-ubah isinya,layaknya amandemen


5 terimakasih itu memberi saya sebuah masukan untuk selalu menghadapi masalah berdasar kan 2 sumber Islam

maaf jika saya kurang sopan berkata kemarin kemarin,agama saya tidak mengajari berdebat dengan kasar,namun dengan pengetahuan
D
Reply| 15 May 2014 15:29:43
@lilin
Dalam Islam saya mengenal yang namanya rukun iman.
dan saya beriman bahwa Quran tidak akan pernah gugur sebagai wahyu Allah,bagaimana bisa anda mengatakan kalau Al-Quran itu gugur.
Dan quiz yang anda ajukan,ilmu saya belum mencapainya.
Lebih baik saya bertanya ke Ustad tentang bagaimana cara membaca Al-quran dengan benar dahulu,sebelum bertanya hal-hal mendalam seperti itu.
tapi kalau memang anda penasaran Anda bisa bertanya sendiri ke uztad dari pada ke saya
Yeh-Usus Pedopfil
Reply| 12 May 2014 15:24:57
@nabi muhammad gigolo

Banyak x cerita mu, mungkin kau yang stress banyak mengkaji ajaran agama Islam, kau seperti manusia tak bertuhan, yang seolah-olah kau pasti masuk surga, masih hidup aja kau sudah banyak berbuat dosa, mungkin mati nanti kau duluan yang dicelupkan dalam api neraka.
lilin
Reply| 12 May 2014 12:45:12
@D
anda bilang quran benar 100%. bisakah anda menjawab hal-hal berikut ini?
quran telah gugur sebagai wahyu Allah karena mengandung kesalahan dan kontradiksi antar ayatnya.

Kesalahan berkaitan dengan Abraham.
1. Alquran menyatakan nama ayah Abraham adalah Azar (surat 6:74), tetapi alkitab mengatakan namanya Terah.
2. Menurut alkitab, Ishak yang akan dikorbankan, bukan Ismael seperti yang dianggap dinyatakan alquran (surat 37:100-112)
3. Abraham tidak dilemparkan ke dalam api oleh Nimrod sebagaimana dinyatakan dalam alquran (surat 21:68,69)
4. istri Abraham 3, bukan 2

Kesalahan tentng Maria:
1. ayah Maria bukan Imran (surat 66:12)
2. Maria tidak melahirkan dibawah pohon palem sendirian (surat 19:22-25), tetapi di sebuah kandang ditemani Yusuf (Lukas 2:1-20)

kesalahan ilmu pengetahuan:
matahari terbenam di laut yang berlumpur hitam (surat 18:86)

kontradiksi:
1. surat 32:5 bertentangan dengan surat 70:4
2. surat 47:4, 9:5, 9:29 bertentangan dengan surat 2:256 dan 109:6

jawab semua kesalahan dan kontradiksi yang saya sodorkan dengan ilmu yang anda punya. jika anda tidak sanggup menjawab, minta bantuan ustad atau orang yang ngerti quran.
ikben
Reply| 11 May 2014 23:56:57
D menulis: Maksudnya dari Allah itu sendiri,penggunaan kata sisi itu berarti dari pihak Allah S.W.T.
Tanggapan: Saya setuju. Menurut kbbi memang demikian, bahkan dapat diartikan "golongan" atau "orang".
Pertanyaan: yang dimaksud pihak Allah itu siapa ?. atau golongan Allah itu siapa ? atau orangnya Allah itu siapa ?.

D menulis: dalam ayat itu telah dijelaskan bahwa kalian hanya mengambil sebagian ayat kemudian menggunakannya sebahai Fitnahan yang tak terpuji,
Tanggapan: anda sewaktu sekolah diajarkan untuk meringkas pelajaran nggak ?. mengambil inti dari persoalan dimana maknanya tidak sampai hilang?. Demikian juga dalam hal membaca quran yaitu mengambil cukup makna yang terkandung dan tidak lari dari yang dimaksud.

D menulis: dan bodohnya lagi kenyataannya dalam kasus ini kalian pun tidak mengerti apa maksut dari ayat ini ...
Tanggapan: Baik, saya mengambil contoh: Al Hadis (Bukhari), Vol. 4, p. 172, No. 34 - Ali melaporkan Rasulullah sebagai mengatakan, "Di surga ada pasar dimana tidak terjadi jual beli, tetapi terdiri dari LELAKI dan wanita. Kalau lelaki menginginkan seseorang yang cantik, ia akan bersenggama dengan MEREKA."
Saya ringkas: surganya islam adalah pasar percabulan dimana laki2 bisa mengajak wanita cantik untuk bersenggama. Bagaimana menurut anda, apakah makna tulisan saya menyimpang dari al hadist ?.

D menulis: dari situ sudah kelihatan kalau kalian hanya mencari cari masalah,...Jadi tidak diragukan lagi bahwa Ayat Ayat AL-Quran itu benar 100%.
Tanggapan: memang cukup banyak ayat-ayat al quran yang benar-benar 100% bermasalah.

D menulis: Dan bagi para muslimin disini hendaknya kalian berdasarkan kepada Alquran sebelum koment ke para kafir yang bodoh dan tolol ini.
Tanggapan: kenapa tidak dimulai dari anda membuat sanggahan berdasarkan alquran dan hadist?.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top