Blog / Para Dokter Muslim Mendukung Amputuasi Hudud

 Presiden IMAM, Dr Abdul Rahim Mohamad mengatakan, “Pertimbangan Moral daripada hukuman hudud adalah untuk membuat para kriminal itu merasakan sakit yang luar biasa, ketakutan yang luar biasa, sehingga dengan demikian mereka akan bertobat dan tidak akan berani mengulangi kejahatan yang sama. Disamping itu, eksekusi secara publik dibawah hudud akan menimbulkan ketakutan bagi orang lain sehingga mereka tidak akan berani melakukan kejahatan,” katanya.

FMT Staff

April 29, 2014

 

PETALING JAYA: Asosiasi Medis Islam (The Islamic Medical Association of Malaysia (IMAM)) menyampaikan dukungannya terhadap amputasi yang akan diberlakukan dibawah hukum syariah (hudud), tanpa pemberian anestetik yang dapat mengurangi sakit yang akan diderita oleh para kriminal. 

Presiden IMAM, Dr Abdul Rahim Mohamad mengatakan bahwa kesakitan yang akan dialami oleh para kriminal itu adalah sesuatu yang penting, sehingga mereka bertobat dan di masa yang akan datang tidak akan kembali mengulangi perbuatannya.

“Pertimbangan Moral daripada hukuman hudud adalah untuk membuat para kriminal itu merasakan sakit yang luar biasa, ketakutan yang luar biasa, sehinggadengan demikian mereka akan bertobat dan tidak akan berani mengulangi kejahatan yang sama.

“Disamping itu, eksekusi secara publik dibawah hudud akan menimbulkan ketakutan bagi orang lain sehingga mereka tidak akan berani melakukan kejahatan,” katanya.

 

Baru-baru ini, Menteri Besar Kelantan Ahmad Yakub mengumumkan bahwa ia akan mengajukan sebuah rancangan undang-undang kepada Parlemen pada bulan Juni ini, supaya hukuman hudud diimplementasikan di negara ini.

Jamil Khir Baharom, Menteri di kantor Departemen Perdana Menteri yang berwenang dalam bidang urusan Islam mengatakan bahwa pemerintah federal tidak akan menghalangi rancangan yang akan diajukan ini, berdasarkan pertimbangan iman.

Banyak orang Muslim yang berpendapat bahwa usaha menerapkan hukuman hudud ini akan menjamin kesetaraan di hadapan hukum.

Rahim juga mengatakan bahwa publik tak perlu merasa takut dengan hudud, karena beban untuk pembuktian di bawah hukum syariah adalah sangat tinggi.

“Proses pembuktian adalah sesuatu yang panjang dan sulit, demi meyakinkan bahwa keadilan benar-benar dijalankan,” kata Rahim.

Abdul Rahim mengatakan bahwa penolakan yang dilakukan oleh Asosiasi Medis Malaysia (MMA) hanyalah sebuah reaksi yang terlalu dibesar-besarkan.

“MMA mencoba untuk meniadakan kewenangan Kementrian Kesehatan ketika mereka mengatakan bahwa para dokter dan perawat berada dibawah kewenangan pemerintahan federal, dan karena itu tak perlu mendengarkan aturan yang dibuat oleh negara bagian.

Minggu lalu, presiden MMA Dr NKS Tharmaseelan mengatakan bahwa amputasi hudud bertentangan dengan etika medis.

Dua hari lalu, Menteri Kesehatan Dr S Subramaniam juga telah menyuarakan penolakannya terhadap amputasi hudud. Ia  mengatakan, staf medis tidak diijinkan untuk melakukan amputasi hudud.

Freemalaysiatoday

 

Artikel terkait: Partai Aksi Demokratik Malaysia (DAP) dengan tegas menolak hukum hudud

 

 

 


Add a Comment
| 7
Pengamat
Reply| 13 May 2014 00:27:06
Wah jangan-jangan hukum Syariah tidak berlaku untuk keluarga Sultan, Pemimpin Pemerintah dan dokter. Ini seperti terjadi di Brunei.
Kok bisa yah dokter yang konon sekolah puluhan tahun tapi otaknya coponk!
Kemod
Reply| 02 May 2014 21:22:29
Baik sekali hukum hidup itu jika dilaksanakan hanya untuk umat muslim saja karena merekalah yang harus mematuhi hukum agamanya, hukum ini bukan untuk non muslim. Dan kita akan lihat hasilnya......berapa banyak muslim yang menjadi cacat dan dipancung karena hukum mereka.
Mereka pikir umat Islam suci..... Sandal d mesjid aja pada hilang .....apalagi hal-hal yang lebih besar dari itu ha.....ha....ha....
farend
Reply| 02 May 2014 13:12:31
pada akhirnya kita tiba pada ilmu pembodohan.darimasa ke masa ilmu pengetahuan berusaha untuk mengembangkan diri dengan penemuannya yang gemilang.namun agama menjadikan mereka(medis)sebagai alat untuk melegalkan syariah.bukankah seharusnya medis menganggap setiap orang itu sama dan berhak mendapatkan perawatan yang sama terlepas dari ia seorang yang baik dan jahat? secara pshikologis,para medis juga dihadapkan pada persoalan yang baru,yaitu timbulnya konfrontasi antara tugas dan hati nurani.terkecuali mereka(golongan yang mendukung wacana tersebut)yang melakukannya
teduh
Reply| 02 May 2014 09:27:14
Arab Saudi sudah mulai bro raja santet di sana yang katanya rumah alloh swt lagi mewabah virus corona satu persatu tamu alloh swt tewas! aneh ternyata rumah alloh swt tidak kebal virus, tapi ujung-ujungnya pemerintah Arab akan minta bantuan negara-negara kafir untuk mengatasi permasalahan virus ini!! lihat aja muka duanya muslim!!!! hipokrit
nabi sange
Reply| 01 May 2014 07:08:10
Lebih keren hukuman yang berlaku di kalangan mafioso, dong. Sekecil apapun kesalahan terhadap geng, hukumannya adalah mati.
raja SANTET
Reply| 01 May 2014 00:59:35
Malaysia ada kemungkinan menjadi tumpahan cawan murka Allah selanjutnya.. finalnya negara Arab, ditunggu saja...
SiTungkir
Reply| 30 Apr 2014 22:39:09
Kalau pemikiran sudah dikuasai oleh ideologi Arab abad ke-7, meski berprofesi dokter tetap aja idiot!
Makin parah aja nich Muslim Malay
Fetching more Comments...
↑ Back to Top