Blog / Ketika Kebohongan Dibenarkan

Kelompok Islam menggunakan kebohongan dan trik dari apa yang mereka pahami dari Al-Quran, juga sejarah dan pengajaran kehidupan nabi Muhammad.

 

 

 

Penipuan Sebagai Bagian Dari Perang dan Untuk Menghindari Masalah

Muslim percaya bahwa perang berarti penipuan, jadi kebohongan adalah elemen penting dalam perang di dalam Islam. Dalam bab ini kita akan melihat keadaan khusus dimana muslim diizinkan untuk berbohong.

Berbohong Pada Non-muslim Ketika Hidup di Negara Non-muslim

Filsuf Ibn Taymina (1263-1328) menulis buku berjudul The Sword on the Neck of the Accuser Muhammad (Pedang Pada Leher Pendakwa Muhammad). Di dalamnya ia menggambarkan bagaimana muslim harus hidup ketika berada di tahap lemah.

Ketika orang-orang beriman hidup dalam tahap lemah di negara non-Muslim, ia harus mengampuni dan sabar terhadap ahli kitab (yaitu orang Yahudi dan Kristen) jika mereka menghina Allah dan nabiNya dengan niat apapun. Orang-orang beriman harus berbohong pada ahli kitab demi untuk melindungi hidup dan agama mereka.1

Dengan kata lain, OKE-OKE SAJA untuk berbohong pada non-muslim demi untuk melindungi diri anda sendiri ketika anda merupakan minoritas di negara mereka.

Ada pepatah sederhana Islami yang berkata, “Jika kamu tidak bisa memotong tangan musuhmu, cium tangan itu.”2 Praktek semacam ini jelas ada dalam hidup nabi Muhammad dan pengajarannya di Mekah dan juga setelahnya. Domba yang damai dari Mekah, setelah bermigrasi ke Madinah… menjadi singa mengaum yang mengancam seluruh gurun Arab.

Saya tidak pernah mengalami kehidupan dalam tahap lemah karena Muslim adalah mayoritas yang kuat di Mesir saat saya tumbuh. Kami – Muslim – mempraktekkan kepercayaan kami dengan cara yang kami sukai. Orang Kristen yang adalah minoritas lemah. Saya tidak pernah punya alasan untuk berbohong pada orang Kristen, tapi setiap hari saya menyaksikan bagaimana orang-orang Kristen ini hidup dibawah penganiayaan hebat sebagai minoritas di negara Islam.

Di sisi lainnya, mereka yang mempraktekkan Islam di Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia dan Afrika Selatan berada dalam tahap lemah. Muslim-muslim ini sangat baik dalam menunjukkan diri mereka sebagai orang yang penuh kasih, peduli, dan pemaaf. Mereka berkompromi pada setiap konflik antara apa yang mereka tampilkan dengan apa yang sungguh dipercayai mereka.

Mereka hidup damai dengan orang Kristen dan Yahudi seperti saudara. Mereka menyajikan Islam sebagai jawaban pada semua masalah kemanusiaan pada negara-negara ini. Para Muslim di barat ini menyajikan agama mereka sebagai pembela kebebasan, penuh pengampunan, kesetaraan dan rekonsiliasi. Mereka menggambarkan Islam sebagai agama yang tidak menunjukkan prasangka pada setiap ras atau budaya.

Berbohong Tentang Perjanjian Damai

Kelompok Muslim akan menggunakan negosiasi damai atau perjanjian damai untuk mendapatkan waktu sehingga mereka dapat membuat rencana baru, bersiap dan memposisikan mereka untuk kemenangan. Pemimpin militer Muslim akan mengatakan apa saja yang ingin didengar pihak lain demi untuk mengulur waktu, tapi ketika tiba waktunya untuk melaksanakan apa yang disepakati, anda akan melihat cerita yang berbeda.

Sejarah modern kita menjadi saksi bagaimana banyak perjanjian damai ini tidak menghasilkan apa-apa. Contoh yang terlintas di benak saya adalah semua kesepakatan antara kelompok Muslim di Libanon Selatan, Hizbullah dan organisasi Amal. Contoh tepat lainnya adalah pembicaraan damai selama sembilan tahun antara Iran dan Irak, yang hasilnya hanya perang hebat.

Saya ingat dengan jelas apa yang terjadi di Mesir selama perang antara pemerintah dan kelompok Islam (al-Gamma’a al Islamiyya). Pemimpin dari kelompok Islam menyatakan bahwa mereka telah menghentikan sikap bermusuhan dan siap untuk bertemu di meja perundingan. Ini tak lain adalah untuk mengulur waktu untuk menyusun rencana kembali dan menyerang pemerintah lebih dari sebelumnya.

Kelompok Islam menggunakan kebohongan dan trik dari apa yang mereka pahami dari Al-Quran, juga sejarah dan pengajaran kehidupan nabi Muhammad.

Banyak orang mungkin tidak setuju dengan cara saya dalam menggambarkan Islam; namun, fakta-fakta ini sangat jelas dalam hukum Islam. Mari lihat bagaimana Muhammad melakukan kebohongan, sebagaimana tindakannya merupakan bagian dari hukum Islam.

Menyangkal Iman Islam

Pertama kali nabi Muhammad mengizinkan Muslim menyangkal Islam atau menyangkal dirinya sebagai nabi adalah terhadap Amar bin Yasser.3 Yasser, adalah salah satu sahabat Muhammad, ia ditangkap dan disandera oleh suku Quraish. Suku itu menyiksa Yasser, jadi ia menyangkal Muhammad dan Islam untuk mendapatkan kebebasan.

Segera setelah mereka membe baskannya, dia kembali kepada Muhammad dan mengakui apa yang telah terjadi. Nabi Muhammad mengatakan pada Yasser bahwa jika itu terjadi lagi padanya ia harus melakukan hal yang sama persis tanpa perlu malu.

Pada waktu yang lain, nabi Muhammad mendengar salah satu musuhnya (Sha’ban Bin Khalid Al-Hindi) menyiapkan pasukannya untuk memerangi Muslim. Muhammad mengirim Abdullah bin Anis Aljohani untuk membunuh musuh ini. Aljohani bertanya pada nabi Muhammad untuk menggambarkan pria yang harus ia bunuh. Muhammad berkata padanya untuk pergi dan bergabung dengan pasukan musuh, lalu mengutuki Islam dan Muhammad, maka dia akan menemukan Al-Hindi dengan cara itu.

Suruhan nabi Muhammad itu tiba di perkemahan musuh. Saat ia mengetahui pimpinan pasukan musuh itu, ia segera memulai percakapan dan mengutuki Muhammad dan orang-orangnya. Singkat cerita, Aljohani mampu membangun komunikasi yang cukup dekat dengan korbannya sehingga dapat memotong kepalanya saat dia tidur. Kemudian ia membawa kepala itu kepada nabi Muhammad.

Kita lihat disini bahwa suruhan nabi Muhammad menggunakan kebohongan – penyangkalan iman dan mengutuki nabi Muhammad – demi mencapai misinya.4

Muslim Membohongi Muslim Lainnya

Pada saat perang, Muslim akan berbohong pada sesame Muslim jika diperlukan. Ini menjelaskan kejadian antara presiden Irak Saddam Hussein dan presiden Mesir Hosni Mubarak. Mubarak mengunjungi Hussein di Baghdad di hari sebelum Irak menginvasi Kuwait. Hussein berjanji pada  Mubarak bahwa ia tidak akan menyerang Kuwait. Namun bahkan sebelum Mubarak tiba di Kairo, ia mendengar invasi telah berlangsung.

Hussein berbohong pada sesama Muslim, dan dia bahkan tidak memegang kata-katanya selama 24 jam. Ini membuat presiden Mesir sangat marah.5

Kepercayaan Umum Mengenai Kebohongan

Seperti yang dapat anda lihat, Islam membenarkan dan mempraktekkan kebohongan di dalam keadaan perang. Perilaku umum mengenai kebohongan dapat diilustrasikan dalam sebuah cerita tentang salah satu istri favorit Muhammad, Aisyah.

Berbohong Itu Baik Jika Itu Dapat Menjauhkan Kejahatan

Abi Hamid Al Gahazali (pendiri Sufisme) menyatakan:

Ketahuilah bahwa berbohong itu tidak berdosa dengan sendirinya, tetapi jika itu membawa kerugian padamu itu dapat menjadi buruk. Namun kamu boleh berbohong jika itu akan menjauhkan kamu dari kejahatan atau itu menghasilkan kesejahteraan.7

Kita tahu dari sejarah Islam dan autobiografi nabi Muhammad bahwa kecemburuan besar terjadi antara dua istri Muhammad, yaitu Aisyah dan Zaenab. Saudari Zaenab memulai rumor yang menyatakan Aisyah memiliki perselingkuhan dengan pria lain. 6 Motivasinya adalah untuk menolong saudarinya karena hukuman untuk perzinahan dalam Islam adalah dilempari batu (Surah 24:2).

Aisyah menyangkal bahwa dirinya memiliki hubungan gelap, walau masyarakat yang mengetahui situasi itu, termasuk sahabat dekat Muhammad, yakin bahwa ia telah melakukannya. Kebohongannya dapat diterima karena kebohongan itu dapat menghindarkan diri dari pelemparan batu.

Ringkasan

Seperti yang anda lihat, kebohongan dan penipuan adalah bagian dari pola pikir Islami. Fakta ini sulit diterima oleh pola pikir barat. Konsep lain yang sulit diterima oleh pola pikir barat adalah fakta bahwa masjid adalah tidak hanya untuk aktifitas religius. Masjid digunakan untuk mendukung jihad, yang bahkan menjadi bukti selama pengeboman Amerika Serikat di Afganistan.

 


Add a Comment
| 17
saya sudah tidak percaya lagi
Reply| 25 Sep 2014 03:44:22
sayang sekali banyak orang nashroni di indonesia yang memanggil menyebut NAMA TUHAN mereka dengan nama allah padahal allah adalah nama dari sesembahan kaum muslim yang sangat membenci nashroni yahudi dan kaum kafir harbi lainnya (agama lainnya) bahkan sangat haus darah dan haus akan hartanya kaum kafir.
allah dalam bahasa inggris adalah allah tidak bisa diterjemahkan menjadi God
allah dalam bahasa parsi adalah allah tidak boleh diterjemahkan menjadi Ormazd atau Ahuramazda (nama Tuhan dalam bahasa Parsi)

sedangkan NAMA DIRI TUHAN-nya kaum nashroni adalah YHWH
dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadi God
dalam bahasa latin menjadi Domini
dalam bahasa indonesia dan melayu menjadi allah

Kenapa kalian kaum nashroni dengan seenaknya merobah robah NAMA TUHAN kalian yang ADALAH YHWH menjadi nama dari suatu berhala sesembahan kaum muslim yang bernama allah (Hajarul aswad) ilahnya kaum quraish kaumnya muhammad rasul allah ?

Bagaimana dengan nama kota betlehem tempat lahirnya YAHSYUA dalam bahasa yahudi artinya adalah rumah roti apa bisa diterjemahkan kedalam bahasa inggris menjadi city of house of bread atau kedalam bahasa indonesia, nama kota betlehem menjadi kota rumah roti. Tidak bisa kan ? tetap harus disebut dan diucapkan dengan nama betlehem juga walau diterjemahkan kedalam berbagai bahasa apapun juga karena NAMA PRIBADI atau nama benda menurut aturan tata bahasa yang berlaku internasional tidak boleh diterjemahkan kecuali NAMA GELAR atau NAMA JABATAN boleh diterjemahkan seperti :
ayah menjadi daddy atau bapa menjadi father dan ibu menjadi mommy atau mother
saya sudah tidak percaya lagi
Reply| 25 Sep 2014 03:22:41
dalam islam memang ada 2 cara dalam menyebarkan islam yaitu lewat teror dan takiyah. Teror dipakai saat kedudukan muslim kuat untuk memaksa mereka yang dituduh kafir najis haram syirik dan musyrik agar masuk islam atau kalau tidak mau mereka harus dipaksa membayar jizyah yang mencekik leher sedangkan takiyah dipakai saat kedudukan muslim lemah untuk menipu mendustai non muslim yang dituduh kafir najis haram syirik dan musyrik supaya mereka percaya kepada kami muslim. Beda jauh dengan TUHAN kaum nashroni yang memerintahkan ummahnya untuk jangan bersumpah bahkan sampai bersaksi dusta, kalau ya katakan ya kalau tidak katakan tidak diluar itu berasal dari Iblis
ismail
Reply| 19 Aug 2014 10:36:48
@Grim_reaper90
ketika Muhamad dipercaya sebagai nabi oleh umatnya yang banyak, maka otomatis dia jadi seorang nabi.
ketika Yesus dipercaya sebagai Tuhan oleh umatnya yang banyak, maka otomatis dia jadi seorang Tuhan.
yang tidak percaya adalah sesat.

Tanggapan :
Kamu boleh bicara sepuas kamu tentang Muhammad, mau bela mau bohong terserah. Tapi kamu mau coba bicara tentang Yesus,kamu ngaco.Karena itu buka keahlianmu.Muhammad jadi nabi setelah banyak yang percaya karena dibohongi atau karena takut,saya tidak tahu?Yang penting sebelumnya muhammad bukan nabi,lalu dijadikan nabi.
Yesus bukan demikian,Dia sudah dinubuatkan 700 tahun sebelum kelahirannya oleh Nabi Yesaya bahwa Dia akan dilahirkan oleh seorang perempuan muda dan diberi nama Immanuel(Yesaya 7:14),Mikhah 5:1-2 tentang di mana Dia akan dilahirkan.Yesus pernah berkata kepada orang Yahudi bahwa Dia sudah ada sebelum Ibrahim ada,yang berbeda 2000 tahun.Yahya pembaptis datang ke dunia dengan satu tujuan yaitu mengumpulkan murid untuk Yesus dan memperkenalkan Yesus.Sebab itu setelah selesai tugasnya dia dibunuh oleh Herodes dan tidak ditolong ALLAH supaya segera kembali ke sorga untuk istirahat.Jadi Yesus tidak berjuang menjadi juruselamat dan ALLAH pencipta.Dia memang ALLAH yang menjelma menjadi manusia datang ke dunia, mati dibunuh sebagai kurban dan bangkit dari kematian. Itu semua sudah dinubuatkan dan bukan terjadi sebagai kebetulan, atau sebagai hasil perjuangannya. Yesus datang ke dunia atas rencanaNya sendiri dan Dialah penulis skenario penyelamatan umat manusia. Dia akan datang untuk mengakhiri dunia dan mengadili dunia ini. Konon ada tercatat juga dalam quran?
Grim_reaper90
Reply| 18 Aug 2014 23:20:58
ketika kebohongan dibenarkan.
sesuatu itu benar jika dipercaya oleh massa yang banyak.

sama seperti dulu, ketika bumi dianggap rata oleh masyarakat awam, maka yang menyatakan bumi bulat adalah orang gila.

ketika Muhamad dipercaya sebagai nabi oleh umatnya yang banyak, maka otomatis dia jadi seorang nabi.
ketika Yesus dipercaya sebagai Tuhan oleh umatnya yang banyak, maka otomatis dia jadi seorang Tuhan.
yang tidak percaya adalah sesat.

memulai kebohongan sangatlah mudah, menemukan sebuah kebenaran sangatlah susah.
ketika sebuah kebohongan sudah dianggap sebagai kebenaran, maka untuk membalikkan pola pikir seorang manusia itu tidaklah mudah, hanya dengan memberi masukan/kritikan kepada mereka, tidak akan bisa.
hanya mereka sendirilah yang dapat mengubah diri mereka sendiri.
apakah mereka berjodoh dengan kebenaran atau tidak, tidak ada yang taw.

semoga kita tidak terlekat pada sebuah doktrin.
Ny. Mmyhamad
Reply| 17 Aug 2014 13:48:00
Sebetulnya msh ada banyak cara lain utk menguji keabsahan agama islam ini. Salah satunya nih sy tambahin dikit aja. Semua nabi adalah utusan Tuhan yg harus dpt dipercaya oleh manusia yg akan dipengaruhinya. Bukti seorang nabi itu hrs dipercaya, orang tsb hrs lah punya cara khusus utk membuktikan dirinya bhw ada kemampuan irrasional yg keluar dr dlm dirinya yg membedakan atau paling tidak menjadi pembeda yg tdk bs ditiru oleh orang lainnya. Pembeda itulah yg disebut MUKJIZAT...!!! Pertanyaanya : Adakah mukjizat yg dibawa oleh si muhamad sbg nabi aulloh yg tertulis dlm kitab suci alquran...??? Jawabnya: Tidak ada tentunya...! Nah kalau memang tdk ada, jelas bhw semua isi kitab yg katanya suci itu adalah palsu...! Bukan dr Tuhan yg sebenarnya...!!! Gitu aja koq repot...!!!
ny. muhamad
Reply| 16 Aug 2014 21:30:14
Sejak adanya islam di dunia ini, dunia semakin hancur luluh lantak tidak jelas arahnya. Terbukti di negara2 semenanjung arab yang dominan islamnya. Adakah negara dengan berpenduduk dominan islam, menjadikan negara2 islam lebih maju, damai dan sejahtera diantara seluruh penduduknya...? Tidak ada damai kecuali peperangan dan keterbelangan ..! Suatu bukti bhw islam tdk pernah menggunakan akal-pikiran dan hati nuraninya. Bikin hp, tablet atau pc kompuer aja gak bisa...! Cuma bikin mesin perang dan kehancuran...! Bubarkan segera ajaran setan ini...!
M TipuM
Reply| 16 Aug 2014 16:41:16
@asrie,

Anda kami beri dua jempol! Saya copas paparanmu jadinya. TQ
Sambil menunggu sanggahan Muslim yg selalu ketipuM
Bathaco
Reply| 15 Aug 2014 21:20:37
Mulai sekarang kita jangan terlalu percaya terhadap org muslim..bahkan trhadap sahabat terdekat sekalipun karena bisa saja kebaikan mereka terkandung maksud tersembunyi
asrie
Reply| 15 Aug 2014 17:53:06
11. QS.46 : 9 ….”aku” tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu….. dan “aku” tidak lain HANYALAH seorang pemberi peringatan “
( Ayat ini sangat jelas sekali BUKAN firman allah yang didiktekan kpd nabi, melainkan kata2 sang nabi sendiri yg mengakui, bahwa dia TIDAK TAHU APA2 dan dia HANYALAH seorang PEMBERI peringatan.
(Ayat2 lain yg serupa dgn itu: QS. 7: 184,188 ; 29:50 ; 35: 23 ; 67: 26 ; 11: 12 ; 13: 7
Jadi claimnya bahwa semua ayat didiktekan langsung oleh allah, adalah DUSTA BESAR.

12. QS.47 :7….. .. “Jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolong mu.”
Comment :
1. Allah koq minta2 tolong kepada manusia, berarti Dia tidak Maha Kuasa.
2. Koq Allah ini hitung2-an dengan manusia, harus ditolong duluan, baru mau membalas menolong.
3. Pemakaian kata ”Dia”, menunjukkan, bahwa yang berfirman BUKAN ALLAH, melainkan sang nabi sendiri. Berarti dia ber-DUSTA telah mengatakan semua ayat adalah firman Allah yang didiktekan kepadanya.


14. QS 38 : 86 Awloh bersabda, katakanlah ( hai Muhamad ) : ” …… dan bukanlah aku termasuk orang orang yang meng –ada-2 kan. “
( Yang berkata ini pastilah BUKAN ALLAH ; entah siapa si “ aku “ ini yang menyangkal termasuk : ORANG YANG MENG-ADA-2 KAN alias REKAYASA
asrie
Reply| 15 Aug 2014 17:52:11
8. QS.70 : 40-41 Awloh berfirman: ” Maka Aku bersumpah “dengan” Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar2 Maha Kuasa.”
Comment :
- Awalnya awloh membahasakan dirinya “Aku”, kemudian “Kami”.
Siapakah “Aku” itu, yang bersumpah ( bersama ) dengan Tuhan ?
Kesimpulannya : awloh BUKAN TUHAN dan juga BUKAN ALLAH
-Bila ditafsirkan “Aku” adalah muhamad, yang bersumpah (bersama) dengan Tuhan, jadi Kami” adalah : nabi+Tuhan ; berarti muhamad berdusta telah mengatakan, bahwa semua ayat Alquran didiktekan oleh awloh kepadanya.
-Bersumpah: Aku Maha Kuasa adalah mudah, siapapun bisa bersumpah dusta seperti itu ; yang sukar adalah membuktikan ke Maha Kuasaan itu.
Tidak ada bukti bahwa muhamad dan awlohnya Maha Kuasa
-Ini adalah suatu DUSTA yang sangat nyata/ jelas dan SANGAT KETERLALUAN

9. QS.10:20 Umat berkata : “ MENGAPA TIDAK DITURUNKAN KEPADA MUHAMMAD SUATU MUKJIZAT PUN…. Lalu awloh berkata: “ Sesungguhnya yang gaib itu kepunyaan Allah ( berarti awloh bukan Allah ), sebab itu tunggu sajalah olehmu ; sesungguhnya aku ( awloh) bersama kamu (muhammad ) termasuk orang2 yang menunggu.
( BERARTI AWLOH ADALAH “SESEORANG” , BUKAN ALLAH, YANG JUGA SEDANG MENUNGGU MUJIZAT )
asrie
Reply| 15 Aug 2014 17:51:47
6. QS.29: 52 awloh bersabda : "Cukuplah Allah menjadi saksi antara”ku” ( berarti awloh ) dan antara “mu “ ( berarti muhamad )….. dst
.( Siapa nih yang bicara? Katanya / bualnya : semua ayat Alquran adalah firman Allah yang didiktekan kpd muhamad ) . Kesimpulan :
- Berarti diatas awloh masih ada Allah, atau dgn perkataan lain : awloh BUKAN ALLAH.
- Siapakah awloh itu ? Makhluk apakah dia ?
SANGAT Nyatalah itu sebuah DUSTA yang sangat KETERLALUAN ! !

7. QS.13:27 Atas pertanyaan : "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (nabi) Tanda (mujizat) dari Tuhannya? Jawabnya:" Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki…."
Comment: Memang orang pada zaman itu tidak percaya dia sebagai nabi, dan menanyakan bukti dari Allah berupa tanda mujizat. Ini suatu pertanyaan yang wajar. Tapi lihatlah apa jawaban allah nya ? Bukannya memberi bukti tanda mujizat, malahan MENYESATKAN orang yang bertanya. Baca juga QS.4:142 …"BARANGSIAPA DISESATKAN ALLAH…" dan ayat2 lain yang sama di : QS.4:88; QS.14:4 ; QS.16:93 ; QS.18:17 ; QS 40:33 ; QS.42:46 .
Rupanya AWLOH INI GEMAR MENYESATKAN orang = sifat / kebiasaan iblis
Dan dalam kesempatan lain ketika ditantang umat ( QS.29:50 ; 7: 184 & 188 ; 46: 9; 67:26 ) dia menjawab :" aku hanyalah seorang pemberi peringatan". ( Qs 35 : 23 )
TERBUKTILAH bahwa sang nabi memang tidak sanggup membuat mujizat.
(Jadi cerita nabi membelah bulan dll, HANYALAH DUSTA / BUAL dalam buku2 DONGENG dan hadits. QS 54 : 1 TIDAK mengatakan muhamad yang membelah bulan )
asrie
Reply| 15 Aug 2014 17:49:32
a) -HR. MUSLIM, HADITS no : 7037 …SESUNGGUHNYA iblis meletakkan SINGGASANANYA DI ATAS AIR…
-MENURUT QS. 11:7. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah SINGGASANA-Nya DI ATAS AIR,…
Kesimpulannya : awloh nya muhamad = iblis

b) -HR. BUKHARI, HADITS no : 3303, saw bersabda: “Jika telah datang MALAM,..
JIN-pun BERKELIARAN melakukan PENCULIKAN..”
-HR. MUSLIM, HADITS no : 758, karena Tuhan kita TURUN ke DUNIA pada SETIAP MALAM yaitu ketika SEPERTIGA MALAM TERAKHIR!
Kesimpulan : awloh muhamad = Jin


Tahukah anda , bahwa banyak ayat2 quran yg mengatakan , bahwa awloh gemar menyesatkan orang ?
Inilah : QS 4:88 ; 6:39 ; 7: 178 ; 13: 27 ; 14:4 ; 16: 93 ; 30: 29 ; 35:8 ; 39:23 ; 40:34 ; 42: 44&46 ; 47:1
Cuma herannya, koq kegemaran awloh sama dgn kegemaran iblis yah !?

Qs 19:83 awloh mengirim setan2 supaya menggoda manusia berbuat maksiat . Pantes muhamad nafsu sex nya bejad banget
Qs 43: 36 awloh mengirim setan2 utk menyesatkan manusia
QS 21:82 awloh memelihara setan2
Qs 6:123 awloh mengadakan penjahat2 terbesar pada tiap2 negeri agar melakukan tipu daya didalam negeri itu
asrie
Reply| 15 Aug 2014 17:48:15
@ Yg berkata agama ini benar2 berasal dr iblis,
Asal jeplak saja, apa dasarnya ? Bila saya mengatakan agama anda berasal dr iblis, ada dasar2nya . Bacalah semua tulisan2 ku yg tersebar di" bukti dan saksi"
KAPOKJADIMUSLIM
Reply| 15 Aug 2014 17:31:30
Siapa yang masih tidak rela Allahnya disebut apa adanya (spt pengakuannya sendiri QS,3:54) dg KHAIRUL MAKIRIN: PENDUSTA LICIK TERBESAR?
Jesus is YHWH
Reply| 15 Aug 2014 14:57:05
Tepok Jidat.
agama ini benar-benar berasal dari Iblis.
M TipuM
Reply| 15 Aug 2014 11:21:27
Tipu menipu dan akal-akalan Islam tak bisa tidak harus di HALALKAN (malah dianjurkan) oleh Allah swt. Kenapa? Karena Ia sendiripun Khairul Makirin. Terbukti Ia jelas-jelas menipu Maryam dan murid-murid Yesus dll bahwa "Yesus Tampak Disalib", padahal diam-diam Allah memindahkan Yesus tulen dengan Isa Gadungan! Lalu terkecohlah semua Nasrani! Hehehe!

PERTANYAAN KEPADA MUSLIM:
Bila Allah yang mengecoh Nasrani, maka apakah Nasrani salah-percaya bahwa YESUS BENAR-BENAR DISALIB berdasarkan bukti dan saksi, dan pengakuan Allah sendiri tersebut?
Tak ada orang yang mau ditipu oleh Allah dan nabinya! Maka saya tolak Islam dan Allah, dan nabinya! KINI APAKAH MUSLIM LAIN MASIH MAU DITIPU? Takbir: Allahu Akbar!
nabi sange
Reply| 15 Aug 2014 08:14:54
Iblis disebut "bapa segala pendusta". Jika ada yang mengajarkan bahwa berdusta oke oke saja, apalagi untuk kepentingan agama, pastilah ajaran agama tersebut berasal dari Iblis. TUHAN, Allah Alkitab, dengan tegas berkata :" jangan berdusta". Jadi tidak mungkin Alquran berasal dari Allah yang sama.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top