Blog / Perang Besar Badr

Hingga saat itu, kebanyakan orang Muslim masih tidak tahu bahwa merampok dan menjarah adalah tujuan utama Muhammad dan bahwa Allah hanyalah sarana untuk mencapai tujuan itu. Bahkan dengan standar moral mereka yang sangat longgar, tidak semua dari mereka yang memeluk Islam menjadi perampok jalanan. Kaum Ansar adalah kelompok yang sangat tidak suka merampok kaum Quraysh yang adalah sekutu dan sahabat mereka. Muhammad telah berbicara mengenai hal itu sejak lama, menjanjikan para pengikutnya kemenangan dan kekayaan berlimpah. Tetapi orang-orang beriman hanya mendengar apa yang ingin mereka dengar. Bahkan pada jaman sekarang, mayoritas besar orang Muslim membaca Quran, tetapi nampaknya tidak memperhatikan bahwa pembunuhan dan perampokan adalah inti pengajaran kitab itu.

 

Kemenangan pertama terasa manis. Jatah jarahan untuk nabi adalah 20% dari semua barang curian. Ini juga mengajarinya bahwa jebakan dan penipuan adalah strategi terbaik.Muhammad mengetahui bahwa karavan orang Mekkah yang terlewatkan olehnya di Dhul Ashira akan kembali beberapa bulan lagi dengan membawa uang dan barang-barang. Karavan itu terdiri dari 1000 unta dan barang dagangan senilai 50.000 dinar, dikawal 40 orang. Orang Mekkah yang mempunyai uang memiliki bagian dalam karavan ini.

Muhammad mengutus dua mata-mata ke Tajbar, di tepi pantai Laut Merah hingga ke sebelah barat Medinah untuk memberinya informasi. Oleh karena ia tidak mendapat kabar dari mereka setelah 10 hari, ia memutuskan untuk keluar saja. Ia memerintahkan para pengikutnya untuk mempersenjatai diri dan keluar, tetapi ia tidak memberitahu mereka bahwa mereka akan pergi berperang. Pertama, ia membawa mereka ke timur, yaitu arah yang berlawanan dengan Badr. Setelah mereka sudah jauh dari kota, ia berhenti, menginspeksi pasukannya dan mengirim pulang para remaja yang menurutnya lebih merupakan beban daripada pertolongan baginya.Sekarang tibalah waktunya untuk menyingkapkan rencananya dan memastikan dukungan kaum Ansar.

Ibn Ishaq berkata, “Ansar yang merupakan mayoritas, telah bersumpah di Aqaba, untuk melindungi rasul seperti istri dan anak-anak mereka, dalam wilayah mereka. Jadi rasul takut kaum Ansar tidak merasa wajib menolongnya kecuali ia diserang musuh di Medinah, dan mereka merasa tidak wajib menyertainya melawan musuh di luar wilayah mereka”.[1]

Muhammad tahu bahwa sekali orang-orang ini dikobarkan untuk berperang, dan sedang dalam perjalanan untuk berperang, mereka tidak akan keberatan. Ini adalah masyarakat primitif. Para pemercaya tidak berpendidikan. Mereka adalah para pemberani namun berpikiran pendek. Kemandirian berpikir adalah hal yang asing bagi mereka, demikian pula kecerdasan. Mentalitas gerombolan adalah norma mereka. Yang terkuat adalah yang memimpin, dan perbedaan [pendapat] adalah hal yang berbahaya.

Muhammad membawa Sa’d ibn Mu’adh, seorang yang kuat dari suku Aus, sebagai pengawal pribadinya. Sa’d adalah seorang yang berbadan besar dan berotot. Ia tidur di mesjid dan menyombongkan diri sebagai orang yang terdekat dengan nabi. Muhammad menyingkirkan egonya dengan menyebutnya sebagai pemimpin Bani Aus, namun tidak lebih dari sekadar parasit.Kemudian ia berkata kepada para pengikutnya, “Wahai orang-orang, inilah karavan kaum Quraysh yang membawa properti mereka. Keluarlah untuk menyerangnya, mungkin Allah akan memberikannya sebagai mangsa”.[2]

Abu Bakr dan kemudian Umar bangkit dan berkata mereka akan menaati nabi mereka. Kemudian al-Miqdad ibn Sa’d, seorang budak yang telah memeluk Islam di Mekkah, bangkit dan berkata, “Wahai rasul Allah, pergilah kemanapun Allah memerintahkanmu karena kami menyertaimu. Kami tidak akan berkata seperti perkataan bani Israel kepada Musa, ‘Engkau dan tuhanmu pergilah dan berjuang, dan kami akan tinggal di rumah’, tetapi engkau dan Tuhanmu pergilah dan berjuang, dan kami akan berjuang bersamamu. Demi Tuhan, jika engkau membawa kami ke gurun Bark al-Ghimad, kami akan berjuang mati-matian denganmu melawan para pembelanya hingga engkau menguasainya’”.[3]

Semua ini telah dirancang. Muhammad menginginkan penerimaan kaum Ansar. Sangatlah tidak mungkin bagi seorang jawara penipu seperti dia bila sebelumnya tidak bersepakat dengan Sa’d ibn Mu’adh mengenai isu yang penting seperti itu. “Nampaknya yang engkau maksudkan adalah kami”, ujar Sa’d. Ketika Muhammad mengiyakan, Sa’d berkata, “Kami percaya padamu, kami mendeklarasikan kebenaranmu, dan kami menyaksikan bahwa apa yang engkau bawa adalah kebenaran, dan kami telah berjanji padamu dan setuju untuk mendengar dan taat; jadi pergilah kemanapun engkau kehendaki, kami bersamamu; dan demi Tuhan, jika engkau meminta kami untuk menyeberangi laut ini dan engkau menceburkan diri ke dalamnya, kami akan menceburkan diri bersamamu; tidak seorangpun yang tertinggal di belakang”.

Situasi ini serupa dengan penyerangan di Nakhlah. Orang-orang beriman diberi kesan bahwa mereka mempunyai pilihan untuk tidak sepakat, sedangkan diperlukan keberanian luar biasa untuk berdiri dan berbeda pendapat. Jika Muhammad mengemukakan niatnya di Medina, banyak kaum Ansar yang kemungkinan besar akan berpikir dua kali mengenai hal itu dan keluarga non Muslim mereka akan membujuk mereka agar tidak berperang melawan orang Mekkah. Dalam situasi seperti inilah kita dapat melihat kelicikan Muhammad dan keahliannya dalam memanipulasi orang lain.Walau demikian, ada yang tetap tidak puas. Ibn Kathir berkata, “Mereka bersiap sedia, ada yang bersemangat, yang lainnya cemas karena tidak terpikirkan oleh mereka bahwa utusan Allah akan mengobarkan perang”.[4]Muhammad kemudian membuat Allahnya menegur orang-orang yang ragu-ragu.

“..Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya, mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu) (Sura 8:5-6).

Hingga saat ini, kebanyakan orang Muslim masih tidak tahu bahwa merampok dan menjarah adalah tujuan utama Muhammad dan bahwa Allah hanyalah sarana untuk mencapai tujuan itu. Bahkan dengan standar moral mereka yang sangat longgar, tidak semua dari mereka yang memeluk Islam menjadi perampok jalanan. Kaum Ansar adalah kelompok yang sangat tidak suka merampok kaum Quraysh yang adalah sekutu dan sahabat mereka. Muhammad telah berbicara mengenai hal itu sejak lama, menjanjikan para pengikutnya kemenangan dan kekayaan berlimpah. Tetapi orang-orang beriman hanya mendengar apa yang ingin mereka dengar. Bahkan pada jaman sekarang, mayoritas besar orang Muslim membaca Quran, tetapi nampaknya tidak memperhatikan bahwa pembunuhan dan perampokan adalah inti pengajaran kitab itu.

Orang-orang yang tidak sepakat merasa resah dan tidak seorangpun yang mempunyai keberanian untuk menghadapi orang yang telah mereka terima sebagai nabi. Sekali anda mengakui bahwa orang itu diinspirasikan secara ilahi, anda tidak lagi bisa mempunyai pendapat yang berbeda dengannya. Menentangnya berarti menentang Tuhan. Anda harus menaati semua yang dikatakannya atau meninggalkannya. Tetapi meninggalkan/keluar dari sebuah kelompok bidat tidaklah mudah. Para pemimpin bidat tidak menolerir perbedaan dan tindakan desersi akan mendatangkan kematian. Muhammad telah memerintahkan agar para pengikutnya membunuh siapapun yang ingin pulang.

Psikolog Solomon Ash menunjukkan bagaimana kebanyakan orang mengabaikan akal sehat mereka agar dapat sesuai dan diterima oleh kelompok. Walaupun faktanya beberapa orang dari kaum Ansar tidak terlalu ingin untuk berperang, terutama melawan orang Mekkah, tekanan kelompok, berlagak berani, dan mentalitas gerombolan membayangi nurani mereka sehingga mereka semua kemudian pergi berperang. 

Kemudian Muhammad berdoa, “Ya Allah, orang-orang ini bertelanjang kaki; berikanlah mereka sepatu dan tunggangan. Mereka telanjang; berilah mereka pakaian. Mereka lapar; kenyangkanlah mereka. Dan ya Allah buatlah mereka berkemenangan”. Ibn Sa’d mengatakan ketika para perampok itu kembali dari Badr, masing-masing dari mereka menuntun unta yang memuat banyak barang jarahan, dan mereka semua kenyang dan telah berpakaian.[5]

Semua penulis biografi Muhammad menempatkan konferensi ini di Badr, setelah orang-orang Muslim mengetahui bahwa karavan itu telah pergi dan alih-alih kaum Quraysh berkemah di balik bukit. Kesepakatan mereka tidak menjadikan klaim mereka benar. Mereka semua menggunakan sumber yang sama dan tidak seorangpun membaca informasi yang mereka terima dengan kritis. Faktanya, jika mereka tidak asing dengan cara berpikir kritis, mereka tentu akan membuang separuh dari materi yang mereka masukkan dalam biografi yang mereka tulis. Tulisan Ibn Sa’d berikut ini mengkonfirmasi bahwa diskusi tersebut berlangsung ketika pasukan masih berada di sekitar Medinah. Ia menulis: “Sekelompok orang Muslim sangat setuju untuk pergi. Tetapi yang lainnya tidak. Mereka tidak dapat dipersalahkan karena ini bukan perang (bagi Allah), tetapi untuk menjarah”.[6]Oleh karena itu, ketika mereka sedang mengadakan pembicaraan ini, mereka masih berpikir untuk menjarah karavan, bukan berperang dan membunuh orang Mekkah dengan sia-sia.

Jumlah perampok dalam ekspedisi ini adalah 305 orang, 74 diantaranya adalah para imigran dan sisanya kaum Ansar.[7] Penulis yang sama mengatakan bahwa 8 orang Muslim tidak pergi dan mereka semua mempunyai alibi yang sah. Salah satunya adalah Uthman ibn Affan yang diperintahkan Muhammad untuk tinggal dan mengurus istrinya Ruqiyah, putri Muhammad. Ia sakit dan wafat beberapa hari kemudian. Dua dari ke-8 orang ini adalah mata-mata pertama yang diutus Muhammad untuk membawa berita mengenai karavan dan kembali setelah ia pergi. Dua orang diperintahkan untuk tinggal sebagai perwakilannya di kota itu. Yang seorang bernama Harith ibn Hatib yang pernah diutusnya untuk memata-matai suku dari Amro ibn Auf. Dua orang lainnya sakit dan tidak dapat pergi. Muhammad telah menyisihkan jatah mereka saat ia kembali.

Jika hanya 8 orang Muslim yang tinggal, klaim bahwa ada beberapa yang tidak pergi karena mereka tidak menyukai ide untuk memerangi orang Mekkah tentu tidak benar. Pada akhirnya, walau mereka resah, semua orang yang keluar [kota] tetap pergi berperang. Sumber-sumber lain memberikan nama-nama beberapa anggota Ansar lainnya yang juga tetap tinggal. Nampaknya kebanyakan orang Muslim turut serta dalam ekspedisi ini. Perang Badr adalah perampokan Muhammad yang paling penting yang mengubah keberuntungannya. Banyak sekali laporan mengenai peristiwa itu dan dapat lebih dipercayai daripada kisah-kisah mengenai perampokan terdahulu yang tidak berhasil. Ada beberapa ketidakpastian berkenaan dengan jumlah penyerang.

          Jika semua orang beriman pergi, kecuali 8 orang, dan jika hanya 74 orang diantara mereka adalah Muhajirin (para imigran), maka jumlah para imigran yang dalam ekspedisi sebelumnya dilaporkan melebihi 74 orang, adalah informasi yang tidak benar. Badr adalah perampokan pertama yang diikuti kaum Ansar. Ekspedisi ini terjadi pada bulan ke-19 Hijriah.

Muhammad kemudian kembali ke arah Badr dan mengutus dua mata-mata mendahuluinya. Badr berada di rute antara Mekkah dan Syria, sekitar 120 km ke barat daya Medinah dan 40 km ke timur semenanjung. Disana terdapat beberapa sumur dan merupakan salah satu tempat perdagangan orang Arab. Abu Sufyan ibn Harb yang memimpin rombongan karavan menyadari akan bahaya yang sudah mengintai. Ia melakukan perjalanan mendahului karavan untuk mendapatkan berita mengenai Muhammad. Ia mendapati para mata-mata di dekat salah satu sumur di Badr sedang menaiki unta mereka dan bergegas pergi. Abu Sufyan mendapat informasi mengenai mereka dari para gadis desa yang sedang berbincang di sumur. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahu tentang orang-orang itu, tetapi mereka curiga ketika karavan akan lewat. Abu Sufyan adalah seorang yang teliti. Ia mendatangi tempat mereka berkumpul, memeriksa kotoran unta mereka dan menemukan bahwa dalam kotoran itu terdapat biji-biji kurma. “Demi Tuhan”, ia berteriak, “ini adalah pakan ternak di Yathrib”. Segera ia kembali ke karavan dan mengarahkannya ke pantai, meninggalkan Badr di sebelah kirinya. Ia tidak beristirahat baik siang dan malam hingga mereka pergi sejauh mungkin.


Ia juga mengirim utusan ke Mekkah, memerintahkannya untuk berseru kepada orang Quraysh agar mempertahankan properti mereka. Orang Quraysh keluar. Mereka mengambil rute reguler dan akibatnya tidak melihat karavan yang mengambil rute tepi pantai. Ketika Abu Sufyan telah merasa aman, ia mengirim utusan lain kepada orang Quraysh untuk memberitahukan mereka bahwa karavan sudah selamat dan bahwa mereka harus kembali. Ketika itu orang Quraysh berada di Juhfa, dekat Badr. Sebuah pertikaian terjadi antara mereka dan beberapa orang berpendapat mereka harus kembali. Yang lainnya, terutama Abul Hakam, berkeras mereka harus terus maju, “Demi Tuhan, kita tidak akan kembali hingga kita mencapai Badr ”, ujarnya. “Kita akan berada disana selama 3 hari, memotong unta dan berpesta dan minum anggur, dan gadis-gadis akan menari untuk kita. Orang Arab akan mendengar bahwa kita telah datang dan berkumpul, dan akan menghormati kita di kemudian hari”.[8]Walau Abul Hakam berkeras, separuh dari kelompok itu kembali. Orang-orang ini tidak bermusuhan dengan orang Muslim. Mereka hanya datang untuk menjaga properti mereka. Talib, putra tertua Abu Talib, memberikan puisi ini sebelum kembali.

Ya Allah, jika Talib berperang dengan terpaksa,

dengan salah satu pasukan ini,

biarlah ia menjadi yang dijarah, bukan yang menjarah

yang binasa dan bukan pemenang.

 

Ketika orang Quraysh mencapai Badr, mereka mengutus beberapa orang dengan unta untuk mengambil air untuk mereka. Ketika orang-orang itu tiba di sumur, Ali ibn Abu Talib, Zubair ibn Awam, Sa’d ibn Abi Waqas dan beberapa orang Muslim lainnya menangkap dua budak kulit hitam dari mereka dan yang lainnya melarikan diri. Mereka membawa budak-budak itu kepada Muhammad. Ia sedang sembahyang. Kemudian mereka mulai memukuli budak-budak itu untuk mendapatkan informasi mengenai karavan pedagang.  

Mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa mengenai Abu Sufyan dan mereka hanyalah pemikul air yang bekerja untuk orang Quraysh yang berkemah di balik bukit. Orang Muslim tidak mempercayai mereka dan memukuli mereka lebih keras lagi, hingga para budak malang itu mengatakan bahwa mereka bekerja untuk rombongan karavan lalu orang Muslim berhenti memukuli mereka. Muhammad yang memperhatikan interogasi itu menyadari bahwa para budak itu mengatakan yang sebenarnya. Ia menghentikan doanya dan berkata, “Kamu memukuli mereka sedangkan mereka mengatakan yang benar kepadamu dan berhenti memukuli mereka ketika mereka berdusta. Orang Quraysh telah datang untuk mempertahankan properti mereka”.

Kemudian ia bertanya mengenai jumlah mereka. Para budak itu mengatakan bahwa ada banyak, tetapi mereka tidak tahu persis berapa jumlahnya. Muhammad menanyakan  berapa unta yang mereka potong untuk dimakan. Mereka mengatakan kadang 9, kadang 10 ekor sehari. Muhammad memperkirakan bahwa jumlah mereka sekitar 900 hingga 1000 orang.

Ibn Kathir berkata, “Orang Quraysh berangkat dengan rasa cemas dan lemah. Mereka terdiri dari 950 pejuang yang dipimpin 200 kavaleri. Mereka membawa budak-budak perempuan yang memukul tamborin dan menyanyikan penghinaan terhadap orang Muslim”.[9]Tetapi para gadis yang bernyanyi dan separuh dari orang-orang itu telah kembali ketika mereka mengetahui bahwa karavan telah aman. Jadi, jumlah orang Quraysh yang tersisa sekitar 450 orang.Mereka adalah sekumpulan penduduk Mekkah yang gemuk dan telah berumur yang tidak mempunyai keinginan untuk menyakiti putra dan kerabat mereka yang Muslim. Umayr ibn Wahb al-Jumahi yang pergi untuk menghitung jumlah orang Muslim, kembali dan berkata, “Demi Tuhan, menurut saya tidak ada satu orang dari mereka akan terbunuh hingga ia membunuh seorang dari antara kalian, dan jika mereka membunuh kalian dengan jumlah yang sama dengan mereka [yang terbunuh], apa gunanya hidup setelah itu?” Kemudian, Hakim ibn Hizam menemui Utba ibn Rabi’a dan berkata, “Apakah engkau ingin dikenang dengan puisi itu?” Utba berkata, “Bagaimana itu dapat terjadi?” Ia menjawab, “Pimpin mereka kembali dan bayarkan uang darah untuk Amr ibn Hadrami yang telah dibunuh orang Muslim (dan di antaranya adalah putramu Abu Hudhaifa) di Nakhlah”. “Aku akan melakukannya”, kata Utba. 

Kemudian Utba memanggil semua orang di kemah, “Wahai orang Quraysh! Demi Tuhan, kamu tidak akan mendapat apa-apa dengan memerangi Muhammad dan para pengikutnya. Jika kamu bertemu dengannya, setiap kamu akan saling melihat penghinaan di wajah kamu masing-masing yang telah membunuh putra atau kerabat dari pihak ayah, ibu, atau paman kalian. Oleh karena itu kembalilah dan tinggalkan Muhammad kepada orang Arab lainnya”.[10]Inilah sikap orang Quraysh. Mereka masih mempunyai rasa kekeluargaan terhadap orang Muslim dan tidak ingin menumpahkan darah mereka. Namun demikian, sentimen di kalangan Muslim sangat berlawanan. Hati mereka telah diubahkan dan mereka siap untuk membunuh, bahkan ayah dan saudara mereka sendiri. 

Ibn Ishaq mengatakan ketika nabi melihat orang Quraysh ia berteriak, “Ya Allah, telah datang orang Quraysh dalam kesombongan dan kesia-siaan mereka, melawan Engkau dan menyebut rasul-Mu sebagai pendusta. Ya Allah, berikanlah pertolongan yang Engkau janjikan kepadaku. Hancurkanlah mereka pagi ini!”[11]

Hasil akhir dari perang ini telah terlihat melalui perbedaan sikap kesiap-sediaan di antara kedua kelompok. Sementara orang Quraysh masih mempunyai rasa kasih sayang terhadap kerabat Muslim mereka, orang Muslim haus akan darah para kerabat mereka yang tidak beriman. Dewasa ini situasinya masih tetap sama. Sejumlah besar orang Muslim (ada ratusan juta) sangat ingin membunuh non Muslim, sedangkan mayoritas non Muslim menyangkali adanya perang yang sedang berlangsung dan hanya sedikit yang berpikir ada orang-orang yang membunuh orang lain karena agamanya. 

Abul Hakam yang juga tidak pergi berperang, tetapi menggerakkan orang Quraysh untuk mempertahankan properti mereka, menganjurkan untuk berpesta dan bersenang-senang, berpikir bahwa kembali pulang adalah tindakan pengecut. Ia menuduh Utba berhati kecil karena ia takut putranya yang berada di tengah para pengikut Muhammad akan celaka. Amer ibn hadrami, yang ingin membalas dendam atas pembunuhan saudaranya Amr di Nakhlah menjadi bersemangat. Ia menaruh debu di kepalanya dan berteriak, “Berdukalah untuk Amr! Berdukalah untuk Amr!” Maka perang pun dikobarkan. Ketika Utba mendengar bagaimana Abul Hakam telah mengoloknya, ia mengatakan bahwa ia akan membuktikan bahwa ia bukanlah pengecut dan akan menjadi orang pertama yang masuk ke medan perang. Sementara itu, Muhammad dan para pengikutnya telah tiba di Badr sehari lebih awal, menghancurkan semua sumur agar orang Quraysh tidak mendapatkan air minum. Bagi Muhammad, tujuan selalu membenarkan cara. Tidak ada yang tidak akan dilakukannya, sejahat apapun, selama itu mendukungnya untuk mencapai tujuannya. Sumur-sumur itu menyediakan air bagi penduduk Badr. Fakta bahwa warga desa akan menderita dan anak-anak mereka dan kaum yang lemah akan mati kehausan tidak menjadi urusan orang yang senang disebut Kemurahan Allah bagi seluruh dunia. Tidak ada sejarawan Muslim yang peduli untuk membahas kejahatan itu. Mereka bahkan membanggakannya sebagai strategi perang yang hebat. Seperti yang akan kita bahas dalam halaman-halaman berikut, ini adalah perbuatan tamak yang terkecil dari nabi. Ia membuat sebuah sumur dan mengisinya dengan air untuk pasukannya sendiri dan mengisi sumur-sumur lain dengan batu dan tanah.

Si penjilat, Sa’d ibn Mu’adh, menyarankan untuk membuat pondok dari ranting palem untuk Muhammad, dan untanya siap sedia agar jika seandainya orang Muslim kalah, ia dapat langsung menunggang untanya dan melarikan diri ke Medinah, dimana ia akan dilindungi seperti kaum wanita dan anak-anak. Muhammad menyukai gagasan itu lalu sebuah pondok didirikan untuknya.[12]

Pada hari Jumat, 13 Maret 624 M, Muhammad menyusun jabatan para sahabatnya dan dengan sebuah panah yang dipegangnya, ia menoreh perut salah seorang yang berdiri di luar barisan. Hujan yang turun sepanjang malam itu telah mengeraskan bukit pasir tempat orang Muslim berkemah, sementara dataran yang harus diseberangi orang Quraysh menjadi berlumpur. Kemudian ketika angin yang kencang mulai berhembus, Muhammad memberikan berita gembira bahwa itu adalah suara kuda-kuda penghulu malaikat, Jibril, Mikael dan Israfil (Rafael), yang masing-masing mereka membawa 1000 pasukan bersenjata untuk berperang bersama orang Muslim. Jika ada begitu banyak malaikat yang tidak terlihat, lalu mengapa orang Muslim masih harus berperang? Satu malaikat yang tidak kelihatan sudah cukup untuk menghabisi semua orang kafir tanpa harus orang Muslim mengangkat jarinya. Disini kita dapat melihat bahwa para pengikut Muhammad hanyalah orang-orang yang sangat polos. Tidak ada perkataannya yang dapat membuat mereka meragukannya. Ia bahkan menggambarkan warna turban dan pakaian para malaikat. Ia mengatakan bahwa para malaikat menyematkan bulu di helm mereka dan orang Muslim  harus melakukannya juga. Jadi setiap orang menemukan bulu, potongan pakaian wol atau rambut/bulu binatang dan menyematkannya di ikat kepala atau turban mereka.

Seorang Muslim bernama Auf ibn Harith bertanya, “Wahai rasul Allah, apakah yang dapat dilakukan seorang hamba agar dapat menyenangkan Tuhannya?” Ia menjawab, “Ketika ia terjun ke tengah musuh tanpa jubah”. Mendengar hal itu, Auf menanggalkan jubahnya dan membuangnya. Pada hari itu ia termasuk ke dalam jumlah orang Muslim yang terbunuh.

Muhammad sendiri tidak bergegas untuk masuk firdaus. Ia selalu mengenakan dua helai jubah dan selalu menyingkir dari medan perang dan dilindungi para sahabatnya. Dalam peperangan ini, ketika pasukannya sedang sibuk berperang, ia tinggal di pondoknya, dan memerintahkan Sa’d ibn Mu’adh yang adalah seorang yang kuat dan beberapa orang lainnya untuk berjaga dan melindunginya seandainya ada musuh yang mendekat. Ia berkata kepada para sahabatnya, “Demi Allah, tidak ada seorangpun yang terbunuh pada hari ini saat berjuang dengan keberanian besar dan tidak mundur, tetapi Allah akan membuatnya masuk ke firdaus”. Seorang anak laki-laki berusia 16 tahun, Umayr ibn Humam, sedang makan beberapa kurma yang ada di tangannya. “Baiklah, baiklah!”, katanya, “tidak adakah sesuatu di antara aku dan jalanku masuk ke firdaus untuk dibunuh oleh orang-orang ini?” Ia membuang kurma di tangannya, menghunus pedangnya, dan tidak lama kemudian menerima kematiannya.

Sebelum memberi perintah untuk menyerang, ia mengatakan kepada para pengikutnya agar tidak membunuh para anggota keluarganya sendiri. “Saya tahu ada beberapa orang dari Bani Hashim dan yang lainnya telah dipaksa berperang dan tidak berkeinginan untuk memerangi kami; jadi jika ada di antara kamu yang bertemu salah seorang dari Bani Hashim atau Abu’l-Bakhtari atau Abbas (pamannya) janganlah membunuhnya, karena ia telah dipaksa untuk berperang”. Abu Hudhaifa berkata, “Apakah kami harus membunuh ayah, putra dan saudara kami dan membiarkan Abbas? Demi Tuhan, jika aku bertemu dengannya maka aku akan menusukkan pedangku kepadanya!”

Ketika Muhammad mendengar hal ini, ia berkata kepada Umar, “Wahai Abu Hafs” (Umar mengatakan bahwa inilah pertama kalinya Muhammad memanggilnya dengan sebutan terhormat) “Haruskah wajah paman rasul ditandai dengan pedang?” Umar menjawab, “Biarkan aku memenggal kepalanya! Demi Tuhan, orang ini adalah Muslim palsu”.[13]Untuk menyelamatkan nyawanya, Abu Hudhaifa harus banyak meminta maaf. Semua orang belajar bahwa mereka tidak boleh berbeda pendapat dengan nabi, sekalipun ia bersikap tidak adil. Kisah ini menunjukkan bahwa Muhammad telah menciptakan sebuah kepribadian bidat di sekitarnya. Para sahabatnya takut padanya dan juga mengasihinya pada saat yang bersamaan. Ini adalah karakteristik semua bidat. Para pengikutnya siap untuk membunuh atas perintahnya. Mereka siap untuk mati menyelamatkannya. Sekali lagi kita melihat kemampuan Muhammad untuk memanipulasi para pengikutnya yang polos dan mendorong mereka menjadi penjilat. Ia menyebut Umar “wahai bapa dari singa muda”. Umar sangat tersanjung dengan gelar barunya itu sehingga ia siap untuk memenggal sahabatnya untuk membuktikan pengabdiannya kepada nabinya. 

Abu Hudhayfa dan semua yang hadir belajar bahwa jika mereka mempunyai pendapat yang bertentangan dengan nabi, mereka harus menyimpan pendapat mereka itu. Ia selalu berkata, “Aku tidak pernah merasa aman setelah perkataannku hari itu”.[14]Menurut para penulis biografi Muhammad, alasan mengapa mereka tidak ingin Abu’l-Bakhtari terbunuh karena ia telah menjagainya selama tahun-tahun boikot, memberinya makanan dan segala sesuatu yang dibutuhkannya dan karena menolong menghapuskan larangan terhadapnya. Saya ragu Muhammad mempunyai rasa hutang budi seperti itu. Ia bukanlah orang yang mempunyai rasa terimakasih. Ia membuang ibunya, kakeknya dan pamannya yang membesarkannya, ke neraka, dan bersikap tidak tahu berterimakasih dan kejam terhadap pamannya Abu Lahab dan istrinya yang memberinya pengasuhan selama masa kanak-kanak, bahkan ia mengutuk mereka dalam Quran. Sebagai seorang yang narsisitik, ia menghargai orang lain hanya sebatas manfaat mereka. Dalam pandangan saya, Abbas dan Abul Bakhtari memberi Muhammad informasi dari Mekkah dan oleh karena itu mereka masih berguna untuknya. Itulah sebabnya ia lebih menginginkan agar mereka tetap hidup. Ia memberitahu para pengikutnya bahwa Allah berkata kepadanya “(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka (Sura 8:12). Kemudian ia mengambil segenggam kerikil dan berbalik menghadap orang Quraysh, melemparkannya ke arah mereka sambil berkata “Hancurlah wajah mereka!”, dan ia memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Sampai disini saja keterlibatan nabi dalam peperangan.

Muhammad kemudian masuk ke dalam pondoknya, ditemani Abu Bakr dan mulai berdoa, “Ya Allah, jika orang-orang ini terbunuh, tidak ada orang lagi di bumi ini yang menyembah-Mu”. Ia berdoa dengan bersungguh-sungguh dan mengangkat tangan sehingga jubahnya jatuh. Abu Bakr mengangkat jubah itu dan sambil meletakkannya di pundak Muhammad ia berkata, “Itu sudah cukup; engkau akan mengganggu Allah dengan doamu yang berlebihan”.

Kedua pasukan saling berhadapan. Orang Quraysh kehausan. Al-Aswad ibn Abdu'l-Asad bersumpah ia akan minum dari sumur yang dibangun orang Muslim atau menghancurkannya. Ketika ia telah dekat, Hamza ibn Abdul Muttalib datang dan menebasnya dan pergelangan kakinya melayang. Aswad jatuh terlentang dan berbaring di tanah, darah mengalir dari kakinya. Kemudian ia merangkak ke sumur dan menjatuhkan dirinya memberi kesan untuk memenuhi sumpahnya, tetapi Hamza mengikutinya dan membunuhnya dalam sumur.[15]

Utba kemudian merobek ikat kepalanya dan memanggil saudaranya Shaiba dan putranya Walid untuk mendampinginya ke medan perang. Ketiga orang itu berdiri di tengah medan perang dan memanggil orang Muslim untuk mengirim tiga orang dari jabatan mereka. Tiga orang dari kaum Ansar turun. Utba berkata, mereka tidak ingin memerangi kaum Ansar, maka orang-orang Ansar itu pun kembali. Muhammad kemudian mengirim pamannya, Hamza, dan dua sepupunya Ali ibn Abu Talib dan Ubaida ibn Harith. Mereka mengenakan helmet/pelindung kepala mereka dan turun menemui kerabat mereka. Ali menghadapi Walid dan membunuhnya. Kemudian Sheiba bertempur melawan Hamza dan terbunuh juga. Utba dan Ubaida saling memukul dan Utba melumpuhkan lawannya. Tiba-tiba, Hamza dan Ali dengan licik menjebak Utba dan membunuhnya.[16]Mereka membawa Ubaida kepada Muhammad. Ia bertanya, “Bukankah aku seorang martir?” Ia menjawab, “Memang benar”. Perang pun pecah dan orang-orang saling membunuh. Ketika fajar, 14 orang Muslim dan sekitar 44 orang Quraysh terbunuh. Sejumlah orang dari mereka juga ditawan.[17] Walau jumlahnya lebih banyak, orang Quraysh tidak mempunyai keinginan untuk berperang sehingga mereka dikalahkan. 

Orang Muslim mulai mengikat para tawanan dan membawa mereka ke perkemahan. Muhammad sangat bersukacita tetapi penjaga pribadinya Sa’d ibn Mu’adh tidak. Ia berkata, “Engkau nampaknya tidak terlihat senang mengenai penangkapan ini”. Sa’d menjawab, “Ya! Inilah pertama kalinya orang-orang tidak beriman dikalahkan dan saya lebih suka membunuh mereka daripada membawa mereka sebagai tawanan”. Abul Bakhtari ditemui Mujadhar, seorang Muslim Absari yang saat mengetahui namanya, mengatakan padanya bahwa nabinya telah memerintahkannya untuk membiarkannya hidup. Abul Bakhtari menjawab, “Lalu bagaimana dengan sahabat saya dan pendamping saya Junab?” Mujadhar menjawab, “Tidak, demi Allah, kami tidak akan membiarkan sahabatmu hidup”. “Jika demikian, aku akan mati bersamanya. Para wanita Mekkah tidak akan berkata bahwa aku meninggalkan sahabatku untuk menyelamatkan nyawaku”, ujarnya. Kemudian ia menghunus pedangnya dan mengucapkan syair ini: “Seorang putra yang bebas tidak mengkhianati sahabatnya hingga ia mati, atau memastikan ia selamat di jalannya”. Lalu al-Mujadhar mendatanginya dan membunuhnya.

Umayya ibn Khalaf sudah tua dan gemuk, dan oleh karena itu ia menolak untuk mendampingi orang Quraysh. Ia dibujuk Abul Hakam yang mengatakan padanya bahwa sebagai seorang pemimpin, jika ia tinggal di belakang, maka yang lainnya juga tidak akan pergi. Ia dan putranya Ali terluka dalam peperangan. Ia melihat teman lamanya Abdul Rahman ibn Auf, menelanjangi jenazah-jenazah, lalu berseru kepadanya, “Mari, ambillah aku. Aku lebih berharga daripada jubah-jubah itu”. Abdul Rahman membuang jarahannya dan mendatangi Umayya. Ia berdiri di antara ayah dan anak, dan membawa mereka ke perkemahan, sambil mereka bersandar padanya. Ini bukanlah karena persahabatan. Sebagai seorang Muslim, Abdul Rahman telah memutuskan semua ikatan persahabatan dengan Umayya. Minatnya hanyalah membantu sahabat lamanya mengumpulkan jarahannya. Ketika Bilal melihat Umayya, ia menjadi histeris. Umayya pernah menjadi majikan Bilal, yang selalu menghukumnya di bawah terik matahari karena menghina agamanya.

Ia berlari ke arah Umayya sambil berteriak, “Pemimpin kafir Umayya bin Khalaf! Kiranya aku mati jika ia hidup!” Abdul Rahman berusaha untuk menenangkan Bilal dengan mengatakan bahwa mereka adalah tawanannya, jadi mereka adalah miliknya. Tetapi ia terus berteriak hingga akhirnya ia menjerit dengan sangat keras, “Wahai para penolong Allah, pemimpin kafir Umayya bin Khalaf! Kiranya aku mati jika dia hidup!” Kemudian orang Muslim membentuk lingkaran mengelilingi Umayya dan putranya, sementara Abdul Rahman berusaha melindungi jarahannya. Kemudian seseorang menghunus pedang dan memotong kaki Ali sehingga ia terjatuh. Abdul Rahman berkata, “Umayya berteriak sedemikian kerasnya, dan aku belum pernah mendengarnya berteriak seperti itu; dan aku berkata kepadanya, ‘Larilah, karena aku tidak dapat berbuat apa-apa untukmu’ (walau sudah tidak ada kesempatan baginya untuk melarikan diri)”. Kemudian orang Muslim membunuh mereka. Abdul Rahman berkata, “Kiranya Allah tidak mengampuni Bilal. Aku kehilangan jubah-jubahku dan ia menghabisi para tawananku”.[18]

Ali ibn Umayya adalah salah seorang dari para remaja yang menjadi Muslim ketika Muhammad berada di Mekkah, tetapi dipaksa meninggalkan Islam. Berkenaan dengannya dan orang Muslim lainnya yang alih-alih berhijrah, telah menentangnya dan tinggal di Mekkah, Muhammad memberikan wahyu Allah: Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?" Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,(Sura 4:97)

Di antara kelima remaja yang meninggalkan Islam dan terbunuh di Badr, terdapat juga Harith putra Zama’a, yang bersama Abul Bakhtari selalu menyediakan makanan bagi Muhammad selama tahun-rahun boikot dan salah seorang yang menentang boikot dan merobek dokumennya. Zama’a sendiri juga terbunuh di Badr. Sukacita Muhammad belumlah lengkap tanpa kepastian bahwa Abul Hakam sudah mati. Ia berdoa, “Ya Allah, jangan biarkan ia lolos dari-Mu!”[19]Lolos dari-Mu? Bagaimana orang dapat meloloskan diri dari Tuhan? Sudah jelas Muhammad mengidentifikasikan dirinya dengan Tuhannya. Allah adalah alter ego Muhammad.

Ketika perang berakhir, ia mengutus para pengikutnya untuk mencari musuhnya di antara yang terbunuh dan yang terluka. Ia mengatakan, mereka akan mengenalinya dari bekas luka di lututnya. Ketika mereka berdua masih muda, mereka duduk di meja makan dan Muhammad mendorongnya, sehingga ia terjatuh dan salah satu lututnya terluka sangat dalam dan meninggalkan bekas luka yang permanen. Abul Hakam setahun lebih tua, tetapi berperawakan langsing sedangkan Muhammad kuat dan bertulang besar.Abul Hakam ditemukan oleh Abdullah ibn Mas’ud, saat sedang sekarat. Ia menginjak lehernya dan berkata kepadanya, “Apakah Allah telah mempermalukanmu, wahai musuh Allah?” Abul Hakam menjawab, “Bagaimanakah Allah telah mempermalukan aku? Bukankah aku adalah orang yang terbunuh dalam perang?” Kemudian Ibn Mas’ud memenggal kepalanya dan membawanya kepada Muhammad. “Inilah kepala musuh Allah, Abu Jahl”. Muhammad berkata, “Demi Allah, dan tidak ada yang lain, bukan?” Ibn Mas’ud menjawab, “Ya”. Lalu ia melemparkan kepala itu ke kaki Muhammad. Muhammad merasa senang dan bersyukur kepada Allah.

Muhammad kemudian memerintahkan untuk membuang semua jenazah ke dalam sumur. Ketika mereka sedang melakukannya, Ibn Umar berkata, “Nabi berdiri di sumur dan berkata, ‘Sudahkah kamu dapati bahwa apa yang dijanjikan Tuhanmu itu benar?’” Ketika para sahabatnya mengatakan padanya bahwa ia berbicara kepada orang mati, ia berkata, “Sekarang mereka mendengar apa yang aku katakan”. Kisah ini diulangi dalam beberapa hadith. Tetapi Aisha dan banyak cendekiawan menemukan bahwa hal itu bertentangan dengan Quran setidaknya dengan dua ayat. Quran mengatakan, Maka Sesungguhnya kamu [Muhammad] tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar (Sura 30:52), dan “kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar(Sura 35:22). Maka Aisha mengubah kisah itu dan berkata, “Tetapi nabi berkata, ‘Kini mereka benar-benar mengetahui bahwa apa yang senantiasa aku katakan adalah kebenaran’”.[20]Jika memang demikian, lalu mengapa ia pergi ke sumur untuk berbicara pada orang mati dan mengapa para sahabatnya terkejut? Dalam hadith lainnya Qatada berusaha menjelaskan, “Allah menghidupkan mereka (kembali) agar mereka mendengarnya, untuk memberikan bukti yang kuat kepada mereka dan melemahkan mereka dan membalas mereka dan membuat mereka merasa pahit dan menyesal”.[21]

Untuk menikmati setiap saat kemenangannya, Ibn Ishaq menulis, “Para sahabat rasul mendengarnya berkata di tengah malam, ‘Wahai orang-orang dalam lubang: wahai ‘Utba, wahai Shayba, wahai Umayya, wahai Abu Jahl [ia menyebut semua orang yang telah dimasukkan ke dalam lubang], sudahkah kamu mendapati bahwa apa yang dijanjikan Allah kepadamu adalah benar? Aku mendapati apa yang dijanjikan Tuhanku adalah benar’. Orang Muslim berkata, ‘Apakah engkau berseru kepada orang mati? Ia menjawab: ‘Kamu tidak dapat mendengar apa yang kukatakan lebih baik daripada mereka, tetapi mereka tidak dapat menjawabku’’”.[22]

Ibn Ishaq meriwayatkan, “Ketika rasul memerintahkan agar mereka dibuang ke dalam lubang, Utba diseret ke dalamnya. Aku diberitahu bahwa rasul menatap wajah anaknya Abu Hudhayfa, dan lihatlah ia sedih dan warna mukanya berubah. Ia berkata, ‘Aku takut engkau bersedih akan takdir ayahmu’. Ia berkata, ‘Tidak, aku tidak takut akan ayahku dan kematiannya, namun aku mengenang ayahku sebagai seorang yang bijak, berbudaya, dan orang yang saleh dan aku berharap ia dituntun kepada Islam. Ketika aku melihat apa yang telah menimpanya dan ia mati dalam keadaan tidak beriman padahal aku berharap akan dia, itulah yang membuat aku sedih’. Rasul memberkatinya dan berbicara dengan lembut kepadanya”. 

Perubahan Abu Hudhayfa dalam sehari sangat menakjubkan. Sehari sebelumnya, ia bertengkar dengan Muhammad mengapa orang Muslim harus membunuh bapa dan saudara-saudara mereka dan membiarkan hidup kerabatnya. Setelah diancam akan dipenggal, ia menjadi orang yang berbeda. Sekarang ia bahkan dapat melihat keadilan dari [tindakan] membunuh ayahnya yang bijak, berbudaya dan saleh. Ia harus meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia berada di pihak yang benar dan menanggung kepedihan nuraninya. Di tangannya ada darah ayahnya, saudaranya, paman dan keponakannya yang masih muda.

Sekali seorang pengikut bidat mengorbankan segala sesuatu bagi bidat mereka, termasuk nurani mereka dan kemanusiaan mereka, maka tidak ada jalan untuk kembali. Mereka menghancurkan semua jembatan di belakang mereka. Berhenti dan menganalisa apa yang telah mereka lakukan dapat sangat menyakitkan, sehingga mereka tidak mau melakukannya. Bahkan mereka menjadi semakin kejam, makin gigih dan keras dalam keyakinan mereka. Delusi mereka yang tidak pasti akan kebenaran harus dijaga berapapun harganya. Karena menjadi sadar itu menyakitkan, mereka akan bereaksi dengan melakukan kekerasan jika anda berusaha untuk menyadarkan atau membangunkan mereka.   

Ibn Ishaq melanjutkan, “Kemudian rasul memerintahkan agar semua yang telah dikumpulkan di perkemahan harus dibawa, dan orang Muslim bertengkar mengenai hal itu. Mereka yang telah mengumpulkannya mengklaim bagian mereka, dan orang-orang yang telah berperang dan mengejar musuh mengklaim bahwa kalau bukan karena mereka maka tidak akan ada jarahan, dan jika mereka tidak melawan musuh maka mereka tidak akan mendapatkan apa-apa; sementara orang-orang yang menjaga rasul seandainya musuh menyerangnya mengklaim bahwa mereka mempunyai hak yang sama, karena mereka pun ingin memerangi musuh. Mereka ingin menyita jarahan itu ketika tidak ada orang yang menjaganya, tetapi mereka takut musuh akan kembali untuk mengambilnya, maka mereka tetap berada di sekitar rasul”.[23]

Pencipta alam semesta harus ikut campur dan menyelesaikan pertengkaran di antara orang-orang beriman berkenaan dengan jarahan mereka. Maka Ia menurunkan Sura al-Anfaal (rampasan perang). Dalam Sura ini Allah berkata, Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman(Sura 8:1). Saya yakin setidaknya para pembaca non Muslim setuju bahwa Allah tidak terlalu berminat pada rampasan perang itu. Sedihnya, orang-orang beriman akan terus memercayai semua perkataan Muhammad.

Ia mengutus dua orang pengikutnya mendahuluinya, yaitu Zaid ibn Haritha dan Abdullah ibn Rawaha, untuk menyampaikan berita kemenangan. Berita itu sampai ke Medinah saat orang baru selesai menguburkan Ruqiyah, anak perempuan Muhammad. Muhammad dan pasukannya, menggotong orang-orang mereka yang mati, yang terluka, dan para tawanan mereka diikat, beristirahat di malam hari di sebuah tempat yang bernama al-Safra’. Ia membagi rampasan perang di antara para pengikutnya, memberikan mereka masing-masing bagian yang sama. Pada malam hari ia mengatakan bahwa ia tidak dapat tidur. Ketika Abu Bakr bertanya mengapa, ia menjawab, “Karena Abbas terikat”. Maka mereka melepaskan ikatannya. Dengan menyombongkan kemenangan mereka dan bersukacita atas kepedihan yang diberikan orang Muslim terhadap para kerabat non Muslim mereka, Hamza menulis sebuah puisi. Berikut adalah beberapa baitnya:

Kami mencari karavan, tidak menginginkan yang lain,

tetapi mereka menyerang kami dan takdir mempertemukan kami.

dan ketika bertempur kami tidak ingin mundur tetapi hanya

menyerang dengan pedang yang ditempa dengan baik,

dan memenggal kepala dengan ujung-ujungnya, senjata yang

bersinar saat membuat tandanya.

Kami meninggalkan si jahat Utba terbaring disana, dan Shayba

di antara orang-orang mati yang jatuh  ke dalam lubang.

pakaian berkabung para wanita disewakan untuk 'Amr,

pakaian para wanita kaum Lu'ayy h. Ghalih, para wanita bangsawan,

menumpahkan air mata lebih banyak daripada Fihr.[24]

 

Seorang Quraysh meratapi kehilangan “para pejuang mulia” dan “pria-pria tampan” mereka, berkatalah ia:

Jika ada yang harus menangis dan menunjukkan duka mendalam,

Biarlah itu untuk Pemimpin Ibn Hisham yang mulia,

Hassan ibn Thabit al-Ansari menjawab:

Merataplah, kiranya matamu menangis darah,

Aliran cepatnya diperbaharui.

Mengapa meratap untuk mereka yang berlari ke jalan yang jahat?

Mengapa engkau menyebutkan kebajikan kaum kita

Dan kemuliaan, tujuan, toleransi, dari orang-orang kita yang pemberani,

Nabi, jiwa kebajikan dan kemurahan hati,

Manusia paling benar yang pernah bersumpah?[25]

 

Hanya orang Muslim yang dapat melihat kebajikan, toleransi, keberanian dan kemurahan hati nabi mereka. Kisah-kisah yang diriwayatkan oleh para sahabatnya menggambarkan citra yang sangat berbeda mengenai dia. Ia mengenakan dua lapis jubah, berdiri jauh dari medan perang, bersembunyi dibalik orang-orang kuatnya, menyiagakan unta untuk melarikan diri jika situasi memburuk dan ia tidak malu minta dilindungi seperti kaum wanita dan anak-anak. Ini bukanlah definisi keberanian. Kita menemukan lebih banyak keberanian dalam diri para musuhnya yang ia hina. Utba, Shayba, Umayyah, Abul Hakam dan banyak pemimpin Quraysh lainnya, yang lebih tua, tetapi mereka membuktikan diri jauh lebih pemberani daripada Muhammad. Walaupun ada banyak bukti sikap pengecut Muhammad, Ibn Sa’d mengutip Ali yang mengatakan, “Di hari [perang] Badr, ketika segalanya menjadi sulit, kami mencari perlindungan bersama nabi, karena ia jauh lebih berani dan tidak dikuasai ketakutan dibanding siapapun”.[26]

Para pengikut bidat mengagungkan pemimpin terkasih mereka, memberinya atribut-atribut kebajikan yang sama sekali tidak dimilikinya dan tidak pernah ditunjukkannya. Ia tidak mempunyai keberanian, juga toleransi, kemurahan hati, ia tidak dapat dipercayai dan tidak mempunyai kebajikan-kebajikan lainnya. Tetapi ia mempunyai tujuan. Semua orang yang narsisistik seperti itu adanya.



[1]Ibn Ishaq 294

[2]Ibn Ishaq. 289

[3]Ibn Ishaq 293

[4]Ibn Kathir, al-Sira al-Nabawiyya, v. 2, h. 253

[5]Tabaqat v. 2, p. 17

[6]Tabaqat v. 2, p. 8

[7]Sumber-sumber yang berbeda membarikan beragam jumlah, tetapi semuanya saling mendekati. 

[8]Ibn Ishaq. 296

[9]Informasi ini tidak ada dalam resensi Ibn Hisham

[10] Ibn Ishaq 298

[11]Ibn Ishaq 298

[12]Ibn Ishaq. 297

[13]Abu Hafs berarti bapa dari singa muda. Anak perempuan Umar juga disebut Hafsa, tetapi Muhammad menyebut Umar, Abul Hafs, panggilan yang dianggap Umar sebagai gelar kehormatan. 

[14]Ibn Ishaq 301

[15]Ibn Ishaq. 299

[16]Ada perbedaan keterangan mengenai siapa melawan siapa. Tetapi sepakat mengenai Ali membunuh Walid.

[17]Sumber-sumber yang berbeda memberikan jumlah yang berbeda pula. Beberapa sumber mengklaim 70 orang Quraysh ditangkap. Kemungkinan besar sesuai dengan jumlah orang Muslim yang terbunuh di Uhud.

[18]Tabari, v. 3, p. 972

[19]Ibn Ishaq. 304

[20]Bukhari: 5: 59: 317

[21]Bukhari: 5: 59: 314

[22]Ibn Ishaq. 306

[23]Ibn Ishaq. 307

[24]Ibn Ishaq, p. 340

[25]Ibn Ishaq, p. 345

[26]Tabaqat, v. 2, p. 20

 


Add a Comment
| 104
AMAZING GRACE
Reply| 19 Nov 2015 11:06:50
hahahaha,ikutan bang.
sadis banget muhammad,rasul kah dia? rasulnya lucifer.
rampok,bunuh,mesum.ckckckckckckck seperti ini di bilang nabi.anjriiit.
sungguh dialah(muhammad=si mesum) sang penyesat.
pantesan hahaha,maklum aja BUAH JATUH TIDAK JAUH DARI POHONNYA
Ratna
Reply| 28 Oct 2015 13:21:42
Semua sdh terungkap dg jelas dan sahih bersumber dr buku2 agama islam yg selama ini mrk banggakan bgmn simuhamad menang perang badr eh trnyta oh trnyta hanya perampokan yg memang kerjaan simuhamad selama hidup sbagai nabi palsu..pantaslah dia waktu mau mati menjerit minta ampun krn menjelang mati hati dan pikirannya sadar klo dia org jahat super duper jahat tp sayang dia tidak sempat bertobat ya krn terlalu jahat sampai otaknyapun tdk bisa merintahkan mulutnya utk minta ampun dg menyebut nama Tuhan Yesus Sang Juruselamat dunia..
Terus pengikutnya muslim2 yg menyembah, memuliakan muhamad yg super duper jahat gimana tuh??
Kasihan...
allahPENIPUTERLICIKq3:54
Reply| 23 Oct 2015 20:23:56
mu'min-mu'min-INDONESIA,AL-AJAM ALWOJ TOLONGLAH kami,perkumpulan arisan TOLONGMENOLONG:360 ilahan:NAJIS,HARAM,SYIRIK,MUSYRIK:termasuk:allahwts,ilah/berhala:najis,haram:sembahannya:kaum:quraisykufur

TOLONGLAH kami,si:ollohwts dan NAPICABUL muhammadsow,BUDAK/KACUNGnya:si:ollohwts ANTUM !!!!!!!!! sesuaidengan-PERMINTAAN:MINTA:TOLONG:dari:si:ollohswt,dalamqur'an,
surah:al-hajj.22:40:Sesungguhnya ollohwts pasti menolong ORANG YANG MENOLONG olloh.
surah:al-hadiid.57:25:Supaya olloh TAHU SIAPA-SIAPA MU'MIN,YANG-MENOLONG:ollohswt
surah:muhammad.47:7:Hai orang-orang:Mu'min,jika ENTE MENOLONG ollohswt,niscaya ollohswt akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.WASSALAM BISHAWAB

rosolollo berkata: Jibril berkata kepada aku (Mhd), ‘Beritakan Kabar Gembira kepada Ummatmu bahwa barangsiapa yang mati,sedangkan dia tidak mempersekutukan si:ollol=si:allah=siberhalabatumemeknajis:siti:durga=hajarul-aswad dengan sesuatu apapun,orang itu masuk surga’.
Saya (Mhd) berkata: Jibril, apakah itu berlaku juga bagi mereka yang mencuri dan berzinah? Ia menjawab YA. Saya berkata lagi, sekalipun ia mencuri dan berzinah? Ia berkata YA. Saya berkata lagi, sekalipun ia mencuri dan berzinah? Jibril berkata: YA, bahkan sekalipun ia minum minuman keras. (HSM 5.2175)
Al-'Ahzab33:36,37,50;3:54;66:1-5
Reply| 22 Jun 2015 23:53:17
Orang-orang kafir membuat tipudaya,dan allah:MENIPU/MENDUSTAI:mereka itu.Dan-allah,ADALAH:PENIPUDAYA/PENDUSTA/PEMBOHONG:TERLICIK.(Quran.3:54:Wamakaroo wamakara allahu wallahukhayru almakireen)
Qur’an:MENGAJARKAN:muslim,untuk:BERBOHONG/BERTIPUDAYA/BERDUSTA/BERSIASAT,Dibawah:DOKTRIN AL-TAQIYA,berdasarkan:Quran.16:106;QS.3:28.
@semuamuslim,nabiAntum,BENAR2:PEMBUNUH,PERAMPOK,PEMERKOSA,PEDOFILIA,SUMBER2-Islaminya:
1.PEDOFILIA
HSB,vol.8,buku.82,no.828;
HSM,buku.8,no.3310;
Imam-Gazzali,IhyaUlum-Id-Din,buku kedua,Kitab-Bhavan,New-Delhi;
HSB,vol.3,buku.47,no.755;
HSB,vol.7,buku.62,no.17;
HSM,vol.4,no.2127;
Al-Tabari,Kitab-Sejarah-Nabi,vol.9,h.120-141;
HSB,vol.7,buku.62,no.48;
HSB,vol.4,buku.53 ,no.400; HSB,vol.4,no.558;
Ibn-Sa’d, Al-Tabaqat,vol.1,h.37, Al-Ansab-Al-Ashraf oleh Al-Baladhuri; HSB,vol.7,buku.62,no.18.
2.PERAMPOK,PEMERKOSA,PEMBUNUH
HSB,vol.2,buku.14,bab.5,no.68,h.35;
HSB,vol.4,buku.52,bab.74,no.143,p.92;Sahih:Bukhari.1.367
Sejarah-nabi oleh Al-Tabari,vol.39,h.185;Sahih:Bukhari.V.5,B.59,N.512
Ibn-Ishaq,Sirah-rosul-ollo,h.515. ref. Al-Bayhaqi, Dala’il an-Nubuwwah, vol.4,hal.230:MERAMPOK KAUM YAHUDI KHAYBAR,MEMBUNUH KINANAH IBN AL RABI' SUAMINYA SAFIYAH BINTI HUYAY DAN MEMPERKOSA SAFIYAH BINTI HUYAY ISTRINYA KINANAH IBN AL RABI' SETELAH MEMBANTAI HABIS KAUM-KELUARGA/SANAK-KELUARGA AYAH-IBU,SAUDARA2DAN SUAMI SAFIYAH DISIANGHARILALU MALAMHARINYA MEMPERKOSA SAFIYAH.MAAF ANA PUNYA PELIHARAAN ANJING SEBAGAI PENJAGA KANDANG TERNAK NAMUN ANJING YANG NAJIS MENURUT HUKUM SYARIAH 0slam TAK PERNAH MEMBUNUH/MERAMPOK PEJANTAN LAIN DEMI MEREBUT BETINANYA SERTA TAK PERNAH ADA ANJING JANTAN TUA MENGAWINI BETINA YANG MASIH BELUM MENS
3.PEMERKOSA:TKW,YANG:BEKERJA:DIRUMAH:ISTRI KE-4-NYA,HAFSAH:
Sejarah-Nabi oleh Al-Tabari,vol.9,h.120-141
HSB,vol.1,buku.5,bab.25,no.282
Imam-jalaludin as-suyuthi,-ASBABUN-NUZUL-qur’an,-surah-At-Tahrim,66:1-5.
“Jagalah:penismu,kecuali:terhadap:istri:dan:BUDAK-BUDAK(pelayan-pelayan)mu.”(QS.23:5-6)
4.MEMPERKOSA:ANAK:WANITA:MENANTUNYA:SENDIRI,
Al-Tabari,Sejarah-nabi-muhammad,vol.8,h.2-3;
Jalaludin al Wahidi,-Asbab-al-Nuzul-Surah-Al-Ahzaab.33:36-37.
PESAN-MORAL q33:37 adalah:
Kalau-omot,nabi-BOSOK-jin-islam-BERNAFSU-PADA-WANITA-YANG-SUDAH-BERSUAMI,-MAKA SUAMI-WANITA-TERSEBUT-WAJIB-HUKUMNYA-MENURUT-HUKUM-SYARIAH-islam-MENCERAIKAN-ISTRINYA-SUPAYA-omot,nabi-CABUL-islam BISA-MENGAWINI WANITA-YANG-SUDAH-BERSUAMI-TERSEBUT,Sumber-islami:-Al-Sirah-Al-Halabiyah oleh Al-halabi,vol.3,h.377.Sobhohonollo
q33:36-37,AYAT.36:momot,nabi-CABUL-jin/syaiton/iblis/allah MEMAKSA ZAINAB BINTI JASH YANG TAK MAU KAWIN DENGAN ANAKnya momot,ZAID BIN momot DENGAN AZAB/ASAP ollo AGAR ZAINAB BINTI JASH TUNDUK-KETAKUTAN MAU-MENIQAH DENGAN ZAID BIN:momot
AYAT.37,ollo-pts,KACUNG/JONGOSNYA momot,nabi-CABUL-jin/syaiton/iblis/allah MENGHALALKAN/MERESTUI HUBUNGAN-NAJIS-HARAM momot SEBAGAI BUAHPAK MERTUA DENGAN ZAINAB BINTI JASH,ANAK-MENANTUNYA momot SENDIRI.ZAINAB ITU ISTRINYA ZAID BIN momot LHO,ANAK-MENANTUNYA momot DEWE.MALAH ollo-pts MENEGOR momot,TUANnya ollo/allah-pts KARENA:MENYEMBUNYIKAN:APA:YANG:ADA,DALAM:HATINYA:momotsow (BERNAFSU/BERAHI:SAMA:SITI:ZAINAB,ANAK-MENANTUNYA momot,nabi-jin/syaiton/iblis/allah-DEWE) APA:YANG:ollo-pts AKAN NYATAKAN/KABULKAN KEPADA momot TAK PERLU TAKUT MALU SAMA OMONGAN TETANGGA-MUSLIM KIRI-KANANNYA DI YATHRIB KAN ollo-pts,KACUNG/JONGOSNYA momot SUDAH MERESTUI-MENGHALALKANNYA KAWIN-DENGAN ANAK-MENANTUNYA DEWE
5.YANG INI ANA SAMASEKALI TAKTAHU APA BAHASANYA
HSB-Al-Bukhari Volume.7,Buku.71,Nomer.660: Diceritakan oleh Aisyah-ra, ketika rosulullo SEDANG DIPENGARUHI SIHIR beliau sering mengira sedang menggauli isteri-isterinya,padahal sebenarnya omot,nabi-BEJAT-islam SEDANG:ASYIK:MENGGAULI/MEMPERKOSA:KAMBING:BETINA,PELIHARAAN AISYAH(ISTRI:KAMBING:BETINA,YANG:PATUH,PENURUT,NDAK:NEKO-NEKO,JAWABAN:dari:allahswt:dalam:Surah:At-Tahrim.66:5)."sobhohonollo.Demi-Kemuliaan-0slom,gama:jin/syaiton/iblis:tanahBerhalaKufurMusyrik:orob
FAKTA:MEMANG:PAHIT,TAPI:ITULAH:FAKTA2NYA-DARISUMBER2ISLAMDEWE,SAMASEKALI:BUKAN:KARANGAN:NON-MUSLIM YANG-DITUDUHMUSLIM:SOKSUCI,SOKBERSIH,SEBAGAI:KAUM-KUFUR,NAJIS,HARAM,BINATANG,DSBNYA.AMIN
QS,38:4:Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi-peringatan/(rasul) dari kalangan-mereka;Dan orang-orang kafir-berkata:"(orang) ini (muhammad)-ADALAH-seorang-AHLI-SIHIR-YANG-BANYAK-BERDUSTA/BERBOHONG".
QS,38:5:MENGAPA ia,(muhammad),MENJADIKAN:ilah-ilah/Berhala-berhala itu:ilah/berhala yang satusaja (ilahan wahidan)?SESUNGGUHNYA-INI BENAR-BENAR-SUATU-HAL-YANG-SANGAT-MENGHERANKAN.
Surah.112:1:Qul huwa allahu ahad(un),yg-artinya,adalah:KATAKANLAH!:"dia, allah,ADALAH SALAH SATU.
PERTANYAANNYA:ADALAH:"SALAH-SATU-DARI-apa”?(Salah:satu,dari:perkumpulan:360:Berhala/ilahan,di:ka’bah:mekkah)
allah/allah-swtADALAH nama-BERHALA-NAJIS-BINATANG-ULAR,sesembahan-mukmin,WARISANmuhammad,nabisiallah.
SUMBER-islami:
[141] Tarikh-Al-Tabari,I,hal.525
[142] Taj Al Aruss,9,hal.410
[143] Taj Al Aruss,I,hal.147,284
[144] Taj Al Aruss,9,hal.165
[145] Al-Jaheth,Al-Haiwan,4,203;dikutip oleh:Jawad-Ali,vi,726
At-Tahrim.66:1-5.33:36,37,50.3:54
Reply| 22 Jun 2015 18:40:39
mari muslim2-INDONESIA,AL-AJAM....BANTAHLAH ARTIKEL PERAMPOKAN BESAR BADR ini....Monggo Pinarak......

• Quran memerintahkan:Muslim untuk memberi 1/5 bagian harta jarahan pada Muhammad, yang dijarah/dirampas dari orang-orang tak berdosa dalam serangan/perampokan tiba-tiba. (Surah:Al-Anfa’l 8:41)
• Memberi Muhammad kontrol atas ke-15 istrinya, yang terbagi menjadi dua kubu, Quran mengatakan, murka Allah akan berlipat ganda thp istri-istri Muhammad yang tidak patuh (Sura Al-Ahza’b 33:30)
• allah mengizinkan Muhammad menikahi Zainab, istri dari anak yang diadopsinya, dan karena hasrat birahi Muhammad pada Zainab, Allah menghapuskan ADOPSI ANAK YATIMPIATU bagi semua umat Islam,sampai hari kiamat (Sura Al-Ahza’b 33:37-38).
• Quran memberi dispensasi khusus bagi muhammad, tapi tidak untuk para pengikutnya, untuk meniduri semua perempuan Muslim “yang menyerahkan dirinya pada sang Nabi.”.(Sura Al-Azha’b 33:50)

Quran.18:86:Hingga apabila dia(IskandarZulkarnain) telah sampai ketempat terbenam matahari,dia melihat matahari-terbenam,didalam:KOLAMBERLUMPUR:HITAM.Muhammad mengkonfirmasi ‘FAKTA TEMPAT TERBENAMNYA MATAHARI’ ini dalam koleksi hadist.(Sunan Abu Dawood/Hadith,No.3991).
BERBOHONG,MELANGGAR:SUMPAH,DAN:MENIPU
Apakah Muslim menyadari FAKTA,bahwa:Muhammad-MELANGGAR:SUMPAHnyaDEWE,dan:menganjurkan-parapengikutnya,untuk:BERBOHONG?

“Demi allah,dan kehendak allah,Jika aku mengambil sumpah dan di kemudianhari menemukan yang lebih baik darinya,maka aku melakukan yang lebih baik dan MENGAKHIRI:SUMPAHku(MEMBATALKAN:SUMPAHku)” (Ishaq,p.365,519,Sahih:Al-Bukhari.4:268,7:427=qs.Al-'Ahzab.33:36,37;qs.At-Tahrim.66:1-5)

Muhammad,bahkan mengijinkan parapengikutnya,untuk-MELANGGAR:SUMPAH:mereka

“Jika kalian bersumpah melakukan sesuatu dan dikemudianhari menemukan yang lebih baik,maka akhirilah sumpah(BATALKANLAH)mu dan lakukan yang lebih baik.”.(Sahih:al-Bukhari.9:260)

“Rosullullo berkata, ‘Siapa yang bersedia membunuh Ka’b bin Al-Ashraf, yang telah menyakiti allah dan Rosulnya?’ Lalu Muhammad bin Maslama bangkit dan berkata, ‘Wahai Rosullullo! Apakah kau ingin aku membunuhnya?’ Nabi berkata, ‘Ya,’ Muhammad bin Maslama berkata, ‘Maka izinkan aku mengatakansuatu:TIPUDAYA/TIPUAN/SIASAT.’ Nabi berkata, ‘Kau boleh mengatakannya.”(Sahih:Al-Bukhari.5:369).
allah+MUHAMMAD:PEMBUAT:TIPUDAYA:TERLICIK

Aku:PENIPU:TERBAIK.Aku MENIPU mereka dengan TIPU-MUSLIHAT:ku,agar aku membebaskan kamu dari mereka (Ishaq,p.32)

Qur’an,menggambarkan:allah sebagai:PENIPU-Terbaik,PENDUSTA-TERLICIK.Misalnya:Qur’an,menyebut:allah sebagai:‘makr’=(pembuat-tipudaya),yang terbaik,malah:
Orang-orang kafir membuat tipudaya,dan allah:MENIPU/MENDUSTAI:mereka itu.Dan-allah,ADALAH:PENIPUDAYA/PENDUSTA/PEMBOHONG:TERLICIK.(Quran.3:54:Wamakaroo wamakara allahu wallahukhayru almakireen)
Qur’an:MENGAJARKAN:Muslim,untuk:BERBOHONG/BERTIPUDAYA/BERDUSTA/BERSIASAT,Dibawah:DOKTRIN AL-TAQIYA,berdasarkan:Quran.16:106 & 3:28.
Surah.112:1:Qul huwa allahu ahad(un),yg-artinya,adalah:KATAKANLAH!:"dia, allah,ADALAH SALAH SATU.
PERTANYAANNYA:ADALAH:"SALAH-SATU-DARI-apa”?(Salah:satu,dari:perkumpulan:360:Berhala/ilahan,di:ka’bah:mekkah)
allah/allah-swtADALAH nama-BERHALA-NAJIS-BINATANG-ULAR,sesembahan-mukmin,WARISANmuhammad,nabisiallah.
SUMBER-islami:
[141] Tarikh-Al-Tabari,I,hal.525
[142] Taj Al Aruss,9,hal.410
[143] Taj Al Aruss,I,hal.147,284
[144] Taj Al Aruss,9,hal.165
[145] Al-Jaheth,Al-Haiwan,4,203;dikutip oleh:Jawad-Ali,vi,726.
QS,38:4-5,SILAHKAN:DIBACA,IQRO:BAIK-BAIK
At-Tahrim.66:1-5.33:36,37,50.3:54
Reply| 22 Jun 2015 18:39:42
mari muslim2-INDONESIA,AL-AJAM....BANTAHLAH ARTIKEL PERAMPOKAN BESAR BADR ini....Monggo Pinarak......

• Quran memerintahkan:Muslim untuk memberi 1/5 bagian harta jarahan pada Muhammad, yang dijarah/dirampas dari orang-orang tak berdosa dalam serangan/perampokan tiba-tiba. (Surah:Al-Anfa’l 8:41)
• Memberi Muhammad kontrol atas ke-15 istrinya, yang terbagi menjadi dua kubu, Quran mengatakan, murka Allah akan berlipat ganda thp istri-istri Muhammad yang tidak patuh (Sura Al-Ahza’b 33:30)
• allah mengizinkan Muhammad menikahi Zainab, istri dari anak yang diadopsinya, dan karena hasrat birahi Muhammad pada Zainab, Allah menghapuskan ADOPSI ANAK YATIMPIATU bagi semua umat Islam,sampai hari kiamat (Sura Al-Ahza’b 33:37-38).
• Quran memberi dispensasi khusus bagi muhammad, tapi tidak untuk para pengikutnya, untuk meniduri semua perempuan Muslim “yang menyerahkan dirinya pada sang Nabi.”.(Sura Al-Azha’b 33:50)

Quran.18:86:Hingga apabila dia(IskandarZulkarnain) telah sampai ketempat terbenam matahari,dia melihat matahari-terbenam,didalam:KOLAMBERLUMPUR:HITAM.Muhammad mengkonfirmasi ‘FAKTA TEMPAT TERBENAMNYA MATAHARI’ ini dalam koleksi hadist.(Sunan Abu Dawood/Hadith,No.3991).
BERBOHONG,MELANGGAR:SUMPAH,DAN:MENIPU
Apakah Muslim menyadari FAKTA,bahwa:Muhammad-MELANGGAR:SUMPAHnyaDEWE,dan:menganjurkan-parapengikutnya,untuk:BERBOHONG?

“Demi allah,dan kehendak allah,Jika aku mengambil sumpah dan di kemudianhari menemukan yang lebih baik darinya,maka aku melakukan yang lebih baik dan MENGAKHIRI:SUMPAHku(MEMBATALKAN:SUMPAHku)” (Ishaq,p.365,519,Sahih:Al-Bukhari.4:268,7:427=qs.Al-'Ahzab.33:36,37;qs.At-Tahrim.66:1-5)

Muhammad,bahkan mengijinkan parapengikutnya,untuk-MELANGGAR:SUMPAH:mereka

“Jika kalian bersumpah melakukan sesuatu dan dikemudianhari menemukan yang lebih baik,maka akhirilah sumpah(BATALKANLAH)mu dan lakukan yang lebih baik.”.(Sahih:al-Bukhari.9:260)

“Rosullullo berkata, ‘Siapa yang bersedia membunuh Ka’b bin Al-Ashraf, yang telah menyakiti allah dan Rosulnya?’ Lalu Muhammad bin Maslama bangkit dan berkata, ‘Wahai Rosullullo! Apakah kau ingin aku membunuhnya?’ Nabi berkata, ‘Ya,’ Muhammad bin Maslama berkata, ‘Maka izinkan aku mengatakansuatu:TIPUDAYA/TIPUAN/SIASAT.’ Nabi berkata, ‘Kau boleh mengatakannya.”(Sahih:Al-Bukhari.5:369).
allah+MUHAMMAD:PEMBUAT:TIPUDAYA:TERLICIK

Aku:PENIPU:TERBAIK.Aku MENIPU mereka dengan TIPU-MUSLIHAT:ku,agar aku membebaskan kamu dari mereka (Ishaq,p.32)

Qur’an,menggambarkan:allah sebagai:PENIPU-Terbaik,PENDUSTA-TERLICIK.Misalnya:Qur’an,menyebut:allah sebagai:‘makr’=(pembuat-tipudaya),yang terbaik,malah:
Orang-orang kafir membuat tipudaya,dan allah:MENIPU/MENDUSTAI:mereka itu.Dan-allah,ADALAH:PENIPUDAYA/PENDUSTA/PEMBOHONG:TERLICIK.(Quran.3:54:Wamakaroo wamakara allahu wallahukhayru almakireen)
Qur’an:MENGAJARKAN:Muslim,untuk:BERBOHONG/BERTIPUDAYA/BERDUSTA/BERSIASAT,Dibawah:DOKTRIN AL-TAQIYA,berdasarkan:Quran.16:106 & 3:28.
Surah.112:1:Qul huwa allahu ahad(un),yg-artinya,adalah:KATAKANLAH!:"dia, allah,ADALAH SALAH SATU.
PERTANYAANNYA:ADALAH:"SALAH-SATU-DARI-apa”?(Salah:satu,dari:perkumpulan:360:Berhala/ilahan,di:ka’bah:mekkah)
allah/allah-swtADALAH nama-BERHALA-NAJIS-BINATANG-ULAR,sesembahan-mukmin,WARISANmuhammad,nabisiallah.
SUMBER-islami:
[141] Tarikh-Al-Tabari,I,hal.525
[142] Taj Al Aruss,9,hal.410
[143] Taj Al Aruss,I,hal.147,284
[144] Taj Al Aruss,9,hal.165
[145] Al-Jaheth,Al-Haiwan,4,203;dikutip oleh:Jawad-Ali,vi,726.
QS,38:4-5,SILAHKAN:DIBACA,IQRO:BAIK-BAIK
syarif
Reply| 24 Mar 2015 14:46:54
@Agan iwan, antum berkomentar:
Semua artikel di blog ini hanyalah isapan jempol dan propaganda picisan !!!!!!

Berarti imam tabari, imam buchori serta ibn ishaq bohong ya ?
Bukankah artikel perampokan badr ini hanya mengisahkan ulang dari sumber2 islam yg sahih dan sudah disepakati oleh para ulama muslim awal?

Jangan bilang ini propaganda mamarika dan wahyudi karena pada saat itu 200 tahun sesudah hijriyah di zaman kekhalifahan islam, mamarika dan wahyudi samasekali belum ada gan

Antum menuduh imam tabari,imam buchori dan ibn ishaq picisan?
Mereka semua adalah ulama muslim awal yang sangat berjasa bagi muslim generasi sekarang sehingga kita bisa tahu tentang kisah hidup nabi-allah,muhammad-saw
hans
Reply| 24 Mar 2015 11:42:00
@iwan
anda menulis
SEMUA ARTIKEL DI BLOG INI HANYALAH ISAPAN JEMPOL DAN PROPAGANDA PICISAN !!!!!!

jawab
kalau begitu tunjuki yang tidak isapan jempol dan tidak propoganda
tentunya dengan merujuk pada bukti yang sah
murtad bertanya
Reply| 24 Mar 2015 09:53:49
Kalau antum cuma ASBUN MENJERIT2 HISTERIS, BURUNG BEO PUN BISA BERTOKEK.
BANTAHLAH ARTIKEL PERAMPOKAN BESAR BADR INI DARI SUMBER2 islam/jin/syaiton/allah DARI SUMBER2 islam SAHIH OK GAN iwan?

SATU BUKTI LAGI BAHWA muhammad-saw ADALAH NABI-PALSU:
‘Amrah Binti Yazid: Imam-Tabari,Kitab-Tarikh,Volume.39,h.188
nabi allah,muhammad Menikahi ‘Amrah Binti Yazid.Pada saat malam pengantin nabi kita yang mulia (menurut standar kami,muslim sich BUKAN MENURUT STANDAR NON-muslim LHO,yang kami TUDUH sebagai kaum-kufur,najis,haram,binatang,dan segala macam nama kebun binatang he he he) KAGET BUKAN MAIN SAAT MEMBUKA CADAR ISTRI beliau, ‘Amrah Binti Yazid.
TERNYATA ISTRI beliau MENGALAMI….,SAAT ITU JUA nabi kita yang mulia LANGSUNG TERIAK: “TALAQ!,TALAQ!,TALAQ!.”
MAU TANYA kepada Agan2 sekalian di blog ini, MENGAPA nabi kita yang mulia ini BEGITU KEJAM TERHADAP WANITA LANGSUNG MENCERAIKAN ISTRI beliau, ‘Amrah Binti Yazid HANYA KARENA FISIK ‘Amrah Binti Yazid TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN SEMUA KAUM laki2 DI DUNIA INI TANPA MERUNDINGKANNYA TERLEBIH DAHULU DENGAN ISTRI beliau,‘Amrah Binti Yazid ? kalau beliau benar2 nabi RABB/TUHAN mengapa tidak berdoa kepada ilah=Berhala=sesembahan beliau,allah supaya allah menyembuhkan istri beliau, ‘Amrah Binti Yazid dari sakitnya.
KENAPA LANGSUNG DICERAIKAN.APA SALAH ‘Amrah Binti Yazid ? APA KARENA FISIKNYA TIDAK MENDUKUNG JADI LANGSUNG MAIN TALAQ ?
SEDANGKAN DALAM q33:36-37,surah AL-AHZAAB dan q66:1-5,surah AT-TAHRiM,si-allah ini BEGITU CEPAT,TANGKAS,GESIT,DAN-SERGAP MEMENUHI KEBUTUHAN SELANGKANGAN nabi KESAYANGAN allah ini AGAR BISA MEMPERKOSA ZAINAB BINTI JASH,ANAK-MENANTUNYA muhammad SENDIRI ISTRINYA ZAID BIN muhammad DAN MEMPERKOSA MARIYAH QUBTIYAH,TKW YANG BEKERJA DI RUMAH HAFSAH BINTI umar,istri KEEMPAT nabi allah,muhammad.MENGAPA UNTUK MENYEMBUHKAN ISTRI nabi kesayangan si-allah ini LANGSUNG LUMPUH TAK BERDAYA DENGAN mujijat ayat2-alquran,kata-kata allah-swt?

Al-Hadis.(Bukhari),Vol.4,p.172,No. 34 dikatakan:
Ali melaporkan Rasulullah mengatakan sebagai-berikut:, "Di surga ada pasar dimana tidak terjadi jual beli, tetapi terdiri dari LELAKI dan WANITA. Kalau lelaki menginginkan seseorang yang cantik, ia akan bersenggama dengan MEREKA."
Bisa anda jelaskan makna "Kalau lelaki menginginkan seseorang yang cantik, ia akan bersenggama dengan MEREKA?"
iwan
Reply| 24 Mar 2015 09:31:10
@murtadin
ente nulis :
Syukron Agan2 admin atas Informasi Sahih PERAMPOKAN BESAR BADR.
SUMBER2 SAHIHNYA BENAR2 LENGKAP TAK ADA SEORANGPUN SAUDARA2MUSLIM YANG BERANI MUNCUL MEMBANTAH ISI ARTIKEL DALAM BLOG INI.

RESPON :

SEMUA ARTIKEL DI BLOG INI HANYALAH ISAPAN JEMPOL DAN PROPAGANDA PICISAN !!!!!!
syarif
Reply| 24 Mar 2015 03:28:55
MENGUNDANG SAUDARA2 SEUKHUWAH AGAN2 SEKALIAN antipenistaan allah, AGAN al-hayat,SAG,MAG,DSB, Agan Iwan,Serta semua muslim BERKUNJUNG KE BLOG INI MEMPERINGATI NUZULUL QURAN KEPADA NABI MULIA,Muhammad-SAW,..MONGGO MAS....
murtadin
Reply| 23 Mar 2015 13:43:46
Syukron Agan2 admin atas Informasi Sahih PERAMPOKAN BESAR BADR.
SUMBER2 SAHIHNYA BENAR2 LENGKAP TAK ADA SEORANGPUN SAUDARA2MUSLIM YANG BERANI MUNCUL MEMBANTAH ISI ARTIKEL DALAM BLOG INI.
MARI SAUDARA2KU MUSLIM MARI SILAHKAN MAMPIR BACA ISI ARTIKEL INI BAIK2 BERDASARKAN SUMBER2 SAHIH ISLAM SENDIRI
LIHATLAH SIFAT nabiMU YANG SEBENARNYA.INILAH MATAPENGCAHARIAN/PEKERJAAN/NAFKAH nabi ANTUM SEBENARNYA DARI HASIL MERAMPOK/MENJARAH/MERAMPAS HARTA-BENDA NON-muslim.(GHANIMAH/HARTA-BENDA DAN JARIYAH/WANITA)

SABDA RABBONI YAHSYUAH ALMASIH DALAM BERITA Matius
:7:15. “Waspadalah terhadap nabi-nabi PALSU yang datang kepadamu dengan MENYAMAR seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah Serigala yang BUAS.
:7:16 DARI BUAHNYALAH kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
:7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
:7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
:7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik,PASTI-DITEBANG DAN DIBUANG KEDALAM API.
:7:20 JADI DARI BUAHNYALAH kamu akan Mengenal mereka.

Qs.8:48: kata-kata allah=kata-kata Syaiton/Jin
allah berkata: “Dan (ingatlah) ketika syaiton membuat mereka memandang baik pekerjaannya seraya berkata, “Tidak seorangpun yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini dan sesungguhnya Saya (Syaiton) ADALAH PELINDUNGmu,(mukmin)”.Tetapi tatkala kedua pasukan itu saling memperlihatkan (berhadap-hadapan), syaiton itu berbalik belakang, seraya berkata, “Sesungguhnya saya berlepas diri dari padamu”…
Jadi, bagaimanakah? Begitu MISKINKAH cara allah ‘memperbendaharakan’ bahasanya sehingga kata-kata verbatim setan, harus allah MEMBEO/JIPLAK 100% lalu dikeluarkan dari mulutnya allah sebagai ayat quran (?):
(allah berkata) Dan ketika setan… berkata, “Tidak seorangpun yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini dan sesungguhnya Saya (Syaiton) adalah PELINDUNGmu,(mukmin)”…

QS.3:54:Wamakaroo wamakara allahu wallahukhayru almakireen
ORANG2KUFUR ITU MENIPU DAN allah MENIPU MEREKA (JUGA).DAN allah ADALAH PENIPU/PENDUSTA-TERHEBAT=MAHA-PENIPU
murtad bertanya
Reply| 22 Mar 2015 13:31:44
QS,38:4:Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi-peringatan/(rasul) dari kalangan-mereka;Dan orang-orang kafir-berkata:"INI(orang-ini)-ADALAH-seorang-AHLI-SIHIR-YANG-BANYAK-BERDUSTA".

QS,38:5:MENGAPA ia,(muhammad) MENJADIKAN tuhan-tuhan=ilah-ilah itu ilah Yang satu saja (ilahan wahidan)?SESUNGGUHNYA-INI BENAR-BENAR-SUATU-HAL-YANG-SANGAT-MENGHERANKAN.

ENGLISH-QS,38:4:WaAAajiboo an jaahum munthirunminhum waqala alkafiroona hatha sahirunkaththab.
Sahih-International
And they wonder that there has come to them a warner from among themselves. And the disbelievers say, "This is a magician and a liar.
Muhsin-Khan
And they (Arab pagans) wonder that a warner (Prophet-Muhammad-SAW) has come to them from among themselves! And the disbelievers say: "This (Prophet-Muhammad-SAW) is a sorcerer, a liar.
Pickthall
And they marvel that a warner from among themselves hath come unto them, and the disbelievers say: This is a wizard, a charlatan.
Yusuf-Ali
So they wonder that a Warner has come to them from among themselves! and the Unbelievers say, "This is a sorcerer telling lies!
Shakir
And they wonder that there has come to them a warner from among themselves, and the disbelievers say: This is an enchanter, a liar.
Dr.Ghali
And they wonder that a warner has come to them from among them, and the disbelievers have said, "This is a sorcerer, a (great) liar."

ENGLISH-QS,38:5:AjaAAala al-alihata ilahan wahidaninna hatha lashay-on AAujab.
Sahih-International
Has he made the gods [only] one God? Indeed, this is a curious thing."
Muhsin-Khan
"Has he made the aliha (gods) (all) into One Ilah (God - Allah). Verily, this is a curious thing!"
Pickthall
Maketh he the gods One Allah? Lo! that is an astounding thing.
Yusuf-Ali
"Has he made the gods (all) into one Allah? Truly this is a wonderful thing!"
Shakir
What! makes he the gods a single Allah? A strange thing is this, to be sure!
Dr.Ghali
Has he made the gods one God? Surely this is indeed a most wondrous thing."
muslim-SERINGKALI-DENGAN-AROGAN-MENUDUH2-KITAB-SUCI-NASHRONNI-SUDAH-DIROBAH2-KARENA-BERBEDA2-TERJEMAHANNYA-TANPA-MAU-MENYELIDIKI-DENGAN-TELITI-TERLEBIH-DAHULU.-INILAH-BUKTI-BAHWA-kitab-jin/syaiton/allah,sembahan-muslim-JUGA-TERNYATA-SUDAH-DIROBAH2-KARENA-BERBEDA2-TERJEMAHANNYA
murtad bertanya
Reply| 22 Mar 2015 13:26:48
MARI-SINGGAH MUSLIM,SAUDARA2KU BACALAH BLOG PERAMPOKAN BESAR BADR INI BAIK2 BERDASARKAN SUMBER2 ISLAM-SAHIH-TERPERCAYA DAN SILAHKAN BANTAH FAKTA2 INI BERDASARKAN SUMBER2-ISLAM YANG SAHIH-JUGA.JANGAN BERTAWAF DAN OOT

MARI BUKA MATAHATINURANI ANTUM SEKALIAN JANGAN MENGERASKAN HATI DAN BUANGLAH MATA ANTUM YANG BELERO IKU

Quran48:20
allahmenjanjikan kepada kamu HARTA-RAMPASAN=HARTA-RAMPOKAN yg banyak yg dapat kamu ambil,maka disegerakan-nyaharta rampasan ini untukmu dan dia,ollo menahan tangan manusia dari(membinasakan)mu(agar kamu mensyukuri-nikmat-nya)dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar-dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus(JALAN-LURUS-jin/syaiton/allah/eslam-DARI-HASIL-PERAMPOKAN-KEPADA-KORBAN,SAUDARA2KITA-YANG-NON-muslim-YANG-DIBENCI-jin/syaiton/allah,DITUDUH:kufur,najis,haram,seburuk2binatang,qs.8:55).INIKAH-JALAN-LURUS-ITU-DARI-HASIL-MERAMPOK/MENJARAH/MERAMPAS?

Quran8:69
Maka makanlah dari sebagian RAMPASAN perang yang telah kamu ambil=(RAMPOK) itu,sebagai makanan yang HALAL lagi baik,dan bertakwalah kepada allah;

Quran8:1
Mereka-menanyakan-kepadamu-tentang(pembagian)harta rampasan perang.Katakanlah:"Harta-RAMPASAN/RAMPOKAN-perang-MILIK-allah-dan-Rosul,oleh-sebab-itu-bertakwalah-kepada-allah-dan-perbaikilah-perhubungan-di-antara-sesamamu;dan-taatlah-kepada-allah-dan-Rosul-nya-jika-kamu-adalah-orang-orang-yang-beriman."

Bukhari4.53.351:
DikisahkanolehJabirbinAbdullah:
Rasul-allahberkata:PENJARAHAN=PERAMPOKAN=PERAMPASAN(TERHADAP-KAUM-NON-muslim-YANG-DITUDUH-KUFUR)-DIBUAT-HALAL-BAGI-ku.

Quran8:41
Ketahuilah,sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai RAMPASAN=RAMPOKAN perang,maka sesungguhnya SEPERLIMA UNTUK allah
QS,38:4:WaAAajiboo an jaahum munthirunminhum waqala alkafiroona hatha sahirunkaththab.
QS,38:4:Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi-peringatan/(rasul) dari kalangan-mereka;Dan orang-orang kafir-berkata:"INI-(orang-ini,muhammad)-ADALAH-seorang-AHLI-SIHIR-YANG-BANYAK-BERDUSTA".

QS,38:5:AjaAAala al-alihata ilahan wahidaninna hatha lashay-on AAujab.
QS,38:5:MENGAPA ia,(muhammad) MENJADIKAN tuhan-tuhan=ilah-ilah itu ilah Yang satu saja (ilahan wahidan)?SESUNGGUHNYA-INI BENAR-BENAR-SUATU-HAL-YANG-SANGAT-MENGHERANKAN.

qs,27:91:Innama omirtu an aAAbuda rabba hathihialbaldati allathee harramaha walahu kullushay-in waomirtu an akoona mina almuslimeen
QS,27:91:Aku hanya diperintahkan untuk menyembah tuhan KOTA-ini,(Mekkah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-nya-lah segala sesuatu,dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

[141] Tarikh al-Tabari, I, hal. 525
[142] Taj Al Aruss, 9, hal. 410
[143] Taj Al Aruss, I, hal. 147, 284
[144] Taj Al Aruss, 9, hal. 165
[145] Al-Jaheth, Al Haiwan, 4, 203; dikutip oleh Jawad Ali,vi, 726
allah ADALAH BERHALA BINATANG ULAR YANG DISEMBAH OLEH KAUM MUSYRIK ARAB DAN DIWARISKAN KEPADA muslim OLEH muhammad,nabi-jin/syaiton/allah
ollo/allah BERSUMPAH DEMI BUAH TIN DAN BUAH ZAITUN q95:1-3 dan q90:1,ollo TIDAK BERSUMPAH DEMI KOTA mekkah
qs95:1:Watteeni wazzaytoon
qs95:2:Watoori seeneen
qs95:3:Wahatha albaladi al-ameen
murtad bertanya
Reply| 22 Mar 2015 12:25:23
ASBABUN-NUZUL,q4:24,Al-Wahidi:muhammad,nabi-jin/syaiton/allah-memerintahkan-gerombolan-RAMPOK-muslim-MERAMPOK-SUKU-ARAB-SIPIL-NON-muslim,BANI-AWTAS-YANG-TIDAK-BERSENJATA-SAMA-SEKALI.PARA-GEROMBOLAN-RAMPOK-muslim-MAU-MEMPERKOSA-TAWANAN2-WANITA,SUKU-AWTAS,NAMUN-GEROMBOLAN-RAMPOK-muslim-TERSEBUT-MERASA-MALU,KARENA-mereka-KENAL-DENGAN-SUAMI2-WANITA-SUKU-AWTAS-TERSEBUT,MAKA-TURUNLAH-ayat2syaiton/jin/allah-DI-CONGORNYA-muhammad:MENGHALALKAN-MEMPERKOSA-PARA-TAWANAN-WANITA-NON-muslim-SEKALIPUN-MEREKA-SUDAH-BERSUAMI.DALAM-hukum-syariah-syaiton/jin/allah-islam-MENGHALALKAN-MEMPERKOSA-TAWANAN2-WANITA-NON-muslim-YANG-SUDAH-BERSUAMI-DAN-hukum-syariah-syaiton/jin/allah-eslam-MEMBATALKAN-PERNIKAHAN-MEREKA-DENGAN-SUAMI-SUAMI-MEREKA-YANG-NON-muslim.(RELIANCE-OF-THE-TRAVELER-OLEH 'UMDAT-AL-SALIK,09.13.)

KATA-KATA-YANG-SENGAJA-DIHILANGKAN-DALAM-quran.(An-Nisaa’:24)
Kalau kita SIMAK ayat-ayat-Alquran,Banyak sekali kalimat-kalimat YANG-TIDAK-JELAS, sehingga para penerjemah perlu menambahkan kata-katanya sendiri ke dalam ayat tersebut dengan tujuan agar kalimatnya bisa dimengerti.Ada kalanya, tambahan kata-kata penerjemah di dalam ayat itu tepat, tetapi lebih banyak lagi tambahan kata-kata penerjemah di dalam ayat itu TIDAK-TEPAT-dan-CENDERUNG-UNTUK-MENGABURKAN-MAKNA-SESUNGGUHNYA-DARI-SUATU-KALIMAT.
Mengapa ayat-ayat Alquran yang kata muhamat adalah ayat-ayat yang jelas dan terperinci (QS 6:114, QS 11:1, QS 2:99, QS 47:20, QS 45:25, QS 36:17, QS 26:194-195, QS 24:1, QS 6:149), ada sebagian kalimat-kalimatnya yang tidak jelas dan seolah-olah ada-beberapa-kata-YANG-MEMANG-SENGAJA-DIHAPUS/DIHILANGKAN-AGAR-MAKNA-SUATU-AYAT-MENJADI-KABUR?
Contoh.1:Kalimat-Pertama dari QS 4:24
QS 4:24 dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki
Kalau kita baca ayat di atas, kita akan bingung apa sebenarnya yang dimaksud ayat tersebut. Karena itu kita PERLU MENGETAHUI APA LATAR-BELAKANG-DIKARANGNYA-ayat-syaiton-TERSEBUT, dari situlah kita dapat mengerti maksudnya. Menurut Kitab Asbabun Nuzul=ASAL-USUL MUNCULNYA ayat2 syaiton-quran-surah-an-Nisaa':24 oleh Jalaludin As-Suyuti, halaman 158-159, SEBAB-SEBAB-DIKARANGNYA ayat tersebut oleh muhamat adalah sebagai berikut:
Dalam-PERAMPOKAN di Khaybar OLEH-Gerombolan-RAMPOK-BEJAT-muhamat mau memperkosa para wanita ahlul-kitab.Saat para wanita ahlul-kitab AKAN DIPERKOSA MEREKA MENOLAK DENGAN BERKATA:KAMI SUDAH BERSUAMI

SAAT ITU GEROMBOLAN-RAMPOK-muslim-MAU-MEMPERKOSA-WANITA-WANITA-AHLUL-KITAB, MAKA-KELUARLAH ayat2-syaiton quran.4:24 di congornya-momot,nabi-RAMPOK-jin/syaiton-islam:

…dan DIHARAMKAN MENGGAULI/MEMPERKOSA WANITA2 YANG BERSUAMI,-KECUALI-BUDAK-BUDAK-YANG-KAMU-MILIKI.(QS 4:24)

Konteks ayat itu bukan MENIKAHI, melainkan MENGGAULI=MEMPERKOSA.

Tetapi penerjemah YANG-MALU-TERHADAP-KONTEKS-AYAT-ITU, DENGAN-SENGAJA-MEROBAH-MAKNA-AYAT-TERSEBUT DARI MENGGAULI=MEMPERKOSA-TAWANAN-TAWANAN-WANITA-NON-muslim-DALAM-PERAMPOKAN-gerombolan-muslim MENJADI menikahi, sehingga jadilah kalimatnya seperti berikut:

QS 4:24 dan (DIHARAMKAN JUGA KAMU menikahi) wanita yang BERSUAMI, kecuali budak-budak yang kamu miliki…

Penerjemah rupanya MAU MENYEMBUNYIKAN MAKNA-BEJAT DARI ayat-syaiton-TERSEBUT.

KALIMAT-ASLI QS.4:24-TERSEBUT-ADALAH:“DAN-DIHARAMKAN-KAMU-MENGGAULI WANITA-YANG-BERSUAMI,KECUALI budak-budak yang kamu miliki(DAPATKAN-DALAM-PERAMPOKAN-TERHADAP-NON-muslim)” LALU KENAPA kata-kata “DIHARAMKAN MENGGAULI” itu TIDAK ADA LAGI pada ayat tersebut?

Apakah para-penyalin Quran masa khalifah-Usman-MERASA-MALU-MENCANTUMKAN-KATA-KATA-NISTA-TERSEBUT-SEHINGGA-KEMUDIAN-MEREKA-SENGAJA-MENGHAPUSNYA?BUKTI-BAHWA-olqur'on-SUDAH-DINODAI-OLEH-tangan2-NAJIS-para-khalif-islam-seperti-utsman-dan-penerusnya-SERTA-DINODAI-OLEH-TANGAN2-NAJIS-para-penyalin-qur'on-DEMI-KEKUASAAN-TAHTA,HARTA,-DAN-WANITA
Cempluk
Reply| 26 Nov 2014 23:04:49
@Margono
benar bang, di lingkunganku orang-orang yang seperti bang Margono sebut itu, terlihat mengerikan, tidak pernah menegur tetangga

bahkan aku pernah melihat seorang anak muda berjubah serta berjanggut dengan lantang berteriak "KAFIRRRRRRR" sambil menunjuk muka bapaknya yang telah menjadi Kristen

sang bapak diam sambil memandang si anak dengan penuh kasih dan kesabaran, si anak lalu membunyikan motor dengan suara keras lalu pergi bak seorang pembalap

itulah hasil ajaran yang penuh kasih bernama ISLAM
Margono
Reply| 26 Nov 2014 22:07:34
@JANGAN GITU AH
Artikel ini sepi dari muslim, kita sesama kafir saja yang diskusi tentang peristiwa perampokan Badr. Kita biarkan mereka membaca apa yg kita bicarakan.

Brurr !, aku sering heran melihat muslim yang berkisah tentang peristiwa Badr, sangat jelas terjadi pembodohan dimana peristiwa perampokan berubah menjadi peristiwa perang. Kisah Badar ini sangat dibanggakan para muslim sebagai gambaran heroisme si Muhammad. Proses pembodohan turun temurun terus dilakukan para ustad, guru agama Islam di sekolah-sekolah.

Tujuan si Muhammad dalam peristiwa Badr sudah sangat jelas, mencegat, menjarah, merampok sekalian membunuh.......tindakan sadisme, tapi yang begini dikatakan manusia mulia, tolol benar otak muslim.

Begitulah brurr, kalau sudah terbentuk "mental block" yang parah di jiwa para muslim. Kepada muslim selalu ditanamkan ajaran dendam, kebencian dan permusuhan. Makanya muslim-muslim fanatik yang sudah sangat kuat "mental block" dalam jiwanya sebenarnya tergolong manusia "sakit jiwa".

Coba perhatikan wajah dan mata muslim kaffah fanatik, akan terlihat ketegangan di wajahnya, tak pernah tersenyum, sinar matanya mengandung amarah dan sangat mudah tersinggung dan rela membunuh demi membela Muhammad, yang begini sudah tergolong sakit jiwa akibat ajaran Islam.

Muslim yang sangat paham ajaran Islam dan kemudian sadar kalau jiwanya terganggu akibat terjadi pertentangan akal budinya dan ajaran Islam (perang batin), biasanya akan "murtad". Setelah murtad biasanya akan terasa kelegaan, seperti lepas dari belenggu yang mengikat, lepas dari mental block dan wajahnya akan terlihat lebih ceria, lebih mudah tersenyum/tertawa.
JANGAN GITU AH
Reply| 22 Nov 2014 20:59:11
@Margono

Perampokan oleh Muhammad dan begundal-begundalnya bukan dosa karena si alloh swt merestuinya, gila benar nih si alloh swt ternyata dia juga provokatornya.

“Alloh menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-nya harta rampasan ini untukmu dan dia menahan tangan manusia dari (membinasakan) mu (agar kamu mensyukurinya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Fath: 20).

-------------
JANGAN GITU AH:

Merampok dan menjarah adalah bukti bagi orang-orang mukmin dan menjadi petunjuk kepada jalan yang lurus. Demikian kata Muhammad.

ISLAM ADALAH JALAN LURUS MELALUI PERAMPOKAN DAN PENJARAHAN

Ada banyak muslim yang belum pernah melakukan perampokkan dalam tahun-tahun umur hidupnya. Muslim seperti ini pada hakekatnya menurut Muhammad belumlah menemukan jalan lurus!

Praktek perampokan dan penjarahan dipraktekkan oleh para muslim pembom bunuh diri dan jihadis. Imam Samudera dalam usahanya mendapatkan dana pembelian bahan pembuat bom buat membom Bali, melakukan perampokan dan penjarahan sebuah toko emas di kota Serang. Demikian pula perampokan toko emas lain yang pernah diselidiki kepolisian RI selalu terkait dengan aksi-aksi bom bunuh diri Islam. Masih jelas dalam ingatan kita berita tentang perampokan sebuah Bank yang berlokasi di kota Medan. Mereka adalah bagian dari jihadits yg berlatih di Aceh.

Dan berita terbaru, bank-bank lokal di Iraq dijarah oleh ISIS buat modal membunuh manusia.

Islam, adalah produk iblis/setan berkedok agama. Ini fakta, bukan isapan jempol!
Margono
Reply| 22 Nov 2014 17:49:30
Peristiwa di Badr bukanlah perang, tetapi murni tindak pidana perampokan dan penganiayaan berat yang mengakibatkan korban jiwa.

Peristiwa di Badr berupa pencegatan di tengah jalan terhadap para pedagang Quraisy oleh para begundal-begundal yang dipimpin oleh raja rampok yang bernama Muhammad. Tujuan utama Muhammd dan pengikutnya adalah penjarahan barang-barang dagangan orang Quraisy. Muhammad adalah manusia malas, tidak mau bekerja sehingga sebelumnya dia hanya bergantung kepada janda kaya Khadijah. Setelah Khadijah wafat dan harta peninggalanya habis semua maka Muhammad menjadi miskin.

Dia tidak mampu memberi makan para pengikutnya sehingga dia mengajak mereka melakukan perampokan sekalian membalas dendam kepada orang Quraisy yang telah mengusir dia dari Mekah.

Perampokan oleh Muhammad dan begundal-begundalnya bukan dosa karena si alloh swt merestuinya, gila benar nih si alloh swt ternyata dia juga provokatornya.

“Alloh menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-nya harta rampasan ini untukmu dan dia menahan tangan manusia dari (membinasakan) mu (agar kamu mensyukurinya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Fath: 20).

Kalaulah si alloh swt ini maha kuasa, kenapa harta dari hasil rampasan (haram) yang dia janjikan kepada muslim, kenapa bukan lahan yang subur yang dijanjikannya untuk dikerjakan oleh para muslim agar bisa hidup dari hasil yang halal. Si alloh swt yang membuat muslim menjadi malas bekerja. Sebenarnya alloh swt itu tidak ada, itu hanya khayalan Muhammad belaka untuk membenarkan tindakannya yang jahat dan haram karena Muhammad adalah manusia yang malas bekerja. Tidak mungkin Tuhan yang sejati menjanjikan harta dari hasil yang haram.
binjai
Reply| 11 Nov 2014 05:37:11
@Cempluk

Betul saudaraku.
1. Muhammad menyuruh untuk mati jihad padahal dia sendiri mati dipelukan Aisyah karena mati kena racun setelah berpesta makan kambing, racun tidak hilang selama 3 tahun oleh perempuan Yahudi di Kaybar.
2. Muhammad boleh menikah lebih dari 4 orang sedang umatnya maksimal hanya boleh empat. Ini adalah perintah dari Auloh Muhammad. Aulloh Muhammad memang konyol. Masih sempat-sempatnya ngurusin nafsu syahwat Muhammad yang berlebihan itu. Begitu pentingkah nafsu seksual Muhammad idbanding nafsu seksual manusia lainnya.
3. Muhammad memang gila disuruh umatnya mati-matian mendoakan dirinya supaya masuk sorga, sedang umatnya, disuruh mencicipi neraka terlebih dahulu. Muhammad memang gila dan itu menurun kepada ISIS, Boko Haram, FUI, MMI, Hamas, FPI dll.

Kesimpulannya: Dari sisi syahwat Muhammad seperti binatang, Muhammad bukan ahli sorga, apalagi yang bisa diteladani dari nabi amoral seperti ini, saya punya keyakinan banyak orang yang hidupnya lebih terhormat dibanding Muhammad ini. Masyallah. Wassalam.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top