FHTH Keong

Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. (Matius 25 : 15)

 

 

Kita suka memberi julukan ″keong″ pada orang yang lambat dalam melakukan sesuatu. Memang, keong berjalan lambat di atas tanah dan sebagian kita mungkin berpikir nggak ada nilai positif yang bisa kita belajar dari keong. Anggapan itu salah, karena banyak pelajaran positif bisa kita dapatkan. Inilah fakta luar biasa tentang keong. Keong memiliki ″kaki″ yang sangat kuat sehingga dapat merayap di atas ujung pisau tanpa terluka sama sekali. Keong tidak pernah tersesat. Ia mempunyai naluri yang menuntunnya kembali ke tempat persembunyiannya, tak peduli berapa jauh ia sudah pergi. Meski berat badan keong kurang dari 14 gram, keong mampu menarik beban yang beratnya lebih dari setengah kilogram.

Dari kisah keong kita bisa belajar untuk tidak menyepelekan kemampuan orang lain karena setiap orang pasti memiliki talenta. Katakanlah kamu punya teman yang memang lambat banget dalam bekerja sehingga kamu kesal setengah hidup, diajari berkali-kali tapi loadingnya lelet dan sering salah dalam bekerja, atau nggak sigap merespon keadaan darurat. Jangan hina atau permalukan mereka karena mereka pasti punya sisi positif. Jangan fokus dengan kekurangannya, namun cobalah cari tahu apa sisi positifnya dan bantu dia berkembang. Kalau dirimu sendiri yang dicap negatif oleh banyak orang, ketahuilah bahwa kamu pun punya talenta. Jangan rendah diri kalau orang-orang selalu menyorot kekuranganmu, namun bangkit dan cari tahu apa kelebihanmu. Tuhan nggak pernah menciptakan mahluk yang tanpa guna.

Jangan pernah meremehkan sesama yang kelihatannya payah dan nggak bisa apa-apa. Jangan pula merendahkan diri karena banyak orang suka mengatakan hal negatif tentang diri kita. Kamu pasti punya talenta yang berguna, kembangkan dan maksimalkan talentamu.

 

 

Hargailah orang lain


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top