Belajar dari Masalah

Dan Dia mengatakan hal itu untuk menunjukkan dengan kematian seperti apa dia akan memuliakan Elohim. Dan setelah mengatakan hal itu, Dia berkata kepadanya, "Ikutlah Aku." (Yohanes 21 : 19)

 

 

Tanggal 8 September 1900 angin badai melanda Galveston, Texas, Amerika Serikat. Angin yang diperkirakan berkecepatan lebih dari 225 km/jam dan gelombang setinggi 4 meter menerjang daratan. Akibatnya lebih dari 6.000 orang tewas dan lebih dari 3.600 rumah rusak. Setelah bencana, penduduk Galveston membuat perubahan radikal. Mereka membangun dinding laut setinggi 5 meter dan sepanjang 4,8 km untuk melindungi wilayah mereka. Dengan rekayasa pegunungan pasir dan tanah, mereka juga menaikkan ketinggian seluruh kota beberapa meter. Sehingga, ketika badai dengan kekuatan yang sama melanda daratan itu beberapa tahun kemudian, hanya sedikit kerusakan yang terjadi.

Kalau saat ini Elohim izinkan badai memporak-porandakan hidup Anda, apa yang Anda belajar dari kerusakan itu? Apakah Anda menyalahkan keadaan dan tetap tidak mau memperbaiki diri? Atau Anda belajar dari kerusakan itu dan memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas diri agar kelak saat badai yang sama terjadi Anda tetap berdiri teguh? Pilihan kita dalam merespon kerusakan yang terjadi sangat menentukan apakah kita akan tetap berdiri teguh atau jatuh berulang kali untuk masalah yang sama. Petrus sengaja Elohim berikan pertanyaan yang sama sampai tiga kali untuk meneguhkan imannya. Beberapa waktu sebelumnya Petrus baru saja mengalami badai yang membuatnya sangat terpukul yaitu ia mengingkari janjinya untuk tetap setia kepada Elohim sampai tiga kali. Yesus sangat mengerti perasaan Petrus sehingga Ia kuatkan dia dan berikan kepercayaan lagi. Petrus mau belajar dari badai yang baru saja ia alami. Petrus tetap setia dan tidak mengingkari imannya. Bersyukurnya, Yesus masih memberi kesempatan dan kepercayaan kepada Petrus.

Belajarlah dari badai yang sebelumnya Anda alami dan lakukan perubahan positif, maka Anda akan semakin kuat dan tidak akan jatuh tergeletak saat dihantam badai yang sama.

 

Belajarlah dari “badai” sebelumnya yang kita alami.

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top