Lihat dan Dengar

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Matius 13 : 16)

 

 

Pada hari pertama masuk kelas Biologi di sebuah SMU, sebuah papan dipenuhi dengan nama-nama dan letak tulang-tulang besar dan otot-otot yang membentuk tubuh manusia. diagramnya ada di papan itu selama 1 semester, tetapi guru Biologi tidak pernah merujuk padanya. Pada saat ujian akhir, papan itu telah dibersihkan. Guru Biologi lalu memberikan hanya satu pertanyaan pada seluruh siswa sebuah kelas : berilah nama dan letak setiap tulang besar dan otot dalam tubuh manusia. Segera saja para siswa protes, namun guru itu memberikan jawaban bahwa keterangan itu ada di depan mata mereka 6 bulan lamanya. Para siswa pun segera bergumul dengan soal ujian itu selama beberapa saat, guru pun mengumpulkan kertas ujian dan mengoyaknya. ″Ingatlah selalu,″ katanya kepada para siswa, ″pendidikan itu lebih daripada hanya sekadar mendengar apa yang dikatakan kepadamu. Pendidikan 50% juga berasal dari melihat dan mendengar.″

Les T.Giblin, Wiraniaga Nasional Terbaik Amerika pada tahun 1965 berkata bahwa kemampuan kita mengingat informasi berasal dari : 10% dari apa yang kita baca. 20% dari apa yang kita dengar. 30% dari apa yang kita lihat. 50% dari apa yang kita dengar dan lihat. 70% dari apa yang kita katakan ketika bicara. 90% dari apa yang kita katakan sambil kita praktikkan. Hal ini membuktikan bahwa kita bisa belajar dari siapa pun dan di mana pun. Belajar tidak terbatas dibangku sekolah, namun sampai mati kita bisa terus belajar berbagai macam hal. Jika hari ini kita merasa sudah cukup pandai karena sudah kenyang duduk di bangku sekolah, belajarlah dari sekolah kehidupan karena itu akan membuat kita makin bijaksana.

Tuhan Yesus dalam perumpamaan penabur secara tersirat menyindir para ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hanya hebat secara teori namun payah secara praktek karena mereka tak mau belajar dari-Nya padahal setiap hari mereka menguntit Yesus, melihat perbuatan ajaib-Nya dan mendengar khotbah-Nya. Marilah kita terus bertumbuh seperti para murid Yesus yang sederhana namun mau terus belajar. Jangan malu belajar dari siapa pun.

 

 

Jadilah pembelajar yang mau belajar dari siapapun.

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top