Blog / Peran Ibn Sarh Dalam Penulisan Quran

Muhammad memiliki beberapa penulis untuk menuliskan wahyu yang diturunkan kepadanya. Salah satu penulisnya adalah Abdullah Ibn Sa’d Ibn Abi Sarh. Pada saat Sarh menulis pewahyuan tersebut, dia seringkali memberikan saran untuk mengubah tata kalimat pada pewahyuan tersebut, dan Muhammad seringkali setuju serta mengijinkan perubahan itu terjadi. Kemudian Sarh meninggalkan Islam, setelah dia mengetahui bahwa wahyu tersebut tidak mungkin berasal dari Tuhan sebab tidak mungkin seorang penulis biasa diijinkan untuk mengubah firman Tuhan. Setelah penaklukan atas kota Mekah, Muhammad  memerintahkan untuk membunuh Sarh.

Muhammad memiliki beberapa penulis untuk menuliskan wahyu yang diturunkan kepadanya. Salah satu penulisnya adalah Abdullah Ibn Sa’d Ibn Abi Sarh. Pada saat Sarh menulis pewahyuan tersebut, dia seringkali memberikan saran untuk mengubah tata kalimat pada pewahyuan tersebut, dan Muhammad seringkali setuju serta mengijinkan perubahan itu terjadi. Kemudian Sarh meninggalkan Islam, setelah dia mengetahui bahwa wahyu tersebut tidak mungkin berasal dari Tuhan sebab tidak mungkin seorang penulis biasa diijinkan untuk mengubah firman Tuhan. Setelah penaklukan atas kota Mekah, Muhammad  memerintahkan untuk membunuh Sarh.

Selama 23 tahun masa kenabian Muhammad, Muhammad mengklaim menerima pewahyuan dari Tuhan, yang diturunkan kepadanya melalui malaikat. Muhammad memakai banyak orang, untuk dijadikan penulis atas wahyu yang diterimanya. Penulis yang berbeda menuliskan pewahyuan yang berbeda pula. Abdullah Sarh adalah salah satu dari penulis Muhammad. Sarh memiliki kemampuan menulis yang bagus, dan dia seringkali menyarankan kepada Muhammad untuk menambahkan kalimat pada ayat-ayat Quran. Muhammad  juga seringkali setuju dengan penambahan yang disarankan oleh Sarh, dan mengijinkan untuk dilakukan perubahan yang dimaksud.

Sarh meninggalkan Islam karena dia mengetahui bahwa tidak satupun seorang penulis biasa yang diijinkan untuk mengubah sesuatu yang dinyatakan sebagai firman Tuhan. Perubahan dan penambahan pada ayat Quran tersebut seringkali dilakukan sehingga menyebabkan Sarh menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Setelah meninggalkan Islam, Sarh menjadi ancaman bagi kredibilitas Quran. Quran tidak lagi bisa diyakini sebagai firman Tuhan apabila seorang manusia diijinkan untuk mengedit dan mengubahnya.  Sarh menjadi ancaman bagi kredibilitas Quran dan juga kredibilitas Muhammad karena tidak ada seorangpun dari nabi yang asli dari Tuhan yang akan mengijinkan perubahan pada firman Tuhan yang diterimanya.

Sarh meninggalkan Islam dan hidup di Mekah. Beberapa waktu kemudian Muhammad dan tentaranya pergi ke Mekah dan menaklukkan Mekah. Ketika Mekah berhasil dikuasai oleh Muhammad, dia memerintahkan pembunuhan atas 10 orang yang tinggal di Mekah. Muhammad berkata “Allah melarang membunuh di Mekah, kecuali pada hari ini.” Sarh merupakan salah satu dari orang yang diperintahkan oleh Muhammad untuk dibunuh. Apa kejahatan dari Sarh? Dia meninggalkan Islam, dan dia adalah ancaman bagi kredibilitas Quran dan kenabian Muhammad. Tidak heran apabila Muhammad menginginkan kematiannya.

Baca lebih lanjut disini

 

Referensi:

Ibn Hisham, Sirat rasul Allah - The Life of Muhammad diterjemahkan oleh A Guillaume’s

Kitab Al-Tabaqat Al-Kabir

 


Add a Comment
| 6
saha
Reply| 04 Jan 2017 02:56:19
@Crossway
anyway dia gak di bunuh, masuk kembali ke islam atas jaminan saudaranya umar, tetapi muhammad tetap menginginkan abdullah mati segera saat umar membawa abdullah ke hadapan muhammad, , namun apabisa dikata abdullah sudah terlanjur taaubat, cerita inilah yang membuat saya atheis dari islam completely
KAPOKJADIMUSLIM
Reply| 08 Mar 2015 21:14:27
Al-Baidawi commenting on the Qur'an, Sura al-An`am 6:93

"'To me it has been revealed', when naught has been revealed to him" refers to `Abdallah Ibn Sa`d Ibn Abi Sarh, who used to write for God's messenger. The verse (23:12) that says, "We created man of an extraction of clay" was revealed, and when Muhammad reached the part that says, "... thereafter We produced him as another creature (23:14), `Abdallah said, "So blessed be God the fairest of creators!" in amazement at the details of man's creation. The prophet said, "Write it down; for thus it has been revealed." `Abdallah doubted and said, "If Muhammad is truthful then I receive the revelation as much as he does, and if he is a liar, what I said is a good as what he said."

Quoted from the famous Tafsir Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil by `Abdallah Ibn `Umar al-Baidawi.
mbah sawer
Reply| 08 Mar 2015 14:11:13
teman2 muslim ada yang mau berbagi pendapat tentang ini nggak?
beri komentar dong...?
Crossway
Reply| 08 Mar 2015 03:48:02
@Bathaco

Ibn Sarh tahu banyak tentang kepalsuan ayat2 Alquran karena itu beliau dibunuh secara brutal & sadis oleh Muhammad.
Bathaco
Reply| 07 Mar 2015 23:09:28
mumed takut ketahuan bohongnya...wkwkwkwkwk
myunus
Reply| 07 Mar 2015 15:39:22
Hahaahahah memang nabi palsu... suka berbohong, menipu,menjarah,merampok,mebunuh, memfitnah, menuduh palsu, memprovokasi orang, pedofil dan sekarang sedang menerima hukumannya di Neraka. Muslim lain menyusul jika tidak bertobat.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top