FHTH Selesai Diakhir Pertandingan

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19 : 30)

 

 

Pernahkah kamu mengalami kecelakaan sampai tulangmu patah atau retak? Rasanya sangat menyakitkan. Dahulu sewaktu SMA lengan kiri saya pernah retak karena terjatuh ketika bertanding Volly Ball di lapangan. Akibatnya selama hampir dua bulan saya sangat hati-hati menggerakan tangan kiri itu dan ″memanjakannya″ sebaik mungkin. Rasanya mustahil melakukan sebuah tindakan hebat dengan tulang yang patah, namun Shun Fujimoto membuktikan itu bukan hal yang mustahil.

Shun Fujimoto adalah pesenam Jepang yang lahir pada 11 Mei 1950. Saat Jepang berhadapan dengan Rusia di Olympiade Montreal tahun 1976, timnya berhasil mengalahkan Rusia dengan skor tipis yaitu 0,4. Medali emas yang dirinya dan tim raih harus dia bayar dengan harga yang mahal karena sebelum pertandingan, tempurung kaki kanannya patah saat latihan. Meskipun patah dan harus menahan sakit yang hebat, dia tak mau mengatakan hal itu kepada rekan-rekan tim karena tak mau menghancurkan semangat tim. Dia mencetak 9,5 pada kuda memukul dan 9,7 pada cincin dengan lutut patah, turun dari cincin setinggi delapan meter di atas tanah dan menjaga keseimbangan saat mendarat dengan kaki. Setelah menyelesaikan rutinitas, ia melemparkan dirinya menjadi turun triple-jungkir indah. Setiap kakinya menyentuh lantai, rasa sakit menyerang, tapi ia terus menjaga keseimbangan sambil mengertakkan giginya. Diakhir pertandingan ia mengangkat tangannya sebagai penutup sebelum ambruk kesakitan.  Setelah memenangkan kompetisi tim senam, Shun bergabung dengan timnya di podium untuk menerima medali emas, dan ia melakukannya tanpa bantuan.

Kalau saat ini kamu ingin berhenti dalam mengerjakan sesuatu yang ingin kamu raih karena sudah tak kuat lagi atau sudah tak tahan lagi, berhentilah kalau sudah selesai. Bukan berhenti di tengah jalan. Kita semua hari ini bisa layak dan pantas disebut anak Tuhan karena Yesus dahulu berhenti diakhir jalan setelah menyelesaikan salib dan menanggung penderitaan yang sangat hebat. Contohlah teladan Kristus, berhentilah setelah selesai.

 

 

Kerjakan segala sesuatu sampai selesai, seberat apapun rintangannya.

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top