Tertib

Sebab Elohim memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. II Timotius 1 : 7

 

 

Setiap kita tentu pernah mengantri, entah mengantri saat mengisi BBM di SPBU, mengantri saat menyetor uang di bank, mengantri saat membayar barang yang kita beli di mall, dan lain-lain. Ketika kita mengantri dalam suasana yang nyaman, contohnya kita mengantri di bank yang sejuk, duduk di sofa yang nyaman dan tinggal tunggu panggilan dari petugas bank, saya percaya kita pasti akan tertib. Namun, jika situasinya panas, sesak dan lelah, ujian untuk kita bisa tertib jauh lebih besar.

Banyak kerusuhan terjadi saat mengantri, contohnya saat mengantri sembako atau mengantri beli karcis nonton bola karena pengantri nggak tertib. Kalau saat ini beberapa diantara kita termasuk orang yang nggak tertib saat harus mengantri dalam situasi yang tidak kondusif, mari kita belajar dari ketertiban rakyat Jepang, khususnya penduduk Kesennuma, Prefektur Miyagi. Setelah bencana tsunami menghajar habis kota mereka, tiap hari mereka harus ngantri bahan bakar dan makanan di tengah cuaca dingin dan antrian yang panjangnya mencapai lima kilometer! Mereka kehilangan harta benda, sanak keluarga, dan sementara tinggal di pengungsian yang dingin tanpa pemanas ruangan. Namun mereka tetap tertib dan tidak saling serobot. Dengan disiplin dan sabar mereka mau mengantri walaupun memakan waktu berjam-jam.

Tertib adalah salah satu karakter murid Yesus. Karakter sendiri terbentuk dari kumpulan kebiasaan-kebiasaan yang tiap hari kita lakukan. Penduduk Kesennuma adalah manusia biasa sama seperti kita, namun mereka bisa tertib karena mau melatih diri mereka setiap hari untuk tertib dalam keadaan apapun. Firman Tuhan berbicara bahwa Tuhan memberikan kita roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban. Kalau hidup kita nggak tertib, berarti kita nggak mematuhi Roh Tuhan. Bicara masalah tertib, mari kita belajar dari Paulus. Saat menulis surat untuk Timotius, keadaan Paulus sesungguhnya sangat menyedihkan.

Dalam suratnya, secara tersirat akan kita dapati kenyataan Paulus saat itu sedang di penjara dan menjadi seorang hukuman. Beberapa temannya berpaling, dan ia sedang menunggu hukuman dari pemerintah Roma karena mengabarkan Injil ke sana ke mari. Dalam keadaan susah, Paulus tetap tertib menjalani hidup dan tidak mengeluh. Kita sebagai murid-murid Yesus masa kini yang keadaannya jauh lebih nyaman daripada Paulus hendaknya bisa hidup tertib baik secara jasmani maupun rohani. Ketertiban yang sejati akan terbukti saat Tuhan menempatkan kita dalam situasi yang sulit, oleh karena itu latih diri kita untuk tertib dalam segala keadaan.

 

 

Jadilah Pribadi yang tertib.

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top