Dia Mati Untukmu

Karena begitu besar kasih Bapa akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3 : 16

 

 

Keselamatan di atas segalanya. Sebuah penerbangan terganggu gara-gara seekor anjing dilepaskan pemiliknya di dalam kabin pesawat. Anjing itu keluar dari kandangnya, mengigit seorang perempuan dan pramugari di pesawat US Airways. Kejadian ini membuat pilot kemudian memutuskan mendarat darurat di Pittsburgh. Entah apa yang membuat pemilik anjing nekat membuka kandang anjingnya walaupun sudah dilarang oleh awak kabin. Kapten penerbangan 522 dari Newark ke Phoenix membawa 122 penumpang memutuskan untuk mengalihkan pesawat itu karena ingin semua orang baik-baik saja. Belum diketahui apakah akan ada tuntutan terhadap si pemilik anjing nakal tersebut.

Banyak orang sampai hari ini tidak mengerti mengapa Bapa mau turun ke dunia dan menjadi manusia untuk kemudian mati menebus dosa manusia. Banyak orang tak bisa memahami buat apa Tuhan mati untuk seorang manusia, bahkan miliaran manusia yang setiap hari jatuh dosa dan menggangap rendah kematian-Nya. Untuk bisa mengerti kasih Bapa, marilah kita membayangkan jika anak istri kita mengalami satu musibah. Katakanlah rumah kita kebakaran dan anak istri kita terjebak dalam rumah yang terbakar itu. Pasti naluri kita sebagai seorang ayah sekaligus suami akan berusaha menerobos kobaran api. Logika manusia dan kenyataan berbicara, mati adalah resiko yang harus kita terima dan biasanya orang-orang disekitar kita akan memaksa kita diam dan jangan menembus api itu. Kita pun tahu kita pasti mati atau minimal luka bakar serius kalau nekat maju terus, tetapi kita tetap berusaha maju karena kasih. Kasihlah yang membuat kita rela bertaruh nyawa untuk seseorang yang tidak sempurna, yaitu anak dan istri kita. Kasihlah yang membuat kita mencintai sesuatu yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

 

 

Kasih Yang Sempurna adalah Kasih Yang Nyata Lewat Kematian dan Kebangkitan Kristus


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top