Blog / Muhammad Menaklukkan Mekah: Pesan Kepada Raja-Raja

 Ini bukan sejarah. Ini hanya cerita dongeng yang cocok untuk anak-anak. Orang Muslim yakin bahwa semua orang secara naluriah tahu bahwa Muhammad adalah nabi Tuhan dan satu-satunya alasan mereka tidak menerima dia adalah karena kesombongan, iri hati, nafsu akan dunia ini atau kedengkian dalam hati mereka. Tidak terlintas dalam benak mereka bahwa klaim-klaim aneh harus didukung dengan bukti. Bukti adalah hal yang tidak penting bagi mereka. Bagi mereka, intensitas iman mereka membuat bukti tidak diperlukan.

Para penulis biografi Muhammad mengklaim bahwa sekembalinya dari Khaybar, Muhammad mengirim banyak utusan kepada raja-raja Arab dan non Arab, mengundang mereka kepada Islam. Walaupun ia juga memberikan ultimatum kepada berbagai suku di Arabia, jika diuji dengan teliti, kisah-kisah surat-suratnya kepada raja-raja besar seperti Byzantium, Persia dan Abyssinia terlihat sebagai sebuah rekayasa. Ibn Ishaq mengatakan bahwa “Nabi berkata kepada para sahabatnya, ‘Allah telah mengutus aku sebagai rahmat kepada semua manusia, maka terimalah pesan dariku, Allah bermurah hati kepadamu. Janganlah berpaling dariku sebagaimana para murid berpaling dari Isa anak Maryam’.[1]

 

Mereka bertanya bagaimana mereka berpaling, dan ia berkata, ‘Ia memanggil mereka untuk melakukan tugas yang sama yang aku berikan kepadamu. Mereka yang harus melakukan perjalanan yang pendek bersukacita dan menerimanya; mereka yang harus melakukan perjalanan yang panjang merasa kesal dan menolak untuk pergi, dan Isa mengeluhkan mereka kepada Allah, dan setiap orang dari mereka mampu berbicara bahasa-bahasa dari orang-orang yang kepada mereka para murid diutus. 

 

Inilah yang ditetapkan Allah untuk kamu lakukan, maka pergilah’. Orang-orang yang diutus Isa anak Maryam, baik para murid dan orang-orang yang datang setelah mereka di negeri  mereka adalah: Petrus sang murid dan Paulus bersamanya ke Roma; Andreas dan Matius ke negeri para kanibal; Thomas ke negeri Babel yang terletak di negeri Timur; Filipus ke Kartagena yaitu Afrika; Yohanes ke Efesus, kota orang-orang muda dari gua; Yakobus ke Yerusalem yaitu Aelia kota suci; Bartolomeus ke Arabia yaitu negeri Hijaz; Simon ke negeri orang Berber; Yehuda yang bukanlah salah satu dari para murid menggantikan Yudas. 

 

Kisah ini tidak benar. Yesus tidak mengutus para murid-Nya ke berbagai arah. Mereka pergi setelah penyaliban-Nya dan juga Paulus bukanlah salah satu dari ke-12 murid, dan tidak pergi ke Roma dengan Petrus. Detil-detil lainnya dari kisah ini juga salah. Formasi nama yang diberikan berasal dari sumber Yunani, yang mengindikasikan bahwa mereka mengambilnya dari Wahb ibn Munabbih’s Isrâîliyât. 

 

Berikut adalah nama-nama penguasa yang diklaim Muhammad telah diundang kepada Islam: Haudha ibn Ali penguasa Yamama, Mundhir ibn Sawa penguasa Bahrayn, Jayfar ibn Julanda dan 'Abbad saudaranya orang  Asdis penguasa  Uman, Raja-raja Muqauqis penguasa Alexandria. Ia memberikan Muhammad dua budak perempuan, beranggapan ini akan menyenangkan hatinya dan ia tidak akan menyerang negerinya. Salah satu dari mereka berdua adalah Mariyah, ibu dari Ibrahim, yang dianggap sebagai putra bungsu Muhammad. Dan ia mengutus Dihya ibn Khalifa al Kalbi kepada kaisar, yaitu Heraclius raja Roma.

 

 

Surat kepada Heraclius