Blog / Sesama Muslim Sunni Saling Bantai - ISIS Ancam Umumkan Perang pada Hamas

Pihak Hamas telah melakukan penangkapan terhadap puluhan penganut Salafi dan beberapa pengkhotbah ISIS di Gaza setelah ISIS merebut kamp pengungsi Yarmouk dan memenggal beberapa warga Palestina termasuk beberapa anggota Hamas. Namun, tindakan Hamas itu juga mengundang reaksi dari kelompok yang terkait dengan ISIS di wilayah pesisir yang dikuasai Hamas. Mereka menyebut Hamas bahkan lebih buruk dari Yahudi dan Amerika Serikat (AS)

 

GAZA – Ketegangan antara kelompok militan ISIS dan Hamas di Gaza semakin meningkat beberapa hari terakhir ini. Kelompok yang terkait dengan ISIS di Palestina bahkan telah memberikan ultimatum dan mengancam akan mengumumkan perang terhadp Hamas.

Ketegangan semakin meningkat setelah Hamas menghancurkan sebuah masjid yang digunakan oleh anggota organisasi Salafi (fundamentalis) yang bernama Islamic State Supporters in Beit Al Maqdis (Pendukung Negara Islam di Baitul Maqdis) dan menangkap sekitar 40 orang anggota kelompok tersebut.

Laporan dari Israel National News, Kamis (7/5/2015), menyebutkan pihak Hamas telah melakukan penangkapan terhadap puluhan penganut Salafi dan beberapa pengkhotbah ISIS di Gaza setelah ISIS merebut kamp pengungsi Yarmouk dan memenggal beberapa warga Palestina termasuk beberapa anggota Hamas. Atas aksi kelompok militan ISIS tersebut, Dinas Intelijen Palestina bersumpah untuk melakukan pembalasan.

Namun, tindakan Hamas itu juga mengundang reaksi dari kelompok yang terkait dengan ISIS di wilayah pesisir yang dikuasai Hamas. Mereka menyebut Hamas bahkan lebih buruk dari Yahudi dan Amerika Serikat (AS), serta memberi ultimatum pada Hamas untuk melepaskan anggotanya yang ditahan.

Jika tuntutan itu tidak dipenuhi mereka mengancam akan membunuh semua anggota Hamas satu per satu. Mereka juga mengklaim memiliki informasi mengenai nama dan alamat orang-orang yang bekerja untuk Dinas Intelijen Palestina. Kelompok pro-ISIS itu juga menuduh Hamas bekerja untuk Israel.

Meski ada ancaman tersebut, pihak Hamas meyakinkan warga Gaza bahwa situasi keamanan di sana aman. “Warga dapat berjalan-jalan di Gaza tanpa perlu membawa senjata dari Rafah sampai Beit Hanoun,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Iyad al Bazam dalam laman Facebook-nya.