Beradaptasi dengan Cepat

Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya. I Samuel 21 : 13

 

 

Bunglon adalah hewan yang bergerak lambat, oleh karena itu Tuhan memberikannya kemampuan yang begitu cepat untuk beradaptasi. Selama ini banyak orang menganggap bunglon bisa berubah warna karena warna lingkungannya. Anggapan ini kurang tepat karena penelitian membuktikan bunglon tidak berubah warna karena warna disekelilingnya. Kulit bunglon bersifat tembus cahaya. Di bawah kulit ini terdapat lapisan-lapisan sel yang mengandung zat pewarna kuning, hitam, dan merah. Ketika sel-sel ini menyusut atau memuai, kita melihat perubahan warna pada bunglon. Hal ini bisa terjadi karena saat bunglon menjadi marah atau takut, sistem syarafnya mengirimkan pesan kepada sel-sel itu. Kemarahan itu menyebabkan warna-warna itu menjadi semakin gelap; kegembiraan dan ketakutan menimbulkan bayangan-bayangan yang lebih pucat dan bintik-bintik kuning. Cahaya matahari juga mempengaruhi warna-warna bunglon. Cahaya matahari yang panas akan membuat sel-sel itu berubah menjadi gelap. Suhu-suhu yang tinggi tanpa cahaya matahari biasanya menghasilkan warna-warna hijau, suhu-suhu rendah juga menghasilkan warna-warna hijau. Kegelapan membuat kulit bunglon berubah warna menjadi krem dan bintik-bintik kuning. Emosi, cahaya, dan suhu yang membuat bunglon berubah warna, bukan warna lingkungan sekelilingnya.

Saudaraku yang kukasihi di dalam Tuhan, apakah kamu termasuk orang yang mudah beradaptasi ketika perubahan terjadi sama seperti bunglon? Dunia ini akan selalu mengalami perubahan sejak kamu lahir sampai mati, sehingga alangkah menderitanya kamu jika tidak mampu beradaptasi dengan cepat. Contoh sederhananya, sekarang dunia makin maju dengan penggunaan internet dan komputer. Kalau kamu nggak bisa menyesuaikan diri seperti bisa mengoperasikan komputer atau mengakses internet, kamu memang masih bisa hidup. Tetapi kemampuan dirimu nggak bakalan maksimal karena hampir semua pekerjaan sekarang sudah komputerisasi.

Daud ketika melarikan diri ke Gat justru akan dibunuh oleh para pegawai Akhis karena Daud terkenal sebagai tentara Saul yang membunuh musuh berlaksa-laksa. Daud sadar dirinya nggak mungkin menang melawan para pegawai Akhis sendirian, sehingga dengan cepat ia beradaptasi dengan berpura-pura gila sehingga berhasil pergi dari sana. Kalau kita lambat beradaptasi, kita akan menjadi orang yang kalah dan ketinggalan. Oleh karena itu seburuk apapun keadaan menekan hidupmu, hendaklah kamu cepat beradaptasi dengan melihat keadaan yang buruk sebagai cara Tuhan membentuk karaktermu. Cepat beradaptasi akan membuat kamu hidup berkemenangan.

 

 

 

Selalu beradaptasi dengan lingkungan.

 


Add a Comment
| 1
Budi
Reply| 15 Jun 2015 22:51:01
Saya masih berjuang dan belajar untuk beradaptasi terhadap dunia yang semakin jahat. Kiranya Roh Tuhan Yang Maha Kudus menolong saya memberikan hikmat untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan kehendak-Nya.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top