Menabur Perkataan Baik

Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Lukas 19 : 22

 

 

Setahun yang silam, seorang teman curhat kepada saya mengenai masalah hidupnya. Ia merasa dirinya adalah seseorang kurang dihargai lingkungannya dan seakan-akan semua orang mengucilkannya. Setelah mendengarkan keluhannya, saya lalu memberikan nasehat bahwa bukan lingkungannya yang mengucilkannya, namun dirinya yang harus berubah. Saya lalu menyarankan agar ia mau menyapa orang lebih dahulu, bukannya menunggu orang menyapanya. Ia harus mau mengajak doa orang lain, bukannya menunggu orang lain yang mengajaknya doa. Setelah mendengarkan nasehat saya. Ia berkata nasehat itu baik, namun ia tak bisa melakukannya karena dia sesorang yang pendiam, yang merasa tidak tahu apa-apa. Saya nasehati dia lagi agar percaya diri, namun kembali ia mengecilkan dirinya sendiri. Ucapan dia kembali kepada dirinya sendiri. Tahun ini tepat setahun yang lalu dia saya nasehati, dan hidupnya tak pernah berubah. Ia tetap menjadi seseorang yang pendiam dan menganggap lingkungannya tidak menghargai dan menganggap dirinya ada.

Apa yang Anda katakan, itulah yang kelak akan Anda terima. Mungkin sebagian kita menganggap perkataan kita biasa-biasa saja, namun apapun perkataan kita memiliki kuasa hebat. Buktinya sudah ada di sekitar kita. Kalau kita selalu mengatakan anak kita bodoh, tolol, nakal, dan aneka kata-kata kasar lainnya, itulah yang akan terjadi pada anak kita. Kalau kita berkata pada diri sendiri aku tidak bakalan bisa mengerjakan proyek ini, atau aku tidak mungkin sanggup kerja di tempat seperti ini, itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Dalam kisah uang mina, hamba yang memiliki satu talenta mendapat hukuman sesuai dengan perkataannya sendiri. Ia mengatakan tuannya keras, maka tuannya pun berlaku keras padanya dengan mengambil mina yang dipercayakan tuannya. Dua hamba yang lain menerima upah kerja keras mereka, karena mereka melakukan apa yang tuannya kerjakan tanpa menghakimi tuannya.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa Tuhan menghakimi dan memberi berkat-Nya sesuai dengan perkataan dan tindakan kita sendiri, oleh karena itu selalu katakan hal-hal yang positif. Orang-orang dunia saat ini sudah biasa mengucapkan kata-kata kotor, kata-kata negatif, atau kata-kata yang mematahkan semangat. Sebagai anak Tuhan, tunjukkan bahwa kita percaya Tuhan selalu memberikan yang terbaik, dengan selalu mengeluarkan perbendaharan yang baik melalui mulut kita, sehingga kita pun akan selalu menuai hal-hal yang baik.

 

 

Selalu keluarkan perkataan baik dari mulut kita.

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top