ABOUT US

Salam sejahtera dalam rahmat Tuhan Semesta Alam!

Kami bersyukur kepada Tuhan atas kunjungan Anda dalam situs kami ini, yang ingin mengajak Anda untuk sedikit lebih jauh mendalami makna hidup yang hakiki. Saat ini banyak orang modern suka-suka menganut pelbagai anggapan, persepsi, keyakinan dan pemujaan tertentu dalam hidup ini. Mereka percaya begitu saja, dan memasukkannya dalam mindset tanpa menggali dan mengkritisinya. Padahal, sering hal itu menyangkut apa yang paling berharga dalam kehidupan, di dunia dan di akhirat, yang menuntut tanggung jawab pengenalan dan pemahaman atas apa yang diyakini. Sebab apa yang diyakini itu berdampak pada perjalanan kita dari sekarang sampai seterusnya...

Kami adalah para pengikut Yesus Al-Masih yang menolak untuk percaya tanpa menggali. Kami terbeban untuk sharing dengan teman Muslim yang ingin atau sedang mempelajari apa yang diyakini. Kami mengasihi Anda dan menyodorkan pertanyaan WHAT IF, yang akan membuka perspektif baru untuk menemukan berkat yang paling berharga dalam kehidupan kita. Itu pula yang telah disodorkan kepada sebagian kami dulu, yang menjadikan hidup kami begitu indah dan pasti, Di sini dan kelak Di sana.

Umat manusia dalam kesibukan dan keterburu-buruannya, sering dihanyutkan secara keliru oleh input dan dominasi media, slogan dan retorika. Juga sering terperosok oleh kedangkalan dan kemudahan akan hal-hal yang praktis saja untuk kelangsungan hidupnya, tetapi kurang sempat menggali makna dan kehakikian hidup itu sendiri. Apalagi menyimak dan merenungi hubungannya dengan Penciptanya, yaitu Sang Benar. Input dan informasi praktis ini sering tampak masuk akal atau menguntungkan, namun jelas mengabaikan nilai dan hakekat kebenaran yang sebenarnya. Yang selalu terjadi adalah bahwa orang sudah terbiasa mencampurbaurkan pembenaran-praktis (yang menguntungkan), dengan kebenaran (yang membatasi ego mereka). Namun pembenaran yang paling tragis adalah ketika kita tercekok oleh sebuah sistim absolutisme yang mengatur kehidupan kita demi sistim itu sendiri, dan kini harus mencari pendalilan yang membenarkannya!

Kita menerimanya sebagai kebenaran iman tanpa betul-betul mencari bukti & saksi dalam keselarasannya yang lurus dengan apa yang sedang di-isyu-kan. Kita sering tidak berani bersikap kritis terhadap apa yang sedang diimani “sebagai kebenaran”. Kita cenderung ikut arus “apa kata orang banyak” demi identitas dan survival. Kita meredam intelektual kita untuk mencari perspektif baru, dan memberati keberanian untuk menanyakan sebaliknya: BAGAIMANA KALAU ITU TIDAK BENAR? Kitab Amsal telah menasihati: “Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar, lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya (18:17). Yes, What if it is false? Kita taken for granted tanpa menguji, padahal Imam al-Syafi’i juga telah cukup memberikan peringatan kepada kita dengan kemungkinan sebaliknya, “Pendapat kita benar tetapi masih ada kemungkinan salah; pendapat mereka salah tetapi masih ada kemungkinan benar”.

Kristen lebih bebas dalam mempertanyakan agama: agamanya sendiri maupun agama luar. Sebaliknya, Muslim walau lebih bebas mempermasalahkan agama luar, namun penuh halangan mental untuk mempersoalkan agamanya sendiri, sehingga ada pepatah yang berkata: “Muslims are genuinely incapable of questioning Islam” (Muslim pada dasarnya tidak mampu mempertanyakan Islam). Tetapi, apakah ini berarti bahwa Islam – ketimbang Kristen - memang kurang bermasalah ataukah kurang mandiri menghadapi resiko dan ancaman internal dari Islam sendiri? Apa landasan bukti dan saksi terbuka dan absah untuk sebuah kebenaran universal (atau kepalsuan) yang dimiliki oleh setiap agama itu? Tuhannya adalah Allah, tetapi apakah Allahnya itu benar-benar Tuhan? Malaikatnya adalah Jibril, tetapi Jibrilnya apakah benar Malaikat Tuhan? Atau Ruh lain dari kawasan Antah-Berantah yang tidak diumumkannya, dan memang benar, dia tidak pernah memperkenalkannya dari mulutnya sendiri! Kitabnya adalah Quran, tetapi apa bukti dan saksinya bahwa Quran-nya saat ini (versi Utsman) adalah Kitabullah versi yang tertulis di Lauhul Mahfudz di sisi Allah SWT? 

Bukankah Khalifah Utsman justru tercatat memusnahkan semua keping-keping bukti dan saksi pewahyuan, yaitu semua mushaf atau bagian-bagiannya dari sumber yang palingprimer dan otentik, termasuk mushaf-induknya yang melahirkan mushafUtsmani itu sendiri?! Semuanya tidak untuk “taken for granted”, melainkan perlu dipertanyakan secara absah, WHAT IF? Bagaimana kalau apa yang kita anut selama ini adalah mitos saja?

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad saja merasa dirugikan karena beranggapan bahwa dunia telah terlanjur dicekoki oleh fakta-keras holocaust Yahudi, padahal itu dianggapnya sampah mitos yang harus dibersihkan dari sejarah manusia. Ia menuntut dunia untuk membuktikan kebenarannya! Kalau begitu, bagaimana dengan begitu banyak kasus-kasus sumir yang mengatas-namakan ALLAH, khususnya “Kalimat Allah” itu sendiri? Dalam keterburu-buruan dan kompleksitas hidup, batin sanubari manusia sering tak mampu memfilter apa yang benar dan yang sejatinya baik. Dan dalam dunia penuh dusta, goda, dan sandiwara seperti sekarang ini, Anda dan saya selalu berpotensi besar – hampir pasti - jatuh dalam pelukan penyesatan. Adakah satu hari dimana Anda tidak berdusta dan tidak kena dusta? Dusta adalah senjata Setan bermata 6.5 miliar untuk menebas 6.5 miliar MATA BATIN anak manusia, agar semuanya masuk neraka. Awas, Setan bukan saja berdusta lewat ucapan, melainkan lewat penampilan, lewat pembunglonan.

Adolph Hitler, salah satu sosok yang paling berhasil dalam penyesatan jutaan manusia, berkata dengan sebenarnya: Lewat dusta - dusta yang handal, dan tanpa jemu diulang-ulang, memungkinkan orang untuk percaya bahwa surga itu neraka - dan neraka itu surga. Makin besar dustanya, makin siap orang mempercayainya. "Ya, dusta raksasa dengan pembunglonan yang licin, akan mendapat banyak penggemar-penggemar gila – bukan bodo - yang siap mati untuk sebuah doktrin atau ideologi yang sia-sia. Karena buta batin, itu sebabnya ada banyak sekali salah paham dalam alasan, cara maupun perlakuan manusia dalam beragama. Sehingga interaksi antar agama sekarang mudah menyulut sensitifitas yang mencetuskan ajang kemarahan, kekerasan, kebencian dan penunggangan para ekstrimist.

Wafa Sultan  mengusulkan gagasan sederhana yang sesungguhnya mampu memerdekakan kita dari semua kebodohan dan kesia-sian ini. Ia berkata: “Silahkan kalian menyembah Sang Batu (atau apa saja), asal jangan memakai batu tersebut untuk melempari kami”. Dalam era globalisasi, interaksi agamawi tak mungkin dan tak perlu dicegat untuk dihindarkan. Itu sebabnya kami pengikut Yesus Al-Masih, membedakan Muslim dan Islam. Kita tidak bermasalah dengan kaum Muslim, yang kami kasihi yang adalah sesama kami ciptaan Tuhan kami pula. Tetapi kami terpanggil untuk “mempersoalkan” Islam sebagai ajaran, apabila ajarannya benar mengajarkan ideologi dan moral “pelemparan batu” terhadap pihak luar hanya karena mereka dianggap si kafir yang menyembah batu.

Atas nama Allah dan Agama Damai, dunia sudah dan terus menyaksikan banyak korban berjatuhan setiap harinya. Dan jeleknya, kerusuhan ini terkait secara signifikan dengan simbol dan takbir Islam yang dikumandangkan, sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.

Kita 1000% tidak percaya bahwa Allah menghayo-hayokan anak-anakNya untuk saling melempari sesama ciptaanNya. Ada sesuatu yang salah secara mendasar! Maka mari kita berdiskusi dengan mentelaah sejumlah doktrin dan prinsip paling mendasar yang selama ini tidak boleh disentuh sedikit pun karena dianggap paling sakral. Apa yang paling dianggap sakral? Padahal sebuah kesakralan harus dimulai dari pembuktiannya, bukan dari per-asumsi-an atau pengadopsian buta. Disinilah diperlukan diskusi yang bebas dan berani, bertanggung jawab dan sportif, damai dan kreatif. Diskusi yang bersahabat dengan menanyakan WHAT IF (untuk hal-hal yang dianggap paling sakral tadi)?

Bagaimana jika: Allah, Malaikat, Nabi, Kitabullah itu sesekali dilepaskan dari “keabsolutanNya” lalu dibombardir dengan pelbagai pertanyaan yang mengganjal hati? Menghujatkah? Tidak! Mempersoalkan nama dan jati diri Tuhan tidaklah lancang, itu bukan larangan, melainkan adalah hak tanya setiap anak manusia yang dibenarkan pula oleh Tuhan sendiri. Itu adalah pengajaran nabi Musa ketika ia hendak Tuhan utus menghadap Firaun. Musa ragu, dan Tuhan paham, dan bertanya atas dua perkara kepada Tuhannya, yaitu (1) jati diri Tuhan, dan (2) bukti dan saksi atas jati diri tersebut. Jadi Musa sungguh telah bertanya WHAT IF (apabila-bagaimana-tentang) sebagai berikut:

What If (1). "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? Apakah yang harus kujawab kepada mereka?" Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." (Exodus 3:13-14).

What If (2). Lalu sahut Musa: "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?" TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat." Firman TUHAN: "Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular… (Exodus 4:1-3).

Jadi, Tuhan Semesta Alam sungguh tidak secupet jangkauan pikiran ekstrimist yang sedikit-sedikit gampang marah, minta-minta dihormati, dan mengamuk atas nama Allah. Bilamana kita menganut ajaran agama damai, pastilah diskusi-intelek dan WHAT IF kita akan membuka cakrawala dan jendela baru yang memberi berkat dan harga, walau tak usah diimani.

Kita terkadang telah keliru menempatkan sesuatu sebagai sosok sakral dengan harga mati, sebelum betul-betul sosok itu mengungkapkan (atau diungkapkan) kesakralannya. Ketika kita turun temurun terus menyebut-nyebut ada “jin” atau “kuntilanak” misalnya, dan mendengar begitu banyak kisahnya di seputar kuburan, maka sedikit banyak bulu kuduk kita akan berdiri juga bilamana malam-malam kita sendirian melewati tempat tersebut. Begitu pula kita akan menjadi terlalu sensitif dan defensif dalam kekerdilan emosi, bilamana kita terus menerus diajari bahwa orang-orang kafir adalah musuh-musuh kita sampai akhirat, sehingga harus dijauhi atau dibunuh atas nama Allah. Padahal justru mereka harus dikasihi dan dimenangkan bagi Allah. Untuk menghukum penghujatan mereka sekalipun, Allah juga jelas lebih adil dan mampu membela diriNya ketimbang dibela oleh pedang kita yang menjadikan kita tidak proporsionil, pendosa atau pembunuh.

Yesus sangat paham akan hal ini, maka Ia berkata kepada muridnya, Petrus, yang menghunus pedangnya demi membela Gurunya:

"Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?” (Matius 26:52-53).

Selamat menjelajahi perspektif baru lewat “What-Ifs” yang rasional.


Add a Comment
| 1632
Si momad69Aisha
Reply| 12 Aug 2017 14:31:20
Mohon maaf, atas kesalahan pada kalimat butir ke 4 di postingan saya sebelum ini!

4. jangan pernah menceritakan suatu kisah pribadi anda yang mungkin saja diketahui orang kedua selain diri anda, yang memungkinkan teridentifikasikannya diri anda.

Saya KOREKSI kalimatnya menjadi:
4. jangan pernah menposting disini, suatu kisah (pengalaman) pribadi anda yang diketahui orang kedua selain diri anda, sehingga memungkinkan teridentifikasikannya diri anda.

Catatan:
Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap pihak manapun, "orang kedua" yang saya maksudkan disini adalah tidak terbatas harus muslim saja, melainkan termasuk orang-orang kristen juga!

Dalam berhadapan dengan "Kekejian Kerajaan Setan" seperti ini, setiap tindakan kita harus secermat mungkin, supaya "kita tidak kehilangan daya gerak (semangat) juang bersama" oleh kejadian buruk yang ditimbulkan sebab "keteledoran pihak kita sendiri", walau sekecil apapun!

5 (lima) hari lagi kita bersama akan merayakan Hari Kemerdekaan Bangsa Kita, 17 Agustus 1945.
Marilah kita isi kemerdekaan bangsa kita, dengan SEMANGAT KEINDONESIAAN KITA SENDIRI, bukan peradaban bar-bar padang pasir arab 1400 tahun lalu, yang sudah sangat ketinggalan zaman!

Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!
Si momad69Aisha
Reply| 12 Aug 2017 14:17:55
@Admin

Atas kerjasama anda saya ucapkan sekali lagi "terima kasih"!
Si momad69Aisha
Reply| 10 Aug 2017 15:29:37
@Admin

Demi kebaikan bersama, saya mohon (minta tolong) kepada bapak Admin, agar dapat menghapuskan saja data Hp saudara Freddi Hutahaean.

Imbauan Kepada Seluruh Pengguna Situs, Terutama Pengguna Non Muslim:

I. Bila anda Non Muslim, diimbau kepada anda untuk:
1. memperhatikan dengan seksama anjuran dari saudara hamel.
2. jangan pernah menghubungi alamat e-mail ataupun nomor hp siapapun yang berhubungan dengan situs ini, termasuk nomor hp saudara Freddi Hutahaean, untuk menghindari segala kemungkinan buruk yang mungkin saja timbul pada anda dikemudian hari.
3. jangan sampai ada orang kedua selain diri anda sendiri yang mengetahui keterlibatan anda pada situs ini.
4. jangan pernah menceritakan suatu kisah pribadi anda yang mungkin saja diketahui orang kedua selain diri anda, yang memungkinkan teridentifikasikannya diri anda.

II. Bila anda Muslim
Imbauan pada ke empat butir di atas, sama sekali tidak berlaku bagi anda. Sebab bagi kalian kaum muslimin apapun juga bisa kalian lakukan, termasuk membunuh dan merugikan orang lain seperti nabi kalian.

Terima kasih
hamel
Reply| 09 Aug 2017 17:24:20
@Freddi Hutahaean
bung Freddi. kita disarankan untuk tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular. lebih baik kontak pribadi anda ini. Anda rahasiakan, demi keamanan anda dan keluarga. Saya sudah mengikuti situs ini sejak bertahun-tahun lalu pun selalu saya jaga kerahasiaan jati diri demi keamanan kita dan keluarga.

sekian
MuslimKecewa
Reply| 23 May 2017 09:04:13
@Dajjal,

Mau tanya sekilat saja sama sampean:
Apa anda Muslim yg sholat 5 X?
Saya sampai kiamat hanya mau sholat 3x sesuai Quran: Fajar, Wustha, Isya!
Nama2 waktu lain tak ada di Quran sbg WAKTU SHOLAT FARDHU!
Maka saya kecewa juga melihat Muslim2 tak faham islamnya, faham?
Bassar Al Assad
Reply| 19 May 2017 22:50:46
@Dajjal :
@levi

Tepat sekali Nabi Muhammad saw mengaku ianya pesuruh Allah swt atau rasul, begitu juga Nabi Isa as ( Yesus ) mengaku ianya pesuruh Allah swt atau rasul, dan juga Nabi Musa as ( Moses ) mengaku ianya pesuruh Allah swt atau rasul.

Pertanyaan saya:
1. Dari mana kamu tahu Yesus = Isa AS?
2. Siapakah Allah SWT mu itu?
3. Adakah Yesus kenal siapa Allah SWT?
4. Kapan dan dimanakah tertulis pengakuan Yesus seperti yang kamu maksud?
5. Siapa Musa yg kamu maksud? Orang Yahudi kah atau orang Arab?
levi
Reply| 19 May 2017 01:28:02
Penyokong Reply| 20 Apr 2017 06:59:31

1. kapan kristen akan kalah dan terhina selama lamanya?
perhatikan :
a. Yang beking dana anis ada hary tanoe yang chines dan kristen.
b. si anis sandy bahkan datang ke hary tanoe ngemis ngemis didukung khan?
c. sudara prabowo hasyim juga kristen khan

2. di pilkada DKI, suara muslim cuma diperlukan untuk memenangkan anis sandy, tapi tetap kristen yang mendapatkan keuntungan lewat hary tanoe, hasym dan konglomerat kristen lainnya lewat project2 yang ada di DKI nanti,

3. lalu dimana kemenangan muslim? capek2 ikut demo togel 212 dst?

sekali lagi !!
1. kemenangan anis sandi adalah kemenangan kristen lewat hary tanoe dan hasym .
levi
Reply| 19 May 2017 01:12:20
@Dajjal Reply| 17 May 2017 19:34:08

Kamu itu salah soal Musa, Jesus, Paulus, muhammad, coerfield.

1. Kenabian Musa, KeMesiasan Jesus dan kerasulan paulus dikonfirmasi langsung YHVH kepada saksi terpercaya seperti Harun, Yoshua, Yohanes Pembaptis, Ananias dan Petrus.

- Sedangkan muhammad dan coperfield tidak ada konfirmasi langsung YHVH kepada satupun saksi terpercaya . disini letaknya mereka tidak ada apapanya dibandng paulus.


2. Musa itu menubuatkan datangnya Mesias dan paulus mengkonfirmasi Mesias sudah datang, tapi muhammad tidak bicara tentang Mesias dan disini letak muhammad adalah penipu


3. Lantas bagaimana dengan saya?
Saya Jahudi dan Kristen. Saya bukan orang tolol seperti kamu yang tidak bisa membuktikan muhammad adalah penipu dan coperfield cuma tukang sulap tanpa konfirmasi YHVH.

Perhatikan:
tanpa bawa bawa Jesus dan paulus saya bisa buktikan muhammad penipu:

1.Jahudi itu sampai sekarang masih menunggu digenapinya janji kedatangan Mesias.
2.Sedangkan muhammad ketika klaim diri nabi terakhir dari nabi nabi jahudi tidak bicara tentang Mesias, apakah harus ditunggu atau sudah datang
3.Maka Jahud akan berpikir begini:
a.Jika ikut muhammad maka YHVH ingkar janji tentang janji datangnya Mesias
b.Tapi YHVH tidak pernah ingkar janji, maka muhammad yang tidak bicara tentang Mesias adalah penipu.
c.Situs buktidansaksi, netter kristen disini dan saya sudah membuktikan muhammad Cuma penipu, Lantas bagaimana dengan kamu?
levi
Reply| 19 May 2017 00:07:05
@Bapak Kantor Reply| 19 Apr 2017 14:41:37

1. kamu liat link ini, si tolol ahmad dhedat klaim nubuat muhammad ada di kitab kidung agung
LinK : https://www.youtube.com/watch?v=vAPI4_PsWss

2. menurut mu si tolol ahmad dhedat ketika klaim muhammad ad di kita kidung agung, menunjukan kartu yang tertulis muhammad adalah nabi lengkap dengan gambar berkepala botak? seperti dugaanmu?
Dajjal
Reply| 17 May 2017 19:34:08
@levi

Tepat sekali Nabi Muhammad saw mengaku ianya pesuruh Allah swt atau rasul, begitu juga Nabi Isa as ( Yesus ) mengaku ianya pesuruh Allah swt atau rasul, dan juga Nabi Musa as ( Moses ) mengaku ianya pesuruh Allah swt atau rasul.

Tetapi amat menghairankan bin ajaib apabila Paulus bisa menklaim dirinya rasul...hanya dengan cerita kononnya yesus terawang-awang diudara dan bercakap-cakap dengannya....macam majis gitu.

Sebulan yang lalu, David Coperfield mengklaim bahawa ia lebih hebat dari Paulus yang sudah sepatutnya semua penganut Kristen melantik dia sebagai ketua rasul orang Kristen. Malah ia mendapat dokongan sejumlah besar penganut Kristen di Eropah. Lantas anda bagaimana ?????
Penyokong
Reply| 20 Apr 2017 06:59:31
Anies Baswedan ( Muslim ) menang dengan mengalahkan Basuki ' Ahok ' Tjahaja ( kristen ) dalam pilihanraya Gabenor Jakarta.. Allahu Akhbar....

Ini merupakan bukti bahawa kristen akan kalah dan terhina selama-lamanya hingga akhir zaman di Jakarta , Indonesia.. Allahu Akhbar...
Bapak Kantor
Reply| 19 Apr 2017 14:41:37
@levi

Yesus membuktikan dia memang mesias anak alah sebab dia ada membawa kartu yang tertulis mesias anak alah , lengkap dengan gambar berkepala botak.. betul kan..kan..kan..???
levi
Reply| 16 Feb 2017 00:25:15
by keren Reply| 15 Feb 2017 15:31:54

Jesus adalah Tuhan karena

1. Jesus tidak tiba tiba datang dan ngaku ngaku seperti muhammad.
2. kedatangan Jesus itu sudah di janjikan sendiri oleh YHVH sebagai kedatangan Mesias Anak Allah dalam taurat Jahudi
3. Dan Jesus membuktikan dia memang Mesias Anak Allah yang dijanjikan datang dengan menggenapi semua ramalan ramalan Mesias.
4. Mesias Anak Allah : perhatikan ada kata Anak Allah: artinya Jesus adalah Allah.
5. Dan YHVH sendiri yang mengatakan bahwa Jesus adalah Mesias Anak Allah.

Beda dengan muhammad, yang datang ngaku ngaku nabi tanpa membuktikan dirinya adalah nabi.
by keren
Reply| 15 Feb 2017 15:31:54
@Crossway
gw pengen tau,tolong tunjukin dong dalam alkitab 1 ayat aja yang menyebutkan/mengakui bahwa nabi isa adalh tuhan??dan para pengikutnya di anjurkan untuk menyembah dia
Margono
Reply| 10 Feb 2017 10:12:33
@Paderi, ini tulisanmu:
Kajian yang dilakukan di Australia bagi kasus penderaan seksual terhadap kanak-kanak menunjukkan sejumlah 4,444 kes telah dibuktikan dan disaksikan, dimana 15 % melibatkan paderi-paderi.

Wah...wah..wah... hebat sekali ajaran kristen ini ya ???? Olehitu, saudara dan saudari perlu menasihati anak-anak anda supaya menjauhi gereja takut nanti anak-anak anda menjadi mangsa seksual.

Tanggapan:
Otakmu yg tolol dan kebencianmu kepada agama Kristen sehingga kamu terlalu cepat menuduh kes di atas adalah sesuai ajaran kristen.

Beristeri lebih dari 1 saja adalah zinah dalam ajaran Kristen, bersetubuh dengan bukan isteri adalah zinah, lalu kenapa kamu bisa membuat kesimpulan bahwa kes penderaan seksual kepada anak-anak adalah sesuai ajaran Kristen.

Penderaan seksual kepada anak-anak adalah sesuai ajaran Islam karena kes yg sama dilakukan Muhammad kepada Aisyah, paham tak kamu.

Menurut ajaran Islam seorang suami boleh beristeri 4, kamu mau gak abahmu beristeri 4, kalau kamu gak mau berarti kamu bukan muslim, kamu kafir, paham!.

Kalau kamu sekeluarga masuk surga islami, kamu rela tak melihat abahmu senggama dengan 72 bidadari nan elok, dan ibumu bercumbu dan dilayani lelaki muda segar, kamu rela tak melihat pesta free sex tsb di jannah......kamu harus rela!.....harus kuat melihat betapa rendahnya nilai moral di jannah.....kalau kamu tak rela, maka kamu adalah kafir, paham!.....murtad saja kamu dari Islam.

Saya tak rela melihat hal yg sedemikian kepada abahku, bundaku, isteriku dan saudara-saudariku, saya juga tak mau hal itu terjadi pada diri saya, oleh karena itu saya memilih menjadi kafir islam, paham!.
Paderi
Reply| 07 Feb 2017 07:30:42
Australia, 6 Februari 2017

Kajian yang dilakukan di Australia bagi kasus penderaan seksual terhadap kanak-kanak menunjukkan sejumlah 4,444 kes telah dibuktikan dan disaksikan, dimana 15 % melibatkan paderi-paderi.

Wah...wah..wah... hebat sekali ajaran kristen ini ya ???? Olehitu, saudara dan saudari perlu menasihati anak-anak anda supaya menjauhi gereja takut nanti anak-anak anda menjadi mangsa seksual.

Mungkinkah penderaan seksual terhadap kanak-kanak merupakan sebahagian daripada ajaran kristen masakini....
Margono
Reply| 01 Feb 2017 13:05:35
@BLaNK, ini tulisanmu:
anda tahu bahwa manusia tempat salah, dosa, dusta de el.. el.. el..
dan yang kita semua tahu, YESUS yang anda BANGGA2KAN dan anda SEMBAH adalah MANUSIA. So.,?? What if..?

Tanggapan:
Kalau kamu anggap Yesus hanya manusia biasa, gak ada masalah bagi kami dek!. Toh kagak ada ajaran Yesus menyuruh umatNya untuk memusuhi atau membenci orang lain yg menganggap Yesus manusia biasa.....so What gitu lhoo!.

Saya juga gak akan mempermasalahkan si apa allohmu kalau saja allohmu tidak menyuruh muslim untuk membenci, memusuhi bangsa Yahudi dan Nashrani, paham!.

Karena allohmu memusuhi saya maka aku selidiki siapa allohmu, aku bisa buktikan allohmu hanya sebongkah batu, gak boleh ditiru, benar-benar tauhid, gak makan-minum, gak lapar, gak butuh toilet, gak bisa sakit dan gak bisa mati.....tetapi sayangnya dia juga gak bisa hidup. Itulah yang kamu sembah 5 kali sehari, paham!. Kalau hal ini kamu belum tau.....bisa kita diskusikan.
sabda harian
Reply| 01 Feb 2017 00:16:07
@BLaNK menulis
kita semua tahu, YESUS yang anda BANGGA2KAN dan anda SEMBAH adalah MANUSIA. So.,?? What if..?
----------
Blog ini ga bahas Yesus tapi Muhammad, silahkan dijelajahi...
hamel
Reply| 01 Feb 2017 00:15:21
@BLaNK
quote:
anda tahu bahwa manusia tempat salah, dosa, dusta de el.. el.. el..
dan yang kita semua tahu, YESUS yang anda BANGGA2KAN dan anda SEMBAH adalah MANUSIA. So.,?? What if..?

reply:
omongan anda ini bukti bahwa anda tidak tahu apa yang anda bicarakan. belajar dulu ke situs Kristen sebelum kemari.

sekian
BLaNK
Reply| 31 Jan 2017 14:57:49
anda tahu bahwa manusia tempat salah, dosa, dusta de el.. el.. el..
dan yang kita semua tahu, YESUS yang anda BANGGA2KAN dan anda SEMBAH adalah MANUSIA. So.,?? What if..?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top