Reflections and Inspirations - Lima Alasan Mengapa Islam adalah Sebuah Aliran Sesat

Lima Alasan Mengapa Islam adalah Sebuah Aliran Sesat

 

Kaum liberal menyebut Islam sebagai “Agama Damai”, meskipun pada kenyataannya hampir seluruh aksi teror di dunia dilakukan oleh orang-orang Muslim radikal.

Berikut ini adalah lima alasan mengapa Islam tidak saja bukan merupakan agama damai, akan tetapi juga sebuah aliran sesat.

1.   Seorang Muslim yang meninggalkan Islam akan terancam dibunuh oleh orang Muslim lainnya

Ini merupakan hukum pertama dalam Islam. Karena hal inilah tidak banyak orang Muslim yang meninggalkan agama tersebut. Kenyataan yang begitu sederhana ini saja menjadikan Islam sebagai sebuah kultus. Sulit untuk menganggap remeh fakta kejam mengenai Islam ini.

Hingga hari ini, praktek ini diimplementasikan  secara luas di dunia Islam. Kutipan yang paling sering digunakan oleh teolog Islam adalah Sahih Al-Bukhari 6922:

 

Rasul Allah mengatakan, “barangsiapa mengubah agama (Islam)nya, maka bunuhlah dia.”

 

Jangan biarkan seorang Muslim berusaha menyangkal kenyataan ini dengan mengutip kalimat “tidak ada paksaan dalam agama”. Semua orang Muslim mengetahui bahwa doktrin “pembatalan” meniadakan kutipan tersebut. Dan Muslim hanya menggunakan kutipan tersebut ketika mereka sedang menyesatkan non-Muslim.

 

2.   Orang-orang Muslim didorong untuk melakukan tindak kekerasan atas nama Islam

Dokumen-dokumen teologi Islam – Quran, Hadis, dan Sunah – dipenuhi dengan pernyataan-pernyataan yang mendorong kaum Muslim untuk melakukan tindak kekerasan atas nama Islam.

Inilah sedikit di antaranya:

·         Bantailah orang-orang yang tidak percaya bila kau menemukan mereka (9: 191)

·         Perangilah kaum kafir yang hidup di sekitarmu (9: 123)

·         Ketika ada kesempatan, bunuhlah orang kafir di manapun kau menangkap mereka (9: 5)

·         Bunuh orang Yahudi dan Kristen jika mereka tidak memeluk Islam atau menolak untuk membayar pajak jizya (9: 29)

·         Agama lain selain Islam tidak diterima (3: 85)

·         Lumpuhkan dan salibkan orang kafir bila mereka mengkritik Islam (5: 33)

·         Hukumlah kaum tidak percaya dengan pakaian api, tongkat besi, air mendidih; hancurkan kulit dan isi perut mereka (22: 19)

·         Jangan berdamai dengan orang kafir, penggallah kepala mereka bila kau menangkap mereka (47: 44)

·         Teror dan penggallah mereka yang mempercayai kitab lain selain Quran (8: 12)

·         Kaum Muslim harus mengumpulkan segala senjata untuk meneror orang kafir

 Ada berbagai upaya yang sia-sia di dunia maya yang berusaha untuk menyangkal, mengabaikan, dan menghapus kekerasan yang diinspirasi pleh Islam. Jumlah kekerasan yang dilakukan sejak 9/11 sangatlah sulit untuk diabaikan begitu saja.

Website Religion of Peace telah mengumpulkan, menghitung, dan menerbitkan daftar serangan teror Islam yang mematikan sejak 9/11. Pada tanggal 1 Januari 2014, angka tersebut mencapai 22.178. Jangan biarkan dunia maya mengatakan kepada Anda bahwa hal itu juga terjadi pada orang Kristen, Budha, Hindu, atau Yahudi – mintalah mereka untuk membuktikan hal itu. Hanya seorang dengan intelektual dungu yang akan menyangkal hubungan antara Islam dengan kekerasan.

3.   Islam tidak memperbolehkan adanya kritik atau perubahan

Islam menganggap siapa pun yang mengkritik atau mencoba untuk mengubah Islam telah melakukan penghujatan, yang merupakan kejahatan terbesar dalam hukum Syariah. Sebagai akibatnya, Muslim manapun yang mengkritik atau mencoba untuk mengubah Islam harus mengkhawatirkan keselamatan nyawanya karena akan dibunuh oleh orang Muslim yang taat.

 

Pada akhir tahun 2013 di Denmark, seorang Muslim berusia 18 tahun bernama Yahya Hassan menerima berbagai ancaman pembunuhan setelah membacakan salah satu puisinya yang mengkritik Islam di sebuah acara televisi.

 

Sangat disayangkan bahwa kaum Muslim sendiri tidak dapat mengkritik Islam, akan tetapi aturan ini juga berlaku bagi non-Muslim di lingkungan non-Muslim. Lihatlah apa yang menimpa Theo Van Gogh di Amsterdam, yang membuat film pendek mengenai wanita dalam Islam. Ketika Van Gogh berjalan menuju tempat kerja di pagi hari, di dibunuh oleh seorang Muslim yang taat bernama Mohammed Bouyeri. Di pengadilan, si pembunuh mengatakan bahwa Van Gogh telah menghina Islam, dan juga berkata “Aku didorong oleh hukum yang memerintahkan aku untuk memotong kepala siapapun yang menghina Allah dan nabinya.”

 

Di Seattle, kartunis Molly Norris mengira bahwa dia bisa melawan dunia Islam dengan mendeklarasikan hari “Everybody Draw Mohammad Day” pada tanggal 20 Mei 2010. Dalam waktu seminggu Norris telah menerima berbagai ancaman pembunuhan, dan seorang imam Islam, Anwar al-Awlaki, memberi fatwa atas kepala Norris. Setelah berbicara dengan FBI, dia mengganti namanya, meninggalkan Seattle, dan bersembunyi.

 

Untuk memperburuk keadaan, Islam mendorong pemeluk-pemeluknya yang taat untuk memiliki “inisiatif sendiri” dalam memberlakukan hukum Syariah. Hal ini berarti Muslim manapun boleh melakukan tindak kekerasan dalam sekejap mata, apabila ia mendapati sesuatu yang dia rasa menyinggung Islam.

 

4.   Teologi Muslim mengajarkan kebencian terhadap non-Muslim

Praktek ini dilakukan secara luas di dalam masyarakat Islam. Hal ini secara ribuan kali telah didokumentasikan oleh berbagai orang.

 

Middle East Media Reasearch Institute (MEMRI.org) telah merekam dan menerjemahkan ratusan siaran televisi di mana pemimpin-pemimpin agama Muslim mengajarkan kebencian dan kekerasan terhadap kaum non-Muslim, terutama Yahudi.

 

Teologi kebencian yang dianut Islam ini telah diajarkan di masyarakat dunia barat tepat di depan mata pemerintahan mereka sendiri.

 

Di AS, pada tahun 2005 Freedom House Center for Religious Freedom menerbitkan laporan investigasi yang berjudul “Saudi Publications on Hate Ideology Invade American Mosques” (Publikasi dari Saudi Tentang Ideologi Kebencian Menginvasi Masjid-Masjid di Amerika). Analisisnya menyatakan : “Publikasi dari Saudi Arabia dalam studi ini, yang mendukung ideologi kebencian dan mengaku sebagai interpretasi Islam yang sah, secara terus-menerus disediakan dalam jumlah besar di masjid-masjid utama di negara kita dan terus digunakan sebagai sumber pengajaran yang utama mengenai Islam bagi kaum Muslim di Amerika.”

 

5.   Islam cocok dengan “Ciri-ciri Kelompok Aliran Sesat” menurut International Cultic Studies Association (ICSA)

Di bawah ini merupakan beberapa ciri-cirinya, menurut ICSA:

 

·         Kelompok tersebut menunjukkan sikap fanatik dan komitmen tak bersyarat yang berlebihan kepada pemimpin-pemimpinnya (entah sudah mati atau masih hidup) dan menganggap sistem kepercayaan, ideologi, dan praktek-praktek pemimpin tersebut sebagai Kebenaran, sebagai hukum.

·         Pertanyaan, keraguan, dan ketidaksepakatan tidak diperbolehkan, bahkan akan dihukum.

·         Praktek-praktek yang mengubah pikiran (seperti meditasi, rapalan, berbicara dalam bahasa lidah, sesi konseling, rutinitas yang melelahkan) dipraktekkan secara berlebihan dan digunakan untuk menghilangkan keragu-raguan mengenai kelompok dan pemimpinnya.

·         Pemimpin mendikte, terkadang hingga hal yang detail, mengenai bagaimana para anggota harus berpikir, berperilaku, dan berperasaan (misalnya, anggota harus memiliki ijin untuk berpacaran, mengganti pekerjaan, menikah – atau  pemimpin menentukan pakaian seperti apa yang harus dikenakan, di tempat mana harus tinggal, apakah sebaiknya memiliki anak atau tidak, bagaimana mendisiplinkan anak, dan lain sebagainya).

·         Kelompok tersebut merupakan kaum elit, mengklaim dirinya spesial, meninggikan statusnya, pemimpinnya dan anggota-anggotanya (misalnya, pemimpin dianggap sebagai Mesias, makhluk spesial, seorang avatar – atau kelompok dan/atau pemimpinnya memiliki misi khusus menyelamatkan umat manusia).

·         Pemimpin tidak bertanggung jawab kepada otoritas manapun.

·         Kelompok mengajarkan atau mengisyaratkan bahwa tujuan-tujuan mereka yang mereka akui bernilai tinggi membenarkan cara apapun untuk mencapainya. Hal ini dapat mengakibatkan para anggotanya melakukan kegiatan atau melakukan hal-hal yang tidak terpuji ataupun tidak etis sebelum bergabung dengan kelompok (misalnya, berbohong kepada keluarga, atau menggalang dana untuk kegiatan amal palsu).

·         Kepemimpinan memdorong munculnya perasaan malu dan/atau bersalah sebagai sarana untuk mempengaruhi dan/atau mengontrol para anggota. Seringkali, hal ini dilakukan melalui tekanan dan bentuk-bentuk bujukan halus antar sesama.

·         Sikap tunduk kepada pemimpin mewajibkan para anggota untuk memutuskan hubungan dengan keluarga dan teman, dan secara radikal mengubah tujuan pribadi dan kegiatan yang telah mereka miliki sebelum bergabung dengan kelompok.

·         Kelompok berusaha membawa anggota baru.

·         Para anggota diharapkan untuk mencurahkan sejumlah besar waktu untuk kelompok dan kegiatan kelompok.

·         Para anggota didorong atau diharuskan untuk hidup bersama atau bersosialisasi hanya dengan anggota lain yang sekelompok.

·         Anggota yang paling loyal (“pengikut sejati”) merasa bahwa tidak ada kehidupan di luar konteks kelompok tersebut. Mereka percaya bahwa tidak ada jalan lain, dan seringkali takut akan pembalasan yang akan dilakukan terhadap mereka atau pihak lain bila mereka meninggalkan (atau bahkan berpikir untuk meninggalkan) kelompok tersebut.

Meskipun kebanyakan orang Muslim tidak menganut kekerasan, 20% pengikutnya merupakan pengikut Quran yang radikal. Hal ini berarti 240 juta orang dari 1.2 milyar Muslim yang ada menganut ajaran sesat kejam ini, yang mendorong pengikutnya untuk melakukan tindak kekerasan. Bila dunia non-Muslim tidak bersatu dan menyelesaikan masalah momok intelek Islam ini, maka Islam akan terus berekspansi luas.

 

Sumber: tpnn.com


↑ Back to Top