Blog / Mengapa Qur’an Memuat Dongeng Yahudi?

Dalam Qur’an sura An Naml 27:17- 24 kita membaca:

17. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

 

19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai..."

20. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang."

 

22. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

23. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang  memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

24. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk

 

Dalam Alkitab, Sulaiman (Salomo) adalah putra Daud yang menjadi raja Israel setelah ayahnya wafat. Dia adalah raja yang sangat berhikmat dan pada masa pemerintahannya ia berhasil membangun Bait Suci yang megah, serta istana dan taman-taman raja yang sangat indah. Alkitab juga mencatat bagaimana seorang ratu dari kerajaan Ethiopia, yaitu ratu Syeba datang untuk melihat kemegahan istana dan kerajaan Sulaiman (I Raja-raja 10)

Tetapi di seluruh Alkitab, tak ada satu pun ayat yang menyatakan bahwa ia memiliki tentara yang terdiri dari para jin dan burung, atau bahwa Sulaiman memiliki kemampuan untuk dapat mengerti bahasa hewan.

Kisah yang dicatat dalam Quran sura An Naml 27:17-24 diatas, sesungguhnya berasal II Targum Esther (Targum Sheni), yang merupakan kumpulan dongeng atau mitologi Yahudi.

Ada kontroversi diantara para sarjana mengenai tanggal penulisan Targum Sheni.

  • S. Gelbhaus mengatakan ia ditulis pada periode Amoraik, yaitu di abad ke-4 M.
  • P Cassel mengatakan diabad ke-6 M.
  • L Munk bahkan menyebutkan lebih jauh lagi, yaitu di abad ke-11 M, atau 5 abad setelah kematian Muhammad.
  • The Encyclopaedia Judaica mengatakan di akhir abad ke-7 atau awal abad ke-8 M.

Kebanyakan dari kontroversi ini berpusat pada apakah kemiripannya dengan kisah Quran mendukung pendapat bahwa kisah ini ditulis sebelum atau setelah Quran, yang dengan demikian menyimpulkan bahwa baik Targum maupun Quran memberi dukungan kepada satu sama lain.

  • Bentuk linguistic teks Aramaik (Galilea), dimana dalam Targum ini terkandung banyak kata-kata bahasa Yunani, dianggap sebagai argumen yang paling kuat bahwa cerita mitos ini ditulis sebelum penulisan Quran, dan bahwa Quran-lah yang sesungguhnya memplagiat kisah ini, bukan sebaliknya. (WIKIPEDIA)

Quran senantiasa diklaim oleh umat Muslim sebagai kitab suci yang maha sempurna, paling sakral, terpelihara (Kitabbim Maknuun), Nyata (Kitabbim Mubiin), berotoritas dan kekal; karena ditulis langsung oleh tangan ALLAH dan disimpan disisiNya di Lauhul Mahfuz (Ummu al Kitab/Induk Kitab)…sebelum diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Muhammad, dalam kurun waktu 23 tahun pelayanan nabi Muhammad.

 

Karena itu kami bertanya:

Jika Qur’an itu maha sempurna, terpelihara dan kekal; mengapa dongeng-dongeng orang Yahudi tentang Sulaiman yang memiliki tentara jin dan burung-burung, dan yang dapat mengerti bahasa hewan (burung dan semut), dapat masuk dan tercatat di dalam 'kitab suci' umat Muslim ini?

Jika umat Muslim mempercayai kisah Sulaiman ini sebagai wahyu ALLAH, tentunya tidak sulit juga bagi mereka mempercayai kisah Sangkuriang yang menendang sebuah perahu sehingga terjadilah gunung Tangkuban Perahu, bukan?

 

 


Add a Comment
| 248
Paulus
Reply| 24 Jan 2017 11:01:31
@ Anton

Yang jelas Paulus mengatakan dirinya memang bodoh bukan karena merendahkan diri. Paulus juga mengatakan apa yang dikatakannya bukan Firman tuhan. Jadi bagaimana orang seperti Paulus bisa menjadi Rasul. Bahkan dalam ayat 8 Paulus mengatakan dirinya adalah perampok.
Bodoh, iptek modern jaman sekarang membuktikan kerak bumi adalah suatu lempeng/hamparan raksasa yang mengambang di atas magma, para ilmuwan menyebutnya sebagai teori continental drift. Lebih dari 14 abad yang lalu dalam Al Quran sudah mengisyaratkan hal tersebut (QS 27:88). Bahkan fungsi penting gunung sebagai pasak yang menstabilkan kerak bumi sudah dijelaskan Al Quran jauh sebelum teori geologi modern menjelaskannya. Bagaimana dengan alkitab ? Begitu banyak ayat yang bertentangan dengan iptek, seperti :
1. Langit mempunyai tiang (Ayub 26 :11)
2. Penciptaan langit dan bumi hanya memakan waktu 6 hari (Keluaran 20:11).
3. Penciptaan tumbuhan sebelum penciptaan matahari (Kitab Kejadian).
4. Matahari terbit dan terbenam karena matahari mengelilingi bumi (Pengkotbah 1:5).

Yang menganggap matahari terbenam masuk ke laut itu adalah otak kamu yang idiot bukan Al Quran.
Kalau kamu punya mata dan otak jelas2 dalam Kejadian 32:28 dikatakan Tuhan kalah bergumul.
Paulus
Reply| 24 Jan 2017 11:00:05
@ Anton

Tolong pakai akalmu sedikit, dalam Injil dijelaskan peristiwa secara kronologis yang diambil adalah ucapan Yesus sebelum mati disalib ternyata berbeda antara satu Injil dengan Injil lainnya.

Belum lagi kontradiksi umur Ahazia saat jadi raja, kamu tidak bisa jawab :

(II Raja-raja 8:26) Ia (Ahazia)berumur dua puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.

Bertentangan dengan :
(2 Kejadian 22:2) Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.

Belum lagi pertentangan jumlah bat air yang bisa dimuat oleh laut :
( 1 Raja-raja 7:26)Tebal “laut” itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. “Laut” itu dapat memuat dua ribu bat air.
Bertentangan dengan :
(2 Tawarikh 4:5)Tebal “laut” itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. “Laut” itu dapat memuat tiga ribu bat air.
Wah ternyata kamu bodoh ajaran Kristen sendiri masih kebingungan, saya dari juga sudah tahu dari frater yang mengajar agama Kristen bahwa kenapa Yesus harus disalibkan karena tebusan dosa manusia menurut ajaran Kristen adalah maut. Belum lagi ajaran Paulus. Galatia 3:13 mengatakan bahwa Yesus, yang diri-Nya tidak berdosa menjadi kutuk di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Jadi tuhan Kristen sendiri merencanakan penyaliban Yesus, tentara Romawi cuma jadi perantara penyaliban.

(bersambung)
Paulus
Reply| 24 Jan 2017 10:58:10
@ Anton
Hei idiot, terlihat kamu ini bego. Sepintas baca tanggapan kamu sepertinya kamu tidak pakai akal sehat lagi . Kata kamu Kebenaran bahwa Yesus itu Tuhan sudah tertulis di alkitab jauh sebelum adanya konsili Nicea. Memang penuhanan Yesus sudah ada dalam Injil jauh sebelum adanya konsili Nicea namun dalam bentuk ayat Injil karangan manusia, karena Yesus tidak pernah mengatakan dirinya Tuhan.
Kata kamu Tuhan bisa menunjukkan eksistensinya dalam wujud Yesus Kristus dan Roh Kudus. Ajaran sesat. Ajaran Kristen sudah dicampuri oleh ajaran penyembah dewa / pagan, makanya dibuatlah ajaran Tuhan menjadi manusia. Dalam ajaran pagan dewa memang menitis dalam bentuk manusia. Mengapa Yesus tuhan baru muncul di Perjanjian Baru, itu artinya Yesus adalah tuhan baru yang diada-adakan. Kalau Yesus sudah ada sejak dulu masak nama Yesus anak Tuhan tidak disebut dalam Perjanjian Lama.
Mengenai Trinitas, sekarang saya tanya Bapak sama Anak, sama ndak ?, tentu jawabannya tidak sama. Sekarang Yesus dengan Tuhan Bapa sama ndak ?? Kalau kamu jawab sama, lalu kenapa dalam Alkitab dikatakan Yesus duduk di sebelah kanan Bapa ?, Yesus tidak tahu hari kiamat sedang Tuhan Bapa tahu. Kalau kamu jawab tidak sama berarti tuhan memang lebih dari satu. Terlihat sekali kontradiksi dalam alkitab.
Itulah kalau orang tolol merasa pintar, kalau saya ingin berpikir seperti cara berpikir kamu yang picik jelas Kristen itu penyembah berhala karena Tuhan dijadikan patung. Jadi mereka menyembah tuhan yang diwujudkan dalam bentuk patung. Padahal jelas dalam Perjanjian Lama dilarang membuat patung. Apa karena larangan membuat patung sudah dibatalkan oleh Paulus?. Sedangkan dalam agama Islam jelas siapa itu Allah dan apa itu Kabah. Kabah bukan penggambaran Allah.
Keluaran 20:4 : Jangan membuat bagimu patung menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yg ada di bumi di bawah, atau yg ada di dalam air di bawah bumi.
(bersambung)
Anton
Reply| 24 Nov 2016 16:42:42
@Paulus
Sambungan.

Jelas injil itu tidak palsu. Alquranlah yg palsu.
Hei bodoh, yg goblok itu kamu. Hamparan itu menunjukkan sesuatu yg datar, di ayat2 alquran tentang hal itu pun tidak dikatakan seolah-olah, jadi alquran mengatakan bumi itu datar.
Kamu saja yg tidak paham ayat2 alkitab tentang ujung bumi dan 4 penjuru itu sehingga kamu mengartikannnya bumi itu ada batasnya dan berbentuk datar, makanya kamu baca ayat2 tsb dengan benar.

Yg bodoh itu kamu. Zulkarnain memang mendapati/melihat matahari terbenam di laut yg berlumpur hitam dan ia mengira matahari memang benar2 terbenam di laut yg berlumpur hitam, makanya kisah itu ada di alquran, karena pengarang alquran percaya bahwa matahari terbenam di laut yg berlumpur hitam. Kamu makin bodoh saja dengan menyuruh saya bertanya ke wisatawan asing di Bali. Wisatawan2 di Bali yg melihat sunset di pantai Kuta jelas tidak berpikir matahari benar2 tenggelam dalam laut, tapi Zulkarnain dan pengarang alquran berpikir matahari benar2 tenggelam dalam laut, begitu saja kamu tidak paham. Jadi yg bodoh maupun ditertawakan itu kamu.

Jelas yg bingung itu kamu. Mengenai kejadian 32:28, bergulat maupun bergumul yg terdapat di perikop ayat itu, itu bukan olahraga, kamu main samaian saja dengan olahraga, dasar bodoh kamu ini. Klo bukan olahraga, untuk mengetahui siapa yg sebenarnya menang maka dilihat keadaan yg sebenarnya. Jadi dalam kejadian 32:28 yg sebenarnya menang adalah Tuhan.

Bersambung
Anton
Reply| 23 Nov 2016 08:52:55
@Paulus
Kamu ini selalu memamerkan keidiotan kamu.
Sudah jelas yg bodoh maupun bebal itu kamu. Yg saya bilang itu kebenaran bahwa Yesus itu Tuhan, bukan soal anggapan bahwa Yesus itu Tuhan. Kebenaran bahwa Yesus itu Tuhan sudah tertulis di alkitab jauh sebelum adanya konsili Nicea.
Ajaran keesaan Tuhan diberangus di konsili Nicea? Asal nyerocos saja kamu. Saya kan sudah bilang Tuhan di kristen memang esa. Tuhan itu mahakuasa, makanya Tuhan yg esa bisa menunjukkan eksistensinya dalam wujud Yesus Kristus dan Roh Kudus, tidak seperti tuhan di islam yg enggak bisa ngapa-ngapain. Kamu saja bodoh banget sehingga mengatakan trinitas bertentangan dengan keesaan Tuhan.

Jelas yg idiot itu kamu. Kalian orang islam klo beribadah harus menghadap kabah, lalu didepan kabah kalian mengeluarkan ucapan2 dan ritual2 lainnya, itu namanya kalian orang islam menyembah batu. Kamu mengatakan kalian orang islam menyembah Allah yg esa, tapi prakteknya menunjukkan kalian menyembah batu.

Jelas yg bodoh itu kamu. Coba kamu baca injil lukas dan yohanes yg kamu maksud itu, apa disitu dikatakan itu ucapan terakhir Yesus? Tidak ada. Injil lukas dan yohanes yg kamu maksud itu menuliskan perkataan2 Yesus saat disalib.
Jelas tidak ada bukti klo ada kontradiksi di injil. Yg terbukti banyak kontradiksi itu alquran.

Yg goblok maupun bodoh itu kamu. Kamulah yg tidak paham ajaran kristen. Klo kamu tahu prajurit Romawi yg menyalib Yesus kenapa ditulisan kamu itu kamu katakan Allah yg menyalib anaknya? Terlihat kamu sudah kebingungan.
2 korintus11:17-18 itu Paulus merendahkan diri karena ada yg menganggapnya orang bodoh, jadi bukan karena dia bodoh, kamu baca di ayat 7 dan 16nya, makanya baca 1 perikop ayat itu supaya kamu paham.

Bersambung
ikben
Reply| 22 Nov 2016 09:13:14
Paulus menulis 16 Nov 2016 09:53:23
Argumentasi saya yg lemah atau sebaliknya kemampuan kamu untuk memahami apa yang saya terangkan yang lemah. Kan sudah sy jelaskan dari awal apa yang ditanyakan Hamel ini adalah bahasan ilmu hakikat, jadi ilmu ini melampaui hukum sebab akibat (ilmu syariat).

Tanggapan ikben,
Apasih yang anda maksudkan dengan ilmu yang melampaui hukum sebab akibat (ilmu syariat)?.

Pemahaman saya bahwa yang namanya "ilmu" tidak lepas dari sebab dan akibat. Mungkin bisa anda jelaskan ilmu syariat yang tidak berdasarkan sebab dan akibat.

Paulus menulis,
Logika mudahnya begini :
Bahasan Pertama : “Si A meninggal karena jatuh ke jurang”.
Bahasan Kedua : “Si A meninggal karena ajalnya sudah sampai”.

Tanggapan ikben,
Sebab meninggalnya A karena akibat ia jatuh kejurang
Sebab meninggalnya B karena akibat sudah takdirnya, bahwa manusia pasti akan mati

Saya memahami kejadian A dan B adalah tidak lepas dari sebab dan akibat.
Bila anda berbicara takdir, itupun karena manusia sudah ditakdirkan akan mati. Jadi apapun alasannya bila sudah takdirnya mati, ya mati!. "Takdir" adalah penyebab dari kematian.

Paulus menulis
Dengan logika yang kurang lebih sama, begitulah mengartikan turunnya ayat-ayat Al Quran. Secara hakikat seluruh isi Al Quran sudah ada dalam Kitab Induk yang bersifat gaib, jauh sebelum semua kejadian di bumi terjadi.

Tanggapan ikben,
Anda menulis kepada Hamel:
Al Quran TURUN TIDAK TERGANTUNG DENGAN KEJADIAN kejadian tapi Al Quran turun dengan ilmu Allah yang tidak pernah gagal.

Anda menulis kepada saya:
Ayat Al Quran TERKADANG TURUN SESUAI DENGAN KONTEKS KEJADIAN yang dialami umat Nabi Muhammad saat nabi hidup.

Sungguh gaib memang alquranmu!!!.
cempluk
Reply| 22 Nov 2016 07:17:35
@all

kristen tidak pernah disebarkan melalui perang, tidak ada perang di dunia ini yang bertujuan menyebarkan agama kristen
agama kristen tersebar mengikuti penjajahan mungkin benar, perang dan penjajahan hanyalah alat politik, sedangkan penyebaran agama kristen mau tidak mau terjadi karena ada pemeluk2 kristen yang juga tersebar masuk ke wilayah baru akibat penjajahan.

berbeda dengan islam, perang adalah alat penyebaran agama. pemaksaan, penindasan, pembunuhan atas perintah agama.
apalagi yang mau dibantah?

tidak ada...
hananto
Reply| 22 Nov 2016 02:19:00
@six balax
Gak ada perang disebabkan oleh agama, semua perang karena ingin merebut kekuasaan / wilayah / sumber daya alam.
Perang2 dunia 1 dan 2, perang Salib, perang kerajaan hindu/budha dan Islam.....semua untuk memperebutkan 3 hal tadi.
Siapa bilang hanya kristen yg tersebar dengan cara perang/menjajah ?
Sepertinya Islam juga begitu, misalnya saja di tanah sunda, islam tersebar pada saat Kerajaan Demak (islam) perang menaklukan kerajaan Pajajaran (hindu ), dan begitu juga dengan beberapa peristiwa perang anatara kerajaan Islam dan kerajaan hindu/budha lainnya.
Yang tak pernah ada di sejarah itu adalah masuknya agama hindu/budha dengan perang, karena agama2 ini adalah yg paling awal dikenal/dianut di nusantara.
Paulus
Reply| 21 Nov 2016 14:52:42
@six balax

(sambungan)

Goblok bin tolol, kasihan kamu memaksakan logikamu untuk mengatakan bahwa matahari tenggelam dalam laut hitam berlumpur. Al Quran hanya mengatakan bahwa Zulkarnain dalam perjalanan mendapati/melihat matahari terbenam di suatu daerah perairan yang hitam. Kenapa maknanya jadi dibelokkan menjadi matahari masuk secara secara bulat2 masuk ke dalam air, lucu sekali. Dalam hadist itu mengapa pengalaman Zulkarnain selama berkelana, kok dikatakan menjadi pengetahuan Nabi Muhammad tentang matahari tenggelam. Padahal horizon dimana matahari terbenam tergantung sudut pandang orang yang melihatnya. Sekarang kenapa tidak kamu tanya ke turis asing yang datang dari jauh2 untuk “melihat matahari terbenam (sun-set) di pantai Kuta”. Apakah para turis yang melihat sun-set tersebut ada ndak yang berfikir matahari secara fisik masuk dan tenggelam ke dalam pantai Kuta?. Tentu kamu hanya jadi bahan tertawaan berpendapat seperti itu.

Bodoh, kamu minta saya tunjukkan link mana yang saya copy bahwa hadist ini palsu. Otak kamu ndak bisa berfikir ya. Saya mengatakan hadist itu palsu ndak perlu copy paste pendapat orang lain. Saya pakai kriteria ilmu hadist yang sudah baku, bahwa hadist sahih tidak bertentangan dengan Al Quran, itu baru namanya kritis bukan copy paste. Para ulama pengkritik hadist juga tidak bergantung pendapat orang lain kok, karena jumlah hadist ada jutaan jadi fokus kritisnya berbeda-beda. Saya akan tunjukkan link yang menyatakan bahwa Al Quran tidak mengatakan bahwa matahari tenggelam secara fisik bulat2 ke laut, sekaligus menunjukkan bahwa hadist itu bertentangan dengan Quran dan sekaligus juga kegoblokan pemikiran kamu. https://islamiyah.wordpress.com/2007/04/07/matahari-terbenam-kedalam-laut-berlumpur.

Kalau saya jadi kamu saya juga akan kritisi perkataan Alkitab bahwa langit ada tiang, penciptaan langit dan bumi hanya memakan waktu 6 hari, penciptaan tumbuhan sebelum penciptaan matahari dan, matahari mengelilingi bumi. Tapi susah ngomong dengan orang yang bisanya hanya copy paste pendapat orang lain, tetapi ajarannya kitabnya sendiri yang ambradul dia tutup mata.
Paulus
Reply| 21 Nov 2016 14:50:02
@six balax


Jawab:

Haha.. tolol. Hanya Al Quran satu-satunya kitab yang benar-benar isinya wahyu tuhan. Injil Barnabas tidak dapat dianggap umat Islam sebagai Injil asli karena Injil yang asli tidak diketahui lagi. Al Quran hanya memberi informasi bahwa Injil adalah wahyu tuhan yang disampaikan kepada Nabi Isa dan bahwa isi Injil dan Taurat telah dirobah-robah oleh manusia (QS 2:79). Nabi Isa dalam Al Quran tidak dikatakan sebagai juru selamat, gelar Al Masih terhadap Nabi Isa dalam Al Quran tidak ada yang artinya “juru selamat” dari segi bahasa Arab Al Masih artinya “Yang benar”, “Yang berpindah2” , “Yang diurapi”. Jadi Injil Barnabas walaupun tidak bertentangan dengan Al Quran karena isinya meramalkan akan datangnya Nabi Muhammad dan mengatakan Nabi Isa tidak disalib, umat Islam tetap tidak dapat memastikan bahwa itu adalah Injil asli. Dari segi logika Injil Barnabas yang ditemukan di Turki telah berusia 1500 tahun, jadi sebelum Nabi Muhammad lahir namun telah meramalkan Nabi Muhammad. Itulah salah bukti kebenaran Al Quran bahwa Injil telah memuat berita akan datangnya Nabi Muhammad (QS 2:146).

Goblok, kamu nanya kenapa mengapa hadis2 yg jelas2 palsu kok masih digabung kedalam satu mushaf dgn hadis2 yg dianggap asli. Itulah kalau kita tidak berpikir kritis . Orang yang menerima begitu saja ajaran cenderung fanatis. Makanya ulama yang mengkritisi hadist banyak yang dihina, dikucilkan bahkan dikafirkan. Dalam Al Quran memang nabi Muhammad tidak mengadakan mukjizat seperti nabi sebelumnya seperti menghidupkan orang mati, membelah laut, membuat banjir bandang dll. Mukjizat nabi Muhammad adalah Al Quran yang merupakan wahyu yang dijaga sampai hari kiamat. Namun demikian bukan berarti Nabi Muhammad tidak mempunyai keistimewaan jauh di atas manusia biasa, dalam Al Quran dijelaskan bahwa Nabi Muhammad mampu mengadakan perjalanan melintasi dimensi ruang waktu (isra’ mikraj), dan mampu melihat Malaikat Jibril dalam bentuk asli.

(bersambung)
Paulus
Reply| 21 Nov 2016 08:49:53
@Anton

Dasar bego bin tolol, kamu ini picik ya. Sejarah pembantaian oleh gereja, penjajahan di seluruh dunia, Perang dunia semuanya didominasi oleh umat Kristen.

Hei bego, kata kamu tuhan mati dalam kapasitas sebagai manusia. Sejak kapan tuhan jadi manusia. Dalam Perjanjian Lama tidak ada ajaran tuhan jadi manusia. Kok tiba2 dalam Injil dikatakan tuhan jadi manusia . Yang jelas tuhan kamu bisa mampus. Tuhan macam apa itu.

Kalau pembelaan kamu bahwa Aharia menjadi raja pada umur 22 tahun itu artinya ada kontradiksi dalam alkitab, mana yang benar ???? :

(2 Kejadian 22:2) : “Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem”.

Inilah bukti aliktab banyak kontradiksi.

Wah parah masak bahasa Indonesia aja kamu ndak paham, jelas Paulus berandai-andai jika oleh dustanya kebenaran Allah akan semakin melimpah, selanjutnya Paulus berkata maka seharusnya dia tidak dihakimi lagi sebagai seorang pendosa. Wah agama macam apa itu menghalalkan dusta demi mencapai tujuan.

Idiot, “Circle of earth” kan artinya “bagian yang bulat dari bumi” bukan “bumi itu bulat”. Lagi pula pada ayat selanjutnya dikatakan “menekuk langit bagaikan kubah”. Itu artinya bumi dan langit dianalogikan sebagai kubah pantas saja dikatakan bumi mempunyai bagian yang bulat (circle of earth). Jadi bumi dalam alikitab digambarkan berbentuk seperti mangkuk terbalik.

Haha.. giliran Ayub 38:13 kamu katakan kiasan karena bumi dikatakan memiliki ujung-ujung. Tetapi Yesaya 40:22 yang mengatakan Tuhan bertahta di lengkungan bumi dan penduduknya bagai belalang dikatakan bukan kiasan. Itu bukan kiasan tetapi hayalan para penulis alkitab.

Sudah terlalu banyak kesalahan ilmiah Gereja yang katanya dipimpin oleh Bapa suci. Fakta sejarah pada tahun 1600, Giordano Bruno dibakar hidup-hidup sampai mati, karena mengajarkan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.
six balax
Reply| 19 Nov 2016 10:44:10
@Paulus

Dasar goblog banyakan ngomong tambah kelihatan goblognya!

Mengenali asli atau palsu itu gampang saja kok sebenarnya. Contohnya kamu sebut Injil Barnabas. Jelas palsu krn bertentangan dgn Injil yang ada di kitab sucinya orang Kristen sekarang (Alkitab). Bertentangan krn Injil Barnabas mengatakan bhw Yesus tidak disalibkan sementara menurut Injil yang asli yang ada di kitab sucinya orang Kristen sekarang (Alkitab), Yesus itu disalibkan. Kamu pun kalau nggak goblog, seharusnya juga ikut mengecam Injil Barnabas sbg palsu, krn isinya bertentangan dgn Alquran. Injil Barnabas mengatakan bhw yg disebut Penyelamat (Al Masih) itu adalah Muhamad. Sementara Alquran mengatakan bhw yg disebut Penyelamat (Al Masih) itu Isa. Injil Barnabas mengatakan bhw langit itu ada sembilan lapis. Sementara Alquran mengatakan bhw langit itu cuman ada tujuh lapis.

Menurutmu isi hadis tidak selalu benar. Memang iya! Contohnya hadis2 yg menceritakan tentang mujizat2 yg dilakukan oleh Muhamad. Pasti palsu karena bertentangan dgn Alquran. Di Alquran dikatakan bhw Muhamad itu BUKAN pembuat mujizat, tetapi cuman seorang pemberi peringatan belaka. Permasalahannya skrg adalah....mengapa hadis2 yg jelas2 palsu kok masih digabung kedalam satu mushaf dgn hadis2 yg dianggap asli. Kalau Injil Barnabas jelas...krn dia palsu maka tdk digabung kedalam satu mushaf dgn Injil asli di Alkitab. Itu dulu kamu jawab, Goblog!

Kembali ke Hadis Abu Dawud 3rd Edition, Volume 2, p. 743/1987. Ini jelas asli krn mendukung keterangan Alquran bhw matahari itu terbenam di laut berlumpur (al kahfi ayat 86). Kalau kamu ngotot bilang bhw hadis ini palsu, ya jelas aja wong kamu tdk percaya kata Alquran mu sendiri kok! Tapi tunjukkan disini siapa yg bilang bhw hadis ini palsu! Tunjukkan disini link-nya biar semua bisa melihat! Kalau kamu tidak bisa berarti kamu ini asbun juga gak cuman tolol!
Paulus
Reply| 18 Nov 2016 11:46:53
@Anton

@ Anton

Komentar kamu :
Jelas yg bodoh itu kamu. Alquranmu jelas mengatakan bumi itu datar, hamparan itu menunjukkan sesuatu yg datar DST.

Tanggapan :

Hoi goblok, Al Quran tidak mengatakan bumi bulat namun tidak juga mengatakan bumi datar, bumi adalah hamparan memang adalah realitas ilmiah karena bumi ini terdiri dari lempeng benua yang luas di atas cairan magma dalam bumi, bukannya lempeng bumi berbentuk bulat masif. Sebaliknya alkitab mengatakan bumi ada ujungnya dan ada 4 penjuru, sekarang pikir pakai otak kamu dimana ujung dunia itu ? bukankah itu artinya bumi ini ada batasnya dan berbentuk datar. Kalau bulat tentu tidak ada ujung dan tidak ada 4 penjuru.

Bodoh, Al Quran mengisahkan perjalanan Zulkarnain yang mendapati/melihat matahari terbenam di laut berlumpur hitam. Lucunya otak para Kristen bodoh berpikir matahari tenggelam dalam laut. Sekarang kamu tanya aja sama wisatawan asing di Bali, ada ndak wisatawan yang jauh2 datang untuk melihat sun-set (matahari terbenam) di pantai Kuta yang berpikir bahwa matahari benar-benar tenggelam dalam laut. Tentu tidak ada, paling kamu hanya ditertawakan sebagai orang bodoh karena punya pemikiran seperti itu.

Dalam Kejadian 32:28 kamu mengatakan karena orang tersebut terpelecok maka orang tersebut kalah. Makanya saya bilang dalam olah raga seperti tinju begitu juga gulat penilaian menang kalah bukan dari cedera seperti luka atau terpelecok. Sedangkan dalam ayat itu jelas dikatakan orang itu kalah dan dikatakan Yakub menang bergumul melawan Tuhan dan manusia. Jadi apalagi ? Kamu sepertinya sudah kebingungan.
Paulus
Reply| 18 Nov 2016 11:11:24
@ Anton

Komentar kamu :
Jelas yg bodoh itu kamu. Sudah jelas secara tidak langsung kamu mau mengatakan DST

Tanggapan :
Susah ngomong dengan orang bodoh tapi bebal, dari jaman Yesus juga dalam Al Quran sudah dijelaskan bahwa Yesus sudah dianggap tuhan selain Allah. Tapi sejak konsili Nicea ajaran keesaan Tuhan diberangus habis karena bertentangan dengan trinitas yang dijadikan ajaran kekaisaran Romawi. Umat Islam menyembah batu ? Kamu memang idiot. Kalau kamu bisa sebutkan 1 ayat saja dalam Quran yang menyuruh sembah batu, saya siap masuk Kristen saat ini juga. Nyatanya dalam Al Quran yang disembah adalah Allah yang esa, tidak beranak dan tidak dapat diserupai oleh apapun juga (QS Al Ikhlas :4). Bukan seperti Kristen tuhan ada tiga tapi ngaku satu dan tuhan Kristen berbentuk manusia.

Bodoh dalam hidupnya Yesus mengucapkan banyak perkataan tapi yang diambil ini kalimat terakhir Yesus yang ternyata berbeda antara versi Lukas dan Yohanes. Ini bukti Injil banyak kontradiksi.

Goblok, kamu tidak paham ajaran Kristen kamu sendiri, konsep ajaran Kristen sejak awal dunia, sudah menjadi rencana Allah untuk menebus dosa manusia dengan mengutus putera-Nya untuk menderita dan wafat di dunia. Makanya Paulus mengatakan :
“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Galatia 3:13).

"Sebab upah dosa ialah maut..." (Roma 6:23a).

Kalau yang menyalib Yesus itu prajurit Romawi saya juga tahu, bodoh.

Bagaimana Injil tidak palsu kalau Paulus sendiri mengatakan kalau yang dikatakannya bukan firman Tuhan melainkan perkataan orang bodoh.

“Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga.” (2 Korintus 11:17-18).
Paulus
Reply| 18 Nov 2016 11:02:54
@six balax

(sambungan)

Goblok, sudah banyak kajian dan kritik ulama mengenai sahih tidaknya suatu hadist kamu saja yang tidak tahu. Memang ada sebagian umat Islam yang mensakralkan suatu hadist, padahal penetapan benar dan tidaknya suatu hadist adalah bersifat pemikiran pribadi bukan dari wahyu karena hadist bukan kitab suci. Walaupun demikian kitab hadist adalah karya pemikiran ulama masa lalu tetap harus dihargai. Hanya apakah isinya pasti benar?, tentu tidak.

Kalau kamu menanyakan siapa pemalsu hadist ? Yang jelas mereka yang mau merusak Islam dengan cara membuat hadist terlihat benar dan asli, padahal palsu dan yang jelas bukan Umar bin Khatab, tetapi orang yang mengaku-ngaku sebagai Umar bin Khatab. Sama seperti alkitab yang sudah ada dalam banyak versi baik diakui maupun tidak diakui seperti Injil Barnabas, Injil Yudas, Injil Thomas dll. Kamu tahu penulis aslinya ? Bodoh.

Ha.ha. kamu mengatakan “Semua yang penting iman yang membimbingnya, bhw YHVH menciptakan dan memelihara alam semesta”. Jadi kamu percaya saja semua yang salah dan tidak masuk akal dalam alkitab. Kalau begitu kamu ndak usah banyak ngomonglah. Bukannya bersikap kritis seperti saya, kamu cuma mempertontonkan ketololan kamu saja. Sekaligus cuma membuktikan bahwa alkitab sudah tercampur dengan imajinasi manusia belaka. Kasihan, umat Kristen ingin mencari kesalahan Al Quran tetapi hasilnya tetap nol. Saya juga katakan : “Jangan bersikukuh dalam ketololan ya !”.
Paulus
Reply| 18 Nov 2016 11:01:46
@six balax


Dungu berlagak pintar, Apa syarat hadis dikatakan benar/shahih ? Salah satu syarat utama, selain periwayat harus benar, sanad/jalur riwayat yang bersambung, syarat yang utama adalah tidak bertentangan dengan Al Quran. Syarat ini terkadang diabaikan bahkan oleh para penulis hadist sekaliber Bukhari dan Muslim sekalipun. Karena cenderung mensahihkan hadist dari sanad dan periwayat saja, padahal bisa juga terjadi periwayat dan sanad juga dipalsukan karena hadist ditulis jauh sesudah masa nabi. Tidak jarang makna Quran dicocok-cocokan dengan hadist yang secara hukum dan kesucian jelas-jelas di bawah kitab suci Al Quran. Sekarang kita lihat bagaimana Al Quran menyatakan bahwa matahari dan bulan punya orbitnya masing-masing dan tidak saling bertabrakan.

QS 36:38. : “dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.

QS 21:33 : “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya”.

Quran tidak menyebutkan matahari mengelilingi bumi dan tidak menyebut matahari diam. Fakta adanya orbit matahari (yang tidak mengelilingi bumi) ini baru diketahui manusia pada abad ke-20. Sekarang pake otak kamu, kalau benda langit ada orbit masing-masing bagaimana mungkin matahari bisa sampai ke bumi apalagi masuk ke dalam air yang hitam. Sudah lama bumi kiamat kalau begitu, bodoh. Jadi yang dikatakan Quran dengan terbenamnya matahari ke dalam daerah perairan yang hitam bukanlah artinya matahari masuk ke dalam air yang hitam tetapi Zulkarnain mendapati/melihat matahari terbenam di air yang hitam. Penglihatan seseorang saat matahari terbenam tergantung dari posisi orang tersebut saat melihat matahari terbenam. Jika melihat matahari terbenam di gurun pasir tentu dikatakan matahari terbenam di gurun pasir. Jadi disimpulkan bahwa penglihatan lokasi matahari terbenam tergantung posisi seseorang saat itu, yang dapat berbeda-beda untuk masing-masing orang.

(bersambung)
six balax
Reply| 18 Nov 2016 09:58:17
@Paulus

Hadis Abu Dawud 3rd Edition, Volume 2, p. 743/1987:
Abu Dahrr suatu ketika bersama Muhammad ketika matahari terbenam. Muhammad bertanya kepadanya:" Tahukah kamu hai Abu Dharr, dimana matahari itu terbenam?" Abu Dharr menjawab: "Allah dan rasul-Nya lebih tahu." Muhammad berkata: "Dia terbenam di laut yang berlumpur hitam."

Kamu ini mempertontonkan ketololanmu dgn mengatakan bhw hadis ini bertentangan dgn Al Quran. Justru hadis ini menguatkan pendapat Al Quran bahwa matahari itu terbenam di laut yang berlumpur hitam (QS 18:86).

Hadis Abu Dawud 3rd Edition, Volume 2, p. 743/1987 ini palsu katamu? Amat sangat tuolol. Sampai detik ini tidak ada sarjana islam bertaraf internasional yang mengatakan hadis ini palsu. Cuma slemot tolol lulusan pesantren kampung macam kamu saja yang mengatakan hadis ini palsu. Kalau hadis ini benar palsu, kenapa dia sampai sekarang tetap eksis dalam kumpulan hadis Abu Dawud? Bukankah ini sama dengan memelihara ketololan? Seperti ayat-ayat setan yang terselip diantara ayat2 Al Quran...hahaha. Kalau Alkitab kamu tuduh palsu krn dipalsukan oleh Paulus, lalu siapa yang memalsukan hadis? Umar bin Khatab? Mikiiirrrr loe....

Alkitab itu ditulis oleh manusia, sehingga sangat diwarnai oleh pemahaman dan gaya penulisan manusia penulisnya. Musa menulis kitab Kejadian bersadarkan pemahaman orang abad 25 Sebelum Masehi. Begitu juga Daud ketika menulis kitab Mazmur, dengan gaya tamsil bukan gaya penulisan ilmiah. Semua yang penting iman yang membimbingnya, bhw YHVH menciptakan dan memelihara alam semesta.

Kamu pun seharusnya tidak perlu malu untuk mengakui bahwa QS 18:86 itu juga dipengiaruhi oleh pemahaman orang Arab abad ke-7 Masehi, bahwa matahari itu terbenam di laut yang berlumpur hitam.

Malu bukan tabu. Jangan bersikukuh dalam ketololan!
Anton
Reply| 18 Nov 2016 05:31:23
@Paulus
Sambungan.

Jelas yg bodoh itu kamu. Alquranmu jelas mengatakan bumi itu datar, hamparan itu menunjukkan sesuatu yg datar. Di ayat2 alquran tentang hal itu pun tidak dikatakan seolah-olah. Jadi jelas alquran mengatakan bumi itu datar. Jelas tidak ada mukjizat di alquran.
Kamu masih saja mau mengelak. Memangnya alquranmu buku karangan anak2 sehingga penglihatan Zulkarnain bisa ada didalamnya? Sudah jelas alquran mengatakan matahari terbenam didalam laut yg berlumpur hitam.

Kejadian 32:28 yg saya jelaskan itu bukan interpretasi pribadi saya, kamu masih saja enggak paham2. Bergulat itu bukan seperti olahraga tinju. Umpamanya kamu bergulat dengan seseorang, lalu kamu patah tulang, terluka dan babak belur, sedangkan orang tsb tidak mengalami apa2, klo teman kamu bilang kamu yg menang, apa berarti benar2 kamu yg menang? Jelas tidak. Yg sebenarnya menang adalah orang yg bergulat dengan kamu. Jadi dalam kejadian 32:28 yg sebenarnya menang itu Tuhan.
six balax
Reply| 17 Nov 2016 22:20:44
Hadis Abu Dawud 3rd Edition, Volume 2, p. 743/1987:
Abu Dahrr suatu ketika bersama Muhammad ketika matahari terbenam. Muhammad bertanya kepadanya:" Tahukah kamu hai Abu Dharr, dimana matahari itu terbenam?" Abu Dharr menjawab: "Allah dan rasul-Nya lebih tahu." Muhammad berkata: "Dia terbenam di laut yang berlumpur hitam."

Kamu ini mempertontonkan ketololanmu dgn mengatakan bhw hadis ini bertentangan dgn Al Quran. Justru hadis ini menguatkan pendapat Al Quran bahwa matahari itu terbenam di laut yang berlumpur hitam (QS 18:86).

Hadis Abu Dawud 3rd Edition, Volume 2, p. 743/1987 ini palsu katamu? Amat sangat tuolol. Sampai detik ini tidak ada sarjana islam bertaraf internasional yang mengatakan hadis ini palsu. Cuma slemot tolol lulusan pesantren kampung macam kamu saja yang mengatakan hadis ini palsu. Kalau hadis ini benar palsu, kenapa dia sampai sekarang tetap eksis dalam kumpulan hadis Abu Dawud? Bukankah ini sama dengan memelihara ketololan? Seperti ayat-ayat setan yang terselip diantara ayat2 Al Quran...hahaha. Kalau Alkitab kamu tuduh palsu krn dipalsukan oleh Paulus, lalu siapa yang memalsukan hadis? Umar bin Khatab? Mikiiirrrr loe....

Alkitab itu ditulis oleh manusia, sehingga sangat diwarnai oleh pemahaman dan gaya penulisan manusia penulisnya. Musa menulis kitab Kejadian bersadarkan pemahaman orang abad 25 Sebelum Masehi. Begitu juga Daud ketika menulis kitab Mazmur, dengan gaya tamsil bukan gaya penulisan ilmiah. Semua yang penting iman yang membimbingnya, bhw YHVH menciptakan dan memelihara alam semesta.

Kamu pun seharusnya tidak perlu malu untuk mengakui bahwa QS 18:86 itu juga dipengaruhi oleh pemahaman orang Arab abad ke-7 Masehi, bahwa matahari itu terbenam di laut yang berlumpur hitam.

Malu bukan tabu. Jangan bersikukuh dalam ketololan!
Anton
Reply| 16 Nov 2016 20:00:37
@Paulus
Sambungan.

Setelah kematian Yesus unuk menebus dosa manusia, banyak manusia akhirnya sadar, kemudian pecaya kepada Yesus. Enggak ada umat krisen yg berbuat semaunya karena dosanya sudah ditebus Yesus, justru yg berbuat semaunya maupun terkenal dengan dosanya itu umat islam.

Jelas yg Tuhannya lemah maupun hanya karang-karangan manusia itu kamu. Tuhan menyesal, pilu hati dan istirahat kok dibilang Tuhan itu lemah, dasar bodoh kamu ini.
Sudah jelas yg goblok itu kamu. Yg kamu bilang Tuhan bisa mati, Tuhan tidak tahu musim buah dan Tuhan perlu makan itu Yesus dalam kapasitasnya sebagai manusia.

Bukan Tuhan salah hitung, tapi kamu yg tidak paham. Pada tawarikh 22:1-2 itu Ahazia baru menduduki takhta ketika ia berusia 42 tahun, Ahazia dilantik menjadi raja saat ia berusia 22 tahun. Jadi tidak ada yg salah dengan ayat2 yg kamu maksud itu.
Jelas yg bodoh itu kamu. Kamulah yg tidak paham tata bahasa Indonesia. Kamu baca dengan benar, kata jika di ayat itu jelas tidak bermakna bahwa Paulus melakukan dusta, jadi jelas berbeda dengan analogi perkataan yg kamu contohkan. Jelas yg ajaran sesat itu islam.

Kamu ini bodoh banget. Circle of earth klo diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya bulatan bumi. Chuwg yg kamu bilang dalam bahasa aslinya (Ibrani) adalah KHUG artinya lingkaran, bulatan.
Ayat ayub 38:13 yg kamu maksud itu jelas ayat kiasan.
Kamu asal nyerocos saja dengan mengatakan bapak2 gereja orang2 suci zaman dulu yg mengeluarkan pendapat tentang bumi telah menerima anugerah pemahaman dari roh yg sangat kudus. Yg jelas alkitab mengatakan bumi berbentuk bulat.

Bersambung
Fetching more Comments...
↑ Back to Top