Blog / Reciprocity: Ajaran Termulia Semua Agama Dunia

MENGHERANKAN bahwa tidak ada GOLDEN RULE UNIVERSAL ini dalam Quran maupun Hadist Nabi! Islam satu-satunya yang absen dan bungkam disini! Padahal banyak ulama Islam mengajarkan para muslim untuk mengasihi sesamanya. Namun harus diluruskan bahwa mereka menyatakan demikian karena berdasarkan suara hati nuraninya sebagai manusia, karena Islam dipercayainya paling tidak sama baiknya dengan agama lain yang berlandaskan Kasih. Namun sungguh tidak ada satupun ayat dalam Quran yang menyatakan prinsip Golden Rule yang universal tersebut. Itu agaknya yang menempatkan Islam sulit menyikapi dan bertoleransi dalam kancah global dengan nilai-nilai universal. Seumpama menghayati HAM, mensetarakan gender, kafir-nonkafir dll.

Ya, tidak mungkin bisa dibantah bahwa asas reciprocity  atau timbal-balik- privilege ini adalah ajaran termulia dari setiap agama dalam hubungan interaksi sesama umat Tuhan. Kenapa begitu? Ya, dasarnya adalah keadilan dan fairness dan kesetaraan perlakuan diantara setiap manusia yang berbeda-beda. Kita tahu manusia itu pada dasarnya adalah self-centered, egois, sulit mengukur keadilan dan fairness dalam setiap isu interaksi kemanusiaan dimana dia ada terkait, langsung atau tidak langsung. Seseorang mudah sekali mengkritik dan menuding orang lain, namun bungkam (atau malah membela) bilamana hal negatif yang sama itu terjadi pada dirinya atau “keluarga besarnya”.

Yesus adalah GURU dan NABI yang paling bermoral yang mendamprat manusia munafik yang tidak bisa mengadili sesamanya secara berkeadilan. Ia berkata dalam Injil Matius pasal 7:

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Dengan timbangan yang kita timbangkan kepada seseorang, maka kitapun harus siap ditimbang oleh pihak luar terhadap kita. Inilah yang disebut GOLDEN RULE, Hukum Emas yang berlaku adil dan universal bagi umat manusia. Menempatkan manusia bisa saling membagi dan memberi dalam timbang rasa yang mulia-manusiawi. Itu sebabnya hampir setiap agama memuat Golden Rule tersebut dalam hukum dan ajaran mereka. Kita bacakan ayat-ayat emas dari Aturan Emas ini yang terdapat dalam pelbagai Buku Emas (Suci) agama dunia, sbb.

 

BUDHA:

“…suatu keadaan yang tidak menyenangkan bagiku, bagaimana aku dapat melakukan hal yang sama terhadap orang lain?”  (Samyutta Nikaya v. 353)

“Jangan sakiti orang sebagaimana itu akan menyakiti dirimu.“  (Udana Varga 5:18)

 

KONG HU CU:

“Ze-Gong bertanya, ‘Apakah ada satu kata yang bisa merangkum prinsip kelakuan manusia?’ Konfucius menjawab, ‘Kata ‘XU’ — resiprositas. Jangan berlakukan terhadap orang lain apa yang kau sendiri tidak suka.”  (Doctrine of the Mean 13.3)

 

TAOISME

Ia setia kepada yang setia; ia juga setia kepada yang tidak setia: karena kebajikan adalah setia. (Tao Teh Ching, Bab 49)

Anggaplah keuntungan tetangga anda sebagai keuntungan anda sendiri, dan kerugian tetangga anda sebagai kerugian anda sendiri. (T’ai Shang Kan Ying P’ien)

 

SHINTO

“Bermurah hatilah pada semua makhluk, kasih adalah representasi dari Tuhan.” (Ko-ji-ki Hachiman Kasuga)

 

HINDU:

“Inilah kesimpulan Dharma: Jangan perlakukan orang lain sehingga menyakitkanmu jika itu dilakukan padamu.”  (Mahabharata 5:1517)

 

KRISTEN:

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 7:12)

 

ISLAM:

ADAKAH PRINSIP RESIPROSITAS INI DALAM ISLAM?

MENGHERANKAN bahwa tidak ada GOLDEN RULE UNIVERSAL ini dalam Quran maupun Hadist Nabi! Islam satu-satunya yang absen dan bungkam disini! Padahal banyak ulama Islam mengajarkan para muslim untuk mengasihi sesamanya. Namun harus diluruskan bahwa mereka menyatakan demikian karena berdasarkan suara hati nuraninya sebagai manusia, karena Islam dipercayainya paling tidak sama baiknya dengan agama lain yang berlandaskan Kasih. Namun sungguh tidak ada satupun ayat dalam Quran yang menyatakan prinsip Golden Rule yang universal tersebut. Itu agaknya yang menempatkan Islam sulit menyikapi dan bertoleransi dalam kancah global dengan nilai-nilai universal. Seumpama menghayati HAM, mensetarakan gender, kafir-nonkafir dll. Apa yang dikatakan Muhammad mengenai bagaimana mengasihi yang sejatinya?

Rasulullah mengatakan, ‘Tidak ada seorangpun akan memiliki iman sebelum ia menginginkan bagi saudaranya (MUSLIM) apa yang diinginkan bagi dirinya.” (Sahih Bukhari 2:12)

Rasulullah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk MEMERANGI orang-orang sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah,….(Sahih Bukhari 2:24)

 

Baca artikel selengkapnya di SINI


Add a Comment
| 96
Siti Khadijah
Reply| 05 Feb 2016 22:02:16
@Felix Radit
Kau berani kutib quranmu utk membela diri (seolah ada unsur resiprositas):
"“Bukankah ganjaran kebaikan itu tidak lain melainkan kebaikan?”
(Q.S. 55:61).

TOLOLNYA ILMU ISLAMMU!
Ayat yg kau kutib itu anak kecilpun tahu tanpa usah wahyu quran.
Juga sipenjahatpun tahu! Itu moral dunia, yg hanya sepihak,i tidak cukup menjadi moral surga yg harus 2 pihak: Bgmn menyikapi MUSUH ATAU ORANG YG MEMBENCIMU? Apakah kau MUSLIM juga otomatis mengganjarnya dg memusuhi dan melaknatinya? PIKIR, NYONG!
InitialP
Reply| 29 Jan 2016 17:40:37
dalam alquran kata sesama merujuk sesama muslim bukan sesama manusia. di luar islam halal dibunuh. berhak menyerang orang lain jika diserang. budak halal dalam perang.
noname
Reply| 28 Jan 2016 12:36:51
ISLAM ADALAH IMAN YG JAHAT. TITIK
kevin
Reply| 27 Jan 2016 11:50:50
@alvin

ISIS memaksa Kristen Assyur di Suriah memeluk Islam (mualaf),
dalam Islam tidak ada paksaan.....BULL SHIT, di bawah ancaman ISIS, mrk paksa mengucapkan kalimat syahadat jika mereka menolak maka hukumannya pancung "sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah,..." sesuai dengan yang ditulis oleh @Akang...!!!
hamidin
Reply| 27 Jan 2016 02:06:27
@alvin
abu bakar baasyir adalah tipikal Islam radikal, nah apapun yang radikal meski berkedok agama apapun adalah tetap salah...jangan terpancing sebutan ustadz....orang menyebut atau mengaku ustadz bebas tak dihukum, beda ketika kau mengaku dokter atau TNI.. dan ingat ustadz juga manusia..dan semua manusia pasti punya dosa dan salah..betull!!

respon :
ente hanya besar mulut doang. ente katakan langsung didepan si abu bakar kalo dia adalah islam radikal? ane mau tau reaksi si abu bakar baasyir

Islam Moderat adalah Islam yang bercampur baur dengan yahudi dan nasrani .bla...bla...bla...

respon:
ane kutip pernyataan si erdogan presiden turki
"tidak ada yg namanya istilah islam moderat, islam adalah islam titik"

noh liat pernyataan si erdogan berbeda dgn pernyataan ente. lebih baik kalian/semua muslim berkumpul dulu lah di tempat sampah utk menyamakan persepsi kalian sendiri.
bagi ane islam adalah islam. yang satu tugasnya ber taqiya, yg satu lagi tugasnya membunuh orang.

dan siapakah yang merasa diuntungkan dengan adanya pengkotakan Islam...tak lain tak bukan Yahudi!!
respon :
masih kurang, bro. CIA, mossad, KGB, densus 88, BNPT, BKKBN, BPKB, SIM, AKBP, amerika, nasrani, hindu, buddha, shinto, konghucu, cina, ahok, indomie, superman, batman, spiderman, australia, jepang, orang eskimo, firaun, anjing, kucing, martabak, es campur, ikan lele, dll.
Jews
Reply| 26 Jan 2016 19:56:31
@Alvin dan slimers
Apakah kalian juga membenci Yahudi dan Nasroni sesuai isi kitab suci Quran kalian??????
Tolong dijawab dengan jujur...............
Akang
Reply| 26 Jan 2016 14:20:41
lanjut..
@alvin menulis
mari kita bandingkan dengan yang dimiliki Islam
(Quran terdapat 200 lebih ayat yang mengajarkan kasih sayang belum termasuk Hadist)
OK berani?!!
Respon :
Saya tidak peduli banyak2 an ayat kasih itu ..yang sy perlu apakah kau menghayati dan menjalankan kasih sayang sesama seperti yg tertulis dikuran mu itu terhadap kami kaum kafir…?? hayo kampenyakan dong ayat2 kasih yang kau punya di kuranmu itu..kampanyekan jangan bunuh kafir..jangan membom gereja..jangan menghalang2i pembangunan gereja..jangan membakar gereja ..jangan menghalangi untuk beribadah di rumah kami sendiri ..kampanyekan juga supaya ustad2 kalau khotbah menyebarkan kasih sesama bukan menyebar kebencian kepada kafir..kamu mampu…? kamu berani ? kalau kamu tidak berani .. ya buang aja ayat2 kasih mu itu...
Akang
Reply| 26 Jan 2016 13:07:00
@alvin
pelajarilah konteks ayat diatas...itu terjadi ketika peperangan...
Respon..
lo yang baca lagi tong....MEMERANGI orang-orang sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah....
saya ulangi "sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah" ..ini adalah genderang perang selamanya tong...selama oloh mu dan Allah ku beda.. dan smp mengakui si muhamat rosul olohmu..
Buang aja ajaran kasih yg kau sebut lebih dari 200 ayat itu..atau kau buang ayat perang itu...
mbah sawer
Reply| 26 Jan 2016 11:59:11
@alvin
konteks ayat yang kau minta sebenarnya adalah ini "sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah,..." sesuai dengan yang ditulis oleh @Akang...!!!

tidak usah melenceng ke alkitab perjanjian lama versus quran segala kau!!!
kembali ke topik!!!
alvin
Reply| 26 Jan 2016 09:42:58
@Akang
Golden Rule nya ya ini..
Rasulullah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk MEMERANGI orang-orang sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah,….(Sahih Bukhari 2:24)...
paling berkelit ini ayat perang..mbulet muter2..gajebo

Respon :

pelajarilah konteks ayat diatas...itu terjadi ketika peperangan...
nah sekarang saya tantang kau...
mari hitung jumlah ajaran atau ayat yang mengajarkan kasih saying dalam alkitab kau...dan mari kita bandingkan dengan yang dimiliki Islam
(Quran terdapat 200 lebih ayat yang mengajarkan kasih sayang belum termasuk Hadist)
OK berani?!!
alvin
Reply| 26 Jan 2016 09:38:37
@hamidin
kita butuh pembuktian.
ente ajak org jahudi atau kristiani ke LP nusakambangan utk ketemu dgn si ustad abu bakar baasyir dan ustad aman. katakan kalo mereka adalah saudara dan sesama ente.
Respon :
abu bakar baasyir adalah tipikal Islam radikal, nah apapun yang radikal meski berkedok agama apapun adalah tetap salah...jangan terpancing sebutan ustadz....orang menyebut atau mengaku ustadz bebas tak dihukum, beda ketika kau mengaku dokter atau TNI.. dan ingat ustadz juga manusia..dan semua manusia pasti punya dosa dan salah..betull!!
Islam fundamental adalah Islam yang berbasis Quran dan Sunnah...tidak pernah kami menyebut baasyir itu ustadz...tentu yang menyebut ustadz adalah pengikut internal baasir sendiri...
Islam Moderat adalah Islam yang bercampur baur dengan yahudi dan nasrani . contoh univeristas walisanga semarang..itu adalah Islam moderat, siapa yang menyokong dan mendanai pembangunan gedung walisanga semarang...kau pasti kaget..tentu amerika
nah Islam fundamentalis berbasis dan berdasar syariah islam salah satunya DILARANG KERAS MEMBUNUH SESAMA MANUSIA..termasuk bom-boman...menghormati tetangga..
tidak akan diterima amal ibadah seorang muslim bila dia menyakiti tetangganya (hadist shahih).
nah kenapa Islam bisa dikotak-kotak sedemikian ??
yaa itu karena umat Islam tidak gemar bersilaturrahmi sesuai Sunnah sehingga gampang diadu domba dan dikotak-kotak....
dan siapakah yang merasa diuntungkan dengan adanya pengkotakan Islam...tak lain tak bukan Yahudi!!
orang
Reply| 26 Jan 2016 09:28:01
@ismael

Jadi kita sebagai umat Kristen jangan melakukan loncat ide/gagasan/tema dengan menghubung hubungkan kisah isa islam , siti maryam, imran islam ke dalam cerita Alkitab
Jadi bila ingin mengetahui isa islam, siti maryam, dan maryam maka kajilah hanya berdasarkan AQ saja
Menurut cerita AQ : siti maryam dan isa islam lahir di kabah/mekkah sehingga dapat dikatakan bahwa isa islam dan siti maryam islam mempunyai KTP MEKKAH demikian juga dengan imran
Jadi baik imran atau siti maryam adalah mempunyai kedudukan di mekkah
Biarkan mereka (umat muslim ) mengkaji siapa itu siti maryam dan imran asalkan umat islam tidak melakukan parasit dan loncat ide ke kitab umat lain yaitu Alkitab
orang
Reply| 26 Jan 2016 09:23:30
@ismail menanggapi @sandro ori

Saya pikir Isa benar-benar bukan Yesus. Yesus lahir di Betlehem, mati di salib dan bangkit. Yesus anak perawan Maryam tunangan Yusuf yang hidup pada zaman Romawi. Melakukan banyak mujizat. Isa adalah seorang yang hidup pada zaman Firaun karena dia disebut anak Siti Maryam adik Harun, tentu Isa keponakan Musa yang hidup pada zaman Firaun yang berjarak 2100 tahun dengan Yesus. Isa lahir dibawah pohon korma. Qs 19

Tanggapan
Tanggapan anda ini contoh yang baik untuk saya jelaskan

Saya setuju dengan pendapat anda yang menyatakan bahwa isa bukan Yesus Kristus . Tapi di kalimat berikutnya anda tidak konsisten dengan melakukan LONCAT IDE dengan menghubung hubungkan isa islam ke dalam cerita Alkitab (anda menghubungkan periode Musa Alkitab)

Seharusnya anda harus mengingat surat AL KAFIRUN
Katakanlah, “Wahai orang-orang kafir! (1)
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2)
Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah. (3)
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4)
Dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. (5) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (6)
(Al Kafiruun: 1-6)

Berarti apa yang disembah umat kafir (Yahudi/Kristen) berbeda dengan umat Islam
Karena sesembahannya berbeda maka nabi nabi, kitab kitab yang dibicarakan dalam AQ berbeda dengan nabi nabi dan kitab kitab yang dibicarakan dalam Alkitab

Karena isa di sini berasa dari cerita AQ maka tentu saja isa tsb adalah nabi islam yang mempunyai sesembahan bernama allah swt sebagai illah negeri mekkah
Jadi identitas dari isa islam adalah anak siti maryam islam dan siti maryam anak dari imran islam
Sehingga siti maryam dan imran mempunyai sesembahan bernama allah swt
hamidin
Reply| 26 Jan 2016 02:20:53
@alvin
kita butuh pembuktian.
ente ajak org jahudi atau kristiani ke LP nusakambangan utk ketemu dgn si ustad abu bakar baasyir dan ustad aman. katakan kalo mereka adalah saudara dan sesama ente.

kagak perlu ente ber retorika disini dgn membawa dalil2 sampah, kagak ada gunanya.
tapi tolong di jaga nyawa teman kami itu yak.. wasalam
hamidin
Reply| 26 Jan 2016 02:02:19
@sandro ori...not kaway
ah sudahlah, gak ada gunanya kita ngotot2 an, wong pondasi antara kristen dan islam sangat berbeda koq.

yg penting kan bagi ane, Tuhan ane berbeda dgn si owlloh swt titik
setuju,bro.
ismail
Reply| 25 Jan 2016 20:34:47
@sandro ori...not kaway
jadi suatu penghinaan besar kepada Nabi Isa jika sampe ada yg sama2in tuhannya kristen dengan Nabi Isa...karena skali lagi Nabi Isa tidaklah mati di tiang jemuran yg scr konyol diklaim sbgai tumbal penebus dosanya kristol...

biarlah kristol hidup dengan ajaran doktrin konyol yg dipercayainya...asal kristol tidak mengais2 sejarah dr kisahnya Nabi Isa....dan diklaim.sesuai keinginan hawa nafsu kebinatangan kristol...

Tanggapan :
Saya pikir Isa benar-benar bukan Yesus. Yesus lahir di Betlehem, mati di salib dan bangkit. Yesus anak perawan Maryam tunangan Yusuf yang hidup pada zaman Romawi. Melakukan banyak mujizat. Isa adalah seorang yang hidup pada zaman Firaun karena dia disebut anak Siti Maryam adik Harun, tentu Isa keponakan Musa yang hidup pada zaman Firaun yang berjarak 2100 tahun dengan Yesus. Isa lahir dibawah pohon korma. Qs 19
alvin
Reply| 25 Jan 2016 13:41:04
Di dalam Al-Quran ada sekitar 200 ayat yang mengajarkan kasih saying sesama manusia belum termasuk Hadist. beberap saja diantaranya:

- Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya (HR.Muslim)
- Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa pada suatu hari yang sangat panas seorang wanita pelacur melihat seekor anjing sedang mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Ia kemudian melepas sepatu kulitnya (untuk mengambil air sumur yang akan diminumkan kepada anjing), lalu wanita itu diampuni dosanya (HR.Muslim)
- Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. [QS. Ali Imran : 159]
-Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya. [HR. Tirmidzi]
-Sesungguhnya Allah itu lemah-lembut. Ia mencintai kelemah-lembutan dalam segala hal. Dan Dia akan memberi apa yang tidak Dia berikan kepada kekerasan. [HR. Bukhari]
- Dari Anas RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Permudahlah dan jangan mempersulit. Dan gembirakanlah dan jangan kalian membuat manusia lari”. [HR. Bukhari dan Muslim]

masih banyak lagi lainnya...kalau anda jago menghujat Islam..berarti justru kalian tidak paham Islam
Akang
Reply| 25 Jan 2016 10:55:14
Golden Rule nya ya ini..
Rasulullah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk MEMERANGI orang-orang sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah,….(Sahih Bukhari 2:24)...
paling berkelit ini ayat perang..mbulet muter2..gajebo
Felix Radit
Reply| 25 Jan 2016 09:53:14
@perdana

Tentu saja itu tidak benar. Itu hanyalah propaganda licik dari golongan pembenci Islam. Al-Qur'an menekankan bahwa ketakwaaan bukan dinilai hanya dengan kesalehan ritual semata melainkan dalam bentuk amal saleh dan kasih sayang. Al-Qur'an menjelaskan bahwa parameter suatu keyakinan dan ibadah yang benar adalah dapat mewujudkan hidup yang penuh kebaikan dan kasih sayang. Dan yang selalu para pembenci Islam tonjolkan dalam al qur’an selama ini adalah ayat-ayat dalam kondisi perang sehingga seolah-olah Qur’an mengajarkan kekerasan dan menjadi sumber inspirasi terorisme. PADAHAL PEMAHAMAN MEREKA YANG TANPA ILMUNYA ITU JELAS SESAT DAN MENYESATKAN!
Ini saya kutipkan beberapa ayat Al Qur’an yang mengajarkan kepada satu Tuhan dan satu kesatuan umat manusia dengan perbuatan baik dan saling kasih sayang. Ini dia :

Allah berfirman bahwa syarat kesalehan tersebut adalah dengan berbuat kebaikan. Allah menekankan bahwa untuk mendapatkan Kedekatan dan Rahmat Allah taala syaratnya adalah dengan berbuat kebaikan kepada sesama, yaitu mereka yang ingin berhasil menemukan Allah, harus berbuat kebaikan dan penuh kasih sayang kepada manusia:

“Dan orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah swt. beserta orang- orang yang berbuat kebaikan” (Q.S. 29:70)

“Sesungguhnya Allah swt. beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (Q.S. 16:129)


Allah telah menjelaskan bahwa kita harus berinisiatif terlebih dahulu untuk berbuat kebaikan kepada orang lain, tetapi jika orang lain yang terlebih dahulu berbuat baik kepada kita, kita harus berbuat kebaikan yang serupa.

“Bukankah ganjaran kebaikan itu tidak lain melainkan kebaikan?” (Q.S. 55:61).
Felix Radit
Reply| 25 Jan 2016 09:48:21
@perdana

Tentu saja itu tidak benar. Itu hanyalah propaganda licik dari golongan pembenci Islam. Al-Qur'an menekankan bahwa ketakwaaan bukan dinilai hanya dengan kesalehan ritual semata melainkan dalam bentuk amal saleh dan kasih sayang. Al-Qur'an menjelaskan bahwa parameter suatu keyakinan dan ibadah yang benar adalah dapat mewujudkan hidup yang penuh kebaikan dan kasih sayang. Dan yang selalu para pembenci Islam tonjolkan dalam al qur’an selama ini adalah ayat-ayat dalam kondisi perang sehingga seolah-olah Qur’an mengajarkan kekerasan dan menjadi sumber inspirasi terorisme. PADAHAL PEMAHAMAN MEREKA YANG TANPA ILMUNYA ITU JELAS SESAT DAN MENYESATKAN!
Ini saya kutipkan beberapa ayat Al Qur’an yang mengajarkan kepada satu Tuhan dan satu kesatuan umat manusia dengan perbuatan baik dan saling kasih sayang. Ini dia :

Allah berfirman bahwa syarat kesalehan tersebut adalah dengan berbuat kebaikan. Allah menekankan bahwa untuk mendapatkan Kedekatan dan Rahmat Allah taala syaratnya adalah dengan berbuat kebaikan kepada sesama, yaitu mereka yang ingin berhasil menemukan Allah, harus berbuat kebaikan dan penuh kasih sayang kepada manusia:

“Dan orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah swt. beserta orang- orang yang berbuat kebaikan” (Q.S. 29:70)

“4. Sesungguhnya Allah swt. beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (Q.S. 16:129)


Allah telah menjelaskan bahwa kita harus berinisiatif terlebih dahulu untuk berbuat kebaikan kepada orang lain, tetapi jika orang lain yang terlebih dahulu berbuat baik kepada kita, kita harus berbuat kebaikan yang serupa.

“Bukankah ganjaran kebaikan itu tidak lain melainkan kebaikan?” (Q.S. 55:61).
Fetching more Comments...
↑ Back to Top