FHTH Pembelajaran dari Kisah The Troy

Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.- II Korintus 2:11

 


Apakah Anda sudah melihat film The Troy. Barangkali ada beberapa di antara Anda yang gemar melihat film, telah menyaksikannya. The Troy menceritakan bagaimana tentara musuh akhirnya bisa mengalahkan penduduk Troya dan menguasainya. Padahal sebelumnya musuh sempat frustasi dan berulangkali menelan kekalahan karena benteng kota Troya begitu kokoh dan sulit ditembus. Lalu strategi licik pun dilakukan, yaitu dengan cara mengirimkan hadiah kuda raksasa yang terbuat dari kayu kepada rakyat Troya. Padahal di dalam kuda kayu raksasa tersebut bersembunyi sejumlah tentara musuh, yang pada malam hari segera keluar dari kuda kayu itu dan menyerang penduduk Troya dengan tiba-tiba! Troya tak sadar dengan penyusupan ini, makanya akhirnya kota Troya dikalahkan dan dikuasai musuh.

Mungkin karena lengah. Atau bisa juga karena merasa musuh tak akan bisa menembus benteng kokoh yang telah dibangun. Bisa juga karena sombong dan merasa tak mungkin terkalahkan. Namun pada dasarnya, karena kota Troya tak sadar dengan musuh yang menyusup, itulah yang menyebabkan mereka dengan begitu mudah dikalahkan.

Banyak dari kita sebenarnya seperti Troya yang kokoh. Iblis mungkin sudah frustasi saat menyerang kita. Iman kita sulit ditembus. Kita tak kenal kompromi. Kita begitu semangat dan menggebu-gebu dalam Tuhan. Hanya sayang kita lupa bahwa iblis adalah musuh yang tak hanya cerdik tapi juga licik. Kalau dengan cara frontal ia tak sanggup, maka ia akan melakukan penyusupan untuk menghancurkan kehidupan kita. Ironisnya, kita tidak pernah menyadari penyusupan demi penyusupan yang iblis lakukan untuk menghancurkan iman kita.

Penyusupan itu tidak kentara, hanya amarah kok. Bukankah wajar jika manusia marah? Penyusupan itu hampir tak kelihatan, hanya sedikit rasa iri hati. Penyusupan itu lolos dari deteksi rohani, sedikit kebencian bertabur dendam. Masih ada banyak jenis lagi penyusupan yang dilakukan iblis seperti takut, kuatir, trauma dengan masa lalu, bimbang, berpikir kotor bahkan sedikit bermain dengan dosa. Sampai pada akhirnya kita terpaksa angkat bendera putih tanda menyerah terhadap iblis. Sungguh tragis kalau kita yang semula setangguh benteng Troya harus keok terhadap iblis hanya karena penyusupan yang dilakukannya. Jadi, waspadalah!


Add a Comment
| 1
Rambe
Reply| 16 Feb 2016 12:22:13
Sangat menginspirasi artikelnya

terimakasih
Fetching more Comments...
↑ Back to Top