FHTH Mengoptimalkan Hidup

Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Lukas 23:43

 

 

Seorang dokter memvonis John Brandrick, seorang pria London, bahwa umurnya tinggal satu tahun saja karena mengidap kanker pankreas. Setelah menerima vonis mati tersebut, Brandrick memutuskan untuk menikmati hidupnya. Ia memilih berhenti dari pekerjaannya, menjual semua harta bendanya, menghabiskan uangnya untuk makan-makan, berlibur dan memuaskan sisa hidupnya. Namun kemudian, satu tahun berlalu tanpa terjadi apa-apa, bahkan setelah dua tahun dari vonis mati tersebut ia tetap hidup. Brandrick senang bahwa ia tak jadi mati, tapi sayang ia sudah bangkrut, kehilangan pekerjaan dan tidak punya apa-apa lagi. Itu sebabnya dia menuntut kepada dokter yang telah menjatuhkan vonis mati tersebut untuk mengembalikan uang yang selama ini telah dihambur-hamburkannya.

Apa yang akan kita lakukan seandainya kita divonis mati seperti halnya kisah nyata tersebut di atas? Barangkali sebagian besar di antara kita akan berbuat seperti yang dilakukan oleh John Brandrick. Kita akan memilih untuk santai-santai, memuaskan keinginan kita begitu rupa atau bahkan menghambur-hamburkan uang yang kita miliki, toh sebentar lagi kita akan mati. Sebenarnya ini adalah cara berpikir yang keliru. Jika kita tahu umur kita tinggal sedikit, bukankah seharusnya kita menggunakan waktu yang ada begitu rupa dengan maksimal? Saya sangat kagum dengan apa yang dilakukan Tuhan Yesus. Dia benar-benar tahu bagaimana mengoptimalkan waktu yang ada selama di dunia ini. Bahkan saat-saat terakhir menjelang Dia mati di atas kayu salib, Yesus masih juga membawa satu jiwa lagi untuk diselamatkan!

Memang kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati. Kematian bisa datang kapan saja dalam hidup kita, itu sebabnya kita justru harus memaksimalkan dan mengoptimalkan hidup kita begitu rupa. Ketika kematian menjemput, kita sudah melakukan banyak hal yang berarti bagi kerajaan sorga dan sesama. Lakukan hidup yang terbaik, seolah-olah inilah kesempatan terakhir yang Tuhan berikan kepada kita.

 

 

Kita tidak tahu berapa lama kita hidup di dunia, sebab itu optimalkan waktu yang ada bagi Tuhan.

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top