Blog / Mantan Istri Pemimpin ISIS: Dulu Dia Cinta Keluarga

 Dulaimi harus rela berbagi Baghdadi dengan wanita lain yang menjadi istrinya.
Namun, Dulaimi mengungkapkan bahwa Baghdadi memiliki kepribadian yang misterius. Selain itu, Dulaimi mengaku sulit hidup berumah tangga sebagai istri kedua. "Sulit bagi dua istri untuk hidup bersama," pungkasnya.

 

 

 

Jumat, 01 April 2016 15:18

 

Metrotvnews.com, Stockholm: Bagaimana rasanya menjadi istri seorang pria yang menjadi buronan nomor satu di dunia? Saja al-Dulaimi adalah salah satu istri Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin kelompok militan Islamic State (ISIS) dan paling diincar di Suriah dan Irak.

Dalam wawancara pertamanya sejak dibebaskan dari penjara di Lebanon tahun lalu, Dulaimi menceritakan isi hatinya soal kehidupannya bersama Baghdadi dan mengapa dia meninggalkan ketua kelompok teroris itu. 

Seperti dikutip CNN, Jumat (1/4/2016), Dulaimi diwawancara sebuah stasiun televisi Swedia, Expressen TV di perbatasan dekat Lebanon dan Suriah.

Perempuan berusia 28 tahun ini berasal dari keluarga kelas menengah ke atas yang konservatif di Irak. Dia menikah dengan Baghdadi 2008 lalu. 

"Saya menikahi seorang pria normal, seorang dosen universitas. Dia adalah pria yang cinta keluarga," kata Dulaimi.

Dulaimi harus rela berbagi Baghdadi dengan wanita lain yang menjadi istrinya. Menurut Dulaimi, Baghdadi adalah sosok seorang ayah yang ideal bagi anak-anaknya.

"Dia adalah seorang guru, Anda tahu bagaimana sifat guru. Dia tahu cara menangani anak-anak, lebih baik dari cara berhadapan dengan ibunya," ujar Dulaimi.

Namun, Dulaimi mengungkapkan bahwa Baghdadi memiliki kepribadian yang misterius. Selain itu, Dulaimi mengaku sulit hidup berumah tangga sebagai istri kedua. "Sulit bagi dua istri untuk hidup bersama," pungkasnya.

 

 

Baca berita lainnya: ISIS targetkan bunuh seluruh keluarga Kristen di Raqqa dan Suriah

 


Add a Comment
| 27
Hana Pwt
Reply| 02 May 2016 22:12:17
@Ki Surya Pamungkas

"Keterangan Alquran bertentangan dengan ilmu sejarah/fakta sejarah"

Dalam sejarah Iskandar Zulkarnain atau Alexander the Great adalah raja dari Yunani adalah penganut agama polytheis, bahkan dia dianggap sebagai anak dewa utama Yunani yaitu Zeus. Tidak pernah ada bukti sejarah dia penganut agama Yudaisme seperti Sulaiman ataupun Daud. Tapi Alquran dengan jelas Iskandar Zulkarnain seorang monotheis.

Tapi banyak ahli sejarah Islam yang membuat alasan untuk membenarkan keterangan dalam Alquran tersebut bahwa Iskandar Zulkarnain bukanlah Alexander yang Agung dari Yunani. Tapi banyak bukti bahwa Iskandar Zulkarnain adalah Alexander the Great, salah satunya kota di Mesir yang dibangun Alexander yaitu Alexandria yang oleh orang Arab diberi nama Iskandariah.

Rupanya para ahli sejaran Islam menggunakan keilmuannya hanya untuk membenarkan keterangan Alquran bukan untuk perkembangan ilmu sejarah itu sendiri

"Keterangan Alquran bertentangan dengan ilmu bahasa"

Israel dalam Bahasa Ibrani adalah Laskar Allah (Yisra dan El, El=Elohim), sama seperti Micha-el, Gabri-el, Bait-el, dsb.

Tapi Alquran menyebut arti dari Israel adalah "berjalan malam". Jelas sekali penulis AQ ini tidak mengerti bahsa Ibrani. Dia terpengaruh cerita Yakub melarikan diri pada malam hari, dan juga terpengaruh bahasa Arab yaitu Isra. Ingat Perjalanan Muhammad ke Yerusalem diwaktu malam dinamakan "Isra" dan naik ke langit ke tujuh "Miraj", menjadi Isra Miraj.

Tapi para pakar Islam dengan berbagai macam cara membela keterangan Alquran dengan berbagai cara, bahkan ada yang menyalahkan umat Yahudi mengubah kitab sucinya sehingga makna Israel tidak sejalan dengan keterangan Alquran.

Tapi masa iya ya, Kitab Yahudi yang nongol duluan harus berpatokan pada Alquran, seharusnya Alquran yang berpatokan pada Kitab yang lama. Lagi-lagi muslim berpendapat Kitab tersebut telah dirubah sehingga Alquranlah yang jadi patokan..... heheheheheheheehhehehe..........
-----------
Itu bertentangan dari segi Ilmu sejarah dan Ilmu bahasa, belum dari segi ilmu geografi, ilmu humaniora, moral, etika, dsb.
ki surya pamungkas
Reply| 02 May 2016 13:44:20
@Margono
Terima kasih koreksinya
Margono
Reply| 01 May 2016 23:03:37
@ki surya pamungkas, ini tulisanmu kepada Hana Pwt:
Kata "I Love You" bisa diterjemahkan ke dalam Bhs. Indonesia menjadi "Aku cinta kamu," atau "aku cinta Anda" atau "aku cinta kalian"...tentu saja kata "aku", "Anda" , dan "kalian" tentu mempunyai makna yang tidak sama persis...

Tanggapan:
Dalam berbahasa kamu harus perhatikan, apakah komunikasi dipergunakan secara lisan atau tulisan. Kalau kamu berbahasa tulisan (resmi), "I love you" sudah pasti artinya "aku cinta kamu" (tunggal). Kalau kamu artikan kata "you" menjadi kalian, dalam bahasa Inggris tulisan itu menjadi "I love you all".

Al'quran itu bahasa tulisan, sudah pasti resmi, apalagi itu dokumen dari si alloh yg arsipnya tersimpan di lauh mahfudz, paham!.

Namun demikian, kamu gak usah banyak berkelit tentang terjemahan Al'quran, kita langsung saja ke pokok perkara. Apakah benar terjemahan ayat berikut ini:

وَمَكَرُوا۟ وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمٰكِرِينَ

Terjemahannya : Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

Secara keseluruhan kata-katanya sudah murokkab sehingga terbentuk kalam. Apakah ada yg salah dari terjemahan di atas ?, kalau ada yg salah, mohon jelaskan kesalahan terjemahannya dimana.

Kalau kamu mengakui bahwa terjemahan di atas sudah benar dan kamu bisa terima kata-katanya murokkab yg menjadi kalam, maka akan kita lanjutkan membahasnya......aku tunggu tanggapanmu.
Hana Pwt
Reply| 01 May 2016 19:37:01
@Ki Surya Pamungkas
Jawab:
Sebenarnya bukan terjemahannya yang bermasalah, tapi bahasa dalam Alquran yang bermasalah, tatabahasanya juga kacau, antar ayatpun kadang ada yang tidak nyambung, bahkan dalam bahasa Arab-pun perlu ditafsir.

Untuk memahami Alquran perlu ditafsir maka berkembang-lah ilmu tafsir yang masing-masing mashab punya ilmu tafsirnya sendiri. Tafsir Mashab Hambali tentu berbeda dengan tafsir Mashab Syafi'i apalagi dengan Mashab Syiah, dll.

Ketika dipertanyakan ayat Alquran yang bertentangan dengan moral, ilmu pengetahuan, ilmu sejarah, ilmu bahasa, dll. Ulama selalu memberi alasan bahwa itu cuma terjemahasan, karena itu untuk memahaminya perlu ditafsir oleh orang mempunya ilmu. Ketika ditunjukan bahwa yang dikutip itu adalah tafsir dari ahlinya, misalnya Kementerian Agama, maka ulama bilang itu cuma tafsir bukan kata sebenarnya dalam Alquran, untuk memahaminya maka perlu mengerti Bahasa Arab.

Mengapa muslim terutama ulama berpendapat demikian?
Penyebabnya adalah muslim hakul ya'kin bahwa Alquran adalah Betul 100% karena yang bikin Alquran adalah Alloh sendiri yang tulisan aslinya ada di Lauh mahfuzh sana. Yang diturunkan kepada Muhammad sama persis seperti tertulis di sorga sana.

Sedikit saja meragukan atau menyebut ada kesalahan dalam Alquran sama saja meragukan Alloh SWT sendiri, berarti murtad. Murtad tentu hukumannya api neraka. Ulama tidak pernah meragukan kebenaran ayat-ayat Alquran walaupun ayat tersebut bertentangan dengan moral sekalipun.

Tapi untuk muslim awan mereka bersembunyi dibalik kata "untuk memahami Quran harus bisa bahsa Arab", "ah itu cuma tafsir", bahasa Alquran itu Bahasa Alloh mana bisa manusisa memahaminya dengan sempurna", dsb.

Namun bagi ulama Mashab Hambali konservatif (Wahabi) tidak perlu bersembunyi dibalik kata tersebut. Budak halal disetubuhi memang demikianlah adanya, sehingga TKW kita yang dibeli dengan harga mahal dari penyalur tenaga kerja halal disetubuhi, Kesaksian perempuan 1/2 dari perempuan, kafir 1/2 dari kesaksian perempuan, kafir halal darahnya apabila melawan Islam misalnya melarang anaknya kawin dengan muslim, dsb.
ki surya pamungkas
Reply| 29 Apr 2016 14:06:27
@Hana Pwt
Terima kasih atas koreksinya.
Kata "I Love You" bisa diterjemahkan ke dalam Bhs. Indonesia menjadi "Aku cinta kamu," atau "aku cinta Anda" atau "aku cinta kalian"...tentu saja kata "aku", "Anda" , dan "kalian" tentu mempunyai makna yang tidak sama persis...kamu (kata ganti org kedua tunggal), kalian (kata ganti org kedua jamak), dan Anda (kata ganti org kedua namun lebih halus untuk menghormati org yg diajak bicara)....bahkan kata :I" bs juga diterjemahkan menjadi..aku, gue, saya, abdi (sunda), thiang (Bali) dan masing-masing beda lho ada yang biasa-biasa/netral ada yang halus....wah ternyata Bhs Indonesia lebih kaya..

Untuk karya - karya asing oleh tokoh-tokoh besar Ilmu Ekonomi yang aslinya berbahasa Inggris telah diterjemahkan ke dlm bhs Indonesia dan telah diajarkan oleh pengajar Indonesia. Tentu saja dosen/guru tersebut pasti kompetensinya tidak diragukan lagi...namun untuk bisa mengajarkan kpd mhsiswa/siswa nya saya percaya pengajar tersebut juga mempelajari karya yang berbahasa aslinya (Inggris) untuk memahami makna/inti ilmu tersebut shg nanti yang diajarkan betul-betul berkualitas sama atau mendekati aslinya...apalagi pengajar tsb (dosen dsb) berstrata Master/Doktor/Profesor yang sering kita lihat mempelajari bahan/bahan kuliah yg tebal-tebal berbahasa asing....karena kalau hanya menggunakan sumber terjemahan pasti akan ada bedanya.

Setiap bahasa di dunia ini masing-masing mempunyai aturan/kaidah/tata bahasa masing-masing yang bisa jadi berbeda....yang belum sempat mempelajari bahasa asing, misal: Bhs Inggris/Jerman/Arab/Mandarin dsb.. apabila bihadapkan dgn bahasa-bahasa tsb bisa jadi akan merasa ..bahwa bahasa2 tersebut sulit atau berbelit-belit atau malah kok tata bahasanya kacau sekali..apalagi hurufnya aneh aneh ada huruf arab huruf kanji dlll....masalahnya tentu saja bukan pada bahasa tersebut, mungkin karena belum mempelajari saja...dan untuk mempelajari dan mahir diperlukan kesungguhan..tentunya.

Terima kasih. mohon koreksinya
biasa saja
Reply| 28 Apr 2016 07:34:53
@Hana Pwt
Kayaknya dua-duanya nyambung deh Bro/Bray ... aye nih pernah nanya ke sobat aye nyang islam...untuk bisa tapsir mmg harus bs bhs arab gitu...
biasa saja
Reply| 27 Apr 2016 18:58:28
Kok jadi begini ya..
levi
Reply| 26 Apr 2016 12:47:14
1. perhatikan gambar perempuan diatas, terlepas mereka itu istri atau budak atau apalah., tapi :
- itu wajahnya ditutup,
- tangan dirantai
- sambil menggandeng anak kecil..
- sang anak apakah tidak bertanya kenapa kita perempuan spt ini?
- apa jawab si ibu?

itulah kualitas perempuan islam : budak.

2. muslimah di indonesia masih beruntung dibiarkan menjadi muslim abal abal, bisa berhijab ala syahrini, bisa berjilbob, bisa jilbab dgn jeans ketat.
- bahkan ada yang masih jadi iklan shampo menunjukan keindahan rambutnya.

3. secantik2nya perempuan berhijab, kombinasi baju dan celana ini itu, berkacamata dan selfie dalam mobil, tetap tidak bisa menghapus kebudakan dia.
Hana Pwt
Reply| 21 Apr 2016 16:38:25
@Ki Surya Pamungkas
Mohon maaf, yang saya maksud kemarin tentang bahasa arab, karena banyak saudara/saudari yang berkomentar dengan mengutip dan menafsirkan al quran hanya dari terjemahan bahasa indonesia nya saja tanpa memahami teks bhs arabnya, karena yang saya tahu kalau hanya ditafsirkan dari terjemahannya tentu saja akan berbeda maknanya sehingga sebaiknya harus mengacu ke teks/bahasa aslinya.
Mohon maaf apabila tidak berkenan. terima kasih.

Jawab:
Bahasa Inggris I love you diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia aku cinta kamu, adakah mengatakan terjemahan itu salah, tidak kan?

Terjemahan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia tidak ada yang salah. Masalah sebenarnya terletak pada teks Alquran itu sendiri yang yang mempunyai tatabahasa yang kadang kacau sehingga sulit dimengerti.

Untuk memahaminya maka lahirlah ilmu tafsir, namun ilmu tafsir berbeda-beda satu dengan yang lain sesuai dengan kehendak penafsir (mashab penafsir). Tafsir Mashab Hambali berlainan dengan tafsir Mashab Safi'i, apalagi dengan Mashab Syiah.

Perlu kamu ketahui Ilmu Ekonomi lahir di negara Inggris, dengan tokoh Adam Smith, David Ricardo, Alfred Marshal, dll. yang menulis ilmu ekonominya dalam bahasa Inggris, kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
Apakah menurut kamu guru SD/SMP/SMA yang kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris tidak berhak mengajarkan ilmu Ekonomi?

Tapi walaupun demikian bukan berarti pesan dalam Alquran tidak mengerti oleh orang yang tidak berbahasa Arab. Pesan untuk membunuh setiap kafir yang melawan dan mengenakan pajak jisya kepada yang tidak melawan sudah jelas tidak harus orang tersebut bisa bahasa Arab. Cuma apakah muslim mau melaksanakan itu atau tidak.

Saya pernah mendengar muslim berkata "untuk memehami Alquran maka perlu ditafsir oleh orang yang menguasai ilmu tafsir". Tapi ketika diajukan tafsir milik Kementerian Agama maka muslim bilang "itu cuma tafsir, untuk memahami Alquran harus menguasai bahasa Arab", piye toh mana yang benar.... hehehehehehehehehehehehehehe......................................
aisakh minta mAaf bang nabi momod cabul
Reply| 16 Apr 2016 15:04:36
@ki surya pamungkas,

Kau dan seluruh tulisanmu : maaf. Dikit dikit maaf. Sedikit lagi kau pasti memaki, soalnya permintaanmu pasti ditolak, krn memang permintaanmu tak masuk akal. Maaf. Maaf. Alquranmu adlh sampah. Maaf. Maaf.

Salam nabi kamil momod tukang perkosa
Ikben
Reply| 15 Apr 2016 22:42:50
@ki surya pamungkas menulis,
Saya jadi prihatin mengapa forum yang mulia ini kok menjadi ajang untuk menebar kebencian/caci maki?...

TANGGAPAN ikben:
Bung ki surya pamungkas (KSP) saya rasa kurang tepat anda berpendapat bahwa forum ini menebar kebencian/caci maki, karena apa yang disampaikan oleh admin disertakan dengan lampiran berupa ayat-ayat quran dan hadits.

@ki surya pamungkas menulis,
Alangkah baiknya kita saling berbagi kebaikan dan saling mengingatkan dengan cara yang santun....begitu kan ajaran/keyakinan kita semua..

TANGGAPAN ikben:
Setuju bung KSP, tetapi ajaran nabi anda tidak membawa kebaikan bagi para non-muslim. Silahkan anda membaca artikel-artikel yang ada dalam forum ini.

@ki surya pamungkas menulis,
Setiap agama/keyakinan (Islam/Kristen/Katolik/Hindu/Buddha dll) selalu mengajarkan kebaikan dan kebenaran...namun oknum/penganutnya lah yang merusaknya... seakan agama itu buruk ...sungguh menyedihkan.

TANGGAPAN ikben,
Dalam ajaran agamamu dilarang mempunyai pimpinan (atasan) kafir, dan apakah ini suatu ajaran kebaikan dan kebenaran?.

@ki surya pamungkas menulis,
...biarkan lah masing-masing kita meyakini keyakinan masing-masing...marilah berbagi kebaikan dan kearifan..

TANGGAPAN ikben,
Nasehatilah habibmu dan seukuwahmu agar berbagi kebaikan dan kearifan dengan tidak mempertontonkan karakter kemunafikan.
Sudah ada contohnya dengan menghina dan menjelekkan gubernur Ahok sebagai cina kristen yang dianggap tidak layak menjadi gubernur.
ki surya pamungkas
Reply| 14 Apr 2016 08:15:16
Mari kita kirim komentar di forum yang mulia ini dengan kata-kata yang santun...mudah-mudahan bermanfaat
ki surya pamungkas
Reply| 14 Apr 2016 08:13:29
@hans
Mohon maaf...
Banyak orang beragama namun hanya pengakuan lahir saja/KTP tanpa mau mempelajari lebih dalam, sehingga tidak menjadi manusia yang baik dan bermaanfaat bagi manusia lainnya. Bahkan dengan tingkah laku yang buruk..agamanya akan menjadi terfitnah..
Mohon maaf apabila tidak berkenan. terima kasih
ki surya pamungkas
Reply| 14 Apr 2016 08:08:32
@Hana Pwt
Mohon maaf, yang saya maksud kemarin tentang bahasa arab, karena banyak saudara/saudari yang berkomentar dengan mengutip dan menafsirkan al quran hanya dari terjemahan bahasa indonesia nya saja tanpa memahami teks bhs arabnya, karena yang saya tahu kalau hanya ditafsirkan dari terjemahannya tentu saja akan berbeda maknanya sehingga sebaiknya harus mengacu ke teks/bahasa aslinya.

Mohon maaf apabila tidak berkenan. terima kasih
ki surya pamungkas
Reply| 14 Apr 2016 07:57:30
Mohon maaf Saudara-saudara....
Saya jadi prihatin mengapa forum yang mulia ini kok menjadi ajang untuk menebar kebencian/caci maki?...
Alangkah baiknya kita saling berbagi kebaikan dan saling mengingatkan dengan cara yang santun....begitu kan ajaran/keyakinan kita semua..
Setiap agama/keyakinan (Islam/Kristen/Katolik/Hindu/Buddha dll) selalu mengajarkan kebaikan dan kebenaran...namun oknum/penganutnya lah yang merusaknya... seakan agama itu buruk ...sungguh menyedihkan.
Saya berharap dengan saran forum ini... kita semua saling kenal baik damai dan tercerahkan...biarkan lah masing-masing kita meyakini keyakinan masing-masing...marilah berbagi kebaikan dan kearifan..

Mohon maaf apabila tidak berkenan...Terima kasih.
Hana Pwt
Reply| 10 Apr 2016 16:18:52
@rianti

Muslim sebanrnya tidak pernah mengerti ajaran Kristen, apalagi membaca Alkitab, haram. Ajaran Kristen sebenarnya mereka dapati dari tulisan ulama yang kebanyakan mengutip dari buku Ahmad Deedat dan Zakir Naik yang penuh taqia.

Sedangkan ajaran Islam mereka juga tidak mengetahui sepenuhnya karena mereka mengetahui dari ulama. Alquran sebagai sumber ajaran jarang mereka mengerti artinya karena kalimatnya susah dimengerti dan membosankan. Hadist jarang ada bukunya, dan kalau ada mahal harganya.

Mereka membaca Alquran bahasa Arab sampai hafal tapi kagak ngerti artinya , mereka membaca AQ cuma untuk ngalap berkat.... hehehehehehehehehehehe.........................

Karena itulah penjelasan sebaik apapun mengenai agama Kristen mereka tidak akan mengerti, karena itu kita perlu memperlihat ajaran Islam dengan lugas, kapan perlu kasar, baru mereka mengerti. Percuma kita menunjukan daftar pustaka kepada mereka, mereka pasti tidak akan membacanya. Bahkan mereka anggap bohong karena mereka sebenarnya suka taqia. karena suka bohong untuk kebaikan (taqia) mereka menganggap apa yang kita sampaikan dengan baik-baik mereka anggap taqia juga.
rianti
Reply| 08 Apr 2016 14:44:45
@Hana Pwt
memang si pamungkas ini harus dihajar terus dengan argument kita biar otaknya gak kerdil lagi
Hana Pwt
Reply| 04 Apr 2016 19:53:36
@Ki Surya Pamungkas
Banyak orang yang melakukan suatu amal/perbuatan dengan didasari SEMANGAT YANG MENGGEBU namun sangat disayangkan tanpa didasari ILMU AGAMA yang cukup memadai..hasilnya..sangat mengecewakan justru akan menghancurkan AGAMA nya sendiri, menimbulkan fitnah dan kerusakan di mana-mana, salah satunya ISIS, ulama di dunia menolaknya, namun informasi tsb kurang sampai dengan benar sehingga fitnahlah yang didapatkan... oleh karena itu, Saudara-saudaraku yang beriman apapun keyakinan/agama Anda, mari kita sungguh-sungguh mempelajari apa yang menjadi agama/keyakinan kita..jangan setengah-setengah dan jangan cepat puas, mudah-mudahan kita menjadi insan yang terbaik bagi sesama manusia dan dunia seisinya. Amiin. Mohon Maaf apabila tidak berkenan.

Jawab:
Lho... kamu kan pernah bilang untuk mempelajari Islam harus bisa berbahasa Arab. Justru mereka inilah ulama yang sejak brojol mendengar bahasa Arab..... hahahahahahahahahahahahaha.......................

Mereka ngerti apa yang dilakukan oleh Muhammad menghadang rombongan dagang Qurais bukan perang melainkan perampokan, makanya mereka melakukan perampokan.

Mereka mengerti kalau budak itu halal disetubuhi, makanya TKW kita mereka setubuhi, karena TKW kita mereka beli dengan harga mahal dari penyalur tenaga kerja.

Mereka ngerti kalau tangan Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali berlumuran darah untuk menegakan Islam (perang murtadin) dan menaklukan daerah Kafir (Syiria, Mesir, Persia, dll.) agar ke-khalifah-an ditegakan di muka bumi sehingga Islam jadi agama manusia dan nama Alloh tetap dikumandangkan.... Allohuakbarrr...hehehehehehehehehehehe..........

Itulah yang dilakukan oleh ISIS sekarang, tapi sayang yang mereka taklukan bukan Mesir, Persia, Syiria yang berperang menggunakan pedang dan tombak, sehingga kalah mengahadapi jihadis yang tidak kenal takut mati. tapi yang dihadapi adalah teknologi sehingga semangat jihad bunuh diri, dan semangat perang kayak orang gila tidak ada gunanya.... hehehehehehehehehehe......................

Yang dilawan adalah pesawat siluman dan peluru sebesar pohon kelapa, jihad kagak ada gunanya bung.... hahahahahahahahahahaha...................
hans
Reply| 04 Apr 2016 15:06:36
@ki surya pamungkas
artinya tanpa ilmu agama seperti yang kamu punya . islam yang lain tidak bisa masuk surga ... ia kah..?
Si momad69Aisha
Reply| 04 Apr 2016 14:37:34
Dulaimi mengaku sulit hidup berumah tangga sebagai istri kedua. "Sulit bagi dua istri untuk hidup bersama," pungkasnya.

Ungkapan seperti ini TIDAK perlu diherankan, sebab secara alamiah("kodrati") 2istri untuk hidup bersama adalah kehidupan yang melawan MAKSUD("God's will") dari penciptaan manusia itu sendiri.

Matius19:6, mengatakan:"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Mereka bukan lagi dua, melainkan satu, artinya
Yang benar itu adalah 2menjadi1,
dan sama-sekali bukan 3menjadi1 atau 4menjadi1, apalagi 5menjadi1 seperti anjuran Muhammad.

Al-Qur'an-Surah-An-Nisa'(4)ayat3
...dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap(hak-hak)perempuan yatim(bilamana kamu menikahinya),maka nikahilah wanita-wanita(lain)yang kamu senangi:dua,tiga,atau-empat.Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil,maka(nikahilah)seorang saja,atas budak-budak yang kamu miliki.

Melihat kalimat pada"AYAT-SETAN"ini,jelas sekali si pembuat ayat-setan ini tahu persis bahwa bilamana istri lebih dari satu orang,maka ybs. dapat saja berlaku tidak-adil.Mungkin dia sendiri(si manusia cacat-moral ini)"SERING-TIDAK-PERNAH-MAMPU-BERLAKU-ADIL"terhadap 11istri sahnya(belum termasuk 28wanita lainnya yang dikabarkan“tidur”dengan Muhammad).

Ketidakadilan si manusia cacat-moral inipun terbukti,ketika ia mendengar putrinya, Fatimah akan dimadu oleh Ali bin Abi Thalib, Nabi Muhammad saw marah besar dan ia pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru:

Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.

Padahal Al-Qur'an Surah An-Nisa' (4) ayat 3 ini sepenuhnya kreasi dari kebejatan moralnya sendiri.

Saya pikir Al-Qur'an Surah An-Nisa' (4) ayat 3 itu hanya cocok untuk anjing saja dan sama sekali tidak cocok bila diterapkan bagi manusia, kecuali bila kalian ingin senasib dengan Dulaimi.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top