Blog / Cara Jibril Turunkan Wahyu

…. Maka kemudian ketika Jibril datang kepadanya, Rasulullah berkata kepada Khadijah, “Ini adalah jibril yang telah datang menemuiku”. Khadijah berkata; “Kemarilah wahai anak pamanku, DUDUKLAH DIPAHA KIRIKU”. Kemudian Rasulullah melakukannya dan Khadijah berkata, “Apakah dapat melihatnya?”. “Ya”, jawab Rasulullah. Kemudian Khadijah berkata, “Berputarlah dan DUDUKLAH DIATAS PAHA KANANKU.” Rasulullah melakukannya dan Khadijah berkata, “Dapatkah kamu melihatnya?” Ketika Rasulullah mengangguk, dia meminta Rasulullah untuk DUDUK DIPANGKUANNYA. Ketika Rasulullah melakukannya, Khadijah menanyakan apakah Rasulullah masih dapat melihatnya. Ketika Rasulullah mengangguk, Khadijah MEMBUKA BAJUNYA dan MELEMPAR KERUDUNGNYA (hingga telanjang bulat) ketika Rasulullah masih duduk dipangkuannya. Kemudian dia berkata, “Apakah kamu masih dapat melihatnya”. Rasulullah menjawab, “Tidak”. Khadijah berkata, “Wahai anak pamanku, bergembiralah dan berbanggalah, demi Tuhan dia adalah malaikat dan bukan setan”. (Ibnu Ishaq, Sirat Rasulullah, p158)

Banyak sekali kisah mengenai bagaimana wahyu Quran diturunkan, kami akan cuplikkan saja sebagian;

Ibn Sa'd mengatakan, “Pada saat turunnya inspirasi, kecemasan melanda Nabi, dan raut wajahnya nampak gundah gelisah.” Ia melanjutkan, “Ketika wahyu diturunkan pada Nabi, selama beberapa jam ia biasanya menjadi mengantuk seperti orang tertidur. (Majma'uz Zawaa'id with reference to Tabraani)

“Wahyu ilahi datang kepada Rasulallah dimulai dalam bentuk mimpi-mimpi dalam bentuk sinar terang.” (Sahih Bukhari 1:3)

“Aisha, istri Rasulullah melaporkan: (Bentuk) pertama yang memulai wahyu kepada Rasulullah adalah gambaran dalam mimpi. Dan ia tidak melihat gambaran apapun kecuali wahyu yang datang seperti sinar cerah fajar.” (Sahih Muslim 301)

“Nabi mengatakan, ‘Saya berdiri, namun jatuh pada lutut saya; dan merangkak pergi, bahu saya gemetaran.” (Tabari vol.6: p67)

“Wahyu datang kepada rasulullah dan ia diselimuti dengan selembar kain dan Ya'la mengatakan: Bisakah saya melihat datangnya wahyu kepada rasulullah. Ia (Omar) mengatakan: Apakah kau akan senang melihat Rasulullah menerima wahyu. 'Omar mengangkat sudut jubah nabi dan saya melihat padanya dan ia (nabi) terdengar sedang mengorok. Ia (narator) mengatakan: Saya menyangka itu suara onta.” (Sahih Muslim 2654):

“Ketika Jibril menurunkan Wahyu Ilahi kepada Rasulullah, ia menggerak-gerakkan lidah dan bibirnya, keadaan itu sangat menyiksanya dan gerakan itu menunjukkan bahwa wahyu sedang diturunkan..” (Sahih Bukhari 60:451)

“Saya tidak pernah membenci seseorang seperti saya membenci seorang penyair atau seorang kahin (kerasukan). Saya tidak sudi memandang keduanya. Saya tidak akan pernah bercerita kepada suku Quraish manapun tentang wahyu-wahyu saya. Saya akan menaiki sebuah gunung dan melemparkan diri saya dan mati.” (Ibn Ishaq, Sirat Rasulullah, p.106)