Blog / Lailatul Qadar Yang Malang: Sebuah ‘Dimensional Error’ dari Allah, dan ‘Hasil Lupa’ dari Muhammad

Pakar Islam (khususnya Ibn Abbas) mengkaidahkan (baca: mendongengkan) adanya dua lokasi yang berbeda untuk menampung turunnya satu Quran yang sama dari Lauhul Mahfudz! Dan Jibril “diharuskan” bekerja repot dua kali dalam urusan untuk kedua lokasi ini. Lokasi pertama disebut-sebut sebagai dunia langit pertama Bayt Al-‘Izzah (periwayatan lain menyebutkannya Baitul Makmur, berada di langit ke-4, atau ke-3), dimana didongengkan terjadi pen-tanzil-an seluruh Quran sekaligus (tanpa cicilan). Dan selanjutnya dari sana (entah berapa lama tertahan disana) barulah diturunkan sekali lagi wahyu cicilan bertahap kepada Muhammad di dunia selama 23 tahun! Ini adalah mitos gila yang membodohi umat tanpa merujukkan satupun bukti atau referensi.

 

By Ram Kampas

Sepertiga penggalan waktu dari keseluruhan puasa Ramadhan biasa dirujukkan sebagai malam Lailatul Qadar, yaitu malam kemuliaan, atau malam sepenuh-penuh berkah bagi Muslim yang dapat menemukan malam misterius itu. Muslim percaya bahwa di malam bulan Ramadhan itulah terturun wahyu Allah yang pertama kepada Muhammad, yang kejadiannya tertuang dalam Surat Al Qadr 97:

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada (malam) lailatul-qadar”.

2. Dan tahukah engkau apakah lailatulqadar itu?

3. Lailatulqadar itu  lebih baik dari seribu bulan.

4. Malaikat-malaikat dan Ruh turun padanya dengan izin Tuhannya membawa segala perintah.

5. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar”.

 

Kejadian Lailatul Qadar ini tentu hanya terjadi satu kali, dimana Al-Quran diturunkan untuk pertama kalinya, dengan sepenuh kemuliaan para malaikat yang menurunkannya.

Akan tetapi keterangan ini telah membingungkan semua ahli Islam. Ia bukan sekedar malam penuh kemuliaan, melainkan juga malam penuh dengan kegelapan misteri. Betapa tidak! Malam Lailatul Qadar diklaim Muslim sebagai saat dimana Quran diturunkan pertama kalinya tanpa tercari kapan turunnya. Tetapi kejadian yang menimpa Muhammad di gua Hira (bukan malam tapi siang) di tahun 610 M, juga dianggap sebagai saat dimana beliau menerima wahyu yang paling pertama diturunkan. Kedua peristiwa itu jelas berlainan ruang dan waktu dan detil kejadian!

Lima ayat yang diturunkan bukan seperti Surat 97 diatas, melainkan, dalam Surat 96 (Al-Alaq) sbb:

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

 

Quran Surat 97 mengatakan bahwa wahyu-pertama TELAH diturunkan oleh seangkatan para malaikat dan Ruh, secara ramai-ramai di malam penuh kemuliaan, entah kepada siapa waktu itu (awas, Muhammad total absen disitu). Sementara yang diturunkan di gua Hira itu (Surat 96) dilakukan oleh hanya  seorang “Ruh” secara diam-diam, tanpa gegap gempita dari malaikat lainnya. Dan itu diturunkan kepada pribadi Muhammad yang memang ada di Hira situ. Yang satu dicirikan sebagai wahyu kemuliaan, penuh sejahtera, bernilai melebihi 1000 bulan, sementara yang di gua Hira justru tanpa ciri kemuliaan apapun kecuali malah bercirikan teror, cekikan Ruh yang mengerikan bagi Muhammad!

Mencoba menyerasikan kekusutan ayat-ayat Allah ini, maka pakar Islam (khususnya Ibn Abbas) mengkaidahkan (baca: mendongengkan) adanya dua lokasi yang berbeda untuk menampung turunnya satu Quran yang sama dari Lauhul Mahfudz! Dan Jibril “diharuskan” bekerja repot dua kali dalam urusan untuk kedua lokasi ini. Lokasi pertama disebut-sebut sebagai dunia langit pertama Bayt Al-‘Izzah (periwayatan lain menyebutkannya Baitul Makmur, berada di langit ke-4, atau ke-3), dimana didongengkan terjadi pen-tanzil-an seluruh Quran sekaligus (tanpa cicilan). Dan selanjutnya dari sana (entah berapa lama tertahan disana) barulah diturunkan sekali lagi wahyu cicilan bertahap kepada Muhammad di dunia selama 23 tahun!

Ini adalah mitos gila yang membodohi umat tanpa merujukkan satupun bukti atau referensi. Dari mana seorang Ibn Abbas bisa mendapatkan WAHYU GAIB yang lebih besar dari Quran-nya Muhammad? Sayangnya dongeng al-qadar terputus sampai kesitu. Tak ada jawaban berapa lama wahyu transit itu tersangkut di dunia-langit, dan untuk apa ia ditransitkan disitu!? Tetapi Muslim perlu disadarkan bahwa apa yang diajarkan oleh para Ulama ini bisa-bisa lebih jahat daripada dirinya menjadi kafir! Sebab ajaran semacam ini melampaui batas spekulasi, dan sangat menghujat maha-efisiensinya karya Allah yang mengharuskan Jibril cs. untuk bekerja dua kali ulang dalam estafet penurunan Al-Quran. Lalu apakah ini masih bisa disebut sebagai “wahyu-langsung” dari Allah kepada Muhammad? Dan bagaimana bandingannya dengan wahyu langsung Tuhan Alkitab kepada SEMUA nabi Israel? Kenapa prosedur transito itu hanya diberlakukan Allah bagi Quran tetapi tidak bagi Taurat, Zabur dan Injil? Adakah prosedur pewahyuan terdahulu itu kalah mutu sehingga perlu dirubah? Padahal selalu dikatakan bahwa  Allah tidak membeda-bedakan Kitab-Nya? Bahkan semua Muslim dan non-Muslim tentu saja mengharapkan bahwa cara turun pewahyuan Al-Quran harus lebih “canggih” ketimbang Alkitab, karena itu merupakan wahyu terakhir-Nya.

Oh, Semua kedengarannya teramat rumit, spekulatif dan kontradiktif.

Kalau Ulama mau ngotot berspekulasi, lebih baiklah mereka menganggap lailatul qadar itu sebagai vision mimpi Muhammad yang dilahirkan dari sebuah fantasi yang lalu dianggap wahyu. Itu lebih make sense. Apalagi detil message-nya sendiri memang mengesankan kosongnya pesan intrinsik Allah yang seharusnya paling signifikan dalam malam qadar yang begitu “mulia” itu. Tidak ada yang terlalu khusus, kecuali sebentuk teka-teki! Bahkan ketika Allah sendiri bertanya “Tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu?” Ia tidak menjelaskannya pokok pertanyaan-nya kecuali menjawab dengan membuat teka-teki baru: Lailatulqadar itu lebih baik dari seribu bulan! yaitu melebihi (better/excel than) 83 tahun! Teka-tekinya adalah: Apanya yang melebihi 83 tahun? Baiknya? Mulianya? Berkatnya? Semuanya? Perhatikan betapa Allah telah membuat sebuah WAHYU BLUNDER ketika “baiknya (?) lailatulqadar telah Allah ukur dengan unit-waktu, dan bukannya dengan unit-kualitas untuk kehidupan atau keselamatan kekal! Ini yang disebut sebagai “kesalahan dimensional”, yang mustahil bisa disalah-ucapkan oleh Allah ditengah arasy kemuliaanNya. Ini sama konyol dan fatal seperti yang ditunjukkan pada ilustrasi dibawah ini:

 

Ukuran/unit Dimensi baku yang Allah ciptakan untuk setiap entitas telah dikacau balaukan oleh Allah sendiri, dimana Muslim kini seolah diajak untuk ramai-ramai  “Melihat Rasa, dan Mengecap Suara”!! Bukankah hal ini juga terjadi pada kronologi urutan ayat dan surat Quran yang telah dikacau balaukan Muhammad sehingga wahyu yang tadinya diturunkan Jibril secara kronologis, malah diacak ulang lebih jauh oleh Zayd dan Khalifah Utsman? Sedemikian kacaunya sehingga unit wahyu  pertama Quran kok bisa-bisanya ditempatkan pada surat urutan ke-96, dll. How come?

Dan ternyata Muhammad juga tidak mau ketinggalan dalam “meniru” kesalahan fatal yang dibuat oleh Allahnya. Beliau yang dipercayakan Allah untuk menerima dan meneruskan wahyuNya tiba-tiba lupa kapan malam qadar itu terjadi! Lebih dari itu, beliau bahkan tidak merasa bertanggung jawab untuk menyampaikannya yang lebih runut kepada umatnya, melainkan memerintahkan mereka semua untuk mencari tanggal malam qadar itu, sendiri-sendiri, demi berkatnya masing-masing!

“… dua orang Muslim sedang berbantahan. Maka Nabi bersabda, “Saya keluar untuk mengabarkan tentang terjadinya malam qadar, tetapi si anu dan si anu sedang bertengkar, maka kabar tentang hal itu telah diambil; dan boleh jadi hal itu adalah baik untuk kalian. Maka carilah pada malam ke 9, ke 7, atau ke 5 dari 10 hari terakhir dari Ramadhan” (Bukhari, vol.8, buku 73, no. 75).

 

Dalam versi lain, dikatakan Nabi… maka aku jadi lupa. Mudah-mudahan kelupaan itu berguna untuk Anda sekalian. Maka carilah malam qadar itu di malam ketujuh, kesembilan dan kelima” (HSB I/ 41)].

Akibat dari kelupaan Muhammad, Imam Al-Nawawi merangkumkan pelbagai pendapat para ahli tentang KAPAN TERJADINYA LAILATUL QADAR:

1. Umumnya berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada penghujung 10 malam terakhir Ramadhan.

2. Sebagian menganut Lailatul Qadar dalam malam-malam ganjil bulan Ramadhan.

3. Ada yang berpendapat itu terjadi pada malam ke-27, ke-23, dan ke-21.

4. Tetapi Ubay ibn Ka’b bersumpah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam kedua puluh tujuh (HR Al-Tirmidzi).

5. Dan yang paling menantang adalah pendapat kalangan Syiah yang menganut bahwa Lailatul Qadar sudah tidak ada lagi! Kosong di kalender! Alasannya? Rasulullah sendiri telah lupa tentang waktu Lailatul Qadar!

6. Ibn Hajar dalam Fath Al-Bari menegaskan bahwa ada 40 pendapat berbeda tentang waktu Lailatul Qadar (!) diantaranya adalah bahwa waktu Lailatul Qadar tidak akan terjadi lagi, karena cuma sekali itu sajalah. (satu kali itupun entah terjadinya di hari “anu” yang mana. Jadi apa yang mau dicari lagi dalam puasa Ramadhan?).

 

Akhirnya, diatas semua keanehan dan kekacauan ini – yang tidak usah kita teruskan lagi — para sarjana Islam dipaksa menyerah terhadap satu “kontradiksi-mati” yang tidak bisa dijawab apa-apa lagi atasnya, yaitu kontradiksi yang diciptakan oleh ayat pokoknya sendiri: “Sesungguhnya, Kami telah menurunkannya pada malam qadar” (ayat 1).

Cobalah Anda bertanya: “Kapan wahyu itu mulai ditransfer dari Lauhul Mahfudz kepada Nabi, apakah setelah kenabiannya atau sebelumnya?”

Jikalau kalimat Allah ini disabdakan disaat Quran memang telah selesai diturunkan (past perfect) pada malam qadar, maka Kalimat tersebut (ayat 1 tersebut!) pasti diluar bagian dari Quran (yang telah selesai terturun), yang langsung berarti belum selesai diturunkan bagi Muhammad. Tetapi dalam kenyataannya kalimat ini telah terturun kepada Muhammad yang menjadi bagian dari Quran! Inilah yang disebut sebuah “kontradiksi-mati”.

Nasr Hamid Abu Zaid – pakar hermeneutik Al-Quran yang paling tersohor –mengkhawatirkan isu ini bisa berkembang sampai tak terkendali ketika ia berkata: “Ini akan menyebabkan hancurnya konsep ‘sifat azali’ kalam Allah, dan akan menghancurkan semua konsep ini dari akar-akarnya” (Textualitas Al-Quran, p.121). Maka tidakkah transito lailatul qadar di langit-dunia itu hanyalah sebuah fantasi Muhammad belaka? Atau kalau tidak, maka ia malahan menghancurkan Kalam Allah itu sendiri?

Dalam kekacauan dan hiruk pikuk ketidak-pastian yang diciptakan baik oleh Allah maupun oleh nabiNya, Muslim di penghujung Ramadhan ini kembali diharuskan bertaqwa, nrimo, demi bisa menubruk berkah yang tersembunyi ajaib pada Malam Berkah Seribu Bulan. Wah, mudah-mudahan saja mereka tidak menemukan sesuatu yang kosong di kalender sehabis lapar sebulan penuh, walau hal tersebut amat jauh panggang dari api…


Add a Comment
| 417
Peter
Reply| 10 Aug 2016 03:07:30
@Danielsan
Si tolol ini lucuuuuu.... :-)
@orang dah bahas pake sumber dr islam sendiri tp masih aja dibil disuapi, wkwkwk
Gagal otak absolut.... :-)

Lu sendiri ngoceh pake asumsi sendiri dgn pembenaran diri, lu anggap benar :-)
Muslim dah dicekoki ayat ayat setan shg gk tau itu bener apa salah :-)

Isis menggunakan ayat2 keadaan perang itu buat melegalkan kehendaknya sekarang...
Berbagai keadaan dan alasan bisa dibuat utk membuat keadaan perang toh... :-)
Ikben
Reply| 10 Aug 2016 00:04:28
@Danielsan menganggap berbohong dalam tiga perkara adalah lumrah sebab sang nabi gua hira menyatakan demikian, padahal berbohong itu adalah adalah sifat iblis.

Karena itu tidaklah heran bila para pengikut sang nabi gua hira akan seperti iblis kelakukannya saat ajaran nabinya dikritik.
Anton
Reply| 09 Aug 2016 17:30:24
@Danielsan
Kamu ini asal nyerocos saja. Yang disembah kristen itu Tuhan sejati. Enggak ada orang kristen yg bilang Tuhan itu ada banyak, klo ada yg bilang seperti itu maka dia bukan orang kristen.
Sudah jelas kamulah yg enggak berilmu.

Soal Musa berpoligami, jelas kamulah yg keliru. Kusy itu bahasa Ibrani untuk orang2 berkulit gelap/hitam. Orang2 Midian itu berkulit gelap/hitam. Rehuellah Zipora istri Musa itu orang Midian. Jadi yg dimaksud perempuan Kusy di bilangan 12:1 itu Rehuellah Zipora. Jelas Musa itu tidak berpoligami.
Sudah jelas kamulah yg tidak tahu alkitab.
Alquran diturunkan hanya untuk memuaskan kaum sesat.

Memangnya klo muhamnad dimasukkan kedalam deretan tokoh2 berpengaruh didunia berarti muhammad benar2 tokoh nyata? Jelas itu adalah cara berpikir yg bodoh.

Sosok Yusuf tidak ada di alquran, tapi di alkitab jelas ada. Jika kamu menganggap isa adalah Yesus, maka kisah Yesus di alkitablah yg bisa dipercaya, karena kisah Yesus di alkitab berdasarkan bukti2 dan saksi2.

Enggak ada tuh kaum Yesus yg menganggap Yesus lahir dari hubungan biologis Yusuf dan Maria, juga tidak ada anggapan dari kaumnya klo Yesus lahir dari zinah.
Jelas kamulah yg disuapin oleh netter2 kristen.
Koboi
Reply| 26 Jul 2016 11:01:31
@Danielsan

mohon jangan pakai argument anda sendiri.. bung @orang aja memakai dalil atau sumber dari islam sendiri dengan tulisan2 para ulama atau para sahabat nabi sendiri, masa anda yang dikatakan islam sejati kalah dengan @orang??

jika dilhat ke valid an nya jelas tulisan @orang lebih valid dibanding tulisan danielsan karena tulisan @orang menyertakan sumber2 quran,hadist,buku2 tafsiran dan sirat nya.. sedangkan danielsan cuma argument sendiri hahahaha... ketahuan bangat yang asbun sama yang berintelek..
Danielsan
Reply| 25 Jul 2016 09:25:50
@orang

Kalau tetap aja mainset berfikirmu bahwa ajaran Islam salah, tidak baik, teroris, dsb, seperti kebanyakan kristian di sini, maka ayat2 muhkam yg sudah jelas maksudnya tetap saja menjadi kabur dan kamu artikan sesuai mainset berfikirmu, apalagi terhadap ayat2 mutsyabihat. Berdiskusi dg mainset seperti itu hanya melelahkan sy untuk terus menerus menyuapinya. Maaf ya, bro.
Koboi
Reply| 25 Jul 2016 09:21:35
@orang

Makasih om sudah jelaskan.. Dan benarkan saya katakan ayat quran adalah muka yang mempunyai 2 wajah.. Moga saja.. Danielsan mau sanggah penjelasan @orang makasih..
Danielsan
Reply| 25 Jul 2016 07:51:39
lanjut ..
@orang

2. Berbeda perlakuan hukum terhadap mereka yg memusuhi/memerangi Islam dg orang yg tidak memushi/memerangi Islam

3. Surat at-Taubah berisi ketetapan hukum dalam peperangan, maka tidak logis bila ayat2 tentang perang diberlakukan dalam kondisi damai atau diberlakukan terhadap orang2 yg tidak memerangi Islam.

4. Kafir dzimmi adalah non muslilm yg hidup dalam Negara yg bersyariat Islam. Kewajiban Negara adalah melindunginya dari segala ancaman dari dalam (termasuk dari muslim) dan luar negara. Mereka wajib membayar jizyah sebagai kompensasi atas fasilitas yg diberikan oleh Negara, sedangkan muslim diwajibkan membayar zakat.

5. Islam melarang berbohong, kecuali dalam 3 perkara: 1. Dalam peperangan boleh berbohong untuk memperdaya lawan. 2. Mendamaikan orang yg bertikai. 3. Suami berbohong untuk menyenangkan istri.

Saya kira 5 poin itu sudah menjawab postingan anda.
Danielsan
Reply| 25 Jul 2016 07:49:49
@orang

Saya sangat mengapresiasi keseriusan kamu sehingga memosting dg panjang lebar. Ada beberapa hal yang perlu kamu fahami tentang syariat Islam.

1. Syariat/hukum dalam Islam baik yg dijelaskan dalam al-Quran maupun hadist adalah bersifat umim sampai ada ayat yg mengecualikannya. Perintah berbuat baik, berlaku adil, larangan berbuat keji, mungkar, dan permusuhan bersifat umum terhadap siapa saja tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan.

Suarat an-Nahl: 90 dan an-Nahl: 91 berbicara mengenai syariat yg berbeda.. An-Nahl: 90 sebagai ketetapan hukum larangan berbuat keji, mungkar, dan permusuhan, sedangkan an-Nahl: 91 sebagai ketetapan hukum wajibnya memenuhi sumpah atas nama Allah.

Ayat2 al-Quran turun kadangkala adanya sebab (asbabun nuzul) kadangkala tanpa sebab. Ada sebab ataupun tidak ada sebab ketetapan hukumnya bersifat umum sampai ada ayat yg mengecualikannya. Hukum perintah berbuat adil itu bersifat umum terhadap siapa saja, karena tidak ada ayat lain yg mengecualikannya, bahkan di ayat lain lebih ditegaskan lagi, Allah berfirman.

"Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Maa’idah: 8)

bersambung ...
orang
Reply| 24 Jul 2016 20:27:55
@Danielsan
lanjutan 2

Buku Shahih Al-Lu’lu’ Wal Marjan (terjemahan Lengkap Kumpulan Hadits Bukhari Muslim (Muttafaq ‘Alaih)
Penulis: Dr Muhammad Fuad Abdul Baqi
Penerjemah: Abdul Rasyad Shiddiq
Penerbit: Akbar Media, Jakarta, 2011
Pada halaman 478-

KiTAB JIHAD DAN STRATEGINYA
1. Bab Boleh Menyerang Orang orang Kafir yang sudah Mendengar Dakwah Islam Tanpa perlu Memberitahu Terlebih Dahulu untuk Menyerang

(1129). ----Hadis Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi saw pernah menyerbu Bani Musthaliq. Mereka sedang terlena saat member minum ternak ternak mereka di daerah sebuah mata air. Beliau membunuh mereka yang memerangi dan menawan yang tidak ikut memerangi termasuk di antaranya ialah Juwairiyah binti Al Harits, dan saat itu Abdullah bin Umar dalam pasukan tersebut.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Kitab Memerdekan Budak. Bab orang yang memiliki seorang budak Arab.

2. Bab Boleh Menggunakan Tipu Daya dalam Peperangan

(1134).---Hadis Jabir bin Abdullah Ra., ia berkata , Nabi saw bersabda, “Peperangan itu tipu daya.”
Diriwayatkan oleh Al bukhari, Kitab Jihad, Bab Peperangan adalah tipu daya

3. Bab Hukum Harta Fa’I (halaman 485)

(1146).---Hadis Umar Ra., ia berkata, “Harta benda Bani Nadhir adalah termasuk pemberian allah kepada rasulnya, yaitu hasil rampasan orang orang Islam yang tidak perlu didapat dengan naik kuda atau unta. Harta rampasan tadi khusus untuk Nabi saw. Beliau menafkahkan buat isteri isterinya selama satu tahun. Selebihnya beliau pergunakan untuk memperbanyak perlengkapan perang berupa kendaraan dan senjata pada jalan allah.”
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Kitab jihad dan strategi perang . Bab orang yang menggunakan perisai temannya.


Dan masih banyak hadis hadis yang isinya tidak ada yang baik
orang
Reply| 24 Jul 2016 20:26:53
@Danielsan

lanjutan 1.

Saya akan mengutip hadis yang anda tulis

Rasulullah bersabda,
"Barangsiapa membunuh seseorang dari kafir dzimmah, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga padahal baunya surga bisa didapati dari perjalanan 70 tahun." (HR. Ahmad & Nasa’i)

"Kasihilah orang-orang yang berada di atas bumi, niscaya Dia (Allah) yang berada di atas langit akan mengasihi kamu." [HR. at-Tirmidzi, no. 1924]

Ke dua hadis tsb masuk dalam kutubus sittah dan merupakan hadis yang berisi sunnah karena merupakan ucapan muhammad
Lalu kita bertanya :
1. DALAM RANGKA APAKAH MUHAMMAD dalam ke dua hadis tsb?
2. Apakah Muhammad sedang menjelaskan suatu ayat ayat AQ?
3. Apakah hadis tsb berisi kebaikan?
4. Apakah hadis tsb tidak berkontradiksi dengan hadis hadis yang lain?

Saya akan mnulis lagi hadis yang ini

Rasulullah bersabda,
"Barangsiapa membunuh seseorang dari kafir dzimmah, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga padahal baunya surga bisa didapati dari perjalanan 70 tahun." (HR. Ahmad & Nasa’i)

Kita bertanya apa yang dimkasud dengan kafir dzimmah ini?

artinya adalah kafir yg mendapatkan keamanan dari pihak muslim. Juga dipahami sebagai orang yang telah mendapatkan janji umat islam atas keamanan dirinya

Yang menjadi pertanyaan adalah KENAPA HARUS MENDAPATKAN KEMANAN DARI PIHAK MUSLIM?
Berarti adanya suatu kecenderungan TIDAK AMAN bila mendiami daerah yang mayoritas/keuasaan islam

Di sini jelas para kafir akan mendapat keamanan dari serangan/gangguan kaum muslim sendirin
Tentu saja dasar mereka aman di tempat tsb karena membayar upeti

Jelas hadis ini tidak ada unsur kebaikan sama sekali


bersambung
orang
Reply| 24 Jul 2016 20:02:59
@Danielsan

Nah sekarang kita akan membahas hadis yang anda tulis
Tapi ijinkan saya untuk menuliskan mengenai hadis

Buku: Ensiklopedia kitab-Kitab Rujukan hadis
Penulis: DR. Muhammad Az-Zahrani
Penerjemah: Muhammad Rum, MA
Penerbit: Darul Haq, Jakarta
Cetakan I: Jumadal Ula 1432 H./April 2011 M.
Pada Halaman 125-

Al-Hafizh Abu al-Hajjaj al-Mizzi (742 H) berkata, "Adapun sunnah, maka Allah telah memberikan taufik kepada para huffazh yang pandai dan jenius, para pemurni hadits yang kritis, yang telah membuang semua penyimpangan orang-orang yang melampaui batas dari sunnah, penjiplakan kaum pendusta dan takwil orang yang bodoh. Mereka telah memvariasi dalam penulisan karya ilmiah dan menggunakan teknik dalam mengkodifikasinya pada segala bidang dan berbagai bentuk, sebagai upaya untuk menjaga sunnah dan karena kekhawatiran dari hilangnya sunnah. Di antara kitab yang terbagus penulisan dan penyusunannya, paling banyak benarnya dan sedikit kesalahannya, paling meluas umum manfaatnya dan paling banyak faedahnya, palin besar barakahnya, paling mudah kesukarannya, paling baik penerimaannya di sisi orang yang pro dan kontra dan paling penting posisinya di kalangan semua orang, adalah

1. shahih Abu Abdullah Muhammad bin Isma'il al -Bukhari,

2. Sahih Abu Huasain Mualim bin Hajjaj an-Naisaburi,

3. kemudian disusul kitab as-Sunan karya Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats as-Sijistani,

4. kitab alJami' karya Abu;Abu Isa Muhammad bin 'Isa at-Tirmidzi

5. kitab as-Sunan karya Abu Abdurrahman Ahmad bin Syu'aib an-Nasa'i, dan

6. kitab as-Sunnah karya Abu Abdullah Muhammad bin Yazid yang dikenal dengan Ibnu Majah al-Qaswini, walaupun dia tidak sampai kepada derajat mereka (di atasnya)

bersambung
orang
Reply| 24 Jul 2016 19:58:05
@Danielsan
lanjutan 5

(Qs. at-Taubah:6) adalah ayat madinah dan tidak ada satu ayatpun dalam surat at taubah yang berisi kebaikan
coba anda lihat ayat ayat sebelumnya

"(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya, (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin, yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)." – (QS.9:1)

"Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi, selama empat bulan, dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan melemahkan Allah, dan sesungguhnya, Allah menghinakan orang-orang kafir." – (QS.9:2)

"Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya, kepada manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya, berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakan kepada orang-orang kafir, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih." – (QS.9:3)

"kecuali orang-orang musyrikin, yang kamu mengadakan perjanjian (dengan mereka), dan mereka tidak mengurangi sesuatupun, (dari isi perjanjian)mu, dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya, sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa." – (QS.9:4)

"Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin, di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang." – (QS.9:5)

"Dan jika seseorang dari orang-orang musyrikin itu, meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia, supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia, yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka, kaum yang tidak mengetahui." – (QS.9:6)

Dengan melihat ayat ayat sebelumnya anda akan tahu bahwa QS At Taubah: 6 bukanlah ayat kebaikan tapi ayat jahat
orang
Reply| 24 Jul 2016 19:53:04
@Danielsan
lanjutan 4

QS Al Maidah: 32 adalah ayat madinah dan kita akan mencari adakah hubungan dengan ayat sebelum dan sesudahnya dan saya ambil ayat QS Al MAidah 33 yang juga mempunyai hubungan dengan QS Al MAidah: 32

"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya, telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami, dengan (keterangan-keterangan) yang jelas, kemudian banyak di antara mereka. sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas, dalam berbuat kerusakan di muka bumi." – (QS.5:32)

"Sesungguhnya, pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal-balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar," – (QS.5:33)

Lalu kita melihat asbabun nuzul dari QS Al MAidah: 33

Buku :Sebab turunya ayat al quran
Penullis: Jalaluddin As-Suyuthi
Penerjemah: Tim Abdul Hayyie
Penerbit: Gema Insani, Depok, 2013
halaman 224

Sebab turunnya ayat
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Yazid bin Abi Habib bahwa Abdul Malik bin Marwan mengirim surat kepada Anas untuk menanyakan tentang ayat,
"Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya...."
Anas membalas surat tersebut dan memberi tahunya bahwa ayat ini turun pada orang-orang Urniy. Yaitu ketika mereka keluar dari Islam, membunuh penggembala, dan membawa untanya....
Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan dari Jarir hadits yang serupa dengannya.
Abdurrazzaq juga meriwayatkan dari Abu Hurairah hadits yang serupa.


Jadi jelaslah ayat ini tidak mengandung kebaikan tapi upaya muhammad utk menghukum orang yg tidak menerimanya


bersambung
orang
Reply| 24 Jul 2016 19:39:14
@Danielsan
lanjutan 3

Lalu kita akan mencari asbabun nuzul dari ayat di atas dalam konteks apa ayat ini sebenarnya

Buku :Sebab turunya ayat al quran
Penullis: Jalaluddin As-Suyuthi
Penerjemah: Tim Abdul Hayyie
Penerbit: Gema Insani, Depok, 2013
halaman 565-567

"Allah tidak melarangkamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang- orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8)

Sebab turunnya ayat
Imam Bukhari meriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar yang berkata, "Suatu hari, ibu saya mengunjungi saya. Ketika itu, ia terlihat dalam kondisi cenderung (kepada Islam). Saya lalu bertanya kepada Rasulullah tentang apakah saya boleh menyambung silaturahmi dengannya? Nabi saw. lalu menjawab, 'Ya, boleh.' Berkenaan dengan kejadian inilah, Allah lalu menurunkan ayat ini."506
Imam Ahmad dan al-Bazzar meriwayatkan satu riwayat, demi- kian juga dengan al-Hakim yang menilainya shahih, dari Abdullah ibnuz-Zubair yang berkata, "Suatu ketika, Qatilah datang mengunjungi anaknya, Asma binti Abu Bakar. Abu Bakar telah menalak wanita itu pada masa jahiliah. Qatilah datang sambil membawa berbagai hadiah. Akan tetapi, Asma menolak untuk menerimanya dan bahkan tidak membolehkannya masuk ke rumahnya sampai ia mengirim utusan kepada Aisyah imtuk menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah. Aisyah lalu memberitahukannya kepada Rasulullah. Beliau lantas menyuruh Asma untuk menerima pemberian- pemberian ibunya tersebut serta mengizinkannya masuk ke dalam rumahnya. Allah lalu menurunkan ayat, 'Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama....'"

berdasarkan asbabun nuzul di atas jelaslah apa yang dimaksud berbuat baik yaitu
1. bila ada orang dapat mengajak orang lain masuk isllam
2. masalah pemberian hadiah kepada dari seorang ibu kepada anaknyanya sendiri

Jadi ternyata hal hal baik yang disebutkan hanyalah diantara komunitas islam sendiri

bersambung
orang
Reply| 24 Jul 2016 19:31:01
@Danielsan
lanjutan 2

Kita lanjutkan kepada QS Mumtahanah: 8-9 yang merupakan ayat medinah
Saya akan tuliskan ayatnya

"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama, dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." – (QS.60:8)

"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu, orang-orang yang memerangi kamu, karena agama, dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." – (QS.60:9)


bersambung
orang
Reply| 24 Jul 2016 19:21:26
@Danielsan
lanjutan 1


Saya akan mengurai satu satu ayat yang anda tulis

Kita muai dari surat An Nahl: 90

Apakah ayat ini berdiri sendiri?
Lalu kita melihat ayat sebelum dan sesudahnya
Nampaknya QS An Nahl ini berhubungan dengan QS Nahl: 89 dan 91

Saya akan tulis ayat ayatnya

"(Dan ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi (rasul) atas (perbuatan) mereka, dari (kalangan) mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat, bagi orang-orang yang berserah diri." – (QS.16:89)

"Sesungguhnya Allah menyuruh (manusia) berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi (sedekah) kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu (manusia), agar kamu dapat mengambil pelajaran." – (QS.16:90)

"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah, apabila kamu berjanji, dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat." – (QS.16:91)

Berdasarkan ke 3 ayat ini lalu kita hubungkan ke asbabun nuzulnya

Buku :Sebab turunya ayat al quran
Penullis: Jalaluddin As-Suyuthi
Penerjemah: Tim Abdul Hayyie
Penerbit: Gema Insani, Depok, 2013
halaman: 332

QS An Nahl: 91

"Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat." (an-Nahl: 91)

Sebab turunnya ayat
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Buraidah, katanya, "Ayat ini turun tentang baiat Nabi saw..

Nah jelaslah bahwa QS An Nahl: 90 sebenarnya tidak mengandung kebaikan tetapi hanya demi kepentingan muhammad dimana dikatakan baik bila menerima muhamma sebagi rasul

Bersambung
orang
Reply| 24 Jul 2016 19:08:35
@Danielsan

Anda menuiskan ayat ayat kepada bro @koboi yang anda sangka adalah ayat ayat yang baik. Untuk itu saya akan kumpulkan ayat ayat yang anda tulis tsb

1. (Qs. al-Mumtahanah: 8-9)
2. (Qs. al-Maidah: 32)
3. ( QS An-Nahl: 90)
4. (Qs. at-Taubah:6)

Melihat ke 4 ayat tsb yang tertulis dalam nama surahnya maka saya akan mengelompokkan ayat ayat mana yang menjadi ayat madaniyah dan ayat mana yang menjadi ayat ayat makiyah

ayat ayat maadinah:
1. QS at-Taubah: 6 mempunya urutan kronologis 113 dari 114 surat AQ
2. QS al Maidah: 32 mempunyai urutan kronologis 112 dari 114 surat AQ
3. Mumtahanan : 8-9 mempunyai urutan kronologis 91 dar
i 114 surat

ayat ayat mekkah
1. QS an Nahl: 90 mempunyai urutan kronologis ke 70 dari 114 surat AQ


Nah dari ke 4 ayat yang anda tules jelas hanya 1 ayat yang merupakan ayat makiyah sedangkan ke 3 ayat yang lain adalah ayat madinah

Seperti yang anda ketahui bahwa muhammad ketika di mekkah belumlah berkuasa sedangkan ketika di medinah sudah mempunyai kuasa dan mempunyai pasukan
Tentu saja ketika di medinah ayat ayat yang dibuatnya bertujuan memaksakan agar orang orang masuk islam

bersambung
JANGAN GITU AH
Reply| 24 Jul 2016 18:15:49
@Danielsan
Tidak lolos moderasi what? Hihihi noooh baca di bawah dong...itu tuh yang saya maksud, dah nginep 1 malam di meja admin. Lihat dan baca dua posting saya sebelum posting permintaan saya.. dah dipajang tuh bersamaan harinya...wkwkwk...MATAMU AJA YG GAK BISA BACA...buta yak? Hihihi
JANGAN GITU AH
Reply| 24 Jul 2016 18:06:47
@Danielsan
Wkwkwk...sembarangan menyebut lari lari dari Muhammad ke Ibrahim. Kelihatan nih dari tempat saya otakmu kosong melompong. Lha orang fokusnya tetap pada Muhammad dan otentisitas keberadaanya. Baca itu pakai mata, jangan pakai dengkul. Di bagian akhir tetap saja sy kembali mempertanyakan Muhammad, apakah dia nyata atau siluman...nah karena kebiasaanmu baca pakai dengkul, maka jadilah menyebut orang lari lari wkwkwk...

Adapun ibrahim hanya satu sampel untuk menunjukkan klaim mu ngawur. Kau mengklaim bahwa hadits adalah berisikan ilmu pengetahuan ilmiah satu satunya yg mampu memverifikasi kebenaran masa lampau. Ya jelas kau itu pongah dan sesumbar. Bagaimana mungkin hal itu benar sementara kebenaran kisah para nabi masa lampau tak satu pun tak dapat diverifikasi berdasarkan rantai perawinya mengingat semua rantai itu mentok sampai Muhammad doang. Mau lu katakan muttawatirlah, hasan lah apa lah...tidak akan mengubah fakta semuanya mentok pada satu nama, yaitu Muhammad.

Bagaimana mungkin hadits memverifikasi kisah ibrahim, misalnya, yang mengklaim membangun kabah. Lha rantai perawi cerita itu dari Ibrahim sampai Muhammad pada menguap kemana? Wkwkwk...manusia sok ilmiah...wkwkwk..dalam hal prinsipil menguji validitas suatu cerita sahih tidaknya yg dikisahkan Muhammad berdasar kontinuitas perawi dari nabi nabi ke Muhammad, al hadits gagal dan patut dipertanyakan, kog ke gr an mengklaim sebagai alat paling ilmiah? Halloooow kamu dungu ya?

Yang digugat orang bukannya dijawab, malah lari kesoal hadits. Pakai klaim hayal lagi. Agama mu cuma dongeng nak! Kalau bukan dongeng, mana bukti arkeologi seperti yang saya pertanyakan kemarin?

Dan kau pun membenarkan kog kalau islam itu bukan sejarah yang dapat diverifiksi. Lucunya saya sebut dongeng gak terima. Kan sama aja dengan dongeng si kancil yang bukan bagian sejarah. Sama sama tidak punya jejak sejarah. Hihihihi
Koboi
Reply| 24 Jul 2016 15:18:43
@Danielsan

Ayat diquran tidak bisa dipercaya.. Apa buktinya? Seperti pernyataan anda berkata bahwa amrozi cs salah karena menentang alquran Benarkah demikian? Itulah muslim mempunyai 2 wajah..Sekarang gini Adakah fatwah dari para ulama mengatakan untuk amrozi cs dengan fatwah sesat? Dan apakah anda belum menonton amrozi cs setelah dieksekusi mati oleh negara bagaimana mereka dielu2kan sebagai pahlawan islam? Dan yang barusan terjadi diposo ketika santoso ditembak mati apakah mereka dinggap bukan islam? Mereka dikatakan pahlawan islam coy.. Jika anda mau perang dengan musuh islam kenapa membunuh dan meneror didalam negeri? Kluar sono ke irak atau ke suriah atau kepalestina puasin buat masalah disana tidak ada yang larang.. Tapi itulah saya katakan 1 ayat mengatakan damai 1 ayat bisa mengatakan bunuh! Itulah quran anda membingungkan sehingga pelaku terorist pun bingung.. Ada yang pro ada yang kontra..

Lalu anda berani katakan abu bakar baasyir bukan islam? Apakah kotbahnya bukan islami sekali? Sangat islami sampai mengatakan nkri sudah disesatkan oleh demokrasi hahahha... Bahkan abu bakar baasyir pro sekali dengan amrozi dan bahkan isis! Jika anda katakan abu bakar baasyir bukan islam silahkan anda kotbahin dihadapan baasyir sekarang berani?

Tidak ada jaminan bahwa ayat yang anda paparkan itu berlaku dan dipraktekan dengan benar karena suatu waktu bisa berubah menjadi ayat pedang..

Sekarang gini saja.. Anda atau imam samdra yang lebih paham islam? Saya yakin 100 persen amrozi cs lebih paham islam dibanding ente, dan apa lagi abu bakar baasyir,Anda pun mungkin akan dikatakan beliau adalah islam munafik karena tidak paham islam dan quran dengan benar.. Coba saja ente lawan abu bakar baasyir dengan ayat2 yang ente paparkan tadi saya jamin abu bakar baasyir cuma bisa ketawa terpingkal2 karena anda tidak paham islam dan quran..
Fetching more Comments...
↑ Back to Top