Blog / Citra Islam: Kalau Minoritas Beringas, Kalau Mayoritas Menindas

Salah satu sumber prasangka negatif terhadap Islam saat ini adalah perilaku umat Islam sendiri. Dan kita, di Indonesia, turut menyumbang bagi pembentukan citra tersebut. Citra Islam di dunia non-Islam bisa dibilang buruk. Ada anggapan bahwa umat Islam  cenderung menindas kalau menjadi mayoritas, dan cenderung beringas (termasuk menyebarkan terror) ketika menjadi minoritas.

 

Ilustrasi: salah seorang korban penembakan militan ISIS di Munich

 

Oleh Ade Armando

 

Pagi ini kembali kita dikejutkan dengan aksi penembakan di Munich, Jerman yang berlangsung tadi malam (22/7) . Dikabarkan setidaknya sembilan tewas akibat penembakan di sebuah pusat perbelanjaan itu. Pihak berwenang belum tiba pada kesimpulan tentang siapa pelaku penembakan. Namun dengan segera kecurigaan diarahkan pada kelompok teroris Islam.

Koran prestisius Wahington Post sudah menulis bahwa pelaku penembakan yang akhirnya bunih diri itu adalah anak muda keturunan Iran. Berbagai media juga mengingatkan bahwa Senin lalu ada serangan dengan pisau kapak oleh pemuda Afghanistan yang melukai lima penumpang kereta api di kota Wurzburg, Jerman.

Jadi benarkah kasus Munich ini adalah aksi brutal kelompok Islam?

Bisa ya, bisa tidak. Tapi, apapun jawaban akhirnya, saat ini yang jadi tertuduh adalah kelompok-kelompok Islam.

Bagi sebagian umat Islam, tuduhan serampangan semacam ini dianggap sebagai bukti kebencian terhadap Islam. Kalangan ini akan berargumen bahwa seharusnya ada praduga tak bersalah sebelum tuduhan dilancarkan. Lebih jauh lagi, bagi kelompok-kelompok ini, tuduhan ini adalah bukti betapa Barat membenci Islam, mendiskriminasi Islam, memperlakukan Islam secara tidak adil, menstereotipkan Islam, dan bahkan ingin menghancurkan Islam.

Saya muslim, dan tentu saya tidak suka kalau Islam selalu dianggap sebagai sumber kebiadaban di dunia.

Namun, marilah kita juga bersikap adil. Saya tentu saja tidak menafikan fakta bahwa memang ada kelompok-kelompok pembenci Islam yang terus menyebarkan kebencian terhadap Islam, namun menganggap bahwa tumbuhnya ketakutan terhadap Islam di Barat itu lahir sebagai bagian dari konspirasi anti-Islam juga sangat berlebihan.

Salah satu sumber prasangka negatif terhadap Islam saat ini adalah perilaku umat Islam sendiri. Dan kita, di Indonesia, turut menyumbang bagi pembentukan citra tersebut.

Citra Islam di dunia non-Islam bisa dibilang buruk. Ada anggapan bahwa umat Islam  cenderung menindas kalau menjadi mayoritas, dan cenderung beringas (termasuk menyebarkan terror) ketika menjadi minoritas.

Melalui berbagai media, masyarakat dunia melihat bagaimana di negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam, ada beragam penindasan terhadap kaum minoritas dan terhadap kaum yang dianggap tidak sejalan dengan arus utama Islam.

Contohnya tersebar. Yang terbaik tentu saja bagaimana di Arab Saudi, pembangunan gereja dan perayaan hari besar keagamaan non-Islam dipersulit. Di negara itu pula, perempuan dilarang aktif di ruang publik (tidak boleh menyetir, tidak terlibat aktif dalam kehidupan politik, dan sebagainya). Di negara seperti Pakistan dan Bangladesh, mereka yang berpindah agama bisa dibunuh atau diusir, kaum Syiah ditindas kaum Sunni.  Di Malaysia, istilah ‘Allah’ tidak boleh digunakan oleh kalangan non-muslim. Di Indonesia, di berbagai tempat,  juga berlangsung pelarangan pembangunan gereja, penyerangan terhadap Syiah, penyerangan terhadap Ahmadiyah, penyerangan terhadap LGBT, pelarangan mengucapkan Selamat Natal, dan sebagainya. Contohnya bisa terus diperpanjang (sampai misalnya pewajiban jilbab bagi perempuan), dan ini semua merupakan rangkaian ilustrasi yang menumbuhkan kesan bahwa ketika umat Islam menempati posisi mayoritas, umat Islam cenderung menindas kaum lemah.

Sebaliknya, ketika umat Islam menjadi minoritas, umat Islam itu terkesan cenderung menyerang kaum mayoritas, memusuhi kaum mayoritas, atau bahkan menumbuhkan terorisme.

Apa yang terjadi di Barat saat ini adalah contoh tentang terbangunnya citra buruk itu. Kaum muslim adalah kaum imigran. Di mata masyarakat Barat, Islam tumbuh di Barat karena kebaikan hati Barat. Di mata Barat, mayoritas umat Islam adalah kaum  imigran yang pindah ke Barat karena kesulitan hidup di tempat asal mereka atau karena berusaha mencari kehidupan yang lebih baik di dunia baru.

Celakanya, kalangan imigran ini sekarang dianggap malah membuat  masalah. Kaum muslim di Barat ini hidup secara terisolasi dalam kantong-kantong komunitas imigran yang cenderung eksklusif. Lebih parah lagi, masyarakat muslim ini memiliki pemuka-pemuka Islam yang terus menerus menyuarakan ayat-ayat Al Quran, hadits, dan sunnah yang dimanipulasi sedemikian rupa sehingga menyuburkan kebencian dan perlawanan terhadap Barat.

Di berbagai kota-kota besar di Eropa, hadir gerakan-gerakan masyarakat muslim yang secara kontinu dan terbuka menyuarakan semangat anti-demokrasi, kebencian terhadap peradaban Barat dan  seruan untuk menegakkan syariat. Ironisnya, kampanye anti Barat ini bisa mereka lakukan karena kebebasan berbicara adalah prinsip yang dihormati dalam sistem demokrasi Barat – yang mereka tentang itu.

Dari komunitas-komunitas minoritas semacam ini, lahir para pelaku kekerasan yang dengan semangat jihad berusaha menteror masyarakat Barat. Karena orang-orang ini tidak sanggup berhadapan dengan militer sesungguhnya, mereka dengan pengecut menembaki, membunuhi, membom komunitas-komunitas sipil. Bagi mereka, perilaku semacam ini adalah bagian dari perjuangan untuk menegakkan kebenaran dan melawan kemunkaran.

Apalagi dalam era dunia yang terbuka saat ini, mereka dengan mudah terhubung, belajar, bekerjasama dengan gerakan-gerakan bersenjata internasional yang berada di wilayah-wilayah konflik dunia Islam. Banyak pelaku teror adalah mereka yang sengaja belajar ke pusat-pusat terorisme, dan kemudian kembali untuk menyebarkan teror lebih jauh.

Pada titik ini, saya harus menekankan satu hal: saya tidak menganggap Islam identik dengan teorisme. Yang saya ingin katakan, kalau terbangun ketakutan, kecurigaan dan salah paham tentang Islam di dunia, itu terjadi karena, antara lain, perilaku umat Islam sendiri. Jangan pertama-tama salahkan orang lain.

Karena itu, kalau umat Islam ingin dirinya dan ajaran yang diyakininya dihargai, umat Islam harus mengubah perilakunya.

Kita bisa bicara soal Indonesia. Umat Islam Indonesia harus secara kolektif menghentikan dan mengecam segenap bentuk penindasan terhadap kaum minoritas atau pun terhadap kaum yang memiliki keyakinan berbeda dari arus utama.  Kalau kita masih terus membiarkan pelarangan gereja, pelarangan Ahmadiyah, penyerangan terhadap Syiah, penyerangan terhadap LGBT, dan semacamnya; kita pada dasarnya sedang mendukung terbentuknya citra Islam sebagai agama yang menindas.

Di sisi lain, umat Islam di Indonesia harus secara tegas mengecam dan tidak mendukung aksi teror yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang memanipulasi Islam di berbagai belahan dunia. Sungguh memprihatinkan, membaca komentar-komentar sebagian umat Islam yang memberikan pembenaran terhadap aksi teror di Nice, Istanbul, Orlando, Belgia, Norwegia, Saudi, Bangladesh, Baghdad, dan seterusnya.

Lazimnya, argument yang dilontarkan untuk membela aksi teror itu adalah bahwa para teroris itu sebenarnya sekadar membalas kejahatan yang dilakukan Barat, atau bahwa aksi teror itu merupakan rekayasa yang dirancang Barat. Saya tidak menafikan fakta bahwa imperialism Barat memang pernah dan terus terjadi dan saya tidak membantah bahwa kelompok-kelompok seperti ISIS bisa jadi pada awalnya dibina oleh pemerintah-pemerintah Barat. Tapi itu semua bukan alasan untuk tidak mengutuk aksi kekerasan yang secara jelas memang dilakukan dengan simbol-simbol Islam.

Argumen saya dilandaskan pada satu asumsi: terbangunnya citra buruk Islam sebenarnya turut dibentuk oleh perilaku umat Islam sendiri. Karena itu kalau kita marah dengan imej buruk ini, jawabannya adalah, umat Islam harus mengubah perilakunya.

Segenap argument saya ini tidak relevan kalau ada pihak yang menyatakan bahwa dunia memang membutuhkan citra Islam yang keras, beringas dan menindas. Kalau itu harapannya, tentu saja tidak perlu umat Islam mengubah perilakunya.


Add a Comment
| 38
jkjjjj
Reply| 30 Aug 2016 08:59:43
Sudah jelas
Islam bukan agama damai, pada hakekatnya Islam secara teks dan kontekstual gagal sebagai ajaran agama damai.
Orbuk
Reply| 19 Aug 2016 14:28:08
"Jadi benarkah kasus Munich ini adalah aksi brutal kelompok Islam?
Bisa ya, bisa tidak. Tapi, apapun jawaban akhirnya, saat ini yang jadi tertuduh adalah kelompok-kelompok Islam..."
=========
"Ah, mana mungkin. Itu vitnah. Itu fasti koperasi. Kopirasi si Rika, si Yahud dan Kaviar" kata teman sebelah....
Orbuk
Reply| 19 Aug 2016 13:28:12
Saya dukung Ade Armando jadi Kalifah.
bury your head
Reply| 11 Aug 2016 01:36:24
@machette Benar adanya skg banyak politikus2 yang mau terlihat baik dan demi politically correct mengorbankan rakyatnya sendiri. Skg kalau mau keras sama muslim/jiadist/ islam radical, nanti dibilang Islamophobia, dibilang antek Yahudi, dll. Dan ini jg adalah salah satu kesalahan barat yang karena tdk paham akan sejarah yang sebenarnya kemudian membenarkan Islam yang seolah2 menjadi tertindas krn perang salib yg diadakan di Eropa. Banyak orang Nasrani yang jg berpikiran demikian krn mrk bahkan tdk pernah paham dan tdk pernah membaca sejarah kenapa terjadi perang salib, dan siapa pelakunya.


Tanggapan: Betul bro. Namun saya dengar sekarang European Union sudah mulai memperketat border mereka karena adanya kasus2 imigran ini sebelum semuanya terlalu terlambat seperti di negara Perancis. Masyarakt Inggrispun sekarang kerap merasakan perubahan yang terjadi di negara mereka, banyak yang mengeluh suasana christmas di negara mereka sudah tidak sama lagi, semakin sedikit pohon natal didirikan, semakin kurang semarak suasana natal di pertokoan hanya karena pemerintah setempat takut menyinggung keimanan pendatang2 muslim yang semakin hari semakin bertambah, bahkan pakai kalung salib untuk pergi ke sekolah pun mereka jadi enggan. Hanya politikus amerika Donald Trump saja yang saya perhatikan menolak bersifat naif tentang permasalahan Islam dan imigrasi tersebut.
machette
Reply| 08 Aug 2016 11:37:05
@bury your head
Well done stupid Angela Merkel! Anda membunuh bangsa anda sendiri secara pelan2, dan menghancurkan peradaban eropa yang sudah susah payah dibangun leluhur anda. Negara2 eropa menuju kemunduran peradaban. Selamat!

------------
Benar adanya skg banyak politikus2 yang mau terlihat baik dan demi politically correct mengorbankan rakyatnya sendiri. Skg kalau mau keras sama muslim/jiadist/ islam radical, nanti dibilang Islamophobia, dibilang antek Yahudi, dll. Dan ini jg adalah salah satu kesalahan barat yang karena tdk paham akan sejarah yang sebenarnya kemudian membenarkan Islam yang seolah2 menjadi tertindas krn perang salib yg diadakan di Eropa. Banyak orang Nasrani yang jg berpikiran demikian krn mrk bahkan tdk pernah paham dan tdk pernah membaca sejarah kenapa terjadi perang salib, dan siapa pelakunya.
machette
Reply| 08 Aug 2016 11:31:15
@Hana Pwt
Pertikaian muslim dimulai sejak Islam lahir, 3 dari 4 Khalifah Rashidin harus turun kedalam alam maut dengan berlumuran darah. Tapi sejak itu pula muslim selalu menuduh Nasroni dan Yahudi yang salah.

Menohok sekali komen anda. Tapi memang benar adanya. Bahkan konon kata Assassin berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah pembunuh bayaran.
machette
Reply| 08 Aug 2016 11:27:41
@Bd Andriw : kalau mau ngomong minyak, itu abad 20 pak! abad 21 sdh gak jaman ngomong minyak. Sdh banyak sumber energi alternatif. Amerika sendiri memiliki cadangan minyak yang sgt besar! Jangan sok pinter malah keliatan bodonya sampeyan! Apa2 salahin amrik dan yahudi. mulai dari Isis sampai Pokemon Go! Emang otak orang abad masa lampau ya gini ini
machette
Reply| 08 Aug 2016 11:25:17
ini penulisnya pastilah muslim yang sdh mendapatkan pencerahan. Yang cuma bisa memaki-maki penulis dan tidak bisa melihat kenyataan ya pastilah muslim yang masih hidup di abad kegelapan! Tulisan yang sgt apa adanya!
Bd Andriw
Reply| 07 Aug 2016 22:59:38
Ini Ade Armando sbg penulis, otaknya sama saja dng Qurtuby dan Ulil. Liberal, selalu menyudutkan Islam di setiap kesempatan. Ngakunya orang Muslim. Kelakuan, pemikiran, dan tulisannya munafik stadium 4.
Bd Andriw
Reply| 07 Aug 2016 22:53:35
Gelombang imigran diakibatkan kerakusan negara2 barat akan minyak. Pecah belah oleh ISIS boneka bikinan Amerika & Yahudi. Lalu mereka mengungsi ke berbagai belahan dunia, termasuk barat. Lalu mereka banyak dipersalahkan.
alhami seleraku
Reply| 04 Aug 2016 10:13:16
@ungke
Waktu yg lalu cuman seupil jd ga ada ukuran pasnya. Lagi untuk pindah kenrgaraan jepang cukup sulit dan ketat. Asumsi awal mreka adl imigran yg berstatus suaka ato tenaga kerja asing.
Cerdik juga slimin mnurut saya, di jepang lg declining population growth.
Jd mreka mengirimkan wn nya yg lg konflik di timteng ke negara2. Pertama suaka, lama2 gak mau pulang.
Kenapa jepang aaman? Karena pedang pemerintah Jepang adl yakuza.
Asumsi saya cmiiw mungkin sejenis fpi tapi non agama, pasukan samurai berani mati.
mister 567890
Reply| 03 Aug 2016 18:58:24
Itu mah isis isis kan teroris yang mengaku islam tapi tidak sesuai syariat islam.
noname
Reply| 02 Aug 2016 12:21:54
JIHADIS : YOU DIE FOR WHAT I BELIEVE
MARTYR : I DIE FOR WHAT I BELIEVE

so dg pemikiran paling dangkal sekalipun lebih mulia mana?????????
muhammad nabi sex
Reply| 31 Jul 2016 07:40:37
Buah dari ajaran sesat, nabi sesat, kitab sesat. Makin faham islam makin jahat, makin tdk faham makin baik.
mbah sawer
Reply| 30 Jul 2016 02:09:57
@ungke
saat ini "gerombolan onta padang pasir" ini fokus dulu untuk "menguasai" benua eropa dan amerika utara dulu deh,
menguasainya dengan banyak cara....
1.)syiar islam (bahwa islam itu adalah agama damai, rahmat bagi manusia dan alam semesta, tujuannya menarik sebanyak-banyaknya para kafir utk mengenal "islam itu indah" dan menjadi penganutnya dengan menjadi mualaf2 baru...blaablaablaaa...)
2.)beternak muslim baru...(bukan rahasia umumlah kenapa setiap mukmin tidak dilarang poligami, ya tujuannya selain meneladani sang rosul apa lagi kalau memperbanyak anakan muslim baru banyak2...)
3.)terakhir, nge-bom-in sekumpulan kafir dengan memakai seekor muslim kesurupan,,,,(katanya, biarlah satu muslim mati konyol asal 100 kafir mati sia-sia)
kalau dua bangsa ini sudah bisa dikuasai, niscaya gerombolan ini akan gampang menyusul untuk menguasai bangsa2 lain...
toh, para onta ini pun tidak bodoh2 amat, pak @ungke...
Anti kitabsuci abal-abal
Reply| 28 Jul 2016 21:15:23
Pa Ade Armando@
Anda cukup maju dan fair argumentasi tentang kejahatan yg dilakukan jihadis. Cuma saya ingin sampaikan bahwa bahwa kejahatatan yg dilakukan oleh jihadis dan muslim adalah bersumber dari AQ dan hadis. Seorang muslim yg dahulunya berperilaku sopan dan baik karena memiliki hati nurani yg baik. Tetapi begitu ia mendalami AQ dan hadis. Terjadi 2 kemungkinan. Pertama, ia berubah perilaku menjadi jahat, atau ia malah murtad tinggalkan Islam. Ini studi pribadi saya. Tuhan memberkati Anda.
Hawa
Reply| 27 Jul 2016 02:53:11
@Muslim
Faktanya penjahat kemanusiaan dengan aksi teror-teror amat mengerikan yg masih eksis hingga di abad ke-21 ini adalah para jihadis bersyahadat alias muSLEM idiOT
ungke
Reply| 26 Jul 2016 20:38:22
@bury your head
Bro Bury dan netter Senior lainya, saya tertarik untuk mengetahui islam di Jepang, adakah link yang lebih NETRAL yang membahas hal ini, karena setiap di search di gogle pasti sumbernya dari situs islam, saya pingin tau berapa jumlah populasi muslim disana, seperti apa perkembangannya, karena sampai saat ini "hampir tidak perna ada" kejadian teroris di negara ini, bagaimana sikap pemerintah dan rakyat jepang terhadap pemeluk islam disana? apa saja kebijakan negara jepang sehingga negara ini boleh dibilang hampir tidak perna ada serangan teroris. mungkin negara2 eropa dan amerika bisa MENCONTOH kebijakan pemerintah Jepang untuk urusan TEROTIS ISLAM ini.
bury your head
Reply| 26 Jul 2016 12:14:13
@ungke: saya awalnya tidak suka dengan Trump karena omongannya yang frontal dan arogan. Namun semakin berjalannya waktu banyak hal2 yang make sense dari dia. Trump betul soal Islam membenci amerika, dan membenci mereka yang bukan muslim. Jadi memberikan akses kepada pengungsi2 timur tengah untuk tinggal di amerika seperti yang direncanakan Hillary Clinton bisa jadi suatu bencana yang serius. Yang saya maksudkan disini adalah ajaran Islamnya, bukan muslim. Karena banyak juga muslim yang baik, kebanyakan mereka muslim sekular yang tidak peduli apa isi Alquran, dan menjadi muslim karena warisan turun temurun.

Politikus2 liberal macam Angela Merkel, David Cameron, atau artis2 hollywood seperti George Clooney atau Angelina Jollie yang selalu membela Islam tidak mengerti apa itu Islam, dan tidak pernah tinggal di sebuah negara Islam. Mereka semua tinggal di rumah yang mewah dengan bodyguard, dan rakyatnya lah yang merasakan hasil 'integrasi' masuknya orang2 pengungsi arab ke dalam lingkungan mereka.
Hana Pwt
Reply| 25 Jul 2016 11:17:45
@Muslim
Ha3x apapun bisa direkayasa sedemikian rupa untuk membangun image bahwa kristen adalah agama beradab. Faktanya jauh lebih banyak muslim yg harus meregang nyawa, termasuk wanita, anak2 di negara mereka sendiri karena menjadi korban " keberadaban" kristen.

Jawab:
Kapan Ade Armando ngomong Kristen lebih beradab? Ente ini bodoh, coba ente baca sekali lagi artikel di atas.

Muslim banyak meregang nyawa di negara mereka sendiri karena pertikaian sesama muslim, yaitu Islam Syiah dan Islam Suni, Suni dengan Suni Konservatif (Suni Hambali). Mereka melarikan diri ke negara yang mayoritas penganut Kristen, bukan ke Pakistan atau Mesir. Kalaupun ke Turki atau ke Yordania, itu hanya sementara saja.


Makanya Ade Armando bilang supaya muslim bisa mengoreksi kebodohannya sendiri. Selama muslim selalu melemparkan kesalahan pada orang lain, terutama pada Nasroni dan Yahudi, selama itu pula dunia Islam selalu bertikai.

Pertikaian muslim dimulai sejak Islam lahir, 3 dari 4 Khalifah Rashidin harus turun kedalam alam maut dengan berlumuran darah. Tapi sejak itu pula muslim selalu menuduh Nasroni dan Yahudi yang salah.

Sekali lagi: Ade Armando benar, selama muslim tidak bisa melihat kekurangan dari dalam selama itu pula muslim tidak bisa memperbaiki diri.

Contoh sudah ada yaitu @Muslim, langsung nongol menyalahkan Nasroni... hehehehehehehehe.................................
Fetching more Comments...
↑ Back to Top