Blog / Kesyahidan Dalam Islam

Untuk memahami hal ini, kita harus mengerti cara berpikir orang-orang Muslim. Orang Muslim diajar bahwa hidup ini tidaklah berharga. Hidup hanyalah sebuah ujian. Hidup yang sesungguhnya adalah hidup setelah kematian. Semua aliran sesat mengajarkan omong kosong semacam itu. Di sini ada penderitaan. Di sana, orang akan menemukan rahmat dan kebahagiaan yang berkelimpahan. Hidup boleh jadi merupakan cobaan. Dan jika kita terlalu terikat dengan hidup yang sekarang, maka kita akan kehilangan hidup di dunia yang akan datang.

Terlalu banyak kenyamanan akan membuat Muslim merasa bersalah dan akan mendorong mereka untuk menyangkali segala sesuatu dan menjadi martir. Itulah sebabnya mengapa para pengebom bunuh diri yang terkenal umumnya berasal dari latar belakang keluarga yang kaya raya.

Oleh: Ali Sina

 

Hello, Ali

Keunggulan saya adalah dalam bidang psikologi, dan baru-baru ini saya terusik dengan sikap Muslim terhadap anak-anak, dan persepsi saya adalah, orang-orang Muslim melihat anak-anak hanya sebagai obyek atau “hanya sekedar barang”, dan bukan sebagai manusia yang memiliki hak yang harus dihargai. Hal ini secara khusus saya kaitkan dengan indoktrinasi Islam terhadap anak-anak kecil di Gaza dan Tepi Barat, juga di tempat-tempat lainnya, dimana anak-anak itu dilatih untuk membenci orang-orang Yahudi.

Hal apa yang bisa anda sampaikan pada saya berkaitan dengan budaya Arab/Muslim terhadap anak-anak, sehingga orang tua mereka bisa dengan kerelaan memberikan anak-anak mereka pada bidat kematian seperti Hamas dan Fatah? Ini sungguh bertentangan dengan natur manusia, yang biasanya memiliki instink untuk melindungi orang-orang muda dan bukannya memanfaatkan mereka demi tujuan-tujuan politik.

 

Ali Sina:

Apakah orang-orang Arab telah menjadikan anak-anak mereka menjadi obyek? Apakah mereka telah menilai mereka secara rendah? Saya pikir tidaklah demikian?

Tetapi saya setuju jika anda mengatakan, tindakan dengan sengaja menghancurkan hidup seorang anak adalah bertentangan dengan sifat manusia. Masalahnya bukan hanya ada pada orang-orang Arab. Semua Muslim terpengaruh dengan perilaku tidak rasional ini. Sebenarnya, sikap seperti ini biasa ditemukan di antara seluruh kelompok-kelompok aliran sesat (bidat). Bagaimana kita bisa melupakan bahwa 900 orang Amerika yang mengikuti James Jones di Guyana, telah meminum racun Cool Aid setelah terlebih dahulu meminumkannya kepada anak-anak mereka? Tentu saja apa yang mereka lakukan adalah bertentangan dengan natur manusia.

Selama perang Iran-Irak, anak-anak didorong untuk berjalan di atas ladang ranjau di depan tank-tank, untuk membersihkan jalan. Para orangtua mengirimkan anak-anak mereka untuk melakukan hal itu, kendati mereka sadar bahwa anak-anak mereka itu tidak akan kembali. Ini sungguh tidak masuk akal.

Untuk memahami hal ini, kita harus mengerti cara berpikir orang-orang Muslim. Orang Muslim diajar bahwa hidup ini tidaklah berharga. Hidup hanyalah sebuah ujian. Hidup yang sesungguhnya adalah hidup setelah kematian. Semua aliran sesat mengajarkan omong kosong semacam itu. Di sini ada penderitaan. Di sana, orang akan menemukan rahmat dan kebahagiaan yang berkelimpahan. Hidup boleh jadi merupakan cobaan. Dan jika kita terlalu terikat dengan hidup yang sekarang, maka kita akan kehilangan hidup di dunia yang akan datang. Orang-orang Muslim bertumbuh dengan mempelajari bahwa beberapa tahun menjalani hidup yang jelek dalam dunia ini, tidaklah sebanding dengan jika mereka kehilangan hidup kekal di firdaus.

Kematian, bukan kehidupan, menjadi fokus hidup seorang Muslim. Muhammad mengatakan, seorang yang bijak adalah seorang yang selalu memikirkan mengenai kematiannya.

Seorang Muslim juga tidak akan pernah merasa yakin apakah ia akan pergi ke Firdaus atau tidak. Bisa saja ia akan berakhir di neraka, kendati ia sudah berusaha dengan sangat keras. Tak ada jaminan. Allah itu adalah sosok yang aneh. Ia bisa saja memilih untuk mengirim ke neraka orang yang melakukan perbuatan baik, dan tak ada orang yang bisa mempertanyakan keputusannya. Allah tidak terikat oleh hukum, termasuk hukumnya sendiri. Ia melakukan seperti yang ia kehendaki.

Perjalanan manusia di sepanjang kehidupan, bisa dibandingkan dengan migrasi burung-burung. Kemungkinan burung-burung itu kemudian mendarat untuk makan dan minum. Tetapi, apabila ia terlalu terikat dengan dunia ini, maka mereka dapat tersesat dari tujuannya. Cobaan duniawi dengan semua keinginannya, bisa menjerat jiwa. Seekor burung yang sayap-sayapnya basah, tidak bisa terbang dan karena itu tidak akan pernah sampai ke sarangnya.

Semakin terikat seseorang dengan dunia ini, semakin kecil kesempatan untuk dapat masuk ke dalam firdaus. Segala sesuatu bisa dilihat sebagai ikatan dan ujian: uang, keluarga, anak-anak; semuanya merupakan ujian. Hidup itu sendiri adalah sesuatu yang mengikat.

Hanya ada satu jaminan untuk mencapai firdaus, yaitu apabila seseorang melepaskan segala sesuatu dan menjadi seorang martir. Seorang martir tidak akan merasakan kematiannya. Ia tidak akan menderita. Sakit yang akan dia alami dijamin tidak akan lebih besar dari sakit yang disebabkan oleh gigitan semut. Tetapi upahnya luar biasa besar.

Ini adalah sebuah penawaran yang tak ingin dilewatkan oleh seorang Muslim. Bukankah meledakkan diri seseorang bertentangan dengan natur manusia? Bukan karena orang-orang Muslim melihat diri mereka sebagai obyek. Tetapi ini terjadi karena sebuah keyakinan. Jika kesyahidan oleh Islam dipandang sebagai sesuatu yang sangat agung, mengapa mereka harus melarang anak-anak mereka melakukannya?

Muslim tidak berpikir bahwa mereka sedang mengorbankan anak-anak mereka. Mereka berpikir bahwa mereka tengah memastikan hidup anak-anak mereka dalam kekekalan. Inilah karunia terbesar yang bisa mereka berikan pada anak-anak mereka. Mereka menyadari ketidakmampuan mereka untuk memastikan sebuah masa depan yang baik dalam dunia, kepada anak-anak mereka. Tetapi mereka tahu berdasarkan “fakta” bahwa hidup kekal anak-anak mereka terjamin jika mereka mati syahid.

Orang-orang Muslim setiap saat berbicara mengenai kesyahidan. Mereka memuliakannya dan menganggapnya sebagai hal yang paling agung yang bisa dilakukan oleh seseorang, dan merupakan stasiun tertinggi yang bisa dicapai oleh seseorang. Memperoleh pendidikan, terlibat dengan ilmu pengetahuan dan menjadi Einstein yang berikut; bagi anak-anak Muslim tidaklah semenarik dibandingkan dengan menjadi martir. Menjadi seorang Einstein menuntut kerja keras dan kejeniusan, sehingga peluang bagi anda mencapainya sangatlah kecil. Menjadi seorang martir hanya membutuhkan sebuah keberanian dan setelah itu anda akan masuk dalam kekekalan.

Kesyahidan adalah jalan tertinggi menuju keagungan. Jalan-jalan akan dipenuhi dengan nama-nama para syahid. Mereka akan menerima pengakuan dan penghargaan universal. Orang-orang Muslim memiliki kepercayaan diri yang rendah. Agresi seperti ini, yang anda lihat di dunia Muslim adalah ekspresi dari kepercayaan diri mereka yang sangat rendah. Berikan mereka janji akan menjadi pahlawan dan selebriti hanya dalam semalam, maka mereka akan memberikan hidup mereka untuk itu.

Sekarang, jangan berasumsi jika jawaban ini menyediakan sebuah hidup yang lebih baik bagi Muslim. Orang-orang Muslim yang merasakan kehidupan yang semakin nyaman, akan merasa sangat bersalah. Mereka berpikir kehidupan yang nyaman adalah sebuah penghalang antara mereka dengan Allah. Tuhan Islam ingin supaya orang-orang Muslim merasakan kesulitan untuk membuktikan ibadah mereka kepadanya. Ketika ia mengasihi seseorang maka ia mengirim lebih banyak bencana padanya, dengan tujuan untuk menguji dia. Ia mencintai orang-orang miskin. Terlalu banyak kenyamanan akan membuat Muslim merasa bersalah dan akan mendorong mereka untuk menyangkali segala sesuatu dan menjadi martir. Para pengebom bunuh diri yang terkenal umumnya berasal dari latar belakang keluarga yang kaya raya.

Satu satunya cara untuk menghilangkan jihad adalah dengan menjadikan orang-orang Muslim menjadi orang-orang yang sangat miskin. Dalam kemiskinan, orang-orang Muslim tidak akan tertarik untuk berjihad. Berhentilah membeli produk-produk mereka, dan mereka akan mati kelaparan. Jihad menjadi mandatori ketika orang Muslim kuat dan kesempatan mereka untuk menang besar. Cara lain mengakhiri jihad adalah dengan cara menolong mereka untuk melihat bahwa Islam adalah sebuah kebohongan. Saya lebih suka dengan cara yang terakhir.

Kesyahidan adalah sebuah cara berpikir. Tindakan ini dipuji-puji dalam media, di sekolah-sekolah, oleh para guru dan orangtua. Tak ada yang bisa menyangkali kepatutannya atau berbicara menentang hal itu, kesyahidan itu sendiri merupakan perintah Quran.

Di Iran, selama perang, ada air mancur yang diberi warna merah, dan menjadi simbol darah dan kesyahidan. Barangkali air mancur itu masih ada sampai sekarang.

Keponakanku mengatakan, ia biasa pergi ke pemakaman dan berbaring di sebuah makam untuk merenungkan kesyahidan dan kematiannya sendiri. Saat itu ia baru berusia belasan tahun. Karena biasanya pasti ada jenazah dari medan perang yang dibawa ke situ, maka kuburan-kuburan pun sudah dipersiapkan untuk mereka.

Anda harus hidup di tengah-tengah orang Muslim, atau lebih baik lagi bertumbuh sebagai salah seorang Muslim untuk memahami cara berpikir seperti ini. Tak ada hal yang lebih baik yang bisa dipikirkan oleh seorang Muslim kecuali kesyahidan. Inilah stasiun tertinggi yang bisa dicapai oleh seorang manusia.

Kuharap ini bisa menjawab pertanyaanmu.

 

Ali Sina

 


Add a Comment
| 28
Orbuk
Reply| 24 Nov 2016 23:30:23
@abu dzar
bisakah anda tunjukkan kitab suci anda yang ASLI???????!
=======================
bisakah anda tunjukkan kitab suci kami yang PALSU???????!
cerdas
Reply| 20 Nov 2016 16:59:25
@abu dzar
yap benar semua nabi adalah orang" yahudi, cuma satu nabi yang berasal dari arab, siapa itu ??

si penipu sex muhamad saw
USTADZMENJAWAB
Reply| 20 Nov 2016 08:01:52
Saya bukan bertanya kpd Muslim, tapi ber-ulang2 tanya diri saya sendiri:
"APAKAH DUNIA JADI LEBIH RAHMATIL ALAMIN DG ISLAM ATAU TANPA ISLAM"?

Dan saya menemukan jawabannya dari hatiku sendiri, bukan dari ulama!
Hana Pwt
Reply| 20 Nov 2016 06:39:07
@Abu Dzar
@abu dzar anda itu gk usah berkamuflase jd orang lain. apa kamu malu dengan kebodohan mu sehingga kamu tidak mau memakai identitas mu sendiri??apakah seperti itu ajaran agama mu????
gk usah berfikir terlalu jauh untuk mencari kebukuran agama lain sementara anda lupa memikirkan agama anda sendiri. pernah gk terlintas di fikiranmu tentang agama dan kitab sucimu sendiri. jika kitab sucimu asli, kenapa setiap negara berbeda2 bacaan dan tulisannya?
bedakan antara kitab suci dengan terjemahan kitab suci.
bisakah anda tunjukkan kitab suci anda yang ASLI???????!

JAWAB:
Bukan mencari keburukan agama Islam tapi memang muslim yang suka memperlihatkan keburukan Islam sendiri, orang lain cuma menanggapinya dan sekaligus mencari sumber keburukannya, ternyata sumber keburukannya adalah Kitab Hadist dan didukung oleh Alquran.

Alkitab setiap negara berbeda-beda bahasanya karena harus disesuaikan dengan bahasa penggunanya, tapi isinya sama. Kalau ditulis menggunakan bahasa Ibrani maka orang Indonesia kagak ngerti artinya dong, entar kayak muslim di Indonesia hafal Alquran tapi kagak ngeri artinya, sehingga mudah dibohongi ustad... hehehehehe..........

Alkitab bukan untuk dihapal tapi untuk dimengerti artinya, makanya ditulis menggunakan bahasa penggunanya.

Yang asli ya yang dipakai umat Kristen, emang ada yang lebih asli lagi? Coba ente tunjukan mana yang aslinya! bagaimana bentuknya? dimana tempatnya.

Kalau ente kagak bisa menunjukan yang lebih asli, ente fitnah dong.

Coba mana Alkitab yang asli, ane tunggu.
abu dzar
Reply| 19 Nov 2016 21:18:18
@abu dzar...

Tunjukan dulu quran mu yg asli sebelum yg ada sekarang ini...bisa...????

Dan...jawablah 5 pertanyaan ku dulu...!

Belum-belum udah balikin pertanyaan ke Kristen..!

Eh...ingat ya....sebelum ada islam yg ada tuh Kristen, taukkk...!

Semua nabi dlm Alkitab itu orang-orang Yahudi, bukan orang Arab kayak nabi palsunya itu yg suka zinah dgn berbagai wanita.....,paham...?!?!?!?

Tau gak kamu..... Kalian itu penyembah 'Batu Memek' Hajarul Syahwat....!!! Najis tauk....?!?!?!?
abu dzar
Reply| 19 Nov 2016 21:17:17
@abu dzar...

Tunjukan dulu quran mu yg asli sebelum yg ada sekarang ini...bisa...????

Dan...jawablah 5 pertanyaan ku dulu...!

Belum-belum udah balikin pertanyaan ke Kristen..!

Eh...ingat ya....sebelum ada islam yg ada tuh Kristen, taukkk...!

Semua nabi dlm Alkitab itu orang-orang Yahudi, bukan orang Arab kayak nabi palsunya itu yg suka zinah dgn berbagai wanita.....,paham...?!?!?!?

Tau gak kamu..... Kalian itu penyembah 'Batu Memek' Hajarul Syahwat....!!! Najis tauk....?!?!?!?
abu dzar
Reply| 19 Nov 2016 12:54:36
@hamidin
semangat kebencian anda itu terlalu menggebu-gebu sehingga kebodohan turun temurun dari keluarga anda terlihat nyata sekali disini. sebaiknya sebelum anda mampu berbicara seperti orang yg berpendidikan, jgn ikut komentar yg bukan2. anda berbicara seperti orang yg lg mabuk merayakan natal dan tahun baru.
abu dzar
Reply| 18 Nov 2016 23:11:51
@abu dzar anda itu gk usah berkamuflase jd orang lain. apa kamu malu dengan kebodohan mu sehingga kamu tidak mau memakai identitas mu sendiri??apakah seperti itu ajaran agama mu????
gk usah berfikir terlalu jauh untuk mencari kebukuran agama lain sementara anda lupa memikirkan agama anda sendiri. pernah gk terlintas di fikiranmu tentang agama dan kitab sucimu sendiri. jika kitab sucimu asli, kenapa setiap negara berbeda2 bacaan dan tulisannya?
bedakan antara kitab suci dengan terjemahan kitab suci.
bisakah anda tunjukkan kitab suci anda yang ASLI???????!
syuhada
Reply| 17 Nov 2016 21:41:11
Semakin hari , iblis tambah giat menyesatkan manusia , sebab iblis tau waktu kedatangan tuhan yesus sudah sangat dekat , tapi saya percaya tuhan yesus sangat mengasihi para ikhwanul muslimin , selama masih di dalam daging masih ada keampunan dosa , bertobatlah kalian para musafir .
hamidin
Reply| 17 Nov 2016 17:28:32
@syuhada
Subhahana awwa

respon :

mantra setan kagak berlaku disini
hamidin
Reply| 17 Nov 2016 17:27:46
@abu dzar
agama yg baik dan benar itu tidak ada tipu muslihat.
bukan mencari-cari keburukan agama lain untuk pembenaran dan pemikiran akal sendiri. kalian hina nabi muhammad dengan segala keburukan dan kesalahan yang kalian buat. lalu bagaimana pendapat kalian dengan nabi isa yang dibunuh dan menjadi buronan ketika raja roma tidak mengikuti ajaran nabi isa/yesus????
islam bukan agama seperti yg kalian tuduhkan. jangan jd maling teriak maling.

respon:
jika saya mengatakan orang gila kepada orang gila. tentulah dia kagak mengerti apa yg saya katakan. tetapi apa yg saya katakan adalah benar.

begitu juga kalau saya mengatakan islam itu ideologi sesat, islam bukanlah agama. tidak ada seorangpun yang menghina islam dan muhamad wts, karna emang dari awalnya islam dan muhamad sudah terhina.

saya hanya menegaskan sekali lagi kalau islam dan muhamad itu bajingan tengik. koment saya juga ada dasarnya. dasarnya dari alkoran dan hadist2 .

bicara tentang isa, sepertinya ente anak baru disitus ini.
si isa bukanlah Yesus. silahkan baca2 komentar diartikel yg lain.
abu dzar
Reply| 17 Nov 2016 16:20:52
Ahok tidak Menista, tapi ISLAM itu memang PALSU ..!(Debat Orisinil)

1. Bila quran benar, tunjukan ayatnya bhw muhamad pernah melakukan mukjizat sbg salah satu keabsahan Nabi asli dari Tuhan Sejati...? dan juga ayat A u wo SWT pernah mengangkat sbg nabiNya…?
2. Kapan dan dimana muhamad diangkat sbg NabiNya....? Pernahkah kau menyaksikannya dgn matamu sendiri bhw muhamad telah ditahbiskan A u wo SWT sbg nabi, sehingga dgn bodoh, sombong dan lantangnya kau berani berkata : ' aku bersaksi bhw muhamad adalah utusan A u wo....?' Bukankah kau telah bersaksi dusta atas pengakuan ini, sebab pada waktu itu engkau belumlah lahir...! Sehingga dgn kebohonganmu engkau telah berani berkata dusta: 'aku bersaksi......!!!'
3. Mengapa dalam alquran bila A u wo SWT berfirman selalu menggunakan kata KAMI...? Seharusnya menggunakan kata AKU....???? Siapakah KAMI yang berfirman itu....????
4. Alquran itu firman A u wo SWT..? Jawab : ya atau tidak !? Bila setiap surat dalam Alquran selalu didahului kalimat ' Bismilah irrohman irrohim' (Dengan nama A u wo yang maha pengasih dan penyayang, Apakah kalimat ini betul merupakan Firman Tuhan yang sebenarnya...? Bila benar, ini Firman Tuhan : Kepada siapakah A u wo SWT mengatasnamakan : ' dengan nama a u wo yang maha pengasih dan maha penyayang...? Bila bukan Firman Tuhan, memang benarlah bahwa isi alquran adalah ucapan muhamad semata yang didengar dari para ahli kitab dahulu sebelum islam ada bhw muhamad buta huruf, jadi semua tulisan alquran hasil dari dengar2an muhamad yang menyelewengkan penafsiran isi alkitab....!!! Muhamad jelas ngawur 1000%....!!!
5. Bila A u wo SWT itu Maha Pengasih & Penyayang & Kuasa mengapa Dia harus kalian bela mati2an…??? Seolah-olah Dia sudah tidak lagi Maha Kuasa karena harus di bela FPI yg lemah & biadab? Bukankah kalian membela sifat2 IBLIS yg kalian sebut AULLOH SWT...???
syuhada
Reply| 16 Nov 2016 15:49:51
Subhahana awwa
abu dzar
Reply| 16 Nov 2016 15:24:41
agama yg baik dan benar itu tidak ada tipu muslihat.
bukan mencari-cari keburukan agama lain untuk pembenaran dan pemikiran akal sendiri. kalian hina nabi muhammad dengan segala keburukan dan kesalahan yang kalian buat. lalu bagaimana pendapat kalian dengan nabi isa yang dibunuh dan menjadi buronan ketika raja roma tidak mengikuti ajaran nabi isa/yesus????
islam bukan agama seperti yg kalian tuduhkan. jangan jd maling teriak maling.
Mualaf
Reply| 16 Nov 2016 14:49:15
Sbg wanita mualaf, kami rela dimadu....asal lakinya kaya, kuat ereksinya, tahan lama dan tidak mudah lemas burungnya...!

Itulah sebabnya sy mau dimadu...yg penting kalau soal ranjang, suamiku itu sama spt Nabi Besar Muhamad yg doyan jilatin tempik dan klitorisku....bahkan dia pun minta gantian spy burungnya yg bagaikan rudal SS-30 itu minta disayang, dielus-elus bahkan diciuminya...!

Bulu pubisku yg gondrongpun dielus-elusnya demi kesenangan suamiku ini...

Hal ini dilakukannya krn dia ingin sekali meniru dan meneladani Muhammad Nabi Besar Umat Manusia.... Jadi kata dia itung-itung buat latihan sebelum masuk Surga.... Yah, aku sih mengalah aja sebab tdk mungkin jugalah aku menistakan kenikmatan yg dari Aulloh ini.

Sebab di surga ada 'gangbang' sex massal spt di Jepang.

Dan umat islam spt kami akan menerima upah hesarnya yaitu : 'gangbang' sex massal yg diketuai langsung oleh Sang Nabi Besar Muhamad..!

Jadi nantinya kami akan melihat langsung bgmn Muhamad menghujamkan torpedonya yg maha kuat dan besar itu dihadapan anak, istri, mertua, tetangga bahkan seluruh umatnya.

Dan kami akan mendesis, mendesah bahkan berteriak bersahut-sahutan satu sama lainnya krn sedang menerima hujaman torpedo suami-suami kami yg torpedonya tdk pernah lelah bahkan selalu berjaga siang dan malam selama-lamanya.

Itulah upah nikmat surga islami....biar kami dimadu tak mengapa....yg penting banyakin anak-anak islam di seluruh dunia sebab kami akan mendirikan kerajaan islam di dunia ini.

Jadi islam itu...sangat mengharamkan zinah di dunia ini tapi kalau sudah di surga 'gangbang' sex massal sih sah-sah aja tuh.....!

Yuk...masuk islam....nanti diberi kekuatan ereksi 70 bahkan 100 lelaki terkuat di dunia ini. Ini sah dan halal lho....!!!
Margono
Reply| 16 Nov 2016 14:44:27
Kalau seandainya anak-anak muslim ini mati syahid dan langsung masuk surga islami, entar dapat 72 bidadari juga. Si alloh ini bagaimana sih, anak kecil yg bulu jembutnya saja baru mau tumbuh sudah di sodori 72 bidadari, gila benar nih si alloh, ngajari gak benar. Masak sih di surga ada acara kawin-mawin, poligami, poliandri lagi.....hah.....kacau benar ajaran Islam.
Fridge
Reply| 16 Nov 2016 13:08:23
kalau si muhammad idiot ga janjiin surga bagi para jihadist, teroris.. GA BAKAL ADA YANG MAU SURUH BUNUH ORANG ATAU LEDAKIN DIRI..

sadarlah para muslim kalian sedang di bodohi oleh muhammad.. nabi terpalsu terjahat sepanjang sejarah..

orang jahat di agama lain pasti dihukum Tuhan.. hanya di islam merkea DIJANJIKAN masuk surga dapat tiket VIP ga perlu repot2 ibadah, amal dan puasa
Pancasila sakti
Reply| 16 Nov 2016 11:24:16
Penjelasan yang bagus tapi ada yang kurang orang islam mati syahid demi bisa dapat bidadari surga seperti janji Allah dalam Al Qur'an kalau ayat tentang bidadari tidak ada aku yakin muslim tidak termotivasi jadi martir
Fetching more Comments...
↑ Back to Top