Blog / Razia celana ketat di Aceh melibatkan polisi militer, 42 orang ditangkap

Dalam razia yang dilakukan selama dua jam tersebut, WH berhasil menangkap 37 perempuan berpakaian ketat dan lima laki-laki yang memakai celana pendek. "Setelah tertangkap, mereka didata dan diberikan pembinaan langsung di lokasi razia, petugas menjelaskan aturan yang mereka langgar serta pemahaman mengenai pakaian yang sesuai dengan syariat Islam," kata Nasrul Miadi.

1 Desember 2016

Dalam sehari saja di suatu ruas jalan, razia pakaian ketat yang dilakukan oleh polisi syariah atau Wilayatul Hisbah (WH) di Kabupaten Aceh Besar, berujung pada penangkapan 42 orang.

Puluhan petugas WH dibantu polisi lalu lintas, provost Polda Aceh dan polisi militer dari Kodam Iskandar Muda menghentikan para pengendara sepeda motor perempuan yang berpakaian ketat dan pengendara laki-laki yang memakai celana pendek. Kepala Seksi Kasi Penegakan dan Penertiban Satpol PP dan WH Provinsi Aceh Nasrul Miadi mengatakan razia tersebut merupakan operasi rutin yang digelar secara berkala.

Dalam razia yang dilakukan selama dua jam tersebut, WH berhasil menangkap 37 perempuan berpakaian ketat dan lima laki-laki yang memakai celana pendek. "Setelah tertangkap, mereka didata dan diberikan pembinaan langsung di lokasi razia, petugas menjelaskan aturan yang mereka langgar serta pemahaman mengenai pakaian yang sesuai dengan syariat Islam," kata Nasrul Miadi. "Sejak dilakukan razia dari waktu ke waktu di Simpang Rima, jumlah pelanggar yang ditangkap semakin menurun. Dalam razia-razia sebelumnya, biasanya WH menangkap hampir 100-an pelanggar," ujar Nasrul Miadi.

Wahyuni, salah seorang perempuan yang tertangkap mengenakan celana jeans ketat, mengaku ia sadar telah  melanggar aturan hukum di Aceh yang didasarkan syariat islam. Namun ia menganggap petugas WH pilih kasih dalam melakukan razia."Kami pengguna sepeda motor dirazia, sementara pengguna mobil tidak dirazia, ini kan tidak adil. Kalau memang mau dirazia, seharusnya yang menggunakan mobil juga dirazia," tambah Wahyuni. Wahyuni menambahkan, dirinya baru kali itu ia tertangkap dalam razia celana jeans ketat.

"Orangtua saya tidak pernah pernah melarang saya memakai celana ketat, namun saya hanya berpakaian ketat kalau diluar jam kuliah, kalau mau ke kampus, saya memakai rok lebar," sambungnya. Razia rutin yang dilakukan oleh WH Aceh itu juga menangkap dua pria asal Jakarta yang memakai celana pendek. Saat tertangkap razia, dua warga Jakarta tersebut baru pulang dari salah satu objek wisata di Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan becak.