Blog / Aksi Intoleransi, Ketika Ibadah Natal Tidak Boleh Di Sabuga ITB, Tetapi Tabligh Akbar Boleh

 

Bandung, 6 Desember 2016

Negara kembali dihebohkan dengan masalah agama. Jika sebelumnya kita dipertontonkan betapa massifnya Aksi Bela Islam I, II, dan III, maka kini dipertontonkan kehebatan Aksi Bela Sabuga ITB atau Fasum untuk tidak dijadikan tempat Ibadah KKR Natal. Kehadiran massa yang bukannya hanya berdemo di luar auditorium Sabuga ITB, tetapi yang juga sudah masuk ke dalam bahkan ke atas panggung, berhasil menyelamatkan “kekudusan” Sabuga dari kegiatan Ibadah KKR Natal.

 

Dalam penjelasannya, pihak Pembela Ahlus Sunnah (PAS) yang mengatasnamakan masyarakat muslim Jabar, menyatakan bahwa ada kesalahan prosedur dalam proses perijinan. Apa kesalahan prosedur tersebut tidak dijelaskan dengan gamblang. Apakah harus minta ijin kepada masyarakat sekitar seperti SKB mendirikan tempat ibadah?? Atau memberikan uang jasa pengamanan kepada mereka sebagai pengamanan kegiatan Ibadah? Atau memang tidak boleh beribadah di tempat lain selain Gereja seperti peraturan pemerintah dan daerah yang mereka tetapkan sendiri?

 

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, panitia KKR Natal tersebut tidak memiliki izin menggelar ibadah yang lengkap.

 

“Intinya ormas-ormas itu bukan menolak. Mereka hanya menanyakan perizinan saja,” ujar Yusri kepada CNNIndonesia.com, Selasa malam.

 

Berbeda dengan yang dinyatakan oleh Yusri yang mewakili Polda Jabar, Ridwan Kamil selaku kepala daerah malah menyatakan Ibadah KKR tersebut sudah dikoordinasikan dan memerintahkan tetap dijalankan karena hak beragama dilindungi oleh negara. Hal ini disampaikan Ridwan Kamil melalui akun instagramnya.

 

Lalu apa tanggapan panitia sendiri atas tuduhan perijinan yang tidak lengkap tersebut? Panitia menyatakan bahwa semua perijinan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pemberitahuan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

 

“Tapi yang penting situasinya tidak makin panas dan bisa diselesaikan dalam suasana baik tadi malam,” ujar sumber tersebut, yang tidak bersedia disebutkan namanya karena baru akan dibuat pernyataan resmi Rabu (7/12) siang ini.