Blog / 6 Alasan Mengapa Kaum Islamis Akan Merayakan Natal Tahun Ini

Lewat pengumuman bahwa mereka akan membunuh orang yang memiliki pohon natal hingga memaksa para karyawan atau sekolah-sekolah untuk tidak memasang atau memakai dekorasi-dekorasi natal, sesungguhnya kaum Islamis sedang membuat tanda mereka.

 

Rabu, 21 Desember2016


 

1. Setelah Safaa, saudara perempuannya yang berusia 14 tahun men-tweet sebuah gambar dari pohon natal keluarga, keluarga mantan penyanyi One Direction, Zayn Malik, mulai menerima ancaman mati dari para ekstremis yang menuduhnya telah “menghina Islam”.

Ayah Malik adalah seorang Muslim, sementara ibunya dilahirkan sebagai seorang Kristen.

“Natal sangat penting bagi ibunya karena ia dibesarkan sebagai seorang Kristen. Kebencian yang diterima oleh Safaa benar-benar menjijikkan,” demikian yang disampaikan dari satu sumber yang dekat dengan keluarga ini. “Bagaimana seseorang mengirimkan ancaman mati kepada seorang anak karena memposting pohon natal benar-benar sulit dipercaya.


2. Seorang pencari suaka di Jerman telah membeli komponen-komponen untuk bom yang sedang ia buat, dengan memakai kartu Amazon gift. Pihak berwenang percaya Jaber al-Bakr, yang ditangkap oleh polisi Jerman dan kemudian melakukan bunuh diri di penjara, sedang merencanakan sebuah serangan teror di bandara Berlin.

 

3. Sebuah pesan natal dari jihadis terkenal Omar Hussain, mantan pejuang di Suriah, mendesak rekan-rekan pendukung Negara Islam di Inggris untuk memukul KO orang-orang yang tengah berlibur dan kedapatan mabuk, mencuri uang mereka dan mengirimkannya kepada para jihadis.

“Waktunya sudah tiba dimana mendapatkan harta rampasan perang (ghaneemah) dari orang kafir menjadi sangat mudah. Pada hari Natal orang kafir membawa banyak uang.” Demikian yang ia tulis melalui sebuah pesan app. “Tunggu di sudut sebuah pub pada malam hari. Hanya membutuhkan beberapa pukulan untuk membuat orang-orang kafir yang tengah mabuk menjadi tak sadar. Bawalah beberapa orang saudaramu (ikhwa) bersamamu dan kamu dapat merampok semua yang mereka miliki. Dari jam tangan, perhiasan, uang, telephone, jaket, dlsb.

Hussain juga mengatakan pada para pendukung Negara Islam (ISIS) untuk tidak khawatir setelah melakukan penyerangan, karena si korban tak lagi punya telephone untuk memanggil polisi. Disamping itu mereka juga sudah terlalu mabuk untuk dapat mengingat wajah si penyerang.

 

 

4. Seorang imam di Italia batal menampilkan gambar kelahiran Yesus di sebuah kuburan lokal karena ia berpikir hal itu dapat menimbulkan kemarahan dari keluarga orang non-Kristen yang dikuburkan disana.

“Satu bagian kecil di sudut pemakaman disediakan untuk menguburkan Muslim”, kata Fr Sante Braggiè. Menampilkan gambar kelahiran Yesus dapat dilihat sebagai kurangnya penghormatan bagi para pengikut dari iman-iman yang lain, melukai perasaan orang Muslim dan juga orang India bahkan Atheis.”