Blog / Ada Apa Dengan Muslim Sehingga Takut Baca Alkitab dan Injil? Bagian 2

 

Mengapa Al-Quran diwahyukan kepada Muhammad hanya memakai perantara oknum misterius Jibril tanpa TANDA kuasa ilahi? Sedangkan sebelum Muhammad, Tuhan sendiri yang selalu bersabda secara langsung kepada para nabi dan umat-Nya?

Kenapa Allah justru menolak/tidak berkenan berbicara dengan Nabi TerakhirNya secara langsung dan dialogis timbal-balik seperti kepada nabi2 Israel? Bukankah ini mirip dengan kasus presiden Jokowi yang tidak berkenan berdialog dengan mantan presiden SBY (re: kasus demo-akbar Jakarta diakhir 2016), sementara semua pimpinan partai lainnya sudah dijamu beliau? Semua pihak pasti bisa memahami apa maksud pak Jokowi dengan mendiskreditkan SBY seperti itu. Dan itulah pula yang Muslim mesti pahami dimana posisi Allah terhadap Muhammad diantara para nabi-nabi lainnya!

 

By Ram Kampas (PART-2)

 

3.    WAHYU MANAKAH YANG LANGSUNG DARI MULUT TUHAN SENDIRI :
AL QURAN VS. ALKITAB?

Lebih dari hal itu, dimanapun, Allah tidak pernah berwahyu langsung (verbatim) dengan Muhammad! Dan sebaliknya Muhammad juga tidak pernah berbincang-bincang langsung dengan Allahnya (verbatim). Dimanapun tidak ada dialog ilahiah antara Allah dengan Nabi Terakhirnya, entah kenapa semuanya hanyalah produk dikte satu arah dari suatu ruh/ Jibril yang mengatas-namakan Allah!

Sebaliknya, Tuhan dari nabi-nabi Alkitab semuanya berbicara langsung dengan setiap nabiNya secara verbatim, bahkan dialog timbal balik. Itu adalah pengutusan dan pewahyuan yang langsung, otentik dan berotoritas dari Tuhannya.

CONTOH wahyu dialogis dengan Abraham: “Lagi firman YAHWEH kepadanya: "Akulah YAHWEH, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu."  Kata Abram: "Ya Tuhan YAHWEH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" (KEJ 15:7-8).

 

CONTOH berwahyu muka dengan muka kepada Musa:
Lalu sahut Musa (kepada Tuhannya): "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: YAHWEH tidak menampakkan diri kepadamu?" YAHWEH berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat." Firman YAHWEH: "Lemparkanlah itu ke tanah." (Keluaran 4:1-3)

 

CONTOH betapa Elohim menjawab langsung seruan Yesus, yang disaksikan banyak orang (bukan klaim): “Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!" Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia." (Yoh 12:28, 29).

 

CONTOH DARI QURAN yang cukup membelalakkan mata Muslim sendiri:

“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil” (QS 3:48). Allah sendiri yang mengajarkan kepada Isa Almasih seluruh Injil dll secara komplit dan runut tanpa bisa korup dan dikorupkan. Allah tidak membiarkan ruh misterius (Jibril) untuk berwahyu kepada Isa. Juga tidak bolak balik “mewahyukan” ayat2 secara kronologis lalu diacak ulang jadi non-kronologis (seperti Quran). Isa juga tidak pernah diperintahkan Allah untuk menanyakan wahyu2 (yang meragukan, mutasyabihat) kepada para Ahli Kitab seperti yang diperintahkannya kepada Muhammad (10:94)!

 

KINI PERTANYAAN yang layak bagi setiap Muslim Pintar:

 

¢  Mengapa Al-Quran diwahyukan kepada Muhammad hanya memakai perantara oknum misterius Jibril tanpa TANDA kuasa ilahi? Sedangkan sebelum Muhammad, Tuhan sendiri yang selalu bersabda secara langsung kepada para nabi dan umat-Nya?

 

¢  Kenapa Allah justru menolak/tidak berkenan berbicara dengan Nabi TerakhirNya secara langsung dan dialogis timbal-balik seperti kepada nabi2 Israel? Bukankah ini mirip dengan kasus presiden Jokowi yang tidak berkenan berdialog dengan mantan presiden SBY (re: kasus demo-akbar Jakarta diakhir 2016), sementara semua pimpinan partai lainnya sudah dijamu beliau? Semua pihak pasti bisa memahami apa maksud pak Jokowi dengan mendiskreditkan SBY seperti itu. Dan itulah pula yang Muslim mesti pahami dimana posisi Allah terhadap Muhammad diantara para nabi-nabi lainnya!

 

Jadi wahyu manakah yang langsung, lebih otentik dan berotoritas? Dan manakah wahyu-perantara bisik2 tanpa saksi yang mudah dikorup dan fiktif, karena sang perantaranya sendiri, ruh misterius ini, tidak mengantongi DOKUMEN PENGUTUSAN ALLAH yang mampu memperlihatkan kuasa dan nubuat ilahiah yang menyertainya?

 

4.    WAHYU MANA YANG LEBIH TERJAGA DARI TANGAN-TANGAN JAHIL: ALQURAN VS. ALKITAB?

Muslim terlalu terlena oleh cekokan yang dijejalkan oleh agamanya sejak dari masa kecilnya. Tatkala Ulama berulang 1000x mengumandangkan bahwa Quran itu wahyu langsung dari Allah, dan sempurna hingga ketitik dan komanya, maka itulah yang diimani mereka. Celakanya, setiap ayat Quran – yang nota-bene adalah klaim Muhammad dengan mengatas-namakan Jibril dan Allah—justru dianggap Muslim sebagai BUKTI dalam komprehensi, dalam olah pikir, dan dalam debat dimanapun. Saya misalnya sering bertanya mana buktinya bahwa Allah Quran itu Mahakuasa, dan mereka menunjukkan beberapa ayat, antara lain ayat pemastiannya sebagai berikut:

 

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (22:40).

 

Saya tersentak, menyadari bahwa teman Muslim saya ini sudah jauh tersihir sehingga tidak bisa membedakan lagi mana yang statemen dan mana yang bukti.

 

Bahkan sesungguhnya statemen ayat tsb justru membuktikan sebaliknya, yaitu bahwa Allah sungguh TIDAK Mahakuasa sehingga butuh ditolong oleh umatNya.

 

Maka datanglah statemen ayat paling terkenal yang dianggap bukti keras bahwa AlQuran itu yang dijamin keterjagaannya dari kesucian, keaslian dan kemurniannya sampai selama-lamanya. Tidak tersentuh oleh pengkorupsian ayat manapun, yang mana berlainan dengan Alkitab yang tidak terjaga dari tangan-tangan si Jahil:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya(QS.15:9).

 

Kembali itulah fallacy Muslim, yang merasa SUDAH membuktikan apa yang justru harus dibuktikan! Muslim merasa bahwa mereka memiliki Quran Asli seperti yang persis ada di Lauh Mahfudz disisinya Allah. Wah… itu asumsi besar, retorika nyaring, dan spekulasi yang jelas melewati batas jangkauan logika dan nalar!

 

Mari, kita angkat argumen ini dari satu sudut pandang iman Muslim yang paling mendasar saja. Yaitu bahwa Quran yang ada di Arab abad ke-7 itu MUTLAK utuh sempurna, dan sama persis isinya seperti copy-duplikat dari aslinya yang ada di Surga di Lauh Mahfudz yang terjaga disisi Allah!

 

PERTANYAAN: siapa didunia ini yang mampu men-shahihkan Quran secara utuh sempurna itu selain mengembalikan sandarannya kepada YANG EMPUNYA QURAN? Dan seperti yang dipaparkan dibutir-3 diatas, Yang-Empunya Firman ini justru tidak pernah berkata-kata dengan Muhammad. Jadi hanya ruh misterius itulah yang menurunkan Quran dari Surga secara cicil mencicil ayat selama 23 tahun kenabian Muhammad, dan sebegitu Muhammad wafat maka selesai pulalah pemunculan ruh tsb didunia! Ruh ini tidak berperan apapun lagi diantara manusia2 Arab yang ditinggalkan oleh Nabinya. Dan kita juga tahu bahwa Quran final selesai dikumpul-kan Utsman sekitar tahun 652 M atau 20 tahun sesudah Muhammad dan Ruh itu telah pergi. Maka jangan lupa bahwa sejak itu Ruh ini tidak lagi menjadi “sandaran sanad” dari rangkaian rawi–rawi penghafaf ayat (Qari) yang mengantarkan materi AYAT hingga kepada sumber aslinya, yaitu Allah SWT sendiri sebagai Yang Empunya Ayat. Ruh absen, dan Muhammad sendiri juga absen untuk menjadi saksi mata hidup terhadap cara pengumpulan maupun hasil final dari pengumpulan mushaf Utsman yang penuh controversial itu! 

Mushaf ini dianggap oleh para Ulama kita sebagai PERSIS SAMA dengan Quran di Lauh Mahfudz disisi Allah!
Alangkah naifnya anggapan demikian!

 

Logika dasar ditiadakan ulama, bahwa yang namanya WAHYU (dan bukan Hadist) itu selalu harus disangkutkan langsung kepada YANG EMPUNYA WAHYU atau YANG MENTRANSMISIKAN WAHYU (yang Tuhan utuskan)! Itu tidak boleh terputuskan “sanad-ilahinya” oleh akal2an manusia –betapapun mutawatirnya--  yang selalu RENTAN disesatkan syaitan yang menyelinap sebagai Malaikat Terang! Apabila suatu materi tidak dihasilkan dari Ruh maka itu hanyalah sebuah PRODUK kesepakatan manusia yang tanpa disertai pemeteraian Ilahiah.


Dalam hal ini Muhammad sendiri juga tidak kenal dan tidak mengesahkan mushaf Utsman yang disepakati manusia saat itu. Muhammad tidak pernah memuji Utsman dan kwalitas Komisi Pengumpulan Quran yang disusunnya. Mushaf Utsman juga bukan mushaf primer yang paling awal dicatatkan atau dibacakan dihadapan beliau seperti yang pernah dilakukan Mushaf Ibn Mas’ud
dalam satu acara khusus dimana ia mendemontrasikan mengaji (tekstual) hingga lebih dari 70 Surat, dan tidak ada seorangpun diantara hadirin  termasuk Nabi yang menyalahkan pengajiannya (HR. Muslim). Muhammad cuma pernah memuji secara terbuka terhadap pencatatan dan penghafalan yang correct dari 4 Sahabatnya yang paling berotoritas dalam ilmu Al-Quran:

“Belajarlah mengaji Quran dari 4 orang: dari Abdullah bin Mas’ud

Beliau memulai dengan nama ini – Salim, ex-budak merdeka dari Abu Hudhaifah, Mu’adh bin Jabal, dan Ubay bin Ka’b.” (Sahih al-Bukhari, V, pp.96-97).

 

Nah, sekalipun sudah dipujikan Nabi, namun Utsman justru menafikan mushaf2 primer dan memerintahkan semua naskah primer yang ada agar dibakar habis (Shahih Bukhari VI, p.479; Tafsir Tabari I, p.20). Dimusnahkan tanpa disimak atau diadili apa “kesalahannya” mushaf-mushaf tsb. Yang diizinkan exist hanyalah mushaf dirinya satu-satunya  untukmenjadi Quran yang kita kenal saat ini. 


Jadi, bagaimanapun dibela-bela, Quran tetaplah sebuah produk riwayat mutawatir manusia belaka, tidak lebih dari restu dan keputusan tangan-besi dari Khalifah Utsman, bukan restu Muhammad, apalagi restu Ruh dan Allah. Keputusan Utsman yang tidak mesti sejalan dengan rekomendasi Nabinya, tidak dihadiri dan disaksikan Muhammad, dan yang jelas terputus sanadnya dari Allah dan RUh sebagai sumber pertama dan kedua, semuanya ini menjadikan Quran hanya diwakilkan kepada LEVEL para sahabat Muhammad saja yang nyatanya saling bertikai sesamanya tentang isi dan bacaan Quran!

 

[Sekedar Misal saja, pertikaian tentang keabsahan sisipan surat Al-Fatihah (yang ditolak Ibn Mas’ud sebagai wahyu), susunan/urutan surat2 kok anti kronologi, total ayat controversial tidak terbukti keutuhannya sempurna,  tentang ayat RAJAM yang absen dari Quran tapi kok ada di Hadist (sampai2 Umar bersumpah diakhir hayatnya bahwa ayat itu memang ada: “Ya Allah, bersaksilah bahwa aku telah mengatakan dan menyampaikannya tetapi tak seorangpun menerimanya”). Juga ayat RADHA’AT yang hilang (tentang batasan menyusui agar boleh menjadi muhrim). Tentang surat At Taubah yang terpotong sehingga tidak mengandung pembukaan ‘Bismillah’, dll dll.banyak sekali yang bisa dibeberkan!]

 

Sanad yang terputus dari sumbernya dan tidak disaksikan siapa2 yang berotoritas inilah yang sesungguhnya membuat Quran jauh dari penjagaan Allah yang sempurna, dan INFERIOR jauh terhadap syarat pewahyuan Alkitab yang SELALU HARUS menghadirkan “sanad ilahi”:


“oleh dorongan Roh Kudus (Roh Elohim sendiri),
orang2 yang diilhami itu berbicara atas nama Tuhan
(2Petrus 1:21)… DAN
“ kami berkata-kata tentang karunia-karunia Elohim dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh (Elohim)” (1Kor 2:13).

 

Jadi, dimanakah bukti bahwa Allah menjaga kemurnian KitabNya secara ilahiah? Dengan perkataan lain, bagaimana Anda bisa berkata sembrono bahwa Quran-Dunia saat ini adalah IDENTIK persis dengan Quran-Surgawi sampai ketitik komanya?

 

QURAN YANG ACAK SEBAGAI BUKTI PRODUK DUNIA
Akhirnya, mengatakan kedua Quran itu tidak identik adalah jauh lebih gampang dan benar. Benarkah? Ya, lihat saja susunan Quran dunia yang acak-acakan anti kronologi itu! Non kronologi Quran itu artinya apa? Artinya ada DUA perkara mustahil yang telah didongengkan terjadi.


1. Wahyu Allah yang sudah baik2 diturunkan ruh misterius secara kronologi –-ayat per ayat sejak tahun 610 hingga 632 kematian Muhammad--  telah rusak diacak oleh entah siapa, sehingga ruh Jibril harus turunkan ulang/revisi susunan ayat2 dan surat yang “lebih baik urutannya” dan dahsyat karena “tak perlu konteks”, yaitu Quran acak yang final seperti sekarang ini!  Tidakkah konyol karya Jibril atau Allah yang satu ini?

 

2. Jikalau Quran-Surga memang aslinya acak seperti Quran-Dunia sekarang ini (dimana surat Al-Fatihah diturunkan paling awal), maka tentulah Muslim akan bertanya: “Apa betul digua Hira Muhammad sudah menerima Al-Fatihah, lalu disusul terima surat Al-Baqarah dst.

 

Kronologi itu adalah entitas yang Tuhan ciptakan khusus untuk urutan “keberadaan sesuatu” dengan melekatkan waktu kepada sesuatu yang ada itu. Berlainan dengan bahasa, kronologi bukan ciptaan manusia. Bila Quran masih harus tunduk pada bahasa ciptaan (Arab) untuk dipahami secara tertib oleh manusia, maka terlebih-lebih Quran harus MUTLAK tunduk pada kronologi yang Tuhan ciptakan sendiri bagi pemahaman keberadaannya untuk bisa dihayati dengan benar.

 

Menyedihkan bahwa Quran adalah satu2nya Kitab didunia yang anti-kronologi yang Allah lekatkan kepada dirinya. Allah juga tidak berwahyu langsung, melainkan ruh. Ini memberi implikasi bahwa Tuhan dengan will & design Nya (awas, bukan kebetulan!) mengambil property kronologi & konteksNya keluar dari Quran, sehingga terkusut dalam ke-acakan yang abadi! Lalu memaksa setiap Ulama yang malang untuk harus men-cari2 rangkaian benang kusutnya Quran demi mendapat-kan secercah penerangan tambahan lewat pelbagai Studi Ulumul Quran yang sungguh sebagiannya hanyalah sia-sia tak diperlukan, bilamana tadinya mushafnya kronologis dalam konteksnya!

 

Bandingkan bahwa buku-buku manapun didunia, termasuk Alkitab dan Injil, tidak memerlukan ilmu sempalan yang begitu ruwet membebani. Namun Quran secara kontradiktif telanjang mengklaim dirinya sebagai “Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan dengan terperinci” (QS.11:1). Disitu Anda bisa melihat sendiri betapa kontradiktifnya ayat diatas dengan perlunya ilmu2 Islamik yang ruwet dan redundant itu tanpa menghasilkan yang bermakna, antara lain meliputi:

 

*Seperti ilmu pembedaan mana Surat2 Makkiyah dan mana yang Madaniyah; *Asbab an Nuzul untuk mencari kaitan turunnya ayat tertentu dengan sebab2
dan konteks sejarahnya;
*Mana ayat2 nasikh (yang membatalkan ayat sebelumnya) dan mana yang
mansukh (yang dibatalkan); 
*Munasabah (antar ayat dan surat) ilmu yang sulit tentang persesuaian antar hubungan ayat/surat berdasarkan urutan bacaannya.

 

Kitab Anti-kronologi yang kacau inikah yang dipakai Ulama untuk melarang umat Islam membaca Alkitab dan Injil? Sebaliknyalah yang benar, bahwa Alkitab dan Injil tidak dipermasalahkan Quran yang nyata-nyata menjunjung moral dan harkat-surgawinya.  Kitab-kitab Suci ini justru yang mampu menelanjangi slogan2 heroik, seruan petunjuk dan ajaran yang salah kaprah dari ulama:

 

Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (QS 5:46).


Add a Comment
| 420
cempluk
Reply| 24 Jan 2017 22:35:20
kemana ya bang pion hitam kok gak nongol lagi?
Orbuk
Reply| 16 Jan 2017 20:24:44
@Hampir Mualaf
AKU NYERAH AMA ISLAM. KENAPA? KARENA
Islam adalah satu-satunya doktrin yang menghimbau para pemercayanya untuk melakukan kejahatan kepada orang lain semata-mata hanya karena mereka bukan orang beriman.

AKU KAPOK
==============================
Menarik juga 'nick name' kawan. Barangkali ada latar 'cerita' dibalik nama itu?

Bagus juga dibagikan di sini.

Salam hormat.
Hampir Mualaf
Reply| 16 Jan 2017 14:33:19
AKU NYERAH AMA ISLAM. KENAPA? KARENA
Islam adalah satu-satunya doktrin yang menghimbau para pemercayanya untuk melakukan kejahatan kepada orang lain semata-mata hanya karena mereka bukan orang beriman.

AKU KAPOK
JANGAN GITU AH
Reply| 16 Jan 2017 08:54:22
@cempluk
Dia tidak nongol karena lagi modol, kawan... sedang mempersiapkan diri dengan segala dalil dalil Alkitab untuk membuktikan trinitas adalah sebuah pandangan salah orang kristen. Begitu... dia juga sedang getol2nya baca Alkitab agar terbukti sebagai muslim yang paling banyak membaca kitab anda dibanding anda sendiri....apa anda tidak merasa sedikit malu dengan @Pion Hitam yg kenyang puol baca Alkitab dan paling memahami pokok pokok pikiran perikop Alkitab? Hua.ha.ha.ha.ha.ha...
JANGAN GITU AH
Reply| 16 Jan 2017 08:46:12
Kemana kaburnya muslim @Pion Hitam, ya? Dipersilahkan membuktikan kesalahan pandangan ke-esa-an trinitas kristiani, eh malah nyumput. Padahal ini kesempatan dakwah islam untuk membuktikan kebenaran tawhid islam dan superioritasnya atas tawhid kristen dari seorang muclim yg ngaku lebih tahu pokok-pokok pikiran perikop Alkitab karena telah membaca kitab tersebut lebih banyak dibanding siapa pun.. hua ha ha ha...

Atas pengakuannya itu, siapa yg tidak ngeper? Soalnya, siapa tahu si @Pion Hitam ini sebenarnya pakar Alkitab yg menyamar jadi muclim untuk mencemarkan Eslaaaammmm... ya nggak, bro? Hua...ha ha ha...azzyiiik!

Eh, @Pion Hitam... mohon konfirmasinya..

Sebagai pakar Alkitab, pastilah anda tahu secara detil dan mendalam bagaimana konsepsi asalnya sehingga memunculkan istilah trinitas di kalangan kristen. Saya tidak meragukan kemampuan anda memaparkan pada sy secara runtut (sistematis), theologically and so on. Karena itu anda dipersilakan memaparkan dimari dan menjelaskan letak salahnya konsep trinitas serta jangan lupa memaparkan tawhid Eslaam serta keunggulannya...hua ha ha ha...

Bagaimana, kawan?
Jangan cemen lah...
Hua ha ha ha...
#@$%^&@!*#^*@*!
cempluk
Reply| 14 Jan 2017 02:01:05
@Margono
bang Margono bilang:
Lihat tuh dek Cempluk....gak nongol si Pion, gak bisa menjawab lagi dia. Pertanyaan Cempluk ringan tetapi cerdas, aku juga susah menjawab pertanyaan ini, apalagi si alloh, akukan lebih cerdas dari si alloh.

cempluk:
he..he...iya kali yah bang Margono, si alloh memang kurang cerdas lalu diteladani si mamad dan menular pada si bang pion hitam..
cempluk juga ingin tahu bagaimana slimer menjelaskan surga kepada anak2 slimer, pasti mereka "slinthutan" ...he..he...gak terus terang

kenapa gak terus terang, karena dalam hati sebenarnya mereka mengakui bahwa surganya slimer itu surga mesum yang tidak layak untuk diketahui anak2

lalau jika mereka meninggal saat masih anak2 gimana, apa mereka juga menerima bidadari yang sama? atau bidadari anak2?

ah entahlah, tunggu bang pion hitam menjawab...
JANGAN GITU AH
Reply| 12 Jan 2017 13:45:34
@Pion Hitam
Jangan suka menyebut orang lain dongok sebelum diri mu dapat membuktikan orang itu dongok. Sebab siapa tahu kamu lah si dongok itu.

Ambil contoh, dikau mengatakan orang yang menyebut trinitas esa adalah orang dongok. Apa buktinya? Apa diri mu paham maksud trinitas sebagaimana pemahaman orang kristen?

Kalau kau mau, saya bisa membuktikan diri mu lah yang dikau maksud dongok!

Nah, sebagai muslim yg mengklaim paling banyak membaca Alkitab dan paling tahi segala pokok pokok pikiran tiap-tiap perikop di dalamnya, saya ingin mengetahui apa yg kau ketahui tentang trinitas? Dimana letak kesalahannya sehingga orang yg mengimaninya dapat disebut orang dongok?

Waktu dan tempat dipersilahkan sembari saya ngelisong....
JANGAN GITU AH
Reply| 11 Jan 2017 09:41:40
@Pion Hitam
Saya kira baguslah kalau anda "merasa" lebih mengetahui isi Alkitab utamanya injil dibanding saya. Yang pentinga bagi saya anda tidak terpeleset dan masuk pada jurang salah pengertian.

Sayang dan sangat disayangkan ternyata kamu terpeleset...hehehe.

Anda katakan konteks ujaran Yesus terkait "apa yang berasal dari hati" sebagai konteks PERBUATAN totally wrong!

Semisal saya benci kamu. Tetapi saya belum mengekspresikan rasa benci tersebut dalam tindakan saya. Apakah hal itu telah masuk dalam konteks atau ranah perbuatan? Jelas kamu ngawur. Secara hukum sekuler pun orang tidak dapat dipidanakan bila kebencian belum diekspresikan dalam tindakan nyata sebab tidak ada ukuran sahih dari hukum formal yang dapat dijadikan dasar menvonis orang benci sebagai tersangka, terdakwa apalagi terpidana.

Beginikah hasil dari sesorang yang mengklaim dirinya lebih banyak membaca Alkitab dan lebih mengetahui pokok pikiran perikop perikop Alkitab?Menggelikan sekali!
Margono
Reply| 11 Jan 2017 09:32:30
@Pion Hitam, ini tulisan netter Cempluk.
menurut anda sex macam apakah yang akan anda terima di surga nanti?
sudahkah anda merencanakan bagaimana anda menggauli 72 bidadari yang akan menjadi bagian anda nanti? lalu apakah nanti anda juga akan memiliki anak di surga sebaga buah dari sex yang anda lakukan?.

Tanggapan:
Lihat tuh dek Cempluk....gak nongol si Pion, gak bisa menjawab lagi dia. Pertanyaan Cempluk ringan tetapi cerdas, aku juga susah menjawab pertanyaan ini, apalagi si alloh, akukan lebih cerdas dari si alloh.

Saat mempelajari ajaran Islam, aku ketemu dengan janji bidadari surga Islam ini lalu saat kurenungkan, bagaimana caranya ustad-ustad menjelaskan surga Islam ini kepada anak-anak.

Memberi pelajaran agama kepada anak-anak pasti tujuan akhir dari ajaran agama tsb akan berlabuh di "surga". Tujuan akhir ini harus diketahui si anak, harus dijelaskan dengan jujur apa adanya. Bagaimana menjelaskan surga islami kepada anak-anak muslim.

Sex adalah karunia Tuhan kepada manusia tetapi bukan untuk di umbar-umbar. Karunia sex kepada makhluk hidup punya tujuan dari Tuhan dan kita juga diberikanNya berkat akal-budi untuk memahami tujuan tsb. Tuhan juga memberikan "hukum konsekuensi" kalau mengumbar sex tidak sesuai tujuanNya. Fakta mengumbar sex bebas di dunia akan berakibat buruk, penyakit medis, penyakit non medis, zinah dsb.

Anehnya dalam surga islami kenapa tindakan asusila ini menjadi halal, apakah karena si alloh maha kuasa lalu suka-suka dia memberikan hadiah yang bersifat amoral, apa gak ada hadiah lain?...kagak masuk akal sehat saya. Dalam pikiran saya si alloh ini berbakat germo.
JANGAN GITU AH
Reply| 11 Jan 2017 09:07:44
@Pion Hitam
Baca noohh...Pak @levi sudah mendaftar ayat yang menunjukkan hukum Taurat yang diubah Yesus. Anda bisa baca, bukan? Hayoo jawab saya, mana yang dimurnikan Yesus? Kalau dikau bisa tunjukkan satu saja yg dimurnikan Yesus dari hukum Taurat, saya beri kamu sebutir permen nano nano...hehehe
JANGAN GITU AH
Reply| 11 Jan 2017 08:45:57
@Pion Hitam
Fakta yg tidak disadari oleh muslim tentang pernyataan Yesus:

Muslim: "Yesus tidak mengubah hukum Taurat"

Fakta: Yesua mengubah hukum Taurat dari semula hanya sebagai hukum fisik semata menjadi hukum rohani.

Bukti:
Hukum Taurat mengatakan barang siapa BERBUAT jinah maka ia berdosa.

LYesus mengubahnya, SEBELUM BERBUAT seseorang bisa dipidana sebagai pejinah hanya karena bernafsu lewat pandangan mata. Hal yg TIDAK TERSENTUH SAMA SEKALI DALAM TAURAT.

Itu baru satu case saja akan perubahan Taurat itu. Belum yg lainnya. Apa? Anda tercengang atas fakta ini? Jawab Yesus, "Aku adalah Tuhan atas hukum Taurat!"

Anda keberatan? Kog bisa? Andakan muslim, bukan Yahudi. So, mengapa anda yg keberatan dan sewot?

Anda tahu gak isi Surah Al-Kafirun 1-5? Kalau anda paham maksud junjunganmu lewat kata-katanya yang menjadi ayat quran tersebut, sudah seharusnya anda sadar diri.
JANGAN GITU AH
Reply| 11 Jan 2017 08:28:21
@Pion Hitam
Mengapa saya katakan kamu ngawur?

1. Yesus tidak pernah menyebut Taurat telah diubah orang Yahudi.

2. Dalam rumah ibadat kaum Yahudi, dimana Dia di daulat sebagai pembicara, Dia tetap mengajarkan Taurat bagi audiens-Nya.

3. Yesus tidak pernah menyatakan kehadiran-Nya untuk memurnikan Taurat melainkan UNTUK MENGGENAPI.

Kata Yesus: "Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk MENGGENAPINYA."

Akan tetapi bagi orang pandiri akan diartukan secara salah sebagai MEMURNIKAN dan berkeras bahwa itulah maksud sebenar dari perkataan Yesus di atas.

Orang pandir tidak akan paham arti kata MENGGENAPI. Orang pandir berusaha memplesetkan kata itu kearah tujuannya swndiri dan merubah artinya menjadi MEMURNIKAN. Itulah model persepsi Islamik yang sesat! Hehehe

Otang pandir tidak tahu karakteristik huk Taurat dimana berlaku kaidah mata ganti mata, gigi ganti gigi. Dengan kata lain hukum Taurat menganut prinsip prinsip Pembalasan. Setiap pelanggar Taurat, kepadanya akan dituntut nyawanya. Tidak tanggung-tanggung! Hukum tanpa ampunan dan tidak ada yg dapat membatalkannya.

Tetapi oleh kasih Tuhan, Ia berkenan memberikan kesempatan hidup bagi orang yg memberi ganti sebagai korban penebus atas nyawanya sendiri melalui sarana penebusan dengan cara menorbankan nyawa domba atau lembu menurut peraturan Imamat Yahudi.

Dalam hal inilah Yesus mengklaim bahwa kedatangan-Nya adalah untuk MENGGENAPI SEGALA TUNTUTAN KAIDAH PEMBALASAN HUKUM TAURAT.

Di akhir putusnya nyawa-Nya di tiang salib, Yesus kembali menegaskan ulang pernyataan MENGGENAPI dengan pernyataan penutup "SUDAH SELESAI!" Artinya segala tuntutan hukum Taurat telah dipenuhi-Nya melalui pengorbanan nyawa-Nya.
JANGAN GITU AH
Reply| 11 Jan 2017 07:59:09
@Pion Hitam
wkwkwk...efek islam benar-benar merasuk dan merusak cara berfikir muslim katrok (meminjam istilah Pak Margono) macam kamu. Apa masih kurang jelas, atau benar apa yang saya katakan kau GAGAL PAHAM.

Pak Margono dalam tulisannya dibawah dengan tajam mengatakan anjing saja tahu membedakan mana makanan mana yang bukan. Jadi anjing tidak mungkin mau makan batu, apa lagi makan racun. Jadi anjing lebih tahu konteks dari pada dirimu! Itu penjelasan beliau.

Sementara sebelumnya sudah saya jelaskan bahwa soal tradisi orang Yahudi, Yesus sendiri tidak ambil pusing, apa lagi soal perkara halal dan haram. Ingat, bahwa tradisi membasuh tangan sebelum makan sama saja status dan kedudukannya, yaitu soal halal dan haram. Bagi orang Yahudi haram hukumnya makan tanpa membasuh tangan. Karena itulah, demi melihat perbuatan murid Yesus yg dianggap telah melanggar aturan Yahudi, mereka mengambil kesempatan untuk menggugat Yesus. Mereka memandang Yesus lah paling bertanggungjawab atas perbuatan murid-murid-Nya yg tidak mengindahkan hukum Yahudi.

Jangankan soal perkara halal haram yang dicuekin, soal hukum Sabbat sendiri pun Yesus tidak ambil pusing. Padahal hukum Sabbat merupakan salah satu pilar penting dalam 10 perintah Tuhan yg diterima Musa. Dalam pandangan kaum Yahudi, tidak seorang pun diperbolehkan melakukan aktivitas di hari Sabbat. Akan tetapi Yesus nyata-nyata melanggar hukum Sabbat dengan menyembuhkan banyak orang pada hari Sabbat Yahudi. Dibanding soal haram dan halal, pelanggaran atas hukum Sabbat jauh lebih berat. Tetapi mengapa Yesus tidak mengindahkan hukum Sabbat Musa? Kalau demikian, benarkah klaim mu yang mengatakan Yesus datang untuk memurnikan Taurat? Sudah jelas kau ngawur.
Orbuk
Reply| 10 Jan 2017 22:03:39
@Pion Hitam
@Orbuk
penjelasan singkat untuk anda......

Yesus dipaku tangan dan kakinya bukan ...ditempat saya itu namanya di pantek

Yesus dipantek dikayu yang berbentuk salib ya......ditempat saya bentuk salib itu bentuk kayu yang digunakan sebagai tiang jemuran.......

apa saya salah bicara.....toh maksudnya sama....

itu lebih logis daripada anda dan kristen dongok lainnya yang menyatakan esa sama dengan trinitas.........makanya ngaca dulu kalo ngomong hehehehehe
====================================
Okelah. Di forum ini, tinggal anda muslim yang tersisa. Yang lainnya sudah bertobat. Jikan anda tidak bisa bersikap jujur, apalagi yang kami harapkan dari diskusi anda?
Margono
Reply| 10 Jan 2017 17:22:25
@cempluk, menulis:
menurut anda sex macam apakah yang akan anda terima di surga nanti?
sudahkah anda merencanakan bagaimana anda menggauli 72 bidadari yang akan menjadi bagian anda nanti?
lalu apakah nanti anda juga akan memiliki anak di surga sebaga buah dari sex yang anda lakukan?

itu saja lagi bang.

Tanggapan:
Kolaborasi si alloh dan Muhammad pun gak akan mampu menjawab pertanyaanmu ini....kita tunggu tanggapan si bidak hitam ini.
cempluk
Reply| 10 Jan 2017 16:40:12
@pion hitam

bang PH bilang:
Mengenai Bidadari di surga.....adalah mutlak hak ALLAH SWT untuk memberikan balasan yang setimpal kepada muslim yang telah berusaha untuk menjalankan segala perintah ALLAH dan menjauhi segala larangan ALLAH selama hidup didunia......manusia sungguh tidak pantas untuk mengatur bagaimana Tuhan harus bersikap dan bertindak untuk membalas amal ibadah manusia didunia......

cempluk bilang:
sebuah keyakinan seberapapun buruknya, itu adalah hak setiap manusia selama keyakinan itu tidak mengganggu atau bahkan mengancam hidup orang lain.
anda berhak berkeyakinan bahwa anda akan menerima 72 bidadari di surga (tapi muslimah bagaimana? akankah mendapat hak yang sama di surga? anda dan semua muslim di seluruh jagad pasti juga tidakbisa menjawab ini. kalau menjawab pasti hanya asumsi dgn segudan ilmu buatan manusia yang sok tahu)

cempluk hanya ingin bertanya, sex adalah kegiatan yang tidaksekedar melampiaskan hawa nafsu tapi ada kandungan luhur di dalamnya yakni cinta kasih yang kemudian membuahkan hasil cinta kasih itu yaitu keturunan.

menurut anda sex macam apakah yang akan anda terima di surga nanti?
sudahkah anda merencanakan bagaimana anda menggauli 72 bidadari yang akan menjadi bagian anda nanti?
lalu apakah nanti anda juga akan memiliki anak di surga sebaga buah dari sex yang anda lakukan?

itu saja lagi bang
levi
Reply| 10 Jan 2017 15:00:47
@pion hitam

1. Tentang Jesus tidak meniadakan hukum taurat adalah keliru
ayat 5 :18 disebutkan situasi taurat bisa dirubah dengan kalimat:"sebelum semuanya terjadi"
2. dan ini dipertegas oleh Jesus dengan mengganti taurat pada ayat 38-44.


2. Tentang cucitangan mat 15:
15:2 bagi ahli taurat melanggar adat istiadat
15:3 : Jesus protes krn adat istiadat itu itu malah melanggar perintah Tuhan, contoh ayat 4-6
lalu dipertegas:
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."


3. Tentang Makanan Haram tetap ada karena Jesus tidak merubah taurat:
1. Fakta Jesus sudah merubah taurat pada matius 5:38-44

sehingga berlaku juga buat mkanan haram:
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

ket:
15:17 - Jadi daging babi adalah termasuk "segala sesuatu yang masuk ke mulut, turun ke perut dan dibuang dijamban"
15:19 - kaitannya dengan makan daging babi :
1. saya makan babi berdasar ayat 17; dan tidak timbul hal hal di ayat 19 dari dalam hati saya, maka saya tidak berdosa.

simpulan
-kaitannya dengan 3 ayat yang saya infokan:
"orang tidak sujud, tidak sunat, tidak puasa, dan makan babi tapi TIDAK timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. - lebih berkenan bagi Allah"

jadi @pion hitam:
1. kamu harus tahu Jesus adalah Mesias Anak Allah yang dijanjikan hadir dalam kitab taurat. krn info ini tidak ada di alquran
2. akibatnya kamu gagal paham terus.
wantoknows
Reply| 10 Jan 2017 13:06:21
@Pion Hitam
@Pion Hitam

KAU SUDAH COBA MENJAWAB KE-MANA2, KE-SIAPA2 SAJA,
TAPI PALING TAK BERDAYA MENJAWAB SAYA, KAN? hehehe Cecereeee!
Score 5-0 !

cempluk,
bukan hanya ke anda, pertanyaaan saya yang 7 point yang
salah satunya ini:
5. Apa yang tidak kita tahu/mengerti/percaya(imani) belum tentu tidak benar/ada/terjadi. Face the fact, we are just human !!!

juga belum dijawab.
Juga pertanyaan dari margono tentang "penipu lebih rendah dari korban penipuan"(kisah penyaliban yesus), juga belum dia jawab, kita tunggu saja dengan sabar....
cempluk
Reply| 10 Jan 2017 12:32:59
@pion hitam

bang PH bilang:
Jawaban yang paling sederhana yang bisa membuat manusia itu masuk surga atau neraka adalahMENYEMBAH TUHAN YANG BENAR.....!!!!!

lalu, cempluk ingin melanjutkan pertanyaan:
1. karena dosa dan pahala bagi muslim dparhitungkan secara matetmatik, maka cempul bertanya, jika anda tidak punya dosa, tidak ada pahala, apakah anda akan langsung masuk surga atau masuk neraka dulu?
2. bagaimana anda mengenali tuhan yang benar itu? karena di atas, cempluk menunjukkan bahwa alloh bukanlah Tuhan yang benar.

GBU
cempluk
Reply| 10 Jan 2017 12:32:12
@pion hitam
PH bilang:
.pilih yang paling anda dalil yang paling anda anggap pamungkas bagi anda kita bahas dan diskusikan satu persatu...

cempluk:
cempluk tidak tertarik membahas tentang kesalahan dan perintah2 jahat dalam qur'an, sudah terlalu banyak di bahas di sini dan bagi cempluk kejahatan alloh sudah final di sini:
jika anda minta yang final bagi cempluk, inilah:
QS 2: 6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
QS 2: 7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
QS 2: 10. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta
itu adalah pernyataan kebencian pamungkas bagi cempluk, mengunci mati hati dan pendengaran mereka (kalo ada kafir yang murtad maka alloh mencla-mencle...!)
jadi sudah tidak ada kesempatan apa-apa lagi bagi kafir bukan? kecuali dibenci, jangan dijadian teman, wali, pemimpin, bunuh, penggal kepala, potong jari-jarinya, ......
dan alloh bukanlah sosok yang maha kasih, sosok yang maha kasih, yang berarti kasihnya tak terbatas, bukannya mengasihi dan bertindak seperti dokter yang mengobati orang sakit, tapi sosok allohmu justru menambah penyakitnya.
siapa yang menciptakan mereka jadi orang kafir? alloh bukan? kenapa pula alloh mengunci mati hati dan pikiran orang kafir? ini namanya maha kebencian.
dan itu bagi cempluk berarti pula alloh bukanlah Tuhan Yang Benar yang anda sebutkan. alloh adalah sosok ciptaan muhammad. sosok yang penuh kebencian, kedengkian sebagaimana isi hati muhammad.
apa lagi yang bisa dikatakan?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top