Blog / Natur Gelap Wahyu-Wahyu Muhammad

Kita memulai pengujian kritis terhadap Islam dengan pribadi Muhammmad serta wahyu-yang ia sampaikan. Inilah awal dari segalanya. Jika menginginkan sebuah pengujian yang akurat terhadap roh Islam maka kita harus memulai dari fondasinya, kita harus menguji benihnya. Muhammad adalah pendiri Islam dan dipercaya oleh orang Muslim sebagai satu-satunya instrumen manusia yang “menerima” perkataan-perkataan Qur’an secara langsung dari Allah. Pasal ini akan mengulas natur dari pengalaman-pengalaman spiritual Muhammad yang mengawali karirnya sebagai seorang “nabi” dan melahirkan agama yang kini sedang menjadi perhatian dunia.

 

Kelahiran Qur'an

Orang Muslim percaya ketika Muhammad menerima wahyu-wahyu yang kemudian dikompilasi menjadi Qur’an, ia menerimanya kata per kata, secara langsung dari Allah. Maka, Allah dipandang sebagai pengarang Qur’an yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, dalam membaca Qur’an seakan-akan Allah sendirilah yang sedang berbicara secara langsung kepada pembaca pertama. Muhammad semata-mata hanya dianggap sebagai seorang utusan, atau Rasul Allah (rasul-Allah). Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang teolog Muslim, ”Sang nabi hanya bersikap pasif – bahkan tidak sadar: kitab ini bukan miliknya, juga bukan buah pikirannya, bukan bahasanya, juga bukan gayanya: kesemuanya itu adalah milik Allah, dan nabi hanyalah sebuah pena untuk menulis. Ini berbeda dengan pandangan Kristen mengenai natur inspirasi Alkitab. Menurut orang Kristen, Tuhan benar-benar menginspirasi para penulis Kitab Suci untuk menuangkan pikiran-pikiran dan perkataan-perkataan-Nya, namun setiap penulis juga memasukkan gaya dan kepribadian mereka masing-masing ke dalam naskah Kitab Suci. Tuhan menggunakan agen-agen manusia sebagai alat/bejana-Nya, tetapi secara literal Ia tidak mengesampingkan/meniadakan kemanusiaan mereka. Seperti yang akan kita lihat, ini bukanlah ciri wahyu-wahyu Muhammad.

Karen Armstrong, seorang penulis populer dan sangat bersimpati pada Islam dan Muhammad menuliskan peristiwa pertemuan pertama Muhammad dengan yang dipercaya oleh orang Muslim sebagai “malaikat” Gabriel (Jibril) di gua Hira:

“Muhammad terbangun dari tidurnya di dalam gua dan merasa dirinya diliputi oleh sebuah kehadiran ilahi yang menakutkan. Kemudian ia menjelaskan pengalaman yang tidak terlukiskan ini dengan mengatakan bahwa sesosok malaikat telah membungkusnya dengan sebuah dekapan yang mengerikan sampai-sampai ia merasa nafasnya ditarik keluar dari tubuhnya. Malaikat itu kemudian memberikan padanya sebuah perintah pendek: ‘iqra!’ ‘Bacalah!’ Muhammad memprotesnya karena ia tidak dapat membaca; ia bukanlah seorang kahin, salah seorang dari nabi-nabi besar Arab. Tetapi katanya, malaikat itu mendekapnya lagi, sampai ia merasa bahwa ia sudah tidak kuat lagi, ia mendapati bahwa perkataan-perkataan ilahi yang kemudian menjadi kitab suci itu terlontar dari mulutnya”.

Gua Hira - tempat dimana Muhammad pertama kali dicekik oleh satu sosok ruh yang kelak 13 tahun kemudian, tatkala Muhammad telah  Hijrah ke Medina, ia mengatakan bahwa ruh yang mencekiknya di Gua Hira Mekah itu adalah malaikat Jibril

Kekeliruan Armstrong adalah karena ia tidak menyebutkan bahwa sebenarnya ada sampai kali yang ketiga “malaikat” itu mencekik Muhammad, memerintahkannya untuk membaca, dan kemudian akhirnya ia melakukannya. Peristiwa ini sangat kontras dengan natur peristiwa-peristiwa ilahi dan penampakkan-penampakkan malaikat yang dicatat di dalam Alkitab, dimana para malaikat (atau Tuhan sendiri) hampir selalu memulai percakapannya dengan kata-kata yang menenteramkan, “Jangan takut!”. (Kejadian 15:1, 26:24, 46:3, Daniel 8:15-19, 10:12,19, Matius 28:5,10, Lukas 1:13, Lukas 1:26-31, 2:10, Wahyu 1:17).

Mestinya kita tidak terkejut jika kemudian kita menemukan bahwa setelah pengalaman Muhammad yang menakutkan dan keji dengan roh itu di dalam gua, ia sangat percaya bahwa ia dirasuk setan. Muhammad menjadi sangat ketakutan dan bahkan ia ingin bunuh diri. Berdasarkan biografi awal Muhammad oleh Ibn Ishaq yang sangat terkenal itu, yang diterjemahkan oleh Guillame, sirat-rasul, kita bisa baca:

“Lalu saya (Muhammad) membacanya, dan ia (Jibril) pergi dari saya. Dan saya terbangun dari tidur, dan sekan-akan kata-kata itu tertulis dalam hati saya…Kini tidak satupun dari ciptaan-ciptaan Tuhan yang lebih membenci saya daripada penyair atau seorang yang dirasuk: saya bahkan tidak sanggup memandang mereka. Pikirku, “Celakalah aku karena telah dirasuk – tidak seorang Quraysh (suku dan kerabat Muhammad) pun boleh berkata tentang hal ini mengenai saya! Saya akan pergi ke puncak gunung dan menjatuhkan diri ke bawah supaya saya mati dan mendapat ketenangan”. Lalu saya pergi untuk berbuat demikian dan ketika saya sudah setengah jalan di gunung itu, saya mendengar suara dari surga yang berkata “Wahai Muhammad! Engkau adalah rasul Allah dan aku adalah Jibril”.

Penyebutan “penyair atau dirasuk” berasal dari anggapan orang-orang Arab pada jaman Muhammad bahwa para penyair menciptakan puisi-puisi mereka berdasarkan inspirasi yang mereka dapatkan dari roh-roh jahat. At-Tabari, salah-seorang sejarawan Islam mula-mula yang sangat dihormati mengatakan, “Orang Arab pada jaman pra Islam percaya pada puisi-puisi karya roh jahat, dan mereka beranggapan bahwa sebuah puisi yang masyur diinspirasikan langsung oleh roh-roh jahat…”

Setelah pengalaman yang mengerikan itu, Muhammad kembali kepada Khadijah istrinya. Muhammad masih sangat ketakutan karena peristiwa itu:

“Lalu Rasul Allah kembali dengan inspirasi, otot-otot lehernya terpelintir karena ketakutan hingga ia bertemu dengan Khadija dan berkata, “Tutupi aku! Tutupi aku!” Mereka mnyelimutinya sampai ketakutannya sirna lalu ia berkata, “O Khadijah, ada apa dengan saya?” Kemudian ia menceritakan pada istrinya segala sesuatu yang telah terjadi dan berkata, “Saya takut sesuatu akan terjadi pada saya”.

Tetapi bukan hanya Muhammad yang beranggapan bahwa roh-roh jahat adalah sumber semua wahyunya, namun banyak orang pada jaman Muhammad juga percaya bahwa pengalaman-pengalamannya dalam menerima wahyu adalah pengalaman demonis dan bahwa ia dirasuk setan. Qur’an mencatat tuduhan-tuduhan berikut terhadap Muhammad:

“Kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang kerasukan!” Sura 44:14 (Yusuf Ali).

“Dan mereka berkata: ‘apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair yang kerasukan?” Sura 37:36 (Yusuf Ali).

Nampaknya adalah penting bagi Allah untuk membela Muhammad dan menanggapi kritik-kritik yang ditujukan terhadap Muhammad dalam Qur’an itu sendiri:

“Dan temanmu (Muhammad) itu sekali-kali bukanlah orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib. Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan Setan yang terkutuk”. Sura 81:22-25.

“Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam”. Sura 69:41-43.

Maka kemudian tidaklah mengejutkan jika setelah membaca komentar-komentar yang ditujukan terhadap Muhammad oleh orang-orang sejamannya, juga setelah mempelajari natur dari pengalaman-pengalaman pemahyuan Muhammad, banyak sarjana yang menjadi yakin bahwa Muhammad menderita epilepsi dan juga sekaligus kerasukan Setan.6 Setelah mendiskusikan beberapa manifestasi spesifik dari pengalaman-pengalaman Muhammad, John Gilcrist, seorang penulis Kristen dari Afrika Selatan dan seorang pakar Islam, menyimpulkan analisanya mengenai berbagai fenomena fisik yang menyertai pengalaman-pengalaman pewahyuan Muhammad sebagai berikut:

“Penting diperhatikan bahwa seseorang dapat mengalami jenis kejang yang berbeda yang hampir mirip dengan epilepsi. Dalam masa pelayanan Yesus seorang anak laki-laki yang ‘menderita epilepsi’ pernah dibawa kepada-Nya (Matius 17:15) dan ia mengalami gangguan-gangguan ekstrim epilepsi (kadang ia terjatuh, menggelepar, dan tidak dapat berbicara). Namun tidak diragukan lagi bahwa epilepsi seperti ini bukanlah jenis biasa tetapi bersifat demonis, dan ada tiga catatan mengenai insiden itu (dalam Matius 17, Markus 9, dan Lukas 9) yang menceritakan bagaiamana Yesus mengusir roh jahat itu keluar dari anak itu, dan Yesus menyembuhkannya. Tanpa bermaksud menghakimi Muhammad, hendaknya disimpulkan bahwa orang yang terikat pengaruh-pengaruh okultis akan mengalami kejang-kejang mirip dengan epilepsi yang akan terjadi selang beberapa waktu, alih-alih menyebabkan kehilangan ingatan, akan mempunyai dampak sebaliknya dan meninggalkan kesan-kesan yang kuat dalam benak penderita. Di seluruh dunia, para misionaris menjumpai kasus-kasus yang persis sama dengan kasus diatas. Sampai dengan hari ini. Fenomena seperti ini bukanlah hal yang asing bagi para mistikus ekstatis Timur dan seringkali diceritakan.”

Jadi, sementara Rasul Petrus menggambarkan pengalaman para penulis naskah-naskah Alkitab dengan menyebut mereka sebagai orang-orang yang “menjadi jurubicara Tuhan” dan bahwa mereka “digerakkan oleh Roh Kudus” (2 Petrus 1:21), pengalaman Muhammad lebih bersifat langsung, ekstatis dan gelap. Penting diperhatikan bahwa tidak satupun nabi-nabi dalam Alkitab yang pernah mempertanyakan sumber dari wahyu-wahyu yang mereka terima. Pengalaman Muhammad jauh lebih mirip dengan pengalaman seorang spiritis atau orang yang menjadi pengantara/medium roh-roh jahat daripada pengalaman nabi-nabi dalam Alkitab.

 

Fenomena Aneh Lainnya

Pengalaman spiritual Muhammad yang menakutkan tidak berakhir dengan contoh-contoh di atas. Pada kesempatan lain, Muhammad “disihir”, yang diyakininya pada waktu itu ia sedang berhubungan seksual dengan istri-istrinya, sedangkan sesungguhnya ia sedang tidak melakukan hal itu. Guillame mencatat ada seorang sarjana Muslim mengatakan bahwa mantra yang menguasai Muhammad menyihirnya selama setahun. Episode kehidupan Muhammad didokumentasikan dengan baik dalam tradisi-tradisi sakral Islam.

“Berkatalah Aisha (salah seorang istri Muhammad): ‘Sihir telah menguasai Rasul Allah sehingga ia mengira ia telah berhubungan badan dengan istri-istrinya padahal ia tidak melakukannya’”.

Potongan kisah hidup Muhammad yang aneh ini semestinya cukup memberi jeda (untuk berpikir/meragukan) kepada setiap orang yang percaya bahwa Muhammad adalah nabi Tuhan sejati – bahwa ia bukanlah nabi yang terbesar dari semua nabi, sebagaimana yang diklaim oleh orang-orang Muslim. Kita hanya dapat menyimpulkan bahwa saat mengalami keadaan delusi seperti itu, sesungguhnya Muhammad benar-benar dirasuk Setan atau juga sekaligus tengah sakit parah. Berdasarkan penampakkan-penampakkan okultis yang mendasari awal pengalaman-pengalaman “pewahyuan” Muhammad, tidaklah sulit untuk menyimpulkan apakah seseorang mengalami pengalaman spiritual yang benar. Sudah barang tentu kontras yang terlihat disini terasa begitu tajam saat kita melihat kehidupan Yesus, yang sama sekali tidak dikuasai oleh bentuk-bentuk pengaruh kekuatan demonis apapun, melainkan Yesus telah membebaskan banyak orang dari keterikatan/penindasan oleh roh-roh jahat.

 

Kesimpulan

Sebagai penilaian akhir, kita melihat bahwa wahyu-wahyu Muhammad – yang merupakan benih bagi perkembangan Islam, dimulai di tengah-tengah perjumpaan yang gelap dan keji dengan sesosok makluk spiritual di gua Hira. Kita juga telah melihat bahwa hidup Muhammad terdiri dari periode-periode dengan pengalaman-pengalaman delusi yang serius atau juga keterikatan/penindasan spiritual yang nyata. Dimensi kehidupan Muhammad inilah yang harus diperhatikan saat kita mengembangkan tema yang lebih besar dalam buku ini. Juga, ketika berupaya menguji sumber spiritual utama Islam, penting bagi kita untuk tidak hanya memperhatikan natur gelap dari benih awal yang daripadanya Islam berkembang, tetapi lebih daripada itu visinya yang utama mengenai masa depan – yaitu “buahnya” yang sangat matang. Wahyu-wahyu demonis dan bertentangan dengan Alkitab yang dimulai di gua Hira mencapai kulminasinya dengan membunuh semua orang Yahudi, Kristen dan non-Muslim di seluruh dunia.


Add a Comment
| 21
YOUantiChrist,MeantiMamad
Reply| 24 Feb 2017 10:31:11
@Penonton
si Buta Huruf dari gUA hANTU , maksudnya?.......hahahaahahaahaha
YOUantiChrist,MeantiMamad
Reply| 17 Feb 2017 12:05:28
@kusyanto
Hidayah dari mane bang? perSetan dengan hidayahmu yang dari Setan.......Kebenaran masih juga di batah? Kamu tau kalo kamu tuh di tipu bang Mamad?
Penonton
Reply| 09 Jan 2017 22:45:06
Cocok sindiran untuk para budak sebagai Sibuta dari Goa Hantu....
John Calvin
Reply| 09 Jan 2017 21:28:01
@kusyanto
hidayah cem mana seh????
wong Batu kok ngasih hidayah sih, bagusnya di jadiin BATU AKIK aja masak di sembah 5 kali sehari.
belajar mengerti
Reply| 09 Jan 2017 18:58:08
aku sudah punya semuanya dalam YESUS KRISTUS
yang jelas muhammad dah jauh lah pokonya
Ridwan
Reply| 09 Jan 2017 17:08:57
Ini Video dahsyat .
Buntut diskusi atas buku "The People vs Muhammad" berakhir ricuh. Seorang Muslim menyatakan kegeramannya pada Muhammad.
Stasiun TV dan hostnya jadi panik

https://www.youtube.com/watch?v=ZKSwdswoYRE
Orbuk
Reply| 09 Jan 2017 10:04:20
@kusyanto
@Orbuk
Semoga Allah memberikan hidayah Nya, sebelum terlambat bertaubatlah dan renungkan dalam hati kalian, Karena Allah maha pengampun lagi penyayang
==========================================
"Ya Tuhanku, aku mohon, jadikanlah sdr. kusyanto menjadi hambaMu. Dalam nama Yesus. Amen.
kusyanto
Reply| 08 Jan 2017 09:44:23
@Orbuk
Semoga Allah memberikan hidayah Nya, sebelum terlambat bertaubatlah dan renungkan dalam hati kalian, Karena Allah maha pengampun lagi penyayang
Orbuk
Reply| 07 Jan 2017 19:50:50
@sipembajak nama Orbuk

bila kristen mau menilik ke belakang jauh sejarah kehidupan beragamanya maka mereka akan tahu bertapa bodoh penulis2 kitab itu,mereka tak pernah berkumpul dan bergaul dengan yg di sebut si lesus, tetapi mengapa tiba2 si lesus menjadi tuhan,siapa saksinya? dan dimana si lesus pernah di sumpah menjadi tuhan?. Dan apakah si kristen pernah belajar dan mempelajari kitab2ny asendiri?,pastinnya si kristen tak akan pernah mau menyentuh kitabnya sendiri, mengapa demikian?, dikerenakan kitab2 kristen sangat membingungkan dan memalukan untuk bisa dipercaya, tak ada kitab yg sangat kejam selain kitab bible,dan tak ada tipu-tipu yg paling canggih kecuali kitab bible, maka saran saya bila anda ingin menjadi tukang tipu-tipu pelajarilah kitab bible, dan bila anda ingin menjadi orang yg jujur belajarlah al qur'an, hehehehe....salam.
==================================================
Anda PASTI tak punya bahan lagi untuk bela islam! Membela kebohongan pasti membuat kebohongan baru. Para murid Kristus eks islam telah membuktikan: islam hanyalah dusta manusia buah gaib setan!

Saudara, hanya satu jawaban: YESUS!

Saudara tetap punya kesempatan lepas dari cengkeraman islam:
Orbuk
Reply| 07 Jan 2017 19:39:57
@sabda harian
buat @Pion Hitam yg pakai nickname <strong>Orbuk</strong>
+++++
- Kamu baru beberapa hari di sini, tp sudah mulai capek & putus asa
- Kenapa aku menuduhmu @Pion Hitam? Karena gaya tulisan "hehehehe" itu ciri khasmu & gaya itu baru muncul beberapa hari ini sejak nickname @Pion Hitam mulai ikut nimbrung.
- @Pion Hitam gayamu tak jauh beda dengan junjunganmu, suka "menyamar"-"menipu"-"licik", tak bisakah sekali dalam hidupmu kamu bersikap ksatria walau hanya dlm sebuah nickname saja?

@Admin buktidansaksi.com
sudah berulang kali pemakaian nickname disalahgunakan/dipakai sembarang orang, tak bisakah Anda mulai menerapkan "sortir nickname vs email" sebelum menerbitkan sebuah komentar?
Anda bisa pakai "cara sortir data yang sama di excel", silahkan googling.
Tks.
===================================
Saya dukung masukannya Bro. Ini sudah lumayan sering terjadi juga bagi rekan yang lain.

JBU
sabda harian
Reply| 07 Jan 2017 12:51:40
buat @Pion Hitam yg pakai nickname <strong>Orbuk</strong>
+++++
- Kamu baru beberapa hari di sini, tp sudah mulai capek & putus asa
- Kenapa aku menuduhmu @Pion Hitam? Karena gaya tulisan "hehehehe" itu ciri khasmu & gaya itu baru muncul beberapa hari ini sejak nickname @Pion Hitam mulai ikut nimbrung.
- @Pion Hitam gayamu tak jauh beda dengan junjunganmu, suka "menyamar"-"menipu"-"licik", tak bisakah sekali dalam hidupmu kamu bersikap ksatria walau hanya dlm sebuah nickname saja?

@Admin buktidansaksi.com
sudah berulang kali pemakaian nickname disalahgunakan/dipakai sembarang orang, tak bisakah Anda mulai menerapkan "sortir nickname vs email" sebelum menerbitkan sebuah komentar?
Anda bisa pakai "cara sortir data yang sama di excel", silahkan googling.
Tks.
Margono
Reply| 07 Jan 2017 10:03:40
Non muslim yg sudah mempelajari ajaran Islam, sudah mempelajari sejarah Muhammad maka akan tau kalau tulisan Karen Armstrong di bukunya seperti "Sejarah Tuhan" hanya merupakan kisah kulit-kulit luar Islam saja. Karen Armstrong tidak berani masuk terlalu jauh menganalisanya untuk menjaga agar dia tidak dijadikan seperti Salman Rushdie. Karen selalu berusaha menjaga agar bukunya laris terjual bagi semua pihak.....cari uang.....kebenaran nanti dulu saja.

Kita menulis dan membaca disini bukan cari uang tetapi mencari kebenaran seperti apa ajaran Islam yg sesungguhnya. Sesama muslim saja bisa bentrok karena banyaknya yang merasa benar, hal ini bisa terjadi karena sumber referensi utamanya (Al'quran) bisa multitafsir, tidak ada pedoman tunggal untuk menafsir Al'quran.

Sebagian muslim ada yang memegang pedoman "Islam rahmat bagi seluruh alam semesta" sebagian lainnya ada muslim cuek mereka memakai "bagimu agamamu, bagiku agamaku" sebagian lainnya ada yang memakai "Islam agama mulia dan muslim menjadi manusia mulia".....banyak lagi jargon-jargon kosong dalam ajaran Islam namun yang pasti terlihat buahnya di masyarakat......"Islam agama konyol, primitif dan muslim sangat mudah tersinggung"....kekanak-kanakan.

Islam adalah agama pedang dan umatnya membela si alloh dan nabinya karena si alloh sendiri yang meminta tolong ke muslim agar mereka (alloh, Muhammad dan jibril) di belain dari orang-orang kafir.

Hal seperti ini bisa terjadi karena Al'quran sebagai referensi utamanya adalah karangan Muhammad si manusia pengidap penyakit Narcissistic Personality Disorder. Al'quran sangat multitafsir, situasional, pilih-pilih orang dsb.....jangan-jangan tergantung suasana hati, tergantung tekanan darah, tergantung karakter si penafsir, konyooool.....tidak konsisten sementara hakekat Tuhan pasti konsisten, tidak licik, tidak memiliki sifat penipu.

Muhammad sebagai sumber ajaran Islam yang mengaku nabi, bahkan kalau kita pelajari Al'quran, dia bisa setara dengan si alloh bahkan si allohpun ikutan memberikan keistimewaan kepadanya untuk berbuat suka-suka melanggar hukum moral universal. Manusia berakal budi baik tentu bisa menggunakan nalar untuk menilai seperti apa ajaran Islam.....konyooool.
Orbuk
Reply| 07 Jan 2017 08:47:18
@Dumbo
Dan Yeremia 3:9 mengatakan ....Dengan sundalnya yang sembrono itu maka ia mencemarkan negeri dan berzinah dengan menyembah batu dan kayu...dst
========
itulah isi kitab bible, dengan bersundal dan menyembah batu dan kayu itu adalah ajaran yg paling rasional di muka bumi ini, jangankan hanya menyembah batu dan kayu, seandainya kristen di suruh menyembah anjing dan babi saja pasti di sembah kok,tak ada ajaran yg sangat bodoh kecuali ajaran kristen,sebab kitab yeremia mengajarkan persundalan dan perjinahan bagi setiap kristen,alih-alih sok agamis tapi ajaran tipu-tipu harus jalan, hehehehe...
Orbuk
Reply| 07 Jan 2017 08:38:52
@sontoloyo
Itulah secuplik gambaran mengenai siapa Muhamad sebenarnya...!

Bukankah bila dijadikan sebuah film yang lengkap yang mana semua kisah kehidupannya diambil dari ayat-ayat Quran dan Hadist, maka akan jadilah seperti "The Innocence of Muslims"...dst
=============
bila kristen mau menilik ke belakang jauh sejarah kehidupan beragamanya maka mereka akan tahu bertapa bodoh penulis2 kitab itu,mereka tak pernah berkumpul dan bergaul dengan yg di sebut si lesus, tetapi mengapa tiba2 si lesus menjadi tuhan,siapa saksinya? dan dimana si lesus pernah di sumpah menjadi tuhan?. Dan apakah si kristen pernah belajar dan mempelajari kitab2ny asendiri?,pastinnya si kristen tak akan pernah mau menyentuh kitabnya sendiri, mengapa demikian?, dikerenakan kitab2 kristen sangat membingungkan dan memalukan untuk bisa dipercaya, tak ada kitab yg sangat kejam selain kitab bible,dan tak ada tipu-tipu yg paling canggih kecuali kitab bible, maka saran saya bila anda ingin menjadi tukang tipu-tipu pelajarilah kitab bible, dan bila anda ingin menjadi orang yg jujur belajarlah al qur'an, hehehehe....salam.
JANGAN GITU AH
Reply| 07 Jan 2017 08:17:37
Ha ha ha
Saya punya thread berjudul "Islam Agama Setan" di ffi. Untuk tambahan penjelasan saja.
Melati
Reply| 06 Jan 2017 07:34:30
Ga heran banyak ayat2 perang sama ayat2 kawin karena semua itu Wahyu iblis
Jadi ngeri aku kalau liat quran setelah tau sejarah turunnya quran
Dumbo
Reply| 06 Jan 2017 00:41:13
Dan Yeremia 3:9 mengatakan ....Dengan sundalnya yang sembrono itu maka ia mencemarkan negeri dan berzinah dengan menyembah batu dan kayu.
Pada akhirnya islam mencari pembenaran quran lewat alkitab...alkitab di pelototi, di bolak balik dipelajari smp jungkir balik berharap mendapatkan pembenaran muhamad dan quran di alkitab,celakan tak menemukan apa2 di alkitab...katanya alkitab sdh palsu.... akibatnya alkitab pun di amandemem oleh islam.....Di di pas2kan agar alurnya sama dgn quran.....
Orbuk
Reply| 05 Jan 2017 20:36:19
Karen Armstrong:

"Tetapi katanya, malaikat itu mendekapnya lagi, sampai ia merasa bahwa ia sudah tidak kuat lagi, ia mendapati bahwa perkataan-perkataan ilahi yang kemudian menjadi kitab suci itu terlontar dari mulutnya”.
===========================
Nah, iinilah hasilnya, sebuah buku bernama alquran, buku murni buatan manusia, buah gaib dari setan!

Catatan: Muslim percaya, yang gaib itu bisa berasal dari tuhan, bisa dari setan! Klop!
Orbuk
Reply| 05 Jan 2017 20:31:27
Karen Armstrong:

"Kemudian ia [Muhammad] menjelaskan pengalaman yang tidak terlukiskan ini dengan mengatakan bahwa sesosok malaikat telah membungkusnya dengan sebuah dekapan yang mengerikan ....."
==================================
Sebelumnya, Muhammad merasakan "kehadiran ilahi yang menakutkan".
Sekarang merasakan "sesosok malaikat dengan dekapan mengerikan"!
Kombinasi "ilahi yang menakutkan dan malaikat yang mengerikan", "hasilnya" bisa dibayangkan!
Orbuk
Reply| 05 Jan 2017 20:16:34
Karen Armstrong:

“Muhammad terbangun dari tidurnya di dalam gua dan merasa dirinya diliputi oleh sebuah kehadiran ilahi yang menakutkan."
============================
Sampai hari ini, "kehadiran ilahi yang menakutkan" itu masih terasa!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top