Blog / Pemerintah Bubarkan HTI, Ketum PBNU Terima Kasih, Bukti Kuat Bahwa HTI Terlarang

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menghargai langkah pemerintah di dalam membubarkan ormas anti Pancasila, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Rumah rohani Felix Siauw sekarang sedang dalam proses pembongkaran oleh pemerintah.

Said Aqil Siroj menilai bahwa pemerintah sudah mengambil langkah yang begitu tepat untuk membubarkan ormas anti Pancasila yang dibalut oleh agama. Ormas anti Pancasila itu tidak berbahaya. Namun ormas yang sejatinya berbahaya adalah ormas anti Pancasila yang dibalut dengan mulus oleh simbol-simbol, huruf-huruf, dan kalimat-kalimat yang santun dan terlihat agamis.

“Itu merupakan kebijakan yang sangat tepat. PBNU mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan pemerintah,” – Said Aqil Siroj, Ketum PBNU

HTI dilihat sebagai ormas yang bertentangan dengan NKRI. Dengan mode pemerintahan Khilafah yang ditawarkan oleh HTI, tentu ini merupakan ancaman laten bagi keutuhan Pancasila. Mengapa Pancasila harus dibela? Mungkin kita sendiri tidak memiliki jawaban pasti. Namun secara naluri, Pancasila tentu jauh lebih baik daripada mode pemerintahan Khilafah yang diatur oleh satu orang. Subjektifitas dari mode khilafah ini sangat kental.

“Pemerintah sudah membubarkan HTI, saya mengucapkan terima kasih, mendukung, respek,” – Said Aqil Siroj, Ketum PBNU.

Setelah HTI resmi dibubarkan, Kyai Said realistis, para simpatisan HTI yang dihancurkan rumahnya oleh pemerintah sekarang tercerai berai. Mereka harus dibina dan dikembalikan untuk tidak menjadi radikal. Ini sangat realistis. Mantan-mantan aktivis HTI ini tidak diharapkan untuk menjadi radikal dan bergabung ke FPI.

“Bagaimana mengelola mantan-mantan aktivis HTI itu supaya tidak menjadi liar,” – Said Aqil Siroj, Ketum PBNU.

Said Aqil Siroj berharap bahwa pemerintah yang sudah tegas, harus menjaga keutuhan. NU sudah menegaskan bahwa mereka akan terus mendukung pemerintah yang sah, yaitu pemerintahan yang berlandaskan kepada kelima sila pada Pancasila.

Ini yang menjadi keunikan NU dari dulu. Mereka adalah sekelompok orang yang menikmati perjuangan NKRI dari sebelum merdeka, sampai saat ini. Mereka adalah salah satu organisasi keagamaan di Indonesia yang kuat.Mereka memiliki banyak anggota yang begitu terpelajar.

“Harus melalui pendekatan dan diberikan pencerahan tentang apa itu NKRI, mengapa menjadi negara nation-state bukan negara Islam atau negara suku. Kita tinggal menerima dari leluhur kita, tinggal kita isi dengan semangat membangun,” – Said Aqil Siroj, Ketum PBNU.

Semangat pluralisme inilah yang diperjuangkan. Mereka menerima keberadaan keberagaman agama, karena sejatinya iman itu bukanlah hal yang dipaksakan, namun dinikmati bersama. Maka dengan keberadaan ormas-ormas Pancasila, tentu akan membuat situasi negara ini jauh lebih kondusif.

Bibit-bibit terorisme dan radikalisme harus dibubarkan dan dihancurkan dari dini. Jangan sampai orang-orang yang radikal ini mendapatkan makanan yang sehat untuk menjadikan mereka profesional dalam menghancurkan NKRI.

Maka menjadi harapan yang sangat besar apabila Indonesia tetap bertahan di dalam keadaannya yang kritis ini. Pembubaran sudah mulai dijalankan. HTI sudah resmi dibubarkan, pemerintah sekarang menunggu langkah hukum untuk skema pembubarannya. Kita tunggu pembubaran selanjutnya terhadap Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI) dan beberapa ormas radikal lainnya yang akan dibubarkan, jika terbukti memiliki paham anti Pancasila.

Sekarang sekjen FUI Al Khaththath sudah dibui, kita tinggal tunggu keberanian kepolisian untuk membubarkan FPI, dengan Rizieq Shihab yang sedang tersangkut masalah dengan Firza Husein di dalam ‘baladacintarizieq’. Jangan sampai Indonesia terpecah-pecah seperti yang kita lihat terjadi di negara-negara Arab dan Asia bagian utara.

“Jangan sampai Indonesia terpecah seperti Soviet, Yugoslavia, Afganistan, atau negara-negara Arab lainnya. Indonesia akan tetap utuh,” – Said Aqil Siroj, Ketum PBNU.

Sebagai warga Indonesia kita melihat bagaimana keseriusan antar umat beragama di dalam memperjuangkan persatuan di Indonesia. Agama itu urusan iman kita kepada Tuhan, namun untuk semangat nasionalisme, tentu ini merupakan tugas kita bersama sebagai warga negara Indonesia. Jika kita memperjuangkan nasionalisme, tetapkan hati untuk memperjuangkannya, jangan memper-uang-kan nasionalisme.

Kalimat Ketum PBNU mengenai apresiasinya terhadap pemerintah, menjadi satu pesan yang menyatakan bahwa memang ormas HTI ini cukup meresahkan. Terima kasih Pak Dhe Jokowi, terima kasih Pak Wiranto untuk ketegasan kalian di dalam menghadapi ormas-ormas anti Pancasila.

Menko Polhukam Wiranto mengumumkan pembubaran HTI - tanpa kehadiran Panglima TNI, Gatot Nurmantyo?

Sayangnya, di dalam deklarasi pembubaran HTI, Panglima Gatot Nurmantyo tidak hadir. Semoga saja panglima TNI tidak menjadi pengkhianat disini....

 

Merdeka!


Add a Comment
| 2
hamidin
Reply| 24 May 2017 00:01:51
semua gara2 Ahok, ane jadi tau siapa sebenarnya si gatot nurmantyo.
Ahok telah menjadi garam dan terang dunia. bagi ane, sekarang semuanya menjadi jelas terang benderang siapa2 aja yg pengen memaksakan sistem khalifah di indonesia.

hati2 jendral, indonesia bukan hanya milik islam saja.
Margono
Reply| 23 May 2017 08:22:06
HTI adalah salah satu bagian dari rencana besar ajaran Islam untuk menciptakan kekhalifahan trans nasional (menggabungkan beberapa negara) dalam bentuk syariah. Mereka ini digerakkan oleh gerakan Ikhwanul Muslim (Persaudaraan Muslim). HTI bergerak dalam dakwah di masjid-masjid menyebarkan khotbah untuk bersatu membentuk kekhalifahan dengan menyebarkan issue yg tidak benar terhadap system pemerintahan di negara, bahkan menuduh pejabat-pejabat kafir atau PKI bahkan mereka berani menuduh presiden RI adalah PKI.

Kalau HTI beroperasi di masjid-masjid, maka FPI bergerak di lapangan sebagai pengumpul massa. PKS beroperasi di parlemen. Mereka ini semua satu rangkaian terencana untuk suatu agenda tersembunyi......NKRI harus menjadi negara Islam yg menggunakan hukum syariah. Kalau Indonesia sudah jatuh ke tangan mereka maka dari Indonesia yg besar ini mereka akan masuk ke Malaysia, Singapore, Filippina dan negara-negara ASEAN untuk menegakkan hukum syariah.

Rencana dan cita-cita konyol mereka ini sangat besar, mereka ini sudah menyusup ke lembaga-lembaga pemerintahan RI untuk memperkuat diri mencapai agenda besar mereka.

Syukurlah NU sadar akan hal ini karena sebagian pengikut NU sudah ada yg terpengaruh mereka tarik sebagai kader mereka. Sebagian besar pengikut Muhammadiyah sudah terpengaruh. MUI juga sudah terpengaruh untuk ikut memihak kelompok radikal ini. Syafii Maarif mantan ketua Muhammadiyah yg sudah mengetahui agenda besar Ikhwanul Muslim sehingga dia merasa kecewa dengan muslim yg sudah dipengaruhi kaum radikal ini.

Saya perhatikan pengurus-pengurus Muhammadiyah sudah terpengaruh dan memihak kepada Ikhwanul Muslim. Bangsa ini akan hancur seperti Suriah, Afghanistan dan Mesir kalau saja mereka ini tidak segera dibubarkan dan dinyatakan terlarang.

Terima kasih kepada pemerintah yg tanggap dengan ormas aliran Ikwanul Muslim dan sel-selnya.....berangus semua dan pertahankan NKRI dengan dasar Pancasila dan UUD'45.

Hidup NKRI......Merdeka !.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top