Blog / Penolakan Muslim: "Tak Ada Trinitas!"

 Muhammad hanya mengenal Trinitas lewat dengar-dengaran sehingga Nabi Islam ini melontarkan tuduhan yang salah kaprah, dimana dalam Qurannya Maria dimasukkan sebagai bagian dari oknum Trinitas (Sura al Maidah 5:116 - “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?..."), sementara tak satu orang Kristen pun yang mengajarkan atau meyakini konsep Trinitas seperti itu.

 

Penolakan Muslim

“Hanya ada satu Tuhan! Mengapa orang Kristen percaya kepada Trinitas? Disini ada tiga Tuhan – tetapi Allah hanya satu! (Sura 4:171; 5:75-76).

 

Siapa yang dapat memberi sebuah gambaran dari Tuhan yang kekal? Pikiran manusia tak sanggup mengukur sesuatu yang lebih dalam dari persepsi kita. Karena alasan inilah Tuhan memperkenalkan diriNya dalam bentuk metafora hingga Ia menyatakannya dalam level manusia melalui Yesus Kristus.

Muslim melihat doktrin Trinitas,[1] dan juga Yesus sebagai Anak Allah, sebagai sebuah pelanggaran atas doktrin keesaan Tuhan (Tauhid). Muhammad, sejauh yang dapat disimpulkan dari Quran, tak pernah mengenal tulisan-tulisan Alkitab yang membahas mengenai bagaimana Tuhan yang esa itu menyatakan diriNya sebagai Tuhan trinitas, yang terdiri dari Bapa, Anak dan Roh Kudus. Alkitab tak pernah memberi penjelasan mengenai Tuhan Trinitas, namun hanya menyatakan fakta (Matius 28:19). Meski demikian, Yesaya diberi penglihatan yang membenarkan konsep Trinitas (Yesaya 63:7-10): Yahweh (ayat 7) menjadi Juru Selamat (ayat 8, nama Yeshua adalah nama faktual Yesus tatkala Ia berjalan diatas bumi).

Kemudian dikatakan bagaimana umat Tuhan memberontak terhadap Yeshua dan mendukakan Roh Kudus (ayat 10). Tampaknya Muhammad hanya mengenal Trinitas lewat dengar-dengaran sehingga Nabi Islam ini melontarkan tuduhan yang salah kaprah, dimana dalam Qurannya Maria dimasukkan sebagai bagian dari oknum Trinitas (Sura al Maidah 5:116 “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?..."), sementara tak satu orang Kristen pun yang mengajarkan atau meyakini konsep Trinitas seperti itu. Natur dari subyek ini mengharuskan kita untuk memperlakukannya dengan sikap hormat, oleh karena keterbatasan pemikiran kita. Meyakini natur Tuhan yang trinitas adalah sebuah tindakan iman, sebagaimana halnya kita menerima keesaanNya.

Ketiga “personalitas” Tuhan digambarkan dalam Alkitab sebagai berikut:

Sebagai Tuhan Bapa.[2][2] Nama Tuhan yang paling umum ditemukan dalam Perjanjian Baru (Matius 18:10; Lukas 12:32; Yohanes 11:41; 14:12). Alkitab menggambarkan Tuhan sebagai satu pribadi yang berelasi dengan manusia secara pribadi. Tuhan atas alam semesta adalah Tuhan yang berelasi. Dalam diri Tuhan, Bapa – Anak dan Roh Kudus – berelasi satu sama lain dengan kasih yang sempurna. Karena naturNya, Tuhan mengundang manusia untuk masuk kedalam sebuah relasi dengan diriNya, dan mengenalNya sebagai Bapa.

Sebagai Tuhan Sang Anak. Yesus berbicara mengenai relasiNya dengan Bapa Surgawi dengan kata-kata yang menekankan keunikanNya yang sempurna sebagai Putra Tuhan (Matius 11:27; Yohanes 17:1-5). Yesus datang ke dalam dunia ini dari Bapa, dan Ia telah meninggalkan dunia dan kembali kepada Bapa (Yohanes 16:28). Yesus tidak diciptakan namun telah ada sebelum inkarnasiNya (Mikha 5:2; Yohanes 1:1-2). Adalah penting untuk menekankan teks-teks Alkitab seperti itu saat berdiskusi dengan orang Muslim, karena teks-teks itu dengan jelas menunjukkan relasi internal dan ilahiah antara Bapa dan Anak.

Sebagai Tuhan Roh Kudus. Roh Kudus disingkapkan oleh Yesus (Yohanes 14-16) dan datang dari Bapa dan bersaksi tentang Yesus (Yohanes 15:26), menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16:8). Ia akan menyertai orang percaya sampai selama-lamanya sebagai Roh Kebenaran yang tinggal dalam diri mereka (Yohanes 14:16-17). Roh Kudus memimpin para murid kedalam seluruh kebenaran dan akan mengingatkan mereka akan apa yang telah Yesus katakan (Yohanes 14:26).

Di beberapa tempat, Alkitab menyebut ketiga pribadi Tuhan – Bapa, Anak dan Roh Kudus – dalam satu kalimat (Matius 28:19; 2Korintus 13:14; Efesus 2:18). Ayat-ayat ini dapat dikutip saat berdiskusi dengan Muslim, tetapi Yesaya 63:7-10 memiliki penjelasan yang paling lengkap. Contoh-contoh dari natur Tuhan juga memperlihatkan “tiga dalam satu” sebagai sesuatu yang mungkin:

Matahari memanifestasikan dirinya sebagai materi, terang dan panas.

Air dapat muncul dalam tiga keadaan: cair, gas atau padat.

Sebuah koin dapat dilihat dari tiga sisi (atas, bawah dan samping).

Waktu terdiri dari masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Seorang manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.

Bapak Bangsa, Anak Bangsa dan Semangat Bangsa. Misalnya Presiden Sukarno adalah Bapak Bangsa. Tetapi pada saat yang sama ia juga adalah seorang Anak Bangsa yang dipersatukan di dalam semangat bangsa.

 

Ilustrasi-ilustrasi seperti ini hanya sebagian saja namun tidak mutlak membantu kita untuk bisa mengerti tentang Trinitas secara lebih baik. Namun adalah penting untuk menjelaskan pada Muslim bahwa orang Kristen percaya hanya pada satu Tuhan (Ulangan 6:4), yang menyatakan diriNya dalam tiga pribadi.

Dengarkanlah hai Israel, YAHWEH, Elohim kita, YAHWEH itu Esa (Ulangan 6:4)

 


[1] Doktrin Trinitas adalah hasil dari eksplorasi terus menerus yang dilakukan oleh gereja terhadap data Alkitab, dan juga sebagai hasil perdebatan dan kesepakatan-kesepakatan, yang kemudian diformulasikan dalam Sidang gereja pertama di Nicea pada tahun 325 AD, dengan cara yang mereka yakini konsisten dengan kesaksian Alkitab. Selanjutnya formula ini semakin disempurnakan dalam konsili-konsili berikut dan juga dalam tulisan-tulisan. Pondasi Alkitab yang diakui paling luas  untuk formulasi doktrin ini terdapat di Injil Yohanes.

[2] Gelar ini tidak muncul dalam Islam, dan karena itu ditolak.

 


Add a Comment
| 90
Anton
Reply| 20 Feb 2018 18:04:53
@JANGAN GITU AH
Aneh klo ada orang yg ngaku kristen tapi mengatakan Tritunggal adalah Pribadi2 yg berbeda, menurut saya itu adalah pemahaman sesat, orang yg mengatakan seperti itu tidak memahami firman Tuhan. Beberapa ayat alkitab menunjukan Tritunggal adalah Pribadi2 yg sama, artinya satu Tuhan Yang Maha Kuasa dalam tiga perwujudan, tidak ada satupun ayat alkitab yg menunjukan Tritunggal adalah Pribadi2 berbeda.

Dalam hal Yesus berdoa kepada Bapa menurut saya yg lebih tepat selain sebagai Tuhan, Yesus juga adalah manusia, jadi sebagai manusia wajar Dia berdoa kepada Bapa. Yesus itu Allah, jadi Dia sudah memiliki pikiran2 Allah. Dalam hal ini klo anda memiliki pemahaman lain, silahkan.
Fatimah Anak Siti
Reply| 20 Feb 2018 10:47:36
@JANGAN GITU AH
Sayangnya anda2 yahweist kebabkasan ini hanya merasa asli agamanya dg rujuk2an istilah Ibrani spt YAHWEH dan ECHAD, tapi tidak sama konsekwen untuk juga menyalahkan Yudaisme yg tidak ada konsep dan teks tentang kehadiran sosok Yesus Mesias yang berasal dari manifestasi YAHWEH.
Apalagi darahNya sebagai darah korban penghapus dosa yang sekaligus SUDAH menggantikan ritual Yahudi ttg pembakaran korban anak domba!

Lebih dari itu, konsep “ONENESS-1-Pribadi" yang anda anut itu sesungguhnya adalah recycling dari Modalisme/Sabelianisme dulu yg sdh dinyatakan sbg BIDAT!, kini malah turut dianut oleh anda2 kaum Yahweist “YAHWEH-1-Pribadi”.
Padahal anda2 tak sadar bhw anda serentak sdh membangun semacam sinkretisme , YA, SINKRETISME ANTAGONIS, dengan cara menggabungkan Tuhan orang Yahudi di PL (yang tanpa Anak/Yesus) kepada “YAHWEH" di PB (Yahweh-Anak, Yeshua Hamashiakh) yang mereka anggap sebagai hasil manifestasi dari YAHWEH (atau Bapa YAHWEH). Maka berlakulah teguran Paulus kpd kalian di 2Kor 11:4, yaitu menyembah Yesusyang lain, Roh yg lain, Injil yg lain!FAHAM?
Fatimah Anak Siti
Reply| 20 Feb 2018 10:31:02
@JANGAN GITU AH
Awas2lah memahami Keesaan Yahweh ala yudaisme yg menolak Yesus sbg Mesias. Apa anda benarkan ECHAD mutlak-1-pribadi dr Yahudi?
Coba simak sbb:

BILA YAHWEH MUTLAK-1-PRIBADI, maka apakah perasaan, akal & kehendak Bapa dan Anak dan RohKudus itu sama atau bahkan identik sejak kekal ke kekal?

• Bagaimana dengan beda kehendak diantara Anak & Bapa (Mat.26:39), “tetapi janganlah seperti yang Ku-kehendaki, melainkan seperti yg Engkau kehendaki."
• Dan bagaimana memahami Yoh.6:38,
“Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.”
• Apalagi menyadari bahwa kehendak-diri YAHWEH kok bisa kejam terhadap sang ANAK dalam ucapan profetik Yesaya: Tetapi YAHWEH berkehendak meremukkan dia (Anak) dengan kesakitan” (Yes.53:10).
• Ditambah lagi dengan fakta bhw YAHWEH (di PL) sering menghukum & membunuh musuh2Nya, namun Yesus (YAHWEH di PB) total mengharamkannya.
• Jikalau 1 pribadi-mutlak, kenapa emosi Bapa & Anak boleh berbeda dalam tatanan Hukum Hujatan thd Rohkudus? (Mat.12:31). Jadi bagaimana batasan
hukum hujatan terhadap Bapa dan Anak?
Anton
Reply| 19 Feb 2018 11:10:02
@JANGAN2 GITU AH
Akal kamu itu dipake buat mikir, jangan bisanya asal nyerocos. Kamu yg tak paham kok bilang saya yg tak paham menjawabnya.
levi
Reply| 19 Feb 2018 00:31:55
daeng Reply| 17 Feb 2018 00:08:43
A.MUHAMMAD SAW NABI MULIA UTUSAN ALLAH SWT
respond :
1. siapa itu allah swt? jika muhammad klaim diri nabi terakhir dari nabi nabi israel seharusnya Allahnya disebut YHVH dan adonay bukan allah swt..

2. Jika allah swt itu sang Allah isrrael YHVH, mana pembuktiannya?
karena ada janji yang harus digenapi YHVH, yaitu datangnya Mesias Anak Allah.


B.JANGAN KAU HINA BAGINDA ROSUL . AWAS NYAWAMU HALAL UNTUK DISEMBELIH !!!
respond:

1. muhammad dihina karena muhammad terbukti penipu,
apa buktinya?
1. klaim diri nabi TERAKHIR dari nabi nabi israel.
faktanya :
1. Semua nabi dari Musa sampai maleakhi memberitakan nubuat akan datangnya MESIAS.
2. jadi jika ada orang ngaku nabi terakhir tapi tidak bicara apapun tentang mesias, itu bukannya penipu?

saya yakin kamu tidak tahu tentang fakta ini, karena otakmu sudah kena hoax dari muhammad.

stop jadi tolol karena hoax muhammad!!!
Muslim Celik
Reply| 17 Feb 2018 17:28:36
Penolakan Muslim: “Tak Ada Trinitas!”

“Hanya ada satu-Tuhan!Mengapa orang Kristen percaya kepada Trinitas? Disini ada tiga Tuhan–tetapi Allah hanya satu!(Sura4:171;5:75-76).

BOHONG BESAR: kalau awloh swt itu cuma satu doang, awloh swt itu ada milyaran dan tak terhitung jumlahnya.

Seperti kita ketahui: Allah Tritunggal adalah Allah yang MahaEsa dan Mahahadir...

Awloh swt juga bisa hadir dimana-mana dan mengisi seluruh bagian bumi yang sangat luas, dia adalah milyaran setan atau jin-jin dan dikepalai oleh iblis, yaitu awloh sendiri.
Ada 5 jenis jin yang dikenal dalam Islam, yaitu Al-Jan, Al-A’Mir, Al-Ifrit, Al-Arwah dan As-Syaiton dan dapat muncul dalam bentuk Genderuwo, Kunti, Tuyul dll., yang siap MENIPU DAN MENYESATKAN manusia dalam sisi batiniah manusia.

Muslim yang menekuni bidang ini menyebutnya sebagai ILMU KEBATINAN.
Praktek ILMU KEBATINAN ISLAM adalah praktek PERDUKUNAN, dimana mereka berkeahlian mengundang jin-jin yang disebutkan di atas dan memasukkannya ke dalam media manusia sebagai mediatornya untuk mereka saling berkomunikasi, yaitu komunikasi antara jin dan manusia muslim (sang dukun Islam).

Mediator yang dirasuki jin ini tingkah laku dan perkataannya persis sama dengan daeng, SONGONG (tidak tahu adat) dan JAHAT (seperti Muhammad).

Enam Tempat Tinggal Yang Disukai Awloh swt
1) Di tempat-tempat kotor seperti tandas dan juga tempat pembuangan sampah
2) Di tempat-tempat kosong seperti rumah yang ditinggalkan atau gurun dan padang pasir.
3) Di dalam lubang-lubang.
4) Di rumah-rumah dan di masjid-masjid.
5) Di pasar-pasar.
6) Di kandang unta

Apa yang saya jelaskan di atas adalah SISI BATINIAH ISLAM, yaitu DUNIA PERDUKUNAN.

SEDANGKAN SISI JASMANIAH ISLAM ADALAH:
PEMBUNUHAN, PENCURIAN, KORUPSI, PERAMPOKAN, PERKOSAAN DAN TERORISME.

Tentu saja nabi para jin, setan, iblis (awloh swt) dan muslim adalah seorang dukun juga, yang dikenal sebagai seorang pemfitnah, pembunuh, pencuri dan panglima perang yang sangat jahat.

Jadi secara inheren, Islam adalah praktek perdukunan dan terorisme
https://celikmuslim.wordpress.com
daeng
Reply| 17 Feb 2018 00:08:43
babi anjing monyet kera kristen NAJIS KAFIR LAKNATULLAH tuhan ABAL ABAL mu bisa berak bisa kencing bisa SAKIT , KASIHAN DEH LU !

MUHAMMAD SAW NABI MULIA UTUSAN ALLAH SWT JANGAN KAU HINA BAGINDA ROSUL . AWAS NYAWAMU HALAL UNTUK DISEMBELIH !!!
Si momad69Aisha
Reply| 16 Feb 2018 21:24:41
Eksistensialisme Islam: Kesetaraan Esensial Ketauhidan Sesat Islam dan KEBENCIAN terhadap Yahudi dan Kristen.

Ramuan Racun/Malapetaka [Ramuan Padu-padan Quraish]:
1. Harta Janda Kaya Raya Khadijah campur
2. Narsisistik dan Buta huruf Muhammad campur
3. Kekristenan sesat Waraqah ibn Nawfal menyempurnakan
Ramuan Racun/Malapetaka ---> abnormalitas dan karut-marut Islam [Ketauhidan Sesat Islam]

Penolakan Muslim
“Hanya ada satu Tuhan! Mengapa orang Kristen percaya kepada Trinitas? Disini ada tiga Tuhan – tetapi Allah hanya satu! (Sura 4:171; 5:75-76).

Apa pedulinya muslim terhadap Tuhan orang Yahudi dan Kristen? Mengapa mereka harus memaksakan keyakinan sesat mereka?

Untuk kebanyakan Muslim, secara rutin mengutuk Yahudi dan Kristen di masjid terasa normal dan bahkan suci atau sebuah ibadah kepada Tuhan. KEBENCIAN terhadap Yahudi dan Kristen dalam Islam merupakan fondasi yang penting untuk sistem keyakinan mereka dan tak mungkin bisa dihindari oleh umat Islam.

1
ke 2...
Si momad69Aisha
Reply| 16 Feb 2018 21:24:35
2
...dari 1

KEBENCIAN terhadap Yahudi dan Kristen adalah masalah eksistensial dalam Islam. Islam menderita penyakit paranoid terhadap orang Yahudi dan Kristen, dan sementara itu MUSUH NOMOR SATU ISLAM adalah "KEBENARAN TUHANNYA ORANG KRISTEN [Allah Tritunggal]", yang harus terus-menerus mereka ditutupi dengan biaya berapapun. Tidak peduli berapa banyak laki-laki muslim, perempuan dan anak-anak muslim harus meninggal dalam proses penyelamatkan reputasi Islam. Tugas nomor satu umat Islam adalah untuk melindungi reputasi Islam dan Muhammad. Bahan bakarnya adalah KEBENCIAN terhadap Yahudi dan Kristen, sebab tanpanya Islam akan menghancurkan dirinya sendiri. Istilahnya Yahudi dan Kristen adalah BEMPER ISLAM, tetapi MEREKA LUPA bilamana BEMPER MEREKA INI [Yahudi dan Kristen] SUDAH MEREKA HANCURKAN, maka BENIH KEBENCIAN MEREKA ITU TETAP ADA PADA MEREKA DAN PADA GILIRANNYA AKAN MENGHANCURKAN DIRI MEREKA JUGA.

Akibat satu perkara ini —Ketauhidan, menjadi sumber semua MALAPETAKA DALAM TUBUH ISLAM SENDIRI MAUPUN NON-ISLAM, sehingga ada sekitar 400 milyar orang HARUS/SUDAH TEWAS, karena ULAH Muhammad dan pengikutnya selama 1400 tahun ini!

Jika kebenaran disingkapkan bahwa Muhammad lah yang mengajarkan sejak awal sekali KEBENCIAN terhadap Yahudi dan Kristen, Muslim akan meninggalkan Islam seperti agama dengan cangkang kosong, agama yang nabinya adalah pembunuh, pencuri dan panglima perang.

Jadi Mengobarkan Ramuan Racun/Malapetaka [Ketauhidan Sesat Islam] ini sangat penting bagi Islam yang sama esensialnya dengan KEBENCIAN TERHADAP YAHUDI DAN KRISTEN.
Si momad69Aisha
Reply| 15 Feb 2018 15:34:16
Kompleksitas: Konsep Tritunggal Bukan Ciptaan, Melainkan Merupakan Realitas Eksistensi Ilahi.

Tritunggal:
- Tuhan itu tiga Pribadi.
- Setiap Pribadi itu Ilahi.
- Tuhan itu Esa.

Patut diakui, keterbatasan manusia adalah keterbatasan bahasa juga. Istilah "pribadi" bukanlah kata yang sepenuhnya tepat untuk menggambarkan tiga aspek/fokus individu yang ditemukan di dalam Tuhan. Bila kita biasa menggunakan kata pribadi, kita memahaminya berarti individu fisik yang eksis sebagai makhluk terpisah dari individu lain. Tapi di dalam Tuhan, TIDAK ADA tiga entitas atau tiga makhluk. Tuhan adalah tritunggal pribadi yang terdiri dari satu substansi dan satu esensi. Tuhan itu Esa. Namun, dalam esensi ilahi tunggal ada tiga subsistensi —kemandirian bukan dengan mengacu pada sesuatu yang lain tetapi dengan dirinya sendiri— individu yang kita sebut pribadi.

Masing-masing dari ketiga pribadi tersebut benar-benar bersifat ilahi meskipun masing-masing bukanlah keseluruhan Ketuhanan.
Masing-masing dari ketiga pribadi tersebut bukanlah dua pribadi lainnya.
Masing-masing dari tiga pribadi tersebut berhubungan dengan dua lainnya namun berbeda dari mereka.

Alkitab adalah penyataan diri dari Tuhan yang tak terbatas. Oleh karenanya, kita berhadapan dengan konsep yang sulit dipahami —terutama saat berhadapan dengan Tuhan yang tidak dapat dipahami yang ada di semua tempat setiap saat. Jadi, ketika kita melihat deskripsi dan atribut Tuhan yang dimanifestasikan di dalam Bapa, Putra, dan Roh Kudus, kita menemukan bahwa penjelasan dan esensi Allah yang benar-benar dapat dipahami dan dimengerti tidak mungkin dilakukan.

1
ke 2...
Si momad69Aisha
Reply| 15 Feb 2018 15:34:10
2
...dari 1

Apakah ada subordinasi dalam Tritunggal?
Tampaknya ada, sebuah subordinasi dalam Tritunggal mengenai ketertiban tapi bukan substansi atau esensi. Kita dapat melihat bahwa Bapa adalah yang pertama, Anak adalah yang kedua, dan Roh Kudus adalah yang ketiga. Bapa tidak diperanakkan, tetapi Anak diperanakan (Yohanes 3:16). Roh Kudus berasal dari Bapa (Yohanes 15:26). Bapa mengutus Anak (1 Yohanes 4:10). Anak dan Bapa mengutus Roh Kudus (Yohanes 14:26; 15:26). Bapa menciptakan (Yesaya 44:24), Putra menebus (Gal 3:13), dan Roh Kudus menguduskan (Roma 15:16).

Subordinasi tatanan ini tidak berarti bahwa masing-masing anggota Ketuhanan tidak sama atau ilahi. Misalnya, kita melihat bahwa Bapa mengutus Anak, tetapi ini tidak berarti bahwa Anak tidak setara dengan Bapa pada hakikat dan sifat ilahi. Anak sama dengan Bapa dalam keilahian-Nya tapi lebih rendah dalam kemanusiaannya. Seorang istri harus tunduk pada suaminya; Tapi ini tidak meniadakan kemanusiaan, esensi, atau kesetaraannya. Dengan analogi lebih lanjut, seorang raja dan pembantunya sama-sama memiliki sifat manusia. Namun, raja mengirim pelayan untuk melakukan kehendaknya, dalam hal ini tentu kita tidak akan mengatakan bahwa pelayan itu bukan manusia karena ia diutus. Yesus berkata, "Sebab Aku telah turun dari surga dan tidak melakukan kehendak-Ku sendiri, tetapi kehendak-Nya yang mengutus Aku." (Yohanes 6:38). Mengutus disini tidak meniadakan kesamaan pada intinya. Tentu saja, Yesus adalah Raja; Tapi analogi itu menunjukkan bahwa karena seseorang dikirim, itu tidak berarti mereka berbeda dari orang yang mengutusnya.
Si momad69Aisha
Reply| 14 Feb 2018 16:27:05
Kontroversi: Eksistensi Ilahi, Allah Tritunggal. Allah adalah kesatuan hakikat yang majemuk.

Konsep tentang Allah Tritunggal bukan semata-mata hasil dari pemikiran manusia yang terbatas, tetapi ini adalah suatu konsep yang tidak dapat dihindari oleh manusia karena Allah telah menyatakan Diri kepada manusia.

Keunikan Kekristenan dan membedakannya dengan agama lain adalah kepercayaan terhadap Allah Tritunggal. Doktrin Allah ini adalah sesuatu yang “supra-rasional”, yang tentu saja sulit diterima dan dimengerti oleh rasio. Namun demikian, kita sebagai umat Allah harus menganut sikap yang terbuka karena dengan terbuka di hadapan Tuhan, barulah kita dapat memandang segala sesuatu dengan tepat, karena kita melihat segala sesuatu melalui mata Tuhan. 

Alasan mengapa kita perlu mengerti theologi ini adalah supaya kita mendapatkan pengenalan akan Allah yang sejati dan melalui ini kita berkeinginan untuk semakin memuliakan Dia yang akan membuat kita lebih giat bersaksi tentang Dia.

Secara terminologi istilah Tritunggal sendiri tidak muncul dalam Alkitab. Namun secara totalitas, seluruh isi Alkitab memberikan kita sebuah konsep yang jelas mengenai Allah yang memiliki TIGA PRIBADI. Doktrin yang begitu jelas ini, diajarkan dalam Alkitab tetapi selalu menjadi kesulitan yang besar bagi orang Kristen maupun non-Kristen. Kesulitan untuk mengerti Tritunggal telah membuahkan beberapa analogi yang berusaha untuk membuat manusia lebih mengerti. Sayangnya analogi-analogi tersebut pun memiliki banyak kekurangan dan tidak bisa secara keseluruhan mencakup Tritunggal itu sendiri. Hal ini membuat kita sadar bahwa Allah memang tidak terbatas, sehingga tidak mungkin dijelaskan dengan analogi buatan manusia yang penuh keterbatasan sahaja.

Di dalam Tritunggal, Pribadi Pertama bukan Pribadi Kedua, dan Pribadi Kedua bukan Pribadi Ketiga. Berlainan Pribadi bukan berarti lain Allah, melainkan tetap satu Allah; satu Allah mempunyai tiga Pribadi, dan tiga Pribadi berada di dalam satu esensi Allah; inilah Tritunggal.

1
ke 2...
Si momad69Aisha
Reply| 14 Feb 2018 16:26:59
2
...dari 1

1 Timotius 2:5, Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Begitu banyak ayat yang berkata bahwa Allah itu esa (satu) dan memang Allah itu satu dan tidak diragukan lagi kalau Allah itu satu. Namun jika dilihat dari bahasa aslinya, bahasa Ibrani, kata Allah menggunakan kata Elohim (jamak). Bagaimana mungkin Allah yang satu menggunakan kata jamak ini? Jawabannya karena REALITAS Allah mempunyai TIGA PRIBADI, yaitu Bapa, Yesus Kristus (Anak), dan Roh Kudus, semuanya adalah satu kesatuan Allah. Tuhan adalah kesatuan hakikat yang majemuk. Ketiganya adalah kekal, tidak ada yang menciptakan, sudah ada sejak semula, bahkan sebelum semuanya jadi.

Doktrin Tritunggal menegaskan hal berikut:
Bapa adalah sepenuhnya Allah, Anak adalah sepenuhnya Allah, dan Roh Kudus adalah sepenuhnya Allah. Namun, tidak ada tiga tuhan, tapi satu Tuhan.
Setiap "pribadi" Tritunggal adalah sepenuhnya Tuhan - dan bahwa tidak ada tiga tuhan, tapi satu Tuhan.

Bapa adalah Allah, Yesus Kristus adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah

1 Kor 8:6, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
Secara singkat, Bapa adalah sumber dari segala sumber dan kepada Bapa saja kita hidup. Hanya oleh Tuhan Yesus Kristus saja segala sesuatu jadi dan hanya melalui Yesus Kristus sajalah kita dapat menuju Bapa. Yesus Kristus adalah Firman yang hidup. Pada saat penciptaan, Allah Bapa berfirman dan segala sesuatunya jadi. Yesuslah Firman yang telah menjadi manusia.

2
ke 3...
Si momad69Aisha
Reply| 14 Feb 2018 16:26:54
3
...dari 2

Yohanes 1:1, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:14, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yesus adalah Anak Allah yang hidup. 

Yohanes 10:30, Aku dan Bapa adalah satu.
Jelas Yesus mengatakan bahwa diri-Nya dan Allah Bapa adalah satu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisahkan. Roh Kudus juga adalah Allah, Roh Kudus mempunyai sifat–sifat yang sama dengan sifat yang dimiliki oleh Allah. Roh Kudus bukanlah seperti kuasa mistis, Roh Kudus juga merupakan satu pribadi Allah.

Kenapa bisa disebut satu?

Yohanes 17:22, Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Ini merupakan kutipan dari doa Yesus untuk murid–murid-Nya (termasuk kita yang percaya pada Yesus). Yesus mengatakan bahwa Yesus memberikan kemuliaan kepada kita, kemuliaan yang diberikan Bapa kepada Yesus, kemuliaan ini membuat kita menjadi satu, menjadi satu di sini seperti Bapa dan Yesus adalah satu. Jadi apa kemuliaan yang diberikan itu? Kemuliaan itu adalah kemampuan untuk menjadi satu, sama seperti Bapa dan Yesus adalah satu. Jadi Bapa dan Yesus adalah satu karena mempunyai kemuliaan ini. Kemuliaan itu apa sih sebenarnya?

Yohanes 17:23, Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

3
ke 4...
Si momad69Aisha
Reply| 14 Feb 2018 16:26:48
4
...dari 3

Ya, jawabannya ada di ayat ini, apa yang Bapa berikan kepada Yesus, dan Yesus berikan kepada kita adalah kasih. Kemuliaan tersebut ternyata adalah Kasih dari Bapa. Kasih dari Bapa ini lah yang mempersatukan. Tentu ini bukanlah kasih sembarangan, kasih yang dimaksudkan adalah kasih agape, kasih tanpa syarat yang mau berkorban, kasih yang sempurna yang hanya dimiliki oleh Allah. Jadi jawaban dapat disimpulkan bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah kasih itu sendiri, kasih agape lah yang mempersatukan Bapa, Anak, dan Roh Kudus, mereka bukanlah tiga, tapi satu kesatuan yang tidak dapat dilepas. Dalam 1 Yohanes 4:7-21 merupakan satu perikop yang menjelaskan bahwa “Allah adalah kasih”.

1 Yohanes 4:8, Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
1 Yohanes 4:10, Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Kasih itu berasal dari Allah dan sudah ada pada mulanya karena Allah adalah kasih. Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah satu dalam satu kesatuan kasih yang tidak dapat dipisahkan.

Jika kasih Allah benar–benar ada di dalam kita, kita juga bisa bersatu dan tidak terpecah, namun ternyata selama kita ada di dunia, godaan dunia membuat kita tidak dapat melakukan kasih yang sempurna yang dari Bapa itu, kasih yang mempersatukan. Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk saling mengasihi seperti Allah mengasihi agar kita dapat menjadi satu di dalam Kristus.

Tuhan Yesus Memberkati...
Kekristenan Timur
Reply| 14 Feb 2018 03:09:35
Silahkan ditelaah
https://www.youtube.com/watch?v=bDMKZSmaavU

TAUHID Kristen (KeEsaan Allah) - Dalam Perspektif Kristen Timur
Mimie
Reply| 14 Feb 2018 02:35:50
@daeng
kristen najis kafir LAKNATULLOH penyembah tuhan ABAL-ABAL tritunggal trinitas trimurti

Tidak salah ucapan kamu, adakah propaganda dari corong sember selain dari mesjid islam,????
@ daeng, gunakan logika pribadi, bukan pinjaman dari ulama, kyai,
Anton
Reply| 11 Feb 2018 14:09:31
@daeng
Tritunggal/Trinitas itu bukan trimurti. Yg disembah oleh orang2 kristen adalah Tuhan sejati. Alquran saja mengakui kebenaran Tritunggal.
JANGAN GITU AH
Reply| 11 Feb 2018 01:01:44
Saya yakin si Siti Kadijah gak bakalan ngerti ini. Bahkan juga kebanyakan dari kita yang ngotot mempertahankan anggapan Trinitas sebagai 3 pribadi Tuhan pasti akan mengecam saya habis-habisan sembari menuduh saya seorang Yahweis atau pun kelompok Oneness atau apalah. Tetapi jika anda berhadapan dengan kaum Yahudi Mesianik, anda akan terkencing-kencing diskak mat mereka dengan sebutan pelaku bidah. 😁 Mereka hampir 99 % menolak Trinitas 3 pribadi dalam 1 kesatuan dan mencap anda pemeluk agama orang Romawi...bukan murid Yesus...hehehehe. Yang 1 % Yahudi Mesianik pun dicap mereka seperti itu. Kita mau bilang apa? Apakah kita akan katakan Kekristenan bukan berasal dari akar Yudaisme? Ngaco dong kita. Maaf ya, saya bukan juga dari golongan Yahudi Mesianik yg ada dimana pun termasuk di Indonesia. Saya ikut paham Paulus aja yg tak punya golongan xixixixi tapi saya berfikir tanpa melupakan alam pemikiran Yudaisme dalam memahami siapa Tuhan itu.

bytheway...ternyata ada juga Pak Anton yg berpendapat sama hehehe

Yesus adalah firman Elohim dan sebagai firman yg mengungkapkan pikiran Elohim, Dengan demikian Dia mengungkapkan siapa Elohim. TugasNya adalah melukiskan eksistensi Elohim. Apakah dalih kita mengatakan begitu yakin kalimat atau firman Tuhan merupakan 1 pribadi tersendiri. Dapatkah kita meyakini bahwa ucapan mulut kita adalah satu pribadi berbeda dengan diri kita sendiri? Kalau dapat, silakan terus bermimpi. Kita ini citra Illahi yg tercipta hanya 1 pribadi meski bisa dibedakan atas tubuh jiwa dan roh kita. semoga paham maksudnya
JANGAN GITU AH
Reply| 11 Feb 2018 00:19:07
Jadi sebenarnya semua ungkapan-ungkapan yg disampaikan Yesus mesti dilacak kembali di dalam kitab para nabi di PL sehingga kita bisa memahami ungkapan yg disampaikanNya, mengerti pula mengapa Dia mengatakan Bapa lebih besar.

Misalnya lagi, mengapa Yesus berdoa kepada Bapa? Dalam kaca mata muslim, ini kan tak masuk akal bila Tuhan berdoa kepada Tuhan. Apa jawaban kita? Yang pasti kebanyakan dari kita mengatakan bahwa Yesus juga 100 % adalah manusia disamping 100 % adalah Tuhan. Maka kita katakan Yesus berdoa dalam kapasitasNya sebagai manusia. Mungkin jawaban demikian ada benarnya tetapi tidak sepenuhnya benar.

Untuk menjawab pertanyaan semacam ini kita mesti menyimak ungkapan-ungkapan Yesus yang lain atau melacak balik kepada pernyataan Allah di dalam kitab para nabi. Salah satunya adalah di dalam kitab nabi Yesaya. Di sana dikatakan bahwa Allah mengutus firmanNya untuk melaksanakan kehendak Bapa. Yesus juga mengungkapkan bahwa apa yang disampaikanNya bukanlah berasal dari diriNya sendiri melainkan apa yang didengarNya dari Bapa itulah yang akan disampaikanNya.

Jadi Yesus berdoa kepada Bapa, ini dilakukan dalam rangka mendengarkan pikiran-pikiran Allah. Bukanlah seperti kita berdoa karena motif pribadi menginginkan sesuatu agar dikabulkan Allah. Doa Yesus unik dan satu satunya, hanya Dia yang bisa melakukannya. Kita tidak bisa memasuki pikiran Allah sementara Dia bisa karena sejak semula Dia sejatinya berasal dari dalam pikiran Bapa. Itulah yang dikatakan Rasul Yohanes "bersama-sama dengan Allah dalam kekekalanNya.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top