Blog / Trinitas Kristen Berbenturan Dengan Tuhan Yang Maha Esa? Padahal Setan-Setan pun Percaya Akan KeesaanNya?

 

 

By Hamba dari Tuhan Yang Maha-Esa

 

Absurditas Saudara Eggi Sudjana yang menyinggung banyak pihak agama itu sebetulnya tidak terletak pada niatnya untuk merusuhi agama-agama orang lain. Namun lebih dari itu, ia justru lancang meletakkan agama orang-orang lain dalam wilayah-iman yang tidak mengimani apa yang dia timpakan itu!

Ringkasnya, orang Kristen telah diletakkannya sebagai penyembah Tuhan Trinitas YANG BUKAN MAHAESA! Maka mari, saatnya kini kita bukakan pencerahan kepada sdr Eggi Sudjana dan konco-konconya tentang SIAPA itu Tuhan Trinitas yang disembah oleh milyaran orang Kristen sedunia.

Untuk memahami konsep Tuhan Tritunggal Alkitab, kita perlu merujuk kepada TIGA PEMAHAMAN DASARIAH ALKITABIAH MENGENAI TRINITAS.

 

Dasar (1). ALAM SEMESTA PENUH DENGAN MISTERI “Ada banyak hal yang HARUS kita percaya TANPA bisa memahami atau melihatnya” 

(misalnya: listrik, angin, waktu, gelombang radio… bahkan sampai percaya sama hantu yang walau tak bisa dilihat & dipahami!). Ciptaan (yang terbatas) yang tidak memahami semua keberadaan Penciptanya (yang tak terbatas) itu BUKANLAH buah kesalahan apapun. Justru Tuhan Pencipta yang mampu dipahami dalam semua aspek-Nya oleh si ciptaan-Nya yang kerdil itu PASTILAH tuhan-tuhanan belaka.

 

Dasar (2). SATU ITU TIDAK MUTLAK-MATI SATU “Ada banyak hal disekeliling kita yang kita katakan dengan istilah SATU, tetapi Itu juga berunsurkan KEJAMAKAN”.

(misalnya: ‘satu suara’ (se-ia se-kata), ‘satu hati’, sepikiran, ‘senada’, ‘sekutu’, ‘seragam’, ‘kita’, ‘kami’…

Dan untuk Tuhan Alkitab, kita pasti bisa berkata bahwa SATUNYA Tuhan kita bukan SATUNYA manusia dunia, bukan fisikal, bukan bilangan, bukan berjumlah atau berkali! Jikalau kita ngotot berkata bahwa Tuhan itu satu-mutlak, maka orang akan bertanya SATU YANG BAGAIMANAKAH? Adakah contohnya yang Tuhan peragakan? Maka begitulah Tuhan Alkitab yang berpuluh kali mengatakan diriNya sebagai Tuhan yang ESA (ECHAD, istilah Alkitab untuk singular yang plural), bukan satu bilangan mutlak dalam istilah YACHEED (satu mutlak). Periksalah ini dalam Kitab Ulangan 6:4, Yesaya 45:5,6, Yohanes 5:44, dll. Bahkan Paulus walau berulang kali dan selalu mengatakan Tuhan itu Esa (1Timotius 1:17; 2:5 dll) namun ia tetap dicap sebagai biang kerok yang memelopori agama Nasrani menyembah 3 Tuhan (Tanya: apakah ini juga dituduh oleh sdr Eggi? Malulah bila begitu).

Tuhan dalam Alkitab membahasakan diriNya dengan istilah ‘Elohim’, yaitu kata singular/ tunggal (dari El) yang berkonotasi jamak! Bahkan ketika berfirman sesamaNya, Dia berbicara sesamanya kedalam dengan istilah KITA (Kejadian 1:26; 3:22), tapi keluar kepada umatNya sebagai AKU.  Simaklah betapa Tuhan sendiri menyatakan kehadiran ketiga pribadi-Nya dalam satu kesatuan ilahi, yang ditujukan kepada Nabi Yesaya:  “Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi, dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada disitu. Dan sekarang, Tuhan Yahweh mengutus Aku dengan RohNya” (Yesaya 48:16).

Itu hanya sebagian kecil dari message Tuhan sejak dulu bahwa Ia berhakekat PLURAL UNITY, yang tidak ada kesetaraanNya dengan mahkluk siapapun!

 

Dasar (3). KONSEP TRINITAS (BUKAN ISTILAHNYA) ITU WAHYU! 

“Konsep ketuhanan yang Trinitas ini bukan ciptaan manusia. Ia datang dari penyataan & maklumat Tuhan sendiri yang berupa WAHYU”.  Jadi andaikata Tuhan menyatakan dirinya –misalnya– sebagai  “Dasamuka”, ada hak apa kita manusia untuk menampiknya? Atau konkritnya, bagaimana anda akan memprotes SETAN yang sudah jelas2 menyebut dirinya sebagai ‘LEGION’ (banyak, sepasukan) ketika Yesus menengking SATU orang yang dirasuki setan di daerah Gerasa, dengan bertanya: “Siapa namamu?" Jawab setan: "Namaku LEGION, karena kami banyak." (Markus 5, khususnya ayat 9).

 

Pertanyaan: kenapa manusia bisa mudah percaya bahwa Setan bisa berujud MULTITUDITAS (LEGION), tapi menolak message & konsep Trinitas dari Tuhan? O, karena tak ada istilah TRINITAS dalam Alkitab? Tapi bukankah konsep dan komponen2 ketrinitasan itu bertaburan di Alkitab, sama seperti yang sdr Eggi percaya sepenuhnya akan doktrin Tawhid, namun juga istilah dan kata “Tawhid” itu sendiri tidak ada di seluruh Quran. Pengistilahan konsep ketuhanan dengan kata Trinitas ataupun Tawhid tidak akan bermasalah, sepanjang itu adalah turunan yang benar dari sumber-sumbernya yang asli hakiki.

 

Kebenaran & keberadaan Tuhan yang Trinitas ini ABSOLUT HANYA DIA YANG TAHU & YANG BERDAULAT. Itu milik Dia sendiri yang Dia nyatakan secukup & seperlunya buat manusia, walau tidak mencakup semuanya. Ingat tatkala Musa bertanya kepada Tuhannya tentang nama pribadiNya, TUHAN menjawab Musa dengan berkata: “AKU ADALAH AKU”! (Keluaran 3:14 ff). Bukankah itu sudah menunjukkan bahwa bahasa, logika dan unsur dunia tidak ada yang mampu mendefinisikan Sosok & Nama TUHAN. Maka kita orang-orang ciptaan yang hina ini haruslah berhati rendah dihadapan Tuhan Yang Maha Besar untuk percaya bahwa GOD DOESN’T FIT OUR DEFINITIONS. WE ARE TO CONFORM TO HIS DEFINITION! (Tuhan tidak akan sesuai dengan definisi2 kita apapun. Kitalah yang harus menyesuaikannya per definisi Dia). 

 

Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa pada ujung sejarah kenabian, Tuhan melalui INKARNASI FIRMAN (yang disebut ANAK), Yesus diturunkan kedunia justru untuk mendemonstrasi-kan terbuka akan ketrinitasanNya secara maha-spektakuler yang hanya terjadi 1 kali dalam sejarah dunia (bacalah Matius 3 ff:16-17 ). Yaitu tatkala Yesus dibaptis, maka Tuhan MEMPERAGAKAN ketiga keilahianNya yang menyatu antara Bapa, Anak, dan RohKudus, 

 

“… pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Tuhan seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengata-kan: 

"Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." 

 

Dan itulah yang menjadi dasar kenapa Yesus (ANAK) selanjutnya memerintahkan murid-muridNya untuk membaptis orang2 yang percaya kepada Tuhan dalam SATU nama (name bukan names): BAPA dan ANAK dan ROH KUDUS (Matius28:19) Tidak ada Tuhan lain yang sudah memanifestasikan diriNya kehadapan umatNya, apalagi memeperagakan keberadaan diriNya kepada public sebagai saksi mata!

 

Jadi kami bangga untuk menyarankan kepada Sdr Eggi untuk lebih berstudi mengkaji keunggulan Tuhan orang Kristen yang Trinitas itu. Bukan berdasarkan asumsi diluar sumber, slogan-slogan dangkal, dan dengar-dengaran apa kata orang, melainkan apa yang sungguh diperkatakan dalam Wahyu. Silahkan membaca Alkitab yang menyatakan secara gamblang bahwa “Anak & Roh ada dalam Bapa (Yohanes 1:18, 1Korintus 2:10-12); Dan betapa Yesus benara-benar menyaksikan diriNya bahwa IA DAN ROH KUDUS KELUAR & DATANG DARI BAPA (PENTING bacaYohanes 8:42, 15:26).

 

APA SIGNIFIKANSI KEESAAN TUHAN? Lebih jauh dari itu, Alkitab justru memperingatkan bahwa beriman kepada  Ke-Esaan Tuhan itu baik dan penting dan harus, namun itu saja tidaklah memadai. Tuhan meletakkan TEGURAN yang tajam atasnya: “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi Setan-Setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar” (Yakobus2:19). YA, Setanpun percaya akan Tuhan yang ESA! Dan ia tetap setan! SO WHAT? 

 

Maka Tuhan Alkitab telah menampik bentuk-bentuk slogan, dan mengharuskan kita untuk kembali percaya kepada Tuhan yang Esa yang telah membuktikan diriNya sebagai JURUSELAMAT. 

 

Dan Yesus lah dalam kesatuan IlahiahNya yang Trinitas yang justru telah memerankan penyelamatan kepada umat manusia yang mau percaya kepadaNya: “Kata Yesus kepada Zakheus (yang bertobat & percaya kepaNya): "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia (Yesus) datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:9-10). Dan ini pasti bukan slogan, melainkan Yesus betul2 sudah meng-Kurbankan diriNya diatas kayu salib demi untuk MENEBUS MAUT (kematian) yang sudah dipastikan Tuhan harus terjadi bagi setiap orang berdosa (seperti anda sdr Eggy dan saya juga). Kenapa “menebus”? Karena Tuhan pun harus konsekwen memenuhi Hukum TauratNya sendiri yang kekal itu, yaitu hukum Qisas GIGI GANTI GIGI, MATA GANTI MATA, NYAWA GANTI NYAWA. Dan Yesus datang dari sorga berinkarnasi sebagai manusia dunia sudah ber-Kurban-Nyawa demi kita-kita yang sangat dikasihiNya: “Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan (dengan mengorbankan) Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). 

 

TUHAN TRINITAS YANG MENYELAMATKAN: Berbahagialah kita dengan kehadiran Trinitas ke-ESA-an Tuhan Alkitab, dalam tri-uni-pribadi ilahi Bapa, Anak, Roh-Kudus. Dimana Bapa yang MENGASIHI dan MENYELAMATKAN umat, oleh Anak melalui RohKudus. Tiga sosok pribadi berbeda, namun saling “inklusif-sesama & sehakekat, sehati-seiya-sekata-sepikiran-seaksi (action)-sejalan-setujuan” dalam kesatuan ilahi-Nya. 

 

MARI, coba kita renung dan bandingkan “kemiripan” (walau jauh dari sama) Trinitas ini dengan KESATUAN BANGSA yang membawa berkat kebangsaan dalam “TRI-UNITAS”nya yaitu,

*Bapak Bangsa

*Anak Bangsa

*Semangat Bangsa! 

Bukankah BAPAK Bangsa juga termasuk dalam ANAK Bangsa, dan di-ESA-kan dalam ROH/SPIRIT Bangsa? …

 

God bless Indonesia…

 


Add a Comment
| 31
JANGAN GITU AH
Reply| 16 Oct 2017 22:32:18
@riza

berdasar uraian mu di bawah, bunyi ayatnya begini dung?


Maka Allah bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

dimana bisa jadi,
1. Allah bersumpah di hadapan Tuhan.
2. Allah bersama-sama Tuhan bersumpah bersama.
3. Allah adalah kacungnya Tuhan.

benar-benar ngaco!
JANGAN GITU AH
Reply| 15 Oct 2017 20:23:46
@riza

Esa tak nyata, Esa yg diteorikan, Esa hanya sebatas klaim konsep, gunanya apa?
JANGAN GITU AH
Reply| 15 Oct 2017 20:21:22
@riza
"Islam adalah agama yang mengajarkan arti Esa yang sesungguhnya..."

Ar-Rahman dewa orang Hadramaut, asal nenek moyang Muhammad itu memang Esa. Trus apakah Esa nya bermakna?
JANGAN GITU AH
Reply| 15 Oct 2017 20:16:24
@riza
"Dalam kristen 1+1+1 =1 kwkwkwkkwkw ^_^"

Kristen mengatakan seperti itu? ah kok kamu bodoh sih?

apa yang menyebabkan kamu bodoh? Muhammad kah, islam kah atau quran dan hadist? tolong konfirmasi posisi mu di mana!

saya katakan kamu bodoh karena dalam kristen TIDAK BERLAKU rumusan konyol yg kau sebut di atas.
Si momad69Aisha
Reply| 13 Oct 2017 22:35:00
@riza

Kata kaum materialitas:
kalo motor ku dipreteli berarti motornya gak ada,, kalau Tuhan dipreteli berarti kalian anggap Tuhan gak ada??? ckckckkckckkckkckc

Respon:
Motor dapat dipreteli, sebab motor berasal dari alam materi yang diciptakan Tuhan dan bersifat terbatas.
Kalau kamu bisa mempreteli Tuhan, itu berarti kau sudah lebih besar dari Tuhan dan itu menunjukkan kau adalah makhluk yang tak tahu diri!
Si momad69Aisha
Reply| 13 Oct 2017 18:22:05
Kata kaum materialitas:
Yang jelas kalian tidak boleh menyebut yesus sebagai Tuhan karena dia hanya bagian dari Tuhan.

Respon:
Kata siapa Yesus tidak disebut sebagai Tuhan, Yesus (Firman) tetap adalah Tuhan Yang Maha Sempurna sebab Ia BERASAL dari diri Allah Yang Maha Sempurna.
Begitu juga Roh Kudus adalah Maha Sempurna sebab ia juga BERASAL dari diri Allah.Yang Maha Sempurna.

Sebab Allah ITU MAHA SEMPURNA ADANYA, maka Firman dan Roh Kudus yang berasal dariNya TENTU JUGA MAHA SEMPURNA ADANYA.

Kata kaum materialitas:
Itu sama saja kalian melepas roda motor dan kalian menyebut itu sebagai motor donk

Respon:
Roda motor tidak dapat disebut motor sebab ia adalah materi ciptaan Tuhan yang dalam keterbatasan (terbatas). Ke 300 KOMPONEN yang saya contohkan harus terakit kembali, baru keseluruhan komponen ini YANG MENJADI SATU dapat disebut sebagai motor. Inilah kenyataan alam material (ciptaan) yang bersifat terbatas. Ini hanya sekedar ilustrasi untuk menolongmu untuk memahami secara jasmaniah.

Sedangkan Allah adalah PENCIPTA dan bukan dicipta, jadi Dia Keberadaannya Maha Sempurna.
Karena EKSISTENSI KEMAHASEMPURNAANNYA, maka Firman (Yesus) dan Roh Kudus yang berasal dari Allah, juga tentu EKSISTENSINYA MAHA SEMPURNA.

Kata kaum materialitas:
salam gagal pahammmmmmm

Respon:
Saya tidak pernah gagal paham.
Saya tetap dapat membedakan Alam Materi ciptaan Tuhan yang terbatas dengan Tuhan Penciptanya yang bersifat TAK TERBATAS DAN MAHA SEMPURNA.
Si momad69Aisha
Reply| 13 Oct 2017 15:45:16
@riza

SEBAB SEGI SPIRITUAL MUSLIM TUMPUL DAN TAK BERFUNGSI, maka mau tak mau saya membuat ilustrasi dari ALAM MATERIAL (motor) dalam rangka menolong MEMUDAHKAN MUSLIM DALAM MEMAHAMI SECARA JASMANIAH.
300 komponen BERASAL dari 1 MOTOR, namun motor tetap satu (1).

Kerena dapat diamati secara jasmani ilustrasi motor di atas, mudah dipahami sebagai TETAP 1 motor dan bukan 300 motor.
Mengapa demikian?
Sebab motor dan komponennya ADA DALAM KETERBATASAN/TERBATAS (BAHAN PEMBUATNYA BERASAL DARI BERBAGAI MATERIAL YANG DICIPTAKAN TUHAN), MAKA sebuah komponen tertentu yang diambil (BERASAL) dari motor tersebut TIDAK MUNGKIN DAPAT BERFUNGSI SEBAGAI MOTOR.

Sekarang:
EKSISTENSI TUHAN DALAM KEESAANNYA YANG MAHA SEMPURNA

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya:
Allah yang Esa dalam ketritunggalan. Keesaan Allah tersebut melingkupi kesatuan hakikat Allah, dimana Firman itu BERASAL dari diri Allah dan Roh Kudus itu BERASAL dari diri Allah.

SEBAB Allah Maha Sempurna Adanya
Dimana:
Firman (Yesus) itu BERASAL dari diri Allah yang Maha Sempurna dan
Roh Kudus itu juga BERASAL dari diri Allah yang Maha Sempurna
Maka:
Firman (Yesus) dan Roh Kudus itu juga tentu Maha Sempurna Adanya.

Mengapa pribadi Firman (Yesus) dan pribadi Roh Kudus keduanya juga Maha Sempurna?

Jawab: sebab keduanya, baik Firman (Yesus) maupun Roh Kudus BERASAL DARI Allah YANG MAHA SEMPURNA ADANYA.

1
ke 2
Si momad69Aisha
Reply| 13 Oct 2017 15:45:11
2
dari 1

Jadi walaupun kelihatannya ALLAH YANG MAHA SEMPURNA seolah-olah sekarang ada 3, tetapi kita harus ingat, baik Yesus Yang Maha Sempurna dan Roh Kudus Yang Maha Sempurna, keduanya TETAP BERASAL dari diri Allah Yang Maha Sempurna.
Yang esa itu adalah Dia berdiam KEKAL BERSAMA (KEMANUNGGALAN KEKAL) Firman-Nya (yohanes 1:1; 8:42) dan Roh-Nya (Yoh 15:26). TRITUNGGAL, PLURAL UNITY.

Kalau motor dalam ilustrasi di atas mudah kita pahami tetap sebagai 1 motor dengan 300 komponen, karena motor adalah meterial yang bersifat terbatas dan dapat diamati secara fisik. Sebab setiap komponen dari motor tersebut tidak mungkin dapat berfungsi sebagai motor, karena dia terbatas (ciptaan Tuhan).

Tetapi Allah adalah ROH adanya dan Maha Sempurna, jadi oleh muslim terlihat seperti ada 3 Allah Yang Maha Sempurna, padahal pada hakekatnya Keesaan Allah tersebut melingkupi kesatuan hakikat Allah, dimana Firman itu BERASAL dari diri Allah dan Roh Kudus itu BERASAL dari diri Allah. Firman dan Roh Kudus masing-masing bersifat pribadi dan masing-masing Maha Sempurna adanya. Ketiga pribadi tersebut tidak dapat dibagi dan dipisahkan. Allah Bapa (Maha Sempurna), Anak (Maha Sempurna) dan Roh Kudus (Maha Sempurna) memiliki hakekat yang sama dengan Allah (Maha Sempurna), dimana Firman dan Roh Kudus keluar dari diri Allah itu sendiri.
John Calvin
Reply| 12 Oct 2017 22:16:38
@riza
iya benar 1+1+1 = 3
nah sekarang
1 x 1 x 1 = ?

silakan bung..
jangan kebanyakan minum kencing ONTA yah (sesaui hadis tuh)
riza
Reply| 12 Oct 2017 17:35:56
@Si momad69Aisha
Si momad69Aisha : Sebuah ilustrasi:
Anda saat ini memiliki sebuah(1) motor baru.
Kalau saya urai(copotin)satu-demi-satu-komponennya,misalnya menjadi 300komponen.
Sekarang anda akan menyebut ada berapa motor itu?

riza: Kwkwkkw,,, kalo bikin ilustrasi pinteran dikit dong bro/sis,, ckck kckck. Oke kita bahas masalah ini,, siap???? Halo,,halo,,halo,,, tes, tes, tes, tes cckckkckckc
Saya analogikan secara sederhana aja misal :
Bapa di surga= rangka motor, yesus kristus= roda motor, roh kudus= mesin motor.
Ketika gue punya motor lalu bagian roda gue lepas maka roda yang saya lepas itu disebut MOTOR atau disebut RODA MOTOR???????? Tentu saya akan menyebut itu sebagai RODA MOTOR dan bukan MOTOR,,, berarti yang namanya roda tidak pernah disebut motor dong???
Sama dengan yg lainnya rangka motor dan mesin motor tidak bisa disebut motor tanpa adanya perakitan untuk disatukan menjadi motor,,,,
Naaaaaa,,,, berarti yesus tidak boleh disebut Tuhan karena yesus adalah “bagian dari Tuhan” sama seperti kita tidak boleh menyebut roda motor sebagai motor karena roda motor adalah bagian dari motor . Mereka (bapa, yesus, roh kudus) hanya boleh disebut Tuhan kalau mereka bersatu…
Lalu apa istilah bersatunya Tuhan dalam kristen?? Apakah YHWH atukah Allah?? Ataukah elohim?? Yang jelas kalian tidak boleh menyebut yesus sebagai Tuhan karena dia hanya bagian dari Tuhan.. Lalu mengapa kalian menyebut yesus sebagai Tuhan? Itu sama saja kalian melepas roda motor dan kalian menyebut itu sebagai motor donk ,, dan kalian berharap roda itu bisa membawa kalian sampai pada tujuan perjalanan,, ckckcckkckckckkckc ^_^ . salam gagal pahammmmmmm. Kalo motor ku dipreteli berarti motornya gak ada,, kalau Tuhan dipreteli berati kalian anggap Tuhan gak ada??? ckckckkckckkckkckck

ayooo,, belon ada satu ekor kristeners yang bisa jawab logika trinitas, 1+1+1= 1 ckckckck
Si momad69Aisha
Reply| 12 Oct 2017 10:19:25
@riza
aaAyoooo slimer,ketidak-pahamanmu tentang apa yang saya jelaskan,bukan berarti saya salah dan kamu benar.
Persoalannya adalah OTAKmu terlalu TEROBSESI pada 2 hal:
1.Adanya tembok keangkuhan,yaitu suatu bentuk anggapan yang tanpa anda sadari terbangun atau sesuatu yang sudah menetap pada diri anda bahwasanya islam benar, kalau bukan islam salah.
2.Sangat jasmaniah,dimana selalu menjadi sebutanmu dari mana asalnya 1+1+1=1
(hal ini saya pahami, sebab islam memang agama jasmaniah dan tidak ada unsur spiritualnya).

Saya tidak pernah bilang bahwa 1+1+1=1, itu adalah rumusanmu sendiri. Sebab bagi saya tetap 1+1+1=3, jadi hal ini harus clear terlebih dahulu.

Baik saat ini kita lanjutkan secara singkat seperti keinginanmu:
1. Kekristenan adalah keyakinan (iman) yang bersifat SPIRITUAL. Sebab YHWH adalah ROH adanya.
2. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.
Sehingga bahagian jiwa dan roh inilah yang memungkinkan manusia kristen mampu berelasi dengan Tuhannya, YHWH, yang adalah ROH adanya.
Memang pada saat manusia masih hidup, sepertinya tubuhnyalah yang mendapat peran utama, seperti anda yang hanya mampu mengerti hal-hal yang bersifat jasmani atau yang dapat dihitung secara matematis, tetapi bahagian roh ini pada intinya ada pada anda, namun anda tidak pernah mengasah atau menggunakannya, sebab islam agamamu itu adalah agama manusia (Muhammad) atau jasmaniah dan bukan datang dari atas (surga), dari ROH yang Maha Tinggi (YHWH).

Jadi saya sangat paham kalau kamu mengaku terus terang bahwa bikin mabok bacanya.

Pisau yang tumpul perlu di asah, bila ia tidak mampu memotong, jangan anda menyalahkan apa yang anda potong, tetapi asahlah pisau itu!

Mengingat unsur jiwa dan roh juga memang ada pada anda,maka untuk dapat anda pahami apa yang saya tuliskan,sudah menjadi keharusan untuk anda mengasah bahagian jiwa dan roh anda!

Sebuah ilustrasi:
Anda saat ini memiliki sebuah(1) motor baru.
Kalau saya urai(copotin)satu-demi-satu-komponennya,misalnya menjadi 300komponen.

Sekarang anda akan menyebut ada berapa motor itu?
AKUTERTIPU
Reply| 11 Oct 2017 20:22:58
@riza
Kok anda tak mampu perlihatkan Allahmu MAHAKUASA, spt yang Dia sumpahkan dlmQS.40:70?
Masak, Allah sampai perlu BERSUMPAH bhw diriNya Mahakuasa, padahal tidak pernah peragakan kpd umatNya KUASA apa yang ada padaNya?
Maka saya nggak mau kena tipu. Aku murtad dan mencari Tuhan yang ibarat Yesus penuh kuasa ilahi! Faham?
riza
Reply| 11 Oct 2017 14:52:16
aaAyoooo,, untuk domba domba kristen keturunan bangsa Israil pengikut kristus , (ngakunya), silahkan jawab logika trinitas dari mana asalnya 1+1+1=1
silahkan jelaskan dengan sesimpel mungkin dan nggak usah bertele tele,, karena keterangan dari @Si momad69Aisha masih bertele tele dan bikin mabok bacanya,,

Masak disini tidak ada satu ekor kristeners yang bisa jelaskan logika trinitas dengan cerdas sih,, ckckckckck
riza
Reply| 11 Oct 2017 14:44:27
@Made San
made san: Bisakah anda perlihatkan, kelompok Nasrani mana yang percaya dengan model Trinitas seperti ini?
Bisakah anda lihat bahwa nabi anda menerima wahyu yang keliru alias palsu?
Dan karena itu Muhammad = Nabi Palsu!

riza: he..he..he.. kamu b...o..d..o..h .....elu nggak pernah baca dan belajar sejarah kekristenan, elu taunya cuma protestan sama katolik,, ada banya sekte kristenn , , bahkan agama protestan yang diajarkan martin luther juga tergolong baru dibandingkan dengan katolik.
Ada juga sekte kristen mariatines yaitu sekte nasrani yang mengagnggap bunda maria sebagi Tuhan dan sekte Kristen penyembah bunda maria Collyridianisme yang dianggap sebagai sekte sesat oleh kebanyakan umat kristen, dan lain sebagainyaaaaa,, Meskipun mungkin mereka sudah punah atau gimana gitu,,
Yang jelas sekte nasrani penyembah maria sebagai Tuhan itu adaaaaaaaaa,,,
Alquran tidak pernah salah kutip ,,, kamu aja yang nggak belajar perkembangan agama kristen

gimana ini tentang trinitas , cara ngitungnya gimana 1+1+1= 1 mau yang dihitung bunda maria kek atau roh kudus kek, yang jelas kececatan dalam logika..
Si momad69Aisha
Reply| 11 Oct 2017 11:12:22
Dia berbicara terhadap sesamaNya ke dalam, dengan istilah KITA (Kejadian 1:26; 3:22), tapi keluar kepada umatNya sebagai AKU.
Tuhan yang ESA (èkhad, istilah Alkitab untuk singular yang plural). PLURAL UNITY, yang tidak ada kesetaraanNya dengan segala makhluk CIPTAANNYA!

KONSEP TRINITAS
“Konsep ketuhanan yang Trinitas ini BUKAN sesuatu CIPTAAN atau TUHAN CIPTAKAN", tetapi adalah HAKEKET DARI EKSISTENSI DIRI TUHAN SENDIRI dan konsep ini datang dari pernyataan dan maklumat Tuhan sendiri yang berupa WAHYU”.

Kebenaran dan keberadaan Tuhan yang Trinitas ini ABSOLUT, HANYA DIA YANG TAHU dan YANG BERDAULAT. Itu milik Dia sendiri, yang Dia nyatakan secukup dan seperlunya buat manusia, walau tidak mencakup semuanya.

Agar jelas POSISI MANUSIA, perlu diingat:
I. a. Tuhan itu Maha Hidup dan mampu menghidupkan atau merupakan sumber hidup dari yang Dia hidupkan.
b. Tuhan adalah Roh dan TAK TERBATAS (TAK TERHINGGA/MAHA SEMPURNA).
c. manusia yang saat ini hidup di dunia adalah Makhluk Jasmaniah dan Terbatas.
II. Tuhan adalah PENCIPTA/CREATOR dan manusia adalah ciptaan/creation dari Tuhan.

Yang ingin saya sampaikan disini adalah ada KETIDAKSETARAAN dan MUTLAK TIDAK DAPAT DIBANDINGKAN antara SATU DAN LAINNYA, yaitu YANG SATU PENCIPTA/CREATOR dan yang satunya lagi CIPTAAN/CREATION. Semua kemungkinan ini, bersumber dari Manusia adalah Gambar dan Rupa Allah (Kejadian 1: 26-28).
https://celikanmuslim.wordpress.com/2017/06/20/manusia-adalah-gambar-dan-rupa-allah/
(harap dibaca juga supaya tidak gagal paham).

Memasuki pembahasan KONSEP TRINITAS atau KEESAAN TUHAN, sekali lagi tekanannya harus berhati-hati dan tidak boleh sembarangan, kita tetap harus memposisikan diri sebagai yang dicipta dan terbatas; YANG SEDANG mempelajari PENCIPTA YANG TAK TERBATAS, menurut Alkitab. Jadi saya yang dicipta (terbatas) sedang MERUMUSKAN (menurut Alkitab) PENCIPTANYA YANG TAK TERBATAS. Untuk itu pertama-tama saya harus urutkan terlebih dahulu tingkatan/derajat "Kemuliaan" sbb:

PERTAMA (I). TUHAN MENEMPATI KEMULIAAN YANG TERTINGGI (SEBAGAI PENCIPTA) YANG MAHA SEMPURNA.
Kemuliaan Tuhan ini, ukurannya adalah MAHA SEMPURNA & TAK TERBATAS

bersambung ke halaman 2...
Si momad69Aisha
Reply| 11 Oct 2017 11:12:18
...sambungan dari halaman 1

Berikut ini adalah urutan KEMUALIAAN dari Ciptaan Tuhan yang ada dalam keterbatasan:
2. Manusia, makhluk yang hidup dan merupakan ciptaan Tuhan yang termulia, sebab manusia diciptakan-Nya menurut Gambar dan Rupa Allah (Kejadian 1: 26-28).
Sehingga (diantaranya) manusia dimungkinkan-Nya (MAMPU) berpikir rasional dan berpenilaian moral. Disini melibatkan 3 hal utama pada manusia, yaitu: HIDUP, RATIO dan BERPENILAIAN MORAL, yang MEMUNGKINKANNYA, mampu mempelajari/menilai Tuhan Penciptanya.
Kemuliaan Manusia ini ukurannya adalah 100% (terbatas)

Urutan kemuliaan setelah manusia adalah:
3. Dunia Hewan,
4. Dunia Tumbuhan,
5. Alam material lainnya, termasuk alam semesta.

Ketika kita mempelajari sesuatu tentang ciptaan Tuhan (termasuk manusia) yang ada dalam keterbatasnnya, maka kita yang mempelarinya adalah subyek yang sedang mempelajari obyek (misalnya mempelajari tentang manusia, hewan, tumbuhan atau ciptaan Tuhan yang lain).
Dalam hal ini tentu subjek lebih besar dari obyek, dengan demikian maka subyek dapat mempelajari dan menilai objek. Tidak peduli mungkin yang anda pelajari adalah benda-benda langit yang ukuran fisiknya dapat jauh lebih besar dari diri anda! Manusia yang mempelajari tetap sebagai subyek dan benda yang dipelajarinya adalah obyek, sebab semua yang dipelajari disini ada dalam batasan (terbatas).

Namun ketika kita manusia mempelajari tentang KONSEP TRINITAS atau KEESAAN TUHAN atau EKSISTENSI TUHAN, maka kita tidak boleh menempatkan diri kita sebagai subyek yang sedang mempelajariNya, melainkan kita tetap sebagai obyek yang sedang mengamati EKSISTENSI TUHAN yang adalah TETAP SEBAGAI SUBYEK (lebih besar, yang dalam hal ini tak terbatas atau MAHA SEMPURNA).
Sebab dalam mana kita menempatkan diri kita sebagai subyek, maka hasil pengamatan kita tentang EKSISTENSI TUHAN ini MENJADI ADA DALAM BATAS-BATAS KEMANUSIAAN KITA.

Ingat, sebab Tuhan itu tak terbatas dan Maha Sempurna (dan ROH adanya), sementara manusia terbatas (dalam keterbatasan jasmaniah).

bersambung ke halaman 3...
Si momad69Aisha
Reply| 11 Oct 2017 11:12:14
...sambungan dari halaman 2

Kata èkhad atau “Esa”sekali-kali bukan dimaksud guna menekankan satunya-angka secara matematis atau fisik, tetapi Tuhan adalah satu-satunya yang ilahi, di luar Tuhan tidak ada yang dapat disebut Tuhan. Keesaan Tuhan bukan masalah keberapaan Tuhan tetapi kebagaimanaan Tuhan. Yang esa itu adalah Dia berdiam KEKAL BERSAMA (KEMANUNGGALAN KEKAL) Firman-Nya (yohanes 1:1; 8:42) dan Roh-Nya (Yoh 15:26).

Allah yang Esa dalam ketritunggalan. Keesaan Allah tersebut melingkupi kesatuan hakikat Allah, dimana Firman itu BERASAL dari diri Allah dan Roh Kudus itu BERASAL dari diri Allah. Namun, Firman dan Roh Kudus masing-masing bersifat pribadi dan masing-masing Maha Sempurna adanya. Ketiga pribadi tersebut tidak dapat dibagi dan dipisahkan. Allah Bapa (Maha Sempurna), Anak (Maha Sempurna) dan Roh Kudus (Maha Sempurna) memiliki hakekat yang sama dengan Allah (Maha Sempurna), dimana Firman dan Roh Kudus keluar dari diri Allah itu sendiri.

ANALOGI KONSEP KEESAAN:

I. Dalam suatu "orkestra simponi" yang memiliki misalnya 100 pemain musik, mengangkat suara SEUTUHNYA (MANUNGGAL) memuji KEBESARAN TUHAN, maka:
1. Seorang pemimpin komposer (dirigen/konduktor) harus menjalankan perannya 100%
2. Para pemain musik, masing-masing pemain harus mencurahkan kemampuannya 100%
3. Instrumen-instrumen musik, dapat berupa alat musik gesek (string), tiup, brass, pukul (perkusi) dan berbagai instrumen lainnya. juga masing-masing alat musik yang dilibatkan harus dalam kondisi 100%
4. Para penyanyi koor, masing-masing penyanyi harus mencurahkan kemampuannya 100%
Ke empat butir yang disebutkan di atas, keempat-empatnya HARUS ADA dalam suatu orkestra simponi, bila salah satu diantaranya tidak ada, maka tidak dapat lagi disebut sebagai orkestra simponi.
Untuk dapat disebut memenuhi syarat KONSEP KEESAAN, maka orkestra simponi yang dijelaskan di atas bukan hasil penjumlahan dari keempatnya dan menjadi 100% (misalnya 25%+25%+25%+25%=100%), melainkan per individu/alat harus dalam kondisi 100%, baik itu komposernya, setiap pemain musiknya, setiap penyanyinya maupun setiap alat musiknya.

bersambung ke halaman 4...
Si momad69Aisha
Reply| 11 Oct 2017 11:12:10
...sambungan dari halaman 3

Bilamana misalnya salah satu pemain musik (dari 100 orang pemain) tidak berfungsi 100% (misalnya 98%), maka suara yang dihasilkan dari orkestra simponi ini menjadi TIDAK SEUTUHNYA, dengan demikian orkestra simponi ini tidak memenuhi konsep keesaan.

KONSEP KEESAAN yang TERPENUHI dalam "orkestra simponi" yang dijelaskan di atas, bukan pada 301 orang (1 komposer + 100 musikus + 100 penyanyi) dan 100 alat musik, melainkan pada KEUTUHAN/KEMANUNGGALAN SUARA YANG TERCIPTA DARI KESEHATIAN DAN KESEPIKIRAN (yang bersumber dari SATU ROH), sehingga menghasil suara PEMUJIAN dan PENGAGUNGAN terhadap Tuhan yang INDAH.

II. Dalam Keluarga (Keluarga merupakan lembaga yang diciptakan Tuhan, dengan menjalankan komitmen satu suami dan satu istri)
1. Peran ayah harus menjalankan peranannya 100% dalam melindungi istri dan keluarga.
2. Peran ibu harus menjalankan peranannya 100% dalam menolong suami mengurus rumah-tangga dan mendidik anak-anak
3. Peran anak-anak, juga harus menjalankan peranannya 100% sebagai anak yang patuh pada ortu.
Dalam perjalanan waktu, kondisi 100% ini bukan tidak mungkin menghadapi tekanan berat, bahkan mungkin dapat menindih jauh dari angka ini. Disinilah tantangan bagi keluarga terjadi, apakah ia dapat disebut memenuhi syarat KONSEP KEESAAN? Bila iya, maka masing-masing dari anggotanya harus bersumber pada Yesus sebagai Pokok Anggur yang Benar, agar pemulihan pada kondisi 100% ini tetap terpenuhi. Disini Berbicara Tentang Korban dari masing-masing pihak! Butuh Komitmen! Bukan ego yang ditongolin!

Anjuran dan peringatan:
Bagi anda yang belum terlanjur menikah, sebaiknya berhati-hati dalam mencari pasangan, mumpung belum keterlanjuran NGACO!
Perhatikan: Apakah calon teman hidup anda memahami konsep keesaan dalam keluarga dengan benar? Adakah komitmen pada calon anda, untuk hanya bersumber pada Yesus sebagai Pokok Anggur yang Benar?
Anda jangan pernah berfikir kondisi 100% cukup disuplai dari diri anda saja.

bersambung ke halaman 5...
Si momad69Aisha
Reply| 11 Oct 2017 11:12:06
...sambungan dari halaman 4

Misalnya pasangan anda cukup dengan 40% dan nanti kekurangan pada pasangan anda akan anda suplai dari diri anda 60%, maka menjadi 100% (40%+60%). Ini adalah konsep yang salah, sebab bukan tidak mungkin nantinya anda akan menjadi kewalahan (menjadi mines melulu) dalam menghadapi pasangan dan tantangan kelangsungan keluarga, terutama tantangan ekonomi dan godaan pihak ketiga. Disini dituntut komitmen dari kedua belah pihak, 100% kembali ke Alkitab, agar kekurangan masing-masing dari anda akan dipenuhi dari Yesus sebagai Pokok Anggur yang Benar.
Ya betul.. Masing-masing dari anda harus dalam kondisi 100% dan tetap bersumber pada Yesus sebagai Pokok Anggur yang Benar! Maka diharapkan Keluarga dengan Konsep Keesaan dapat diwujudkan!
Suami menjadi kepala yang patut dihormati dan menjadi sandaran yang kokoh bagi istri dan anak-anak.
Istri menjadi penolong yang dapat dipercaya dan disegani.
Dan anak-anak merasa aman dalam keluarga (ada rasa percaya).

Sekarang coba anda menempatkan diri sebagai Aisha, anak Abu bakar sahabat Rasulullah. Ketika ia berusia 6 tahun, dia dilamar untuk dijadikan istri oleh sahabat ayahnya ini, sang-bandot-tua, yang ketika itu berusia 50 tahun. Bahkan bandot-tua ini, usianya lebih tua 2 tahun dibandingkan ayah Aisha, yang ketika itu masih 48 tahun.
Saat Aisha 9 tahun, bocah ini resmi ditiduri oleh sang bandot tua (53 tahun), sekaligus peristiwa ini meghantarkan sang bocah resmi menjadi salah satu member dari 11 member (group) istri-istri bandot. Pekerjaan bandot adalah kepala geng rampok dan memenangkan 27 aksi perampokan besar yang dia ciptakan sendiri selama hidupnya, yang dia klaim sendiri sebagai perang. Hasil dari penggarongan ini, bukan harta jarahan saja, tetapi juga banyak wanita rampasan dan pada umumnya mereka dijadikan budak sex sang bandot dan kelompoknya atau(+) di jual sebagai budak. Bukan itu saja akibat dari pekerjaan garong sang bandot, ribuan para-pria di bacok dengan pedang sang-bandot.

bersambung ke halaman 6...
Si momad69Aisha
Reply| 11 Oct 2017 11:12:02
...sambungan dari halaman 5

Akibat ulah nabi awloh yang sedemikian ini, menyebabkan dirinya mati di racun dan menjadikan Aisha janda di usia muda, 18 tahun.
Sejak kematian bandot satu ini, TIDAK HENTI-HENTINYA TERJADI PERISTIWA BERDARAH DALAM INTERNAL MUSLIM SENDIRI, yaitu antara kelompok mertua bandot, Abu Bakar, ayah Aisha (Islam Sunni) dan kelompok menantu bandot, Ali bin Abi Thalib, suami Fatimah (Islam Syi'ah). Pada awalnya pertikaian terutama memperebutkan harta-benda peninggalan hasil garong sang bandot. Dan sampai hari ini meninggalkan begitu banyak PERTIKAIAN AGAMA DALAM INTERNAL ISLAM SENDIRI TANPA ADA KATA AKHIR.

Apakah suami/ortu seperti ini adalah IDAMAN KAUM MUSLIMIN? Mungkinkah Lembaga Keluarga yang meninggalkan BANYAK PERTIKAIAN BERDARAH, sejak sepeninggalan Muhammad 1400 tahun-yang-lalu-hingga-kini, yang disebut memenuhi KONSEP KEESAAN ALLAH atau justru KONSEP DOSA?
____________________________________________________________

Namun ada yang bilang diseluruh Alkitab, nama Tuhan itu mengekspressikan jatidiri Tuhan? Ketika Tuhan berkata bhw namaKu kudus misalnya, tentu bukan terbatas pada nama 4 atau 5 aksarawi YHWH atau YESUS itu kudus, melainkan ya DIRINYA itulah.

Begini saudariku: Ada Penolakan Muslim: kata mereka "Tak Ada Trinitas!", seperti apa yang Alkitab katakan.
Jadi pada kesempatan ini, kita KHUSUSNYA membahas tentang-topik-ini, yaitu Konsep Keesaan Tuhan atau EKSISTENSI TUHAN menurut Alkitab. Bukan berarti apa yang DISELURUH ALKITAB SUDAH KATAKAN, lalu kita berpangku-tangan dalam berhadapan dengan PENOLAKAN MUSLIM di atas. Kalau sekedar apa yang DISELURUH ALKITAB KATAKAN, ya suruh saja muslim baca Alkitab!
Bila betul masalahnya hanya sekedar membaca Alkitab, saya teramat yakin banyak di antara para-muslimin yang sudah membacanya, namun mereka sis.. tetap menolak Konsep Trinitas ini!
Ya.. kalau mereka sudah tidak menolak, tentu mereka BUKAN MUSLIM lagikan?

Walaupun pembahasan kita memang tidak sesempurna sebagaimana Tuhan Maha Sempurna, tetapi paling tidak kita bersama-sama dapat sedikit lebih memahami betapa pentingnya pemahaman akan HAKEKAT KEESAAN TUHAN, sang Maha Agung, sang oknum Maha Sempurna dalam KEBENARAN.
Fetching more Comments...
↑ Back to Top